Latest Post

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto akan dilaksanakan pada 15 - 28 Januari 2021. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Nomor 443.33/183/417.508/2021 tanggal 12 Januari 2021. Dalam rangka sosialisasi SE ini, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Rabu (13/1) bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto meninjau Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Wates. 

   Turut hadir dalam sosialisasi ini, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Ketua DPRD Sunarto, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Johan Iswahyudi, dan perwakilan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto. 

   Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyampaikan bahwa per tanggal 11 Januari 2021 kota Mojokerto kembali menjadi zona merah. Sebagaimana data per tanggal 12 Januari 2021 jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 1.513 orang. Tingkat kesembuhan sebanyak 1.174 orang dan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 107 orang. 

   Menurut Ning Ita, sebagaimana Inmendagri Nomor 1 Tahun 2021, Kota Mojokerto telah memenuhi unsur penerapan PPKM. "Ada empat parameter. Yakni, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional; tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional; tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional; dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70% (tujuh puluh persen),” jelas Ning Ita. 

   Sosialisasi dilakukan di hadapan pengurus Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kelurahan Wates. Terdiri dari, anggota PKK kelurahan, Kasi kelurahan, RT, RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Hal-hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat semua adalah pelaksanaan 4 M wajib diperketat. Yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” tegas Ning Ita. 

   Ning Ita menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar di semua lembaga pendidikan seluruhnya dilakukan secara daring. Kegiatan di tempat-tempat ibadah hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas tempat ibadah. Kegiatan perkantoran akan menerapkan perpaduan bekerja dari rumah dan bekerja di kantor. "Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Tanpa, mengganggu kegiatan pelayanan publik bagi kantor-kantor yang memberikan pelayan pada masyarakat," imbuh Ning Ita. 

   “Mohon menjadi perhatian karena tidak taat pada peraturan akan berimplikasi terhadap sanksi. Saya mengimbau mari semakin waspada. Tidak perlu takut kepada pasien yang terpapar covid. Tapi, kewaspadaan dan pemahaman terhadap peenrapan 4M yang akan menjadi benteng penyelamat bagi diri kita untuk tetap sehat, tidak terpapar covid 19,”  ujarnya. 

   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa ketaatan masyarakat adalah kunci bagi stakeholder untuk bisa menegakkan aturan dengan baik. Segala yang ditetapkan oleh pemerintah akan menjadi efektif jika seluruh masyarakat sadar, paham bahwa tujuan dari peraturan ini adalah untuk menjaga keselamatan warga. "Jumlah yang terpapar semakin banyak, jumlah yang meninggal juga semakin banyak. Bantu kami agar tugas dan tanggung jawab yang kami emban menjadi lebih ringan dengan kesadaran dan kepahaman masyarakat semua. Peraturan akan efektif jika masyarakat punya komitment untuk membantu dalam pengendalian covid 19 yang ada di Kota Mojokerto,” pungkasnya. *hms/ds

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Kota Mojokerto akan menyusul 11 daerah di Jawa Timur yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini, disampaikan Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari pada rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Ruang Galery, Rumah Rakyat, Selasa (12/1).

   Penerapan PPKM ini merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

   Menurut Ning Ita sapaan akrab wali kota, sesuai dengan Inmendagri, daerah harus melakukan PPKM ketika sudah memenuhi empat unsur. "Dari parameter yang ada, Kota Mojokerto ini sudah memenuhi keempat unsur yang ada," jelas Ning Ita. Untuk diketahui, sesuai Inmendagri, PPKM diberlakukan untuk Provinsi, Kabupaten/Kota yang memenuhi empat unsur. Yakni, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional; 

tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional; 

tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional; dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70% (tujuh puluh persen).

   Penerapan PPKM nantinya, akan dimulai pada 15-28 Januari 2021. Pembatasan ini pun, berlaku di seluruh sektor. Baik pada sektor perdagangan, perkantoran, pendidikan, institusi pemerintah dan lain sebagainya. Dimana, untuk rumah makan, restoran, supermarket, mall, akan diterapkan jam operasional hingga 20.00 WIB. Tentunya, penerapan jam operasional ini dibarengi juga dengan sanksi, jika para pemilik usaha kedapatan melanggar aturan. 

   "Sosialisasi PPKM, akan kami lakukan mulai besok (13/1). Semua unsur turun ke lapangan untuk berkomunikasi langsung kepada pihak-pihak terkait dan masyarakat. Kami yakin, semua pihak dapat bersinergi dalam menjalankan PPKM di Kota Mojokerto. Karena, berpengalaman dari pembatasan sosial skala mikro di Kota Mojokerto sebelum Idul Fitri dan awal pandemi, Kota Mojokerto dapat menekan angka lonjakan kasus Covid-19," tegas Ning Ita. 

   Selain pembatasan jam operasional di tempat perbelanjaan dan rumah makan, lanjut Ning Ita, Pemerintah Kota Mojokerto juga menerapkan pembatasan jumlah kapasitas di tempat ibadah sebesar 50 persen dari biasanya. Tidak hanya itu, dilarang mengadakan kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan. Seperti hajatan, seremonial resepsi pernikahan, kegiatan sosial dan keagamaan. 

   "Sementara waktu, tempat wisata dan tempat hiburan akan ditutup. Kegiatan belajar mengajar secara daring atau online bagi semua satuan pendidikan akan dilaksanakan secara 100 persen. Dan membatasi tempat kerja atau perkantoran  dengan menerapkan WFH (work from home) sebesar 75 persen dan WFH (work from office) sebesar 25 persen. Tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," jelas walikota perempuan pertama di Mojokerto ini. 

   Lebih jauh Ning Ita menjelaskan, pada akhirnya Kota Mojokerto diharuskan menerapkan sistem PPKM seperti daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Ning Ita berharap dengan adanya PPKM dalam waktu dekat ini, seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan memberikan dukungan. " Penerapan PPKM ini kami jalankan untuk melindungi masyarakat secara luas. Mohon dukungan dalam pelaksanaannya, agar penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan. Dan, kegiatan masyarakat, termasuk pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal," pungkasnya. *hms/ds

 

Jombang - suaraharianpagi.com

   Bau busuk pada pelaksanaan proyek Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dibiayai APBD Tahun 2020, sebesar Rp. 376.449.736,35; diduga syarat penyimpangan.

   Proyek milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Jombang, tersebut dikerjakan oleh CV. MOARA PRABANGKARA, yang beralamat di Perum Griya Kencana Mulya Blok D. 19. RT.003/RW.013/ Desa Candimulyo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, dengan No. Kontrak 644/PPKI/193/415.32/2020. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggara Belanja (RAB) dan asal-asalan. Pasalnya proyek Lapak Sementara Pasar Perak tersebut kontruksinya yang seharusnya memakai kayu Tahun, tapi oleh CV. MOARA PRABANGKARA di sulap atau diganti memakai kayu Batang Kelapa ( glugu ).

   Bukan hanya itu saja, lantai rabat betonya juga dipertanyakan Kualitasnya, karena diduga campuran adonan semennya juga tidak sesuai dengan RAB nya. Banyak lantai yang sudah mengupas dan retak ujungnya disana sini.

   Hal ini jelas mengurangi kualitas dan kekuatan bangunan. Jangan heran jika Proyek Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, diduga menjadi lahan korupsi oleh CV. MOARA PRABANGKARA. Seperti apa yang dikatakan oleh salah satu Pedagang Pasar Perak yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com. (3/1). Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak tersebut selain kontruksinya dari Kayu Tahun diganti kayu batang kelapa (glugu), juga lantainya kualitasnya sangat buruk sekali, belum dipakai saja sudah banyak yang aus dan retak ujungnya disana sini, ini jelas – jelas ada indikasi penyimpangan yang sangat kuat.” Tegas pedagang pasar Perak yang sedikitnya tahu kontruksi bangunan.

   Terpisah salah satu pengurus LSM Gadjah Mada yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Mojokerto, Yanto, mengatakan, “Pekerjaan Proyek Lapak Sementara Pasar Perak, dijadikan ajang cari duwit oleh Kontraktor nakal yang bekerja sama dengan konsultan pengawas.

   Adanya item yang diduga diganti tentu saja menyalahi aturan yang ada, Seharusnya dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta APH (Aparat Penegak Hukum) bisa menyikapi masalah ini sebagai produk hukum,” kata Yanto.

   Ditambahkan, perlu diketahui dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, diduga tidak ada control dari konsultan pengawas, sehingga para pekerja dan Kontraktor dari CV. MOARA PRABANGKARA, pekerjaanya ngawur dan patut dicurigai Korupsi volume bahan bangunan.” Tegas Yanto, kepada suaraharianpagi.com (3/1).

   Sementara PPK Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Nursaila, ketika dikonfirmasi dikantornya mengatakan, “bahwa yang mengetahui jenis kayu yang seharusnya dipakai di pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak adalah PPTK, karena yang membawa RAB nya PPTK, saya gak hapal, tolong tunggu sebentar tak panggilkan. Tak lama kemudian munculah nama Mahmudi yang menemui awak media, selaku PPTK pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak. Ketika di tanya awak media jenis kayu apa yang seharusnya di pakai di pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, ia katakan dengan kalimat yang jelas dan satu kata saja, jenis kayu tahun,” tahu kalau jawabannya di rekam oleh awak media Mahmudi sudah tidak mau menjawab pertanyaan awak media, hanya titip pesan kalau bisa jangan diberitakan, kalau diberitakan akan saya cari kerumah, maksudnya akan dicari rumah wartawanya. *ryan   

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Naiknya harga kedelai di pasaran cukup meresahkan para pelaku IKM tahu tempe di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Mojokerto mengambil langkah cepat dengan melakukan "Operasi Sisir Kedelai Impor untuk IKM Tahu tempe di wilayah Kota Mojokerto".

   Senin (11/1) Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis kedelai hasil operasi kepada para pelaku IKM di halaman Rumah Rakyat Kota Mojokerto. Pada tahap pertama, sebanyak sembilan ton kedelai disediakan untuk pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp. 8500 per kilogram.

   Ning Ita menyampaikan kenaikan harga kedelai tentu dirasa berat oleh para pengrajin tahu tempe. Terlebih di tengah pandemi, untuk menaikkan harga jual juga cukup sulit. "Kami berupaya dalam rangka menjaga agar pasokan tahu dan tempe yang merupakan sumber protein yang menjadi menu wajib bagi masyarakat lokal ini bisa terus tersedia. Dan para pengrajin ini juga bisa mendapatkan keuntungan yang layak atas produk yang mereka jual," kata Ning Ita.

   "Kami mengupayakan dari importir ini bisa kami datangkan ke kota Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi 34 pelaku IKM  tahu dan tempe yang ada di Kota Mojokerto," jelas Ning Ita.

   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan dengan operasi pasar ini pengrajin bisa mendapatkan keuntungan yang layak atas produk yang dijual.  "Kami mengupayakan dari importir ini bisa didatangkan ke kota Mojokerto, tanpa mediator. Jadi, langsung dari  Pemerintah Kota Mojokerto kepada pelaku IKM tahu tempe dengan harga Rp.8.500. Lebih murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp. 9100 rupiah," lanjut Ning Ita. Ia menambahkan, operasi pasar kedelai ini akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan hingga harga kedelai kembali normal.

   Sementara itu, Wahyuni pengrajin tempe asal Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon menyampaikan rasa terima kasihnya atas kebijakan yang diambil oleh Ning Ita. “Terima kasih Bu Wali. Kami sangat terbantu dengan adanya pasokan kedelai murah ini,” ujarnya. Perajin menjelaskan bahwa selama harga kedelai naik tidak bisa menaikkan harga tempe, hanya memperkecil ukurannya. *hms/ds

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (7/1) lalu menimbulkan sejumlah kerusakan rumah warga di Kota Mojokerto. Menyikapi hal ini, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menginstruksikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) untuk segera melakukan asesmen atas rumah warga yang rusak pada Jumat (8/1) esoknya. 

   Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini, juga turun langsung meninjau rumah warga yang rusak. Sekaligus, memberikan bantuan berupa perbaikan rumah pada Sabtu (9/1/2021). Dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos PPPA, Heru Setyadi, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto KH Ma'shum Maulani, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Hatta Amrulloh, Camat serta lurah, Ning Ita menyusuri satu persatu bangunan rumah yang rusak. 

   "Hujan yang melanda Kota Mojokerto, akhir-akhir ini cukup deras disertai dengan angin kencang. Dan Kota Mojokerto, merupakan salah satu daerah dari 22 daerah di Jawa Timur yang dilanda fenomena La Nina dan Hidrometeorologi. Untuk itu, kewaspadaan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Kami mengimbau, agar semua masyarakat lebih mawas diri saat hujan deras," jelas walikota perempuan pertama di Mojokerto ini. 

   Dari sebelas rumah yang mengalami kerusakan bangunan, lanjut Ning Ita, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat, tiga lainnya rusak dengan kategori sedang dan sisanya mengalami kerusakan ringan. Kendati demikian, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Baznas Kota Mojokerto  tetap memberikan bantuan berupa renovasi atau perbaikan pada bangunan yang rusak milik masyarakat senilai Rp 7.810.000. 

   "Kerusakan setiap rumah berbeda-beda. Namun, tetap kami berikan bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan. Semoga bantuan ini, dapat meringankan beban warga di Jalan Flamboyan RT 3 RW 2, di Lingkungan Wates. Dengan adanya bantuan ini, semoga perbaikan rumah yang rusak segera diperbaiki, sehingga saat hujan kembali melanda mereka bisa mendapatkan perlindungan yang layak, tanpa ada kebocoran," tegasnya. 

   Sementara itu, Minto salah seorang warga yang terdampak angin puting beliung, mengucapkan terimakasihnya kepada Wali Kota Mojokerto Ning Ita. Khususnya, atas perhatian dan kecepatan dalam menanggapi permasalahan di masyarakat. Terlebih, kepada warga yang menjadi korban akibat angin puting beliung. "Matur nuwun Ning Ita, atas perhatian dan kepeduliannya kepada warga Kota Mojokerto. Bantuan ini, sangat berarti buat kami," ungkapnya. 

   Seperti diketahui sebelumnya, Kota Mojokerto masuk pada 22 daerah di Jawa Timur yang mengalami fenomena La Nina dan Hidrometeorologi saat musim penghujan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, fenomena La Nina bukanlah badai. Akan tetapi merupakan fenomena perubahan cuaca karena naiknya suhu di laut pasifik sehingga mengakibatkan bencana hidrometeorologi. *hms/ds

 

 Jombang - suaraharianpagi.com

   Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab melantik 9 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tanggal 16 Desember 2020. Proses pelantikan berlangsung di Ruang Bung Tomo Kabupaten Jombang, Hari Kamis tanggal 07/01. Dalam sambutanya Hj. Mundjidah Wahab, memberikan ucapan selamat kepada 9 Kepala Desa terpilih dan dilantik. Ia juga mengharapkan kesembilan kades yang baru dilantik bisa menjadi kades yang amanah. Bupati Jombang juga menekankan kepada 9 Kades, agar pemperhatikan 9 poin pesan yang diberikan.

   Dari kesembilan poin yang disampaikan Bupati kepada 9 Kades terpilih yang dilantik yakni, seorang Kades harus rajin turun ke lapangan untuk memastikan semua kegiatan tepat sasaran. Karena hal tersebut berpengaruh besar pada tingkat kepercayaan masyarakat pada kinerja seorang kepala desa.

   Yang kedua, Bupati menyampaikan agar para Kades bekerja dengan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas.

   “Yang ketiga bekerjalah dengan secara profesional dengan dedikasi dan loyalitas sepenuh hati dan tanpa memandang aspek apapun. Layani masyarakat dengan sepenuh hati dan setulus hati,” ucap Bupati Mundjidah Wahab.

   Keempat, Bupati Jombang menyampaikan agar para Kades melakukan pengawasan terhadap Petugas Pemungut Pajak Bumi dan Bangunan. Kelima, Bupati menyampaikan agar para Kades yang dilantik ini terus merajut semangat kebhinekaan di tengah-tengah masyarakat.

   “Terus pelihara agar keamanan dan ketertiban masyarakat dalam situasi yang kondusif,” tandas Bupati Jombang.

   Keenam, Bupati menyampaikan, dirinya tidak ingin ada satupun kepala desa yang dilantik tersebut terjerat hukum karena penyalahgunaan Dana Desa (DD). Ketujuh, Bupati menyampaikan bahwa, sesama kepala desa 1 sama lain diharapkan senantiasa berkompetisi dalam mempercepat kemajuan dan keberhasilan pembangunan di desanya masing-masing.

   Kedelapan, para kepala desa harus memantau dan mengawasi setiap program kegiatan pembangunan pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, provinsi, maupun nasional. Sehingga pelaksanaannya tidak terjadi penyimpangan dan hasilnya berdaya serta berhasil guna.

Kesembilan, Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa, agar para kades bertindak cepat dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam percepatan penanggulangan Covid-19.

   Pelantikan juga dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Akhmad Jazuli, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Mas’ud Zuremi, Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, serta Kasdim 0814 Jombang, Mayor Inf M Run Hardjono.

   Sekadar diketahui, 9 Kades yang dilantik ini yakni, Kades Banjardowo, Kecamatan Jombang, Syamsudin Arief, Kades Madyopuro, Kecamatan Sumobito, Suwito Hadi, Kades Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Sudarwati, Kades Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Imam Bai Haki, Kades Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Samsul Hadi, Kades Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Eko Ariyanto, Kades Seketi, Kecamatan Mojoagung, Aries Firmansyah, Kades Sukoiber, Kecamatan Gudo, Isnadi, dan Kades Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Sugiyono.

   “Dengan terisinya kepala desa terpilih ini, setiap desa segera menentukan langkah kebijakan pada masa Pandemi Covid-19, sehingga penanganan Covid-19 bisa lebih cepat. Dan jangan pernah lelah mensosialisasikan kepada warganya tentang pentingnya Protokol Kesehatan atau 3M,” tegas Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. *ryan

 

Sampang – suaraharianpagi.com

   Puncak malam Hari Jadi kota Sampang Ke-397, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang  bekerjasama dengan komunitas Anak Kabupaten (AK) peringati Maulid Nabi Muhammad dan Hari jadi Sampang  bertajuk Sampang Bersholawat, Bertempat di Pendopo Trunojoyo Sampang, acara yang digelar sejak pukul 18:30 itu dihadiri Bupati Sampang H.Slamet Junaidi, Wakil Bupati H.Abdullah Hidayat, Jajaran Forkopimda, OPD, Ulama’ dan ratusan tamu undangan lainnya, Selasa (22/12).

   Mewakili Sambutan Bupati Sampang, Kh. Fathur Rosi menyampaikan, pentingnya menerapkan semangat maulid dalam mengisi hari jadi Sampang dengan mentauladani cara Nabi dalam memimpin umat dengan senantiasa menerapkan ahlakul karimah. “Hadirnya Nabi ditengah umat merupakan sosok yang mampu mereformasi ahlak yang sebelumnya saling menjatuhkan, memfitnah, ghibah dan saling membunuh bahkan merasa paling benar,” Ucapnya.

   Selanjutnya ia menambahkan, sebagai manusia tentunya jangan pernah melupakan asal usul manusia yang dilahirkan dengan penuh kekurangan sehingga tidak benar jika kita merasa jumawa dengan apa yang saat ini kita miliki."Syukuri apa yang sudah dijadikan milik kita tanpa harus iri dengan orang lain, sehingga hati ini selalu damai dan ikut merasakan kebahagiaan dengan keberhasilan orang lain,” imbuhnya

   Memasuki acara inti ceramah agama yang disampaikan oleh Kh. Dr. Imam Mawardi dari Kabupaten Sumenep, yang mengajak untuk bersama-sama bersabar dalam menghadapi cobaan, karena semua musibah yang diturunkan pasti ada hikmahnya.“Bersabarlah dalam menghadapi cobaan, termasuk juga virus Corona karena semua musibah pasti ada hikmahnya, tidak semua hal yang tidak enak itu akan berakhir tidak enak, justru seringkali suatu musibah akan berakhir bahagia,” Ujarnya.

   Dalam berkendara saja seringkali kita tidur, ucapnya mencontohkan. Namun kenapa kita merasa tenang, hal itu karena kita tau sopirnya sudah berpengalaman sehingga kita merasa aman dan percaya kalau kita akan selamat sampai tujuan.

   “Kalau terhadap manusia saja kita bisa percaya dan yakin, kenapa kepada Allah yang menciptakan semesta alam kita masih ragu,” Katanya meyakinkan.

“Marilah dalam menjalani hidup kita syukuri nikmat yang diberikan Tuhan "Allah SWT" dan tetaplah bersabar dalam menjalani ujian,” Tutupnya. *rn

Sampang suaraharianpagi.com

   Satu tahun lebih  masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sampang periode 2019-2023, Pemkab Sampang telah mendapatkan banyak penghargaan di berbagai bidang baik pada tingkat nasional maupun tingkat provinsi, terima kasih atas dukungan, partisipasi dan do'a masyarakat, ungkap Bupati Sampang H Slamet Junaidi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke- 397 dan 1 tahun kepemimpinan Bupati. Penghargaan yang di raih Kabupaten Sampang selama 2 tahun berturut-turut Pemkab Sampang mendapatkan penghargaan opini WTP dari BPK RI dan penghargaan meraih predikat nilai "B" atas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

   Bupati mengatakan bahwa hari ini telah memberikan cerminan dan gambaran bahwa Kabupaten Sampang telah meningkat jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dan hal itu diraih berkat semangat kerja buat kita semua dibidang masing-masing. “Hari ini telah membuktikan bahwa Kabupaten Sampang adalah daerah yang meraih segudang prestasi baik ditingkat nasional, tingkat Jatim. Semua itu memberikan cerminan bahwa daerah yang kita cintai bersama jauh peningkatannya," ujarnya.

   Dilanjutkan, spirit itulah yang menjadi alasan kuat sehingga Pemkab Sampang menjadikan tema pada peringatan Hari Jadi ke- 397 Kab. Sampang tahun 2020 bertemakan "Kita tingkatkan apresiasi nilai sejarah dan kearifan budaya lokal menuju Sampang hebat bermartabat. "Tema tersebut hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama bersinergi untuk mengukir dan memaknai keberhasilan serta prestasi yang telah dicapai dalam rangka meraih kemandirian, kemajuan, kesejahteraan dan berdaya saing serta menjadi tekad untuk bisa bertindak dan beraksi nyata agar tanggap pada tantangan dan perkembangan zaman, berdaya saing tinggi di tengah tingginya tingkat persaingan serta mampu mengembangkan inovasi untuk kemajuan pembangunan, dengan tidak lupa nilai sejarah dari kearifan lokal yang ada," papar dia.

   Selain itu, orang nomor satu di partai Nasdem Madura ini menyampaikan, pekerjaan rumah masih sangat banyak dan perlu waktu panjang untuk menyelesaikannya. Namun hal ini akan mudah diatasi jika semua OPD, masyarakat dan stakeholders bekerja bahu membahu saling mendukung untuk mewujudkannya. Orang nomor satu di Kabupaten Sampang ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi turut membangun Kabupaten Sampang. Harapannya, Sampang hebat bermartabat bukan saja menjadi ikon yang dikemas, namun benar-benar menjadi kenyataan. Dan  juga karena Kabupaten Blitar berpotensi dari berbagai sisi.

   Kendati masih setahun masa kepemimpinannya, Kabupaten Sampang sudah mendapat beberapa penghargaan baik ditingkat provinsi maupun nasional. Ini bukti, bahwa prestasi kabupaten dengan julukan kota santri ini terus mengisi deretan koleksi prestasi yang telah diraih tahun-tahun sebelumnya. “Harapannya, kedepan, prestasi Kabupaten Sampang terus bertambah,” ucapnya. *rn

 

 

Sampang suaraharianpagi.com

   DPRD Kabupaten Sampang menggelar sidang Paripurna Hari Jadi sampang Ke 397 dan Pengesahan Tiga Rapeda Usulan, ada yang unik di sidang hari jadi sampang dan pengesah tiga perda usulan kali ini , sidang kali ini  di kemas dalam bahasa madura menjadi Papanggiyen  Paripurna DPRD Kabupaten Sampang Areh Deddih Kabupaten Sampang Sareng Pengesahan Tellok Raperda Usulan   suasana sidang peripurna berubah yang bisanya mnegunakan setelan jas di hari jadi sampang yang ke 397 paripurna di wajibkan menggunakan baju khas madura yaitu sakera bagi pria dan marlena bagi wanita serta penggunaan bahasa madura dalam sidang .

   Sidang di pimpin ketua DPRD Faddol di dampingi wakil ketua satu, dua, dan tiga, Bupati sampang H Selamet Junadi  wakil Bupati sampang H Abdullah Hidayat , Sekretaris Daerah, Forko Pimda, Kepala OPD dan Camat Sekabupaten Sampang..

   Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Fadol mengatakan rapat paripurna pengesahan tiga raperda usulan yakni raperda tentang kearsipan, penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan, serta tentang pemberdayaan koperasi dan usaha mikro dapat disosialisasikan dan diimplementasikan oleh OPD terkait. “Dari tiga raperda tesebut kami berharap dapat diimplementasikan sehingga raperda tersebut berjalan lurus dengan maksud dan tujuannya,”Jelasnya. Rabu, 23 januari 2020.

   Ia menambahkan, pengesahan tiga raperda itu menjadi kado spesial bagi pemerintah kabupaten sampang karena waktunya bertepatan dengan hari jadi kota sampang yang ke 397. “Karena hari ini bertepatan dengan hari jadi kota sampang maka selama sidang kita juga menggunakan bahasa madura,”Imbuhnya.

   Ditempat yang sama Bupati Sampang, Slamet Junaidi dengan singkat menyampaikan apresiasi pada DPRD sampang yang telah menyetujui dan mengesahkan tiga raperda tersebut. “Dengan pengesahan tiga raperda ini kami harap dapat membawa dampak positif bagi pemerintah kabupaten sampang untuk menjadi lebih baik dan lebih baik, kerena jabatan hanyalah titipan dan kiata hanya melaksanakan dan kita niatkan ibadah semoga kita semua mendapat rido allah swt.”ungkapnya. *rn

 

 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Jombang tahun 2020 digelar di 9 desa dari 8 kecamatan, dengan menerapkan protokol kesehatan, Rabu (16/12) pagi. Dari Sembilan desa yang melakukan pemilihan kepala desa tersebut antara lain: Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Desa Sokoiber, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Desa Madyopuro, Kecamatan Sumobito, Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang. Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh. Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno dan Desa Saketi, Kecamatan Mojoagung.

   Kita bersyukur, pilkades berjalan lancar, tertib aman dan kondusif. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan. Ini semua sebagai tindak lanjut Permendagri Nomor 72 tahun 2020, terkait protokol kesehatan, per-TPS hanya untuk 500 pemilih. Hal ini guna mencegah terjadinya kerumunan,” tutur Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, saat memantau jalannya pilkades secara virtual bersama Forkopimda setempat, yang juga didampingi Kabag Humas dan Protokol, Agus Djauhari.

   Ditambahkan, persiapan ini, tentu tidak lepas dari sinergitas semua pihak dalam  pelaksanaan pilkades serentak, baik panitia penyelenggara, TNI/Polri, Forkopimcam, tim kesehatan dan semuanya saja yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, dalam kurun waktu yang singkat semuanya sudah siap, tentu tetap mengedepankan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,”paparnya.

   Mundjidah Wahab, juga berpesan kepada semua panitia dan aparat keamanan, pasca pemilihan kepala desa, terutama saat penghitungan suara dan usai tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun.

   Disamping itu jangan ada arak-arakan begitu sudah ada pemenangnya. Tetaplah pegang disiplin protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Semua Cakades harus siap kalah siap menang, terimalah hasilnya karena ini adalah takdir Allah SWT, kemenangan kalian adalah kemenangan rakyat. Pesan saya tetaplah ikhtiar untuk memajukan desanya, agar masyarakatnya sejahtera. Yang kalah juga harus legowo, tetap jaga kerukunan, ciptakan suasana yang adem, ayem, gotong royong penuh kebersamaan,” pesan Bupati Jombang Hj. Mindjidah Wahab.

   Bupati juga berterima kasih untuk seluruh masyarakat dan aparat keamanan, panitia dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkades serentak yang telah bekerja luar biasa.

   Sementara hasil pantauan di  Desa Wangkalkepuh, Desa Sokoiber, Kecamatan Gudo dan Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, pelaksanaan pemungutan di mulai jam 08.00 sampai jam 13.00 WIB. Selanjutnya pada pukul 13.00 – selesai dilakukan penghitungan dan rekapitulasi.

   Berikut nama – nama yang terpilih dalam pilkades serentak di Kabupaten Jombang. Kecamatan Jombang, Desa Banjardowo. No. Urut 1. Syamsudin Arif. (Terpilih). Kecamatan Kabuh. Desa Marmoyo. No. Urut 1. Sudarwati (Terpilih). Kecamatan Bareng. Desa Ngrimbi. No. Urut. 2. Samsul Hadi. (Terpilih). Kecamatan Mojoagung. Desa Saketi. No. Urut. 1. Aris Kuswantoro (Terpilih) Kecamatan Mojowarno. Desa Mojoduwur. No. Urut 3. Imam Baihaki (Terpilih). Kecamatan Tembelang. Desa Pulogedang. No. Urut 2. Eko Ariyanto. (Terpilih). Kecamatan Suwobito. Desa Madiopuro. No. Urut. 2. Sulistiawan (Terpilih). Kecamatan Gudo. Desa.Sokoiber. No. Urut. 2. Isnadi. 9 Terpilih. Desa Wangkalkepuh, No. Urut. 4. Sugiyono (Terpilih). *ryan

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Bupati Mojokerto Pungkasiadi, membuka kegiatan peningkatan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator Pemkab Mojokerto tahun 2020, Senin (14/12) malam di Hotel Harris Malang. Salah satu pesan penting yang diwejangkan bupati pada kegiatan ini yakni, kecakapan ASN menghadapi era terkini yakni Era Society 5.0.

   Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan dunia. Demikian juga ASN yang dituntut beralih dari Era Revolusi Industri 4.0 menuju Era Society 5.0. Era di mana internet menjadi roda kehidupan dan teknologi yang menyatu dengan manusia itu sendiri. Semua harus bisa beradaptasi,” tutur bupati.

   Perubahan yang cepat, situasi yang kompleks serta ketidakpastian tersebut, tambah bupati, menuntut pemerintah segera mengimplementasikan perubahan dalam tatanan. Yakni birokrasi lebih bersih, adaptif, inovatif, dan responsif atau birokrasi agile.

   Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS, juga mengamanatkan profesionalitas dan adaptasi hal-hal baru menuju demokrasi kelas dunia 2024.

   Melalui pengembangan potensi diri, seorang pemimpin akan membawa pengaruh positif di lingkungan kerja masing-masing. Saya harap kegiatan ini dapat mengubah cara pikir, perilaku dan tindakan dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, tandas bupati.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso, pada laporan sambutan menjelaskan latar belakang kegiatan yakni sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN, untuk mengembangkan potensi diri menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, inovatif, solutif dan menjadi motor penggerak perubahan pada perangkat kerja masing-masing. Susantoso juga menginformasikan jadwal kegiatan dan jumlah peserta.

   Peserta kegiatan kali ini adalah 78 orang PNS terdiri dari 1 pejabat eselon II/a, 27 pejabat eselon II/b, 38 pejabat eselon III/a, serta 2 pejabat BUMD Kabupaten Mojokerto. Kegiatan kita dilaksanakan mulai hari Selasa-Rabu tanggal 14-15 Desember 2020 di Hotel Harris Malang, papar Susantoso.

   Kegiatan hari pertama diisi dengan motivasi diri oleh narasumber Himawan Estu Bagijo. Dilanjutkan jadwal hari selanjutnya tanggal 15 Desember, oleh Agus Mustofa dengan tema Membangkitkan Success Power Bagi Pemimpin dan Kenali Potensi Melalui Tehnologi Aura, dilanjutkan dengan Motivation, Teamworking dan Potential Games oleh Judi Suharsono, serta Pengembangan Karakter dan Imunitas Tubuh” oleh Agus Ali Fauzi. Sebagai informasi, kegiatan hari terakhir juga ditutup oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi. *adv

 

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget