Latest Post

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Upaya Pemerintah Kota  Mojokerto untuk memberantas cukai illegal diawali dengan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Sosialisasi kerjasama dgn KPPBC  TMP B Sidoarjo tentang ketentuan di bidang cukai hasil tembakau digelar pada Sabtu (14/11) pagi di Balai Kelurahan Balongsari diikuti oleh karyawan PT. Bokormas,PT. Pura Perkasa Jaya dan PT. Strategic Alliance. 

   Sosialisasi tidak hanya dilakukan secara klasikal, bahkan Ning Ita turun secara langsung untuk melakukan sosialisasi. Sebagaimana usai membuka sosialisasi bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria, Ning Ita melalukan sidak di lingkungan Tropodo yang terindikasi sebagai tempat produksi rokok illegal. Dari hasil sidak ini, Ning Ita mendapati dirumah salah satu warga yang memproduksi rokok tanpa pita cukai. 

   Pembuatan rokok illegal tersebut dilakukan oleh sepasang suami istri lansia yang ternyata bukan warga Kota Mojokerto. Sepasang lansia ini melinting rokok bahkan memasang papan yang bertuliskan menyediakan rokok yang masuk kategori illegal. Mendapati hal yang demikian Ning Ita secara langsung menjelaskan kesalahan sepasang lansia tersebut. 

   "Kami memberi pemahaman bahwa apa yang mereka lakukan ini kategori melanggar hukum, sehingga  harus dihentikan supaya tidak ada konsekuensi hukum kedepannya,"jelas Ning Ita. Ning Ita juga meminta agar papan pengumuman yang dipasang di depan rumah untuk dilepas dan dipasang sticker stop rokok illegal. 

   Terhadap pembuat rokok illegal Ning Ita juga menegaskan agar mereka menghentikan pembuatan dan penjualan rokok lintingan yang mereka buat. 

   Tentang pembuatan rokok Ning Ita menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Mojokerto telah berdiskusi dengan KPPBC Sidoarjo tentang program Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). "Apabila memang potensi rokok-rokok yang selama ini illegal bisa diakomodir untuk dibuatkan satu area kawasan industri, maka ini akan menjadi satu kemungkinan yang akan kita realisasikan di Kota Mojokerto,"pungkas Ning Ita. *hms/ds

 

Jombang - suaraharianpagi.com

   Closeing Ceremony rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 sekaligus menjadi agenda Penyerahan Beasiswa Jombang Berprestasi bagi mahasiswa yang kurang mampu dari Baznas Kabupaten Jombang telah dilaksanakan di Gedung Bung Tomo kantor Pemkab Jombang, Kamis siang.

   Acara yang rencananya dihadiri Bupati Jombang ini, diwakili oleh Drs. Anwar MKP Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang hadir bersama perwakilan dari Forkopimda, Kabag Kesra, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat, perwakilan dari organisasi wanita.

   Didin Ahmad Sholahudin Ketua Baznas Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa agenda "Merajut Mimpi Meraih Prestasi" Penyerahan Beasiswa hari ini sekaligus menjadi agenda penutupan seluruh rangkaian event Hari Santri 2020. " Ada 32 kegiatan disepanjang peringatan Hari Santri 2020, dan 21 kegiatan pendukung seperti Diklat, Bedah Kitab dan yang lainnya, dalam pelaksanaannya tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid19 ditengah pandemi ini. Alhamdulillah, semuanya berjalan sukses berkat dukungan, kerjasama dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Jombang” ungkapnya.

   "Terimakasih kepada Ibu Bupati Jombang  atas support dan dukungannya sehingga terwujud juga Lukisan Kolosal yang dikerjakan 22 pelukis dari Komunitas Pelukis Jombang yang panjangnya 10 meter yang  mulai dikerjakan pada 20 Oktober 2020. Semoga sumbangsih ini menginspirasi bisa menjadi penanda 22/10/2020 sebagai Hari Santri dan lukisan ini bisa dirawat dengan sebagaimana mestinya", tutur Didin Ahmad Sholahudin

   Sedangkan untuk Beasiswa Jombang Berprestasi diungkapkan oleh Didin Ahmad Sholahudin Ketua Baznas bahwa begitu pendaftaran dibuka, mahasiswa yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa sebanyak 524 orang. Selanjutnya secara selektif tim seleksi berhasil memilih 35 orang. Mereka melalui berbagai tes termasuk psikotes, baca tulis Al-Qur'an, interview, hingga verifikasi faktual dirumah pemohon tersebut. "Akhirnya ada 3 orang yang dicoret karena ternyata dari keluarga mampu," ungkapnya.

   "Mereka akan menerima uang kuliah tunggal yang nilainya kisaran 5 juta rupiah tiap semester plus uang saku 750 ribu perbulan sampai lulus." Baznas Kabupaten Jombang ingin memberikan harapan atas keraguan anak-anak yang ingin dapat meraih cita citanya namun terganjal finansial. Kita ingin menunjukkan kepada orangtuanya bahwa mereka adalah anak-anak yang berprestasi yang layak menerima beasiswa", tambahnya.

   "Semoga niatan baik ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk bersama sama membantu mewujudkan cita-cita anak-anak kita yang bertalenta, namun tidak memiliki biaya. Semoga ikhtiar kami ini diberikan petunjuk oleh Alloh SWT", harapnya.

   Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Anwar dalam sambutannya mewakili Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus apresiasi kepada Baznas Kabupaten Jombang, yang telah menyerahkan beasiswa prestasi bagi 9 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

   Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah untuk para peserta lomba yang dilaksanakan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) yaitu kepada juara Photography Contest 2020, juara Video Pendek, juara Essay, juara lomba Diba’ Fatayat, juara lomba Diba’ Fatayat kategori umum, juara lomba Diba’ Fatayat kategori khusus.

   Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Penyerahan Lukisan Pahlawan dari para pelukis kepada Bupati Jombang yang diwakili Asisten Pemerintahan. Penyerahan piagam kepada Pelopor, Penggerak dan Pelukis dalam rangkaian Hari Santri Nasional.

   “Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap pengurus Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Jombang yang telah bekerja secara optimal, bersih, amanah dan profesional serta dapat membuat program program unggulan sehingga menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyampaikan terimakasih atas suksesnya rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional, kita juga akan merawat hasil karya 22 pelukis dari Komunitas Pelukis Jombang telah mempersembahkan Lukisan Kolosal",  tutur Anwar Asisten Pemerintahan.

   Pemerintah Kabupaten Jombang juga telah mengajak kepada seluruh OPD dan badan usaha lainnya untuk dapat menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya ke Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Jombang, karena atas zakat, infaq dan sedekah yang disalurkan nantinya dapat disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan. Kepada seluruh muzakki di Kabupaten Jombang.

   "Kepada masyarakat yang telah menyerahkan kewajiban zakatnya kami ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan mendapat pahala dari Allah SWT, rezekinya selalu dilipat gandakan oleh Allah SWT, amin yararabbal ‘alamin", tuturnya.

   "Saya berharap pengurus Baznas di Kabupaten Jombang, agar dapat lebih bersemangat lagi, agar kekuatan pemberdayaan zakat infaq shodaqoh, bisa menjadi sebuah urat nadi baru untuk menyelenggarakan proses percepatan perbaikan masalah keumatan. Saya yakin ke depan efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan dana Baznas di kabupaten Jombang kedepan jauh lebih baik. Bahwa koordinasi dan sinkronisasi antara Baznas dan Pemerintah Daerah harus terus dilakukan. Baznas terus melakukan terobosan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat", pungkasnya. *ryan


 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kota Mojokerto kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di penghujung tahun 2020. Tak tanggung-tangguang, dua penghargaan sekaligus diterima oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Hotel Singhasari Kota Batu, pada Jumat (13/11).

   Dua penghargaan bergengsi, yang diterima tepat pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 tersebut yang pertama adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2020 dari Kementerian Kesehatan. Dan yang kedua adalah, penghargaan inovasi pelayanan publik (Kovablik) Jawa Timur 2020 bernama Pete Jawa Rasa Timun.

   Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, untuk penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF), Kota Mojokerto mampu membuktikan sebagai daerah yang bebas dari perilaku masyarakat yang sengaja buang air besar di sembarang tempat.

   Penghargaan ini diberikan secara virtual oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kepada kepala daerah yang telah berhasil ODF 100 persen terverifikasi. Serta pemberian apresiasi kepada para sanitarian dan pelaku mitra terkait lainnya, sebagai ujung tombak yang bersama-sama melaksanakan pendampingan dalam keberhasilan ini.

   "Ada lima pilar dalam penyelanggaraan STBM ini, yang pertama stop buang air besar sembarangan (open defecation free). Kedua, cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang ketiga pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, yang keempat pengelolaan sampah rumah tangga dan yang kelima pengelolaan limbah cair rumah tangga," jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota.

   Sementara itu, lanjut Ning Ita, Kota Mojokerto sudah mendapatkan verifikasi ODF dari tim Propinsi Jawa Timur pada tanggal 17 September 2020 sekaligus mendapatkan sertifikat ODF dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tidak hanya itu, berbagai program penunjang dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai STBM, pun terus digalakkan.

   Di antaranya, pertama program Oke Singkirkan Kesakitan Diare dengan Observasi Pangan Aman, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Air Minum Aman (Posko Paman) dari Puskesmas Wates. Inovasi ini, telah mendapatkan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang diberikan oleh Menpan RB, Syafruddin pada 18 Juli 2019

   Yang kedua, program Bayar Pajak Pakai Sampah di Kota Mojokerto (Bapak Samerto). Inovasi ini, merupakan gagasan dari Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset (BPPKA) yang telah mendapatkan penghargaan Top 25 Kompetisi Inovasi Publik (Kovablik) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur lada tahun 2018.

   Yang ketiga, aplikasi Gerbang Layanan Informasi terpadu dan Terintegrasi (Gayatri) yang diisi oleh para kader kesehatan maupun kader motivator dengan dengan memasukkan kartu keluarga (KK) by name by addres untuk PIS PK, jamban dan air minum. Dan yang terakhir adalah program Buka Pintu (Bersama ubah perilaku masyarakat menciptakan lingkungan bersih dan sehat dalam mendukung strategi STBM).

   "Semoga, melalui berbagai program lingkungan hidup untuk masyarakat dapat digunakan sebagai instrumen untuk lebih mensinergikan dan mengefektifkan kegiatan pengelolaan lingkungan dimasa mendatang serta dapat bermanfaat bagi pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Mojokerto dengan selalu mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan," tegasnya.

   Sementara itu, untuk penghargaan kedua yang diterima oleh Ning Ita dari inovasi pelayanan publik (Kovablik) Jawa Timur 2020 bernama Pete Jawa Rasa Timun, merupakan layanan kesehatan yang dikhususkan bagi pekerja wanita. Dimana, inovasi Pete Jawa Rasa Timun hadir karena adanya beberapa permasalahan di lingkungan perusahaan yang kerap menyelimuti kaum hawa.

   Permasalahan tersebut seputar kesehatan para perempuan. Seperti, rendahnya dalam memberikan asi ekslusif pada anak, mengalami gangguan gizi seperti anemia dan obesitas, serta banyak lainnya. Adapun dampak yang dirasakan dari Inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini adalah meningkatkan kesehatan pada pekerja wanita, meningkatkan pemenuhan asi ekslusif pada anak dan meningkatkan kualitas SDM serta menurunkan angka stunting.

   "Inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini, juga terintegrasi pada aplikasi layanan Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) yang sebelumnya juga telah masuk pada Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Sehingga, data-data masyarakat khususnya pekerja wanita dapat terpantau secara signifikan di sini. Semoga, melalui inovasi ini seluruh perempuan di Mojokerto dapat terpenuhi hak-haknya meskipun saat bekerja," tandasnya.

   Penghargaan Pete Jawa Rasa Timun yang berhasil meraih peringkat ke-13 se-Jawa Timur ini, diberikan secara langsung oleh Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Diah Natalisa dengan didampingi Gubernur Jawa Timu Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Jawa Timur di Hotel Singhasari Kota Batu.

   Dalam kesempatan ini Gubenur Jawa Timur Khofifah menyampaikan bahwa, inovasi harus menjadi bagian inheren. Mulai dari perencanaan, pelaksananaan kemudian evaluasi dan sinergitas diantara seluruh OPD. Sebab, sinergi dan kolaborasi merupakan keyword yang harus dipegang bersama.

   Sementara itu Diah Natalisa menyampaikan saat ini masyarakat mengharapkan birokrasi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan mudah. "Dengan inovasi publik diharapkan semakin efektif dan Edison dan semakin meningkatkan kepercayaan publik terlebih dengan kondisi pandemi dan resesi. *adv

 

 


Jombang – suaraharianpagi.com

   Prestasi cemerlang ditunjukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  Enggal Makmur, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang – Jawa Timur, meraih penghargaan juara Satu di Bidang Social Media and Digital Marketing  dalam acara BUMDes Award 2020.

Agenda ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS.

   Penyerahan penghargaan BUMDes Award 2020 PKKPBI ITS diserahkan langsung oleh Wagub Jatim Emil Dardak didampingi Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mochamad Ashari.

   Ketua BUMDes Enggal Makmur,  Haris Sakti Handono Spd, mengatakan BUMDes Enggal Makmur bergerak di bidang Pertanian, pengembangan bibit dan pangan, BUMDes Enggal Makmur punya rumah pangan, semua dimasukan dalam aplikasi meskipun aplikasinya masih sederhana banget, masih berbentuk web, belum aplikasi berbasis android karena biayanya mahal,” papar Haris kepada suaraharianpagi.com.(12/11).

   Masih Kata Haris, “kita bisa beli bibit lewat online, maupun datang langsung, plus beli beberapa sembako, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan produk-produk UMKM Mojowarno yang dipasarkan di webnya BUMDes Enggal Makmur. karena disana ada rumah pangan, meskipun secara bisik rumah pangan baru akan dibangun tahun depan. Saya sangat senang sekali BUMDes Enggal Makmur mendapatkan juara satu dibidang Social Media and Digital Marketing, meskipun usianya dibilang masih dini di bawah kepimpinan saya.” kata Hari dengan nada rendah ahati.

   Dia berharap penghargaan tersebut menjadi langkah awal untuk melangkah maju ke depan. “Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi langkah baik untuk dapat lebih maju, dan bisa menjadi motivasi serta inspirasi BUMDes yang lain di Kabupaten Jombang. Sehingga, masing – masing BUMDes bisa dan mampu mengembangkan ekonomi lokal, yang sudah barang tentu mampu meningkatkan kesejateraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di desanya. Haris juga mengatakan setelah mendapatkan juara ini BUMDes Enggal Makmur akan mendapatkan, pelatihan, pendidikan dan pendampingan selam lima tahun dari ITS Surabaya, untuk tahap berikutnya karena kita bergerak dibidang pertanian dan pangan yang membutuhkan modal banyak, kita juga akan dibantu dengan permodalanya,” tegas Haris.

   Sementara Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan Pelatihan Masyarakat, Andre, yang mewakili Kepala Dinas DPMD Kabupaten Jombang. membenarkan BUMDes Enggal Makmur, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang telah mendapatkan Juara Satu di bidang Social Media and Digital Marketing. Ia juga membenarkan bahwa BUMDes Enggal Makmur bergerak di Bidang Pertanian, pengembangan bibit dan pangan. Semua kegiatan tersebut di pasarkan lewat aplikasi webnya BUMDes Enggal Makmur, itu yang mejadikan BUMDes Enggal Makmur, Desa Mojowarno, masuk nominasi dan menjadi Juara Satu di Bidang Social Media and Digital Marketing Award 2020, se- Jawa Timur.” Tegas Andre selaku Pembina dari DPMD Kab. Jombang kepada suaraharianpagi.com (12/11).

Sekadar diketahui, BUMDes Award 2020 PKKPBI ITS dengan beberapa kategori, di antaranya adalah Social Media and Digital Marketing Award, Prolitable Achievment Award, Produc Innovation Award, Community Development and Engagement Award, Good Corporate Governance Award. *ryan

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Mojokerto, berhasil masuk 30 besar pada kompetisi Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI 2020) pada bidang kuliner. Prestasi ini pun, disambut baik oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat, Rabu (11/11).

   Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) 2020 merupakan upaya untuk meningkatkan dan memeratakan mutu, serta mengimplementasikan revolusi industri 4.0 pada pembelajaran di SMK. Kegiatan ini berbasis daring atau video conference yang ditujukan untuk para siswa SMK di seluruh Indonesia dengan berbagai jurusan.

   Salah satu materi yang diikutkan pada Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) yang diambil oleh pelajar SMKN 2 Kota Mojokerto adalah Disverifikasi Trend Jajanan Pasar Berbasis Umbi-umbian. Berangkat dari tema tersebut, 13 pelajar yang mengikuti KKSI 2020 memfokuskan diri pada olahan jajanan tradisional Onde-onde, yang tidak lain merupakan kudapan asli Mojokerto.

   Adapun 13 pelajar SMKN 2 Kota Mojokerto yang berhasil membawa harum Kota Onde-onde adalah Frizky Cahyadi Setyawan, Arlian Ahmad Hidayat, Zolga Almatin Pratama, Celsi Afriani, Tiara Alfina Dwi Sofitriani, Lohngiton Akbartus, Sofiyana Yasmin , Bheta Kusuma Wardhani, Tiara Angelina, Alia Han Shindi Ferania, Dea Angela Pramudita, Ahmad Iqklasul Rifvana dan Muhammad Zulkifli.

   "Kami ingin, mengangkat potensi daerah sendiri pada ajang kompetisi nasional ini, yakni Onde-onde. Penilaian yang ditekankan pada Kamp Kreatif SMK Indonesia 2020 meliputi 20% Rancangan Produk, 10% Originalitas Produk, 30% Kreatifitas/ Inovasi Produk dan 40% Strategi pemasaran Produk," jelas Ketua Program Keahlian Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Intan Switzerlistania Martha. 

   Jajanan onde-onde yang diikutkan pada KKSI 2020, lanjut Intan, diberi nama Oulava atau Onde-onde Ubi Oven. Dimana, cemilan tersebut akan mulai dilaunching melalui media sosial Instagram @ondeovenubilava pada Jumat, 13 November mendatang. Melalui media sosial tersebut, konsumen dapat memesan onde-onde karya pelajar SMKN 2 tanpa perlu kerepotan lagi, karena telah tersedia nomor telpon yang dapat dihubungi.

   Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi atas prestasi anak-anak didik di Kota Mojokerto. Terkhusus, kepada anak-anak SMKN 2 yang telah berhasil lolos mengalahkan puluhan ribu pesaing se-Indonesia pada kompetisi Kamp Kreatif SMK Indonesia 2020. Sehingga, para pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII tersebut dapat masuk pada 30 besar.

   "Kami sangat bangga atas prestasi yang anak-anak SMK torehkan. Meskipun, kewenangan pengelolaan ada pada Pemerintah Provinsi Jatim, kami Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya memberikan berbagai fasilitas pendukung sebagai bentuk support system kepada anak-anak SMK. Untuk itu, kami mengajak anak-anak SMK turut andil dalam perkembangan pembanguan kepariwisataan di Kota Mojokerto," kata Ning Ita, sapaan akrab walikota.

   Kuliner merupakan hasil olahan berupa masakan ataupun minuman yang dapat dijadikan suatu

bidang usaha pada sektor pariwisata. Dengan adanya kuliner, mampu menjadikan suatu daerah sebagai sentra destinasi dengan kekhasannya. Untuk itu, Ning Ita mengajak seluruh generasi muda untuk mengenal kearifan lokal dari daerahnya masing-masing agar dapat berkreasi menghasilkan produk yang bisa bersaing dengan kuliner manca negara. *adv

 

Jombang – suaraharianpagi.com                                                                                                                   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Forkopimda, mengikuti Agenda Upacara Ziarah Nasional yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf Tatok Budiono (Danramil 12/Kesamben) sebagai Komandan Upacara. Sedangkan Penjaga Tugu Serda Sutrisno (Ramil 06/Ploso); Serda Jumadi (Ramil 07/Kabuh). Sedangkan Pembawa karangan bunga Koptu Wire Santane (Ramil 14/Ngoro); Praka Choirul imam (Ramil 11/Sumobito). Upacara Ziarah Nasional yang digelar secara terbatas di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Jombang.

   Selain Bupati Jombang, juga tampak Kapolres, AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, Dandim 0814,  Letkol Inf Triyono, Perwakilan dari Satradar 222, perwakilan dari Pengadilan Negeri, Sekdakab Jombang, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD. Selain itu, diikuti 1 regu Korsik Pemkab Jombang,  regu Kodim 0814/Jombang, 1 regu Satradar 222 Kabuh dan 1regu Polres Jombang.

   Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto mengatakan Upacara dan Ziarah Nasional Peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya karena masih pandemi Covid-19 sehingga diperingati secara sederhana dan undangan terbatas.

   Upacara dan Ziarah ke Makam Pahlawan merupakan bentuk rasa cinta terhadap tanah air dan sebagai wujud penghargaan serta penghormatan terhadap jasa para Pahlawan yang telah gugur dalam merebut serta mempertahankan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

   “Peringatan Upacara Hari Pahlawan ini, diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia. Subtansi peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari hari,” paparnya.

   Usai upacara Bupati Jombang bersama Forkopimda melakukan doa dan tabur bunga di makam Bupati Pertama Jombang periode 1910-1930, RAA Soeroadiningrat dan Bupati kedua 1930-1946, RAA Setjoadiningrat.

   Ziarah Nasional juga dilakukan di makam Pahlawan Nasional Al Maghfurllah KH. Wahab Chasbullah di Makam PP Tambakberas. Tidak hanya itu, Bupati bersama Forkopimda juga melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Hadratus Syekh KH.Hasyim Asy'ari dan KH. Wahid Hasyim di Komples Makam di PP Tebuireng, yang juga terdapat Makam KH.Abdurahman Wahid atau Gu Dur Presiden RI ke 4.

Di Tebuireng Bupati Jombang disambut salah satu pengasuh PP Tebuireng yakni KH. Lukman Hakim yang sekaligus memimpin doa bersama. Kemudian Bupati Mundjidah Wahab menaburkan Bunga di Makam Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari yang diikuti jajaran Forkopimda.

   Selanjutnya, rangkaian acara Hari Pahlawan diakhiri dengan bersilaturahmi dengan para pejuang Veteran di Pendopo Pemkab Jombang. Bupati bersama Forkopimda pada kesempatan tersebut menyerahan tali asih kepada 50 Veteran.

   Pada peringatan Hari Pahlawan ini, Bupati Hj Mundjidah Wahab mengajak masyarakat meneladani spirit pantang menyerah para pahlawan. Agar bisa meninggalkan nama harum bagi generasi yang akan datang. ’’Walaupun dengan bambu runcing, para pahlawan semangat dan pantang menyerah menghadapi musuh yang membawa senjata lengkap,’’ kata Bupati Mundjidah Wahab usai peringatan hari Pahlawan di pendopo kabupaten.

   Para pahlawan sukses memperjuangkan kemerdekaan menurutnya karena dua hal. Pertama, spiritualitas. Para pahlawan sangat menyadari peran Allah SWT sehingga pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibuka dengan kalimat; atas berkat rahmat Allah.

   ’’Masyarakat rela berangkat perang 10 November 1945 karena ada resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari 22 Oktober 1945,’’ jelasnya. Semangat para pejuang semakin terbakar dengan pekik Allahu akbar yang digemakan Bung Tomo. Para pejuang berani mati demi membela bangsa dan negara karena yakin kematiannya dicatat syahid. Mereka juga berani karena yakin akan ditolong oleh Allah SWT.

   ’’Dalam masa pandemi Covid-19 ini, kita juga harus pantang menyerah. Dengan senantiasa memohon kepada Allah agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT,’’ paparnya. Serta disiplin menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun.

   Spiritualitas sangat penting dalam menghadapi masa kemerdekaan maupun pandemi seperti sekarang ini. Karena dengan keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT, kita akan punya modal dan pondasi kuat menghadapi masalah apapun.

   Para pahlawan di Jombang bahkan punya spiritualitas yang tinggi. Tiga pahlawan nasional yang ada di Jombang seluruhnya pengasuh pesantren. KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim pengasuh Pesantren Tebuireng. KH Wahab Chasbullah pengasuh Pesantren Tambakberas.

   ’’Agar generasi muda Jombang bisa meneladani para pahlawan, harus ditanamkan spiritualitas sejak dini,’’ papar Mundjidah. Inilah sebabnya dia ingin mewujudkan Jombang berkarakter. Yakni masyarakat Jombang yang dilandasi akhlak dan nilai-nilai luhur berdasarkan basis agama.

   Kedua, para pahlawan berhasil meraih kemerdekaan karena semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Yang punya senjata berangkat perang dengan senjata. Yang tidak punya senjata berangkat dengan bambu runcing. Yang punya bahan makanan menyumbang bahan makanan. Yang perempuan membantu dengan merawat pejuang yang luka.

   ’’Ini harus kita teladani dengan terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,’’ tegasnya.

   Tema hari Pahlawan kali ini yakni pahlawan sepanjang masa. ’’Pahlawan tidak hanya yang berjuang mengangkat senjata. Kita pun kalau punya karya dan prestasi, akan dikenang sebagai pahlawan,’’ tegasnya. Misalnya bisa juara ke tingkat nasional bahkan internasional. Atau punya karya yang dipakai hingga ke seluruh dunia. Maka kita pun akan dikenang sebagai pahlawan dalam bidang yang berprestasi itu. ’’Inilah sebabnya kita ingin mewujudkan visi berdaya saing. Agar masyarakat dan daerah Jombang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,’’ pungkas Bupati Jombang, *ryan

 


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Apel Deklarasi Penguatan Kampung Tanguh berbasis komunitas digelar dihalaman Mapolres Jombang, yang dihadiri seluruh Kepala Desa se Kabupaten Jombang.   

   Deklarasi Penguatan Kampung Tangguh dan Peningkatan Disiplin Pencegahan Covid 19  dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah didampingi Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK serta Dandim 0814 Jombang Letkol Inf. Triyono, yang diwakili oleh Kasdim 0814 Mayor. Inf Moh. Rum Harjono.

   Wakil Bupati Jombang Sumrambah bahwa Agenda Apel Deklarasi Penguatan Kampung Tangguh ini diselenggarakan atas dasar Rujukan Hasil Perintah Lisan Kapolda Jatim pada pelaksanaan Video Conference Perkembangan Covid-19 dii Wilayah Jawa Timur pada ( 28 Oktober 2020) lalu Tentang Peningkatan Disiplin Pencegahan Covid-19 Berbasis Komunitas sebagai Implementasi Inpres No.6 Tahun 2020.

   Menurutnya, penyebaran virus covid-19 telah mengubah aktivitas kehidupan di masyarakat, perubahan tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi tatanan kehidupan dari berbagai sektor, termasuk sektor perekonomian sehingga membuat pemerintah melonggarkan kebijakan terkait aktivitas masyarakat dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru diiringi dengan upaya pengendalian dan pencegahan guna menekan penyebaran virus covid-19.

   Sebagaimana instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 semua pihak diperintahkan untuk mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam menjamin kepastian hukum.

   Kemudian dalam rangka memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian Covid-19 setiap pihak diharapkan terlibat secara terpadu melakukan kegiatan disiplin protokol kesehatan dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam upaya pencegahan pengendalian Covid-19, tegas Wakil Bupati Jombang.

Kami menghimbau kepada para Kepala Desa sebagai ujung tombak pemerintahan desa turut serta melibatkan komunitas di lingkungan masyarakat yang selama ini belum maksimal tingkatkan sosialisasi pencegahan covid-19 berbasis komunitas. Karena saat ini komunitas memiliki peran penting agar kesadaran masyarakat akan pencegahan covid-19 meningkat. Perkuat peran tiga pilar di desa untuk mencegah penularan covid-19. Ini adalah langkah yang penting agar masyarakat benar-benar memiliki kesadaran menjaga diri di tengah menyebarnya wabah covid-19. Ada kewajiban bagi kepala desa untuk membantu isolasi mandiri bila ada warganya yang terdampak, tutur Wabup Sumrambah.

   Wakil Bupati Jombang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Jombang bersama-sama meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran covid-19, serta membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat agar segera bangkit akibat adanya pandemi.

   Permasalahan dan tantangan bangsa yang begitu besar tidak mungkin dapat diselesaikan secara parsial, atau sendiri-sendiri, juga tidak mungkin oleh pemerintah sendiri, untuk itu pemerintah selalu mengikutsertakan berbagai pihak dalam membantu menghadapi situasi pandemi covid-19 di masyarakat secara bergotong royong.

   Dengan adanya peningkatan disiplin pencegahan covid-19 berbasis komunitas ini diharapkan masyarakat akan menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan sehingga angka penyebaran covid-19 dapat ditekan dan pandemi ini segera berakhir.

   Dalam agenda Apel Deklarasi dan Penandatanganan Optimalisasi Kampung Tangguh Semeru 2020 tersebut juga dilakukan pemakaian Rompi serta penyerahan penghargaan kepada Kepala Desa atas Inovasi dan kepeduliannya.

   Penghargaan diberikan Kepala Desa Bendet Kecamatan Diwek, Imam Ghozali, menerima penghargaan atas kepeduliannya dalam pembuatan obat herbal pencegahan Covid-19; Kepala Desa Karangdagangan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Tambit Kepedulian menyediakan opsnal untuk KTS; Kepala Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Siti Rohani, Pemberdayaan Tiga Pilar Desa ; Kepala Desa Sidowerek Kecamatan Ngoro Drs H.M. Fatchur Rohman, atas Inovasi pembuatan gerobak penanggulangan Covid-19; Kepala Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, H. Warsubi, SH., M.Si, atas Inovasi mendukung program Kampung Tangguh Semeru.

   Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, SIK, dalam wawancaranya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kampung tangguh semeru yang bertujuan agar masyarakat tangguh dalam kesehatan. Covid-19 ini sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi. Diharapkan masyarakat untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, TNI Polri untuk bisa menumbuhkan kembangkan perekonomian yang ada di Jombang, ujarnya.

   Kemudian dari sisi keamanan, Polri bersama TNI kalau tidak bekerjasama dengan masyarakat itu tidak bisa maksimal. Oleh karena itu, Kampung Tangguh ini sebagai bentuk untuk menekan angka Covid-19 juga untuk menjaga keamanan dan menciptakan kegotongroyongan dan menumbuh kembangkan lagi yang ada di desa, tutur Agung.

   Kapolres Jombang mengaku bersyukur penyebaran Covid-19 di Jombang sudah mulai menurun, sudah bisa menekan setiap harinya dibawah angka 10 orang. Tingkat kesembuhannya pun makin tinggi. Kesadaran masyarakat juga terhadap penggunaan masker, protokol kesehatan sudah mulai mengetahui. Diharapkan kepada kepala desa setelah diadakan deklarasi ini ada tindak lanjut. Desa yang belum ada kampung tangguhnya agar segera membuat kampung tangguh Semeru dan akan kita lakukan pendampingan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, tandasnya.

   Ikut hadir dalam apel tersebut, Sekdakab Jombang Dr. H. Akh. Jazuli, M.Si, Kasatpol PP, Drs Agus Susilo, Kadis Perhubungan Hartono, Kepala BPBD Drs H. Abdul Wahab, Wakapolres Jombang Kompol Ari Trestiawan, SIK, Camat, Danramil, Kapolsek.*ryan

 

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, terus berupaya memberikan pengamanan terkait kepemilikan lahan aset daerah agar dapat bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Mojokerto. Dan hari ini, sebanyak 52 tanah aset telah resmi bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, diberikan langsung oleh Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kota Mojokerto, secara simbolis, Senin (9/11).

   Melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), tanah aset daerah yang telah bersertifikat resmi atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, tersebar di sembilan kelurahan. Di antaranya, Kelurahan Prajurit Kulon, Kelurahan Magersari, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Meri.

   Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas tanah aset Pemerintah Kota Mojokerto melalui program PTSL dilatar belakangi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kota Mojokerto. Dimana telah mengamanatkan kepada Pengelola Barang maupun pengguna barang untuk wajib melakukan pengamanan Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya.

   Pengamanan dimaksud meliputi pengamanan fisik, pengamanan administrasi dan pengamanan hukum. Dan salah satu bentuk implementasinya yakni dengan melakukan pensertifikatan terhadap tanah aset yang belum bersertifikat melalui program percepatan pensertifikatan tanah aset serentak menyeluruh terpadu dan terintegrasi yang disingkat Pesta Semu Ter-Ter. Pendaftaran tanah sistematis lengkap bertujuan untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat secara pasti, sederhana, lancar, aman, adil merata, terbuka, akuntabel sehingga dapat meningkatkan kemakmuran rakyat.

   "Untuk itu, saya meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto yang terkait, agar berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Khususnya para camat, lurah, kiranya dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal mengawal penyelenggaraan program ini. Sehingga masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang terbaik. Nah, di antara 52 tanah aset daerah yang telah diamankan berupa lahan aset sekolah, perkantoran, persawahan, jalan dan masih banyak lainnya," jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota.

   Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Mojokerto Wasis Suntoro memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Mojokerto dalam pelaksanaan program PTSL selama ini. Bahkan, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah tanah aset daerah agar dapat bersertifikat hak pakai (SHP). "Tahun depan, kami mendapatkan kuota 300 pada program ini. Kami ingin, jatah 100 ini dapat dipergunakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto agar dapat mensertifikatkan lahan asetnya. Sedangkan sisanya, dapat dimanfaatkan untuk warga," imbuhnya. *hms/ds

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam rangka Bulan Bakti Agraria dan Tata Ruang 2020, Pemerintah Pusat diikuti 31 Pemprov dan 201 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia termasuk Kabupaten Mojokerto, secara serentak melaksanakan kegiatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dikemas dalam acara "Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia". Acara dilangsungkan secara virtual dari Istana Negara, Senin (9/11) siang.

   Untuk Kabupaten Mojokerto sendiri, sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, bertempat di Pendapa Graha Majatama. Total yang diserahkan untuk warga Kabupaten Mojokerto adalah sebanyak 1.500 sertifikat.

   Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Mojokerto Didik Edi Riyanto, pada acara ini mengungkapkan beberapa informasi penting, terkait target pensertifikatan yang harus diselesaikan.

   "Sebenarnya dalam program PTSL 2020, program pengukuran bidang ada sekitar 35 ribu. Target kami di 2020 yakni 17 ribu. Namun, untuk saat ini yang bisa kita selesaikan hingga proses pendaftaran, sejumlah 10 ribu. Sampai Desember nanti, akan kita kejar terus hingga jumlah 17 ribu itu bisa maksimal. Bahkan, bidang-bidang tanah pada target nasional harus selesai di tahun 2024," terang Didik.

   Secara tegas, instruksi percepatan pensertifikatan juga diserukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Secara virtual pada acara ini, Presiden bahkan telah menargetkan 10 juta sertifikat harus terbit di tahun 2020.

   "Tahun ini target saya adalah 10 juta sertifikat. Tapi kita tahu saat ini sedang pandemi, maka saya turunkan dulu jadi 7 juta. Saya pun yakin, jumlah itu bisa terpenuhi. Target di 2025, seluruh bidang harus sudah bersertifikat," tegas Presiden Joko Widodo.

   Instruksi tegas tersebut bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan catatan, sebelum ada program PTSL, tercatat rata-rata hanya terbit 500 ribu sertifikat setiap tahunnya. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang ingin mensertifikatkan aset mereka.

   "Sebelum ada PTSL, tiap tahunnya kita hanya keluarkan sekitar 500 ribu sertifikat se-Indonesia. Kalau dihitung, jika setahun hanya segitu, artinya jika semua penduduk Indonesia ingin aset mereka bersertikat, itu sama saja butuh 160 tahun lamanya. Kita itu kalau kerja, harus dengan target jelas," tandas Presiden Joko Widodo.

   Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto Hendy Pranabowo dalam statementnya juga menegaskan apa yang sudah diinstruksikan oleh presiden. 

   "Tahun 2025, seluruh tanah di Kabupaten Mojokerto juga sudah harus punya sertifikat. Untuk kendala penseritifkatan, sejauh ini lebih ke kendala teknis. Seperti pemilik tidak di tempat. Namun, kita sudah koordinaskan semuanya by name by address. Kita akan tetap maksimalkan program ini sampai memenuhi target," terang Hendy. *adv

 

 

Sampang suaraharianpagi.com

   Sidang paripurna dalam rangka penyampaian nota penjelasan bupati sampang terhadap raperda APBD TA 2021 dan pengesahan 2 Raperda inisiatif. Dimana Raperda ini akan menjadi titik awal proses pembangunan yang akan dilakukan tahun depan. Sehingga hal ini diharapkan dapat memacu kerja para wakil rakyat untuk menuntaskan tugasnya secara tepat waktu. Sehingga sinergitas antara legislatif dan eksekutif tetap bisa terjaga. Ketua DPRD Sampang Fadol berharap, dengan adanya raperda itu bisa berdampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama terhadap masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pembangunan. “Nantinya akan kita bahas lagi apa yang akan menjadi prioritas tahun depan dari pemkab sampang. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Sampang,” tegasnya.

Sidang Paripurna dihadiri Bupati Sampang Slamet Junaidi, Forkopimda, SKPD, serta dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD dan tamu undangan lainnya. Paripurna ini digelar sebagai agenda rutin DPRD dalam menjalankan tugasnya sebagai badan legislatif dan pemantau kinerja pemerintah daerah Jum’at (6/11)

   Pihaknya juga  berharap dengan disampaikannya nota penjelasan tersebut dapat memberikan perubahan yang lebih efektif, efisien dan akuntable terhadap manfaat besar bagi masyarakat. Dan hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi eksekutif maupun legislatif. Termasuk pula adanya pembahasan ditingkat fraksi yang nantinya bisa memberikan kontribusi yang nyata dan bisa memberikan evaluasi yang konstruktif bagi kemajuan pembangunan sampang kedepan. ”Dari situ nantinya akan diberikan rekomendasi yang bisa bermanfaat untuk pembangunan Sampang,” jelasnya

   Sementara itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan terima kasih atas sumbangsih dan pemikiran anggota dewan yang telah melakukan tugasnya. Untuk itu, ia minta kepada SKPD terkait untuk dapat segera menindaklanjutinya. “Kami yakin, APBD ini akan berguna bagi masyarakat Sampang. Untuk itu, implementasinya harus dijadikan komitmen bersama untuk diterapkan,” tegasnya singkat.  *rn

 

Mojokerto – suarahariapagi.com

   Masjid Agung Al Fattah yang merupakan tempat peribadahan tertua di Mojokerto, akhirnya diresmikan secara langsung oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Peresmian masjid yang dikemas dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, turut menghadirkan ribuan anggota Muslimat dan Fatayat dari seluruh Mojokerto, Minggu (8/11).

   Sejak pagi, ribuan emak-emak telah memadati area masjid yang telah dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1877 lalu. Di dalam masjid yang berarsitektur Majapahit dengan perpaduan ala Timur Tengah, lantunan sholawat serta salam terus dikumandangkan sebagai tanda memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Bulan 12 Rabiul Awal 1442 Hijriyah atau yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020 pada kalender Masehi lalu.

   Masjid Agung Al Fattah yang berdiri megah di sebelah barat Alun-alun Kota Mojokerto atau tepatnya di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon ini, telah mengalami pemugaran hingga beberapa kali. Terbaru, renovasi dilakukan pada tahun 2015 hingga awal 2020. Anggaran yang dikeluarkan untuk mempercantik bangunan masjid, mencapai Rp 40 miliar. Dengan rincian, Rp 30 miliar dari anggaran hibah Pemerintah Kota Mojokerto, Rp 2 miliar dari Pemerintah Provinsi Jatim dan sisanya merupakan sumbangan dari masyarakat.

   "Untuk desain dari Masjid Agung Al Fattah ini, kami memakai dua kombinasi antara Majapahit yang akan terus kami pertahankan dengan perpaduan ala Timur Tengah. Kebudayaan Majapahit, terlihat jelas di masjid ini. Seperti ukir-ukiran yang sengaja dipahat langsung oleh seniman dari Trowulan. Kami sengaja tidak meninggalkan identitas Majapahitnya, karena dulu pusat peradaban Kerajaan Majapahit ada di Mojokerto ini dan melekat erat dengan warga di sini," jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota.

   Peresmian Masjid Al Fattah, sekaligus menandai dua tahun masa kepemimpinan Walikota Ning Ita dan Wakil Walikota Cak Rizal tahun ini. Untuk itu, Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam kegiatan ini, menitipkan pesan kepada keduanya agar selalu menguatkan character building serta meningkatan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Khususnya pengembangan kemakmuran bagi masyarakat dan kemakmuran pada Masjid Agung Al Fattah di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

   "Kebetulan peresmian masjid ini di bulan Robiul Awal, bulan kelahiran rasulullah. Nabi Muhammad diturunkan oleh Allah, untuk menyempurnakan Budi pekerti yang baik. Jadi, hadirnya masjid yang lebih dari 100 tahun ini mudah-mudah dapat memberikan penguatan character building. Yang selaras dengan upaya membangun SDM kita, karakternya terbangun, akhlaqnya juga dibangun. Lebih dari itu, melalui masjid ini dapat memberikan penguatan pada sisi pengembangan kemakmuran bagi masyarakat dan kemakmuran masjid," jelasnya.

   Oleh karena itu, lanjut mantan Menteri Sosial Republik Indonesia ini, kedepannya kegiatan-kegiatan di masjid ini dapat dikedepankan dalam memaksimalkan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Khususnya penguatan dari remaja masjid yang sudah sering berkegiatan di tempat peribadahan ini. Nantinya, pola-pola penguatan yang akan diterapkan adalah pada bidang ekonomi bagi milenial maupun masyarakat pada umumnya. Sebab, dua hal ini merupakan kunci agar dapat memaksimalkan seluruh kegiatan yang ada di masjid.

   Pada peresmian Masjid Agung Al Fattah ini turut dihadiri oleh, Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria bersama istri Nur Chasanah, Komandan Distrik Militer 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Johan Iswahyudi, Kepala Kementerian Agama Kota Mojokerto Moch Zaeni, Ketua Takmir Masjid Agung Al Fattah KH Sholeh Hasan, Ketua MUI Kota Mojokerto KH Rofi'i Ismail, Pengasuh Ponpes Al Azhar KH Ma'shum Maulani, Ketua Muslimat NU Kota Muslimah, Ketua Muslimat NU Kabupaten Hj Khodijah, OPD, Camat dan Lurah. *adv

 

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget