Latest Post


Sampang – suaraharianpagi.com
   Bertempat di Kecamatan Sokobenah Hj Mimin Slamet Junaidi selaku TP PKK Kabupaten menghadiri acara Panen Raya Petik melon bersama bapak Slamet Ariyadi S.Psi anggota komis IV DPRD RI dapil Madura di kebun Aurelafarm Desa Sokobenah Daya Kecamatan Sokobenah Kabupaten Sampang dengan mengangkat tema menumbuh kembangkan bakat -bakat generasi muda milenia di bidang budi daya pertanian minggu (15/3) ,
   Ketua kelompok tani taruna tani Sabrai, sekaligus pemilik kebun melon Aurelafarm menjelaskan “kegiatan ini hasil dari kelompok tani, dan panen ke 3 kalinya, sebanayak 5000 bibit melon dengan lahan setengah hektar kami semai, untuk penanaman pertam kami tanam 1500 dan yang ke dua 3000 lama masa tanam 2 bulan setengah, kerugian di tanggung di penanaman pertama dan tertutupi di panen ke dua, keuntungan ini di rasa di penen ke 3, tujuan kami menumbuhkan minat dan bakat kaula muda di saat ini, mengingat pemuda saa ini tidak antusia untuk bertani atau bercocok tanam, semoga kedepan kecamatan sokobenah menjadi kecamatan agrowisata " ungkapnya.
   Dalam sambutanya ibu tim penggerak PKK Hj. Mimin Slamet Junaid Istri Bupati Sampang berharap kelompok tani di tiap desa bisa berdikari, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal ini diungkapkannya saat melakukan panen raya petik melon kebun Aurelafarm di desa Sokobanah. “Ini kita petik melon di kebun milik warga. Melon yang ditanam ini terlihat bagus-bagus dan berkualitas, mari kita kembangkan bakat dan minat bertani”. tegasnya .
   Melihat itu pihaknya ingin masyarakat luas di Kabupaten Sampang bisa meniru apa yang dilakukan warga Sokobenah Daya yang tergabung dalam Poktan taruna tani. Dengan mengisi lahan yang kosong dengan tanaman buah yang bernilai jual. Sehingga bisa menambah pendapatan keluarga untuk skala kecilnya yang ujungnya meningkatkan perekonomian desa. “Tanaman melon bisa ditanam semua wilayah baik di Sampang selatan atau utara, melon jenis inipun bisa ditanam disitu. Jadi lahan jangan dibiarkan kosong, sektor pertanian di Sampang memiliki potensi yang besar. Untuk itu, potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan, apa yang dikembangkan di Desa Sokobanah Daya ini bisa dicontoh dan desa lain bisa mengembangkan inovasi lainnya”, imbuhnya. *rn


suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, melakukan upaya nyata pencegahan virus Corona atau Covid 19 dengan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah area publik. Upaya ini, dilakukan usai dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Mojokerto tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Corona (Covid-19) Nomor 443.33/2346/417.302/2020.
   Ada sedikitnya empat lokasi yang menjadi sasaran sidak hari ini (17/3/2020). Seperti swalayan atau pasar modern dan apotek. Dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Christiana Indah Wahyu, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memberikan edukasi langsung kepada pengelola pasar modern, untuk lebih memperhatikan dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan pencegahan virus.
   "Ini merupakan tindakan pengawasan, yang sebelumnya kami telah mengeluarkan surat edaran wali kota terkait pencegahan dan penyebaran virus Corona, kepada seluruh badan usaha, instansi, kantor pelayanan publik sejak awal Maret lalu. Dan khusus hari ini, kami melakukan pemantauan di pusat pembelanjaan dan apotek," jelasnya.
   Dari pemantauan Ning Ita disejumlah pasar modern bersama Waka Polresta Mojokerto, Kompol Hanis Subiyono dan Kasatpol PP Heryana Dodik Murtono, intensitas pengunjung yang berbelanja masih melakukan aktifitas seperti biasa. Ini artinya, masyarakat masih kondusif dalam berbelanja serta tidak berlebihan dalam membeli bahan makanan pokok atau kebutuhan rumah tangga lainnya.
   "Alhamdulillah, tidak terjadi hal demikian (belanja berlebihan). Tapi kita himbau ketika ada pengunjung atau pelanggan yang arahnya akan membeli dalam jumlah besar harus diberi pemahaman bahwa ketersediaan bahan pangan masih cukup tersedia. Sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian diluar kewajaran atau sampai melakukan penimbunan," tegasnya.
   Kendati di sejumlah area publik, masih dijumpai kesalahan dalam penerapan protokol kesehatan, Ning Ita pun terus mengingatkan para petugas demi kebaikan bersama. "Dari hasil sidak ini tadi, kami masih menjumpai beberapa petugas yang masih kurang pemahamannya dalam penerapan SOP kesehatan. Yang harusnya pengunjung diberikan hand sanitizer saat datang dan keluar, tapi ini tadi hanya saat masuk saja," imbuhnya. *ADV

suaraharianpagi.com
   Event bergengsi Festival Mojotirto yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, resmi ditunda pelaksanaanya. Hal ini, disampaikan langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, usai konferensi pers, di kantor pemerintah daerah, Selasa (17/3/2020).
   "Penundaan Festival Mojotirto ini, untuk mencegah sekaligus menghindari penyebaran virus Corona atau Covid 19, yang saat ini telah masuk ke Indonesia. Untuk itu, hal - hal yang bersifat mengumpulkan massa atau orang akan ditunda terlebih dahulu dalam waktu yang belum ditentukan. Ini demi kebaikan kita semua," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Festival Mojotirto, merupakan agenda tahunan Kota Mojokerto, dalam memperingati Hari Air yang jatuh pada 22 Maret. Untuk itu, pemerintah daerah setiap tahunnya akan melarung tujuh sumber mata air dan penebaran benih ikan, sebagai wujud syukur atas limpahan air yang terus mengalir di Kota Mojokerto.
   Tak hanya itu, dalam rangkaian Festival Mojotirto berbagai pertunjukan akan ditampilkan secara serentak selama dua hari berturut - turut. Mulai dari tarian tradisional, dolanan tempo dulu, kuliner khas Majapahit, pasar rakyat hingga pertujukan wayang. Event tahunan ini pun, menyedot perhatian para wisatawan luar Kota Mojokerto.
   "Kita semua hanya bisa berikhtiar dalam mencegah Corona sesuai dengan protokol yang diterapkan. Jangan panik berlebihan, mari bersa ma - sama lawan Covid 19 ini dengan pola hidup sehat, menerapkan etika batuk dan flu yang baik, serta mencuci tangan dengan sabun. Jangan lupa mengonsumsi makanan bergizi yang dibarengi dengan olahraga," pesannya. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto mengambil langkah cepat dalam penanganan pencegahan virus Corona atau Covid 19 di wilayah daerah. Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2020, Wali Kota Ika Puspitasari membentuk Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Ruang Nusantara, Senin (16/3/2020) yang dihadiri oleh seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta jajaran samping.
   Penunjukan Ning Ita, sapaan akrab wali kota, kepada Sekretaris Daerah Harlistyati sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19, tidak lain untuk melindungi warga di Kota Mojokerto yang masih sehat agar tidak tertular virus Corona yang saat ini tengah hangat diperbincangkan. Dalam tugas ini, ada beberapa poin penting dalam percepatan penanganan virus Corona yang harus dipatuhi sesuai dengan protokol penangannya. Mulai dari protokol penanganan kesehatan, protokol area publik, protokol transportasi umum, protokol area pendidikan/institusi/sekolah, hingga protokol pintu masuk wilayah (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan).
   Secara teknis, penanganan penyakit berada di jajaran sektor kesehatan baik dari pemerintah maupun pihak dari Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D). Kemudian sektor lembaga usaha swasta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lembaga non pemerintah, dan perguruan tinggi. Sementara lembaga riset, akan terlibat secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan, percepatan deteksi dan respons. "Di sini, Wali Kota/Bupati dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Dandim, Kapolres, Kadinskes, Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentaheliks)," imbuhnya.
   Aksi nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, selama jni adalah sosialisasi upaya pencegahan dan penanganan di Polresta, Korem, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terintegrasi, talk show di radio, kampanye mencuci tangan ddengan sabun/hand sanitizer, kampanye Jatim Sehat, pemantauan kepada orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari. "Kami juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota untuk masyarakat dan Faskes, dalam rangka kewaspadaan. Serta rapat koordinasi dengan Faskes untuk penyiapan sarana prasarana pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan," jelasnya.
   Satgas yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Mojokerto, terbagi menjadi tujuh sasaran. Yang pertama Satgas Pendidikan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota, Satgas Perhubungan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota, Satgas Pariwisata yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota, Satgas Informasi Dan Komunikasi yang dikoorinatori oleh Asisten Administrasi Umum, Satgas Pemerintahan yang dikoordinatori oleh Asisten Pemerintahan, Satgas Kesehatan yang dikoordinatori oleh Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Hudodo dan Satgas Ekonomi yang dikoordinatori oleh Asisten Ekonomi dan Pengembangan.
   Adapun tugas dari Satgas adalah mempercepat penanganan sesuai dengan protokol. Misalnya saja dari Satgas di Bidang Perhubungan, dengan menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di setiap terminal dan stasiun sesuai dengan kewenangannya. Menyediakan pos pemeriksaan kesehatan yang menyediakan thermal gun dan masker untuk yang ditemukan gejala batuk, pilek dan demam. Sedangkan untuk Satgas di Bidang Pendidikan adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah peserta didik mesing-masing, dengan memberikan tugas yang akan dinilai pada saat masuk sekolah
   Ujian Nasional, yang tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan memperhatikan berbagai prosedur kesehatan yang ditentukan.
   "Kami juga menyediakan Call Center yang terintegrasi dengan nomor Dinas Kesehatan dan RSUD Wahidin Sudiro Husodo. Selain itu, melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat agar tidak panik, tapi tetap waspada. Dan
   menghimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah serta menghindari keramaian kecuali untuk kepentingan mendesak. Kami juga menyediakan posko yang terpusat di kantor Pemkot, selain nomor yang terintegrasi," tandas Ning Ita, usai Rapat Pembentukan Satgas. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Untuk mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata, tentunya diperlukan adanya kemudahan aksesibilitas pelayanan angkutan umum. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, meresmikan operasional Bus Bandara, di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk Nomor 50, pada Kamis (12/3/2020) siang.
   Pengembangan moda angkutan umum Bus Bandara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, tidak lepas dari Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2019 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek serta Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
   Dengan beroperasinya Tol Surabaya Mojokerto (Sumo), maka diperlukan upaya-upaya untuk menciptakan dampak positif atas hal tersebut. Antara lain dengan meningkatkan pelayanan angkutan umum yang lebih mudah, cepat, murah, aman dan nyaman serta efektif dan efisien. Sekaligus mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata, tentu diperlukan kemudahan aksesibilitas dalam pelayanan angkutan umum.
   "Bidang transportasi memiliki posisi penting dan strategis dalam pembangunan nasional termasuk di Kota Mojokerto, sehingga perencanaan dan pengembangannya perlu dilakukan melalui penataan dalam suatu system yang terpadu. Dengan memanfaatkan bus bandara, maka dapat memberikan pelayanan angkutan umum yang lebih mudah, cepat, murah, aman dan nyaman serta efektif dan efisien. Sekaligus sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pengembangan pariwisata di Kota Mojokerto," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Bus Bandara, akan beroperasi mulai pukul 03.00 wib. Dengan rencana tarif sebesar Rp 55 ribu. Adapun rute keberangkatan bus, dimulai dari Terminal Kertajaya - Jalan Jaya Negara - Jalan Pahlawan - Jalan Gajah Mada. Tepat di depan Gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC) bus akan transit kurang lebih selama dua minit. Setelah itu, bus akan melanjutkan perjalanan melewati Jalan Empunala - Jalan By Pass Mojokerto, kemudian masuk ke Tol Surabaya Mojokerto (Sumo) menuju Terminal 1 Bandara Juanda. Pun, sebaliknya dengan rute kepulangan.
   "Saat ini, bus bandara yang akan kami operasionalkan ada empat unit. Selama masa enam bulan kedepan, akan kami lakukan evaluasi. Jika hasil evaluasi menunjukkan tingginya animo masyarakat, maka akan ditambah dengan pelayanannya menggunakan armada Micro Bus (HiAce) yang berkapasitas tempat duduk 16 orang dengan jam pemberangkatan setiap setengah jam sekali. Bus Bandara, perdana beroperasi pada 21 Maret saat Festival Mojotirto," jelasnya.
   Ning Ita berharap, dengan adanya Bus Bandara mampu mengurangi volume pemakaian kendaraan pribadi di jalan dan meminimalisir kemacepatan. Sekaligus, mengurangi biaya perjalanan dari dan ke Bandaran Juanda Surabaya di Sidoarjo. Dengan perbandingan, jika membawa kendaraan pribadi maka biaya yang akan dihabiskan jauh lebih besar yakni Rp. 150 ribu. Dibandingkan dengan menggunakan Bus Bandara, yang hanya mematok biaya Rp 55 ribu saja. hms/ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto kembali meluncurkan aplikasi online yang diberi nama Curhat Ning Ita, Kamis (12/3/2020) di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk. Melalui aplikasi ini, diharapkan warga Kota Mojokerto bisa lebih leluasa melaporkan segala sesuatu yang berkenaan dengan sistem dan pelayanan maupun aspirasi masyarakat di Bumi Majapahit ini.
   Aplikasi yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala OPD terkait tersebut, merupakan pengembangan inovasi di bidang teknologi informasi untuk melayani warga Kota Mojokerto supaya lebih sejahtera dan lebih baik lagi. Melalui aplikasi ini pula, ia memberikan kesempatan kepada kepala daerah untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat.
   "Jika masyarakat memiliki kritik dan saran terkait sistem pelayanan, bisa langsung menghubungi kami melalui aplikasi online Curhat Ning Ita. Aplikasi ini, juga terintegrasi ke semua OPD (organisasi perangkat daerah) yang membidangi, sehingga pengaduan yang masuk akan segera ditanggapi dengan cepat. Nantinya aplikasi ini akan dikelola dalam ruang Command Center yang terpadu ," jelas Ning Ita, saat melaunching aplikasi.
   Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gaguk Tri Prasetiyo, menambahkan, aplikasi Curhat Ning Ita dapat diunduh/download melalui smartphone dengan mengakses play store. Atau membuka website curhatningita.lapor.go.id. Setelah itu, pengguna dapat login dan melaporkan secara lengkap uraian pengaduan. Mulai dari nama lokasi, waktu, bentuk kejadian serta malampirkan bukti berupa foto.
   "Laporan pengaduan yang dikirim, akan diverifikasi maksimal dua hari. Nantinya, masyarakat tinggal meng-upload foto terkait laporan pengaduan. Contohnya ada lampu penerangan jalan umum (PJU) mati, jalan berlubang, pedestrian yang rusak, sampah diselokan dan berbagai macam pengaduan maupun aspirasi dari masyarakat dapat dituangkan melalui aplikasi Curhat Ning Ita, dan akan diteruskan kepada OPD yang membidangi," jelasnya.
   Dibawah kepemimpinan Ning Ita dan Cak Rizal, Kota Mojokerto terus berbenah. Hal ini sesuai dengan jargon mereka berdua, yakni Maju Melangkah Ayo Berbenah. Untuk itu, keduanya pun getol melakukan perubahan yang dapat mengangkat kesejahteraan warga Kota Mojokerto melalui perwajahan baru Kota Pariwisata. Berbagai potensi disegala sektor telah ditumbuhkan oleh Ning Ita dan Cak Rizal, salah satunya melalui kepariwisataan.
   Dan melalui aplikasi Curhat Ning Ita, diharapkan dapat mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan - Kawasan Bromo - Tengger - Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan. hms/ds


Sampang – suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kabupaten Sampang, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Pendopo Bupati Sampang Selasa 10/03/2020, Acara tersebut dihadiri Bupati Sampang H. Slamet Junaidi , Wakilnya H. Abdullah Hidayat, PJ Sekdakab, Forkopimda ,Kepala OPD, Camat, Ketua Dewan DPRD beserta anggota DPRD Kabupaten Sampang , Ketua MUI Pengurus PC NU Sampang serta Kiai ,tokoh masyarakat dan Ibu Ibu PPK Se- kabupaten Sampang.
   Acara di awali dengan pemberian santunan kepada anak yatim , dan di lanjutkan pembukaaan do’a oleh Ketua MUI Kabupten Sampang Kh. Buhori Maksum dan di lanjukatan dengan pembacaan tartirtilawah ayat-ayat suci alquran yang di bawakan oleh ustat Munawir.
   Dalam sambutanya , Bupati Sampang H. Selamet Junaidi berharap tausiyah agama yang disampaikan untuk para jamaah pada peringatan Isra’ Mi’raj ini bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sekaligus menjalin hubungan silaturahmi ukuah islamiyah.
   “Semoga ceramah yang disampaikan nanti bisa memperkuat islam kita yang tidak hanya dari dimensi ibadah melainkan bagi sosial kita, mari jadikan nabi besar Muhammad sebagai suri tauladan kita dalam kehidupan sehari-hari ” ungkapnya
   Peringatan Isro’Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum mengikuti ajaran serta mencontoh Nabi besar Muhammad sebagai tauladan bagi umat manusia “Dengan Isro’Mi’roj Kita rajut Silaturahmi dan Tali Persaudaraann guna membangun pondasi mewujudkan Pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat Sampang, ” imbunya. Dalam kesempatan itu Pemkab Sampang mendatangkan Penceramah dari Lamongan yang Ustadz Ali Fauzi serta Gus Ainur Rofik Al Amin dari Jombang. *rn



    Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Manyar dihalaman Mapolres Gresik Jalan Basuki Rachmad No. 22 Gresik, Rabu (11/3).
   Dalam upacara sertijab tersebut diikuti pejabat utama Polres Gresik, para perwira, Kapolsek jajaran, anggota, ASN dan  Bhayangkari Cabang Gresik .
   Sertijab tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jatim, Nomor: ST/443/III/KEP./2020 tanggal 7 Maret 2020, tentang pemberhentian dalam jabatan Perwira pada Jajaran Polda Jatim.
   Dalam Surat Keputusan Kapolda Jatim tersebut, Kapolsek Manyar Ady Nugroho, S.H., S.I.K. diangkat dalam jabatan baru sebagai Kaurbungkol Spripim Polda Jatim. Digantikan oleh AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jember.
   Kapolres Gresik dalam sambutannya mengatakan, bahwa mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi, sebagai bagian dari pembinaan yang senantiasa berlangsung secara sistematis dan berlanjut serta dilaksanakan secara konsisten pada lingkup internal Polri yang dilaksanakan sebagai wujud pengembangan sebuah organisasi. 
   "Dalam menghadapi tantangan tugas Polri ke depan, perlu adanya penyegaran atau promosi jabatan sehingga dapat meningkatkan karir sesuai dengan kinerja dan kepangkatan yang disandangnya" tutur Kapolres.
   Kapolres Gresik beserta seluruh personel dan Bhayangkari memberikan ucapan selamat dan sukses kepada pejabat lama maupun baru.
   "Kepada AKP Ady Nugroho, S.H, S.I.K kami ucapkan selamat dengan jabatan baru dan semoga sukses serta saya ucapkan juga terima kasih banyak ibu Ady yang selama ini telah mendukung suaminya untuk menitih karir serta membantu Bhayangkari cabang Gresik" kata AKBP Kusworo.
   Kepada pejabat baru AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, S.I.K., Kapolres Gresik mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Polres Gresik, "segera menyesuaikan dan kenali ruang lingkup di tempat tugas yang baru karena tahun ini Kabupaten Gresik akan mengadakan pesta demokrasi yaitu Pilkada tahun 2020, namun saya yakin dan percaya bahwa dengan pengalaman penugasan, kepemimpinan dan dedikasi tinggi yang telah saudara miliki akan mampu dan sukses dalam menjalankan tugas di Polsek Manyar Polres Gresik" pungkasnya. *mrt



 Lamongan - suaraharianpagi.com
   Beberapa ruas jalan yang berada 3 kecamatan di wilayah Bengawan Jero Kabupaten Lamongan tergenang banjir. Adapun ke tiga kecamatan adalah adalah Kecamatan Turi, Kecamatan Kalitengah, dan Kecamatan Karangbinangun. Dikecamatan Turi tepatnya Didesa Kepudibener, Desa Kemlagilor Dan jalan PUK pasar kiringan, sedangkan Dikecamatan Karangbinangun Yaitu jalan Desa waruk. Sementara itu, Di Kecamatan Kalitengah, sejumlah ruas jalan yang tergenang di antaranya Jalan Jelakcatur sepanjang 510 meter, Jalan Tiwet sepanjang 610 meter, dan Jalan Bojoasri sepanjang 500 meter.  
    Menurut Jannata, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang begitu tinggi. "Intensitas hujan kemarin tinggi dan saluran air banyak sumbatan mulai dari Saluran Sekunder dan Tersier, sehingga air antri keluar menjadikan daerah yang rendah tergenang," terang Jannata, Selasa (10/3).
   Lanjut Jannata mengatakan, tiga kecamatan tersebut memang menjadi wilayah langganan banjir ketika intensitas hujan begitu tinggi. Kalau Tiwet, Kemlagilor, Blajo, Pucangro, Bojoasri biasanya langganan. Adapun untuk penangan banjir di wilayah Bengawan Jero tersebut, Jannata mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan untuk mengaktifkan pompa. "Pengoperasionalan pompa listrik 2 buah dan pengoperasionalan pompa BBM 2 buah di Kuro, kemudian 1 pompa lagi di Melik," Pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
Bupati Lamongan Fadeli melakukan penandatanganan komitmen pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo di Gedung KemenPAN RB, Selasa (10/3). MPP merupakan inovasi untuk mendobrak rutinitas. Sebagai upaya melakukan reformasi birokrasi demi mewujudkan Pelayanan Prima kepada masyarakat. Karena dalam MPP dalam penggunaannya akan menggabungkan seluruh pelayanan di Lamongan dalam satu gedung yang nyaman. Mulai dari pelayanan kependudukan, perijinan, SIM, Samsat, pajak daerah, imigrasi, bea cukai, Telkom, PLN, dan Pelayanan Pajak Pratama. Sementara itu, Arif Bachtiar Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, mengatakan, di MPP juga akan dipasang 1 unit Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), yang merupakan alat untuk mencetak dokumen kependudukannya secara mandiri."Jadi di ADM ini, masyarakat yang sudah mendaftar secara daring, bisa mencetak secara mandiri dokumen kependudukan, baik berupa KTP elektronik, Kartu Keluarga, maupun Kartu Identitas Anak," tuturnya. Lanjut Arif mengatakan, Pemkab Lamongan berencana melakukan soft launching Mal Pelayanan Publik pada 17 Maret mendatang, Pungkasnya. *abi

suaraharianpagi.com
   Untuk pertama kalinya, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) 2020, akan diselenggarakan di Kota Mojokerto. Hal ini, disambut baik oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitsari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, saat bertemu dengan Ketua PODSI Jawa Timur sekaligus Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin, di Jembatan Rejoto, Pulorejo, Rabu (11/3/2020).
   Tahun ini, berbagai event bergengsi milik Pemerintah Kota Mojokerto akan diselenggarakan. Selain peringatan Hari Air yang dikemas dalam Festival Mojotirto, kota terkecil di Indonesia ini akan menjadi tuan rumah tempat pemusatan latihan daerah persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia 2020. Untuk itu, Ning Ita dan Cak Rizal, sapaan akrab wali kota dan wakil wali kota, meninjau lokasi acara bersama Ketua PODSI Jatim.
   Dalam peninjauan ini, turut hadir Sekretaris Umum Pengprov PODSI Jatim sekaligus Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal V Letkol Laut (T) Bagus Arianto, Penasehat PODSI Kota Mojokerto Supriyadi Karima Saiful, Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo, segenap pengurus PODSI Kota Mojokerto dan para kepala OPD. Peninjauan yang dilakukan oleh rombongan, meliputi pengecekan kondisi debit dan kedalaman air sungai, fasilitas penunjang seperti dermaga hingga Gedung Diklat sebagai tempat singgah para atlet selama latihan.
   "Seperti tahun sebelumnya, Hari Air di Kota Mojokerto dikemas dalam Festival Mojotirto. Dimana pada event ini, kami memberikan tampilan kesenian tradisional, budaya hingga kuliner. Mulai dari melarung tujuh sumber mata air, penebaran benih ikan, sebagai wujud syukur atas limpahan air yang sepanjang tahun tidak pernah berkurang. Dan pada 2020 ini, ada tambahan event baru. Kami dipercaya sebagai tuan rumah Pelatda PODSI. Ini pertama kalinya Kota Mojokerto menjadi tempat Pelatda PODSI," jelas Ning Ita.
   Sementara itu, Ketua PODSI Jatim Laksamana Pertama TNI Edwin menjelaskan, pemilihan Kota Mojokerto sebagai tempat pemusatan latihan daerah persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia 2020, tidak lain karena potensi sumber daya alam dan manusia di kota ini, sangat sempurna. Terlebih, kebersihan sungai di sepanjang Kali Ngotok, terjaga dengan baik. Potensi inilah, yang menjadi salah satu pertimbangan Kota Mojokerto menjadi tuan rumah Pelatda PODSI selanjutnya.
   "Alhamdulillah, Allah itu memberikan alam yang sangat baik di Mojokerto. Kami melihat aset ini, sebagai konteks kemanfaatan bagi olahraga perairan khususnya dayung. Untuk dayung, kami hanya membutuhkan dua setengah kilometer, tapi di sini tersedia lebih dari empat kilometer. Potensi ini, sangat bagus untuk latihan dayung. Dan mudah - mudahan ini bisa mengangkat animo generasi muda, untuk berprestasi. Tidak hanya ditingkat daerah tapi internasional, karena banyak atlet Jatim sudah berprestasi di internasional," tegasnya.
   Dibawah kepemimpinan Ning Ita dan Cak Rizal, Kota Mojokerto dikembangkan sebagai Kota Pariwisata. Dari waktu ke waktu, berbagai perubahan telah dilakukan. Setelah sukses meremajakan Wisata Pemandian Sekarsari dan Tower Tribuana Tungga Dewi sebagai ikon baru, tahun ini bantaran Sungai Ngotok akan dimanfaatkan sebagai destinasi Wisata Bahari Majapahit. Bersebelahan dengan Jembatan Rejoto, nantinya akan dibangun Taman Budaya yang lengkap dengan amfiteater, sekaligus wisata air. *ADV

suaraharianpagi.com
   Realisasi penerimaan PBB-P2 Buku I, II dan III Kecamatan Jetis tahun 2019, dilaporkan mencapai Rp 2,77 miliar dari target Rp 3,62 miliar atau 76,54%. Artinya, realisasi penerimaan Kecamatan Jetis masuk peringkat ke-5 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.
   Catatan ini dilaporkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, pada acara bulan panutan PBB-P2 di Pendapa Desa Bendung Kecamatan Jetis, Selasa (10/3) pagi lalu.
   “Pencapaiannya sudah cukup bagus. Kecamatan Jetis rangking 5 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto,” terang Bambang Eko Wahyudi. 
   Untuk Kecamatan Jetis sendiri saat ini, tercatat masih 512 dari 40.000 wajib pajak. Sedangkan Desa Bendung khususnya, masih 329. Menurut Bambang, angka ini masih kecil. Dirinya meminta agar perangkat Pemerintah Desa bisa mendorongnya.
   Plt Camat Jetis Tri Cahyo Haryanto, pada sambutannya juga mengungkapkan bahwa sampai akhir tanggal 10 Maret 2020, penerimaan pajak di wilayahnya masih 8% dari baku Rp 3,6 miliar.
   “Kami masih di posisi 5 dari 18 kecamatan. Insyaallah sesuai dengan target jatuh tempo, kami akan berusaha dengan semua kades dan pemungut pajak, agar lebih maksimal dalam perolehan pajak,” kata Tri.
   Untuk tahun 2020, realisasi penerimaan sampai dengan 9 Maret 2020 adalah Rp 276.987.626 dari target Rp 3,61 miliar atau 7,66%. Sedangkan untuk peneriman PBB-P2 buku I, II dan III Desa Bendung Kecamatan Jetis sampai dengan 9 Maret 2020 adalah sebesar Rp 46.566.034 dari target Rp 131.783.970 (35,34%).
   Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah diatur bahwa Pemerintah Desa mendapat bagian hasil pendapatan dari penerimaan pajak dan retribusi daerah.
   Ini menunjukkan bahwa disamping memberikan kontribusi terhadap APBD, pajak dan retribusi daerah pada dasarnya merupakan bagian dari potensi pendapatan sumber daya keuangan Pemerintah Desa. Makin besar realisasi penerimaan PBB-P2, makin besar pula bagian yang dapat diterima oleh Pemerintah Desa. Hal senada dijelaskan Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang hadir pada acara ini.
   “Peran PBB-P2 sangat penting sebagai pendukung potensi pendapatan. Saya harap Pemerintah Desa dan kecamatan dapat bersinergi dengan Bapenda dalam pelaksanaan dan pembinaan pemungutan PBB-P2. Hasil pajak akan kembali ke masyarakat. Yang diberikan ke masyarakat akan lebih besar, dari pajak yang disetorkan,” kata bupati.
   Pentingnya taat pajak, juga terus diimbau Bupati Pungkasiadi di kecamatan lain. Pada event yang sama di Balai desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong hari Rabu (11/3) pagi kemarin, bupati menegaskan bahwa hasil perolehan pajak akan dirasakan masyarakat dalam bentuk infrastruktur yang memadai seperti jalan.
   “Seperti yang selalu saya tekankan di kecamatan lain, pajak itu nantinya akan kembali ke panjenengan semua. Itu nanti berbentuk peningkatan infrastruktur guna mendukungkesejahteraan masyarakat,” ujar bupati.
   Kepala Bapenda pun menyampaikan saat ini khususnya di Kecamatan Dawarblandong, jumlah update data masuk untuk Desa Gunungsari sebanyak 347 obyek pajak dari jumlah obyek pajak yang ada sebanyak 2.644 atau (13,12%).
   Realisasi penerimaan PBB-P2 Buku I, II dan III Desa Gunungsari sampai dengan 10 Maret 2020, sudah tercapai sebesar Rp. 146.600.624 dan telah lunas desa. Selamat dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dawarblandong yang sudah melunasi PBB-P2 nya,” ucap Kepala Bapenda. *Hms/Ds

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget