Latest Post


Sampang – suaraharianpagi.com
   Sidang paripurna DPRD Kabupaten Sampang dalam rangka pemandangan umum Fraksi-fraksi terhadap lima Raperda, Jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi,Pandangan Umum Bupati Sampang terhadap dua Raperda Inisiatif jawaban Pengusul atas dua Raperda Inisiatif Pengumuman Penetapan Pansus I dan Pansus II Raperda berlangsung hari ini, Senin (3/2/).
   Sidang di buka langsung oleh Ketua DPRD Sampang Fadol dalam sambutanya ketua DPRD Fadol menjelaskan, pandangan umum dari fraksi-fraksi sudah disampaikan secara tertulis beberapa waktu lalu dan akan di sampaikan oleh perwakilan fraksi-fraksi, untuk fraksi PKB di wakili Baihaki, Fraksi PPP Dedi Dores, Fraksi nasional Demokrat Imam Hanafi,Fraksi Geridra Shohibus Sulto, Fraksi Partai Demokrat Abd Salam, Fraksi Partai Golongan Karya Ubaidillah, Fraksi amanat Sejahtera Fauzan, dan Fraksi Perjuangan Rakyat Iwan Efendi.
   Acara di lanjutak dengan Jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi dan terhadap 2 raperda inisiati yang di wakili oleh wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat. Dalam sambutanya wakil Bupati mejelaskan dan mengumkapkan rasa terimakasi atas saran masukan yang telah di berikan oleh DPR Kabupaten Sampang.” Terimakasih saya ucapkan secara pribadi dan pemerintah atas sumbangan pemikiran para anggota legeslatif yang tertuang dalam rancangan, pandangan dan himbauan yang bertujuan membangun kabupaten sampang lebih baik” ungkpanya.
   Setelah penyampain jawaban Bupati terhadap pandangan fraksi-fraksi dan terhadp dau raperda Ketua DPRD melakukan pengumuman dan penetapan pansus I dan Pansus II Raperda untuk pansus I terdiri dari lima belas anggota dan pansus dua sebanyak lima belas anggota yang kan di lanjutkan pada pemilihan ketua di masing-masing pansus dalam rapat internal pansus satu dan dua. *rn



   Kepolisian Resort Gresik berhasil mengungkap kasus penculikan terhadap anak dibawah umur di  Dusun Sukorejo Desa Ngabetan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik pada Senin (3/2/2020) malam.
   Bertempat dihalaman Mapolres Gresik, jalan Basuki Rachmad No. 22, pada hari Selasa (4/2), Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH.,  didampingi  Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji P. Wijaya, SH SIK., Kapolsek Cerme AKP Moh. Nur Amin, Kasubbaghumas Polres Gresik AKP Hasim, Paur Kasubbaghumas Polres Gresik Ipda Srimaryani menggelar konferensi pers.
   Dihadapan awak media, Kapolres menjelaskan kejadian bermula saat itu korban bernama Sely Atalia Wahyu Kirana (12), sedang membeli jajan di salah satu warung di samping rumahnya. Tiba-tiba pelaku langsung menarik paksa korban, selanjutnya dimasukkan paksa mobil Daihatsu Sigra warna silver.
   Berdasarkan Hasil Informasi dari warga bahwa terdapat penculikan terhadap anak dibawah umur di Dusun Sukorejo Desa Ngabetan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, anggota Polsek Cerme Polres Gresik bersama warga menggunakan mobil Patroli Polsek Cerme - 822 melakukan penghadangan di Perlintasan Rel Kereta Api di Desa Cerme Lor Desa Cerme, Gresik.
   "Pada saat dilakukan pengejaran bertepatan dengan kereta api melintas sehingga terjadi kemacetan dan berhasil mengamankan pelaku, AMM (25)". ungkap Kapolres.
   Diketahui pelaku berinisial AMM (25) warga Perumahan Banjarsari Asri AA/3 Rt. 1 Rw. 1 Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.
   AKBP Kusworo, menuturkan tersangka nekat melakukan kejahatan tersebut karena terhimpit kebutuhan ekonomi, AMM (25) menerima pesanan yang diterima melalui pesan singkat melalui aplikasi MICHAT sesuai kesepakatan akan mendapatkan imbalan sebesar Rp.30.000.000,-.
   Atas perbuatannya, AMM (25) kini diamankan di Mapolres Gresik bersama barang bukti berupa,
1 (Satu) buah Handphone Merk Xiaomi MI warna Silver dalam kondisi rusak;
1 (Satu) unit kendaraan mobil Merk Daihatsu Sigra No. Pol;. W-1187-EE, Warna Silver.
1 (Satu) Buah Dompet warna hitam berisi SIM B-1 atas nama tersangka AMM, 1 (Satu) buah kartu ATM BNI, dan 1 (Satu) Buah kartu ATM BRI, 1 (Satu) buah kartu Asuransi Mandiri proteksi penyakit Tropis atas nama tersangka AMM, 1 (Satu) buah kartu NPWP atas nama tersangka AMM, 1 (Satu) buah kartu Indonesia Sehat, 1 (Satu) buah kartu member ACC Astra, Uang tunai Rp. 12.000,- (Dua belas ribu rupiah).
   "Tersangka dijerat dengan Pasal 83 Jo. Pasal 76 F Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, dan atau Pasal 328 Jo. 330 ayat (1) KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara" jelas Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH. *mrt


GRESIK - suaraharianpagi.com
   Kodim Tipe A 0831 Surabaya Timur menggelar latihan perorangan dasar teritorial TA. 2020, yang dipusatkan di Markas Kodim Tipe A 0831 Surabaya Timur, jln Mulyorejo Indah 1 No 4 Surabaya, senin (03/02).
   Kegiatan dibuka langsung oleh Dandim, dengan dihadiri Kasdim perwira staf, jajaran Danramil, Wadanramil dan seluruh anggota Kodim Surabaya Timur. Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung selama 7 hari, yang dimulai hari senin tanggal 3 - 11 februari 2020.
   Saat membuka kegiatan, Dandim Tipe A 0831 Letkol Inf Agus Faridianto menyampaikan, Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan baik itu pengetahuan maupun keterampilan perorangan dasar yang sesuai dengan tingkat kecakapan/pangkat masing-masing Prajurit Teritorial sebagai upaya mewujudkan prajurit yang profesional.
   "Sebagi satuan teritorial, para prajurit Kodim Tipe A 0831 Surabaya Timur dituntut dalam profesionalismenya dalam setiap melaksanakan tugas dan benar-benar bertanggung jawab sesuai jabatan yang diemban, termasuk meningkatkan kualitas dan kemampuan setiap prajurit TNI dalam keberhasilan tugas khususnya yang bertugas di Komando Kewilayahan",tegasnya.
   Kegiatan ini sebagai penyegaran sehingga pengetahuan-pengetahuan dasar, hal ini merupakan modal bagi kita melaksanakan kegiatan atau tugas yang telah dibebankan kepada kita masing-masing. Laksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan perhatikan apa yang disampaikan oleh pelatih dan pemberi materi," pintanya kepada anggotanya. *mrt



   Meninggalnya KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah membawa duka mendalam tidak hanya bagi warga Nahdliyin tapi seluruh masyarakat Indonesia termasuk Kapolres Gresik.
   Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., mengajak seluruh anggota jajarannya untuk melaksanakan Sholat ghaib berjama'ah untuk mendoakan Almarhum KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang.
   Sholat ghaib dilakukan di Masjid As-Syafa'ah Mapolres, Senin (3/2/2020).  Salat ghaib dilakukan setelah melaksanakan shalat ashar berjamaah. Nampak ratusan personil Polres Gresik mengikuti shalat ghaib tersebut.
   Menurut Kapolres, KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah adalah orang baik, tokoh agama yang patut di tauladani," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo usai melaksanakan shalat ghaib bersama anggotanya.
   Kapolres Gresik juga menyebutkan bahwa, banyak ceramah agama dan tausiah yang disampaikan almarhum pada beberapa tahun lalu. Ceramahnya sangat sejuk.
   Salah satunya, mengajak semua elemen masyarakat untuk saling menghormati serta menjadi orang yang berakhlaqul karimah, harus menjaga persatuan dan kesatuan.
   "Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga diberikan ketabahan, Gus Sholah merupakan tokoh agama besar yang patut ditauladani" pungkas AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH. *mrt



suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto, terus memaksimalkan potensi kepariwisataan yang dimiliki sebagai Kota Pariwisata. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tak henti - hentinya meningkatkan sarana infratruktur pembangunan diberbagai wilayah. Satu di antaranya adalah pembangunan Rest Area Gunung Gedangan, yang nantinya akan menonjolkan produk - produk unggulan UKM dan UMKM Kota Mojokerto.
   Tempat istirahat yang berada di atas luasan lahan kurang lebih 6.800 meter persegi di Lingkungan Gunung Gedangan tersebut, nantinya akan memiliki berbagai fasilitas penunjang. Seperti, kios pedagang oleh - oleh khas Kota Mojokerto, foodcourt yang memiliki konsep terbuka. Tempat ibadah atau musala, kamar mandi dan tempat istirahat. Tak hanya itu, nantinya rest area ini juga dilengkapi dengan lahan parkir yang mampu menampung kendaraan dalam jumlah banyak.
   "Pembangunan ini kami mulai sejak 2019, secara bertahap. Tahap pertama sudah berjalan dengan lancar. Mulai dari pembangunan fisik gedung, kios - kios, kamar mandi dan musala. Nah, sekarang kami akan melanjutkan ke tahap kedua. Untuk pengerjaan selanjutnya, akan kami lengkapi dengan foodcourt terbuka yang bisa buat kongkow, taman dan tempat parkir yang representatif. Sehingga kendaraan besar seperti bus bisa masuk dengan nyaman," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Sedangkan untuk pengelolaannya lanjut Ning Ita, nantinya akan diserahkan kepada Badan usaha milik daerah (BUMD) Aneka Usaha yang saat ini masih proses pengaturan didalam Peraturan Daerah (Perda). "Untuk sementara waktu masih ditangani oleh Disperindag. Tapi, kami sedang mengusahakan bagaimana pengelolaanya bisa ditangani oleh BUMD Aneka Usaha, yang saat ini sedang kami proses dalam Perda. Kalau BUMD kan, saya bisa kasih target sekian, menyumbang PAD sekian, jadi pengelolaanya dilakukan secara profesional," jelasnya.
   Nantinya, BUMD Aneka Usaha tidak hanya mengelola Rest Area Gunung Gedangan saja. Melainkan, Pemandian Sekarsari, Kawasan Wisata Bahari Rejoto dan kepariwisataan lainnya yang ada di Kota Mojokerto. "Karena arahnya kami kepariwisataan, dan ini (rest area) merupakan salah satu bentuk pariwisata, maka akan kami arahkan pengelolaanya ke BUMD. Bisa jadi, potensi wisata di Mojokerto terus meningkat, maka dikembangkan lagi. Karena kami ingin, aset ini nantinya ditangai oleh yang profesional, kalau UPT kan hanya pelaksana teknis saja dari dinas," tandasnya. *Ds/Hms


  Bertempat di halaman apel Mapolres Gresik jalan Basuki Rachmad, No. 22 Gresik hari Senin (3/2) pukul 07.30 wib, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., meminpin upacara serah terima jabatan Kasat Sabhara Polres Gresik.
   Hadir dalam upacara tersebut, Waka Polres gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, SH SIK., PJU Polres Gresik, Kapolsek jajaran Polres Gresik, seluruh anggota dan ASN Polres Gresik serta Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny,. Cut Laura Kusworo beserta pengurus Bhayangkari Cabang Gresik.
   Kasat Sabhara Polres Gresik yang sebelumnya dijabat AKP Windu Priyo Prayitno, S.pd digantikan AKP Yudhi Prastio, SH., MH. yang sebelum menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Kediri Kota Polda Jatim.
   Dalam sambutannya Kapolres Gresik mengucapkan terima kasih atas dedikasi kerja AKP Windu Priyo Prayitno, S.pd sekaligus mengucapkan jabatan baru menjadi Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
   “Dan untuk Kasat Sabhara AKP Yudhi Prastio, SH., MH. yang baru untuk segera adaptasi di lingkungan baru,” tuturnya menambahkan. *mrt



JOMBANG - Suaraharianpagi.com
   302 kepala desa se-Kabupaten Jombang dipastikan segera bisa bernafas lega. Ini setelah dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) 2020 segera digelontor ke masing masing rekening kas desa.
   Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto, mengatakan, dasar hukum untuk pencairan dana DD, ADD, PDRD dan APBDes 2020, seperti Perbup no.1 tentang APBDes, Perbup no,2, Tentang Dana Desa, Perbup No.3 Tentang Alokasi Dana Desa dan Perbup No,4. Tentang PDRD. sudah rampung, dan sudah diundangkan, agar desa dapat mengusulkan pencairan. Ya Insyaallah sudah di undangkan, karena sudah di sosialisasikan”. ujar dia kemarin tgl.29/1/2020.di Pendopo Kabupaten Jombang.
   Dijelaskan, usai Perbup DD ADD diundangkan, maka selanjutnya desa bisa menyusun Perdes APBDes untuk pencairan. Ya asalkan perdesnya sudah selesai. Nanti kita proses. Tergantung dari kepala desanya kalau cepat ya segera dicairkan, papar dia. Untuk proses penyaluran, dana desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) tidak lagi ke RKUD tapi langsung  ke rekening kas desa (RKD)  ujarnya.
   Dari 302 desa di Kabupaten Jombang, Sholahuddin, mengatakan desa yang menerima ADD bulan Januari tahun 2020 saat ini adalah Desa  Mojotengah dan Desa Polosari, Kecamatan Bareng, disamping itu tujuan sosislisasi ini adalah memberikan motivasi dan pemahaman tentang pengelolahan keuangan desa, baik itu ADD,DD, maupun PDRD”. Tegas Sholauddin.
   Bagaimana dengan ADD? Untuk ADD tahun ini masing masing desa rata-rata mendapatkan alokasi Rp 662.806.000; semua sama setiap desa tandasnya. Sholauddin juga mengatakan bahwa pagu Dana Desa Tahun 2019 sebesar Rp. 274,889.392.000; sementara untuk tahun 2020 ada kenaikan menjadi Rp,280.150.133.000;. Untuk Alokasi Dana Desa tahun 2019 dan tahun 2020, sama. Sementa untuk pagu PDRD tahun 2019, sebesar 14.679.617.000; tahun 2020 ada kenaikan sebesar. Rp.15.846.778.000;.
   Sementara untuk prosentase Dana Desa Tahun 2019 dibidang Pembangunan Desa sebesar Rp.257.976.000.000; Bidang Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019, sebesar Rp.15.151.000.000; Sementara untuk lintas bidang tahun 2019 sebesar Rp.5.408.000.000;.
   Untuk pendanaan desa di bidang pembangunan desa antara lain: 1. Jalan desa sebanyak 852 unit, 150.924 meter. 2. Sarana dan prasarana pembanunan sampah sebanyak 852 unit. 3. Saluran Draenase sebanyak 418 unit.4, Tembok Penahan Tanah (TPT) 336 unit.5. Sarana Pembangunan PAUD 37 unit dan 5. Sarana Polindes dan Posyandu sebanyak 32 unit.
   “Penggunaan DD dibidang Pemberdayaan Masyarakat non fisik antara lain. Pengelolahan Kesehatan Tingkat desa. Pengelolahan PAUD tingkat desa. Pengelolahan kapasitas mayarakat dan Pengelolahan Perlembagaan perekonomian masyarakat desa.” Tegas Sholahuddin.
   Darmadji menyebut, masing masing desa bisa mengusulkan pencairan kedua dana yang digelontor pemerintah. Syaratnya harus merampungkan sejumlah persyaratan termasuk Perdes APBDes. Itu bisa dicairkan langsung kedua duanya, tergantung desa persyaratannya kalau komplit ya semakin cepat”, pungkasnya. *ryan



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Penuntasan stunting bisa cepat tercapai jika dilakukan dengan prinsip gotong royong. Melibatkan banyak pihak, serta peran serta dari berbagai kalangan masyarakat. Termasuk diantaranya peran dari kader PKK yang memiliki kader hingga tingkat desa. Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak di Pendopo Lokatantra Lamongan usai melakukan Kunjungan Kerja Monev Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Karangturi Kecamatan Glagah, Kamis (30/1). Arumi menjelaskan pentingnya peran PKK dalam penanganan stunting.
   Karena mereka bisa menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan melalui kader posyandu. Di sisi lain, Arumi Bachsin mengungkapkan pentingnya edukasi stunting sejak remaja untuk menjaga kualitas hidup.
   “Jika pada masa remaja mereka sudah memahami bagaimana cara mencegah stunting, Insya Allah akan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas," ujarnya. Sementara Bupatii Fadeli mengungkapkan percepatan penuntasan stunting sudah menjadi komitmen bersama oleh Pemkab Lamongan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan memperluas intervensi penuntasan stunting. Dari yang hanya diwajibkan 10 desa prioritas, diperluas menjadi 31 Desa prioritas pencegahan stunting. Menurut Fadeli, intervensi sensitif pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan dilakukan melalui berbagai program. Diantaranya penuntasan open defecation free (ODF) dan Green and Clean yang sudah dilakukan sejak tahun 2014, serta percepatan penuntasan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar di tahun 2020. Selain itu Pemkab Lamongan melalui beberapa perangkat daerah terkait juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 6.732.512.100 untuk intervensi penurunan stunting melalui beberapa program.
   Seperti program PELITA LA dari Dinas Kesehatan, Kelas Ibu Hamil dan Balita dari Dinas Kesehatan, GEMARIKAN dari Dinas Perikanan serta Gerakan Masyarakat Sehat yang dilakukan oleh lintas perangkat daerah. Melalui komitmen ini, ungkapnya, sehingga pada Agustus 2018 angka stunting di Kabupaten Lamongan yang mencapai 10,17 persen, pada Februari 2019 turun menjadi 9,48 persen dan pada Agustus 2019 menjadi 7,71 persen. "Ini berarti dari Agustus 2018 sampai dengan Agustus 2019, Kabupaten Lamongan berhasil menurunkan stunting sebesar 2,46 persen”,Pungkas Fadeli. *abi


GRESIK - suaraharianpagi.com
   Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., menyambut kedatangan Tim Rorena Polda Jatim Dalam Rangka Studi Kelayakan Peningkatan Tipe Polsek Jajaran Polres Gresik, Selasa (28/1/2020).
   Bertempat diaula Parama Satwika Polres Gresik Tim Rorena Polda Jatim  dipimpin AKBP Dra. Yulia Agustin Selfa diterima langsung Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., bersama Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, PJU Polres Gresik dan Kapolsek Jajaran Polres Gresik.
   AKBP Dra. Yulia Agustin Selfa  menyebutkan dasar kegiatan tersebut adalah Keputusan Kapolda Jatim Nomor : Kep/1412/Viii/2019 Tanggal 29 Agustus 2019 tentang Rencana Kerja Polda Jatim T.A. 2020 dan  Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor : St/91/Ren.1.3./2020/Rorena Tanggal 3 Januari 2020 tentang Pelaksanaan Giat Studi kelayakan Ke Satwil jajaran Polda Jatim.
Pada Polres Gresik ada 6 Polsek jajaran Polres Gresik dari tipe C menjadi tipe B antara lain :
1. Polsek Sidayu
2. Polsek Manyar
3. Polsek Duduk sampeyan.
4. Polsek Cerme.
5. Polsek Menganti
6. Polsek Wringinanom.
7. Polsek Jajaran Polres Gresik yang diajukan secara administrasi  harus memenuhi kriteria yaitu nilai komultaif dari data sistem informasi klasifikasi kesatuan kewilayahan (SIK3) yang meliputi 9 Dimensi dan 33 Indikator mencapai nilai lebih besar dari 2500.
Lanjut Ketua Tim, setelah melengkapi persyaratan tersebut kemudian dilaporkan ke Kemenpan RB untuk perubahan statusnya, terang AKBP Dra. Yulia Agustin Selfa
   Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, kepada Tim menyampaikan persiapan yang dilakukan oleh Jajaran Polres Gresik akan berusaha semaksimal mungkin dengan menyiapkan data pendukung indikator kenaikan tipe dari 6 Polsek jajaran Polres Gresik. 
   "Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kemajuan organisasi Polri, dengan kenaikan tipe di 6 Polsek jajaran Polres Gresik tentu diharapkan akan semakin memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan perlindungan,  pengayoman dan pelayanan serta situasi kamtibmas yang kondusif diwilayah” pungkas Kapolres Gresik. *mrt


suaraharianpgi.com
   Keberadaan tanah kas desa (TKD) terus didorong potensinya untuk kebermanfaatan dan kesejahteraan desa. Hal tersebut dibahas bersama dalam acara silaturahmi bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kecamatan Dlanggu di kediaman Kepala AKD Dlanggu Sunyoto, dengan dihadiri Bupati Mojokerto Pungkasiadi didampingi Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi. 
   Bupati Pung pernah menyampaikan hal ini pada pertemuan AKD sebelumnya di Kecamatan Kutorejo tanggal 22 Januari dan di Kecamatan Jetis tanggal 25 Januari lalu. 
   “Di beberapa pertemuan AKD sebelumnya, sering saya sampaikan kalau bengkok (TKD) bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif. Misalnya dibuat destinasi wisata, rest area, juga pujasera. Manfaatnya nanti akan kembali ke desa juga. Desa itu ujung tombak pembangunan kita saat ini. Apalagi sudah tidak ada lagi status desa tertinggal di kabupaten kita,” kata bupati, Selasa (28/1) siang. 
   Namun sebelum itu, bupati menyarankan agar hal tersebut dikoordinasikan dengan Pemda tepatnya Bappeda untuk memastikan status TKD yang ingin difungsikan. Hal tersebut semata-mata agar semua perencanaan bisa tepat sasaran dan ketentuan. 
   “Konsultasi dulu ke Bappeda apakah tanahnya berstatus zona merah, hijau, kuning atau lainnya. Saya hanya pesan agar anggarannya dikelola dengan efektif, efisien dan sesuai aturan. Ini semua supaya hasilnya juga bisa baik,” saran Pung. 
   Pung pun selalu mengingatkan agar semua program selalu linier dengan pusat. Termasuk tuntutan zaman dimana kecepatan selalu menjadi yang utama (tekoneksi IT). Terkait hal itu, Bupati Pungkasiadi membeberkan beberapa program pembangunan yang berkorelasi dengan hal tersebut. Diantaranya pembangunan jaringan fiber optic (FO), yang akan memudahkan dan mempercepat sistem koneksi. Ini juga sebagai jawaban atas tuntutan kemajuan zaman yang serba berbasis IT. Pemkab Mojokerto diketahui sudah merencanakan untuk membangun jaringan fiber optic (FO) sendiri. Nantinya di kantor-kantor desa sudah ada akses internet mandiri. 
   Beberapa jenis pembangunan yang akan tetap didorong Pung adalah pembangunan infrastruktur. Selain jalan poros yang tinggal 800 km lagi pembangunannya, Pung akan segera membangun infrastruktur berwujud gedung pelayanan publik. 
   “Di APBD, kita tetap masukkan plot pembangunan infrastruktur. Namun infrastruktur itu tidak harus berbentuk jalan poros. Gedung pelayanan publik itu juga termasuk. Kita telah rencanakan untuk segera membangun Mall Pelayanan Publik di Sooko, dan Islamic Center. Kita juga ingin punya gedung Command Center sendiri. Itu juga kita buat terkoneksi semua, dengan sistem jaringan yang menyebar melalui FO tadi,” tambah Pung. 
   Pung yakin bahwa target keseluruhan akan segera selesai dalam waktu dekat. Dirinya ingin agar semua komponen masayarakat dan pemerintah dapat bersinergi, agar target pembangunan prioritas di Kabupaten Mojokerto bisa tuntas dengan baik. Terlebih lagi Pemkab Mojokerto turut diberi amanat untuk menjalankan Perpres 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan di Jawa Timur. Salah satunya menjalankan pembangunan tol Mojokerto-Gempol. 
   “Jalan tol itu nanti kita rencanakan interchangenya ada di Ngoro, Mojosari, dekat terminal, kalau ke barat ke arah Trwoulan. Ini untuk menyambung konektivitas. Selain itu tertuang juga pembangunan TPA Regional, kawasan ekonomi utara sungai, dan pembangunan situs Majapahit,” tandas Bupati Pungkasiadi. *Ds/Hms


Gresik - suaraharianpagi.com
Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan ke Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik. Anggota gabungan TNI – POLRI sebanyak 450 personil diterjunkan dalam pengamanan, Senin (27/1).
   Dipimpin langsung oleh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko, S. Sos., bersama Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH., dengan menginstruksikan bagi personel TNI-Polri ditempatkan dibeberapa titik pengamanan yang telah ditentukan untuk mendukung sterilisasi pengamanan VVIP Kunker RI-1 di wilayah Teritorial Kodim 0817/Gresik.
   Pada kesempatan kunjungan kerjanya, Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 2.020 sertifikat tanah di wilayah Jatim, yang mana sebagai upaya memberikan hak hukum bukti kepemilikan tanah kepada masyarakat penerima sertifikat di lima wilayah, yakni Surabaya, Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Bangkalan.
   Sejumlah personil mulai dari Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Brimob, Yonif 500 Raider, Yonif Arhanudse-8, Yonif Mekanis 516/CY hingga Korem/084 Bhaskara Jaya siap siaga menempati plot masing-masing untuk pengamanan kegiatan Presiden Joko Widodo di Kota Pudak sore hari ini setelah meresmikan Kapal Selam Alugoro di PAL Surabaya.
   Dalam kunjungan kerjanya di Kota Pudak, Presiden Jokowi didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri ATR/BPN Sofyan Jalil, Menteri BUMN Erick Tohir.
   Turut mendampingi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda Gresik, Kepala Kantor BPN Gresik serta seluruh Bupati se-Jatim.
   Sementara itu Dandim 0817/Gresik saat ditemui media seusai kegiatan pengamanan pada awak media menuturkan, “Syukur Alhamdulillah untuk semuanya, karena rangkaian kegiatan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Gresik berlangsung kondusif, aman dan lancar. *mrt


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Satuan Reskrim Polres Lamongan berhasil menghentikan aksi komplotan curanmor yang memiliki seribu cara dalam menjalankan aksi kejahatannya. Komplotan yang beranggotakan empat orang, yaitu Farid Wahyudi (27) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan, Yost Sanjaya (28) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket, Mas Hendrik Kusanto (28) warga Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket dan Imam (32) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, terbilang cukup produktif. Dalam kurun waktu Oktober 2019 - Januari 2020, komplotan tersebut sukses melancarkan aksinya di 20 TKP di berbagai kota di Jawa Timur dan Bali.
   "Dari 20 TKP ini diantaranya Lamongan sebanyak 9 TKP, Gresik 7 TKP, Malang 2 TKP, Jombang 1 TKP dan Bali 1 TKP," terang AKBP Harun Kapolres Lamongan pada wartawan saat press release di Mapolres Lamongan, Senin (27/1). Lanjut Kapolres Harun menjelaskan, ketika melancarkan aksinya, komplotan curanmor itu menggunakan cara yang berbeda-beda.
   Mulai dari mengaku sebagai anggota polisi dan memerkan senjata api palsu, hingga memacari calon korban untuk mempermudah melancarkan aksi curanmornya. "Keempat orang ini memiliki peran masing-masing, ada yang mengaku sebagai anggota polisi, ada yang bertugas mengambil motor dan ada juga yang bertugas menjual motor hasil kejahatan. Wahyudi ini yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi," katanya. Tak cukup sampai di situ, biasanya komplotan tersebut juga mengincar motor yang parkir dalam keadaan kunci kontak masih menempel di motor dan ditinggalkan pemiliknya, seperti yang dialami oleh seorang ibu di Kecamatan Glagah. Selain berhasil mengamankan keempat pelaku, terang Harun, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 4 Handphone, 3 dompet, 1 jaket jeans warna biru, 1 replika senjata api mainan, 1 jam tangan, 1 kaos warna hitam, 1 Helm warna merah dan 1 sandal yang semuanya adalah hasil kejahatan. Polisi juga mengamankan 2 motor yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, seluruh kendaraan hasil curian dijual secara online dan dilakukan secara terputus”, terangnya. Kini keempat anggota komplotan curanmor tersebut mendekam di ruang tahanan Polres Lamongan.
   "Mereka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan atau penipuan atau penggelapan atau turut serta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan atau 372 atau 378 KUHP atau 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," Pungkas Kapolres Lamongan. *abi


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget