Latest Post


Terjadi Pertikaian dan Terkapar



 Surabaya – suaraharianpagi.com

   Pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019 Pukul 16.45 WIB di Polsek Wonokromo telah terjadi pembacokan terhadap Anggota Polsek Wonokromo A.n. Aiptu Agus (Anggota SPKT Polsek Wonokromo) dan Briptu Febian (Anggota Piket Reskrim) yang dilakukan orang tak dikenal (tanpa identitas)
Pelaku : OTK, laki - laki, sekitar 30 Th (tidak ditemukan identitas), dugaan melakukan jihad/amalia, dengan kronologi sbb :
1. Pukul 16.45 WIB pelaku (OTK) masuk ke Mapolsek Wonokromo selanjutnya diterima SPKT, kemudian ditanya keperluannya oleh anggota SPKT, tetapi secara tiba-tiba pelaku langsung melakukan pembacokan dengan menggunakan clurit dan mengenai bagian tubuh anggota SPKT, kemudian anggota SPKT berteriak minta tolong dan seketika itu Anggota Reskrim datang membantu dan melakukan penembakan terhadap pelaku (OTK) sehingga pelaku dapat segera diamankan oleh Anggota Reskrim Wonokromo.

2. Barang bukti yang diamankan :
a. 1 buah pisau penghabisan
b. 1 buah celurit
c. 1 buah ketapel dengan amunisi kelereng
d. 1 senpi gas gun hitam
e. 1 buah kaos warna hijau
f. alat mandi
g. 1 tas ransel hitam
h. 2 lembar kertas fotocopy bertuliskan laillahhaillallah
i. krupuk

3. Pukul 18.50 WIB. Kombes Pol Frams Manurung (Kadiv Humas Polda Jatim) dan Kombes Pol Sandi Nugroho (Kapolrestabes Surabaya) tiba di Mapolsek Wonokromo selanjutnya melaksanakan pertemuan tertutup dengan Kompol Cristoper (Kapolsekta Wonokromo).

4. Pukul. 19.00 WIB. Kapolres bersama Kadivhumas Polda Jatim memberikan jumpa pers yg intinya bahwa kejadian penyerangan anggota Polsek Wonokromo yg dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) saat ini di duga karena aksi Amaliyah (Jihad), selanjutnya masih akan didalami oleh Polda Jatim.

5. Pukul. 19.25 WIB. Kadivhimas Polda Jatim dan Kapolresatabes Surabaya meninggalkan Mapolsekta Wonokromo.

Catatan :
1. Polisi telah mengamankan lokasi ( TKP), sementara pelaku tidak mau memberikan ket, selanjutnya Pelaku (OTK) dibawa ke Polda Jatim guna penyelidikan lebih lanjut.
2. Korban luka bacok atas nama Aiptu Agus sudah dibawa ke rumah sakit RKZ sedangkan Briptu Febian mengalmi luka lebam di wajah.
3. Kejadian tersebut telah dilaporkan dengan Laporan Polisi No. : LP/B/ /VIII/2019/Restabes Sby, tanggal 17 Agustus 2019
4. Saat ini di Mapolsek Wonokromo sedang dilaksanakan pengamanan Mapolsek.

5. Data Pelaku sbb :
a. NIK : 3513201001940002
b. Nama Lengkap : Andi Pribadi
c. No. KK : 3513201111050913
d. Tempat tanggal lahir : Probolinggo, 10 Januari 1994
e Umur : 25 Tahun 7 Bulan 7 Hari.
f. Jenis Kelamin : Laki-laki.
g. Alamat : Dusun Plasaan, RT/RW : 015/005, Kelurahan Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten/Kota Probolinggo Jawa Timur.
h. Agama : Islam.
i. Status Perkawinan : Belum Kawin.
j. Status Hub Dlm Keluarga : Anak
k. Dik Terakhir : Belum Tamat SD/Sederajat
l. Jenis Pekerjaan : Wirswasta.
m. NIK Ibu : 3513204107770142
n. Nama Ibu : Ririt Rahayu.
o. NIK Ayah : 3513200107730181
p. Nama Ayah : Budiono *ril#ries



Pemerintah Desa Bangun Jalan Dengan Dana Desa
Jombang - suaraharianpagi.com
   Untuk meningkatkan pembangunan desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Kesamben, Kecama tan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tahun 2019 ini membangun Jalan rabat beton yang dibiayai dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019.
Dari data yang tercatat di Pemdes Kesamben, pembangunan jalan rabat beton tersebut terletak di Dusun Patuk Rt.03,Rw 06, sepanjang 173 Meter, Lebar 2 meter dan Tebal 12 Cm dengan anggaran sebesar Rp. 57.000.000;
   Kepala Desa Kesamben, Aris Prio Wasono mengatakan, bantuan Dana Desa (DD) tahun 2019, dimanfaatkan Pemdes Kesamben, untuk membangun berbagai fasilitas umum, seperti membangun jalan rabat beton di dusun Patuk dan dusun – dusun lainya.
Pembangunan ini dalam rangka untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan bantuan Dana Desa ini tentu bisa lebih dimaksimalkan untuk membangun fasilitas umum yang bisa mendongkrak kesejahteraan warga sekitar” kata Kades Kesamben Aris Prio Wasono kepada Suaraharianpagi.Com, 16/8/2019 yang lalu.
   Seluruh kegiatan pembangunan tersebut dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2019, dan dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Kesamben, Sukiat. Fasilitas umum itu dibangun tiada lain sebagai pendukung sarana infrastruktur jalan desa, yang nantinya bisa digunakan warga untuk melakukan berbagai aktifitas perekonomian dengan memperlancar transportasi warga masyarakat dusun Patuk.
   Sementara Ketua TPK Desa Kesamben, Sukiat, ditemui terpisah, mengatakan, pelaksanaan pembangunan yang dibiayai Dana Desa 2019, tersebut, kami laksanakan dengan baik, dan tranparan. Pekerjaan di Dusun Patuk dimulai tanggal 14 Agustus 2019 yang lalu. Dalam pelaksanaan program ini, kami lakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, karena semua yang kami lakukan sesuai dengan usulan berdasarkan hasil musyawarah desa sebelumnya.” Tegas Sukiat. *ryan


Dalam Rangka Persiapan Latgab 2019
Tim Wasev Itjen Mabes TNI Kunjungi Markas Batalyon Zipur 10
 Pasuruan – suaraharianpagi.com
  Tim Wasit dan Evaluasi (Wasev) Inspektorat Jendral (Itjen) Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Arh Handono, pada hari kamis, 15 Agustus melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Yonzipur 10/JP/ 2 Kostrad, Pasuruan. Kunjungan Tim Wasev Itjen Mabes TNI ini dilaksanakan dalam rangka peme riksaan kesiapan pasukan dan peralatan tempur yang akan ditampil kan pada latihan gabungan (latgab) TNI tahun 2019. Giat Latgab TNI yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) yang akan dilaksanakan pada 09 September besok selama 5 hari di Situbondo yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bersama Panglima TNI. 
     Kunker Tim Wasev Itjen Mabes TNI diterima langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) Zipur 10/JP/2 Kostrad Mayor Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P beserta Perwira Staf. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kesiapan personel dan kondisi fisik Alutsista yang dimiliki oleh Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dipastikan dalam kondisi baik dan siap untuk digunakan  dalam rangka latihan gabungan TNI 2019, serta siap digunakan pada medan operasi sesungguhnya”. Untuk satuan Yonzipur 10 Pasuruan, secara umum dinyatakan siap operasional dan siap melaksanakan giat latihan gabungan TNI tahun ini" Kata Kolonel Arh Handono.
     Sebelum menghadapi pada giat Latgab, para prajurit atau personil Yonzipur 10 terlebih dahulu harus melalui sejumlah tahapan dalam latihan tempur selama kurang lebih 9 bulan. Dari beberapa tahapan latihan yang dilakukannya yaitu latihan perorangan, latihan UST Ru, latihan UST Ton dan latihan UST Ki. Sementara dalam aksi para prajurit pada acara Latgab TNI tahun 2019, Danyon Zipur 10/JP/2 Kostrad Mayor Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P telah menyiapkan personil pasukan tempur handalnya sebanyak 1 Kompi atau 120 prajurit yang setara dengan 1 Divisi Infanteri.
       Pada persiapannya tersebut, Mayor Czi Dendi Rahmat merasa puas serta menekankan kepada anggotanya agar selalu dan tetap menjaga nama baik keluarga besar TNI khususnya Yonzipur 10/JP/2 Kostrad. " Saya merasa cukup puas, pertahankan untuk tetap semangat serta menjaga nama baik TNI ", Tegasnya kepada anggota. *Syah



Upacara HUT RI ke 74 bertepatan
Ulang Tahun Bupati Sampang Yang Ke 47
Sampang – suaraharianpagi.com
   Bupati Sampang Slamet Junaidi memimpin upacara bendera HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indone sia di halaman Pendopo Bupati Sampang, Jalan Wijaya Kusuma. Tahun ini tahun pertama kalinya Bupati Sampang Bertindak sebagai inspektur upacara HUT RI. HUT Kemerdekaan RI pada tahun ini mengusung tema SDM Unggulan Indonesia Maju , sabtu (17/8).
   Bertindak sebagai pembaca Teks Proklamasi Ketua DPRD Kabupaten Sampang Juhari, Komandan Upacara Letkol Nur Hamin dari Kodim 0828, sementara pasukan pengibara bendera pembawa sang merah putih Halawatun Nufus SMAN 1 Sampang, pengibar bendera Nurul Fatmawati SMAN 1 Sampang, pengibar M. Hanafi SMKN 1 Sampang, pengibar Rian Mahesa SMAN 1 Ketapang, acara pengibaran bendera merah putih berjalan dengan khidmah dan penuh makna,usai pengibaran bendera para tamu undangan dan peserta upacara di suguhi lagu-lagu perjuangan dan daerah oleh obade gabungan dari bebera SMA, tidak sampai disitu saja suguhan Drum Band dari Trunojoyo marcing band pun ikut memerihkan HUT RI ke 74.
   Sebagai peserta upacara terdiri dari Anggota Polres Sampang, anggota TNI dari Kodim 0828, Mahasiswa, Karang Taruna, Tagana, Paramuka, Satpol PP Kabupaten Sampang, Pelajara SMA, Staf Organisasi Perangkat Daerah, sedangkan sebagai tamu undangan, para pejuang vetran, Kepala Polres beserta perwira lingkungan polres sampang, Dandim 0828 serat perwira kadim 0828, Kejaksaan Negeri Sampang beserta Kasinya, Pengadilan Negeri Sampang Kepala Rutan Sampang, Kepala OPD, Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua dan Angota DPRD Sampang, Kepala Desa se Kabupaten Sampang dan Ormas.
   HUT RI yang ke 74 merupakan momen spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Sampang H Slamet Junaidi yang ke 47, Bupati Sampang mendapatkan kejutan dari Forkopimda berupa nasi tumpeng dan kue ulang tahun yang langsung di kawal oleh pasukan dari unsur TNI POLRI dengan iringan konvoi dari luar pintu gerbang pendopo Bupati Sampang, bunyi sirini patwal sempat mengagetkan Bupati dan tamu undangan yang hadir,acara ditutup dengan pemberian tanda kasih kepada para vteran oleh Bupati Sampang
   Dalam wawancaranya Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi menjelaskan “ memperingati HUT RI adalah kegiatan rutin setiap tahun, antusis masyarakatlah yang menjadikan HUT RI ini meriah tanpa melupakan jasa-jas para pahlaman dalam memperjuangkan kemerdekaan,dan kami bertekat unutuk tahun depan sampang menjadi kabupaten yang maju damai dan tentram, jadikan momen HUT RI sebagai penyemangat diri untuk memajukan sampang dan bangsa indonesia sesuai dangan tema SDM Unggul Indonesia Maju”mari kita selaraskan tujuan untuk sempang Hebat dan Bermartabat ungkapnya. *rn


Ada Dugaan Suap Jalan Aspal Yang Dibiayai DD Rp 307.609 Juta
JOMBANG-suaraharianpagi.com
   Lagi-lagi proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) di lingkungan Kabupaten Jombang bermasalah. Kali ini proyek pembangunan aspal lapen di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bermasalah. Pasalnya pekerjaan jalan aspal lapen tersebut ada dugaan menyalahi ketentuan dan ada indikasi suap.
   Jalan aspal lapen yang bermasalah tersebut berlokasi di tiga titik, yang dibiayai dari DD tahun 2019 sebesar Rp 307.609.000; dengan perincian yaitu: Di Jalan Mawar muter Jalan Mangga. RT04 RW01 dengan volume Lebar 2,8 meter, Panjang 400 meter, menghabiskan anggaran Rp. 135.000.000; juta. Jalan Kenari sampai jalan Jetak RT03, RW04 dengan volume Lebar 2,8 meter, Panjang 140 meter menghabiskan biaya Rp. 63 juta. Serta Dusun Buduk RT02,RT05,RW 07,dengan volume 3 meter X  370 meter, menelan anggaran Rp.135 juta.
   Jalan aspal lapen ditiga titik tersebut diborongkan oleh pihak ketiga, padahal menurut ketentuan proyek Dana Desa seharusnya dikerjakan secara swakelola dan 30% Dana Desa harus dipakai untuk upah pekerja, dengan tujuan agar perekonomian masyarakat bergerak.
   Yang lebih parah lagi beredar kabar, bahwa Kades Sidokerto diduga  menerima uang fee dari pihak ketiga, (pemborong) yang besarnya mencapai kisaran 20% dari nilai proyek.
Menurut salah satu warga setempat yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa Kepala Desa Sidokerto diduga menerima uang fee  dari pemborong sebesar 20% dari total nilai proyek.
”Saya dengar dengar  dari salah satu rekanan bahwa pemborong jalan aspal lapen di Desa Sidokerto diduga telah memberikan uang fee kepada Kades sebesar 20% dari total nilai proyek”. ujarnya.
   Jalan di Desa Sidokerto yang dibangun aspal lapen tersebut adalah jalan paving, selanjutnya tahun 2019 ini, oleh pemerintah desa Sidokerto diatasnya dibangun jalan aspal lapen, jadi pekerjaan B- nolnya adalah jalan paving yang relatif masih bagus.
   Proyek jalan aspal lapen ini rawan sekali dipermainkan oleh pemborong, karena sebelumnya sudah ada jalan paving, pemborong tinggal memoles sedikit aspal lapen, dan tidak semua item batu yang seharusnya digelar dikerjakan. Jadi pemborong bisa meraup keuntungan yang besar. Tapi warga yang gigit jari karena hasil pekerjaan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,
   Informasi yang dihimpun dari warga setempat, jalan tersebut belum begitu lama dikerjakan, tenaga kerjakanya dari luar warga desa Sidokerto, tidak satupun warga Sidokerto yang ikut mengerjakan jalan aspal lapen tersebut.
   Tak hanya itu pengerjaan jalan tersebut, diduga tidak mengacu kepada program padat karya tunai (Cash for wark), proyek diduga diborongkan atau dikerjakan oleh kontraktor.
    Terkait hal tersebut Kepala Desa Sidokerto saat akan dikonfirmasi kondisinya sakit, Sekertaris Desa Sidokerto Hakim ketika dikonfirmasi via ponselnya tidak mau mengangkat, diwakili Kasi Pembangunan Abdul Muis, membenarkan kalau pekerjaan aspal lapen ditiga titik di kerjakan oleh pihak ketiga. Ia juga membenarkan bahwa anggaran yang di bentang di APBDesa Sidokerto dengan RAB tidak sama. Dengan alasan RAB-nya belum direfisi.
Perlu diketahui bahwa anggaran di APBDesa Sidokerto 2019, untuk Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalas Desa sebesar Rp.307.609.000; sementara di dalam RAB nya untuk tiga titik jalan yang dikerjakan dengan aspal lapen menelan anggaran sebesar Rp.333.000.000; ada selisih Rp. 25 juta lebih yang perlu dipertanyakan, ada dugaan selisih anggaran di buat bancaan panitia pelaksanan Dana Desa di Desa Sidokerto.
   Munurut Deddy, dari LSM GADJAH MADA yang berkantor di jalan Gadjah Mada Mojokerto, mengatakan di Kabupaten Jombang, banyak proyek infrastruktur desa yang dibiayai dari Dana Desa, yang diduga menyalahi ketentuan tidak pernah ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum, ini yang membuat Kepala Desa semau gue mengerjakan proyek yang dibiayai dari Dana Desa, 
Kejadian ini yang membuat masyarakat jadi enggan untuk melaporkan penyimpangan Dana Desa kepada pihak Inspektorat maupun ke Aparat Penegak Hukum Pemkab Jombang. Karena dianggap membuang-buang waktu dalam menulis laporan. Kami berharap dengan adanya kejadian ini kepala Inspektorat maupun Aparat Penegak Hukum Pemkab Jombang, bertindak tegas kepada Kepala Desa yang tidak melaksanakan ketentuan pelaksanaan Dana Desa. *ryan


Kirap Bendara Merah Putih KE-74


Mojokerto – suaraharianpagi.com
Hari ini Sabtu tanggal 10 Agustus 2019 pukul 07.00 s.d 09.00 WIB bertempat di Lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Desa Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto (sebagai titik finish) telah dilaksanakan rangkaian kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019  yang diselenggarakan oleh Polresta Mojokerto dengan penanggung jawab kegiatan Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng). yang diikuti ± 3000 orang.

I. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :

1. Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH.
2. Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
3. Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE.
4. Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH.
5. Kepala Kejari Kota Mojokerto Dr. Halila Rama Purnama, SH. M.Hum.
6. Kepala Kejari Kab. Mojokerto Rudy Hartono, SH. MH.
7. Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto Muslim, SH. MH.
8. Ketua BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih, SH, M.Si.
9. Sekdakot Mojokerto Harlistyati, SH. MSi.
10. Sekdakab Mojokerto Ir. Herry Suwito, MM.
11. Para Ka OPD Kota dan Kab. Mojokerto terkait.
12. Para PJU Kodim 0815 dan Polresta Mojokerto.
13. Para Toda, Toga dan Tomas se Kota Mojokerto.
14. Peserta Kirab perwakilan dari anggota Kodim 0815, Polresta Mojokerto, ASN Pemkot dan Pemkab Mojokerto, Purna Paskibraka Kota Mojokerto, Pelajar dan elemen masyarakat.

II. Rangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Pada pukul 07.15 WIB Kirap Prasetya Merah Putih Memasuki Finish lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Ds. Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto,dengan urutan susunan personel sebagai berikut : - Patwal Polresta Mojokerto - Unsur Forkopimda Mojokerto - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembawa Bendera Merah Putih - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembentang Bendera Merah Putih.
2. Pukul 07.55 WIB para forpimda Mojokerto menuju ke ujung tepi sungai brantas untuk berdoa sasaji dengan tujuan Kota Mojokerto aman tidak ada bencana dan slalu di berikan anugerah oleh tuhan YME.
3. Pukul 08.13 WIB Menyanyikan lagu kebangsaan diantaranya sebagai berikut :
a. Indonesia Raya.
b. Gebyar gebyar Indonesia.
c. Indonesia Pusaka.
4. 08.30 WIB dilaksankan pelipatan penggulungan prasetya bendera merah putih sepanjang 740 M.
5. Sambutan Walikota Mojokerto yang intinya :
a. Menyampaikan banyak terima kasih kepada segenap Forpimda Mojokerto serta seluruh elemen yang tergabung dalam acara Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M.
b. Persamaan dan persatuan bangsa sangatlah penting,  karena  bisa mewujudkan kekompakan  sehingga semakin kita memperkuat cinta kepada tanah air Indonesia
c. Dengan berkibarnya sang merah putih membuat kita bangga kita wujudkan untuk mengisi  kemerdekaan membangun kemerdekaan untuk bergotong-royong ke depan lebih baik.
d. Semoga Kota Mojokerto kedepan selalu kondusif damai dan aman.
4. Pukul 08.30 WIB dilaksanakan pembacaan Ikrar prasetya Merah Putih yang di bacakan oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
 
III. Pada pukul 09.00 WIB rangkaian kegiatan  Kirap Prasetya Merah Putih selesai dengan tertib, lancar dan aman.
IV. Dmikian dilaporkan UMP.
V . Pendapat Pelapor.
Kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019 merupakan wujub penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan serta guna mempererat kebhinekaan seluruh komponen masyarakat agar tercipta situasi yang harmonis, aman dan nyaman. *rilies/ris


 Uji Siap Tempur Tingkat Pleton Bataliyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad

 Pasuruan – suaraharianpagi.com
   Batalyon Zeni Tempur 10 merupakan Batalyon yang berada di bawah naungan Divisi Infanteri 2 Kostrad. Batalyon Zeni Tempur 10/2 Kostrad senantiasa memelihara dan meningkatkan kemampuan personil maupun materiilnya demi tercapainya tugas pokok Satuan. Giat tersebut dilaksanakan selama 3 hari yakni dimulai Pada senin, 5 Agustus hingga Rabu, 8 Agustus 2019, Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad melaksanakan kegiatan latihan UST Ton ( Uji Siap Tempur Tingkat Pleton ). Dimana dalam kegiatan ini di bagi menjadi 2 Pleton Zipur yang akan siap memberi batuan Banpurzi dan Banminzi.
   Dalam pelaksanaan kegiatan latihan UST Batalyon Zipur 10/2 Kostrad tetap berpedoman kepada Proglatsi yang sudah ditetapkan oleh komando. Tahap demi tahap kegiatan latihan dilaksanakan sehingga bersifat bertahap, bertingkat dan berlanjut. Kegiatan latihan UST Tingkat Pleton ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad Mayor CZI Dendi Rahmat Subekti, S.I.P sebagai Komandan latihan UST. Kegiatan ini berlangsung di Gunung Tinggi dan Gunung Pandak Winongan Komplek, Pasuruan.
   Komandan Batalyon, Mayor Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P menegaskan, " Latihan ini sebagai wahana untuk menempa kita menjadi prajurit yang terlatih, jangan dianggap sebagai rutinitas belaka, sehingga nantinya akan terbentuk prajurit yang berkualitas, professional dan selalu siap untuk mendukung pelaksanaan tugas satuan  kedepan ", tegasnya.
   Mayor Czi Dendi Rahmat Subekti, S.I.P juga menambahkan, " Kegiatan UST Ton ini dilaksanakan sebagai upaya menguji kemampuan siap tempur suatu Peleton dalam penyiapannya menghadapi latihan yang lebih besar yaitu UST tingkat Kompi ", tambahnya. *Syah



Jalan Rabat Beton Dibiayai Dikerjakan Asal Jadi
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Alang-Alang Caruban dan Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Diduga dikerjakan asal-asalan dan ada indikasi mengurangi spesifikasi teknis. Pasalnya jalan di desa tersebut baru beberapa bulan selesai dibangun sudah rusak parah.
 Proyek jalan rabat beton tersebut di kerjakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Lokasi pekerjaan di Desa Alang-Alang Caruban dan Desa Sukosari, sepanjang kurang lebih 600 m, lebar 3,5 m, tebal 15 cm, K 225. Mengabiskan anggaran Rp. 600.000.000; juta, yang bersumber dari APBN, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah ( PISEW ) tahun 2019.
    Dari pantauan dilapangan pembangunan tidak transparan, tidak terpasang papan naman proyek juga tidak ada prasasti bangunan yang mencantumkan sumber anggaran dan volume pekerjaan.  Jalan selesai dibangun kisaran 4 bulan yang lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan permukaan jalan sudah terkelupas alias rontok.
   Tidak hanya itu tahun 2019, di lokasi yang sama, untuk menyambung jalan rabat beton yang di biayai dari Program PISEW, Pemerintah desa Alang-Alang Caruban, juga mengadakan pengecoron jalan rabat beton dan TPT, yang dibiayai dari Dana Desa tahun 2019. Lagi-lagi Pemerintah Desa Alang-Alang Caruban tidak transparan, tidak ada papan nama proyek yang menunjukan volume dan besaran anggaran. 
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, bangunan jalan tersebut selesai dikerjakan sekitar akhir empat bulan lalu, tapi kondisi jalan sudah rusak, permukaan jalan banyak yang pecah-pecah dan retak.
Ini bisa dilihat sendiri kondisi jalanya sekarang sudah banyak yang retak retak, Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Menurutnya saya ini rakyar biasa, jadi  hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak yang dikumpulkan dari keringat rakyat.
Nampak permukaan jalan rabad beton di Desa Alang-Alang Caruban dan Sukosari yang  dibangun dengan Dana APBN, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2019 baru beberapa bulan sudah banyak yang retak-retak.
  Saya yakin rakyat juga tidak akan rela kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana APBN kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi BKAD”. Ujarnya.
   Menangapi hal tersebut Kepala desa Alang-Alang Caruban,Ibu Yuniati, penerima manfaat dan pelaksana BKAD Kecamatan Jogoroto, saat diminta konfirmasi dikantornya. Tidak banyak jawaban yang dilontarkan, tapi ia langsung mengajak wartawan kelokasi proyek melihat langsung kondisi jalan yang sebenarnya.
   Ketika jalan rabat beton benar kondisinya sudah banyak yang retak-retak ia menyatakan, Kondisi tanah disini labil, tidak banyak orang yang mau lewat sini jalanya rusak, kalau kita biarkan tidak kita betulkan lalu siapa yang akan membenahi, mestinya kita bersyukur dapat program PISEW karena kita bisa membenahai jalan yang dulunya rusak sekarang sudah bagus, kalau ada yang retak-retak sedikit tolong di maklumi atau ditoleransi.” Tegas Kades Juniati kepada Suaraharianpagi.com. belum lama ini.
   Perlu diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan matang, agar infrastruktur/bangunan  yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak dipertanyakan. *ryan


10 Instansi Pemkab Masuk Penilaian 
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wakil Bupati Mojokerto Pungka siadi, didampingi Asisten Perekono mian dan Pembangunan Mustain, Kepala Dinas Kesehatan Didik Chus nul Yakin, beserta OPD terkait lain nya, meninjau evaluasi pelayanan re formasi birokrasi (RB) di 3 puskes mas. Yakni UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Puri, dan UPT Pus kesmas Bangsal, Selasa (30/7) pagi.
   Tinjauan ini khususnya guna me mastikan kesiapan penilaian zona integritas (ZI), menuju wilayah be bas korupsi (WBK) dan wilayah biro krasi bersih dan melayani (WBBM).
   Sebagai informasi, tahun 2019 ini terdapat 10 lembaga instansi di Kabupaten Mojokerto yang masuk penilaian. Antara lain DPMPTSP, Dispendukcapil, dan RSUD R.A Basoeni (RB). Sementara 7 lainnya yakni Dispendukcapil, RSUD Prof. dr. Soekandar, UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Bangsal, UPT Puskesmas Puri, Kecamatan Puri, dan Kecamatan Gedeg (ZI). Seperti yang dijelaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain.
   “ZI adalah predikat yang diberikan Kemenpan-RB, bagi lembaga yang berhasil menjalankan dua hal yakni WBK dan WBBM. Tahun 2019, ada 10 lembaga di Kabupaten Mojokerto yang dinilai ZI nya. Alhamdulillah, 10 lembaga ini lolos administrasi untuk penilaian selanjutnya,” kata Mustain.
   Tim penilai tidak diketahui tanggal kedatangannya. Maka dari itu, Mustain menekankan pada seluruh lembaga instansi yang masuk penilaian agar mempersiapkan diri setiap saat. Semua entitas diharapkan menguasai product knowledge lembaganya masing-masing. Mulai SOP, kelengkapan sarpras dan penunjangnya, maklumat pelayanan, keramahtamahan atau hospitality, survey kepuasan masyarakat, serta inovasi-inovasi baru yang bermanfaat.
   “Tim bisa datang sewaktu-waktu. Kita tidak tahu tanggal berapa, hanya waktunya saja diperkirakan Agustus dan September. Tim bisa saja melakukan penilalain dengan bertanya pada petugas parkir. Maka penting untuk saya ingatkan, bahwa seluruh entitas lembaga yang dinilai harus menguasai SOP pelayanan. Mulai front officer hingga petugas parkir sekalipun,” tambah Mustain.
   Wabup Pungkasiadi pada kesempatan ini terus menegaskan bahwa WBK dan WBBM adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selain itu, kepuasan masyarakat harus ditanam kan sebagai hal yang wajib diraih. Sebab hal itu, adalah standard tertinggi dari sebuah pelayanan prima.
“Kalau kita kerja tanpa indikator, jelas susah. Tapi ini kan sudah ada. Tingal komitmen saja (WBK dan WBBM). Terakhir, outcome datang dari masyarakat. Puas atau tidak, tercukupi atau belum. Saat ini kepuasan mereka adalah standard tertinggi bagi kita,” kata wabup.
   Dirinya juga menegaskan sekali lagi bahwa saat ini Pemerintah Derah terus diawasi oleh lembaga-lembaga yang memiliki tupoksi untuk mendisiplinkan kinerja harus sesuai aturan. Maka dari itu wabup meminta semuanya harus tepat aturan.
   “Kita ini diawasi oleh beberapa lembaga. Seperti ombudsman, korsupgah, saber pungli, BPK, KPK, kejaksaan, polisi, dll. Kita sudah punya indikator (menjalankan tugas sesuai tupoksi). Tinggal komitmen bersama. Ingat, kepuasan masyarakat ada di puncak tertinggi dari inti pelayanan. Jika semua sudah baik, tapi belum ada kepuasan masyarakat, hasilnya jadi tidak baik. Jadi semua harus diperhatikan,” pesan wabup. *ADV




Program PTSL Diduga Ada Indikasi Pungli
Jombang -  suaraharianpagi.com
 Masyarakat Desa Brudu, Keca matan Sumobito, Kabupaten Jom bang, Jawa Timur  mengeluhkan Program Pendaftaran Tanah Sistema tik Lengkap (PTSL).  Pasalnya, da lam prateknya, program tersebut panitia masih menarik biaya berfariasi antara Rp.500.000; sampai Rp.700.000; bahkan lebih.
   Menurut LN (47) warga Desa Brudu, kepada Suaraharianpagi.com  mengatakan, waktu sosialisasi di kantor balai Desa Brudu, biaya Program  Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sebesar Rp.150.000; Dengan perincian untuk beli patok pembatas tanah,biaya matrei, fotocopy, dan biaya transport panitia di desa.
   Tapi kenyataan dilapangan berbeda, malah saya mengajukan pemecahan menjadi 5 sertifikat dipungut biaya Rp. 2,5 juta. Jadi satu sertifikat dikenakan biaya Rp. 500.000; Pungutan tersebut ditarik oleh Kepala Dusun Brudu.
   Masih menurut LN, pungutan liar tersebut berdalil untuk mengurus surat – surat tanah didesa. Padahal pemerintah desa tidak mempunyai kewenangan untuk memungut biaya surat–surat tanah didesa. Jadi pungutan Rp. 500.000; itu jelas–jelas Pungli, harus ditindak lanjuti oleh Aparat Penegak Hukum.
   Hal senada juga dikatakan oleh Parto bukan nama sebenarnya, warga dusun Plosorjo, yang mengajukan 3 bidang sertifikat, ia harus mengeluarkan uang dari kocenya sebesar Rp. 1,5 juta. Dengan alasan untuk mengurus surat–surat didesa, beli patok pembatas tanah, matrei dan foto copy. Saya tidak habis pikir, pada saat sosialisasi di balai Desa Brudu, biaya pengurusan Program PTSL Cuma Rp.150.000; Tapi kenyataanya kami di kenakan Rp, 500.000; per bidang, jadi kami harus membayar Rp 1,5 juta tiga bidang.
   “Bukan hanya saya saja yang dipungut biaya selangit, tapi hampir semua warga Desa Brudu yang mengajukan Program PTSL di pungli Rp. 500 ribu, persertifikat. Pungutan tersebut di tarik lewat Kepala Dusun masing-masing” Tegas Parto dengan nada kecewa.
   Sementara mengutip keterangan Kepala BPN Kabupaten Jombang, Titik Agustiningsih SH.M.Hum. pada saat menyerahkan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistimatik Lengkap (PTSL) disalah satu desa , mengatakan, program percepatan pendaftaran Tanah Sistimatik Lengkap (PTSL) ini memang digratiskan kepada masyarakat.
Jadi BPN tidak memungut apa-apa dari masyarakat, “saya juga memerintahkan kepada staf – staf saya agar tidak memungut biaya ke masyarakat karena program ini sudah dibiayai dari APBN”.
   Kepala Desa Brudu, Syamsi ketika akan dikonfirmasi di Kantornya tidak ada ditempat, di temui sekretaris Desa Brudu Ibu Chusnul, dalam penjelasanya ia mengatakan bahwa pertanggal 24 Juli 2019 warga masyarakat Brudu yang sudah mendaftar program PTSL sudah mencampai angka 1584 bidang, sedangkan untuk TKD ( Tanah Kas Desa ) ada 55 bidang, jadi totol semua 1584 bidang + 55 bidang= 1639 bidang yang sudah terdaftar di BPN Kabupaten Jombang.
   Ketika di tanya kapan sertifikat bisa diterima oleh warga masyarakat Brudu? “Kalau tidak ada kendala bulan Agustus sudah bisa Lounching”, tegas Bu Chunul dengan nada percaya diri. Ketika ditanya apa benar ada pungutan di luar ketentuan, dengan tegas di jawab “saya tidak tahu bapak, tolong tanyakan ke pak Kades Syamsi, kebetulan baru saja meninggaslkan kantor.” *ryan


 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Upaya Pemerintah Kota Mojo kerto untuk meningkatkan kesejahte raan dan kebahagiaan anak-anak Kota Mojokerto kembali berbuah manis. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) oleh Kota Mojokerto. Penghargaan diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, di Makassar, pada Selasa (23/7) malam.
   Selain menerima Penghargaan KLA Madya pada tahun ini Kota Mojokerto juga mendapat apresiasi berupa penghargaan atas Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2019 yaitu Alun-alun Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa penerima penghargaan KLA 2019 meningkat 40% dari tahun sebelumnya. “Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, Tahun lalu jumlah kabupaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota,” kata Lenny.
   Lenny menyampaikan, selain penganugerahan kota layak anak, Kementerian PPPA juga meluncurkan model gereja layak anak dan deklarasi jurnalis kawan anak. “Kita telah luncurkan masjid layak anak, malam ini akan ada model gereja layak anak, selain itu kita juga mendeklarasikan jurnalis kawan anak, kita berharap bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030,” ucap Lenny.
   Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise kembali menekankan pentingnya Kota layak Anak di seluruh wilayah Tanah Air.  Anak berhak tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah daerah juga berkewajiban dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan perlindungan anak melalui pembentukan Kabupaten/Kota layak anak.
   “Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan kewajiban kita semua, mari kita berikan yang terbaik bagi 80 juta anak Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa kita ke depan. Mari wujudkan Indonesia layak anak tahun 2030,” kata Menteri Yohana Yembise, dalam sambutannya.
   Atas diterimanya penghargaan KLA Madya dan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak, Ning Ita menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah, masyarakat dan juga pelaku usaha atas kolaborasinya dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
   “Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu agar kelak menjadi pemimpin yang baik, kita harus memberikan pendidikan dan fasilitas yang baik untuk anak-anak,” kata Ning Ita.
Sebanyak 247 kabupaten/kota tercatat memperoleh penghargaan kota layak anak (KLA). Ke-247 tersebut mendapatkan penghargaan untuk 5 kategori tingkatan yakni KLA Pratama, KLA Muda, KLA Nindya, KLA Madya dan KLA Utama.
   Dalam gelaran acara tersebut para tamu undangan disuguhkan tarian khas kota anging mammiri yang dibawakan oleh pelajar SMP dan SMA se-kota Makassar. Selain itu pembacaan doa juga dibawakan oleh anak-anak perwakilan dari 5 Agama yakni Islam, Khatolik, Protestan, Budha dan Hindu. *ADV

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget