Latest Post


Pemkab Gelar Musrenbang RPJMD 2019-2020,
Bupati Siapkan 5 Misi Jadikan Sampang Hebat Bermartabat
Sampang suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Bappelitbangda Sampang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musren- bang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sampang Tahun 2019–2024, yang di gelar di Aula RSUD Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang, pada Kamis (11/04).
  Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Perwakilan dari Bakorwil Madura, Wakil Ketua DPRD Sampang asal Ketapang, Forkopimda, Sekdakab, Pimpinan OPD, Camat dan Forkopimca Ketapang, Tokoh masyarakat setempat, serta ormas LSM dan segenap awak media.
   Dalam sambutannya, Bupati H. Selamet Junaidi menjelaskan target Pemerintah Kabupaten Sampang dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Sampang pada lima (5) tahun kedepan, yaitu berorentasi kepada 5 misi Pemerintah Sampang saat ini, guna mewujudkan Sampang Hebat bermartabat.
 Dalam sambutannya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan, “Perencanaan Pembangunan kedepan harus berorientasi kepada 5 misi Pemerintah untuk mewujudkan Sampang yang hebat dan bermartabat.
  Lima misi itu antara lain Peningkatan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, Mewujudkan kemandirian ekonomi Daerah khususnya Pedesaan melalui pengembangan Agrobisnis, Pariwisata serta Ekonomi kreatif.”ucapnya
   Idi panggilan akrab Bupati Sampang menambahkan, “Peningkatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, Tata kelola Pemerintahan Daerah serta Desa secara transparan dan akuntabel yang berorientasi terhadap pelayanan publik serta Harmonisasi kehidupan masyarakat yang waspada, tanggap, tèrtib, damai dan bersatu, dan lima misi inilah yang menjadi dasar program kegiatan di OPD,” imbuhnya
  Dengan itu semua diharapkan mewujudkan Program – program pembangunan Bupati Sampang agar seluruh OPD saling bersinergi serta menghilangkan ego sektoral agar tercapainya pembàngunan Sampang Hebat Bermartabat.
 “Kami sangat optimis terhadap lima program prioritas lima tahun ke depan supaya dapat diselesaikan satu persatu. Pada intinya, dasar program pemerintah dapat bermanfaat untuk masyarakat luas di Kabupaten Sampang.
  Perlu diketahui, “Pada tahun 2019 Pemkab Sampang menganggarkan sebesar 5 Milyar, untuk melanjutkan pembangunan RSUD Kecamatan Ketapang, semoga pada tahun 2020 pembangunannya selesai dan secepatnya bisa digunakan oleh masyarakat di wilayah Pantura, seperti Kecamatan Ketapang, Sokobanah, Banyuates dan Robatal," tutup Bupati. *rn


suaraharianpagi.com
   Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria pada Jumat pagi (12/4) hadir mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam acara tasyakuran pembukaan kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Cabang Pembantu Syariah Mojokerto, di Jalan Mojopahit Nomor 454, Kranggan, Kota Mojokerto. 
   Membacakan sambutan Wali Kota, Wawali menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik atas pembukaan kantor Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto. “Mudah–mudahan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabahdan bisa memberikan motivasi serta semangat kerja bagi karyawan karyawati Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto,” kata Cak Rizal sapaan akrab Wawali, mengawali membaca sambutan dari Ning Ita. 
   Masih membacakan sambutan Wali Kota, Cak Rizal berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto bisa membangun hubungan baik dengan Pemerintah Kota Mojokerto dan seluruh elemen masyarakat. Dalam mencapai kolaborasi dan sinergi positif. “Serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto. Sebagaimana visi Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” lanjut Cak Rizal. 
   “Persaingan dalam dunia usaha semakin hari semakin bertambah ketat. Masyarakat atau konsumen semakin pandai dalam memilih lembaga-lembaga perbankan yang sesuai dengan yang diharapkannya.Oleh karena itu, saya berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto dapat mengutamakan pelayanan publik dan tidak hanya sekedar slogan saja, tetapi betul-betul diterapkan dalam kinerja sehari-hari,” kata Cak Rizal menyampaikan pesan Ning Ita. 
   Cak Rizal melanjutkan bahwa dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dapat memperoleh hasil yang maksimal, baik bagi Bank Jatim Syariah maupun kepada nasabah itu sendiri. 
   Mengakhiri sambutannya, Cak Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Bank Jatim Syariah ini. Sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kota Mojokerto melalui budaya gemar menabung dan memanfaatkan program penyaluran kredit berbasis syariah. 
   Peresmian Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim Syariah Mojokerto ditandai dengan pemotongan pita oleh Cak Rizal bersama jajaran Direksi Bank Jatim Syariah yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Dalam kesempatan ini Cak Rizal juga membuka rekening di Bank Jatim Syariah. *Humas/Ds


Paripurna Penandatanganan LKPJ Dan Rekomendasi DPRD
suaraharianpagi.com-Sampang
   Rapat paripurna penandatanganan keputusan DPRD kabupaten Sampang, tentang rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Sampang tahun 2018, rapat di pimpin langsung wakil ketua DPRD Sampang Fauzan Adima, Hadir Bupati Sampang Slamet Junaidi, Sekda, Forkompinda, dan jajaran OPD Sampang. Senin (8/5/19).
   Mewakili Panitia Khusus (pansus) LKPJ Bupati Sampang 2018 , H. Sahid menjelaskan ada 12 rekomendasi yang disampaikan pada Bupati Sampang, diantaranya masih belum ada kemajuan pembangunan jembatan Sreseh-Pengarengan (Srepang).
   “Bahkan pembebasan lahan untuk akses jembatan Srepang hingga saat ini belum maksimal yang dianggarkan di dinas PUPR kabupaten Sampang, tahun 2018 lalu anggaran Rp. 15 miliar pembebasan lahan, hanya terserap Rp. 5 miliar, oleh sebab itu, pansus meminta Bupati Sampang untuk mendorong keseriusan OPD untuk menyelesaikan pembangunan Srepang”.Tegas H. Sahid politisi partai Golkar.
   Sekedar diketahui, rencana pembangunan jembatan Srepang di sosialisasi kepada masyarakat, dilakukan sejak pada 2012 lalu, hingga saat ini 2019 masih belum ada pengerjaan pembangunan jembatan, baru tahapan pembebasan lahan.
   Adapun 12 item rekomendari DPRD Sampang terhadap LKPJ 2018 Bupati Sampang, diantaranya, Pemerintah daerah supaya membuat data base kemiskinan, yang membuat data perkembangan penduduk miskin, kantong kemiskinan dengan menyebut kecamatan dan desa untuk memudahkan intervensi penanggulangan kemiskinan berdasarkan lokasi yang dibutuhkan.
   Adanya upaya dari pemerintah daerah terhadap peningkatan PAD dari semua OPD penghasil.
   Mengingat kontribusi sektor pertanian yang masih mendominasi PDRB Kabupaten Sampang, maka perlu penekanan kepada pemerintah Daerah, untuk lebih memperhatikan dan memperkuat sektor ini diantaranya : pelatihan, akses permodalan, perbaikan pasar desa, penguatan unit usaha mandiri, padat karya produktif, ketersediaan pupuk, dan kewirausahaan untuk mendukung perluasan kesempatan kerja di kawasan perdesaan.
   Mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan belanja daerah yang lebih produktif, yang didukung peningkatan investasi daerah. Hal tersebut harus dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi, yang progresif dengan kebijakan yang mampu menstimulasi pertumbuhan.
   Pembentukan, penguatan tugas dan fungsi serta dukungan yang cukup bagi TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).
   Pembangunan infrastruktur perdesaan, harus mendapat perhatian lebih besar lagi secara kuantitas dan kualitasnya guna memperlancar arus distribusi barang dan jasa, termasuk didalamnya optimalisasi sumber daya air.
   Terkait Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang yang masih dalam kategori rendah dan belum sesuai target, maka perlu diambil langkah – langkah konkrit diantaranya : pemenuhan guru dan penerimaan penempatan guru menjadi faktor utama, meningkatnya kualitas pendidikan di samping sarana dan prasarana, yang memadai dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
   Pelaksanaan program kerja paket A, B dan C diharapkan bisa membantu meningkatkan nilai IPM dan harus semakin digalakkan khususnya untuk penduduk usia 25 Tahun ke atas.
   Terkait dengan capaian indeks Kepuasan Masyarakat yang masih pada kisaran 78,66 dan belum memenuhi target. 9. Diharapkan Bupati Sampang untuk meningkatkan fungsi koordinasi, pengawasan dan pengendalian seluruh program SKPD agar bersinergi dengan baik.
   Terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, agar Bupati memacu inovasi dan kinerja SKPD, untuk mengembangkan potensi daerah, memacu kinerja investasi daerah, meningkatkan kegiatan ekonomi, sektor sekunder terutama dalam pengelolaan hasil industri pertanian, serta dapat menginisiasi penumbuhan lapangan kerja baru, serta pelaksanaan pelatihan – pelatihan untuk menciptakan generasi siap kerja.
   Terhadap peningkatan partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintah, dan pembangunan, dengan indikator nilai keswadayaan Masyarakat, ada kecenderungan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, namun demikian kami berharap keterlibatan Masyarakat dalam pembangunan mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan harus didukung penuh sebagai fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintah.
   Terhadap prestasi yang belum membanggakan pada kinerja pembangunan, dari aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat, hendaknya menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan kontrol seluruh kebijakan dan pendanaan program prioritas daerah guna menunjang mendukung pelaksanaan RPJMD 2019 – 2024.
   Terhadap pembangunan jembatan sreseh – pangarengan yang hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan pekerjaan yang belum maksimal terkait pembebasan lahan walaupun sudah dianggarkan dalam DPA pada dinas PUPR, maka pansus meminta Bupati untuk mendorong keseriusan OPD untuk menyelesaikan pembangunan Srepang. *rony


suaraharianpagi.com
   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto Kamis siang (11/4) menggelar rapat paripurna di ruang rapat gedung DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145. Agenda sidang paripurna adalah penyampaian summary Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Mojokerto Akhir Tahun Anggaran 2018. 
   Mengawali pemaparannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa pemaparan LKPJ kepada DPRD dilakukan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir, selanjutnya dibahas oleh DPRD untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 
   Untuk mengetahui capaian kinerja pembangunan daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundangundangan, laporan keterangan pertanggungjawaban ini menggunakan evaluasi kinerja kebijakan pembangunan Kota Mojokerto. Yang dilakukan melalui pendekatan pengukuran indikator makro sosial dan ekonomi sebagai salah satu indikator terhadap pencapaian visi misi, dan prioritas pembangunan Kota Mojokerto. 
   Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto tahun 2014-2019 visi Kota Mojokerto adalah terwujudnya Kota Mojokerto sebagai service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Dan menetapkan misi Kota Mojokerto yaitu: 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia; 2. Menyediakan produk, jasa dan layanan yang maju dan berdaya saing tinggi; 3. Menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana yang baik dan memadai; 4. Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan tenteram. 
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa mengacu pada RPJMD tahun 2014-2019, tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Mojokerto tahun 2018 adalah mewujudkan investasi dan kemandirian ekonomi daerah yang berfokus pada pembangunan investasi. 
   “Arah menuju visi misi, dan prioritas pembangunan tersebut paling tidak dapat dideteksi melalui beberapa indikator. Antara lain PDRB per kapita, indeks harga konsumen / inflasi, indeks daya beli, indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan indeks gini,” kata Ning Ita. 
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga memaparkan tentang pengelolaan keuangan daerah di Kota Mojokerto pada tahun 2018 serta pencapaian pembangunan di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang perhubungan, bidang penyelenggaraan pemerintahan dan inovasi daerah. 
   Berdasarkan analisis dan indikator kinerja pembangunan kota yang dipaparkan sebelumnya, dapat dipastikan ada kemajuan pembangunan kota yang dicapai pada tahun 2018, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara memadai. “Namun demikian, tidak dapat dipungkiri, dengan keterbatasan sumber daya pembangunan kota yang dimiliki, belum seluruh harapan, tuntutan, dan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan secara optimal,”kata Ning Ita. 
   Kota Mojokerto juga telah mendapatkan sederet prestasi tingkat Nasional, antara lain: penghargaan Pakarti Utama II tingkat Nasional 2017; penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri RI 2018; penghargaan Universal Health Coverage Award dari Menteri Dalam Negeri; penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama dua tahun berturut-turut dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK berturut-turut sejak tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017; Penghargaan Adipura yang diraih 3 Kali Berturut-turut pada tahun 2016 , 2017 Dan 2018. 
   Ning Ita berharap Pemerintah Kota Mojokerto dengan segenap komponen pembangunan kota harus terus bekerjasama dan sama-sama bekerja, untuk mewujudkan harapan-harapan dan kebutuhan yang lebih besar tersebut pada masa yang akan datang. 
   Mengakhirnya pemaparannya Ning Ita atas nama Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Ketua, para Wakil Ketua, para Ketua Fraksi dan Komisi serta seluruh anggota DPRD Kota Mojokerto, seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kota Mojokerto. 
   Serta seluruh elemen masyarakat dari kalangan perguruan tinggi, akademisi, intelektual, profesional, pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat, ormas, orsospol, insan pers di Kota Mojokerto, atas dukungan dan partisipasinya dalam pembangunan Kota Mojokerto. 
   Turut hadir dalam rapat paripurna DPRD Kota Mojokerto penyampaian LKJP adalah jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekda Kota Mojokerto Harlistyati, Asisten Sekda Kota Mojokerto serta segenap kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. * Humas/Ds


Suaraharianpagi.com tubaba - lampung
   Kornelia Umar, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan optimalkan penanganan sampah plastik untuk kebersihan lingkungan masyarakat.
   Ungkapan ini dikatakan Kornelia, dalam acara rapat konsultasi (Rakon) tahun 2019 yang berlangsung di ruang aula bupati di Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) kabupaten setempat, Rabu (10/04/19) sekira pukul 08:30 WIB.
   Ketua TP-PKK menyampaikan, bahwa salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan program yang harus dilaksanakan di antaranya pengurangan penanganan sampah plastik dan stunting atau kekurangan gizi.
   Pemerintah telah menetapkan target dalam pengurangan sampah plastik mengacu pada Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yaitu jumlah pengurangan sampah plastik 30 persen pada 2025.
   “Produksi sampah plastik memang sulit dihentikan, namun sangat mungkin untuk dikurangi terutama dengan mengubah kebiasaan kecil di rumah,” kata Kornelia Umar.
   Ada delapan (8) upaya yang akan dilakukan oleh TP-PKK Tubaba untuk mengurangi sampah plastik yaitu;
1.       Manfaatkan kantong atau wadah dari plastik yang ada, seperti Kantong plastik yang dapatkan dari pasar sebaiknya tidak Iangsung dibuang sehingga kita bisa menggunakannya lagi di kemudian hari.
2.       Membatasi pemakaian kemasan plastik. Sisa kemasan adalah jenis sampah plastik yang paling banyak kita hasilkan sehari-hari. Contohnya shampo kemasan sachet.
3.       Membawa tas belanjaan sendiri, bawa selalu tas kanvas kemanapun kita pergi sehingga tidak perlu Iagi membungkus belanjaan dengan kantong plastik.
4.       Kurangi memesan makanan, masaklah makanan sendiri. Memasak makanan sendiri menghindari produksi sampah plastik.
5.       Gunakan peralatan makanan dan botol minuman sendiri.
6.       Kurangi penggunaan sedotan plastik.
7.       Simpan makanan dalam toples kaca.
8.   Olah sampah plastik jadi barang baru.
   “Upaya penanganan atau pengurangan sampah plastik ini sangat penting untuk kita sosialisasikan serta melaksanakan, dan hendaknya kita jadikan sebagai salah satu program kegiatan PKK Tulang Bawang Barat,” harapnya.
   Hal lain lanjut Kornelia, yang perlu mendapat perhatian adalah permasalahan stunting yaitu, sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.
   Adapun penyebab anak terkena stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyakit Iain seperti diare. Penyakit stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 3O persen dari anak yang normal.

   Kornelia mengingatkan bahayanya Stunting begitu berdampak besar pada pertumbuhan anak, maka perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.
   “Program penanganan stunting ini pun perlu kita rancang untuk dilaksanakan, tentunya melalui kerjasama dan sinergi di antara unsur terkait yang ada di daerah ini,” pintanya.
Kabiro sandy/nopriwan/andi febri gunawan. 


Suaraharianpagi.com - Tulang Bawang Lampung
 Dalam upaya terus memperkuat rasa kebangsaan, pelaksaan peringatan Isra Mi'raj di Kampung Ringin Sari Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulangbawang, didahului dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Rabu (10/4). 
   Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Anthoni MM dan sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Tulangbawang.
   "Peringatan Isra Mi'raj di Ringin Sari tahun ini terasa spesial karena bisa dihadiri Ibu Bupati, dan ini kali pertama ibu datang ke Kampung kami, setelah Ibu menjabat Bupati," ungkap Kepala Kampung Ringin Sari, Supadi.
   Dalam peringatan Isra Mi'raj yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Kampung Ringin Sari ini, dihadiri sekitar 3000 an masyarakat, sehingga nampak sangat meriah, dengan penceramah Ustadz Hi Yantori.
   Banyaknya masyarakat yang hadir, merupakan sebagai ungkapan bahagia masyarakat dan juga sebagai ajang pulang Kampung oleh Bunda Winarti. "Sebagai Bupati saya berterimakasih, bertahap program kita laksanakan, Kampung Ringin Sari juga ada, perbaikan jalan jadi prioritas, tolong saling mengingatkan," ujar Bupati pesannya.
   Sementara sebelumnya, Bupati Winarti didampingi jajarannya, melakukan launching program bedah rumah Tahun 2019 di Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala.
   Dalam kesempatan itu, Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, berpesan kepada semua pihak, agar turut mengawasi pelaksanaan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang digulirkan Pemerintah ini.
   Mengingat bantuan bedah rumah harus benar-benar menyasar warga yang rumahnya tidak layak huni, apalagi program bedah rumah merupakan program pro rakyat yang digulirkan Pemerintah untuk rakyat tidak mampu.
   "Program bedah rumah merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan bentuk perhatian, bahwa Pemerintah akan selalu ada untuk rakyatnya," tutur Bunda Winarti.
   Adapun dijelaskan, pada tahun 2019 ini, sebanyak 400 warga yang masuk kategori tidak mampu di Tulangbawang mendapat bantuan bedah, dari jumlah itu, 100 unit rumah akan dibantu lewat APBD Tahun 2019, sementara 300 unit lainnya bersumber dari APBN.
   Para penerima program itu tersebar di Kecamatan Menggala, Menggala Timur, Banjar Baru, Banjar Agung, Merasa Aji, Dente Teladas, Gedung Meneng, Penawar aji, dan Meraksa Aji, Kegiatan Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti
                                Advetorial

                                                             Kabiro, Sandy/wartawan/Nopriwan/Andi FEBRIGUNAWAN


 SuaraHarianpagi.com – Tubaba Pememerintah Kabupaten
   Tulangbawang Barat (Tubaba) terus berkomitmen menjalankan pemerintahan dengan pengalokasian APBD yang pro-rakyat guna kemajuan dan kesejahteraan masya rakat.
   “Komitmen ini bahkan terus kita tingkatkan untuk menghadirkan pemerintah ditengah-tengah masya rakat, sehingga keinginan masya rakat dapat terpenuhi yakni masyakarat sejahtera, dan daerah ini menjadi kabupaten Maju dan berdaya saing,” ungkap Bupati Tubaba Umar Ahmad, SP usai memimpin upacara HUT Kabupaten Tubaba ke-10 tahun di lapangan upacara kantor bupati, di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (4/4).
   Umar Ahmad mengatakan, pada Dasawarsa Tubaba ini, pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat dan dirasakan, pemerintah bisa menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat.
   Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Tubaba, Umar mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Para Pejuang, Perintis, dan Pendiri Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian kemajuan pembangunan di kabupaten hingga seperti saat ini.
   “Sebagai daerah yang berusia 10 (sepuluh) tahun, Kabupaten Tubaba telah menapaki langkah-langkah awal dari perjalanan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dan, perjalanan waktu selama 10 (sepuluh) tahun ini dirasa cukup dinamis, serta mampu memunculkan semangat kebersamaan yang tinggi, yang pada akhirnya melahirkan pondasi-pondasi yang cukup kuat untuk menggapai kemajuan-kemajuan yang lebih pesat di masa yang akan datang,” terangnya yang kembali disampaikan dalam rapat paripurna istimewa HUT Tubaba di gedung DPRD.
   Bupati mengajak seluruh komponen pembangunan yang ada di Kabupaten Tubaba, untuk menjadikan Hari Ulang Tahun Ke-10 Kabupaten ini sebagai sarana instropeksi dan mawas diri terhadap apa yang telah dan akan terus dilakukan demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
   “Hal ini tidak mudah untuk diwujudkan, akan tetapi dengan dilandasi rasa memiliki, komitmen yang sungguh-sungguh dan semangat kebersamaan yang telah terjalin di antara kita, maka Insya Allah secara bertahap semua yang kita cita-citakan akan dapat kita gapai,” pintanya.
   Menurutnya, di usia yang ke-10 tahun, telah banyak capaian kemajuan pembangunan yang telah diraih. Namun demikian,  tentunya sangat banyak tugas dan tantangan yang masih harus diselesaikan.
   “Mari kita terus bekerja menyumbangkan kemampuan yang kita miliki untuk membangun daerah yang kita banggakan ini, agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera sesegera mungkin dapat tercapai,” kata dia
   Dalam upacara tersebut, Umar Ahmad menjadi inspektur upacara dan Kapten Inf. Gus Amirul dari Koramil Tulang Bawang Udik menjadi komandan upacara. Upacara dihadiri Wakil Bupati Fauzi Hasan, anggota legislatif, Kepala Kajari Menggala Ansari, forkopimda Tubaba, tokoh adat, tokoh pemekaran, tokoh agama, perwakilan ormas dan LSM, para pejabat dan ASN di lingkup kabupaten setempat, dan dimeriahkan oleh penampilan Polisi Cilik anak-anak SD di Tubaba hasil bimbingan Polres Tuba, (Kegiatan pemkab Tubaba, Advetorial)
Kabiro: Sandy/wartawan Andipebrigunawan/Nopriwan. SP




 Suaraharianpagi - Tulang Bawang
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, SE, MH selaku Bunda Pendidkan Anak Usia Dini (Paud) Kabupaten Tulangbawang, menghadiri sosialisasi dan harmonisasi Bunda Paud 2019 yang dilaksanakan di The Sultan Hotel dan Resort, Jakarta (02-04-2019)
   Dalam kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 1 sampai dengan 2 April 2019 ini, Bunda Hj. Winarti menuturkan, bahwa kerjasama yang baik antara pendidik Paud dan orang tua merupakan kunci bagi perkembangan peserta Didik Paud.
   "Sosialisasi ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman Bunda Paud  terkait kerangka kebijakan global dan Nasional dibidang Paud serta meningkatkan pemahaman peran serta Bunda Paud sebagai penggerak utama dalam pembinaan layanan Paud, semoga kita bisa menerapkan itu di kabupaten Tulangbawang," harap Bunda Winarti.
   Apalagi, keberadaan Bunda Paud memiliki peranan yang penting untuk menggerakkan segenap komponen dan sumber daya yang ada di kabupaten Tulangbawang, dalam mewujudkan layanan Paud yang berkualitas.
   "Saya percaya bahwa proses ini akan menjadi awal dari upaya strategis untuk bersama sama membangun generasi emas yang berkualitas mulai dari Anak Usia Dini," harap Bunda Winarti tegas bersemangat," publikasi.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget