Halloween Costume ideas 2015
Articles by "surabaya"


La Nyalla Jalur Independen Cagub Jatim
Surabaya - SHP
  Desakan dari organisasi Gerakan Muda Jawa Timur (GEMA Jatim) agar calon gubernur La Nyalla Mahmud Mattalitti maju lewat jalur perorangan mendapat dukungan dari Komunitas Pemuda Nusantara. Hal itu dinilai sesuai dengan karakter tegas dan berani yang menonjol di sosok La Nyalla.
Bila La Nyalla berkenan maju lewat jalur perorangan, maka keputusan itu selaras dengan sosok pribadi La Nyalla yang independen dan tidak bisa diatur-atur oleh pihak lain. “Padahal kita kan tahu kalau partai politik pasti ada kompromi dan deal politik. Sedangkan gagasan Pak La Nyalla sangat mendasar dan besar. Sehingga keputusan itu pasti jadi keputusan hebat dan berani. Pas dengan karakter Pak La Nyalla,” Ungkap Eko Saputra, Ketua Umum Komunitas Pemuda Nusantara.
   Komunitas Pemuda Nusantara juga meyakini La Nyalla bakal menjadi kuda hitam sekaligus alternatif pilihan kelompok pemilih dari kalangan muda. Sebab, selain faktor figur La Nyalla yang semangat dan optimismenya identik dengan orang muda, juga tawaran program tentang keadilan sosial adalah isu mendasar yang hanya bisa dijalankan oleh gubernur yang tegas dan optimis. 
   “Karena itu wajar bila ada kalangan pemilih yang jenuh dengan figur yang itu-itu saja. Apalagi gagasannya standar dan umum. Sudah sering kita dengar di janji-janji pilkada. Berbeda dengan La Nyalla yang mengusung tentang keadilan sosial,” tandasnya.  
   Ia juga menambahkan, dari beberapa riset dan kajian, tingkat kepercayaan masyarakat hari ini lebih kepada ketokohan figur calon, bukan kepada partai politik pengusungnya. Dalam beberapa riset di daerah, justru partai politik pengusung bisa menjadi faktor pengurang, apabila terjadi resistensi terhadap partai tersebut di masyarakat. *tim





Tersangka Peredaran Uang Palsu Di Kleler Polisi


Surabaya - SHP
   Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap sindikat peredaran yang palsu. Tiga orang pelaku berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti. Penangkapan terhadap tiga orang pelaku bermula dari aduan masyarakat yang resah akan peredaran uang palsu yang diterimanya.
   Ketiga orang pelaku tersebut antara lain adalah Siti Soleha (31) asal Desa Pandian, Burneh, Bangkalan, Tuni (50) warga Surtikanti 1-14 Sidotopo, Surabaya, dan Mala Herlina (49) warga Bulak Rukem 7-a Wonokusumo, Surabaya. Ketiga ditangkap setelah seminggu Tim Anti Bandit menerima laporan. Yakni pada Sabtu, 9 Juli 2017 sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat merilis para pelaku, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, dari ketiga pelaku tersebut, Siti Soleha berperan sebagai pencetak atau pembuat uang palsu dengan cara memfoto copy menggunakan printer merk HP. Kemudian Soleha menyelipkan pita agar uang palsu terlihat seperti aslinya. “Rp 9 Juta yang diringkus. Yang beredar sekitar Rp 50 juta,” kata Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi M Iqbal, Senin (24/07).
   Dari keterangan yang didapat, para pelaku mengakui bahwa uang palsu tersebut, setelah dibuat atau di cetak oleh Soleha, maka Soleha menjualnya kepada Tuni dan Mala dengan harga Rp. 500 ribu per Rp. 1,5 juta uang palsu. Selanjutnya Tuni dan Mala mengedarkan uang palsu yang sudah dibelinya dengan berbelanja di beberapa lokasi pasar tradisional.
   “Menurut laporan pelaku ini diduga mengedarkan uang palsu di pasar-pasar tradisional. Setelah dilakukan penyelidikan, mereka berhasil kami tangkap di pinggir Jalan, yakni di sekitar Jalan Kedinding Lor dekat ATM,” lanjut Iqbal.
   Alhasil, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp. 287 ribu, 1 unit printer merk HP warna putih, 1 buah cader, 1 buah gunting, sisa kertas HVS merk Paper One, 1 lem Fox, sisa kertas kado warna ungu, uang kertas palsu pecahan Rp. 100 ribu 3 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 50 ribu 61 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 20 ribu 4 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 10 ribu 10 lembar.
   Selain itu juga disita uang kertas palsu pecahan Rp. 10 ribu 19 lembar yang belum di potong, tas slempang warna pink, dan 1 unit handphone merk Prince warna hitam. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku di jerat dengan Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP tentang tindak pidana memalsukan uang kertas negara.*tim



La Nyalla Bebas
 Surabaya - SHP
   Hakim Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas putusan bebas La Nyalla Machmud Mattalitti oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim tahun 2012.
   Soemarso, salah seorang tim penasehat hukum La Nyalla mengatakan, penolakan kasasi jaksa itu diketahui dari website MA tertanggal 18 Juli 2017.
   "Semalam kita cek di website MA, teryata kasasi jaksa di tolak," terang Soemarsono saat menggelar jumpa pers di kantor Kadin Jatim, Kamis (20/7/2017).
   Dengan ditolaknya kasasi jaksa, lanjut Soemarso, pihaknya meminta agar Kejati Jatim menghormati putusan MA, diantaranya merehabilitasi nama baik dan harkat martabat La Nyalla Machmud Mattalitti.
   Tak hanya itu, Kejati Jatim juga diminta untuk membuka tiga rekening bank milik La Nyalla, yakni Rekening Bank Mandiri, City Bank dan BCA.
   "Sebenarnya sudah ada dalam putusan bebas Hakim PN Jakarta Pusat, tapi jaksa tidak mau membuka blokir karena lakukan kasasi dan sekarang kasasinya ditolak, sudah sepatutnya dan harus dilakukan Kejati Jatim untuk membuka blokir tiga rekening itu,"sambung Soemarso.
   Diterangkan Soemarso, atas ditolaknya kasasi jaksa, maka  perkara pidana 765/K Pid.sus /2017 sudah tidak dapat lagi dilakukan upaya hukum.
   "Yang ditolak itu materi pokok perkaranya, sehingga jaksa tidak punya lagi kesempatan melakukan upaya hukum," jelasnya. *tim/rhy

Enam Advokat Di Pecat Peradi Jatim
Surabaya - SHP
   Sungguh malang ke Enam  advokat anggota Peradi Jatim yang dipastikan tidak bisa menjalankan profesinya. Ini setelah Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Jatim resmi melakukan pemecatan lantaran melanggar Kode Etik dan Undang - Undang Advokat.
Enam pengacara yang dipecat Peradi adalah, :

*GEDIYANTO, SH. MH. CD,*
*A. FAISAL, SH (alm),*
*Ir. EDWARD RUDY, SH,* *HAIRANDHA SURYADINATA, SH, ALBERT RIYADI SUWON, SH. M.Kn dan Drs* *SOKA, SH MH,*
   "Nantinya advokat yang dikenai sanksi tidak bisa menjalankan tugasnya memberi pendampingan hukum, " kata Ketua Dewan Kehormatan Peradi Jawa Timur, Pieter Talaway,  Jumat (12/5).
   Advokat yang dipecat ini, ujar Pieter, sebenarnya bukan orang baru. Mereka memiliki nama dan sudah  praktek lama. "Pemecatan ini juga turun langsung dari pusat. Sebenarnya berat, namun langkah ini harus diambil," ujarnya.
   Selain memecat enam anggotanya, Peradi Jatim juga memberikan sanksi pada 25 anggota lainnya yang juga bertindak di luar kode etik. "Sanksi ini berupa skorsing dengan masa waktu beragam sesuai dengan kesalahannya, " ujarnya.
   Langkah ini, lanjut Pieter, diambil agar masyarakat mengetahui bahwa Peradi memiliki dewan pengawas terhadap tindakan profesi advokat. "Ini pelajaran buat kita semua. Agar pengacara tidak semena-mena menjalankan tugasnya," tegas Pieter.
   Surat keputusan sanksi ini akan diteruskan ke Mahkamah Agung, seluruh Pengadilan se Indonesia. Sehingga anggora Peradi yang terkena sanksi khususnya pemecatan tidak bisa melakukan pekerjaan advokat selama sanksi berjalan.
   Disinggung, kemungkinan jika anggota tersebut loncat ke organisasi advokat lainnya ? Menurut Pieter, organisasi lain pasti juga menjunjung Kode Etik Profesi Advokat. "Tidak mungkin menerima anggota baru yang bermasalah dengan kode etik dan Undang-Undang Advokat, ucapnya.
   Sementara itu, sejak 2010 terdapat 62 pengaduan terhadap profesi advokat yang sudah diputus dan 1 sedang dalam proses banding. Kasus tersebut di antaranya, menelantarkan klien,
bertindak sebagai preman/main hakim sendiri, menjerumuskan klien sehingga masuk proses pidana dan menipu klien.
   *Sebarkan ke Sejawat Advokat, teman2 di Instansi terkait / Penegak Hukum dan masyarakat umum *tim


Persahabatan Di Ujung Permusuhan Perkara Penggelapan Dan Penipuan


Surabaya - SHP
   Sungguh malang Nasib Soejono Candra (67) Warga Jl Perum Unimas Blok C-3 RT 004 RW,009 Waru Kab Sidoarjo.Di usia Senja seharusnya menikmati Ketenangan hidup ,berkumpul dengan Istri,anak dan Cucu.
   Tapi sayangnya terdakwa ini di dudukan di kursi Pesakitan sebagai terdakwa  yang di duga melakukan Penipuan dan Penggelapan.
   Awalnya Terdakwa Di Tahan di Kepolisian sampai ke Kejaksaan Tanjung Perak sampai Ke Pengadilan. Dalam Sidang Ke Dua Terdakwa Mengajukan Penangguhan Di karenakan terdakwa Sakit, sehingga penangguhan di terima oleh ketua Majelis Hakim dialihkan menjadih Tahanan Kota. Berdasarkan Dakwaan Nomer Reg Perk;Pdu.125/0.5.42/04/2017.
   Awalnya  pada tanggal 13 Juni 2004 Terdakwa Soejono Candra mendatangi Rumah teman akrabnya yaitu Lie Soekoyo (korban) untuk meminjam uang, tetapi Lie Soekoyo tidak mau meminjamkan.
   Akhirnya Tedakwa menawarkan agar Lie Soekoyo untuk membeli rumahnya yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C-8,RT 004,RW 009, Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Rumah Di jual dengan kesepakatan harga Rp 660 juta. Dengan alasan rumah akan di sita Bank Artha Graha Surabaya.
   Terdakwa minta kepada Lie Soekoyo agar rumah tersebut jangan di jual ke orang lain, dalam jangka 2 tahun rumah tersebut akan di beli kembali.
Karena merasa kasihat namanya teman baik akhirnya permintaan Terdakwa di turuti terjadila kesepakatan yang di saksikan oleh Mei Pangestu (Istri Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Soekoyo).
Akhirnya ada pertemuan di Bank Artha Graha Surabaya, di sinilah Lie Soekoyo memberihkan uang Tunai Sebesar Rp 660 juta, untuk penyelesaian rumah terdakwa agar tidak di sita oleh bank.
Penyelesaian di bank sudah selesai, bahkan terdakwa memperlihatkan Roya dan Sertifikat Rumah. Seiring jalan dan waktu 2 tahun berjalan sudah pada tanggal 29 November 2006.Terdakwa Sejono Candra Mendatangi Rumah Korban Lie Soekoyo untuk mengajukan suatu permintaan  di karenakan terdakwa tidak sanggup membeli rumahnya kembali,
Akhirnya munculah kesepakatan mengesahkan jual beli rumah Terdakwa.pada tanggal 30 November 2006 di Notaris Sugiarto Jl Bubutan NO  117 A Surabaya.
   Di Notaris Sugiarto ini terjadi Akta Pernyataan Jual Beli No 9 tanggal 30 November 2006, yang isinya bahwa rumah di jual dengan harga Rp 660.125.000  (Enam Ratus Enam Puluh Juta Seratus Dua Puluh Limah Ribuh Rupiah).
   Sekaligus di buatkan Akta Kuasa Jual No 10 tanggal 30 November 2006.Pembuatan akta yang di lakukan di Notaris Sugiarto SH,MH di jl Bubutan no 117 A Surabaya. disaksikan oleh Yen Jet Ha (IstriTerdakwa Soejono Candra), Mei Pangestu (Istri Lie Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Lie Soekoyo.
   Setelah di buatkan Akta tedakwa masih mengajukan permintaan tambahan uang Rp 25 .000; (Dua Puluh Lima Juta) untuk Biaya Transportasi Pengosongan Rumah di Jl Perum Unimas Garden Blok C-8,RT 004,RW 009, Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Bahkan terdakwa minta tempo 3 tahun untuk Pengosongan Rumah yaitu tahun 2009. akhirnya Soekoyo membuatkan Akta Pengosongan Rumah  No 11 tanggal 30 November 2006.
   Pada intinya di Kantor Notaris Sugiarto SH,MH, di Jl Bubutan No 117 A Surabaya, Terjadi  Pembuatan 3 Akta diantaranya 1,Akta Jual Beli Rumah No 9 tanggal 30 November 2006. 2.Akta no 10 Tanggal 30 November 2006 dan 3. Akta No 11 Tanggal 30 November 2006 terkait Pengosongan rumah tahun 2009.
   Berjalannya waktu tahun 2009 ternyata Terdakwa Soejono Candra Ingkar Janji ,Rumah tidak di kosongkan, Setelah di selidiki. Rumah yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C -8,RT 004, RW 009, Desa Waru,Kecamatan Waru,Kabupaten Sidoarjo. Ternyata Rumah tersebut sudah di sewakan kepada Fredy Tjandra selama 10 tahun. berdasarkan  Akta no 11 tanggal 17 April 2007 yang di buat di Notaris yang sama yaitu Notaris Sugiarto SH,MH Jl Bubutan no 117 A Surabaya.
   Dalam Akta yang isinya bawa rumah di kontrakan selama 10 tahun dengan harga Rp 25 juta mulai tahun 2007 sampai 2016.Karena Lie Soekoyo merasa di Tipu Oleh Terdakwa Soejono Candra dan Notaris Sugiarto akhirnya melaporkan Ke polisi.
Perbuatan Terdakwa Soejono Candra di Jerat  Pasal 372 ,Pasal 266 ayat (1),Pasal 378 Kuhp, Pasal 264 ayat ke (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 Kuhp .
Dari perbuatan Terdakwa Soekoyo Candra Lie Soekoyo mengalami kerugian  sebesar Rp 660 125.000, dan Rp 25 .000.000.
   Sedangkan Notaris Sugiarto Juga Di Laporkan Ke Polisi Namun berkasnya masih belum P21 masih tahap 2 di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. *rhy


Gara-Gara Beli Sabu Urunan, Masuk Hotel Prodeo
Surabaya - SHP 
   Sidang Narkoba yang Mendudukan Dua Orang diantaranya  Terdakwa 1 Achmad Munawir Bin Achmad Senen (25) Warga Jl Tambak Segaran Wetan Gg 1 no  42 Surabaya.  
   Terdakwa 2 .Achmad Rokib Bin Nurjawi (35) Warga jl Donorejo Surabaya. Sidang yang di gelar di R Candra Pengadilan Negeri Surabaya.di ketuai Majelis Hakim Jihad SH,MH. Sidang yang Beragendakan Pembacaan Dakwaan yang di Bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Amelia SH.Dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.
Dalam  Dakwaan No Reg .Perk ;PDM -98/TJG PRK/Ep.2/03/2017.
   Berawal dari Terdakwa 1 Achmad Munawir membeli sabu di Jl Kunti Surabaya. Rupanya  Gerak Gerik Terdakwa 1 sudah tercium Polisi Sehingga pada saat membeli sabu tepatnya di warung kopi jl kunti  surabaya. Terdakwa berhasil  di tangkap .dari pengeledahan di tubuh terdakwa di dapatkan sabu dengan berat 0.37 gram.
Dalam penangkapan terdakwa 1 polisi melakukan Pengembangan bahwa sabu yang di bawah oleh terdakwa 1 di dapatkan dari orang yang tak di kenal.
Sabu yang di beli dengan urunan dengan harga 1 poket berat 0,37 gram seharga Rp. 150 ribu yang rencanannya akan di pakai bersama sama. 
   Dari hasil Pengembangan inilah kemudian Polisi melakukan Penangkapan dan Pengeledahan terhadap rumah  terdakwa 2 Acmad Rokib (35) di Jl Donorejo DKA Surabaya, hasil Pengeledahan dari rumah terdakwa 2 di dapatkan Barang Bukti 1 (satu) buah Bong, botol kaca kecil, pentil, pipet kaca dan 2 buah korek api.
    Dari hasil Lab No 1747/NNF/2017 bahwa sabu tersebut di dapatkan Kristal Metamfetamina terdaftar dalam golongan 1 (Satu) nomor urut 61.
   Karena perbuatannya Kedua Terdakwa 1 Acmad Munawir dan Terdakwa 2 Achmad Rokib di jerat pasal 112 ayat (1),pasal 114 ayat (1), pasal 132 ayat (1) Tentang Undang Undang RI no 35 tahun 2009, dengan ancaman  Minimal di atas 4 tahun Penjara.*rhy


Pengalihan Tahanan Kota Di Kabulkan
Surabaya - SHP
   Sidang lanjutan Perkara Prona Sertifikat Massal Kelurahan Tanah Kali Kedinding yang di gelar di Pengadilan Tipikor Jl Juanda Sidoarjo.
Sidang kali ini yang di pimpin Ketua Majelis Hakim  M Taksin beragendakan pembacaan penetapan pengalihan penahanan. Lantaran saat ini terdakwa Jonathan Soewandono sedang mengalami sakit. Itupun dibuktikan adanya rekomendasi dokter.
   Pertimbangan lain kata Taksin, adalah yang bersangkutan saat ini ditubuhnya dipasang selang yang setiap saat harus dikontrol oleh petugas medis. Selain itu, terdakwa berjanji tidak akan mempersulit persidangan.
“Jadi kami putuskan pengalihan penahanan terdakwa dari tahanan Rumah tahanan negara (rutan) menjadi tahanan kota” jelas hakim M Taksin kepada Jaksa Penuntut Adhiem Ginanjar dari Kejari Tanjung Perak. *RHY




Tersangka Bisnis Esek-Esek di Keler Polisi


Surabaya - SHP
   Tutup sudah penjualan jasa esek esek melalui situs jejaring sosial Facebook Anggrek Senja, Kali ini  Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang wanita Irsyadul Ibad Ila Sabili Rasyad (23) asal Tinamo RT 003 RW 004, Dukuh Agung, Tikung Lamongan.
   Tersangka Irsyadul Ibad Ila Sabili Rasyad merupahkan  pelaku perdagangan anak dibawah umur. Selain melayani prostitusi online, pelaku juga memberikan layanan bertiga/ threesome apabila pelanggannya mengingingkan.
   Irsya yang diketahui sebagai single parent itu, mengaku tinggal di Jalan Dr. Soediro Husodo, Randu Agung, Gresik.Bisnis jasa esek esek sudah berjalan tiga bulan,sayangnya korban yang di tawarkan dibawah umur,sehingga bisnis esek esek ini tercium oleh polisi terutama  AKP Ruth Yeni,Irsya ditangkap bersama korbannya, Indriani Kumalasari (16) warga Jalan Jagiran Barat Makam A / 2-M Surabaya, pada Rabu 27 Februari 2017 di Hotel Red Planet Jalan Arjuno Surabaya.Harga patok yang di pasang Rp 600 ribuh ,bersih.
   Menurut AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya,menjelaskan, sekitar 3 minggu yang lalu ada tamu laki-laki yang mengirim pesan kepada Irsya melalui inboks di Facebook dan berminat untuk membokingnya, dan sudah mentransier uang tanda jadi sebesar Rp. 100 ribu ke rekening miliknya.
   Namun pada saat itu booking dibatalkan oleh Irsya, sebab pelanggan meminta 2 orang perempuan. Kemudian pada Minggu, 26 Februari 2017 pelanggan menghubungi Irsya lagi dan menanyakan apakah masih bisa untuk booking atau tidak, yang kemudian diiyakan oleh Irsya. Kemudian pada hari Senin, 27 Februari 2017 Irsya kembali membuka grup Facebook WP/PK Real Area Jatim.
   Irsya lalu melihat adanya postingan akun bernama Nii Annie yang ternyata juga mempromosikan dirinya dengan postingan Open BO. Dari postingan itulah kemudian Irsya menghubungi korban yang tak lain adalah Indriani. Irsya mengirimkan sebuah pesan melalui inbox di Facebook, dan mengajaknya untuk dibooking di Hotel Red Planet sekitar jam 7 pagi. tarif sebesar Rp. 1,2 juta. Rencananya tarif tersebut akan dibagi dua, masing-masing Rp. 600 ribu. Menurut pengakuannya baru kali ini melakukan pekerjaan yang tidak formal ini," jelas Shinto
   Dari hasil ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit Aipad merk Evercros wama hitam, dan uang tunai sebesar Rp. 400 ribu. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Irsya dijerat dengan Pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman pidana Max 15 tahun penjara.
   Sedangkan barang bukti diamankan di Mapolrestabes Surabaya guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Polisi masih mendalami apakah ada korban lagi selain satu orang yang diakui oleh tersangka. *tim



Pemkot Surabaya Tindak Tegas Penari Erotis


Surabaya - SHP
   Pemkot Surabaya segera menutup rumah karaoke yang berlokasi di jalan Ngaglik itu Menurut, “Kepala Satuan PP Pemkot Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubpar) Surabaya. Dipastikan segera menutup Mega Karaoke.
   "Jelas melakukan pelanggaran, jadi sudah pasti dilakukan tindakan tegas," kata Irvan saat dikonfirmasi, Tindakan tegas itu, kata Irvan, adalah penutupan Mega Karaoke.
Karena menyediakan penari striptis di tempat hiburan. "Itu sudah pasti menyalahi Perda (Peraturan Daerah), kemudian razia yang dilakukan Polrestabes Surabaya juga sudah jadi bukti adanya pelanggaran. Nanti ditutup," ucap Irvan.
   Irvan belum bisa memastikan kapan Satpol PP dan Disbudpar Pemkot Surabaya melakukan tindakan penutupan Mega Karaoke.
"Kami terus koordinasi dengan Disbudpar, nanti akan ada bantuan penertiban (Bantib)," ujar Irvan.
   Seperti diberitakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan Mega Karaoke, Jumat (17/2/2017) dini hari.
   Dalam penggerebekan ini, tujuh orang termasuk empat penari bugil digiring ke mapolrestabes. Ketujuh orang ini adalah, Nana Suryawati (36), warga Pagesangan IV selaku penyedia tarian striptis. Eka Bayu Parsetiyo (26), warga Manukan A-1, selaku supervisor karaoke.
Sedangkan keempat penari striptis, yakni Henny Sulistyowati alias Vero, Elinda alias Siska alias Dora, Anik Rahayu alias Tania, dan Yanti alias Susan. *tim

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget