Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Pasuruan"


 Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Menindaklanjuti adanya surat himbauan terkait dengan hari libur nasional, yaitu dalam rangka tahun baru Imlek 2570 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 5 Februari besok. Kantor pelayanan SIM dan pajak kendaraan  Kantor Bersama Samsat Pasuruan Kota induk dan unggulan (samsat keliling dan samsat payment point ngopak) libur 1 hari. Berdasarkan dengan surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 617 tahun 2018, nomor 262 tahun 2018 dan nomor 16 juga tahun 2018 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019.
   Seperti yang telah di terbitkan adanya pengumuman hari libur dari Pemerintah Provinsi Jatim melalui Badan Pendapatan Darah, pihak Samsat juga sudah menempelkan adanya pengumuman terkait layanan di tutup pada hari besar keagamaan yaitu tahun baru Imlek pada Selasa besok. Dalam hal ini, Kanit RegIdent (KRI) Iptu Zainul Imam SyafiiSH.MH bersama pihak Administrator Pelaksana (Adpel) yang akrab dipanggil Renny di KB Samsat Pasuruan Kota mengatakan. "Kita mengikuti hari libur nasional sekaligus untuk menghormati antar umat beragama, seperti pada hari hari besar pada umumnya. Karena itu sudah menjadi aturan dan ketetapan yang berlaku", Ujar Iptu Zainul Imam.
    Selanjutya layanan di KB Samsat Pasuruan Kota akan kembali dibuka normal pada keesokan harinya, yaitu Rabu 6 Februari 2019 seperti biasanya. Yang mana untuk jadwal pelayanan pada hari Senin hingga Kamis dibuka mulai pukul 08.00 - 13.00 wib dan untuk hari Jumat pukul 08.00 - 11.00 wib sementara untuk hari Sabtu pelayanan setengah hari yakni mulai pukul 08.00-12.00 wib. Untuk itu, perlu diketahui secara bersama khusunya bagi masyarakat pemilik kendaraan yang hendak memperpanjang wajib pajak kendaraannya agar segera di urus atau dibayarkan sebelum masa berlakunya habis pada tanggal hari libur tersebut.
  "Buat masyarakat, yang masa berlakunya jatuh pada tersebut supaya diajukan lebih awal sebelum hari libur" Tambahnya KRI Imam kepada awak SHP saat diruang kerjanya. *syah


Pasuruan – suaraharianpagi.com
   Hati-hati menuliskan status di media sosial Anda. Jika tidak, berurusan dengan pihak berwajib. Seperti yang terjadi di Pasuruan, sebuah akun Facebook dilaporkan ke polisi karena unggahan statusnya dianggap penyinggung. Status yang tertera di sebuah akun FB dengan nama Matones Cortes, dianggap menyinggung LSM Pasuruan. Akibatnya, sejumlah LSM kota/ Kabupaten melaporkan ke Polres Pasuruan Kota. 
    "Kami melaporkan dan mengadukan akun Facebook ini dengan aduan pencemaran nama baik terhadap kami, para LSM ", terang Kusuma. Status Facebook yang diunggah pada Minggu, 20 Januari itu bertuliskan: "Lek Penggaweane LSM ojok ngarani wong liyo korupsi, amergo awak e Dewe tukang nyrampok duwek negoro ". Status ini, menurut Kusuma, mengundang keresahan karena memunculkan persepsi buruk di masyarakat tentang profesi seseorang, seolah-olah nama yang disebutkan dalam akun adalah "RAMPOK". "Tulisan ini sangat tidak etis, dan akan menimbulkan opini nrgatif dikalangan madayarakt", tambah Kusuma, si rambut panjang. 
    Lebih jauh, Kusuma menyebut, aduan yang dilakukannya ini semata-mata ingin memberikan pelajaran hukum kepada siapa saja agar bisa bertindak arif dan bijaksana dalam menggunakan media social”. Tindakan kami bertujuan mendidik masyarakat agar lebih bijak menggunakan sosial media", katanya.
    Dengan adanya kejadian ini, Lukman Hakim Ketua Umum LSM Garda Pantura juga menyampaikan”, dugaan penghinaan terhadap LSM ini kita sudah laporkan kepada penegak hukum Polresta Pasuruan. Dengan adanya kejadian ini kami secara kemanusiaan sudah mema'afkan terlapor, namun ini kami sudah serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum biarlah penegak hukum yang melanjutkan permasalahan ini sesuai dengan undang-undang yang ada".
    Selain itu Lukman juga menambahkan”, dengan adanya kejadian seperti ini biar menjadi pelajaran kepada masyarakat,  setidaknya menggunakan media sosial dengan sebijak mungkin, jika memang tidak diperlukan sikap - sikap yang tidak punya kepentingan ini tentu harus ditinggakan, apa lagi itu mengundang kontorfensi dan memicu konflik itu yang kita tegaskan ".
Hingga berita ini diterbitkan, Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik akun”. * syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Suasana sebelumnya adem, ketika pihak PLN, mempersilahkan perwakilan peserta aksi masuk untuk dapat berdialog, sampaikan aspirasi dengan pimpinan PLN yang berkantor di Jl Panglima Sudirman, Kota Pasuruan itu. Hanya saja, kondisi sedikit menghangat, setelah mengetahui Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan tidak menemui mereka. Teriakan pun menggema di salah satu ruang pertemuan PLN itu.
  Mereka pun memutuskan keluar dan tidak melanjutkan dialog yang diagendakan saat itu. Akan tetapi, suasana panas masih terlihat, tatkala seorang di antaranya, tiba-tiba menggebrak meja dan berteriak ke arah pegawai PLN, meski kemudian, berhasil diajak keluar, menghindari hal-hal yang tak terduga.
    “Percuma, percuma, percuma!” teriak seorang peserta aksi menunjukkan kekecewaan gara-gara tak ditemui pimpinan PLN.
    Koordinator Aliansi Komponen Masyarakat Pasuruan (AKRAB), Ayik Suhaya menegaskan, kekecewaan terhadap PLN saat penyampaian aspirasi itu, dianggapnya wajar dan cukup beralasan. Pasalnya, sejak jauh sebelumnya, surat telah dilayangkan, salah satunya meminta bertemu langsung dengan pimpinan PLN, dalam hal ini Manager Are, Agus Setiono. “ Lha kalau kalau diwakilkan, tidak bisa memberikan kebijakan,” tandas Ayik, mengungkapkan alasan meninggalkan ruangan dialog bersama pihak PLN.
     Aksi AKRAB kali ini, dilakukan setelah pihaknya menerima banyak masukan dan keluhan terkait seringnya PLN melakukan pemadaman. Dari catatan mereka, warga kerap tak mengetahui bila pada waktu tertentu listrik dipadamkan. Sehingga PLN dianggap sewenang-wenang, karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan kepada warga. Belum lagi, persoalan pemutusan jaringan listrik di rumah-rumah milik warga. Warga seringkali merasa tertekan, lantaran PLN kerap tidak memiliki kebijakan, berperan bak diktator, yang langsung memutus listrik warga, bilamana ada tunggakan tagihan. Sampai saat ini belum ada penjelasan disampaikan oleh pihak PLN, terutama Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan, terkait sikap dan tuntutan AKRAB. *syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam mengungkap hasil Operasi Sikat Semeru 2018, selain mengamankan puluhan pelaku tindak kejahatan kriminal. Pihak Kepolisian Resort Pasuruan Kota juga berhasil membekuk pentolan pelaku Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) lintas daerah. Tersangka HL yang diketahui sebagai pentolan pelaku Curat yang sudah beraksi di TKP hotel BJ Perdana, berhasil diamankan petugas kepolisian beserta teman lainnya. Sementara satu pelaku lain masih dalam proses perburuan pihak kepolisian setempat karena melarikan diri.
   "Hasil ungkap kali ini kita lakukan menyeluruh di wilayah yang ada, dan ada salah satu tersangka yang merupakan pentolan dalam kasus curat saat ini masih kita sidik terkait kejadian salah satunya di hotel ", tegas AKP Slamet Santoso. SH, selaku Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota saat press release dilakukan. Sebanyak 5 kasus yang berhasil diungkap pihak kepolisian diantaranya yaitu Curanmor, Curat, Curas, Sajam dan Street Crime lainnya. Sedangkan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 99 tersangka.
   Slamet juga menegaskan, bahwa untuk menekan aksi pelaku tindak kejahatan dan kriminal, pihak kepolisian akan terus melakukan upaya penindakan. " Tidak harus dalam operasi saja, setiap hari kita akan lakukan pencegahan dan penangkapan para pelaku yang meresahkan masyarakat. Untuk tersangka lain yang dalam pelarian, kita akan terus melakukan pengejaran ", Imbuhnya.
    Dari data tersebut, ada sebanyak 37 tersangka non Target Operasi (TO) serta ada 9 tersangka yang masuk dalam TO. Selebihnya 16 tersangka sudah dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, dan sebanyak 30 orang masuk pada proses pembinaan karena terkait aksi
premanisme dan mengganggu ketertiban masyarakat. Selain mengamankan para tersangka tindak pidana dan kejahatan, petugas kepolisian juga mengamankan puluhan barang bukti hasil kejahatan berupa surat keterangan dari bank atau leasing, kendaraan sepeda motor dan juga puluhan hand phone hasil kejahatan beserta alat kejahatan lainnya. *ko/syah

 Pasuruan - suaraharianpagi.com

   Pada momen menjelang hari raya Idul Adha 2018, Slamet Haris selaku juragan hewan potong banjir pesanan dari para pembeli dan juga pelanggannya. Guna memenuhi hal itu, Dirinya harus menyiapkan ratusan ekor kambing dan sapi pesanan di kandang miliknya yang terletak di RT 02 RW 07 Krikilan, Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk pelayanan yang di berikan kepada setiap pembeli terutama para pelanggan tetapnya. Sehingga, ketika para pembeli datang dan memilih langsung ke tempat kandang milik Haris nantinya tidak merasa kecewa alias merasa puas. 
   Alasan harganya yang sangat terjangkau serta kwalitasnya yang bagus, hewan potong milik Haris laris manis diburu para pembeli. Baik pembeli dari wilayah sekitar maupun pembeli dari luar daerah. Diketahui juragan Slamet sudah 31 tahun yaitu sejak tahun 1987 menggeluti profesi jual beli hewan potong tersebut. " Kita siap melayani para pembeli kapan pun dan tidak mengacu pada hari besar saja. Misal buat acara aqiqoh, selamatan, acara nikahan maupun khitan. Dan bukan hanya itu saja, kita juga menyiapkan jasa menyembelih termasuk mengolah masakan ", Ungkap Haris saat di konfirmasi awak SHP di kandang miliknya pada Selasa, 14 Agustus siang. Sedangkan mengenai kelaiakan setiap hewan potong miliknya, secara rutin juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari pihak Dinas Peternakan bidang Kesehatan Hewan (Keswan). Dengan begitu, nantinya para pembeli baik yang pemula maupun yang sudah menjadi pelanggan tetapnya akan merasa puas.
   Seperti yang sudah dikenal dengan sebutan paguyuban 'Kandang saras 008-03 Kalipang', juragan Slamet menyiapkan berbagai ukuran dan harga hewan potong yang di patok. Untuk seekor kambing mulai dari harga Rp 2.000.000 hingga 5.000.000 per ekornya. Sedangkan untuk harga hewan sapi mulai harga Rp 17.500.000 per ekor dengan bobot variatif. Dirinya juga mengakui, bahwa para pelanggannya banyak yang berasal dari kalangan instansi pendidikan baik tingkat SD sampai tingkat kejuruan tinggi termasuk pelanggan dari pihak perusahaan swasta maupun BUMN daerah sekitar, " Pelanggan kita kebanyakan dari kalangan sekolahan dan perusahan, terlebih pada momen saat ini pasti ratusan ekor kambing dan sapi sudah di pesannya", Tukasnya Slamet. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.con
   Perlombaan sepak bola liga antar perangkat desa dalam rangka untuk memeriahkan sekaligus mengisi HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun, Desa Rejoso Lor menjuarai tingkat 1 se Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Lomba sepak bola yang digelar sejak Minggu 05 Agustus hingga 11 Agustus di lapangan Kecamatan Rejoso pada sore hari itu, di ikuti seluruh perangkat, BPD dan juga Kepala Desa (Kades) di 16 Desa wilayah Kecamatan Rejoso.
   Dipuncak terakhir pada 11 Agustus laga antar desa itu, tim dari Desa Rejoso Lor juara 1 setelah menghadapi tim dari Desa Pandanrejo dan menang 3:1 di ronde adu finalti setelah pertarungan sengitnya. Sementara untuk juara lll, tim dari Desa Ketegan menang 2:0 atas Desa Toyaning. " Ini sifatnya untuk menjalin rasa persaudaraan antar desa satu dengan lainnya, khususnya sesama perangkat desa. Dan alhamdulillah serta ucapan terima kasih atas semangat dari perangkat dan motivasi dari warga kita, sehingga desa Rejoso Lor bisa menjuarai laga ini ", Ungkap Khumaidi dengan panggilan akrabnya Robet selaku Kades Rejoso Lor saat memotivasi para pemain di lapangan bersama warganya Sabtu, 11 Agustus sore kemarin. 
   Giat sepak bola itu tak lain adalah bertujuan untuk menjalin serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan antara Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada lebih di tingkatkan. Dari ke 16 desa yang ikut tersebut diantaranya yakni desa Arjosari, Jarangan, Karang Pandan, Kawis Rejo, Kedung Bako, Kemantren Rejo, Ketegan, Manik Rejo, Pandan Rejo, Patuguran, Rejoso Kidul, Rejoso Lor, Sadeng Rejo, Sambirejo, Segoro Puro dan Toyaning.
   "Sepak bola dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan tali silaturrahim antar pemerintah desa, baik kepala desa, perangkat maupun BPD. Ini semata semata menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan pada momentum hari kemerdekaan RI ", Ujar Camat Rejoso Muhammad Hariadi melalui Komari SH.MM selaku Sekretaris Camat (Sekcam) saat di temui awak SHP. Selain kegiatan perlombaan sepak bola, pihak Kecamatan juga akan mengadakan jenis perlombaan lain pada 12 Agustus mendatang. Yakni seperti lomba Musyabaqho Tilawatil Quran (MTQ) tingkat anak dan dewasa, Jalan Sehat yang nantinya akan di laksanakan setelah pelaksanaan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus nantinya. Termasuk mempersiapkan peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pusaka merah putih oleh pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang ada di wilayah Rejoso itu sendiri. "Untuk pelaksanaan lomba yang ada, nanti kita akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya jadwal yang ada tidak berbenturan dengan kegiatan di pemerintah kabupaten ", Tambahnya Komari. *Ko/Syah



 Pasuruan - suarahariapagi.com
   Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT), Kapolres Pasuruan Kota menggelar perlombaan burung berkicau tingkat Nasional di halaman Mako jalan Gajah Mada, kota Pasuruan pada Minggu, 29 Juli pagi.  Perlombaan tersebut dilakukan, selain untuk meramaikan hari kemerdekaan sekaligus untuk mengisi HUT Bhayangkara ke 72 tahun dan diikuti oleh ribuan peserta ada 5 kelas dalam perebutan juara diantaranya, kelas Kapolres, Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim dan Bhayangkara.
   "Acara ini selain untuk mengisi hari bhayangkara sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan dan berharap kedepannya lebih meriah ", Ujar AKBP Rizal Martomo SIK dalam pesan pidatonya. Dirinya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung, termasuk pada semua panitia yang ada. " Dalam acara yang sudah berlangsung kedua kali ini, mudah mudahan berlangsung lancar dan sukses. Dan terima kasih pada semua panitia, termasuk para peserta yang turut dan mengikuti ", Tambahnya Rizal.
   Sementara, menurut keterangan ketua panitia pelaksanaan lomba Iptu Nanag Abidin. Bahwa acara itu dibuka umum bagi para peserta lain dan tidak bagi para panitia lomba. "Untuk panitia sendiri, tidak boleh mengikuti acara lomba ini. Dengan begitu kegiatan yang ada dapat berjalan secara profesional ", Ungkap Nanang saat di konfirmasi awak SHP dilokasi perlombaan. Diketahui, dalam struktural kepanitiaan lomba untuk ketua panitia di pegang oleh Kompol Yuli Purnomo dan ketua pelaksana Iptu Nanang Abidin dan untuk penanggung jawab acara langsung di pimpin oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK
   Seperti yang dikatakan salah satu penjual kerudung sangkar burung Munir (63) asal Malang mengakui bahwa, giat lomba untuk hari ini menurutnya jauh lebih ramai dan nyaman. " Untuk kali ini lebih ramai Mas....!, tempatnya juga jauh lebih nyaman. Karena dulu pohon pohonnya masih kecil dan kondisi cuacanya lebih panas, sekarang jauh lebih teduh ", Kata salah satu penjual yang selalu mengikuti acara perlombaan burung kicau di seluruh Nusantara tersebut. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Memberikan suatu pelayanan yang prima dan terpadu terhadap bentuk penerimaan dan penanganan terkait laporan atau pengaduan masyarakat, sudah tentu menjadi tugas pokok penting bagi setiap pelayan masyarakat. Baik pelayanan di dalam instansi pemerintahan, swasta maupun instansi kepolisian itu sendiri.
   Tentunya, hal tersebut harus dibarengi dengan adanya sebuah fasilitas yang memadai. Baik mengenai peralatan, infrastruktur serta sarana dan juga prasarana itu sendiri termasuk mengenai dampak bencana yang ada seperti banjir. Sehingga keseimbangan antara kebutuhan fasilitas dengan kapasitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat nantinya dapat berjalan lancar.
   "Memang setiap kali sungai welang meluap disaat musim penghujan, selain merendam rumah milik warga juga kantor polsek selalu jadi langganan banjir. Miris melihatnya Mas....!. Yang pasti dengan kondisi tersebut, jelas pelayanan jadi lumpuh. Mengingat genangan air banjir masuk tak tanggung tanggung hingga satu meter lebih ", Ungkap salah satu pemohon SKCK Samsul (39) warga Randusari, kota Pasuruan saat mengurus di kantor Polsek Gadingrejo pada Senin, 30 Juli pagi.
   Belum lagi, selama ini pihak Polsek sendiri harus berbagi ruangan di setiap unitnya sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan baik berupa pelayanan maupun pengaduan. Sehingga tatanan pelayanan yang ada di dalam Polsek Gadingrejo, hingga saat ini terkesan masih semrawut.
   Sementara menurut ketua DPRD kota Pasuruan H. Ismail Marzuki Hasan, " Karena itu untuk kepentingan dan juga pelayanan masyarakat, kita juga harus memperhatikan dan mendorong kondisi yang ada saat ini untuk di carikan solusi dengan cara ditingkatkan pembangunan atau pindah lokasi terdekat ", Ujarnya saat ditemui awak SHP beberapa hari lalu di ruang kerjanya.
   Diketahui, memang kondisi medan kantor Polsek dan rumah warga di sekitar jauh lebih rendah dari tanggul sungai Welang Kraton, termasuk dari posisi jalan raya di jalur pantura arah Surabaya - Probolinggo.
   Dengan keadaan yang ada tersebut, yang jelas nantinya dapat menganggu, menghambat dan bahkan dapat melumpuhkan segala bentuk pelayanan terhadap masyarakat bila tiba saatnya banjir melanda. Belum lagi para petugas, harus berupaya untuk menyelamatkan sejumlah perabotan seperti kursi, peralatan elektronik termasuk berkas penting lain yang ada di dalam Polsek itu sendiri.
   Untuk itu, perlu adanya dorongan dan dukungan dari sejumlah pihak. Baik dari pihak kepolisian sendiri, DPRD maupun pemerintahan setempat. Agar selanjutnya dapat dilakukan upaya peningkatan dalam bentuk pembangunan, termasuk mengenai kapasitas dari kondisi kantor Polsek yang dinilai kurang memadai. *ko/syah




Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) ke 20 tahun yang jatuh pada 23 Juli 2018 kemarin, jajaran Dewan Pengurus Cabang ( DPC ) PKB kota Pasuruan menggelar acara tasyakuran dan doa bersama di halaman kantor DPC PKB jalan Sultan Agung pada Rabu, 25 Juli pukul 19.00 wib. Acara tasyakuran tersebut dihadiri seluruh jajaran DPC PKB kota Pasuruan, baik mulai dari ketua Dewan Tanfid DPC PKB kota Pasuruan yakni Ismail Marzuki Hasan, ketua Badan Otonom, ketua ranting dan pengurus lain beserta para Caleg termasuk turut hadir dalam tamu undangan Ketua dewan syuro KH Asyari Machfud serta Ketua tanfidziah PC NU kota Pasuruan KH Halim Mas'ud. " Dalam acara ini, selain kita menjalin tali silaturrahmi sekaligus pengenalan para calon sesuai dengan dapil yang ada. Dan kami membuka diri secara profesional bagi masyarakat yang mau mencalonkan diri sebagai seorang pemimpin didalam pemerintahan ", Ujar Ismail dalam acara tasyakuran internal partainya. 
   Dari sejumlah nama Caleg PKB kota Pasuruan yang akan maju dalam pemilu 2019, untuk memperebutkan kursi DPRD kota Pasuruan di setiap Dapil yang ada diantaranya yakni. Untuk Dapil 1 wilayah kecamatan Panggungrejo yaitu Muhammad Nawawi S.Kom.MM, Dewi Indayani, Muhammad Machfudi, Muhamad Nawawi, Akhmad Sulaiman Mahbudi SH, Mega Dwi Fatmala SH, Muhamad Hasan, Drs Yudi Ruswandono, Hilda Amiriyah dan Sofyan. Untuk Dapil 2 wilayah kecamatan Bugul Kidul yaitu Ismail Marzuki Hasan, Okky Nanda Rusdianto SE, Miftahul Jannah SE, Titik Sutantinah. Dilanjut untuk Dapil 3 wilayah kecamatan Purworejo Abdullah Junaedi ST, Ahmad Iksan, Hanindyah Muharomah Kustianto, Akhmad Nasikh SE, Amin Suprayitno, Khoirul Ummah SPd, Muhammad Yusuf SE, Tri Widiyanti dan Akhmad Mitarul Ilmi. Dan untuk Dapil 4 wilayah kecamatan Gadingrejo yaitu Muhammad Yasin, Ukrimatus Saadah, Amin Mahmud, Muhammad Sodiq, Sugiarto, Nur Sofia Laila SE, Nabilatul Afiah S.Sos.
   Dengan adanya sejumlah Caleg yang sudah masuk dalam daftar KPU, selanjutnya para petinggi DPC PKB kota Pasuruan berharap agar setiap jajaran pengurus dan para Caleg merapatkan barisan. Seperti pada slogannya ' Mantabkan hati, tekadkan diri bahwa PKB selalu dihati '. " Sukses adalah perjuangan, untuk itu mari bersama sama kita merapatkan barisan dan terus melakukan komunikasi dengan para ranting yang ada termasuk dengan masyarakat. Selanjutnya membawa PKB ke arah yang lebih membawa arti dan warna untuk NKRI ", Tambah Ismail di hadapan seluruh jajaran pengurus dan ranting termasuk tamu undangan yang hadir.
   Sementara dalam kesempatan tersebut, KH Halim Mas'ud selaku ketua tanfidziah PC NU kota Pasuruan berharap. " Bahwa tidak mungkin, PKB meninggalkan NU dan kita tidak boleh menghilangkan nafas NU. Oleh karena itu saya berkomitmen untuk mendorong serta mendukung seluruh ranting dalam membesarkan partai yang betul betul ke arah Ahli Sunnah Wal Jamaah ", Pesannya.
   Sebelum menginjak pada penutupan acara tasyakuran, dengan penuh harapan agar semua proses pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar serta hasil yang memuaskan. Terlebih dulu dilakukan proses pemotongan nasi tumpeng oleh ketua Dewan Tanfid DPC PKB kota Pasuruan untuk selanjutnya diberikan kepada ketua Dewan Syuro dan juga ketua tanfidziah PC NU kota Pasuruan selaku tamu undangan. *ko/syah



Terkait Proyek JLU, Ketua DPRD Desak Pemkot Pasuruan
Pasuruan - suaraharianpagi.com
 Untuk menghindari adanya kesenjangan masyarakat yang begitu jauh menimpang antara daerah selatan dengan utara khususnya wilayah kota Pasuruan, tentu harus di imbangi dengan adanya pemerataan di bidang pembangunan. Baik melalui pembangunan infrastruktur maupun sarana dan juga prasana lainnya. Dalam hal ini, yakni mengenai adanya rencana pembangunan proyek Jalur Lingkar Utara (JLU) yang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi dan bahkan menjadi dambaan bagi masyarakat khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) secepatnta dapat segera terealisasikan.
   Untuk itu, H Ismail M Hasan SE selaku ketua DPRD kota Pasuruan mendesak pihak Pemerintah Kota (Pemkot) selesaikan proses pembebasan lahan sekaligus mempertanyakan sejauh mana pihak Pemerintah Kota (Pemkot) dalam melakukan upayanya selama ini. Mengingat hingga saat ini pihak legeslatif sendiri belum menerima laporan serta tidak mengetahui persis terkait proses perkembangan dilapangan guna mewujudkan rencana pembangunan JLU yang sudah menjadi pembahasan bersama itu.
   "Bagaimana perkembangan proyek itu, kita sendiri belum ada pemberitahuan dan yang pasti akan kita pertanyakan di saat pandangan umum nantinya ", Ujar Ismail. Selain itu, Dirinya berharap pada pihak Pemkot agar percepatan pembangunan proyek JLU pada tahun 2018 ini segera terselesaikan. Sehingga, selain dapat mewujudkan pemerataan dalam pembangunan secara tidak langsung juga dapat mengangkat perekonomian di wilayah Pantura. " Ya harapannya bila jalur lingkar utara itu bisa dibuka, minimal kesenjangan pembangunan yang ada tidak terlalu tertimpang jauh. Dari sisi pariwisata sendiri paling tidak bisa terangkat dan tentu akan diikuti perkembangan ekonomi yang meningkat ", Tambahnya dari partai PKB tersebut.
   Sementara untuk persiapan didalam mewujudkan JLU di wilayah Pantura itu, menurut Ismail bahwasanya Pemkot sendiri sudah memiliki dana cadangan sebesar Rp 60 miliar.  Yang mana dana tersebut, rencananya akan dibuat untuk pembebasan lahan sebagai kebutuhan proyek JLU nantinya. " Sekarang dana kita sudah ada, terus dari perkembangannya sendiri sejauh apa belum tahu. Pokoknya segera mungkin tahun ini harus bisa terselesaikan ", pungkasnya Ismail. *ko/syah







Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Kasus arogansi yang dilakukan Kepala Desa ( Kades ) Wonosari Supriyadi, kecamatan Gondangwetan, kabupaten Pasuruan terhadap warganya beberapa hari lalu, saat ini pihak kepolisian Resort Kota Pasuruan masih melakukan proses pemeriksaan terhadap saksi.
   Selanjutnya, dalam waktu dekat pihak Polres Pasuruan Kota secepatnya akan melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan terhadap pihak terlapor yakni Kades Supriyadi alias Jupri.
   Berdasarkan Laporan Pengaduan atas nama pelapor inisial ZA pada Senin 09 Juli lalu dengan nomor LP 154/Vll/2018 Polres Pasuruan Kota atas perbuatan tidak menyenangkan, Kades Supriyadi diduga telah melanggar pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun.
   Sementara, hingga saat ini pihak kepolisian sendiri dalam hal ini unit Pidana Umum (Pidum) sudah memintai keterangan dari 8 saksi yang ada. Selanjutnya dalam minggu ini juga akan melakukan pemanggilan terhadap
   "Saat ini masih dilakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan saksi, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor ", Kata Iptu Akhmad Jayadi SH, selaku KBO Reskrim Polres Pasuruan Kota saat ditemui awak SHP pada Kamis, 19 Juli pagi di ruang kerjanya.
   Pada kasus tersebut, selanjutnya Jayadi juga akan melakukan pendalaman terhadap motif sehingga timbul permasalahan antara pihak pelapor dan juga terlapor.
   Dirinya berharap, bila permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan alangkah lebih baik. " Harapan kalau memang bisa diselesaikan secara kekeluargan, setidaknya kedua belah pihak bisa saling memaafkan", Tukasnya. *ko/syah


   Dalam rangka pelaksanaan program kerja Bhayangkari tahun 2018, ketua Bhayangkari daerah Jatim Lita Mahfud Arifin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke cabang kota Pasuruan pada Jumat, 13 Juli di hotel Horison jalan A Yani pukul 08.00 wib pagi. Bersamaan dengan itu, pihak Bhayangkari juga menggabungkan acara dengan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGK) yang Ke 66 Tahun 2018 dengan melaksanakan giat Bhakti Sosial (Baksos) bersama anak yatim dan santri se Pasuruan Raya pada Jumat, 13 Juli pagi di Hotel Horison jalan A Yani kota Pasuruan.
   Kedatangan Ny. Lita Mahfud Arifin Bhayangkari Jatim bersama rombongan didampingi ketua Bhayangkari cabang Pasuruan Kota, Kabupaten dan Probolinggo Kota serta Kabupaten saat tiba di lokasi Hotel Horison disambut dengan tarian 'Pasuruan Gemuyuh' oleh sejumlah putri cantik. Sebanyak 400 undangan anak yatim dan santri se Pasuruan Raya yang hadir dalam acara nampak begitu menikmati dan berbaur, ditambah adanya pertunjukan tari tarian, magic dari pesulap sekaligus adanya sebuah atraksi formasi kesatuan Polri dari 'Polisi Cilik' membuat suasana yang ada menjadi semarak dan khidmat.
   " Setiap Bhayangkari selalu dihimbau untuk mendangdutkan misi sosialnya, mendahulukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pendidikan anak anak yang kurang mampu termasuk anak yatim ", Ujar Lita kepada sejumlah awak media di sela acara. 
   Lita juga berharap, agar mutu sekolah Bhayangkari kedepannya lebih ditingkatkan dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, Dirinya juga akan mengagendakan bentuk kegiatan sosial lain yang ada di setiap cabang daerah Jatim itu sendiri. " Setiap cabang harus meningkatkan mutu masing masing sekolah, mulai dari sisi pendidikannya, penambahan dari bidang seni dan ketrampilan lebih ditingkatkan lagi serta lebih maju dari sebelumnya ", Tambahnya.


   Diketahui, bahwa terkait HKGK tersebut baru pertama kalinya di adakan kegiatan bentuk sosial yakni di cabang Kota Pasuruan saat ini dan pada HUT nya akan jatuh pada bulan Oktober yang akan datang.*Ko/Sya

   Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK beserta jajaran Nonton Bareng (Nobar) sepak bola piala dunia bersama sejumlah wartawan di halaman kantor Polres Pasuruan Kota pada Kami, 12 Juli dini hari.
   Selain untuk menjalin tali silaturrahmi dan kemitraan yang lebih erat, hal itu dilakukan untuk meningkatkan sinergitas antara pihak kepolisian dengan insan pers atau wartawan di dalam publikasi guna membangun bangsa yang lebih maju dan juga transparansi.
   Kapolres beserta jajaran Kapolsek, Kasat dan juga Kanit bersama sejumlah awak media yang hadir dalam Nobar piala dunia tersebut, nampak larut dengan semangat dan antusias saat nonton laga semi final 2 antara Inggris melawan Kroasia.
   "Tujuan dari pada nobar ini, agar sinergitas dan kerja sama antara polres pasuruan kota bersama rekan rekan wartawan bisa berjalan dengan baik dan lancar", Ujar AKBP Rizal Martomo.
   Di sela berakhirnya babak pertama pada Nobar, pihak Polres Pasuruan Kota juga menampilkan dua tampilan film yakni mengenai pengamanan pada penyelenggaraan Sea Game 2018 serta film mengenai ketanggapan serta kesigapan anggota Polri berjudul 22 menit dalam rangka penanggulangan pada setiap aksi tindak kejahatan serta gangguan keamanan yang di ambil dari kisah nyata kejadian Bom Thamrin yang ada di Jakarta.


   Sesuai dengan perintah Kapolri, Rizal juga berharap agar masyarakat dapat belajar tentang pentingnya membangun sinergitas yang lebih tinggi serta menjalin hubungan yang lebih harmonis untuk bersama sama saling peduli, menjaga dan juga mengamankan keutuhan NKRI dari para pelaku aksi kejahatan termasuk aksi teror yang ada di Indonesia.
   "Dengan adanya sea game, kita seluruh masyarakat mensukseskan adanya sea game yang ada di Indonesia. Sekaligus kita mengajak anggota Polri, TNI dan masyarakat untuk bersama sama melawan terorisme", Tambahnya Rizal.
   Selanjutnya pada tanggal 19 Juli 2018 nanti, Kapolres Pasuruan Kota mengajak agar seluruh masyarakat Kota Pasuruan bersama sama hadir dan menonton film dengan berjudul 22 menit di gedung bioskop yang ada di Kota Pasuruan. Untuk biaya masuk gedung bioskop, akan ditanggung oleh pihak kepolisian setempat.*Ko/Syah

   Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus lalu lintas kendaraan di pusat titik kota Pasuruan, pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota urai kepadatan kendaraan di sejumlah titik persimpangan salah satunya di persimpangan Kebonagung.
   Jumlah atau volume kendaraan yang melintas selalu ramai setiap harinya, membuat sejumlah petugas Lalu Lintas (Lantas) melakukan upaya penguraian pada kendaraan yang ada yakni dengan cara menge 'flash' sejumlah traffic light serta pengaturan arus lalin.
   "Awalnya kepadatan kendaraan kita pikir terjadi pada saat momen arus mudik dan balik beberapa bulan lalu. Sehingga kita lakukan upaya penguraian termasuk dengan mematikan salah satu lampu traffic yang ada di persimpangan purut," ujar Ipda Sukrisno selaku Kanit Patroli kepada awak SHP.
   Menurut Sukris, bahwa puncak kepadatan kendaraan sendiri terjadi mulai pagi hingga sekira pukul 22.30 wib malam. Yang mana sejumlah kendaraan didominasi kendaraan R4 yang mau ke arah Malang, Surabaya dan juga wilayaha timur seperti ke Probolinggo.
   Adanya kepadatan kendaraan yang terjadi tersebut, di sebabkan adanya pasca dioperasikannya jalur strategis nasional tepatnya di akses pintu keluar masuk tol baru yang ada di wilayah Bukir, Kota Pasuruan.


   Dengan kondisi arus lalin yang ada saat ini, diharapkan para pengguna jalan khususnya pengendara agar lebih bersabar serta selalu mematuhi segala bentuk rambu rambu dan juga peraturan dalam berlalu lintas di jalan.
   "Kita berharap, para pengendara juga lebih bersabar dalam berkendara termasuk mematuhi peraturan yang ada. Kita akan terus melakukan upaya upaya pengaturan arus lintas, sehingga dapat tercipta kelancaran bersama", tambanhya. *Ko/Syah

   Pada selasa, 10 juli sekita pukul 07.00 ratusan warga tembokrejo melakukan aksi penutupan jalan diwilayah kelurahan Tembokrejo kecamatan Purworejo kota Pasuruan tepatnya di perbatasan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Pasuruan. Aksi tersebut dilakukan oleh warga agar supaya warga yang terdampak mendapatkan hak serta perhatian dari pihak pemerintah ataupun dari pihak pengelola proyek Tol Gempol -Pasuruan ( Gempas ). Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan dengan cara meminta dua damptruk pengangkut tanah urug yang melintas untuk menurunkan muatanya ditengah jalan tepatnya ditempat para warga berkumpul.
   Didalam orasinya warga menyampaikan keluhan - keluhan dampak negatif dari pelaksaan proyek tol, seperti debu, matrial yang berjatuhan, jalan berlubang dan konpensasi. Wahyu fahmi Salah satu warga sekaligus Kordinator aksi saat dikonfirmasi oleh awak media SHP menjelaskan, " aksi ini kita lakukan bukan berpihak dari manapun, kita murni dari warga kelurahan tembokrejo khususnya warga yang terdampak. Dalam aksi ini yang kita inginkan hanya meminta untuk lebih peduli kepada warga yang terdampak, terutama terkait dengan debu - debu yang secara otomatis mengganggu kesehatan warga, perbaikan kerusakan jalan dikarenakan damp truk yang akan masuk ke proyek tol dan kopensasi kepada warung - warung yang berada disekitar pinggir jalan, karena dengan banyaknya debu - debu omset warung - warung tersebut menjadi turun ". Selain itu Wahyu juga menjelaskan, terkait dengan debu menang dari pihak proyek sudah melakukan penyiraman disepanjang jalan tembokrejo, cuman penyiraman tersebut belum maksimal, Warga sepakat agar supaya penyiraman tersebut dilakukan minimal 10 kali penyiraman perhari dan membenahi jalan - jalan rusak, memberi penutup terpal pada kendaraan yang bermuatan tanah urug maupun matrial ".


   Kurang lebih selang satu jam para warga menutup jalan, Wakapolres Kompol. H.Pratolo Setiawan turun langsung dan menegoisasi kepada para aksi supaya menuju ke kantor kelurahan guna untuk mediasi para warga dengan pihak terkait, agar supaya tidak mengganggu kepada pengguna jalan lain dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Sesampai kantor kelurahan Tembikrejo warga disambut baik oleh pihak kelurahan dan difasilitasi tempat untuk mediasi. Didalam mediasi tersebut dihadiri Lurah Tembokrejo, pihak pelaksana proyek Tol dari PT.Wika yang diwakili Fery selaku penanggungjawab pelaksana, serta disaksikan pihak kepolisian. Pada mediasi tersebut pihak tol sepakat bahwa armada proyek tol akan dialihkan, tidak melewati jalan arah Tembokrejo sampai selesainya perbaikan sementara, akan dilakukan pendataan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan untuk dilakukan pengobatan secara gratis dan serta di siagakan mobil penyiraman agar sewaktu waktu bisa digunakan melakukan penyiraman jalan supaya tidak menimbulkan debu, serta dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan warga terkait kerugian usaha kecil yang mengalami penurunan omzet secara signifikan akibat selama ini terganggu oleh pelaksanaan proyek. 
   Diakhir acara mediasi Wakapolres kota Pasuruan Kompol. H. Pratolo Setiawan menambahkan kepada para aksi, " bahwa kami pihak Kepolisian siap berada ditengah - tengah warga untuk memberi solusi bagi kesulitan yang terjadi, ” polisi maupun TNI adalah bagian dari rakyat yang selalu siap jika dibutuhkan kapanpun, tidak ada yang mentang - mentang, semua bersama sama bekerja untuk kebaikan bersama ", ujarnya dengan tegas diakhir acara mediasi. *Ko/Syah

   Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Warga Non Pemukiman di tanah TNI AL Grati Pasuruan pada kamis, 12 Juli telah diresmikan langsung oleh Komandan Lantamal ( Danlantamal ) V ( lima ) Laksamana Pertama TNI Edwin, SH. Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Perwira Pembantu V Bagian Pertanahan ( Pabanlimslog ) AL, Aslog Dantamal V, Dankolatmar diwakili Pasi Intel, Kabalur Jatim, Kakimal Grati, Kasubdit Faslana, Kodim 0819 Pasuruan di wakili Kasdim, Kadiskum Lantamal V, Polres Pasuruan Kota yang diwakili Kabag Sumda serta didampingi Kapolsek Lekok, jajaran Danramil, Muspida dan Muspika, juga turut ikut serta beberapa Kepala Desa serta masyarakat di wilayah Kecamatan Lekok, Grati, Nguling dan juga dihadiri Tokoh Ulama dari Pondok Pesantren Sidogiri KH. Abdullah Siradj.
   Dalam sambutannya, Danlamal V mengatakan bahwa fungsi TNI AL adalah melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa serta menjalankan operasi militer perang maupun operasi militer, selain perang, juga ikut serta aktif dalam perdamaian dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka TNI Angkatan Laut perlu menyediakan sarana dan daerah latihan tempur yang memadai, baik dari segi keamanan, luas, maupun Medan. Hal tersebut tentunya perlu adanya pengamanan yang maksimal terhadap lingkungan sekitar, terkait dengan masih terdapatnya beberapa lokasi yang dijadikan sarana tempat tinggal, sehingga TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal V beserta stakeholder lainnya merasa perlu melaksanakan relokasi pembangunan Perumahan lahan BMN TNI AL Grati Pasuruan.



   " Untuk tahap awal, pembangunan perumahan non pemukiman ini akan dibangun sebanyak 90 rumah dan target kita harus mencapai 10ribu rumah, yang nantinya akan ditempati untuk warga yang bermukim dikawasan zona latihan tempur. Pembangunan awal ini selesai target kita mencapai 8 hingga 10 bulan kedepan, sehingga ditahun 2019 segera ditempati dan setelah selesai pembangunan nantinya untuk peresmian pemukiman itu sendiri akan di buka langsung oleh Kepala Satuan Angkatan Laut ( Kasal ) ", jelas Danlantamal kepada awak media. 
   Danlantamar Laksamana Peratama TNI Edwid, SH juga menambahkan, " untuk mencapai 10 ribu rumah, kita berharap kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, dan juga Daerah agar supaya ikut membantu mendukung dan bantuannya agar supaya progam ini terlealisasi lebih cepat. Untuk terkait dengan sosialisasi, kita nantinya akan melaksanakan secara bertahap, sementara ini kita sudah mensosialisasikan kepada pihak Provinsi dan nantinya kita akan melangkah kepada para warga penghuni lainnya juga akan disosialisasi untuk dilakukan relokasi lanjutan terhadap desa desa yang masuk dalam zona atau wilayah pertahanan dalam hal ini TNI AL tentang aset atau Barang Milik Negara ( BMN ). Selanjutnya, terkait mekanisme untuk kepemilikan tanah dan juga bangunan dari TNI AL itu akan diserahkan langsung kepada masyarakat penerima melalui pemerintah daerah dan pihak terkait setelah dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Dalam hal ini, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat, provinsi dan juga daerah, Mengingat sangat berpengaruh untuk percepatan dalam upaya relokasi warga dan pembangunan itu sendiri ", jelas Danlantamal kepada awak media. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Ratusan wartawan se - Pasuruan pada hari Jum'at, 06 Juli menggelar ' Aksi Damai solidaritas Jurnalis ', terkait kriminalisasi yang menimpa M.Yusuf ' wartawan Sinar Pagi Baru ' yang tewas dalam lembaga pemasyarakatan kelas 11B Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada 10 juni 2018 lalu. Kriminalisasi yang menimpa M. Yusuf lantaran berita yang di tulisnya terkait pengolahan lahan sawit yang melibatkan perusahaan besar setempat tidak terima dan mengakibatkan M. Yusuf meninggal dunia yang membuat para insan pers di negeri ini geram.
   Aksi tersebut dimulai dipagi hari sekitar pukul 08.00 dan berkumpul di alun alun Bangil, kedatangan para jurnalis itu untuk menyampaikan aspirasinya dalam aksi simpatik yang tergabung dalam Aliansi jurnalis wartawan pasuruan. Beberapa awak media dari berbagai perusahaan media dan lembaga kewartawanan berdatangan di titik kumpul depan alun alun Bangil yang di koordinatori Henry Sulfianto. Dalam Aksi damai solidaritas jurnalis, para peserta aksi mengelar aksinya dengan menggunakan tali pita warna hitam di salah satu tangannya serta tabur bunga sebagai duka cita atas kematian wartawan Sinar Pagi Baru atas nama M Yusuf.
   Henri Sulfianto selaku koordinator aksi, menyampaikan beberapa tuntutan dan kecaman yang di alamatkan pada lembaga penegak hukum dan Dewan Pers. antara lain terkait rekomendasi yang diberikan dewan pers untuk mengusut serta menangkap M.yusuf tidak berdasarkan undang undang pers, melainkan memakai undang undang ITE, informasi dan teknologi karena di anggap menyebarkan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Seolah ada keberpihakan dewan pers dan penegak hukum pada pengusaha sawit yang mengakibatkan dewan pers tidak bertindak jeli sesuai dengan undang undang pers yang berlaku ,dan mengakibatkan kematian M. Yusuf.
   Dalam orasinya, beberapa wartawan menyampaikan kecamanya pada pihak penegak hukum serta Dewan Pers, serta meminta mengungkap fakta – fakta indikasi pelanggaran terhadap HAM dalam penanganan perkara yang menjadikan almarhum M.Yusuf sebagai tersangka karena Dewan Pers dan
Kepolisian tidak memakai mekanisme sidang majelis kode etik yang ada dalam aturan dimasing - masing organisasi pers jika ada pelanggaran kode eti. " Kami jurnalis, bukan kriminal, Tulisan kami merupakan fakta yang harus diketahui oleh masyarakat umum sebagai hak publik, jurnalis murapakan salah satu pilar demokrasi yang harus dilindungi oleh hukum. Pernyataan dan sikap dewan pers dalam penanganan produk jurnalis sudah tidak sesuai dengan undang undang serta menyimpang dari kewenangannya. oleh karena itu para pimpinan Dewan Pers harus segera diganti atau mengundurkan diri ", teriak Henry Sulfianto. 
   Henry Sulfianto juga menambahkan dalam orasinya, " tujuan kita ini meminta agar supaya Dewan Pers itu harus lebih Objektif, melihat secara detail kasus yang ada, jangan dikit - dikit rekomendasi itu bukan karya tulis jurnalis. Dewan Pers harus teliti betul - betul, turun ke bawah kepada masyarakat yang dibela, sehingga memberi rekomendasi gak asal rekonendasi, jangan ' Asal Bapak Senang, Asal Semau Gue '. Dan jika memang itu terus terjadi kembali dan tidak ada pergantian Dewan Pers, lebih baik dewan pers dibubarkan saja ", imbuhannya. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Setelah dilakukan masa uji coba selama arus mudik dan juga balik pada jalur Tol trans java di wilayah Jatim, akhirnya jalur Tol Gempol - Pasuruan (Gempas) pada Jumat, 22 Juni siang kemarin resmi di buka langsung oleh presiden Republik Indonesia (RI) Ir Joko Widodo.
   Dalam peresmian Tol tersebut, rombongan presiden Jokowi didampingi kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Pasuruan Setiyono serta jajaran eselon ll kota dan juga kabupaten Pasuruan lainnya.
   "Pembangunan tol sesi ll, selesai operasional pada akhir tahun 2018 dan dilanjutkan lagi sampai ke Banyuwangi insya Allah kita selesaikan nanti di akhir tahun 2019 mendatang. Dan kita berharap agar nantinya biaya logistik ke daerah lebih murah", Kata Jokowi dalam pidatonya.
   Dirinya juga berharap, dengan adanya pembangunan jalan tol di tiap daerah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. "Jalan tol dibangun itu betul betul berguna dan bermanfaat maksimal, baik untuk dunia usaha, baik untuk dunia pariwisata, baik untuk dunia industri dan baik untuk kawasan pelabuhan. Sebagian sudah kita ekspansi dan kita utamakan itu", Tambahnya Jokowi disela pidatonya.
   Dalam laporan mengenai adanya pembanguna proyek jalan tol trans java, salah satunya yang berada di wilayah Jatim. Menteri PUPR juga menyampaikan, "Kita yakin berkat doa para alim ulama dan masyarakat sekalian, untuk tol trans java dapat siap dioperasikan pada akhir 2018 ini", Ujarnya. 
   Diketahui, untuk Tol trans dari merak hingga sampai kota pasuruan panjangnya mencapai 920 kilometer. Sementara untuk rencana penyelesaian pembangunan ruas jalan Tol lain yang akan diselesaikan dan dioperasikan pada akhir 2018 ini diantaranya yaitu ruas jalan Tol Pejakan-Pemalang sepanjang 43 KM progresnya sudah mencapai 100 persen, untuk Tol Pemalang-Batang sepanjang 33 KM progresnya sudah 72 persen, Tol Batang-Semarang sepanjang 74 KM progresnya sudah 78 persen, Tol Salatiga-Kertosono sepanjang 32 KM progresnya sudah 70 persen, Tol Kartosuro-Sragen sepanjang 36 KM progresnya sudah 100 persen, Tol Sragen-Ngawi sepanjang 51 KM progresnya 96 persen, Tol Wilangan-Kertosono progresnya 70 persen dan untuk jalan Tol Porong-Gempol secepatnya juga dapat terselesaikan. *Ko/Syah

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget