Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Pasuruan"

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Satlantas Polres Pasuruan Kota pada Selasa, 12 Juni gelar Oprasi Ketupat, dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak antara lain Anggota Resnarkoba Polresta, Tim Medis Polresta dan Dinas Perhubungan. Kegiatan tersebut guna untuk keamanan dan kenyamanan pemudik terutama pemudik yang menggunakan angkutan umum, untuk itu pihak Polresta meriksa dan mengetes urien pada supir angkutan umum, Di samping itu tim gabungan juga melakukan pemeriksaan kondisi armada bus dan dokumen uji kir. Selanjutnya juga dilakukan pengecekan dokumen sopir dan dokumen trayek bus.
   Selain itu pihak Satlantas juga melaksanakan pemasangan spirt alarm pada kendaraan tersebut, Spirt Alarm itu sendiri dipasang guna mengingatkan pada supir jika kecepatan kendaraan tersebut melebihi 100km/jam. Yudhi menjelaskan jika memang kecepatan kendaraan tersebut melebihi 100km/jam maka alarm tersebut otomatis berbunyi, dan semua penumpang didalam kendaraan tersebut berhak untuk mengingatkan/menegur supir tersebut. 



   Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP. Kadek Ary Mahardika SH, S.I.K melalui KBO, Iptu Yudhi mengatakan, " razia sopir bus yang digelar. tersebut juga dalam rangka Operasi Ketupat. Semeru 2018. Para sopir bus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk mengantisipasi penggunaan narkoba dan minuman keras, memeriksa trayek kendaraan dan Bila mana dalam razia ini diketahui sopir dinyatakan tidak sehat maka akan dilarang melanjutkan perjalananya, dan untuk hari ini alhamdulillah kita tidak ada / negatif yang mengonsumsi minuman keras, narkotika maupun obat - obatan terlarang. Selain itu kami juga menghimbau kepada para penumpang / pemudik, bahwasanya penumpang diharapkan harus waspada pada barang2 bawaannya terutama dompet/tas, yg mna menjelang lebaran ini cukup rawan kejahatan, seperti aksi copet, himnotis maupun kejahatan2 lain. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2018, tim relawan pecinta Khofifah Indar Parawansa dan Emil Setyanto Dardak se kabupaten Pasuruan pada Senin, 11 Juni, melaksanaka buka bersama serta pembagian bingkisan berupa sarung dan kerudung kepada masyarakat simpatisan paslon No.1 Khofifah - Emil. Acara tersebut dilaksanakan di salah satu Yayasan Al - Manaqi yang berada di Jl. Gumukmas, Desa Madurejo Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Yayasan Al - Manaqi tersebut yang mana juga sekaligus sebagai kantor Sekretariat Posko Tim Relawan Paslon Cagub dan Cawagub Khofifah - Emil, yang Mana Tim ini dibentuk memang sudah direncanakan dengan sendirinya yang di Ketuai H. Putut, Gus Hasan dan Gus Ujay yang mana sebagai Sekretaris pada pembentukan Tim Relawan paslon No Urut 1.
  Dalam acara tersebut dihadiri KH. Asep asal dari Pacet - Kabupaten Mojokerto bersama KH. Maskur dari Surabaya yang juga beliau sebagai Kakak ipar dari Khofifah Indar Parawansa, tokoh masyarakat dan ribuan undangan simpatisan paslon. Dalam sambutannya KH. Asep memyampaikan, " pada momen pemilihan Gubernur nanti, mari masyarakat menggunakan hak pilihnya. Untuk mewujudkan indonesia yang maju, adil dan makmur, ibu Khofifah lebih baik dari refresensirnya dan rekam jejaknya yang selalu mengabdi berpuluh tahun tanpa cacat dan celah, serta multi talenta. Kalau bukan orang hebat tidak mungkin mencalonkan diri sebagai Cagub, selain itu CNN memberikan 10 April skor 8 - 0 dalam debat paslon Cagub dan Cawagub. Ketika seorang pemimpin dalam perjalanannya lebih baik, maka wajib hukumnya masyarakat untuk memilih pemimpin yang pintar, cerdas dan amanah, dan agar debat terakhir pada 23 Juni kedepan, paslon No urut 1 Khofifah - Emil Menang..... menang......menang mutlak, jelas Kyai Asep dalam memberikan sambutannya.
   Selain itu Gus Ujay menyampaikan kepada awak media suaraharianpagi.com , " bahwa Calon sendiri belum kenal kami dan Kami sampai saat ini belum pernah bertemu dengan Bu Khofifah secara langsung, namun pergerakan kami ini sengaja dibuat agar timses yang mungkin sudah dibentuk sama Bu khofifa. Kami juga ingin menunjukkan bahwa kami yang diluar dari Link punya masa, pergerakan kami ini dinaungi oleh Yayasan dan dibantu oleh beberapa tim relawan yang saat ini diketuai oleh H. Putut yang kedua hal Gus Hasan Saya sendiri sebagai sekretaris dan ada beberapa temen-temen yang lain lagi dan pergerakan ini memang sengaja kami buat karena selama ini kami bekerja dan bergerak tanpa pamrih atau perhatian khusus dari paslon. Kami juga memberikan sebuah bingkisan dan tanda terima kasih karena sudah datang dalam acara ini ", terang Gus Ujay.
   Disisi lain Gunawan salah simpatisan saat dimintai keterangan oleh awak media suaraharianpagi.com, " agar semua tau mas, saya memilih datang ke acara ini dikarenakan saya tau paslon khofifa - Emil, terutama Emil orangnya ini baik, terus kalau ada apa-apa terbuka sama masyarakat, kalau orang politik saya tahu tapi kalau orang baik ya tentunya baik dimata masyarakat mas, saya bilang gitu karena keluarga saya itu dominan tinggal di trenggalek, la pak Emil itu kan sebelum menyalon jadi Cawagub dia menjabat Bupati Trenggalek sedikit banyaknya saya tau Pak. Emil itu gimana karakternya ", jelas gunawan. *Ko/Syah


   Seiring perkembangan pembangunan infrastruktur dan sarana prasana daerah, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) akan mempercantik wajah alun alun Pasuruan. Melalui anggaran APBD tahun 2018, rencananya Pemkot akan mengucurkan dana sebesar 5,7 miliar untuk dilakukan pemugaran terhadap kondisi yang ada saat ini. Baik mulai dari aneka tempat bermain anak, bangku sebagai tempat duduk santai untuk para pengunjung, lampu hias dan penerangan maupun sarana lainnya.
   Kepala dinas DLHKP kota Pasuruan, Rudiyanto menjelaskan. Bahwa upaya pemerintah dalam mewujudkan sebuah pembangunan, tak lain adalah untuk meningkatkan tempat hiburan bagi masyarakat secara luas khususnya warga kota Pasuruan sendiri. " Pemerintah dalam hal ini, untuk meningkatkan sarana prasarana yang lebih maju sekaligus sebagai tempat hiburan masyarakat ", Katanya saat dikonfirmasi awak SHP pada Kamis, 7 Juni siang.
   Sebuah perwujudan pembangunan yang dilakukan Pemkot dalam beberapa tahun terakhir ini, selain agar lebih maju dari segi pembangunan dan juga. Kedepannya secara tidak langsung rotasi perekonomian masyarakat juga dapat terangkat, sehingga menambah pendapatan daerah itu sendiri. Rudy juga menambahkan, selain bersama sama dalam mendukung adanya sebuah pembangunan. Masyarakat juga diminta untuk saling menjaga, peduli serta mempunyai rasa memiliki terhadap setiap bentuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana yang ada di wilayah kota Pasuruan. " Untuk saling menjaga adanya fasilitas yang sudah ada, nantinya masyarakat juga turut menjaga ", Pesannya Rudiyanto kepada masyarakat. *Ko/Syah

   Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota sudah mempersiapkan sejumlah Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pengamanan (Pospam) di beberapa titik kota Pasuruan. Selain untuk memberikan pelayanan medis dan terapy bagi para pemudik, pihak kepolisian juga mengantisipasi sekaligus menekan adanya sejumlah aksi tindak kriminal dan juga kejahatan selama dibulan puasa hingga lebaran. Baik aksi kejahatan di jalan maupun ditempat umum lainnya.
   Dari 3 pos yang sudah dipersiapkan oleh pihak Polres Pasuruan Kota diantaranya yakni 1 Posyan yang berada di wilayah Tapaan dan 2 Pos Pam yang berada dipusat alun alun serta jalur exit tol Gempol - Pasuruan (Gempas) di Pohjentrek. Seperti yang terlihat di Posyan Tapaan pada Minggu, 10 Juni siang, terlihat sejumlah pemudik yang sedang melakukan istirahat dan pemeriksaan medis terkait kondisi fisik setelah menempuh perjalanan jauh menuju ke kampung halaman masing masing.
   " Patokan tensi yang kita lakukan berdasarkan dengan usia dan kebiasaan, misal pada usia 45 tahun titik terendahnya itu di bawah 100 mmHG dan tensi tertinggi hingga 150 mmHG. Untuk itu perlu adanya penanganan khusus dan pengemudi harus istirahat sejenak ", Ujar Churiani, petugas medis dari Puskesmas Kandangsapi yang piket di Posyan pada Minggu, 10 Juni siang.
   Berikut alasan dari salah satu pengemudi mobil pribadi, yang sedang istirahat bersama keluarganya dalam tujuan mudiknya dari arah Bali menuju ke arah Semarang menuturkan. "Sebelum kami melanjutkan perjalanan lebih lanjut, kami ingin istirahat sejenak sekaligus kita periksakan kondisi kami untuk menghindari hal hal yang tidak inginkan bersama saat ditengah perjalanan", Ungkap Imade Syahri seorang pemgemudi, seraya dilakukan pemeriksaan tensi oleh petugas medis di Posyan tersebut. Dalam hal ini, supaya para pemudik lancar dan selamat pada saat menempuh perjalanan ke kampung halaman dan juga sebaliknya, Kanit Lantas AKP Miftaful MBK.SH selaku Kaposyan pada Ops Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota menghimbau. " Pengemudi ketika mengendarai kendaraan harus hati hati dan konsentrasi ketika memempuh perjalanan jauh. Termasuk mematuhi aturan berlalu lintas untuk mencegah terjadinya laka lantas ", Pesannya terhadap para pengemudi melalui awak SHP.
   Ia juga meminta kepada seluruh pemudik, bila sudah mulai merasa capek supaya beristirahat terlebih dahulu ditempat yang sudah dipersiapkan oleh pihak kepolisian di setiap wilayah yang ada. " Apabila pengemudi capek setelah melakukan perjalanan, agar beristirahat di posyan yang ada sambil mengistirahatkan kendaraan supaya mesin tidak terlalu panas. Setelah kondisinya sudah fresh, pemudik bisa melanjutkan perjalanan ketempat tujuannya ", Tambahnya Miftaful. *Ko/Syah

   Dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota melaksanakan giat 'Apel Gelar Pasukan' di lapangan Abdul Rahman depan mako jalan Gajah Mada, kota Pasuruan pada Rabu, 6 Juni pukul 07.30 wib pagi. Pelaksanaan giat apel yang di pimpin langsung oleh AKBP Rizal Martomo SIK, dihadiri seluruh jajaran Staff, Perwira, Unit Reskrim, Shabara, Lantas, Intelkam, Senkom, Dishub, Satpol PP, Yon Zipur 10, Korps Marinir, PM serta dari elemen masyarakat lainnya.
   Melalui pesan pidatonya, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK di hadapan seluruh jajaran yang hadir memerintahkan. " Saya perintahkan agar semua jajaran dan stakeholders agar selalu proaktif serta dapat mengantisipasi sedini mungkin adanya upaya gangguan Kamtibmas dan juga tindakan kriminal lain ", Ungkapnya. Pada pelaksaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat ada 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Diantaranya yaitu mengenai stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik, potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas seperti ( Curat, Curas, Curanmor, Copet, Pencurian Rumah Kosong, Begal, dan Hipnotis ) serta pencegahan adanya upaya tindak pidana terorisme.
    Rizal Martomo juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesarnya, atas semua dukungan dan juga partisipasi dari semua pihak. " Sebelumnya saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung, baik dari jajaran kepolisian, TNI, steakholder dan seluruh lapisan masyarakat yang ada. Atas kebaikan itu, mudah mudahan semua mendapat pahala dari tuhan yang maha esa ", Tambahnya. Untuk Ops Ketupat Semeru tahun 2018 itu diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda jajaran di Indonesia selama 18 hari kedepan, yang terhitung sejak 17 hingga 24 Juni 2018 kedepan. Dan ikuti sebanyak 173.397 Personel gabungan, yakni dengan melibatkan dari Unsur Polri, TNI, Pemda, serta Stakeholders dan juga elemen masyarakat lainnya. *Ko/Syah

   Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara yang ke 72 di bulan suci Ramadhan 1439 hijriyah ditahun 2018 ini, Kapolres Pasuruan Kota beserta jajaran Bharaduta D'Pandiga angkatan 27 dan pengurus Bhayangkari melaksanakan acara bagi bagi takjil sekaligus pemberian santunan anak yatim. Giat bagi takjil sebanyak 500 bungkus nasi kotak dan minuman yang dibagikan kepada setiap pengendara yang melintas di depan Kantor Mapolresta dijalan Gajah Mada pada Rabu, 6 Juni sore itu, mendapat pujian dari sejumlah pengguna jalan.
   Salah satunya seperti yang diungkapkan pengendara Khoiron (34) warga asal Kraton. " Pokoknya mantab wes, terlebih pada momen kali ini ya....!. Tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menjalankan puasa ", Katanya.
   Selesai acara bagi takjil dilakukan secara bersama, selanjutnya acara di sambung dengan acara santunan terhadap 250 anak yatim hingga acara buka puasa bersama yang di gelar di halaman Mapolresta yang tak jauh dari acara bagi takjil tersebut. Dari kegiatan tersebut dilakukan, adalah merupakan bentuk wujud syukur seluruh jajaran Polres Pasuruan Kota didalam bulan suci ramadhan ini. Selain mendapat santunan, seluruh undangan anak yatim juga mendapatkan bingkisan dan acaranya pun berjalan lancar dan penuh khidmat.
   Melalui momen bulan puasa ini, Ustad Maksum. " Banyak orang yang mudah memberi contoh, tapi tidak banyak orang yang bisa menjadi contoh. Dan banyak juga manusia, tapi akal dan perilakunya tidak seperti manusia, Maka dari itu marilah kita menjadi salah satu contoh ", tundasnya dalam ceramahnya.
   Ketua Bhaduta D'pandiga Polres Pasuruan angkatan 27, Bripka Ginanjar Dimas. H, SE, " kegiatan santunan anak yatim ini insya'allah akan dilaksanakan setiap tahun, di dalam organisasi Bharaduta D'pandiga ini merupakan alumni Bhayangkara angkatan 27 tahun 2003. Kami bersama tim akan meksanakan santunan ini setiap tahun, selain itu kami juga meningkatkan jiwa sosial di angkatan kami melalui silaturrahmi ", ujar Ginanjar. *Ko/Syah


 Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dibalik sebuah keberhasilannya dalam mengungkap setiap kasus yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku dan tersangka pada aksi tindak kejahatan serta kriminal, Kapolres Pasuruan, Polda Jatim, AKBP Raydian Kokrosono SIK justru mengaku sedih dan juga prihatin. Pasalnya, semakin banyak kasus yang berhasil diungkap maka semakin banyak pula masyarakat yang didalamnya yang terjerumus didalam lembah aksi kejahatan dan juga kriminal.
   Seperti dalam acara konferensi pers yang digelar pada Senin, 4 Juni, bahwa pihak Polres Pasuruan selama giat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2018 telah berhasil mengungkap puluhan kasus dan menangkap puluhan tersangka. Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono SIK menjelaskan, bahwa pada Ops tersebut semua persiapan di khususkan dalam momen Ramadhan. "Dalam operasi ini memang kita khususkan, baik waktu, personil, strategi dan anggaran juga khusus. Sehingga kami bisa berhasil meringkus penyakit masyarakat", Ujarnya di hadapan para tamu undangan yang hadir.
   Sementara dari hasil Ops Pekat Semeru 2018 selama bulan Ramadhan itu sendiri, pihak Polres Pasuruan saat ini mendapatkan peringkat ranking ll di Polda Jatim dalam keberhasilannya mengungkap kasus Curat. Dan bahkan setiap tahun, juga kerap mendapat peringkat teratas se-Polda Jatim itu sendiri. Namun dari banyaknya kasus yang terungkap serta para pelaku yang berhasil ditangkap dan diamankan, justru membuat Raydian sendiri melihat kondisi tersebut merasa sedih dan juga prihatin. "Justru dengan melihat kondisi seperti ini, saya juga turut sedih dan prihatin. Karena melihat warga (para pelaku) terjerumus didalam aksi tindak kejahatan dan kriminal. Terlebih pada saat ketika para pelaku mengenakan pakaian dengan bertuliskan 'Tahanan'," Ungkapnya di hadapan para awak media.
   Tentu dalam hal ini, warga utamanya para pelaku yang melakukan tindak kejahatan. Menunjukkan, bahwa tingkat kesadarannya tergolong masih lemah dan rendah serta tidak sadar hukum. Untuk itu, pihak kepolisian juga sangat berharap dan membutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat terutama lingkungan keluarga didalam memberikan suatu pemahaman, bimbingan dan juga pengarahan kepada anggota keluarganya. Tentang pentingnya hidup bermasyarakat yang baik dan benar, tanpa harus melakukan suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain.
   Sehingga dengan begitu, suatu upaya yang terlintas didalam keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang dinilai dapat merugikan orang lain terlebih dahulu dapat dicegah serta diminimalisir sebelum melakukan tindakan itu sendiri. Dengan begitu, secara tidak langsung maka kehidupan ditengah masyarakat dapat tercipta suasan yang aman, nyaman dan tentram. Tanpa adanya ancaman kejahatan, baik dilingkungan keluarga, masyarakat dan juga pada saat aktivitas di jalan. *ko/syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
  Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh para pelaku tindak pidana pencurian, baik Pencurian dengan Kekerasan ( Curas ), Pencurian dengan Pemberatan ( Curat ) maupun kejahatan lainnya. Seperti yang telah dilakukan oleh Muhammad Cholis (30) warga asal dusun Kasuran, desa Rejoso Lor, kecamatan Rejoso, kabupaten Pasuruan. Melihat adanya kesempatan, tanpa pikir panjang Cholis yang diketahui sebagai pengamen dari rumah kerumah telah melakukan aksi pencurian sebuah Handphon ( HP ) milik warga di desa Pelinggisan, kecamatan Kraton, kabupaten Pasuruan pada Kamis, 31 Mei sekira pukul 18.00 wib.
  " Saya pikir hanya cuma ngamen seperti pengamen lain Mas...! , dan ternyata kondisi yang ada malah dimanfaatkan oleh pelaku ", Ungkap MR. Dengan alasan kebutuhan hidup, seorang pria asal Rejoso itu nekat mencuri HP ketika saat di charge oleh pemiliknya. Melihat kondisi sepi dan lengang kebetulan waktunya berbuka puasa, pelaku langsung melancarkan aksinya. Namun naas, belum sempat membawa kabur HP curian itu terlebih dahulu ketahuan sama pemiliknya ' MR ' (33) dan spontan saja diteriaki maling.
   Mendengar adanya teriakan maling dari korban ' MR ', langsung saja warga setempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian HP tersebut. Selanjutnya pelaku berhasil ditangkap dan diamankan di balai desa Pelinggiran oleh warga beramai ramai. Mengetahui adanya kejadian pencurian di desa tersebut, petugas dari Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota bergegas meluncur dan mengamankan pelaku pencurian yang tak lain sebagai pengamen itu selanjutnya di bawah ke kantor Polsek setempat guna menghindari amukan massa.
   Guna proses penyidikan lebih lanjut, pelaku Cholis saat ditahan oleh pihak kepolisian. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah merek Oppo type A 37.
   Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kraton Polres Pasuruan Kota, AKP Masroni SH menjelaskan, " Pelaku berjumlah satu orang dan terjerat pidana pencurian dengan pemberatan pasal 363 KUHP ", Kata Masroni.Dirinya juga berpesan pada masyarakat, " Dengan kondisi kebutuhan hidup meningkat menjelang lebaran seperti ini, aksi kriminalitas meningkat. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dan bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan cara tidak sembrono atau lalai ", Pesan Masroni kepada masyarakat secara luas.
   Akibat perbuatannya tersebut, saat ini pelaku mendekam di sel dan akan di kenakan dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHP, yakni tentang Tindak pidana pencurian dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun kurungan penjara. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Tidak terawatnya sebuah bangunan bekas stand burung dan ikan hias yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung, kecamatan Purworejo, kota Pasuruan kondisi atapnya ambruk dan sangat memprihatinkan. Ambruknya atap bekas stand burung itu diakibatkan karena faktor usia kayu yang sudah lapuk dan tua, ditambah tidak adanya perawatan dan perbaikan dari pemerintah serta dinas terkait membuat kondisi yang ada semakin terlihat terbengkalai dan memperihatinkan. 
Selain itu, kekhawatiran juga dirasakan oleh sejumlah pedagang ikan hias serta penjual Makanan dan Minuman (Mamin) yang hingga saat ini menempati beberapa sisa bangunan stand tersebut. Dengan kondisi seperti itu, jelas sangat mengancam keselamatan para pengunjung. " Sejak pembangunan tahun 1989 dan penempatan pada tahun 1991, hingga saat ini belum pernah ada perawatan atau perbaikan dari pemerintah sama sekali ", Ungkap Luki 46th salah satu pedagang sekitar.
   Mirisnya lagi, beredar informasi bahwa stand yang merupakan aset pemerintah tersebut beberapa unit sudah ada yang berpindah tangan ke masyarakat. Bahkan dari dugaan itu mengarah kepada sejumlah oknum dari dinas terkait di masa sebelumnya. Saat dikonfirmasi awak SHP, kepala UPT Pasar Kebonagung Ridho Wijaya mengaku hanya mengetahui sekilas terkait kondisi bangunan stand bekas pasar burung yang rusak itu. Karena Ia masih baru menjabat sebagai kepala UPT di Pasar Kebonagung tersebut. " Mengenai kepemilikan stand bekas pasar burung, prosesnya seperti apa dulunya saya tidak tau. Kalau memang ada perpindahan terkait kepemilikan stand pasar, yang jelas semua ada aturan dan mengetahui pemerintah daerah ", Ungkap Ridho kepada awak SHP.

  Guna mengklarifikasi adanya dugaan perpindahan hak milik stand bekas pasar burung di Pasar Kebonagung. Sumarni selaku kepala Disperindag yang lama membantah adanya dugaan sejumlah stand yang pindah ke pihak lain, dalam hal ini oknum dari Disperindag sendiri. " Tidak...tidak ada mas...!, saya tidak memiliki stand di bekas pasar burung. Kalau stand di sebelah barat blok pakaian, saya memang punya dan itu saat saya masih di koperasi sekitar di tahun 2004 hingga 2006 lalu ", Ujar Sumarni saat di konfirmasi awak SHP, ketika mengurus sisa masa jabatannya di Disperindag pada Rabu, 30 Mei sore hari.
   Dengan adanya kondisi yang memperihatinkan dari bangunan stand bekas pasar burung yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung saat ini, setidaknya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemkot Pasuruan juga harus memperhatikan perawatan atau perbaikan. Sehingga selain nantinya dapat difungsikan kembali oleh sejumlah pedagang lain, juga tidak membahayakan bagi beberapa pedagang yang masih bertahan hingga saat ini. Sementara, menurut Mualif selaku kepala Disperindag kota Pasuruan menyatakan. " Bahwa untuk proses permohonan pengajuan sebagai penghuni atas hak guna pakai bangunan stand itu sendiri, prosesnya harus melalui pendelegasian dari Walikota terlebih dahulu. Jadi untuk stand itu sendiri, masih merupakan aset pemkot ", Terangnya.
Terkait adanya perbaikan di 4 titik pasar yang ada di kota Pasuruan, melalui DAK tahun 2018 ini Pemkot menganggarkan sebesar 4,1 miliar lebih diantaranya pasar Karangketuq sebesar 523 juta rupiah, untuk pasar Meubel Bukir sebesar 2,3 miliar rupiah lebih dan untuk pasar Poncol sebesar 725 juta rupiah. Sedangkan untuk Pasar Kebonagung sendiri sebesar 537 juta rupiah dan itu hanya di fokuskan rehab pada pagar luar dan fasum lainnya. *Ko/Syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
      Dalam rangka guna mempererat tali silaturrahmi antara Polri dengan masyarakat secara luas, bertepatan dengan momen bulan penuh berkah yakni bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah kali ini. Satlantas Polres Pasuruan Kota bagi bagi ratusan takjil kepada setiap pengguna jalan yang melintas di jalan Balaikota pada Rabu, 30 Mei pukul 16.00 wib sore. Acara bagi takjil yang digelar di depan kantor Satpas, Satlantas Polres Pasuruan Kota itu bertujuan untuk membentuk serta mewujudkan sebuah kekompakan dan solidaritas secara bersama. Baik antara Polri dengan TNI, Polri dengan instansi pemerintahan serta Polri didalam kemasyarakatan secara umum.


      Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Kadek Ary Mahardika melalui Kanit Laka Lantas Ipda Heri Purnomo menjelaskan, Bahwa maksud dan tujuan dari acara bagi takjil tersebut menunjukkan sebuah kesolidaritasan antara pihak Polri dengan masyarakat yang semakin erat. " Pembagian takjil di bulan suci ramadhan ini, kita bertujuan untuk mewujudkan sebuah kekompakan bersama yakni antara pihak polri dengan lini masyarakat ", Ujar Ipda Heri Purnomo kepada sejumlah awak media saat di konfirmasi dilapangan. Pihak Satlantas berharap, agar kegiatan yang sifatnya sosial serta yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dapat terus di tingkatkan. Sehingga, hubungan kekeluargaan antara pihak Polri dengan masyarakat termasuk dengan instansi lain terus dapat terjaga dan dilestarikan
      " Harapan kedepan, secara berkesinambungan bersama semua jajaran ini akan terus di tingkatkan. Termasuk pada kegiatan sosial lainnya, pihak satlantas juga ikut peduli dalam hal berbagi ". Tambahnya Heri Purnomo. Selain itu, selanjutnya dalam waktu dekat pada momen ramadhan ini. Polres Pasuruan Kota juga menggelar acara santunan dan bingkisan kepada ratusan anak yatim termasuk melakukan Tarawih Keliling ( Tarling ) di sejumlah masjid yang ada di wilayah pusat kota Pasuruan. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka safari ramadhan 1439 Hijriyah ditahun 2018 ini, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Marga Taufiq melaksanakan buka puasa bersama (Buber) Prajurit, Persit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP/2 Kostrad dan ratusan anak Yatim di halaman Markas Yonzipur (Mayon) 10 dijalan Soekarno Hatta, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan pada Senin, 28 Mei sore hari. Giat safari yang dilakukan Pangdivif pada momen bulan penuh berkah tersebut bertujuan aga setiap prajurit, selain memiliki jiwa korps kesatuan dalam berkarya untuk menjaga keutuhan nusa dan bangsa. Diharapkan juga harus memiliki keimanan serta ketaqwaan, terlebih kepeduliannya kepada sesama masyarakat termasuk terhadap anak yatim. 
   Kedatangannya ke Mayon Zipur 10, rombongan Pangdivif 2 Kostrad beserta istri di sambut langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) Zeni Tempur (Zipur) 10/JP/2 kostrad Mayor Czi Paulus Joni Simbolon dengan memberikan kalung bunga lanjut disajikan suara yel yel anak murid dari TK Yayasan Kartika serta iringan musik grup drumband jaladri. Begitupun dengan para prajurit yang menyanyikan lagu mars Kostrad, secara serentak sambil melakukan aksi tepuk tangan kesatuan. Selain berbuka puasa bersama, para undangan yang hadir dalam acara juga melaksanakan sholat maghrib dan tarawih secara berjamaah dengan para prajurit kostrad di halaman Mayon 10 termasuk pemberian santunan terhadap 100 anak yatim dari panti asuhan Al Muttaqim 


   Melalui pesan pidatonya, Mayjen TNI Marga Taufiq mengajak semua prajurit mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada kepada seluruh jajaran prajurit persit Yonzipur 10. "Melalui dengan kegiatan seperti ini, tentu dengan harapan agar selain berkarya dalam membela bangsa dan negara. Setiap prajurit juga harus memiliki keimanan dan juga ketaqwaan", pesan Marga Taufiq dalam pidatonya. Acara yang dihadiri seluruh keluarga besar prajurit Kostrad Yonzipur 10, acara Buber dan santunan anak yatim tersebut juga dihadiri sejumlah unsur terkait yakni Forkopimda, Walikota Pasuruan Setiyono, ketua DPRD Ismail Muhammad Hasan dan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo serta sebanyak 100 anak yatim dari panti asuhan Al Muttaqim berjalan khidmat dan lancar.
   Pada dasarnya, tujuan utama dari kegiatan tersebut diadakan tak lain merupakan sebagai bentuk ajang silaturahmi serta meningkatkan sinergitas dan soliditas antar instansi pemerintahan, kepolisian serta masyarakat pada umumnya. Sekaligus mengajarkan tentang kepedulian kepada sesama, khususnya terhadap anak yatim didalam momen bulan suci dan penuh berkah yakni bulan suci ramadhan saat ini. Ungkapan rasa terima kasih diucapkan dari sejumlah anak yatim yang hadir kepada pihak penyelenggara, dalam hal ini Yonzipur 10. " Kita mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak aparat TNI kostrad, karena sudah peduli kepada kita selaku anak yatim. Semoga, di dalam menjalankan tugasnya semua anggota selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan lancar rejekinya ", Ungkap Nurul (18) salah satu anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.
   Di kesempatan safarinya di Mayon 10 itu, Marga Taufiq juga menyampaikan ucapan rasa terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak yang turut mendukung serta tamu undangan yang hadir dalam acara Buber terlebih kepada anak yatim. Sehingga acara berjalan lancar dan penuh khidmat. " Dengan kita berkumpul bersama anak yatim sekarang, mudah mudahan kelak kita mendapat hikmah dan doa dari para anak yatim yang hadir ", Ungkapnya.
   Setidaknya, dengan di gelarnya acara Buber dan santunan kepada anak yatim oleh keluarga besar Yonzipur 10 itu tentu dimaksudkan sebagai wujud rasa syukurnya atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada semua personil dan anggotanya dalam menjalankan tugasnya sebagai pengabdi negara Republik Indonesia tercinta ini. *Ko/Syah


Pasuruan – suaraharianpagi.com
   Saling berbagi dengan sesama, seakan sudah menjadi tradisi dan panggilan hati tersendiri setiap pada momen tertentu. Di dalam bulan yang penuh berkah dan hikmah kali ini, yakni bulan suci Ramadhan 1439 hijriyah. Keluarga besar CV Mitra & Group's berbagi takjil kepada setiap pengendara yang melintas, tepatnya di depan Taman Kota jalan Pahlawan kota Pasuruan pada Jumat, 25 Mei sore menjelang berbuka puasa tiba tepatnya di depan Taman Kota jalan Pahlawan kota Pasuruan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian dari pihak CV Mitra terhadap sesama salah satunya dengan cara berbagi takjil, khususnya bagi umat muslim yang sedang menjalankan puasa. Selain dengan cara berbagi takjil, CV Mitra juga sering melakukan kegiatan sosial lain seperti menyantuni anak yatim dan para dhuafa.
   Dalam hal ini, Muhammad Arifianto selaku pimpinan CV Mitra menjelaskan. Bahwa kegiatan bagi takjil dilakukan, semata mata hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki dan kesehatan yang diterima bersama keluarganya selama ini. " Memang setiap tahun kita terpanggil untuk saling berbagi dengan sesama, utamanya pada anak yatim piatu dan juga dhuafa ", Ujar Arifianto kepada awak SHP tentang maksud dan tujuan dari kegiatannya tersebut.
   Diketahui, CV Mitra merupakan salah satu jenis perusahaan yang berkecimpung di bidang jasa kontruksi dan berkantor di Perum Sekar Asri blok D-10, kelurahan Sekargadung, kecamatan Bugulkidul, kota Pasuruan selalu aktif dalam kegiatan yang bersifat sosial. Arifianto juga berharap, agar kedepannya selalu diberikan kesehatan serta rejeki yang lancar. Dengan demikian, apa yang telah dilakukannya itu setidaknya dapat memberi manfaat bagi orang lain yang sedang menjalankan puasa setiap pada bulan suci Ramadhan. " Semoga kami selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang lancar, agar kedepannya bisa semakin sering melaksanakan kegiatan yang sama tersebut. Sehingga dapat lebih memberi manfaat kepada orang lain yang lebih membutuhkan utamanya ", Tambahnya.
  Setelah kegiatan bagi takjil selesai dilakukan dan suara adzan maghrib dikumandangkan, selanjutnya keluarga beserta grup CV Mitra berbuka bersama di salah satu rumah makan yang tak jauh dari lokasi bagi takjil dan acaranya pun berjalan lancar, khidmat dan juga bermanfaat. Pihak CV Mitra juga berharap kedepannya, agar kegiatan yang secara rutinitas dilakukannya tersebut dapat berlanjut di momen selanjutnya. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Setelah terlibat kecelakaan di jalur Pasuruan-Malang, tepatnya jalan raya Sladi, kecamatan Kejayan. Samporno alias Arnold (45) warga asal dusun Krajan, desa Patebon, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan meninggal di tempat kejadian. Korban Samporno meninggal dunia, akibat luka robek parah dan pendarahan pada bagian belakang kepala setelah terbentur ke jalan serta sejumlah luka lecet di sekujur tubuh, punggung, kedua kaki dan kedua tangannya. Almarhum Samporno, yang diketahui bekerja sebagai Eksternal leasing atau Depcolector tersebut meninggal di lokasi kejadian setelah sebelumnya di bawah ke Puskesmas Kejayan selanjutnya dilarikan ke kamar jenazah RS Soedarsono (Purut) pada Sabtu, 19 Mei sekira pukul 11.30 wib siang.
   Saat dikonfirmasi langsung di kamar jenazah RS Purut, Bripka Nasikan yang saat itu mendampingi jenazah belum bisa memberikan keterangan pasti terkait laka yang menimpa korban yang ketika itu tidak mengenakan helm. "Saat ini belum bisa memastikan korban terlibat laka dengan apa?? Karena pihak kepolisian masih mendalami dengan olah TKP dan meminta sejumlah keterangan dari saksi di lapangan. Mungkin karena tidak bisa menguasai kendaraan, sehingga korban terjatuh dan kepalanya terbentur", Ujar Nasikan saat di kamar jenazah RS Purut siang itu. Seperti yang telah disampaikan Maria salah dokter UGD RS Purut, bahwa korban meninggal akibat benturan keras pada bagian kepala. "Korban meninggal akibat benturan keras di bagian kepala dan mengalami gegar otak. Karena selain terdapat luka robek dan benjol, juga mengeluarkan darah dari telinga korban", Katanya Maria.
   Diduga karena tidak bisa menguasai sepeda motor yang dikendarainya, saat itu pada Sabtu, 19 Mei sekira pukul 11.30 wib. Almarhum Samporno menurut informasi yang ada jarang mengguanakan kendaraan sepeda motor itu dan mungkin sebelumnya terlibat senggolan dengan kendaraan lain terlebih dulu, sebelum akhirnya korban terjatuh dan meninggal akibat sejumlah lukanya tersebut. "Saya tadi berniat menghubungi korban melalui via seluler, tapi setelah diangkat yang menjawab kok malah petugas polsek. Dan memberitahukan, bahwa korban mengalami kecelakaan dan katanya jenazah korban dibawa ke rumah sakit purut. Sponta saya langsung kesini, dan melihat korban sudah tidak bernyawa di kamar jenazah", Ungkapnya Rokhim asal Grati, kecamatan Grati, kabupaten Pasuruan selaku paman dari korban yang meninggal. *ko/syah




Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka guna memberikan kenyamanan serta jaminan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya pelanggan retribusi berlangganan di wilayah kota Pasuruan. Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pasuruan selama bulan ramadhan akan menindak tegas para oknum Juru Parkir (Jukir) yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) di 83 titik lokasi. Pembebasan retribusi non berlangganan yang telah diberlakukan oleh pihak Dishub sejak Januari 2018 silam itu, diharapkan para Juru Parkir (Jukir) dilapangan selanjutnya tidak melakukan pungutan atau penarikan retribusi  kepada masyarakat kota Pasuruan khususnya pengendara.
   Selanjutnya, secara intensif Kepala Dishub akan menempatkan sejumlah petugas dan anggotanya disejumlah titik dilapangan untuk melakukan pengawasan di lokasi parkir yang ada. "Kita akan menaruh sejumlah anggota untuk mengatur tatanan parkir serta melakukan pengawasan terhadap petugas parkir dilapangan. Karena, petugas jukir selama ini sudah dikasih komisi setiap bulannya. Jadi tidak alasan untuk memungut retribusi dilapangan ", Ungkap Lucky Danardono selaku Kepala Dishub kota Pasuruan, saat ditemui awak SHP di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
   Diketahui, bahwa sebanyak 113 petugas Jukir yang ditempatkan pada 83 titik lokasi. Saat ini sudah masuk dalam verifikasi data honorer sebesar 600 ribu rupiah tiap bulan melalui Dishub. Serta sudah mendapat bimbingan dan juga arahan setiap satu minggu sekali terkait tugas dan tanggung jawab, baik mengenai kinerja dalam mengatur tatanan parkir maupun terkait larangan terhadap penarikan retribusi parkir kepada masyarakat kota Pasuruan. " Bila ada oknum jukir yang melakukan pungutan retribusi parkir dilapangan, kita sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian akan kita usut dan kita proses hukum ", Tegasnya Lucky, sambil berharap supaya pihak pengelola memberi masukan pada petugas yang direkrutnya. Supaya tidak melakukan pungutan kepada pelanggan parkir di kota Pasuruan.
   Tentunya, hal itu dilakukan bertujuan untuk menekan serta meminimalisir adanya Pungli atau penarikan retribusi kepada pelanggan atau masyarakat yang dilakukan oleh oknum Juru Parkir (Jukir) nakal yang tidak bertanggung jawab nantinya. Mengingat, saat ini sejumlah petugas Jukir di bawah naungan dan binaan Dishub sudah menerima honor setiap bulan dari Pemerintah melalui dinas terkait. Untuk itu, diharapkan tidak ada lagi keluhan pelanggan khususnya masyarakat kota Pasuruan terkait pungutan terlebih melakukan pemerasan terhadap pelanggannya. *ko/syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka guna memberikan kenyamanan serta jaminan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya pelanggan retribusi berlangganan di wilayah kota Pasuruan. Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pasuruan selama bulan ramadhan akan menindak tegas para oknum Juru Parkir (Jukir) yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) di 83 titik lokasi. Pembebasan retribusi non berlangganan yang telah diberlakukan oleh pihak Dishub sejak Januari 2018 silam itu, diharapkan para Juru Parkir (Jukir) dilapangan selanjutnya tidak melakukan pungutan atau penarikan retribusi  kepada masyarakat kota Pasuruan khususnya pengendara.
   Selanjutnya, secara intensif Kepala Dishub akan menempatkan sejumlah petugas dan anggotanya disejumlah titik dilapangan untuk melakukan pengawasan di lokasi parkir yang ada. " Kita akan menaruh sejumlah anggota untuk mengatur tatanan parkir serta melakukan pengawasan terhadap petugas parkir dilapangan. Karena, petugas jukir selama ini sudah dikasih komisi setiap bulannya. Jadi tidak alasan untuk memungut retribusi dilapangan ", Ungkap Lucky Danardono selaku Kepala Dishub kota Pasuruan, saat ditemui awak SHP di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
   Diketahui, bahwa sebanyak 113 petugas Jukir yang ditempatkan pada 83 titik lokasi. Saat ini sudah masuk dalam verifikasi data honorer sebesar 600 ribu rupiah tiap bulan melalui Dishub. Serta sudah mendapat bimbingan dan juga arahan setiap satu minggu sekali terkait tugas dan tanggung jawab, baik mengenai kinerja dalam mengatur tatanan parkir maupun terkait larangan terhadap penarikan retribusi parkir kepada masyarakat kota Pasuruan. " Bila ada oknum jukir yang melakukan pungutan retribusi parkir dilapangan, kita sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian akan kita usut dan kita proses hukum ", Tegasnya Lucky, sambil berharap supaya pihak pengelola memberi masukan pada petugas yang direkrutnya. Supaya tidak melakukan pungutan kepada pelanggan parkir di kota Pasuruan.
   Tentunya, hal itu dilakukan bertujuan untuk menekan serta meminimalisir adanya Pungli atau penarikan retribusi kepada pelanggan atau masyarakat yang dilakukan oleh oknum Juru Parkir (Jukir) nakal yang tidak bertanggung jawab nantinya. Mengingat, saat ini sejumlah petugas Jukir di bawah naungan dan binaan Dishub sudah menerima honor setiap bulan dari Pemerintah melalui dinas terkait. Untuk itu, diharapkan tidak ada lagi keluhan pelanggan khususnya masyarakat kota Pasuruan terkait pungutan terlebih melakukan pemerasan terhadap pelanggannya. *Ko/Syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com 
 Dalam percepatan program Neighborhood Upgrading and Shal ter Project (NUSP) tahun 2018, untuk mengentaskan wilayah dan kawasan kumuh yang ada di Indonesia salah satunya di daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan tahun ini. Rencananya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerja an Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun ini akan menggelon torkan dana bantuan yang disetujui yakni senilai 3,6 miliar rupiah dari yang diajukan pihak Pemkot Pasuruan sebelumnya yaitu sebesar 4,1 miliar rupiah. Nantinya dana sebesar 3,6 miliar rupiah tersebut, juga akan difokuskan di 5 kelurahan yang ada di kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan.
   "Tahun ini ada lima kelurahan dari sebelas kelurahan yang disetujui oleh kementerian, karena di prioritaskan untuk mengentaskan dari kawasan kumuh", Ujar Gustav Purwoko, selaku sekretaris dan PPKom Dinas Perkim kota Pasuruan saat di temui awak SHP di kantornya pada Rabu, 16 Mei siang. Dari dana bantuan tersebut, nantinya juga akan di wujudkan dalam bentuk pembangunan fisik. Yakni berupa sarana dan prasaran jalan paving didalam kampung, saluran drainase dan pembuangan limbah rumah tangga berupa MCK termasuk septick tank komunal.
   Terdapat ada 5 kelurahan dari 11 kelurahan yang diajukan sebelumnya akan mendapatkan bantuan dana tersebut, diantaranya yaitu kelurahan Kebonsari dengan dana bantuan sebesar 640 juta rupiah, kelurahan Ngemplak sebesar 610 juta rupiah, kelurahan Bugul Lor sebesar 650 juta rupiah dan kelurahan Kandang Sapi sebesar 400 juta rupiah. Sementara untuk kelurahan Trajeng jauh lebih besar dari 4 kelurahan lain, yakni sebesar 1,3 miliar rupiah.  Tercatat, Pemkot Pasuruan hingga tahun 2018 ini sudah mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat terhadap program NUSP melalui Kementerian PUPR sejak tahun 2015 silam yaitu lebih kurang sebesar 26,8 miliar. Hal itu bertujuan untuk pengentasan pada kawasan atau permukiman kumuh di Pemkot Pasuruan, khususnya yang ada wilayah pesisir pantai utara.
   Berikut anggaran yang sudah digelontorkan kepada Pemkot Pasuruan tiap tahunnya yakni ditahun 2015 sebesar 1,2 miliar rupiah, tahun 2016 11 miliar rupiah, dan di tahun 2017 kemarin sebesar 10 miliar rupiah, sedangkan di tahun 2018 ini yakni sebesar sebesar 3,6 miliar rupiah. Gustav juga menyampaikan, bahwa di tahun 2019 mendatang. Untuk wilayah kecamatan Panggungrejo, di targetkan bebas dari kawasan kumuh seperti yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebelumnya. "Ditargetkan dalam waktu dua tahun mendatang, untuk wilayah pesisir akan bebas dari kawasan kumuh", Tambahnya.
   Dalam proses pengambilan keputusan untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat, guna menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Diharapkan peran BKM ditiap kelurahan bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tiap lingkungan warga nantinya dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial, ekonomi dan sarana prasarana dasar lingkungan bagi masyarakat miskin. Berdasarkan dengan akumulasi pembangunan dengan sistem swadaya masyarakat melalui KSM dilapangan. Terhitung dalam rata rata, saat ini kawasan kumuh yang ada di sejumlah wilayah di kota Pasuruan hanya tersisa sekitar 40 persen. *ko/syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Guna menekan adanya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dari para pelaku tindak kriminal dan juga kejahatan, masyarakat desa Tanggulangin, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan dibantu pihak Kepolisian dan TNI meningkatkan sistem keamanan dengan Pam Swakarsa dan Siskamling. Tentunya hal itu dilakukan, agar warga dan juga masyarakat bersama sama turut peduli serta memberikan peran dan juga partisipasinya didalam menjaga Kamtibmas di tengah lingkungan warga dan sekitar dari setiap ancaman. Baik yang mengarah pada tindakan kriminal maupun tindakan yang mengarah pada tindak kejahatan seperti aksi teror bom yang sudah terjadi akhir akhir ini.
   Untuk itu, melalui sistem Pam Swakarsa keliling serta mengoptimalkan fungsi dari Siskamling yang ada. Diharapkan warga dan juga masyarakat khususnya di desa Tanggulangin, supaya selalu peka dan juga waspada terhadap setiap perilaku dan gerak gerik dari orang yang tak dikenal. Untuk selanjutnya segera melaporkan kepada pihak berwajib, yaitu melalui Bhabinkamtibmas wilayah hukum Polres Pasuruan maupun kepada Babinsa setempat bila dirasa atau ada hal hal yang mencurigakan atau ada aktivitas yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan. " Saya berpesan pada warga khususnya Pak RT dan RW, karna sekarang lagi viral masalah aksi teror bom. Jadi harap waspada terutama dengan orang yg tidak dikenal, minimal identitas diri harus lengkap dari mana asal usulnya orang tersebut ", Ungkap Suradi, selaku Kades Tanggulangin kepada awak SHP pada Selasa, 15 Mei malam.
   Selain itu, Ia juga berpesan kepada seluruh warga dan juga masyarakatnya. Supaya selalu menjauhi atau menghindari adanya penyalahgunaan narkoba dan juga obat obatan terlarang, terlebih melakukan tindak kriminal dan juga kejahatan yang melawan hukum. " Khusus pemuda dan remaja, jangan sampai terlibat dg pergaulan yg gak jelas yang mengarah pada tindakan kriminal dan kejahatan. Apalagi terlibat dalam masalah penyalahgunaan narkoba dan itu betul betul harus di hindari ". Pesan Suradi kepada warga dan juga masyarakatnya.
   Diketahui untuk saat ini, pihak desa Tanggulangin sementara membuat pos siskamling di 3 titik terlebih dahulu. Yakni di wilayah RT 02, 03 dan 04, yang terletak di dusun Tembero dan akan ditambah lagi pos kamling baru dalam waktu dekat. Sementara itu, menurut salah satu anggota Polsek Kejayan Polres Pasuruan. Rokhim selaku Bhabinkamtibmas di desa Tanggulangin, menyampaikan pesan dan motivasi kepada setiap warga. Agar turut serta dalam mengantisipasi pada setiap tindakan dan juga pergerakan yang mencurigakan oleh orang lain atau yang tak dikenal.
   " Kenapa kita harus jadi polisi bagi diri sendiri, karna aparat desa dan keamanan jumlahnya yang minim. Sehingga kurang bisa maksimal untuk menjaga keamanan di masing masing desa, karna kejahatan bukan karna niat si pelaku tapi karna adanya kesempatan ". Kata Rokhim sembari memberikan motivasi dan semangat tinggi kepada warga yang menjaga di Siskamling malam itu. Pastinya, upaya dalam melakukan pencegahan dan juga kewaspadaan dengan sistem swakarsa serta mengembalikan fungsi dari pos kamling itu sendiri. Setidaknya dapat menekan ruang lingkup serta meminimalisir aksi dari para pelaku kejahatan, baik tindakan kejahatan kriminal maupun tindakan aksi teror bom seperti yang terjadi di daerah lain akhir akhir ini.
   Hal senada juga disampaikan oleh Sumadi anggota Koramil 0819 Kejayan yang juga seabagai Babinsa desa setempat. " Bahwasanya demi menjaga keutuhan NKRI dari para tangan pengganggu dan pelaku teror, yang tujuannya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita jangan pernah takut pada pelaku aksi kejahatan, mari kita lawan bersama sama ". Tegasnya Sumadi. Dengan begitu, warga dan juga masyarakat secara luas nantinya dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman tanpa diselimuti ancaman tindak kriminal dan juga kejahatan. Baik dilingkungan rumah, jalan maupun di tempat umum lainnya. *Ko/Syah


Pasuruan  suaraharianpagi.com 
   Antusias warga dan masyarakat khususnya siswa pelajar se Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk menyambut kedatangan rombongan presiden RI Jokowidodo memenuhi sepanjang jalan Kota dan Kabupaten Pasuruan di sejumlah titik jalur yang dilaluinya. Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ke daerah Pasuruan Kota dan Kabupaten, rencananya presiden Jokowi akan mengahdiri langsung pada acara peresmian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al Hikmah yang ada di jalan Patiunus, kelurahan Krampyangan, kecamatan Bugul Kidul, kota Pasuruan pada Sabtu 12 Mei sekira pukul 11.30 wib.
   Selain menghadiri acara peresmian HIPMI yang akan dihadiri sebanyak 4 ribu tamu undangan penting dari berbagai daerah, rencananya Jokowi secara simbolis juga akan menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan di GOR Sasana Krida Kabupaten Pasuruan. " Kita ingin menyambut dan menyapa langsung pak presiden dijalan Pak...!, dan katanya mau lewat sini. Dan yang jelas kita merasa senang, karena pak presiden sudah mau hadir ke kota kami ", ungkap Andri salah satu siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Kota Pasuruan, seraya dengan sabar sambil menunggu rombongan presiden lewat di jalan Balai Kota, Kota Pasuruan.
   Meskipun sudah melewati dari jadwal jam yang sudah dijadwalkan yakni sekira pukul 10.30 wib, sejumlah siswa pelajar dengan semangat dan penuh kegembiraan terlihat antusias menanti kedatangan rombongan presiden Jokowi ke Ponpes Bayt Al Hikmah hingga pukul 12.45 wib siang. Sementara Leo seorang guru Pendidikan Jasmani (Penjas) kelas Vll dan Vlll di SMP Negeri 1 Kota Pasuruan pada kesempatan dan momen kedatangan presiden RI ke Kota Pasuruan mendapat kebanggan tersendiri, khususnya bagi para siswanya. " Hari ini tadi sebetulnya ada tiga acara kegiatan, yakni wisuda kelas 9, pameran seni dan penyambutan kedatangan presiden RI 1 ke Bayt Al Hikmah. Dengan begitu nantinya siswa juga lebih mengenal dan mengetahui secara langsung pada sosok presidennya. Sehingga memberi kebanggaan tersendiri, karena daerah kami sudah menjadi perhatian presiden ", kata Leo saat dikonfirmasi awak SHP sambil memandu siswanya di pinggir jalan depan sekolah SMP Negeri 1.
   Diperkirakan, setelah dari Ponpes Al Hikmah dan ke GOR Sasana Krida. Selanjutnya Jokowi akan meninjau langsung ke proyek TOL Nasional Pasuruan-Probolinggo (Paspro) yang ada di wilayah Grati, Kabupaten Pasuruan pada pukul 16.25 wib nantiya. Dan setelah itu langsung akan bertolak ke Jakarta melalui bandara Juanda 8 Surabaya sekira pukul 17.00 wib selanjutnya menuju ke bandara Halim Perdana Kusuma Tanggerang. *ko/syah

 Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Selama giat Operasi Patuh (Proaktif Amanah Tegas Unggul Humanis) Semeru 2018, Kepolisian Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota telah menilang sebanyak 2.609 pelanggar selama 14 hari, pelanggar lalulintas tersebut berdominasi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI, tidak melengkapi surat-surat kendaraan, pengendara yang melawan arus dan tidak memakai sabuk pengamanan (khusus mobil). 
   Operasi yang dimulai pada tanggal 26 April hingga 09 Mei 2018 tersebut, banyak pengendara melanggar tata tertib dan peraturan lalu lintas. Diantaranya tidak membawa surat kendaraan, tidak memiliki SIM serta melanggar perlengkapan pada kendaraan yang digunakan pengendara tidak sesuai standartnya. Kanit Patroli, Satlantas Polres Pasuruan Kota  Ipda Sukrisno.SH menjelaskan, "bahwa giat Ops Patuh dan jelang Ops Ketupat tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah pelanggaran serta menekan angka kecelakaan saat dijalan, Intinya kita ingin mengurangi pelanggaran dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
   Tak Bawa Surat Kendaraan Seorang Pelajar Terkena Razia Ops Patuh Semeru, saat ditanyai awak media SHP selain tidak membawa surat-surat dia juga tidak memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi ), " saya tidak tahu mas kalau STNKnya sudah diambil dari jok sama orang tua dan setiap harinya ditaruh jok motor mas, saya juga belum memiliki SIM karena saya masih belum cukup umur untuk memiki SIM, jelas si pelajar tersebut. 
   Dengan itu, Ipda Sukrisno, SH menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih hati - hati lagi untuk mengawasi anak-anaknya, "kami harap orang tua lebih hati-hati lagi untuk mengawasi anaknya apa lagi dia ini masih belum cukup untuk mengemudi kendaraan bermotor sendiri dan masih belum bisa memiliki SIM ". 
   Selain itu Sukrisno juga menambahkan, " kami berharap kepada seluruh masyarakat, patuhilah undang-undang lalu lintas yang ada dan jangan melanggar, karena kecelakaan bermula dari sebuah pelanggaran itu sendiri ", imbuhannya. *ko/syah


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget