Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Pasuruan"

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka guna memberikan kenyamanan serta jaminan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya pelanggan retribusi berlangganan di wilayah kota Pasuruan. Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pasuruan selama bulan ramadhan akan menindak tegas para oknum Juru Parkir (Jukir) yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) di 83 titik lokasi. Pembebasan retribusi non berlangganan yang telah diberlakukan oleh pihak Dishub sejak Januari 2018 silam itu, diharapkan para Juru Parkir (Jukir) dilapangan selanjutnya tidak melakukan pungutan atau penarikan retribusi  kepada masyarakat kota Pasuruan khususnya pengendara.
   Selanjutnya, secara intensif Kepala Dishub akan menempatkan sejumlah petugas dan anggotanya disejumlah titik dilapangan untuk melakukan pengawasan di lokasi parkir yang ada. " Kita akan menaruh sejumlah anggota untuk mengatur tatanan parkir serta melakukan pengawasan terhadap petugas parkir dilapangan. Karena, petugas jukir selama ini sudah dikasih komisi setiap bulannya. Jadi tidak alasan untuk memungut retribusi dilapangan ", Ungkap Lucky Danardono selaku Kepala Dishub kota Pasuruan, saat ditemui awak SHP di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
   Diketahui, bahwa sebanyak 113 petugas Jukir yang ditempatkan pada 83 titik lokasi. Saat ini sudah masuk dalam verifikasi data honorer sebesar 600 ribu rupiah tiap bulan melalui Dishub. Serta sudah mendapat bimbingan dan juga arahan setiap satu minggu sekali terkait tugas dan tanggung jawab, baik mengenai kinerja dalam mengatur tatanan parkir maupun terkait larangan terhadap penarikan retribusi parkir kepada masyarakat kota Pasuruan. " Bila ada oknum jukir yang melakukan pungutan retribusi parkir dilapangan, kita sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian akan kita usut dan kita proses hukum ", Tegasnya Lucky, sambil berharap supaya pihak pengelola memberi masukan pada petugas yang direkrutnya. Supaya tidak melakukan pungutan kepada pelanggan parkir di kota Pasuruan.
   Tentunya, hal itu dilakukan bertujuan untuk menekan serta meminimalisir adanya Pungli atau penarikan retribusi kepada pelanggan atau masyarakat yang dilakukan oleh oknum Juru Parkir (Jukir) nakal yang tidak bertanggung jawab nantinya. Mengingat, saat ini sejumlah petugas Jukir di bawah naungan dan binaan Dishub sudah menerima honor setiap bulan dari Pemerintah melalui dinas terkait. Untuk itu, diharapkan tidak ada lagi keluhan pelanggan khususnya masyarakat kota Pasuruan terkait pungutan terlebih melakukan pemerasan terhadap pelanggannya. *Ko/Syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com 
 Dalam percepatan program Neighborhood Upgrading and Shal ter Project (NUSP) tahun 2018, untuk mengentaskan wilayah dan kawasan kumuh yang ada di Indonesia salah satunya di daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan tahun ini. Rencananya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerja an Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun ini akan menggelon torkan dana bantuan yang disetujui yakni senilai 3,6 miliar rupiah dari yang diajukan pihak Pemkot Pasuruan sebelumnya yaitu sebesar 4,1 miliar rupiah. Nantinya dana sebesar 3,6 miliar rupiah tersebut, juga akan difokuskan di 5 kelurahan yang ada di kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan.
   "Tahun ini ada lima kelurahan dari sebelas kelurahan yang disetujui oleh kementerian, karena di prioritaskan untuk mengentaskan dari kawasan kumuh", Ujar Gustav Purwoko, selaku sekretaris dan PPKom Dinas Perkim kota Pasuruan saat di temui awak SHP di kantornya pada Rabu, 16 Mei siang. Dari dana bantuan tersebut, nantinya juga akan di wujudkan dalam bentuk pembangunan fisik. Yakni berupa sarana dan prasaran jalan paving didalam kampung, saluran drainase dan pembuangan limbah rumah tangga berupa MCK termasuk septick tank komunal.
   Terdapat ada 5 kelurahan dari 11 kelurahan yang diajukan sebelumnya akan mendapatkan bantuan dana tersebut, diantaranya yaitu kelurahan Kebonsari dengan dana bantuan sebesar 640 juta rupiah, kelurahan Ngemplak sebesar 610 juta rupiah, kelurahan Bugul Lor sebesar 650 juta rupiah dan kelurahan Kandang Sapi sebesar 400 juta rupiah. Sementara untuk kelurahan Trajeng jauh lebih besar dari 4 kelurahan lain, yakni sebesar 1,3 miliar rupiah.  Tercatat, Pemkot Pasuruan hingga tahun 2018 ini sudah mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat terhadap program NUSP melalui Kementerian PUPR sejak tahun 2015 silam yaitu lebih kurang sebesar 26,8 miliar. Hal itu bertujuan untuk pengentasan pada kawasan atau permukiman kumuh di Pemkot Pasuruan, khususnya yang ada wilayah pesisir pantai utara.
   Berikut anggaran yang sudah digelontorkan kepada Pemkot Pasuruan tiap tahunnya yakni ditahun 2015 sebesar 1,2 miliar rupiah, tahun 2016 11 miliar rupiah, dan di tahun 2017 kemarin sebesar 10 miliar rupiah, sedangkan di tahun 2018 ini yakni sebesar sebesar 3,6 miliar rupiah. Gustav juga menyampaikan, bahwa di tahun 2019 mendatang. Untuk wilayah kecamatan Panggungrejo, di targetkan bebas dari kawasan kumuh seperti yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebelumnya. "Ditargetkan dalam waktu dua tahun mendatang, untuk wilayah pesisir akan bebas dari kawasan kumuh", Tambahnya.
   Dalam proses pengambilan keputusan untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat, guna menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Diharapkan peran BKM ditiap kelurahan bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tiap lingkungan warga nantinya dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial, ekonomi dan sarana prasarana dasar lingkungan bagi masyarakat miskin. Berdasarkan dengan akumulasi pembangunan dengan sistem swadaya masyarakat melalui KSM dilapangan. Terhitung dalam rata rata, saat ini kawasan kumuh yang ada di sejumlah wilayah di kota Pasuruan hanya tersisa sekitar 40 persen. *ko/syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Guna menekan adanya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dari para pelaku tindak kriminal dan juga kejahatan, masyarakat desa Tanggulangin, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan dibantu pihak Kepolisian dan TNI meningkatkan sistem keamanan dengan Pam Swakarsa dan Siskamling. Tentunya hal itu dilakukan, agar warga dan juga masyarakat bersama sama turut peduli serta memberikan peran dan juga partisipasinya didalam menjaga Kamtibmas di tengah lingkungan warga dan sekitar dari setiap ancaman. Baik yang mengarah pada tindakan kriminal maupun tindakan yang mengarah pada tindak kejahatan seperti aksi teror bom yang sudah terjadi akhir akhir ini.
   Untuk itu, melalui sistem Pam Swakarsa keliling serta mengoptimalkan fungsi dari Siskamling yang ada. Diharapkan warga dan juga masyarakat khususnya di desa Tanggulangin, supaya selalu peka dan juga waspada terhadap setiap perilaku dan gerak gerik dari orang yang tak dikenal. Untuk selanjutnya segera melaporkan kepada pihak berwajib, yaitu melalui Bhabinkamtibmas wilayah hukum Polres Pasuruan maupun kepada Babinsa setempat bila dirasa atau ada hal hal yang mencurigakan atau ada aktivitas yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan. " Saya berpesan pada warga khususnya Pak RT dan RW, karna sekarang lagi viral masalah aksi teror bom. Jadi harap waspada terutama dengan orang yg tidak dikenal, minimal identitas diri harus lengkap dari mana asal usulnya orang tersebut ", Ungkap Suradi, selaku Kades Tanggulangin kepada awak SHP pada Selasa, 15 Mei malam.
   Selain itu, Ia juga berpesan kepada seluruh warga dan juga masyarakatnya. Supaya selalu menjauhi atau menghindari adanya penyalahgunaan narkoba dan juga obat obatan terlarang, terlebih melakukan tindak kriminal dan juga kejahatan yang melawan hukum. " Khusus pemuda dan remaja, jangan sampai terlibat dg pergaulan yg gak jelas yang mengarah pada tindakan kriminal dan kejahatan. Apalagi terlibat dalam masalah penyalahgunaan narkoba dan itu betul betul harus di hindari ". Pesan Suradi kepada warga dan juga masyarakatnya.
   Diketahui untuk saat ini, pihak desa Tanggulangin sementara membuat pos siskamling di 3 titik terlebih dahulu. Yakni di wilayah RT 02, 03 dan 04, yang terletak di dusun Tembero dan akan ditambah lagi pos kamling baru dalam waktu dekat. Sementara itu, menurut salah satu anggota Polsek Kejayan Polres Pasuruan. Rokhim selaku Bhabinkamtibmas di desa Tanggulangin, menyampaikan pesan dan motivasi kepada setiap warga. Agar turut serta dalam mengantisipasi pada setiap tindakan dan juga pergerakan yang mencurigakan oleh orang lain atau yang tak dikenal.
   " Kenapa kita harus jadi polisi bagi diri sendiri, karna aparat desa dan keamanan jumlahnya yang minim. Sehingga kurang bisa maksimal untuk menjaga keamanan di masing masing desa, karna kejahatan bukan karna niat si pelaku tapi karna adanya kesempatan ". Kata Rokhim sembari memberikan motivasi dan semangat tinggi kepada warga yang menjaga di Siskamling malam itu. Pastinya, upaya dalam melakukan pencegahan dan juga kewaspadaan dengan sistem swakarsa serta mengembalikan fungsi dari pos kamling itu sendiri. Setidaknya dapat menekan ruang lingkup serta meminimalisir aksi dari para pelaku kejahatan, baik tindakan kejahatan kriminal maupun tindakan aksi teror bom seperti yang terjadi di daerah lain akhir akhir ini.
   Hal senada juga disampaikan oleh Sumadi anggota Koramil 0819 Kejayan yang juga seabagai Babinsa desa setempat. " Bahwasanya demi menjaga keutuhan NKRI dari para tangan pengganggu dan pelaku teror, yang tujuannya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita jangan pernah takut pada pelaku aksi kejahatan, mari kita lawan bersama sama ". Tegasnya Sumadi. Dengan begitu, warga dan juga masyarakat secara luas nantinya dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman tanpa diselimuti ancaman tindak kriminal dan juga kejahatan. Baik dilingkungan rumah, jalan maupun di tempat umum lainnya. *Ko/Syah


Pasuruan  suaraharianpagi.com 
   Antusias warga dan masyarakat khususnya siswa pelajar se Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk menyambut kedatangan rombongan presiden RI Jokowidodo memenuhi sepanjang jalan Kota dan Kabupaten Pasuruan di sejumlah titik jalur yang dilaluinya. Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ke daerah Pasuruan Kota dan Kabupaten, rencananya presiden Jokowi akan mengahdiri langsung pada acara peresmian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al Hikmah yang ada di jalan Patiunus, kelurahan Krampyangan, kecamatan Bugul Kidul, kota Pasuruan pada Sabtu 12 Mei sekira pukul 11.30 wib.
   Selain menghadiri acara peresmian HIPMI yang akan dihadiri sebanyak 4 ribu tamu undangan penting dari berbagai daerah, rencananya Jokowi secara simbolis juga akan menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan di GOR Sasana Krida Kabupaten Pasuruan. " Kita ingin menyambut dan menyapa langsung pak presiden dijalan Pak...!, dan katanya mau lewat sini. Dan yang jelas kita merasa senang, karena pak presiden sudah mau hadir ke kota kami ", ungkap Andri salah satu siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Kota Pasuruan, seraya dengan sabar sambil menunggu rombongan presiden lewat di jalan Balai Kota, Kota Pasuruan.
   Meskipun sudah melewati dari jadwal jam yang sudah dijadwalkan yakni sekira pukul 10.30 wib, sejumlah siswa pelajar dengan semangat dan penuh kegembiraan terlihat antusias menanti kedatangan rombongan presiden Jokowi ke Ponpes Bayt Al Hikmah hingga pukul 12.45 wib siang. Sementara Leo seorang guru Pendidikan Jasmani (Penjas) kelas Vll dan Vlll di SMP Negeri 1 Kota Pasuruan pada kesempatan dan momen kedatangan presiden RI ke Kota Pasuruan mendapat kebanggan tersendiri, khususnya bagi para siswanya. " Hari ini tadi sebetulnya ada tiga acara kegiatan, yakni wisuda kelas 9, pameran seni dan penyambutan kedatangan presiden RI 1 ke Bayt Al Hikmah. Dengan begitu nantinya siswa juga lebih mengenal dan mengetahui secara langsung pada sosok presidennya. Sehingga memberi kebanggaan tersendiri, karena daerah kami sudah menjadi perhatian presiden ", kata Leo saat dikonfirmasi awak SHP sambil memandu siswanya di pinggir jalan depan sekolah SMP Negeri 1.
   Diperkirakan, setelah dari Ponpes Al Hikmah dan ke GOR Sasana Krida. Selanjutnya Jokowi akan meninjau langsung ke proyek TOL Nasional Pasuruan-Probolinggo (Paspro) yang ada di wilayah Grati, Kabupaten Pasuruan pada pukul 16.25 wib nantiya. Dan setelah itu langsung akan bertolak ke Jakarta melalui bandara Juanda 8 Surabaya sekira pukul 17.00 wib selanjutnya menuju ke bandara Halim Perdana Kusuma Tanggerang. *ko/syah

 Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Selama giat Operasi Patuh (Proaktif Amanah Tegas Unggul Humanis) Semeru 2018, Kepolisian Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota telah menilang sebanyak 2.609 pelanggar selama 14 hari, pelanggar lalulintas tersebut berdominasi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI, tidak melengkapi surat-surat kendaraan, pengendara yang melawan arus dan tidak memakai sabuk pengamanan (khusus mobil). 
   Operasi yang dimulai pada tanggal 26 April hingga 09 Mei 2018 tersebut, banyak pengendara melanggar tata tertib dan peraturan lalu lintas. Diantaranya tidak membawa surat kendaraan, tidak memiliki SIM serta melanggar perlengkapan pada kendaraan yang digunakan pengendara tidak sesuai standartnya. Kanit Patroli, Satlantas Polres Pasuruan Kota  Ipda Sukrisno.SH menjelaskan, "bahwa giat Ops Patuh dan jelang Ops Ketupat tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah pelanggaran serta menekan angka kecelakaan saat dijalan, Intinya kita ingin mengurangi pelanggaran dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
   Tak Bawa Surat Kendaraan Seorang Pelajar Terkena Razia Ops Patuh Semeru, saat ditanyai awak media SHP selain tidak membawa surat-surat dia juga tidak memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi ), " saya tidak tahu mas kalau STNKnya sudah diambil dari jok sama orang tua dan setiap harinya ditaruh jok motor mas, saya juga belum memiliki SIM karena saya masih belum cukup umur untuk memiki SIM, jelas si pelajar tersebut. 
   Dengan itu, Ipda Sukrisno, SH menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih hati - hati lagi untuk mengawasi anak-anaknya, "kami harap orang tua lebih hati-hati lagi untuk mengawasi anaknya apa lagi dia ini masih belum cukup untuk mengemudi kendaraan bermotor sendiri dan masih belum bisa memiliki SIM ". 
   Selain itu Sukrisno juga menambahkan, " kami berharap kepada seluruh masyarakat, patuhilah undang-undang lalu lintas yang ada dan jangan melanggar, karena kecelakaan bermula dari sebuah pelanggaran itu sendiri ", imbuhannya. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Keberadaan bangunan stan los pasar Gadingrejo, kota Pasuruan, mendapat sorotan ketua DPRD kota Pasuruan Ismail Muhammad Hasan SE. Lantaran, stan yang sudah dibangun pada tahun 2016 silam itu hingga saat ini belum juga difungsikan atau ditempati pedagang. Hal itu dikarenakan, desain ukuran stan dan juga akses jalan yang disiapkan oleh Pemerintah Kota ( Pemkot ) itu dinilai oleh sejumlah pedagang terlalu kecil dan tidak memadai. Sehingga para pedagang enggan untuk menempati stan tersebut dan lebih memilih berjualan di setiap akses jalan pasar Gadingrejo itu sendiri.
   Diketahui, bahwa bangunan stan los yang dikerjakan pada APBD tahun 2016 silam tersebut terdapat 72 stan dan kondisinya pun masih terlihat kosong. Karena para pedagang sendiri, hingga saat ini lebih memilih berjualan dilokasi lain yakni disepanjang akses jalan dalam pasar, dibanding di stan baru yang sudah disediakan oleh Pemerintah itu. " Sekarang mau menempati gimana Mas...!. Bayangkan dengan kondisi stan yang terlalu kecil, pasti gak muat dagangan kita dan pedagang lain termasuk akses jalannya pun juga agak sempit. Jadi saat ini pedagang lebih memilih berjualan dilokasi lain", ujar salah satu penjual bumbu dapur kepada awak SHP,  yang enggan untuk disebutkan namanya tersebut.
   Sementara dalam hal ini, ketua DPRD kota Pasuruan Ismail Muhammad Hasan SE meminta supaya Pemerintah segera melakukan kajian dan juga penataan ulang terhadap kondisi yang ada. Baik mengenai ukuran stan dan akses jalan, maupun terhadap jumlah pedagang yang hendak direlokasi nantinya. " Setidaknya pemerintah harus melakukan kajian antara jumlah pedagang dengan luas stan yang dibutuhkan terlebih dahulu, sebelum melakukan proses pekerjaan bangunan. Dan apa yang sudah direncanakan menurutnya lebih matang, selanjutnya juga harus dilaksanakan dilapangan ", kata Ismail saat ditemui awak SHP di kantor DPRD pada Jum'at, 11 Mei siang.
   Ismail juga mengkhawatirkan, bila kondisi tersebut dibiarkan berlanjut dan tidak ada tindakan dari pihak Pemerintah untuk melakukan pembenahan. Maka tidak menutup kemungkinan, bangunan stan yang sudah dibangun dan disiapkan oleh Pemerintah itu menjadi mangkrak dan tatanan pasar tetap terlihat semrawut. " Pada saat itu mungkin kurang ada kesinergian antara pemerintahan yang sekarang dengan pemerintahan sebelumnya. Terus mengenai program yang ada, setidaknya dilakukan secara berkesinambungan. Bila hal itu tidak dilakukan, maka yang terjadi bangunan itu akan jadi mangkrak ", pungkasnya Ismail dari politisi PKB tersebut. Guna menyikapi kaitannya bangunan stan los yang belum juga dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang tersebut, selanjutnya pihak DPRD kota Pasuruan dalam hal ini komisi lll akan meninjau langsung ke lokasi pasar Gadingrejo. Agar nantinya bangunan itu dapat difungsikan dengan baik. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Setiap satu bulan sekali, tim penggerak ibu PKK se-kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan secara rutinitas terus melakukan pengajian secara bergilir di masing masing desa. Kali ini, dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan tahun 1439 hijriyah atau 2018. Tim penggerak ibu PKK dari 25 desa se-kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan ikuti pengajian rutin yang diadakan di dusun Tembero, desa Tanggulangin, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan. Pada Senin, 7 Mei pukul 08.00 wib pagi.
   Pengajian oleh tim PKK tersebut dilakukan, selain dilakukan secara rutinitas tiap bulannya juga sekaligus sebagai penutupan saat memasuki bulan suci ramadhan. Selanjutnya, dilaksanakan kembali pengajian rutin itu setelah umat muslim menjalani bulan puasa selama satu bulan penuh di bulan suci ramadhan. Acara yang dihadiri oleh semua ketua ibu PKK dari 25 desa, pihak Kecamatan dan Kades se-kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan, muspika dan perangkat desa setempat.
   Melalui ceramah tauziahnya, Nyai Aisyah asal Ketangirejo, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan memberikan pesan kepada tamu undangan dan masyarakat luas agar betul betul memanfaatkan bulan suci ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan membaca kitab suci al-qur'an. "Didalam bulan puasa, mari kita perbanyak ibadah dengan menjalani puasa penuh dan mengaji alqur'an. Bukan hanya dibulan suci ramadhan, setiap hari mari kita tingkatkan amal dan ibadah kita", Kata Aisyah pada ceramahnya dihadapan semua tamu undangan. Nyai Aisyah juga berharap agar didalam momen bulan ramadhan mendapat suatu keberkahan serta menjadikan orang yang menjalankan puasa menjadi khusnul khotimah. "Orang yang paling disayang aleh Allah SWT adalah, orang muslim yang melakukan puasa didalam bulan suci ramadhan. Mudah mudahan kita bisa melaksanakan puasa kedepan dan bisa mengamalkannya. Sehingga dijadikan orang yang khusnul khotimah". Tambahnya Aisyah.

   Dari sebanyak 25 desa tersebut diantaranya yakni desa Tanggulangin, Kedung Pengaron, Patebon, Pacarkeling, Randugong, Sladi, Kejayan, Lorokan, Kepuh, Ambal Ambil, Cengkrong, Klangrong, Sumber Banteng, Wrati, Sumber Suko, Oro Oropule, Kedemungan, Klinter, Wangkal Wetan, Tundo Soro, Ketangi, Benerwojo, Coban Joyo, Kurung dan desa Luwuk. Sementara itu, Kades Tanggulangin Mokhammad Suradi juga menjelaskan bahwa dari tujuan pengajian rutin dilakukan tiap bulan guna menjalin kerukunan sesama ibu muslimah dan juga sesama Kades yang ada. " Pengajian rutin ini untuk menjalin kerukunan antar desa se kecamatan, sekaligus menyambut bulan suci ramadhan dan dibuka lagi setelah ramadhan ". Dirinya juga berharap, supaya pengajian yang selama ini dilakukan terus dan lebih ditingkatkan. " Agar pengajian ini terus diadakan dan semoga mendapat berkah terlebih di dalam bulan suci ramadhan mudah mudahan dapat menjalani dengan khidmat". Pungkasnya Suradi. *ko/syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Polsek Kraton, Polres Pasuruan Kota berhasil meringkus dan mengamankan 1 dari 3 tersangka komplotan spesialis pencuri kabel jaringan milik Telkom yang terjadi di dekat rel KA tepatnya didusun Kalimas, desa Bendungan, kecamatan Kraton, kabupaten Pasuruan pada Minggu, 29 April kemarin. Tersangka berinisial Y 26th seorang pengangguran asal desa Durensewu, kecamatan Pandaan, kabupaten Pasuruan, ditangkap lantaran kedapatan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan bersama 2 teman lain yang berhasil lolos melarikan diri saat dikejar.
   Atas kejadian tersebut, saat ini pihak kepolisian secara serius akan terus melakukan upaya pencarian dan penyelidikan terhadap 2 tersangka lain yang berhasil melarikan diri. " Dua pelaku lain masih buron dan terus dilakukan pengejaran karena sangat meresahkan, merugikan serta mengganggu jaringan komunikasi. Atas kejadian ini, kita serius akan menindak termasuk pada kejadian kriminal lain ", Tegasnya, Kapolsek Kraton AKP Masroni Hardiawan SH saat dikonfirmasi di ruang tugasnya Senin, 30 April siang.
   Kejadian bermula, pada Minggu, 29 April 2018 sekira pukul 05.00 wib pagi. Ketiga tersangka saat itu sedang melakukan aksi pencurian jaringan kabel Telkom dekat rel KA jalur stasiun Pasuruan Kota-Bangil yang terletak di dusun Kalimas, desa Bendungan, kabupaten Pasuruan dengan cara memotong kabel yang terpasang ditiang Telkom. Sayangnya, upaya para tersangka diketahui sejumlah warga setempat. Merasa curiga dengan gerak gerik para pelaku, seketika warga tersebut mendekati para tersangka dan seorang warga lain melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek Kraton. Alhasil satu tersangka berhasil diringkus dan diamankan beserta BB yang ada.
   Dari hasil penangkapan itu, selain mengamankan seorang tersangka. Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian, yakni berupa 1 alat pemotong berupa gunting besar, 1 buah gergaji besi, 1 buah pisau cater, 1 unit sepeda motor matic dengan Nopol N 4081 TCF milik pelaku termasuk barang bukti hasil curian berupa potongan kabel sebanyak 1 bak mobil pickup. Selanjutnya Masroni berharap peran masyarakat secara luas dalam membantu, peduli, menjaga serta memberikan informasi bila ada hal hal dianggap mencurigakan. Selanjutnya melaporkan pada pihak berwajib.
   "Saya berharap supaya masyarakat ikut peduli terhadap obyek vital serta memberikan informasi kepada pihak berwajib bila ada hal hal yang mencurigakan di lapangan", Ungkapnya. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka Yuda telah melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman penjara maksimal selama 7 tahun penjara. *ko/syah



 Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Sebanyak 2.040 muslimah se-kota Pasuruan, yang ikut dalam pagelaran "Rebana Muslimah Berbakiak 2018" yang di laksanakan disepanjang jalan Pahlawan kota Pasuruan berhasil memecahkan rekor muri pada Jumat, 27 April malam. Acara yang diikuti oleh sejumlah masyarakat dari 34 kelurahan itu, membuat suasana yang ada menjadi semarak dan meriah. Karena lautan manusia dengan berpakaian muslimah sambil memukul rebana dan mengenakan bakiak memadati seluruh badan di sepanjang jalan Pahlawan tersebut. Selain untuk menggali potensi tradisi dengan bernuansa  islami, sebagai bentuk wujud kota Pasuruan adalah kota 'Santri dan Pusaka'. Setidaknya dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan juga bertujuan ingin menanamkan sebuah perilaku yang lebih berakhlak ditengah lingkungan masyarakat kedepannya. 
   "Dalam tradisi umat muslim, sengaja kita ciptakan salah satunya dengan tema muslimah berbakiak. Dan itu sebagai bentuk wujud kita untuk mendukung kota pasuruan sebagai santri dan pusaka ", Kata Setiyono dalam pesan dan tujuan dari acara tersebut digelar. Selebihnya, Ia juga berharap agar potensi yang ada tersebut selanjutnya dapat dikenal dan diketahui oleh daerah lain atau dunia luar. Dengan begitu, setidaknya kota Pasuruan akan memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik perhatian para wisatawan lokal dan asing dari segi tradisi dan juga budaya yang ada. " Mudah mudahan dengan upaya kita mewujudkan kota ini sebagai kota santri dan pusaka, akan menjadi daya saing tersendiri dengan kota kota lain yang ada", Pungkasnya Setiyono.
   Lantunan shalawat yang diiringi dengan alat rebana, membuat larut pada nuansa kereligian. Keunikan pagelaran tersebut semakin terlihat semarak, ketika para peserta dengan jumlah 2.040 jiwa itu secara bersama menghentakkan bakiak yang dikenakannya itu pada alas jalan raya. Bukan hanya itu, dalam acara Pemkot juga menghadirkan seorang artis ibu kota yaitu Sahrul Gunawan untuk tampil diatas panggung. Sehingga membuat acara yang ada semakin meriah dan semarak serta menjadikan suasana ditempat menjadi lebih kental akan religinya. *Ko/Syah




Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Setelah dilakukannya ujian seleksi terhadap calon perangkat baru pada Rabu, 18 April lalu, akhirnya Kepala Desa (Kades) Benerwojo, kecama tan Kejayan, kabupaten Pasuruan melantik 4 perangkatnya untuk mengisi kekosongan di pemerinta han desanya. Hal itu dilakukan, agar kondisi kekosongan didalam peme rintahan desa Benerwojo dapat terisi dan semua kaitannya dengan sistem pelayanan dan keamanan yang ada di desa dapat berjalan normal dan optimal.
   Dari ke 4 perangkat baru yang dilantik yakni terdiri dari 3 orang menempati sebagai posisi Kepala Dusun (Kasun) dan 1 orang sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum. Berikut juga nama Kasun dan Kaur yang baru dilantik di kantor desa Benerwojo pada Jumat, 27 April pagi diantaranya Nurul Huda sebagai Kasun Pelunggaan, Muhammad Soleh sebagai Kasun Brintik dan Arjo sebagai Kasun Dampol Harjo serta Sofandi sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum. Turut hadir dalam acara pengambilan sumpah janji pelantikan dan pengukuhan perangkat desa yakni diantaranyan Camat Kejayan, Kapolsek, Danramil, Muspika, ketua BPD, ketua Panitia dan sejumlah perangkat lainnya.
   Kades Benerwojo Rosyidi, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan dalam pesan pidato kepada semua perangkatnya supaya selalu memberikan pelayanan terbaik bagi warga dan masyarakat desa Benerwojo. " Mudah mudahan perangkat yang lama selalu diberikan kesehatan dan bagi perangkat yang terpilih supaya bisa lebih memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi. Kita juga harus banyak belajar dan bertanya agar tidak salah dalam melangkah serta mengambil keputusan ", Pesan yang di sampaikan Kades Rosyidi kepada perangkat dalam pidatonya.
   Hal senada juga disampaikan oleh Camat Kejayan Drs Suhartoyo MM. Bahwa semua pejabat pemerintahan desa, khususnya perangkat baru agar menjalankan semua amanah dan tanggung jawabnya sesuai dengan prosedur yang ada. " Tolong perangkat yang terpilih betul betul amanah dipertanggung jawabkan dan secara prosedur dilakukan. Selaku kepanjangan tangan dari pemerintah desa, saya berharap supaya masing masing kasun secara struktural mampu menyelesaikan setiap permasalahan warga yang ada di dusun selanjutnya bisa memberikan solusi atau jalan keluar yang terbaik ", Kata Camat Suhartoyo.
   Dalam pengakuannya, Suhartoyo juga memotivasi dan memberi apresiasi pihak desa Benerwojo mengenai pembayaran pajak yang rutin. " Untuk tradisi pembayaran pajak yang rutin di desa ini, supaya terus dipertahankan. Untuk pemilihan pilbup nanti masyarakat bisa menghadiri dan memilih sesuai dengan keinginan masing ", Pungkasnya.
   Selain itu juga, dalam acara pelantikan Kapolsek AKP Sumaryanto memberikan ucapan selamat kepada perangkat terpilih. Dan berharap, supaya dengan adanya posisi perangkat yang sudah terisi dapat bersinergi dalam mewujudkan Kamtibmas di tiap lingkungan dusun. " Saya ucapkan selamat kepada perangkat terpilih, dan segera ikut serta dan menjaga Kamtibmas secara umum didesa dan secara khusus di dusun. Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan untuk kegiatan ronda supays lebih ditingkatkan ditiap rukun tangga dengan cara mengaktifkan kembali sistem pos kamling ", Ujarnya Kapolsek Sumaryanto. 
   Diketahui, menurut data monografi di desa Benerwojo terdapat jumlah penduduk ada sebanyak 2.347 jiwa yang terdiri dari laki laki 1.161 jiwa dan perempuan 1.186 jiwa. Mayoritas semua warganya bekerja sebagai petani.  Selanjutnya, guna memberikan ucapan selamat kepada para perangkat yang sudah dilantik. Semua tamu undangan dan juga perangkat lain, secara bergilir berjabat tangan dan disambung dengan acara ramah tamah secara bersama. *ko/syah




Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Selama giat Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, unit Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Pasuruan Kota , Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba sebanyak 13 kasus dan mengamankan 16 tersangka. Operasi yang dilakukan selama 12 hari, terhitung sejak tanggal 13 April hingga 24 April 2018 oleh pihak kepolisian. Sudah ada 13 kasus yang berhasil diungkapnya, 8 diantaranya kasus narkotika jenis sabu dengan sebanyak 10 tersangka dan 5 lainnya merupakan kasus kesehatan jenis obat keras dengan 6 tersangka.
   Sangat disayangkan, ternyata 2 dari 16 tersangka yang diamankan kepolisian karena sebagai pengedar sabu merupakan seorang PNS aktif di Kesbangpol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yaitu Ari Fauzi (40) warga asal jalan Airlangga, kelurahan Purworejo, kecamatan Purworejo, kota Pasuruan dan satunya lagi seorang pensiunan PNS di Pemkot Pasuruan sebelumnya yaitu Slamet alias Mirun warga jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, kelurahan Petamanan, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan.
   " Menurut pengakuan tersangka yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil di kesbangpol itu, sudah berjalan satu tahun sebagai pengedar. Kita sudah koordinasi dengan pihak pemda dan melaporkan kepada atasannya. Kemudian tersangka kita proses dengan aturan yang berlaku ", kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Maromo SIK kepada sejumlah media di acara press release setelah apel gelar pasukan di halaman mako pada Kamis, 26 April pagi. Dari tangan para tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 6,43 gram, pil dengan jenis triexyphenidyl sebanyak 4.371 butir serta Minuman Keras (Miras) sebanyak 500 botol dari berbagai jenis dan dari TKP yang berbeda. Yakni desa Nguling, Rejoso, Grati, Lekok, Bugulkidul, Kraton, Pohjentrek, Purworejo, Gadingrejo dan Keboncandi. Sementara didalam memerangi penyalahgunaan peredaran narkoba dilingkungan masyarakat, Walikota Pasuruan Setiyono mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk wartawan turut memberikan informasi dalam memberantas narkoba secara bersama.
   "Untuk mengurangi peredaran bebas narkoba, bersama sama mari kita memberantas yang namanya narkoba. Tapi tolong juga bantuan wartawan dalam memberikan informasi, jadi sama sama lah dalam memberantas narkoba dan miras yang ada di kota pasuruan ", ungkapnya Setiyono.  
   Atas perbuatannya melanggar hukum tersebut, para tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu akan dijerat dengan pasal 112 (1) jo 114 (1) jo 127 (1) Undang Undang Republik Indonesia nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga 15 tahun penjara. Sedangkan bagi kasus pil koplo akan dijerat dengan pasal 196 jo 198 Undang Undang Republik Indonesia nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sedangkan untuk tersangka miras masuk dalam kategori Tindak Pidana Ringan (Tipiring). *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Pada hari kamis, 26 April,  Polres Pasuruan kota melaksanakan apel gelar pasukan oprasi Patuh Semeru 2018 yang dipimpin oleh AKBP Rizal Martomo S.I.K. Apel operasi patuh semeru 2018 yang diikuti personil gabungan dari Polri, TNI, Dinas perhubungan, Polisi pamong praja, ormas dari Senkom, Walikota dan Ketua DPRD kota Pasuruan yang digelar mulai 26 April hingga 9 Mei 2018. Menurut Kapolresta sendiri, dengan adanya operasi ini diharapkan bisa menekan angka korban akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
   Kapolres juga menjelaskan dalam menyampaikan amanatnya, "permasahan dibidang Lalu Lintas, dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital, dimana oprasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman / cukup menggunakan handphone. Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut. Maka dari itu Polantas terus berupaya melaksanakan program Kapolri yang disebut PROMOTER (Profesional-Modern-Terpercaya)". 
   Kapolres juga menambahkan dalam menyampaikan amanatnya, "sesuai amanat undang- undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan, kita diharapkan untuk mewujudkan dan KAMSELTIBCAR LANTAS ( memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas), meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korba  kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, yang merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendir melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihal, pungkas Kapolres dalam menyampaikan amanatnya. 
   Dalam operasi patuh semeru 2018 kali ini ada 7 point pelanggaran yang akan ditindak tegas oleh jajaran lalulintas. Pengemudi yang mengemudi sambil menggunakan Handphone, Pengemudi ataupun pengendara motor yang melawan arus, Pengemudi yang membawa narkoba maupun minuman keras, pengendara motor yang tidak menggunakan helem, pengendara motor dibawah umur atau yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman, mobil bak terbuka (pickup maupun truk) yang membawa penumpang maupun Mobil barang yang melebihi tonase muatan. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.con
   Upaya Pemerintah pusat dan DPR RI dalam wacananya merevisi terhadap Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR), mengenai alat transportasi online kendaraan roda dua (R2) yang akan disahkan didalam UU dinilai sebagian masyarakat kota Pasuruan belum tepat. Pasalnya, guna memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya para pengguna jasa alat transportasi angkutan umum. Selain faktor efisien waktu dan biaya, Pemerintah juga harus memperhatikan faktor keselamatan, keamanan dan juga kenyamanan pada penumpang saat dijalan. Untuk itu, masyarakat berharap supaya Pemerintah pusat betul betul harus melakukan kajian yang lebih matang terhadap semua aturan dan regulasi terlebih dahulu. Sehingga keputusan yang akan diambil nantinya tidak terkesan dipaksakan atau di akomodir oleh pihak dan kelompok tertentu, didalam memutuskan kendaraan R2 yaitu transportasi online sebagai angkutan umum kedepan.
   "Kalau menurut saya lebih enak naik angkutan umum line Mas, dibanding harus naik ojek sepeda motor. Karena selain kita tidak kepanasan dan kehujanan, kita juga bisa duduk sambil bersandar dengan tenang terlebih barang belanjaan dari pasar bisa muat. Terutama juga masalah keselamatan juga lebih aman dijalan ", kata Sarofah (46) warga asal pedukuhan Babatan, kelurahan Bakalan, kecamatan Bugulkidul, kota Pasuruan salah satu pedagang warung nasi dan minuman. 
   Sarofah juga berharap supaya Pemerintah bisa memberikan solusi tentang angkutan umum yang lebih tepat dan bermanfaat bagi masyarakat pengguna angkutan umum, bukan justru malah sebaliknya. Terlebih dalam kapasitas muatan yang terbatas juga harus di perhitungkan juga. " Memang setiap harinya saya naik mobil angkutan umum untuk belanja dipasar, meskipun saya punya sepeda motor. Karena selain lebih murah, juga tidak ribet dan tidak membahayakan bila membawa barang belanjaan yang lebih ", pungkasnya Sarofah kepada awak SHP, sembari melayani pembeli diwarung miliknya pada Jumat, 20 April siang.
   Hal senada juga dikeluhkan oleh sejumlah tukang penggayuh becak Hufron (43) warga Trajeng, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan yang biasa mangkal di persimpangan Gedungwolu.  " Semenjak adanya ojek online, pelanggan penumpang yang biasa naik becak saya sekarang juga beralih ke ojek online Mas....!. Cara kasarnya inikan sudah merampas dan yang pasti pendapatan juga berkurang. Jadi mohon lah pada Pemerintah pusat supaya ada solusi yang tepat", ungkapnya Hufron sambil menunjukkan wajah penuh kekecewaan.
   Sementara kebijakan tersebut juga dinilai oleh salah satu praktisi hukum kota Pasuruan, Wiwin Ariesta SH, yang telah beredar di video mengatakan. Bahwa Pemerintah harus lebih bijak dalam mengambil keputusan, dengan melihat dari berbagai aspek. " Rencananya pemerintah dalam merevisi UU, harus dipikir dan dikaji lebih matang. Karena untuk mengubah suatu UU itu tidak harus mendengar desakan dari kelompok itu saja, dan harus melihat dari aspek filosofis, yuridis, ekonomi, sosiologis. Kalau hanya merubah beberapa poin saja, saya pikir cukup membuat turunan UU dibawahnya lagi atau diperdakan. Saya kira UU nomer 108 tahun 2017 semua sudah terkafer didalamnya ", paparnya.
   Begitupun dengan dampak sosial yang akan ditimbulkan akibat diberlakukannya transportasi online diberbagai daerah, yang jelas akan mengganggu stabilitas pada perekonomian warga yang berprofesi jasa angkutan umum lain seperti tukang penggayuh becak, tukang ojek mangkal dan juga mobil angkutan trayek dalam desa atau kota. Guna mendapatkan rasa aman dan juga nyaman dalam menggunakan jasa transportasi atau angkutan umum, tentu menjadi harapan bagi semua masyarakat khususnya para penumpang. Dan bila kendaraan roda dua (R2) bisa dinyatakan layak sebagai transportasi umum, pertanyaanya "Apakah kendaraan R2 sudah memenuhi rasa aman dan nyaman bagi penumpang, terutama pada kondisi cuaca panas dan dimusim penghujan? ". *ko/Syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com
Dinas Lingkungan Hidup, Kebersi- han dan Pertamanan Kota Pasuruan melakukan penebangan beberapa pohon disekitaran Kota Pasuruan khususnya jl. Wahidin, jl. Panglima Sudirman (PangSud) dan jl. Hayamwuruk, Pohon tersebut usia sudah tua dan membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan, Untuk penebangan sendiri DLHKP melibatkan orang ke tiga yaitu CV / rekanan.
         Namun berdasarkan pantauan awak media SHP dilapangan status CV yang dipakai sendiri tidak jelas ( CV siluman ) dikarenakan tidaknya terpampang papan proyek tersebut. " Salah satu pelaksana proyek yang biasa nama panggilan akrabnya H. Amar menjelaskan, saya tidak tahu anggaran apa yang dipakai, saya hanya dimintai tolong untuk mencarikan orang untuk potong pohon saja, coba sampean tanya ke Dinasnya mas ", Jelasnya saat dikonfirmasi awak SHP melalui telpon pada jum'at, 30 Maret (seminggu yang lalu). 
        Disisi lain Kepala DLHKP ( Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan ) Rudiyanto, AP, MM saat dikonfirmasi dikantornya pada Jum'at, 6 April ( sore ) menjelaskan,  Kita menebang pohon tersebut dikarenakan usia pohon sudah tua yang mana membahayakan pengguna jalan, sebelum terjadinya yang tidak diinginkan maka dari kita mengantisipasi dengan cara menebangan. 
        Masih kata Rudi, " pekerjaan tersebut kita melibatkan pihak ke tiga, dan penebangan yang dilakukan tidak total dipotong semua, kita sisahkan kurang lebih 7 ( tujuh ) meter / lebih 1 ( satu) meter dari ukuran Penerangan Jalan Umum ( PJU ) dan banyaknya pohon yang ditebang sekita 500 pohon, dengan anggaran yang digunakan APBD 2018 nilainya sekitar 180 jutaan, pekerjaan tersebut dimulai akhir bulan Maret kemarin dan sampai akhir bulan Mei besok sekitar 2 ( dua ) bulanan pekerjaan selesai ", imbuhannya. * Ko/Syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Guna menghindari kesan kumuh dilingkungan dalam pasar, Kepala Pasar Buah Pasrepan selalu menjaga kebersihan dengan selalu melakukan bersih bersih. Hal itu dilakukan supaya suasana dan kondisi lingkungan yang ada selalu terlihat bersih dan asri. Secara rutinitas Khoirul Anam selaku Kepala Pasar Buah Pasrepan dengan cara terjun langsung kelapangan dan selalu ikut serta dalam bersih bersih sampah dalam pasar, untuk mengajak para petugas kebersihan yang ada dilapangan agar bersama sama peduli serta menjaga tingkat kebersihan lingkungan dan juga kerapian.
   "Kita tidak ingin merintah tetapi mengajak petugas melakukan bersih, sehingga secara kesadaran dapat dilakukan dengan senang hati dari masing masing petugas ", kata Khoirul Anam sembari terlihat capek dan berkeringat saat ditemui awak SHP dilapangan pada Senin, 9 April pagi. Diketahui bahwasanya disaat musim buah dan sayuran tiba, dipastikan situasi dan kondisi dalam pasar selain dipenuhi pedagang juga dipenuhi banyak pembeli dari berbagai wilayah. Sehingga kepadatan didalam pasar buah tersebut tampak terlihat setiap harinya.
   Disisi lain kebersihan, untuk melakukan penataan dan juga pemanfaatan ruang. Dirinya juga berencana akan merelokasi sejumlah pedagang buah dan sayur yang selama ini berada di akses masuk pasar ketempat stand lama yang pernah terjadi kebakaran. Sehingga akses keluar masuk pasar menjadi lancar. " Rencananya los yang bekas kebakaran akan kita manfaatkan untuk para pedagang yang saat ini menempati pinggir akses masuk, sehingga tidak terjadi macet saat musim tiba", ujarnya Khoirul.
   Mengingat Pasar Buah Pasrepan merupakan terminalnya dari berbagai macam buah dan juga sayuran seperti buah Durian, Pisang, Jagung, Nangka, Mangga, Manggis, Melon, Apel, Alpukat, Rambutan, Semangka dan juga sayuran seperti Wortel, Kentang, Kubis dan lain lain.
   Sementara di tempat lain, M. Saifudin Zuhri selaku Pejabat Pembuat Komitmen(PPKom) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan sangat mendukung upaya dan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Pasar Buah Pasrepan tersebut. " Tentunya sangat bagus dan perlu dilanjutkan, karena demi kemaslahatan umat memang harus seperti itu. Setidaknya hal itu bisa dibuat percontohan bagi kepala pasar lainnya ", ungkapnya Saifudin saat ditemui diruang kerjanya. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com 
   Berupaya ingin memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat, Kepala Desa(Kades) baru Benerwojo Rosidi, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan melakukan pembenahan mengenai tugas dan tanggung jawab kerja secara optimal. Tentunya hal itu dilakukan guna memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada warga dan juga masyarakat yang hendak mengurus atau membutuhkan surat dari desa. Dimulai dari pukul 07.00 pagi hingga 15.00 sore, Rosidi yang dibantu 6 perangkat lain yakni Kasun, Sekretaris desa, Kaur keuangan, bendahara dan juga operator desa akan selalu siap dikantor desa.
   "Tentunya saya ingin mengemban amanah dari warga, sesuai dengan tugas kita ingin memberikan pelayanan yang optimal. Sebelumnya semua perangkat sudah saya kumpulkan, selanjutnya kita tekankan agar dalam bekerja selalu disiplin waktu dan tugas ", kata Rosidi saat ditanya awak SHP mengenai pelayanan desanya pada Selasa, 10 April pagi. Selain itu, Kades Rosidi siap membantu dan memberikan pelayanan selama 24 jam bagi warga yang membutuhkan bantuan seperti ada warga yang sakit, ibu melahirkan ataupun permasalahan yang berkaitan dengan hukum yang menimpa warganya. Bahkan Dirinya bersama sejumlah perangkatnya, secara bergilir selalu mengikuti apel bersama yang digelar di kantor kecamatan Kejayan mulai hari Senin sampai hari Kamis. Setelah apel selesai dilakukan, sejumlah perangkat tersebut melanjutkan dengan tugas piket pelayanannya didesa.
   Terutama pada momen menjelang pemilihan kepala daerah kedepan, Rosidi meminta warganya supaya tidak larut dan terjebak dalam situasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan. Maka dengan begitu, pada pelaksanaan pesta demokrasi nantinya dapat berjalan dengan lancar dan damai tanpa ada keributan satu dengan yang lain. " Saya berharap supaya keamanan ditengah lingkungan warga selalu terjaga, terlebih menjelang hingga pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Dan bila ada perselisihan antar tetangga dan warga kita ingin dapat diselesaikan di tingkat dusun dan desa dan tidak perlu harus ke rana hukum ", tambahnya Rosidi. Secara letak wilayah, bahwasanya desa Benerwojo terdapat ada 6 dusun yaitu dusun Benerkrajan, Benerkidul, Pagerwojo, Berintik, Dampol dan Pelunggakan. Rosidi berharap melalui APBDes dan juga bantuan alokasi dana desa, secara prioritas ingin memperbaiki akses jalan utama warga, memberi Penerangan Jalan Umum dan juga septicktank komunal bagi warganya. *ko/syah




Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Jumat, 06 April Polres Pasuruan Kota melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan Kapolsek Keboncandi dan Kasat Binmas di Lapangan Abd. Rachman depan Mako Polres Pasuruan Kota. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo, S.I.K dan diikuti oleh seluruh anggota Polres dan anggota jajaran Polsek. Kasat Binmas yang sebelumnya dijabat oleh AKP Ahmad Firman Wahyudi, S.H digantikan AKP Sumadji Djihantoro dan Kapolsek Keboncandi yang sebelumnya AKP Affan Priyo Wicaksono, S.E yang digantikan AKP Suprihatin, S.E.
   Dengan jabatan barunya, AKP Ahmad Firman Wahyudi, S.H sebagai Kasisbinsiskamling Subditbinpolmas Ditbinmas Polda Jatim dan AKP Affan Priyo Wicaksono, S.E sebagai Kasatlantas Polres Madiun Kota. AKP Sumadji Djihantoro sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag DalOps Polres Pasuruan Kota dan AKP, S.E sebelum nya menjabat sebagai Wakapolsek Beji Polres Pasuruan, Mutasi Personil adalah hal yang lumrah di tubuh Polri sebagai tolak ukur kinerja anggota dan pemerataan anggota di setiap wilayah terutama Polda Jawa Timur. * ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan melakukan penebangan beberapa pohon disekitaran Kota Pasuruan khususnya jl. Wahidin, jl. Panglima Sudirman (PangSud) dan jl. Hayamwuruk, Pohon tersebut usia sudah tua dan membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan, Untuk penebangan sendiri DLHKP melibatkan orang ke tiga yaitu CV / rekanan.
   Namun berdasarkan pantauan awak media SHP dilapangan status CV yang dipakai sendiri tidak jelas (CV siluman) dikarenakan tidaknya terpampang papan proyek tersebut. " Salah satu pelaksana proyek yang biasa nama panggilan akrabnya H. Amar menjelaskan, saya tidak tahu anggaran apa yang dipakai, saya hanya dimintai tolong untuk mencarikan orang untuk potong pohon saja, coba sampean tanya ke Dinasnya mas ", Jelasnya saat dikonfirmasi awak SHP melalui telpon pada jum'at, 30 Maret (seminggu yang lalu). 
   Disisi lain Kepala DLHKP ( Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan ) Rudiyanto, AP, MM saat dikonfirmasi dikantornya pada Jum'at, 6 April ( sore ) menjelaskan,  Kita menebang pohon tersebut dikarenakan usia pohon sudah tua yang mana membahayakan pengguna jalan, sebelum terjadinya yang tidak diinginkan maka dari kita mengantisipasi dengan cara menebangan. 
   Masih kata Rudi, " pekerjaan tersebut kita melibatkan pihak ke tiga, dan penebangan yang dilakukan tidak total dipotong semua, kita sisahkan kurang lebih 7 ( tujuh ) meter / lebih 1 ( satu) meter dari ukuran Penerangan Jalan Umum ( PJU ) dan banyaknya pohon yang ditebang sekita 500 pohon, dengan anggaran yang digunakan APBD 2018 nilainya sekitar 180 jutaan, pekerjaan tersebut dimulai akhir bulan Maret kemarin dan sampai akhir bulan Mei besok sekitar 2 ( dua ) bulanan pekerjaan selesai ", imbuhannya. *ko/syah



 Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Menindaklanjuti adanya kerusakan jalan akibat proyek nasional Spam Umbulan dan juga TOL yang ada disepanjang jalan Patiunus-KH Mansur, dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Pasuruan lakuka. sosialisasikan warga di kelurahan Tembokrejo, kecamatan Purworejo, kota Pasuruan pada Kamis, 5 April ( pagi ) .  Dalam giat sosialisasi, dinas PUPR melalui kepala bidang Bina Marga Akung Nojanto Sodiq dalam beberapa hari kedepan pada Senin 9 April bersama pihak rekanan proyek nasional akan melakukan perbaikan berupa penambalan dan pemerataan terhadap sejumlah titik jalan yang rusak dan berlubang. " Secepatnya dalam beberapa hari kedepan, kita bersama pihak rekanan akan lakukan beberapa upaya perbaikan pada jalan yang rusak dan berlubang supaya bisa dilalui kendaraan. Untuk menekan kerusakan pada jalan lain, kita harapkan para sopir kendaraan berat tidak menggunakan jalan terabasan ", ungkap Akung.
   Sejumlah perwakilan warga kelurahan Tembokrejo, pihak rekanan dari tiga perusahaan, Kapolsek Bugul Kidul AKP Maryono dan juga Danramil 0819 Khaerudin Latif secara bersama mendukung adanya proyek nasional dengan catatan jalan rusak diperbaiki kembali nantinya. " Mengenai pengaturan arus lalu lintas di tiap pesimpangan, setidaknya ada petugas kepolisian yang mengatur, khususnya di jam berangkat kerja untuk meminimalisir kecelakaan ", Kata Agus salah satu warga RT 03 / RW 01 setempat.
   Adanya keterbatasan personil anggota kepolisian, membuat pelayanan pada penjagaan ditiap persimpangan jalan dalam pengaturan arus lalu lintas kurang berjalan optimal. " Memang akibat dari kendaraan berat yang lewat bukan kelasnya, sehingga menjadi rusak dan untuk petugas jaga ditiap persimpangan meskipun kekurangan personil nantinya kita akan kita upaya pada jam jam tertentu ",  jawabnya Kapolsek Bugul Kidul, AKP Maryono disampaikan pada warga yang hadir.
   Sementara pihak rekanan mengakui, bahwa akibat kerusakan jalan yang ada juga bukan disebabkan dari armada miliknya saja melainkan kendaraan besar dan berat lain dari luar pekerjaannya juga banyak yang melintas. Meskipun demikian pihaknya bersama dinas dan juga rekanan lain siap melakukan perbaikan jalan. " Memang banyak kendaraan besar lain dari luar juga melintas di jalur tersebut. Dan mengenai adanya dampak debu di wilayah perbatasan kita akan lakukan penyiraman dan kita minta maaf kepada warga atas ketidak nyamanan dari proyek ini ",  ujarnya Feri dari Humas PT WIKA. Selain menyelesaikan permasalahan kaitannya dampak dari proyek nasional jalan TOL, pihak rekanan juga dituntut harus menyelesaikan pekerjaannya tersebut sesuai dengan target yang sudah ditentukan yakni hingga 17 November 2018 nanti. *ko/syah


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget