Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Pasuruan"

   Dalam rangka pelaksanaan program kerja Bhayangkari tahun 2018, ketua Bhayangkari daerah Jatim Lita Mahfud Arifin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke cabang kota Pasuruan pada Jumat, 13 Juli di hotel Horison jalan A Yani pukul 08.00 wib pagi. Bersamaan dengan itu, pihak Bhayangkari juga menggabungkan acara dengan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGK) yang Ke 66 Tahun 2018 dengan melaksanakan giat Bhakti Sosial (Baksos) bersama anak yatim dan santri se Pasuruan Raya pada Jumat, 13 Juli pagi di Hotel Horison jalan A Yani kota Pasuruan.
   Kedatangan Ny. Lita Mahfud Arifin Bhayangkari Jatim bersama rombongan didampingi ketua Bhayangkari cabang Pasuruan Kota, Kabupaten dan Probolinggo Kota serta Kabupaten saat tiba di lokasi Hotel Horison disambut dengan tarian 'Pasuruan Gemuyuh' oleh sejumlah putri cantik. Sebanyak 400 undangan anak yatim dan santri se Pasuruan Raya yang hadir dalam acara nampak begitu menikmati dan berbaur, ditambah adanya pertunjukan tari tarian, magic dari pesulap sekaligus adanya sebuah atraksi formasi kesatuan Polri dari 'Polisi Cilik' membuat suasana yang ada menjadi semarak dan khidmat.
   " Setiap Bhayangkari selalu dihimbau untuk mendangdutkan misi sosialnya, mendahulukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pendidikan anak anak yang kurang mampu termasuk anak yatim ", Ujar Lita kepada sejumlah awak media di sela acara. 
   Lita juga berharap, agar mutu sekolah Bhayangkari kedepannya lebih ditingkatkan dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, Dirinya juga akan mengagendakan bentuk kegiatan sosial lain yang ada di setiap cabang daerah Jatim itu sendiri. " Setiap cabang harus meningkatkan mutu masing masing sekolah, mulai dari sisi pendidikannya, penambahan dari bidang seni dan ketrampilan lebih ditingkatkan lagi serta lebih maju dari sebelumnya ", Tambahnya.


   Diketahui, bahwa terkait HKGK tersebut baru pertama kalinya di adakan kegiatan bentuk sosial yakni di cabang Kota Pasuruan saat ini dan pada HUT nya akan jatuh pada bulan Oktober yang akan datang.*Ko/Sya

   Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK beserta jajaran Nonton Bareng (Nobar) sepak bola piala dunia bersama sejumlah wartawan di halaman kantor Polres Pasuruan Kota pada Kami, 12 Juli dini hari.
   Selain untuk menjalin tali silaturrahmi dan kemitraan yang lebih erat, hal itu dilakukan untuk meningkatkan sinergitas antara pihak kepolisian dengan insan pers atau wartawan di dalam publikasi guna membangun bangsa yang lebih maju dan juga transparansi.
   Kapolres beserta jajaran Kapolsek, Kasat dan juga Kanit bersama sejumlah awak media yang hadir dalam Nobar piala dunia tersebut, nampak larut dengan semangat dan antusias saat nonton laga semi final 2 antara Inggris melawan Kroasia.
   "Tujuan dari pada nobar ini, agar sinergitas dan kerja sama antara polres pasuruan kota bersama rekan rekan wartawan bisa berjalan dengan baik dan lancar", Ujar AKBP Rizal Martomo.
   Di sela berakhirnya babak pertama pada Nobar, pihak Polres Pasuruan Kota juga menampilkan dua tampilan film yakni mengenai pengamanan pada penyelenggaraan Sea Game 2018 serta film mengenai ketanggapan serta kesigapan anggota Polri berjudul 22 menit dalam rangka penanggulangan pada setiap aksi tindak kejahatan serta gangguan keamanan yang di ambil dari kisah nyata kejadian Bom Thamrin yang ada di Jakarta.


   Sesuai dengan perintah Kapolri, Rizal juga berharap agar masyarakat dapat belajar tentang pentingnya membangun sinergitas yang lebih tinggi serta menjalin hubungan yang lebih harmonis untuk bersama sama saling peduli, menjaga dan juga mengamankan keutuhan NKRI dari para pelaku aksi kejahatan termasuk aksi teror yang ada di Indonesia.
   "Dengan adanya sea game, kita seluruh masyarakat mensukseskan adanya sea game yang ada di Indonesia. Sekaligus kita mengajak anggota Polri, TNI dan masyarakat untuk bersama sama melawan terorisme", Tambahnya Rizal.
   Selanjutnya pada tanggal 19 Juli 2018 nanti, Kapolres Pasuruan Kota mengajak agar seluruh masyarakat Kota Pasuruan bersama sama hadir dan menonton film dengan berjudul 22 menit di gedung bioskop yang ada di Kota Pasuruan. Untuk biaya masuk gedung bioskop, akan ditanggung oleh pihak kepolisian setempat.*Ko/Syah

   Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus lalu lintas kendaraan di pusat titik kota Pasuruan, pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota urai kepadatan kendaraan di sejumlah titik persimpangan salah satunya di persimpangan Kebonagung.
   Jumlah atau volume kendaraan yang melintas selalu ramai setiap harinya, membuat sejumlah petugas Lalu Lintas (Lantas) melakukan upaya penguraian pada kendaraan yang ada yakni dengan cara menge 'flash' sejumlah traffic light serta pengaturan arus lalin.
   "Awalnya kepadatan kendaraan kita pikir terjadi pada saat momen arus mudik dan balik beberapa bulan lalu. Sehingga kita lakukan upaya penguraian termasuk dengan mematikan salah satu lampu traffic yang ada di persimpangan purut," ujar Ipda Sukrisno selaku Kanit Patroli kepada awak SHP.
   Menurut Sukris, bahwa puncak kepadatan kendaraan sendiri terjadi mulai pagi hingga sekira pukul 22.30 wib malam. Yang mana sejumlah kendaraan didominasi kendaraan R4 yang mau ke arah Malang, Surabaya dan juga wilayaha timur seperti ke Probolinggo.
   Adanya kepadatan kendaraan yang terjadi tersebut, di sebabkan adanya pasca dioperasikannya jalur strategis nasional tepatnya di akses pintu keluar masuk tol baru yang ada di wilayah Bukir, Kota Pasuruan.


   Dengan kondisi arus lalin yang ada saat ini, diharapkan para pengguna jalan khususnya pengendara agar lebih bersabar serta selalu mematuhi segala bentuk rambu rambu dan juga peraturan dalam berlalu lintas di jalan.
   "Kita berharap, para pengendara juga lebih bersabar dalam berkendara termasuk mematuhi peraturan yang ada. Kita akan terus melakukan upaya upaya pengaturan arus lintas, sehingga dapat tercipta kelancaran bersama", tambanhya. *Ko/Syah

   Pada selasa, 10 juli sekita pukul 07.00 ratusan warga tembokrejo melakukan aksi penutupan jalan diwilayah kelurahan Tembokrejo kecamatan Purworejo kota Pasuruan tepatnya di perbatasan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Pasuruan. Aksi tersebut dilakukan oleh warga agar supaya warga yang terdampak mendapatkan hak serta perhatian dari pihak pemerintah ataupun dari pihak pengelola proyek Tol Gempol -Pasuruan ( Gempas ). Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan dengan cara meminta dua damptruk pengangkut tanah urug yang melintas untuk menurunkan muatanya ditengah jalan tepatnya ditempat para warga berkumpul.
   Didalam orasinya warga menyampaikan keluhan - keluhan dampak negatif dari pelaksaan proyek tol, seperti debu, matrial yang berjatuhan, jalan berlubang dan konpensasi. Wahyu fahmi Salah satu warga sekaligus Kordinator aksi saat dikonfirmasi oleh awak media SHP menjelaskan, " aksi ini kita lakukan bukan berpihak dari manapun, kita murni dari warga kelurahan tembokrejo khususnya warga yang terdampak. Dalam aksi ini yang kita inginkan hanya meminta untuk lebih peduli kepada warga yang terdampak, terutama terkait dengan debu - debu yang secara otomatis mengganggu kesehatan warga, perbaikan kerusakan jalan dikarenakan damp truk yang akan masuk ke proyek tol dan kopensasi kepada warung - warung yang berada disekitar pinggir jalan, karena dengan banyaknya debu - debu omset warung - warung tersebut menjadi turun ". Selain itu Wahyu juga menjelaskan, terkait dengan debu menang dari pihak proyek sudah melakukan penyiraman disepanjang jalan tembokrejo, cuman penyiraman tersebut belum maksimal, Warga sepakat agar supaya penyiraman tersebut dilakukan minimal 10 kali penyiraman perhari dan membenahi jalan - jalan rusak, memberi penutup terpal pada kendaraan yang bermuatan tanah urug maupun matrial ".


   Kurang lebih selang satu jam para warga menutup jalan, Wakapolres Kompol. H.Pratolo Setiawan turun langsung dan menegoisasi kepada para aksi supaya menuju ke kantor kelurahan guna untuk mediasi para warga dengan pihak terkait, agar supaya tidak mengganggu kepada pengguna jalan lain dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Sesampai kantor kelurahan Tembikrejo warga disambut baik oleh pihak kelurahan dan difasilitasi tempat untuk mediasi. Didalam mediasi tersebut dihadiri Lurah Tembokrejo, pihak pelaksana proyek Tol dari PT.Wika yang diwakili Fery selaku penanggungjawab pelaksana, serta disaksikan pihak kepolisian. Pada mediasi tersebut pihak tol sepakat bahwa armada proyek tol akan dialihkan, tidak melewati jalan arah Tembokrejo sampai selesainya perbaikan sementara, akan dilakukan pendataan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan untuk dilakukan pengobatan secara gratis dan serta di siagakan mobil penyiraman agar sewaktu waktu bisa digunakan melakukan penyiraman jalan supaya tidak menimbulkan debu, serta dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan warga terkait kerugian usaha kecil yang mengalami penurunan omzet secara signifikan akibat selama ini terganggu oleh pelaksanaan proyek. 
   Diakhir acara mediasi Wakapolres kota Pasuruan Kompol. H. Pratolo Setiawan menambahkan kepada para aksi, " bahwa kami pihak Kepolisian siap berada ditengah - tengah warga untuk memberi solusi bagi kesulitan yang terjadi, ” polisi maupun TNI adalah bagian dari rakyat yang selalu siap jika dibutuhkan kapanpun, tidak ada yang mentang - mentang, semua bersama sama bekerja untuk kebaikan bersama ", ujarnya dengan tegas diakhir acara mediasi. *Ko/Syah

   Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Warga Non Pemukiman di tanah TNI AL Grati Pasuruan pada kamis, 12 Juli telah diresmikan langsung oleh Komandan Lantamal ( Danlantamal ) V ( lima ) Laksamana Pertama TNI Edwin, SH. Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Perwira Pembantu V Bagian Pertanahan ( Pabanlimslog ) AL, Aslog Dantamal V, Dankolatmar diwakili Pasi Intel, Kabalur Jatim, Kakimal Grati, Kasubdit Faslana, Kodim 0819 Pasuruan di wakili Kasdim, Kadiskum Lantamal V, Polres Pasuruan Kota yang diwakili Kabag Sumda serta didampingi Kapolsek Lekok, jajaran Danramil, Muspida dan Muspika, juga turut ikut serta beberapa Kepala Desa serta masyarakat di wilayah Kecamatan Lekok, Grati, Nguling dan juga dihadiri Tokoh Ulama dari Pondok Pesantren Sidogiri KH. Abdullah Siradj.
   Dalam sambutannya, Danlamal V mengatakan bahwa fungsi TNI AL adalah melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa serta menjalankan operasi militer perang maupun operasi militer, selain perang, juga ikut serta aktif dalam perdamaian dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka TNI Angkatan Laut perlu menyediakan sarana dan daerah latihan tempur yang memadai, baik dari segi keamanan, luas, maupun Medan. Hal tersebut tentunya perlu adanya pengamanan yang maksimal terhadap lingkungan sekitar, terkait dengan masih terdapatnya beberapa lokasi yang dijadikan sarana tempat tinggal, sehingga TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal V beserta stakeholder lainnya merasa perlu melaksanakan relokasi pembangunan Perumahan lahan BMN TNI AL Grati Pasuruan.



   " Untuk tahap awal, pembangunan perumahan non pemukiman ini akan dibangun sebanyak 90 rumah dan target kita harus mencapai 10ribu rumah, yang nantinya akan ditempati untuk warga yang bermukim dikawasan zona latihan tempur. Pembangunan awal ini selesai target kita mencapai 8 hingga 10 bulan kedepan, sehingga ditahun 2019 segera ditempati dan setelah selesai pembangunan nantinya untuk peresmian pemukiman itu sendiri akan di buka langsung oleh Kepala Satuan Angkatan Laut ( Kasal ) ", jelas Danlantamal kepada awak media. 
   Danlantamar Laksamana Peratama TNI Edwid, SH juga menambahkan, " untuk mencapai 10 ribu rumah, kita berharap kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, dan juga Daerah agar supaya ikut membantu mendukung dan bantuannya agar supaya progam ini terlealisasi lebih cepat. Untuk terkait dengan sosialisasi, kita nantinya akan melaksanakan secara bertahap, sementara ini kita sudah mensosialisasikan kepada pihak Provinsi dan nantinya kita akan melangkah kepada para warga penghuni lainnya juga akan disosialisasi untuk dilakukan relokasi lanjutan terhadap desa desa yang masuk dalam zona atau wilayah pertahanan dalam hal ini TNI AL tentang aset atau Barang Milik Negara ( BMN ). Selanjutnya, terkait mekanisme untuk kepemilikan tanah dan juga bangunan dari TNI AL itu akan diserahkan langsung kepada masyarakat penerima melalui pemerintah daerah dan pihak terkait setelah dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Dalam hal ini, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat, provinsi dan juga daerah, Mengingat sangat berpengaruh untuk percepatan dalam upaya relokasi warga dan pembangunan itu sendiri ", jelas Danlantamal kepada awak media. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Ratusan wartawan se - Pasuruan pada hari Jum'at, 06 Juli menggelar ' Aksi Damai solidaritas Jurnalis ', terkait kriminalisasi yang menimpa M.Yusuf ' wartawan Sinar Pagi Baru ' yang tewas dalam lembaga pemasyarakatan kelas 11B Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada 10 juni 2018 lalu. Kriminalisasi yang menimpa M. Yusuf lantaran berita yang di tulisnya terkait pengolahan lahan sawit yang melibatkan perusahaan besar setempat tidak terima dan mengakibatkan M. Yusuf meninggal dunia yang membuat para insan pers di negeri ini geram.
   Aksi tersebut dimulai dipagi hari sekitar pukul 08.00 dan berkumpul di alun alun Bangil, kedatangan para jurnalis itu untuk menyampaikan aspirasinya dalam aksi simpatik yang tergabung dalam Aliansi jurnalis wartawan pasuruan. Beberapa awak media dari berbagai perusahaan media dan lembaga kewartawanan berdatangan di titik kumpul depan alun alun Bangil yang di koordinatori Henry Sulfianto. Dalam Aksi damai solidaritas jurnalis, para peserta aksi mengelar aksinya dengan menggunakan tali pita warna hitam di salah satu tangannya serta tabur bunga sebagai duka cita atas kematian wartawan Sinar Pagi Baru atas nama M Yusuf.
   Henri Sulfianto selaku koordinator aksi, menyampaikan beberapa tuntutan dan kecaman yang di alamatkan pada lembaga penegak hukum dan Dewan Pers. antara lain terkait rekomendasi yang diberikan dewan pers untuk mengusut serta menangkap M.yusuf tidak berdasarkan undang undang pers, melainkan memakai undang undang ITE, informasi dan teknologi karena di anggap menyebarkan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Seolah ada keberpihakan dewan pers dan penegak hukum pada pengusaha sawit yang mengakibatkan dewan pers tidak bertindak jeli sesuai dengan undang undang pers yang berlaku ,dan mengakibatkan kematian M. Yusuf.
   Dalam orasinya, beberapa wartawan menyampaikan kecamanya pada pihak penegak hukum serta Dewan Pers, serta meminta mengungkap fakta – fakta indikasi pelanggaran terhadap HAM dalam penanganan perkara yang menjadikan almarhum M.Yusuf sebagai tersangka karena Dewan Pers dan
Kepolisian tidak memakai mekanisme sidang majelis kode etik yang ada dalam aturan dimasing - masing organisasi pers jika ada pelanggaran kode eti. " Kami jurnalis, bukan kriminal, Tulisan kami merupakan fakta yang harus diketahui oleh masyarakat umum sebagai hak publik, jurnalis murapakan salah satu pilar demokrasi yang harus dilindungi oleh hukum. Pernyataan dan sikap dewan pers dalam penanganan produk jurnalis sudah tidak sesuai dengan undang undang serta menyimpang dari kewenangannya. oleh karena itu para pimpinan Dewan Pers harus segera diganti atau mengundurkan diri ", teriak Henry Sulfianto. 
   Henry Sulfianto juga menambahkan dalam orasinya, " tujuan kita ini meminta agar supaya Dewan Pers itu harus lebih Objektif, melihat secara detail kasus yang ada, jangan dikit - dikit rekomendasi itu bukan karya tulis jurnalis. Dewan Pers harus teliti betul - betul, turun ke bawah kepada masyarakat yang dibela, sehingga memberi rekomendasi gak asal rekonendasi, jangan ' Asal Bapak Senang, Asal Semau Gue '. Dan jika memang itu terus terjadi kembali dan tidak ada pergantian Dewan Pers, lebih baik dewan pers dibubarkan saja ", imbuhannya. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Setelah dilakukan masa uji coba selama arus mudik dan juga balik pada jalur Tol trans java di wilayah Jatim, akhirnya jalur Tol Gempol - Pasuruan (Gempas) pada Jumat, 22 Juni siang kemarin resmi di buka langsung oleh presiden Republik Indonesia (RI) Ir Joko Widodo.
   Dalam peresmian Tol tersebut, rombongan presiden Jokowi didampingi kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Pasuruan Setiyono serta jajaran eselon ll kota dan juga kabupaten Pasuruan lainnya.
   "Pembangunan tol sesi ll, selesai operasional pada akhir tahun 2018 dan dilanjutkan lagi sampai ke Banyuwangi insya Allah kita selesaikan nanti di akhir tahun 2019 mendatang. Dan kita berharap agar nantinya biaya logistik ke daerah lebih murah", Kata Jokowi dalam pidatonya.
   Dirinya juga berharap, dengan adanya pembangunan jalan tol di tiap daerah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. "Jalan tol dibangun itu betul betul berguna dan bermanfaat maksimal, baik untuk dunia usaha, baik untuk dunia pariwisata, baik untuk dunia industri dan baik untuk kawasan pelabuhan. Sebagian sudah kita ekspansi dan kita utamakan itu", Tambahnya Jokowi disela pidatonya.
   Dalam laporan mengenai adanya pembanguna proyek jalan tol trans java, salah satunya yang berada di wilayah Jatim. Menteri PUPR juga menyampaikan, "Kita yakin berkat doa para alim ulama dan masyarakat sekalian, untuk tol trans java dapat siap dioperasikan pada akhir 2018 ini", Ujarnya. 
   Diketahui, untuk Tol trans dari merak hingga sampai kota pasuruan panjangnya mencapai 920 kilometer. Sementara untuk rencana penyelesaian pembangunan ruas jalan Tol lain yang akan diselesaikan dan dioperasikan pada akhir 2018 ini diantaranya yaitu ruas jalan Tol Pejakan-Pemalang sepanjang 43 KM progresnya sudah mencapai 100 persen, untuk Tol Pemalang-Batang sepanjang 33 KM progresnya sudah 72 persen, Tol Batang-Semarang sepanjang 74 KM progresnya sudah 78 persen, Tol Salatiga-Kertosono sepanjang 32 KM progresnya sudah 70 persen, Tol Kartosuro-Sragen sepanjang 36 KM progresnya sudah 100 persen, Tol Sragen-Ngawi sepanjang 51 KM progresnya 96 persen, Tol Wilangan-Kertosono progresnya 70 persen dan untuk jalan Tol Porong-Gempol secepatnya juga dapat terselesaikan. *Ko/Syah

Pasuruan-SHP
   Tradisi lebaran ketujuh (lebaran ketupat) ribuan warga dari berbagai daerah padati acara 'Praonan' atau naik perahu di setiap dermaga pesisir Pantai Utara (Pantura), salah satunya seperti yang terdapat di pelabuhan kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan pada Jumat, 22 Juni pagi.
   Giat praoan yang sudah menjadi tradisi rutin tiap tahun dan juga menjadi warisan budaya lokal bagi warga nelayan yang ada di pesisir pantura di Pasuruan itu, merupakan momen yang selalu ditunggu warga setempat. Mengingat, selain dapat menarik pengunjung atau peminat warga dan juga masyarakat dari berbagai daerah tentu juga dapat menambah pendapatan bagi para nelayan yang ada.
   Dari sejumlah titik dermaga yang menjadi tumpuan masyarakat dalam melakukan aktifitas praonan di Pasuruan diantaranya yaitu, di desa Kalirejo kecamatan Kraton dan desa Lekok kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan serta di kelurahan Ngemplakrejo dan juga di kelurahan Panggungrejo kecamatan Panggungrejo kota Pasuruan.
   Sudah tentu, bahwa dalam kegiatan tersebut Akhmad Gatot Hartowo selaku ketua panitia kegiatan praonan sangat berharap supaya acara dapat berjalan dengan lancar. "Setidaknya kami berharap acara berjalan lebih maju dan jangan malah tambah menurun tiap tahunnya dan yang terpenting dapat dukungan penuh dari pemerintah setempat", Ujarnya kepada awak SHP saat ditemui pada kegiatan dilapangan.
   Selain menyediakan jasa pelayanan berupa perahu dan kapal kecil sebagai alat transportasi laut buat para pengunjung, pihak panitia juga menyajikan sebuah panggung hiburan berupa musik dangdut sebagai penyemarak acara.
Gatot juga menyayangkan, bahwa acara yang dilaksanakannya itu tidak berjalan sesuai dengan perencanaan awal. "Dari anggaran yang kita ajukan semula dua puluh juta, ternyata dipangkas tiga juta. Jadi, kita tidak bisa mengadakan acara perlombaan pembuatan ketupat. Ya.....tentu sayang!, dari rencana awal jadinya batal". Ungkap Gatot, yang juga selaku ketua rukun nelayan di wilayah kelurahan Ngemplakrejo, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan.
   Mirisnya lagi, adanya sebuah sampah yang berasal dari rumah tangga berupa plastik, pembalut anak, botol air mineral dan juga styrofoam yang bertebaran dan memenuhi sungai Gembong di pelabuhan kota Pasuruan juga sangat mengganggu pemandangan yang ada. Sehingga kondisi sungai yang ada terkesan sangat kotor dan juga tak sedap dipandang.
   "Harapan saya mengenai sampah, supaya masyarakat sadar dalam membuang sampah ke sungai. Terlebih dari dinas terkait, supaya melakukan tindakan yang nyata dan bukan hanya berupa himbauan terkait larangan warga yang membuang sampah di sungai. Mengingat kebersihan itu sebdiri merupakan sebagian dari iman". Tambahnya Gatot.
   Terlaksananya acara tersebut, tentu berkat kerjasama dari semua pihak yang terkait. Baik dari pihak panitia pelaksana, dinas Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, Syahbandar, Kamla, Polairud dan juga Dishub setempat.
   Tampak sejumlah pengunjung yang ada menikmati suasana praonan dengan cara keliling ke tengah laut diantara perbatasan laut Madura dengan Jawa. "Setiap tahun saya mengajak keluarga praonan dan tentu sangat senang meskipun dibawah terik matahari". Ungkap salah satu penumpang perahu, Soleh (42) warga asal Kejayan, kabupaten Pasuruan.
   Dalam acara praonan yang dilakukan oleh masyarakat pada momen lebaran ketupat tersebut, merupakan salah satu bentuk wujud masyarakat dalam menghabiskan sisa liburan selama hari raya Idul Fitri 1439 hijriyah yang lalu. Mulai dari aktifitas mudik ke kampung halaman, hingga balik termasuk yang biasa dilakukan oleh warga pesisir pada lebaran ketupat yakni dengan cara praonan. *Ko/Sya.

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2018, Komisi Pemungutan Umum (KPU) kabupaten Pasuruan bersama Lembaga Pengawasan (LP) Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (KPK) melaksanakan giat sosialisasi kepada warga Plinggisan Heru Supriyanto dan puluhan warga setempat.
   Sosialisasi yang dilaksanakan di balai desa Pelinggisan, kecamatan Kraton, kabupaten Pasuruan pada Rabu, 13 Juni pagi dihadiri oleh PPK KPU Ruswati, ketua Komcab LP-KPK kabupaten Pasuruan Akhmad Sudirman beserta anggota, kepala desa Pelinggisan 
   Diketahui, untuk pelaksanaan pemilu yang rencananya akan diselenggarakan pada Rabu, 27 Juni 2018 besok. Dalam hal ini Ruswati mengatakan, " Kita sudah memerintahkan pada semua kkps untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa untuk tahun ini ada dua pemilihan yakni gubernur dan juga bupati ", Ujarnya kepada awak media SHP diusai acara sosialisasi.

   Untuk mengetahui aturan yang benar dan sah dalam pencoblosan, masyarakat dalam hal ini yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus mencoblos area dalam kotak dan dinyatakan tidak sah bilaman pencoblosan dilakukan pada keduan calon ataupun diluar area kotak.
   Pihak KPU sendiri saat ini sudah mulai pendistribusian form c 6 yakni semacan undangan, selanjutnya dibagi keapada para DPT yang sudah terdaftar. Dan bagi pemilih yang belum masuk dalam DPT, nantinya dapat mendaftarkan langsung ke TPS sesuai dengan wilayahnya.
   Sementara Ketua LP-KPK Akhmad Sudirman mengajak kepada seluruh warga dan masyarakat untuk tidak Golput. " Untuk menggunakan hak pilihnya, Mari....!! kepada masyarakat supaya menggunakan hak pilihnya dengan sebaik baiknya dan jangan sampai golput ", Pesan Akhmad Sudirman
   Hal senada juga disampaikan oleh Heru Supriyanto selaku Kades Plinggisan berharap agar dalam pelaksanaan pemilihan dapat berjalan lancar. " Mudah mudahan dalam pelaksanaan pemilukada tahun ini berjalan lancar, dan tidak menimbulkan permusuhan meskipun dalam perbedaan pilihan," Ungkapnya. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Satlantas Polres Pasuruan Kota pada Selasa, 12 Juni gelar Oprasi Ketupat, dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak antara lain Anggota Resnarkoba Polresta, Tim Medis Polresta dan Dinas Perhubungan. Kegiatan tersebut guna untuk keamanan dan kenyamanan pemudik terutama pemudik yang menggunakan angkutan umum, untuk itu pihak Polresta meriksa dan mengetes urien pada supir angkutan umum, Di samping itu tim gabungan juga melakukan pemeriksaan kondisi armada bus dan dokumen uji kir. Selanjutnya juga dilakukan pengecekan dokumen sopir dan dokumen trayek bus.
   Selain itu pihak Satlantas juga melaksanakan pemasangan spirt alarm pada kendaraan tersebut, Spirt Alarm itu sendiri dipasang guna mengingatkan pada supir jika kecepatan kendaraan tersebut melebihi 100km/jam. Yudhi menjelaskan jika memang kecepatan kendaraan tersebut melebihi 100km/jam maka alarm tersebut otomatis berbunyi, dan semua penumpang didalam kendaraan tersebut berhak untuk mengingatkan/menegur supir tersebut. 



   Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP. Kadek Ary Mahardika SH, S.I.K melalui KBO, Iptu Yudhi mengatakan, " razia sopir bus yang digelar. tersebut juga dalam rangka Operasi Ketupat. Semeru 2018. Para sopir bus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk mengantisipasi penggunaan narkoba dan minuman keras, memeriksa trayek kendaraan dan Bila mana dalam razia ini diketahui sopir dinyatakan tidak sehat maka akan dilarang melanjutkan perjalananya, dan untuk hari ini alhamdulillah kita tidak ada / negatif yang mengonsumsi minuman keras, narkotika maupun obat - obatan terlarang. Selain itu kami juga menghimbau kepada para penumpang / pemudik, bahwasanya penumpang diharapkan harus waspada pada barang2 bawaannya terutama dompet/tas, yg mna menjelang lebaran ini cukup rawan kejahatan, seperti aksi copet, himnotis maupun kejahatan2 lain. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2018, tim relawan pecinta Khofifah Indar Parawansa dan Emil Setyanto Dardak se kabupaten Pasuruan pada Senin, 11 Juni, melaksanaka buka bersama serta pembagian bingkisan berupa sarung dan kerudung kepada masyarakat simpatisan paslon No.1 Khofifah - Emil. Acara tersebut dilaksanakan di salah satu Yayasan Al - Manaqi yang berada di Jl. Gumukmas, Desa Madurejo Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, Yayasan Al - Manaqi tersebut yang mana juga sekaligus sebagai kantor Sekretariat Posko Tim Relawan Paslon Cagub dan Cawagub Khofifah - Emil, yang Mana Tim ini dibentuk memang sudah direncanakan dengan sendirinya yang di Ketuai H. Putut, Gus Hasan dan Gus Ujay yang mana sebagai Sekretaris pada pembentukan Tim Relawan paslon No Urut 1.
  Dalam acara tersebut dihadiri KH. Asep asal dari Pacet - Kabupaten Mojokerto bersama KH. Maskur dari Surabaya yang juga beliau sebagai Kakak ipar dari Khofifah Indar Parawansa, tokoh masyarakat dan ribuan undangan simpatisan paslon. Dalam sambutannya KH. Asep memyampaikan, " pada momen pemilihan Gubernur nanti, mari masyarakat menggunakan hak pilihnya. Untuk mewujudkan indonesia yang maju, adil dan makmur, ibu Khofifah lebih baik dari refresensirnya dan rekam jejaknya yang selalu mengabdi berpuluh tahun tanpa cacat dan celah, serta multi talenta. Kalau bukan orang hebat tidak mungkin mencalonkan diri sebagai Cagub, selain itu CNN memberikan 10 April skor 8 - 0 dalam debat paslon Cagub dan Cawagub. Ketika seorang pemimpin dalam perjalanannya lebih baik, maka wajib hukumnya masyarakat untuk memilih pemimpin yang pintar, cerdas dan amanah, dan agar debat terakhir pada 23 Juni kedepan, paslon No urut 1 Khofifah - Emil Menang..... menang......menang mutlak, jelas Kyai Asep dalam memberikan sambutannya.
   Selain itu Gus Ujay menyampaikan kepada awak media suaraharianpagi.com , " bahwa Calon sendiri belum kenal kami dan Kami sampai saat ini belum pernah bertemu dengan Bu Khofifah secara langsung, namun pergerakan kami ini sengaja dibuat agar timses yang mungkin sudah dibentuk sama Bu khofifa. Kami juga ingin menunjukkan bahwa kami yang diluar dari Link punya masa, pergerakan kami ini dinaungi oleh Yayasan dan dibantu oleh beberapa tim relawan yang saat ini diketuai oleh H. Putut yang kedua hal Gus Hasan Saya sendiri sebagai sekretaris dan ada beberapa temen-temen yang lain lagi dan pergerakan ini memang sengaja kami buat karena selama ini kami bekerja dan bergerak tanpa pamrih atau perhatian khusus dari paslon. Kami juga memberikan sebuah bingkisan dan tanda terima kasih karena sudah datang dalam acara ini ", terang Gus Ujay.
   Disisi lain Gunawan salah simpatisan saat dimintai keterangan oleh awak media suaraharianpagi.com, " agar semua tau mas, saya memilih datang ke acara ini dikarenakan saya tau paslon khofifa - Emil, terutama Emil orangnya ini baik, terus kalau ada apa-apa terbuka sama masyarakat, kalau orang politik saya tahu tapi kalau orang baik ya tentunya baik dimata masyarakat mas, saya bilang gitu karena keluarga saya itu dominan tinggal di trenggalek, la pak Emil itu kan sebelum menyalon jadi Cawagub dia menjabat Bupati Trenggalek sedikit banyaknya saya tau Pak. Emil itu gimana karakternya ", jelas gunawan. *Ko/Syah


   Seiring perkembangan pembangunan infrastruktur dan sarana prasana daerah, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) akan mempercantik wajah alun alun Pasuruan. Melalui anggaran APBD tahun 2018, rencananya Pemkot akan mengucurkan dana sebesar 5,7 miliar untuk dilakukan pemugaran terhadap kondisi yang ada saat ini. Baik mulai dari aneka tempat bermain anak, bangku sebagai tempat duduk santai untuk para pengunjung, lampu hias dan penerangan maupun sarana lainnya.
   Kepala dinas DLHKP kota Pasuruan, Rudiyanto menjelaskan. Bahwa upaya pemerintah dalam mewujudkan sebuah pembangunan, tak lain adalah untuk meningkatkan tempat hiburan bagi masyarakat secara luas khususnya warga kota Pasuruan sendiri. " Pemerintah dalam hal ini, untuk meningkatkan sarana prasarana yang lebih maju sekaligus sebagai tempat hiburan masyarakat ", Katanya saat dikonfirmasi awak SHP pada Kamis, 7 Juni siang.
   Sebuah perwujudan pembangunan yang dilakukan Pemkot dalam beberapa tahun terakhir ini, selain agar lebih maju dari segi pembangunan dan juga. Kedepannya secara tidak langsung rotasi perekonomian masyarakat juga dapat terangkat, sehingga menambah pendapatan daerah itu sendiri. Rudy juga menambahkan, selain bersama sama dalam mendukung adanya sebuah pembangunan. Masyarakat juga diminta untuk saling menjaga, peduli serta mempunyai rasa memiliki terhadap setiap bentuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana yang ada di wilayah kota Pasuruan. " Untuk saling menjaga adanya fasilitas yang sudah ada, nantinya masyarakat juga turut menjaga ", Pesannya Rudiyanto kepada masyarakat. *Ko/Syah

   Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota sudah mempersiapkan sejumlah Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pengamanan (Pospam) di beberapa titik kota Pasuruan. Selain untuk memberikan pelayanan medis dan terapy bagi para pemudik, pihak kepolisian juga mengantisipasi sekaligus menekan adanya sejumlah aksi tindak kriminal dan juga kejahatan selama dibulan puasa hingga lebaran. Baik aksi kejahatan di jalan maupun ditempat umum lainnya.
   Dari 3 pos yang sudah dipersiapkan oleh pihak Polres Pasuruan Kota diantaranya yakni 1 Posyan yang berada di wilayah Tapaan dan 2 Pos Pam yang berada dipusat alun alun serta jalur exit tol Gempol - Pasuruan (Gempas) di Pohjentrek. Seperti yang terlihat di Posyan Tapaan pada Minggu, 10 Juni siang, terlihat sejumlah pemudik yang sedang melakukan istirahat dan pemeriksaan medis terkait kondisi fisik setelah menempuh perjalanan jauh menuju ke kampung halaman masing masing.
   " Patokan tensi yang kita lakukan berdasarkan dengan usia dan kebiasaan, misal pada usia 45 tahun titik terendahnya itu di bawah 100 mmHG dan tensi tertinggi hingga 150 mmHG. Untuk itu perlu adanya penanganan khusus dan pengemudi harus istirahat sejenak ", Ujar Churiani, petugas medis dari Puskesmas Kandangsapi yang piket di Posyan pada Minggu, 10 Juni siang.
   Berikut alasan dari salah satu pengemudi mobil pribadi, yang sedang istirahat bersama keluarganya dalam tujuan mudiknya dari arah Bali menuju ke arah Semarang menuturkan. "Sebelum kami melanjutkan perjalanan lebih lanjut, kami ingin istirahat sejenak sekaligus kita periksakan kondisi kami untuk menghindari hal hal yang tidak inginkan bersama saat ditengah perjalanan", Ungkap Imade Syahri seorang pemgemudi, seraya dilakukan pemeriksaan tensi oleh petugas medis di Posyan tersebut. Dalam hal ini, supaya para pemudik lancar dan selamat pada saat menempuh perjalanan ke kampung halaman dan juga sebaliknya, Kanit Lantas AKP Miftaful MBK.SH selaku Kaposyan pada Ops Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota menghimbau. " Pengemudi ketika mengendarai kendaraan harus hati hati dan konsentrasi ketika memempuh perjalanan jauh. Termasuk mematuhi aturan berlalu lintas untuk mencegah terjadinya laka lantas ", Pesannya terhadap para pengemudi melalui awak SHP.
   Ia juga meminta kepada seluruh pemudik, bila sudah mulai merasa capek supaya beristirahat terlebih dahulu ditempat yang sudah dipersiapkan oleh pihak kepolisian di setiap wilayah yang ada. " Apabila pengemudi capek setelah melakukan perjalanan, agar beristirahat di posyan yang ada sambil mengistirahatkan kendaraan supaya mesin tidak terlalu panas. Setelah kondisinya sudah fresh, pemudik bisa melanjutkan perjalanan ketempat tujuannya ", Tambahnya Miftaful. *Ko/Syah

   Dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2018, Polres Pasuruan Kota melaksanakan giat 'Apel Gelar Pasukan' di lapangan Abdul Rahman depan mako jalan Gajah Mada, kota Pasuruan pada Rabu, 6 Juni pukul 07.30 wib pagi. Pelaksanaan giat apel yang di pimpin langsung oleh AKBP Rizal Martomo SIK, dihadiri seluruh jajaran Staff, Perwira, Unit Reskrim, Shabara, Lantas, Intelkam, Senkom, Dishub, Satpol PP, Yon Zipur 10, Korps Marinir, PM serta dari elemen masyarakat lainnya.
   Melalui pesan pidatonya, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK di hadapan seluruh jajaran yang hadir memerintahkan. " Saya perintahkan agar semua jajaran dan stakeholders agar selalu proaktif serta dapat mengantisipasi sedini mungkin adanya upaya gangguan Kamtibmas dan juga tindakan kriminal lain ", Ungkapnya. Pada pelaksaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat ada 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Diantaranya yaitu mengenai stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik, potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas seperti ( Curat, Curas, Curanmor, Copet, Pencurian Rumah Kosong, Begal, dan Hipnotis ) serta pencegahan adanya upaya tindak pidana terorisme.
    Rizal Martomo juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesarnya, atas semua dukungan dan juga partisipasi dari semua pihak. " Sebelumnya saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung, baik dari jajaran kepolisian, TNI, steakholder dan seluruh lapisan masyarakat yang ada. Atas kebaikan itu, mudah mudahan semua mendapat pahala dari tuhan yang maha esa ", Tambahnya. Untuk Ops Ketupat Semeru tahun 2018 itu diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda jajaran di Indonesia selama 18 hari kedepan, yang terhitung sejak 17 hingga 24 Juni 2018 kedepan. Dan ikuti sebanyak 173.397 Personel gabungan, yakni dengan melibatkan dari Unsur Polri, TNI, Pemda, serta Stakeholders dan juga elemen masyarakat lainnya. *Ko/Syah

   Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara yang ke 72 di bulan suci Ramadhan 1439 hijriyah ditahun 2018 ini, Kapolres Pasuruan Kota beserta jajaran Bharaduta D'Pandiga angkatan 27 dan pengurus Bhayangkari melaksanakan acara bagi bagi takjil sekaligus pemberian santunan anak yatim. Giat bagi takjil sebanyak 500 bungkus nasi kotak dan minuman yang dibagikan kepada setiap pengendara yang melintas di depan Kantor Mapolresta dijalan Gajah Mada pada Rabu, 6 Juni sore itu, mendapat pujian dari sejumlah pengguna jalan.
   Salah satunya seperti yang diungkapkan pengendara Khoiron (34) warga asal Kraton. " Pokoknya mantab wes, terlebih pada momen kali ini ya....!. Tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menjalankan puasa ", Katanya.
   Selesai acara bagi takjil dilakukan secara bersama, selanjutnya acara di sambung dengan acara santunan terhadap 250 anak yatim hingga acara buka puasa bersama yang di gelar di halaman Mapolresta yang tak jauh dari acara bagi takjil tersebut. Dari kegiatan tersebut dilakukan, adalah merupakan bentuk wujud syukur seluruh jajaran Polres Pasuruan Kota didalam bulan suci ramadhan ini. Selain mendapat santunan, seluruh undangan anak yatim juga mendapatkan bingkisan dan acaranya pun berjalan lancar dan penuh khidmat.
   Melalui momen bulan puasa ini, Ustad Maksum. " Banyak orang yang mudah memberi contoh, tapi tidak banyak orang yang bisa menjadi contoh. Dan banyak juga manusia, tapi akal dan perilakunya tidak seperti manusia, Maka dari itu marilah kita menjadi salah satu contoh ", tundasnya dalam ceramahnya.
   Ketua Bhaduta D'pandiga Polres Pasuruan angkatan 27, Bripka Ginanjar Dimas. H, SE, " kegiatan santunan anak yatim ini insya'allah akan dilaksanakan setiap tahun, di dalam organisasi Bharaduta D'pandiga ini merupakan alumni Bhayangkara angkatan 27 tahun 2003. Kami bersama tim akan meksanakan santunan ini setiap tahun, selain itu kami juga meningkatkan jiwa sosial di angkatan kami melalui silaturrahmi ", ujar Ginanjar. *Ko/Syah


 Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dibalik sebuah keberhasilannya dalam mengungkap setiap kasus yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku dan tersangka pada aksi tindak kejahatan serta kriminal, Kapolres Pasuruan, Polda Jatim, AKBP Raydian Kokrosono SIK justru mengaku sedih dan juga prihatin. Pasalnya, semakin banyak kasus yang berhasil diungkap maka semakin banyak pula masyarakat yang didalamnya yang terjerumus didalam lembah aksi kejahatan dan juga kriminal.
   Seperti dalam acara konferensi pers yang digelar pada Senin, 4 Juni, bahwa pihak Polres Pasuruan selama giat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2018 telah berhasil mengungkap puluhan kasus dan menangkap puluhan tersangka. Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono SIK menjelaskan, bahwa pada Ops tersebut semua persiapan di khususkan dalam momen Ramadhan. "Dalam operasi ini memang kita khususkan, baik waktu, personil, strategi dan anggaran juga khusus. Sehingga kami bisa berhasil meringkus penyakit masyarakat", Ujarnya di hadapan para tamu undangan yang hadir.
   Sementara dari hasil Ops Pekat Semeru 2018 selama bulan Ramadhan itu sendiri, pihak Polres Pasuruan saat ini mendapatkan peringkat ranking ll di Polda Jatim dalam keberhasilannya mengungkap kasus Curat. Dan bahkan setiap tahun, juga kerap mendapat peringkat teratas se-Polda Jatim itu sendiri. Namun dari banyaknya kasus yang terungkap serta para pelaku yang berhasil ditangkap dan diamankan, justru membuat Raydian sendiri melihat kondisi tersebut merasa sedih dan juga prihatin. "Justru dengan melihat kondisi seperti ini, saya juga turut sedih dan prihatin. Karena melihat warga (para pelaku) terjerumus didalam aksi tindak kejahatan dan kriminal. Terlebih pada saat ketika para pelaku mengenakan pakaian dengan bertuliskan 'Tahanan'," Ungkapnya di hadapan para awak media.
   Tentu dalam hal ini, warga utamanya para pelaku yang melakukan tindak kejahatan. Menunjukkan, bahwa tingkat kesadarannya tergolong masih lemah dan rendah serta tidak sadar hukum. Untuk itu, pihak kepolisian juga sangat berharap dan membutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat terutama lingkungan keluarga didalam memberikan suatu pemahaman, bimbingan dan juga pengarahan kepada anggota keluarganya. Tentang pentingnya hidup bermasyarakat yang baik dan benar, tanpa harus melakukan suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain.
   Sehingga dengan begitu, suatu upaya yang terlintas didalam keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang dinilai dapat merugikan orang lain terlebih dahulu dapat dicegah serta diminimalisir sebelum melakukan tindakan itu sendiri. Dengan begitu, secara tidak langsung maka kehidupan ditengah masyarakat dapat tercipta suasan yang aman, nyaman dan tentram. Tanpa adanya ancaman kejahatan, baik dilingkungan keluarga, masyarakat dan juga pada saat aktivitas di jalan. *ko/syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
  Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh para pelaku tindak pidana pencurian, baik Pencurian dengan Kekerasan ( Curas ), Pencurian dengan Pemberatan ( Curat ) maupun kejahatan lainnya. Seperti yang telah dilakukan oleh Muhammad Cholis (30) warga asal dusun Kasuran, desa Rejoso Lor, kecamatan Rejoso, kabupaten Pasuruan. Melihat adanya kesempatan, tanpa pikir panjang Cholis yang diketahui sebagai pengamen dari rumah kerumah telah melakukan aksi pencurian sebuah Handphon ( HP ) milik warga di desa Pelinggisan, kecamatan Kraton, kabupaten Pasuruan pada Kamis, 31 Mei sekira pukul 18.00 wib.
  " Saya pikir hanya cuma ngamen seperti pengamen lain Mas...! , dan ternyata kondisi yang ada malah dimanfaatkan oleh pelaku ", Ungkap MR. Dengan alasan kebutuhan hidup, seorang pria asal Rejoso itu nekat mencuri HP ketika saat di charge oleh pemiliknya. Melihat kondisi sepi dan lengang kebetulan waktunya berbuka puasa, pelaku langsung melancarkan aksinya. Namun naas, belum sempat membawa kabur HP curian itu terlebih dahulu ketahuan sama pemiliknya ' MR ' (33) dan spontan saja diteriaki maling.
   Mendengar adanya teriakan maling dari korban ' MR ', langsung saja warga setempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian HP tersebut. Selanjutnya pelaku berhasil ditangkap dan diamankan di balai desa Pelinggiran oleh warga beramai ramai. Mengetahui adanya kejadian pencurian di desa tersebut, petugas dari Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota bergegas meluncur dan mengamankan pelaku pencurian yang tak lain sebagai pengamen itu selanjutnya di bawah ke kantor Polsek setempat guna menghindari amukan massa.
   Guna proses penyidikan lebih lanjut, pelaku Cholis saat ditahan oleh pihak kepolisian. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah merek Oppo type A 37.
   Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kraton Polres Pasuruan Kota, AKP Masroni SH menjelaskan, " Pelaku berjumlah satu orang dan terjerat pidana pencurian dengan pemberatan pasal 363 KUHP ", Kata Masroni.Dirinya juga berpesan pada masyarakat, " Dengan kondisi kebutuhan hidup meningkat menjelang lebaran seperti ini, aksi kriminalitas meningkat. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dan bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan cara tidak sembrono atau lalai ", Pesan Masroni kepada masyarakat secara luas.
   Akibat perbuatannya tersebut, saat ini pelaku mendekam di sel dan akan di kenakan dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHP, yakni tentang Tindak pidana pencurian dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun kurungan penjara. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Tidak terawatnya sebuah bangunan bekas stand burung dan ikan hias yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung, kecamatan Purworejo, kota Pasuruan kondisi atapnya ambruk dan sangat memprihatinkan. Ambruknya atap bekas stand burung itu diakibatkan karena faktor usia kayu yang sudah lapuk dan tua, ditambah tidak adanya perawatan dan perbaikan dari pemerintah serta dinas terkait membuat kondisi yang ada semakin terlihat terbengkalai dan memperihatinkan. 
Selain itu, kekhawatiran juga dirasakan oleh sejumlah pedagang ikan hias serta penjual Makanan dan Minuman (Mamin) yang hingga saat ini menempati beberapa sisa bangunan stand tersebut. Dengan kondisi seperti itu, jelas sangat mengancam keselamatan para pengunjung. " Sejak pembangunan tahun 1989 dan penempatan pada tahun 1991, hingga saat ini belum pernah ada perawatan atau perbaikan dari pemerintah sama sekali ", Ungkap Luki 46th salah satu pedagang sekitar.
   Mirisnya lagi, beredar informasi bahwa stand yang merupakan aset pemerintah tersebut beberapa unit sudah ada yang berpindah tangan ke masyarakat. Bahkan dari dugaan itu mengarah kepada sejumlah oknum dari dinas terkait di masa sebelumnya. Saat dikonfirmasi awak SHP, kepala UPT Pasar Kebonagung Ridho Wijaya mengaku hanya mengetahui sekilas terkait kondisi bangunan stand bekas pasar burung yang rusak itu. Karena Ia masih baru menjabat sebagai kepala UPT di Pasar Kebonagung tersebut. " Mengenai kepemilikan stand bekas pasar burung, prosesnya seperti apa dulunya saya tidak tau. Kalau memang ada perpindahan terkait kepemilikan stand pasar, yang jelas semua ada aturan dan mengetahui pemerintah daerah ", Ungkap Ridho kepada awak SHP.

  Guna mengklarifikasi adanya dugaan perpindahan hak milik stand bekas pasar burung di Pasar Kebonagung. Sumarni selaku kepala Disperindag yang lama membantah adanya dugaan sejumlah stand yang pindah ke pihak lain, dalam hal ini oknum dari Disperindag sendiri. " Tidak...tidak ada mas...!, saya tidak memiliki stand di bekas pasar burung. Kalau stand di sebelah barat blok pakaian, saya memang punya dan itu saat saya masih di koperasi sekitar di tahun 2004 hingga 2006 lalu ", Ujar Sumarni saat di konfirmasi awak SHP, ketika mengurus sisa masa jabatannya di Disperindag pada Rabu, 30 Mei sore hari.
   Dengan adanya kondisi yang memperihatinkan dari bangunan stand bekas pasar burung yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung saat ini, setidaknya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemkot Pasuruan juga harus memperhatikan perawatan atau perbaikan. Sehingga selain nantinya dapat difungsikan kembali oleh sejumlah pedagang lain, juga tidak membahayakan bagi beberapa pedagang yang masih bertahan hingga saat ini. Sementara, menurut Mualif selaku kepala Disperindag kota Pasuruan menyatakan. " Bahwa untuk proses permohonan pengajuan sebagai penghuni atas hak guna pakai bangunan stand itu sendiri, prosesnya harus melalui pendelegasian dari Walikota terlebih dahulu. Jadi untuk stand itu sendiri, masih merupakan aset pemkot ", Terangnya.
Terkait adanya perbaikan di 4 titik pasar yang ada di kota Pasuruan, melalui DAK tahun 2018 ini Pemkot menganggarkan sebesar 4,1 miliar lebih diantaranya pasar Karangketuq sebesar 523 juta rupiah, untuk pasar Meubel Bukir sebesar 2,3 miliar rupiah lebih dan untuk pasar Poncol sebesar 725 juta rupiah. Sedangkan untuk Pasar Kebonagung sendiri sebesar 537 juta rupiah dan itu hanya di fokuskan rehab pada pagar luar dan fasum lainnya. *Ko/Syah


Pasuruan - suaraharianpagi.com
      Dalam rangka guna mempererat tali silaturrahmi antara Polri dengan masyarakat secara luas, bertepatan dengan momen bulan penuh berkah yakni bulan suci ramadhan 1439 Hijriyah kali ini. Satlantas Polres Pasuruan Kota bagi bagi ratusan takjil kepada setiap pengguna jalan yang melintas di jalan Balaikota pada Rabu, 30 Mei pukul 16.00 wib sore. Acara bagi takjil yang digelar di depan kantor Satpas, Satlantas Polres Pasuruan Kota itu bertujuan untuk membentuk serta mewujudkan sebuah kekompakan dan solidaritas secara bersama. Baik antara Polri dengan TNI, Polri dengan instansi pemerintahan serta Polri didalam kemasyarakatan secara umum.


      Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Kadek Ary Mahardika melalui Kanit Laka Lantas Ipda Heri Purnomo menjelaskan, Bahwa maksud dan tujuan dari acara bagi takjil tersebut menunjukkan sebuah kesolidaritasan antara pihak Polri dengan masyarakat yang semakin erat. " Pembagian takjil di bulan suci ramadhan ini, kita bertujuan untuk mewujudkan sebuah kekompakan bersama yakni antara pihak polri dengan lini masyarakat ", Ujar Ipda Heri Purnomo kepada sejumlah awak media saat di konfirmasi dilapangan. Pihak Satlantas berharap, agar kegiatan yang sifatnya sosial serta yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dapat terus di tingkatkan. Sehingga, hubungan kekeluargaan antara pihak Polri dengan masyarakat termasuk dengan instansi lain terus dapat terjaga dan dilestarikan
      " Harapan kedepan, secara berkesinambungan bersama semua jajaran ini akan terus di tingkatkan. Termasuk pada kegiatan sosial lainnya, pihak satlantas juga ikut peduli dalam hal berbagi ". Tambahnya Heri Purnomo. Selain itu, selanjutnya dalam waktu dekat pada momen ramadhan ini. Polres Pasuruan Kota juga menggelar acara santunan dan bingkisan kepada ratusan anak yatim termasuk melakukan Tarawih Keliling ( Tarling ) di sejumlah masjid yang ada di wilayah pusat kota Pasuruan. *Ko/Syah

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam rangka safari ramadhan 1439 Hijriyah ditahun 2018 ini, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Marga Taufiq melaksanakan buka puasa bersama (Buber) Prajurit, Persit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP/2 Kostrad dan ratusan anak Yatim di halaman Markas Yonzipur (Mayon) 10 dijalan Soekarno Hatta, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan pada Senin, 28 Mei sore hari. Giat safari yang dilakukan Pangdivif pada momen bulan penuh berkah tersebut bertujuan aga setiap prajurit, selain memiliki jiwa korps kesatuan dalam berkarya untuk menjaga keutuhan nusa dan bangsa. Diharapkan juga harus memiliki keimanan serta ketaqwaan, terlebih kepeduliannya kepada sesama masyarakat termasuk terhadap anak yatim. 
   Kedatangannya ke Mayon Zipur 10, rombongan Pangdivif 2 Kostrad beserta istri di sambut langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) Zeni Tempur (Zipur) 10/JP/2 kostrad Mayor Czi Paulus Joni Simbolon dengan memberikan kalung bunga lanjut disajikan suara yel yel anak murid dari TK Yayasan Kartika serta iringan musik grup drumband jaladri. Begitupun dengan para prajurit yang menyanyikan lagu mars Kostrad, secara serentak sambil melakukan aksi tepuk tangan kesatuan. Selain berbuka puasa bersama, para undangan yang hadir dalam acara juga melaksanakan sholat maghrib dan tarawih secara berjamaah dengan para prajurit kostrad di halaman Mayon 10 termasuk pemberian santunan terhadap 100 anak yatim dari panti asuhan Al Muttaqim 


   Melalui pesan pidatonya, Mayjen TNI Marga Taufiq mengajak semua prajurit mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada kepada seluruh jajaran prajurit persit Yonzipur 10. "Melalui dengan kegiatan seperti ini, tentu dengan harapan agar selain berkarya dalam membela bangsa dan negara. Setiap prajurit juga harus memiliki keimanan dan juga ketaqwaan", pesan Marga Taufiq dalam pidatonya. Acara yang dihadiri seluruh keluarga besar prajurit Kostrad Yonzipur 10, acara Buber dan santunan anak yatim tersebut juga dihadiri sejumlah unsur terkait yakni Forkopimda, Walikota Pasuruan Setiyono, ketua DPRD Ismail Muhammad Hasan dan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo serta sebanyak 100 anak yatim dari panti asuhan Al Muttaqim berjalan khidmat dan lancar.
   Pada dasarnya, tujuan utama dari kegiatan tersebut diadakan tak lain merupakan sebagai bentuk ajang silaturahmi serta meningkatkan sinergitas dan soliditas antar instansi pemerintahan, kepolisian serta masyarakat pada umumnya. Sekaligus mengajarkan tentang kepedulian kepada sesama, khususnya terhadap anak yatim didalam momen bulan suci dan penuh berkah yakni bulan suci ramadhan saat ini. Ungkapan rasa terima kasih diucapkan dari sejumlah anak yatim yang hadir kepada pihak penyelenggara, dalam hal ini Yonzipur 10. " Kita mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak aparat TNI kostrad, karena sudah peduli kepada kita selaku anak yatim. Semoga, di dalam menjalankan tugasnya semua anggota selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan lancar rejekinya ", Ungkap Nurul (18) salah satu anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.
   Di kesempatan safarinya di Mayon 10 itu, Marga Taufiq juga menyampaikan ucapan rasa terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak yang turut mendukung serta tamu undangan yang hadir dalam acara Buber terlebih kepada anak yatim. Sehingga acara berjalan lancar dan penuh khidmat. " Dengan kita berkumpul bersama anak yatim sekarang, mudah mudahan kelak kita mendapat hikmah dan doa dari para anak yatim yang hadir ", Ungkapnya.
   Setidaknya, dengan di gelarnya acara Buber dan santunan kepada anak yatim oleh keluarga besar Yonzipur 10 itu tentu dimaksudkan sebagai wujud rasa syukurnya atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada semua personil dan anggotanya dalam menjalankan tugasnya sebagai pengabdi negara Republik Indonesia tercinta ini. *Ko/Syah

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget