Articles by "Mojokerto"



Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Kementerian Sosial (Kemensos) RI, memberikan kuota tambahan bantuan sosial kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, bagi warga terdampak Covid-19 sebanyak 2.081 kepala keluarga (KK). Ini artinya, ada 10.068 warga yang akan mendapatkan jaring pengaman sosial dari pemerintah daerah selama tujuh bulan ke depan.
   Dari jatah 2.081 KK tersebut, bantuan yang telah diberikan sebanyak 1.296 KK melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sedangkan 7.988 KK lainnya merupakan data terakhir dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Mojokerto, yang sebelumnya telah terverifikasi. "Penambahan kuota ini, dimaksudkan agar warga terdampak Covid-19, dapat tercover secara keseluruhan," kata Walikota Mojokerto Ika Puspitasari. 
   Selain tambahan jatah dari Kemensos lanjut Ning Ita, sapaan akrab walikota, pemerintah daerah juga mendapatkan tambahan kuota Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu untuk 556 orang. Bantuan ini, akan dibayarkan oleh pemerintah daerah selama tiga bulan ke depan kepada warga terdampak Covid-19. Dari 556 orang, 102 di antaranya merupakan penerima bantuan sosial lainnya.
   "Kami telah melakukan verifikasi ulang, dari 556 orang 102 di antaranya penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan keluarga prasejahtera atau PKH. Maka, penerima bantuan yang namanya telah tercatat di salah satu bantuan sosial yang diberikan akan di coret. Menghindari terjadinya penumpukan sehingga pemberian bantuan akan tepat sasaran dan merata secara keseluruhan," jelasnya, saat di Rumah Rakyat, Sabtu (18/4).
   Perlu diketahui, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19, yang mulai diberikan sejak 15-30 April. Ada 600 tukang becak, 300 disabilitas, 369 anak yatim non panti, 1.264 lansia kurang mampu dan 6.458 keluarga pra-sejahtera yang mendapatkan jaring pengaman sosial Covid-19. Anggaran bantuan tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBN) serta anggaran dari pemerintah pusat. Dan 5.500 paket sembako bagi warga yang tidak mendapat bantuan ataupun yang baru mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). *ADV



 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja, memberikan fasilitas selama proses pendaftaran kepada masyarakat yang hendak mendaftarkan diri sebagai peserta program kartu prakerja di Graha Mojokerto Service Center (GMSC). Dengan pendampingan langsung dari petugas, diharapkan para pencari kerja yang mengalami kesulitan saat mendaftar dapat memiliki kartu prakerja.
   "Selain menyediakan tempat khusus di Telecenter GMSC, untuk membantu masyarakat yang hendak mendaftar sebagai peserta program kartu prakerja, kami juga menyiapkan petugas sekaligus perangkat komputer sebagai penunjang dalam mendapatkan kartu prakerja ini," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, usai meninjau lokasi pendaftaran kartu prakerja di GMSC, Rabu (15/4).
   Pendaftaran kartu prakerja, katanya wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, bisa dilakukan secara daring dengan mengakses http://www.prakerja.go.id. Adapun syarat dalam mengikuti program kartu prakerja, antara lain calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan sedang tidak menempuh pendidikan formal.
   "Kami sebatas memfasilitasi dalam pendaftaran, sedangkan verifikasinya langsung dari Pemerintah Pusat. Pendampingan ini, kami lakukan secara langsung untuk warga Kota Mojokerto agar maksimal dalam mendapatkan kartu prakerja yang saat ini diperebutkan secara nasional. Kami fasilitasi sampai malam hari bagi pendaftar yang ingin memperoleh kartu prakerja," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Peserta yang datang ke GMSC, kantor kecamatan, kantor Bappeko dan kantor Disporabudpar, juga harus mengikuti protokol kesehatan dengan tetap memperhatikan jarak antar pendaftar lainnya demi mencegah potensi terjadinya penyebaran Covid-19. Kartu prakerja tersebut, kata Ning Ita, dalam rangka memberikan perlindungan sosial akibat dampak wabah Covid-19 kepada pekerja yang terkena PHK, dirumahkan dan pencari kerja.
   "Sampai dengan pukul 18.00 ini, jumlah pendaftar yang berhasil mengikuti program kartu prakerja mencapai 295 akun. Jumlah tersebut akumulasi sejak pertama kali website dirilis dari pemerintah pusat. Sampai saat ini, ratusan calon pekerja masih terus berusaha mendaftarkan dengan didampingi petugas agar bisa mengikuti program kartu prakerja yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo," tandasnya. *Hms/Ds




Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memasang tandon air di sejumlah pasar tradisional. Malalui satuan gugus tugas percepatan penanganan pencegahan Covid-19, tandon berkapasitas 300 liter tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat saat berkunjung ke pasar tradisional.
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dengan didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ruby Hartoyo, Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid19 yaitu Kepala Bappeda Kota Mojokerto Agung Moeljono, Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid dan Kepala Kepala DPUPR Mashudi, meninjau pemasangan tandon di Pasar Benteng Pancasila.
   "Tandon air bersih ini telah kami distribusikan ke beberapa pasar tradisional. Salah satunya di Pasar Benteng Pancasila dan Pasar Cakarayam. Pemberian tandon air dan tempat pencuci tangan ini, sejalan dengan imbauan Kemenkes RI dan WHO, bahwa dengan sering mencuci tangan, maka penyebaran virus Covid-19 dapat diantisipasi," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Masing-masing tandon lanjut Ning Ita, dilengkapi dengan wastafel, kran air dan tempat sabun pencuci tangan. Pemasangan tandon dan tempat pencuci tangan tersebut, diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di lingkungan pasar tradisional. "Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan tempat cuci tangan tersebut semaksimal, mungkin agar penularan Covid-19 dapat diantisipasi," tegasnya.
   Sebelumnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto dalam melawan penyebaran Covid-19. Di antaranya, penyemprotan disinfektan sepanjang jalan protkol dan area publik, pembuatan bilik sterilisasi di area publik, pembuatan tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS), menstabilkan bahan baku pangan melalui pasar murah, penyemprotan massal bagi ojek online (ojol), pemberian masker dan sarung tangan bagi pedagang pasar tradisional dan mensosialisasikan Covid-19 melalui kader motivator dan kesehatan. *ADV





 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Sebagai upaya untuk membantu perekonomian masyarakat akibat dari dampak Corona Virus Disease (COVID-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mempercepat penyaluran jaring pengaman sosial bagi masyarakat kurang mampu yang ada di Kota Mojokerto. Penyaluran bantuan tersebut, dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria.
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, penyaluran jaring pengaman sosial yang diberikan hari ini (15/4) akan dilakukan secara bertahap. Dimana, ada beberapa kategori penerima yang mendapatkan bantuan. Seperti tukang becak, penyandang disabilitas, anak yatim non panti, keluarga prasejahtera dan lansia kurang mampu.
   "Bentuk penyalurannya kami bagi setiap kelompok. Untuk anak yatim non panti, kami salurkan melalui kantor pos. Sedangkan bantuan bagi penyandang disabilitas dan tukang becak, kami salurkan melalui kantor Dinas Sosial. Sedangkan bagi keluarga prasejahtera, melalui e-warong. Yang terakhir untuk lansia, akan dikirimkan ke rumah masing-masing oleh petugas," jelasnya.
   Tentunya lanjut Ning Ita, dalam penyaluran bantuan jaring pengaman sosial tersebut tetap diterapkan protokol kesehatan. Dimana, penerima akan menerima bantuan sesuai dengan jadwal yang diberikan. "Kami beri jam masing-masing, jadi dalam waktu dua jam, penerima bantuan maksimal hanya 30 orang saja. Sehingga physical distancing tetap terjaga," imbuhnya.
   Dari Data Dinas Sosial Kota Mojokerto, ada 600 tukang becak, 300 disabilitas, 369 anak yatim non panti, 1.264 lansia kurang mampu dan 6.458 keluarga pra-sejahtera yang mendapatkan jaring pengaman sosial Covid-19. Anggaran bantuan tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBN) serta anggaran dari pemerintah pusat.
   "Dalam kondisi darurat becana ini, kami menambahkan 5.500 paket sembako bagi warga terdampak. Dan ini, kami alokasikan bagi yang belum mendapat bantuan ataupun yang baru mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saja. Dan yang masih kurang khususnya dari BPNT APBD, akan kami tambahkan termasuk di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sampai saat ini, masih proses finalisasi data," tandasnya. *ADV




Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Alumni Ikatan Keluarga Perguruan Tinggi Kedinasan (APDN STPDN IPDN) memberikan bantuan berupa wastafel portable, kepada Pemerintah Kota Mojokerto. Pemberian bantuan secara simbolis, diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk 50, Magersari, Rabu (15/4).
   "Purna praja yang saat ini mengabdikan hidupnya pada Pemerintah Kota Mojokerto, mereka turut andil dan peduli dalam melawan penyebaran Covid-19. Alhamdulillah terimakasih atas bantuan yang diberikan, semoga wastafel portable yang diberikan ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Ada sedikitnya sepuluh wastafel portable yang diberikan oleh alumni Ikatan Keluarga Perguruan Tinggi Kedinasan (APDN STPDN IPDN) ini. Pemberian tersebut, disebar di beberapa titik strategis sepanjang jalan protokol Kota Mojokerto. Salah satunya di depan Masjid Agung Al-Fattah. Dengan harapan, warga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut saat berada di luar rumah.
   "Semoga wastafel portable ini dapat dimanfaatkan oleh semua masyarakat yang masih melakukan aktifitas di luar rumah. Sesering mungkin mencuci tangan, merupakan anjuran dari Kemenkes agar mencegah penyebaran segala macam virus apapun, termasuk yang saat ini menjadi pandemi," kata salah satu perwakilan Alumni Purna Praja sekaligus Kepala Dispendukcapil M Imron.
   Imron pun mengajak seluruh masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik, serta secara bersama-sama melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus tersebut dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan sekitar. "Kepanikan tidak akan membantu menyelesaikan masalah, yang harus dilakukan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," tegasnya. 
   Perlu diketahui, upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam mencegah penyebaran virus Corona, terus dilakukan. Mulai dari penyemprotan cairan disinfektan di sepanjang jalan protokol, menyediakan bilik sterilisasi di area publik, pembuatan tempat cuci tangan, menyalurkan bantuan penanganan jaring sosial, pembagian masker, hand sanitizer, alat penyemprot hingga menyediakan ruang karantina bagi ODP. *Hms/Ds


  Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial Kota akan menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19, yang akan disalurkan mulai 15-30 April mendatang. Bantuan tersebut, berupa bahan makanan pokok dan uang tunai.
   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, bantuan sosial tersebut akan diberikan kepada tukang becak, penyandang disabilitas, lansia kurang mampu dan anak yatim non panti. Dengan harapan, dapat meringankan beban hidup mereka selama pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri.
   "Kami pemerintah daerah, berupaya terus untuk memberikan perhatian kepada warga yang secara tidak langsung terdampak Covid-19. Melalui bantuan sosial ini, kami ingin memberikan semangat hidup di tengah himpitan tingginya harga kebutuhan pokok," kata Ning Ita, sapaan akrab walikota. 
   Dari data Dinas Sosial Kota Mojokerto, ada 1.264 orang lansia kurang mampu yang mendapatkan bantuan, 369 anak yatim non panti, 600 tukang becak dan 300 penyandang disabilitas. Pemberian bantuan ini, akan dimulai sejak 15 - 19 April mendatang. 
   "Untuk lansia, akan kami salurkan secara door to door ke tempat mereka masing-masing. Sedangkan, anak yatim pengambilan bantuannya langsung ke Kantor Pos. Dan bagi penyandang disabilitas serta tukang becak, bisa mengambil bantuan ke Kantor Dinas Sosial di Jalan Benteng Pancasila," jelasnya.
     Adapun pembagian bantuan untuk tukang becak, penyandang disabilitas dan anak yatim non panti, akan disalurkan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. Sehingga, penerapan physical distancing tetap terlaksana. "Kami bagi setiap jamnya, hanya dibatasi maksimal 30 orang yang mengambil," imbuhnya.
    Masih kata Ning Ita, bantuan sosial tersebut tidak seluruhnya berupa sembako. Untuk lansia kurang mampu akan mendapatkan bantuan uang tunai Rp 500 ribu perorang. Dan untuk anak yatim non panti, akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 1 juta perorangnya.
    Sedangkan bantuan bagi penyandang disabilitas dan tukang becak, akan mendapatkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, gula dan kecap manis. "Bantuan sembako ini, untuk memberikan perlindungan sosial kepada mereka disaat wabah yang tak kasat mata ini," ungkapnya.
   Selain penyandang disabilitas, tukang becak, anak yatim non panti dan lansia kurang mampu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada 6.458 keluarga pra-sejahtera. Bantuan berupa sembako tersebut, dapat diambil melalui e-Warung masing-masing di setiap lingkungan sesuai dengan jadwal.
   "Selain bantuan sosial kepada mereka yang telah terdata, kami juga membuka operasi pasar murah di e-Warung dan Kantor Dinas Sosial. Operasi pasar murah ini, berupa satu paket gula dan minyak dengan harga terjangkau, yang bisa dibeli oleh semua orang," tandasnya. *ADV

 Percepatan Pembangunan Menuju Peningkatan Daya Saing Daerah Pariwisata
 
Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Di tengah pandemi Covid-19 di seluruh daerah, perencanaan pembangunan Kota Mojokerto harus tetap berjalan. Untuk itu, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria membuka Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) secara online di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Rabu (8/4).
   Dengan didampingi Kepala Bappeko Agung Moeljono dan Wakil Ketua 1 DPRD Kota Sonny Basoeki Rahardjo, Musrenbang Kota Mojokerto secara online tersebut turut dihadiri oleh kejaksaan negeri (Kejari) Kota Mojokerto, organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi masyarakat dan pelaku usaha yang tersambung secara video conference.
   Cak Rizal, sapaan akrab wakil wali kota menjelaskan, musrenbang merupakan mekanisme perencanaan tahunan dalam rangka mengakomodir kepentingan masyarakat. Sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan rencana program dan kegiatan pembangunan yang lebih aspiratif, transparan dan dapat pula dipertanggungjawabkan.
   "Berdasarkan tema Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Mojokerto 2021, yakni Penguatan SDM Masyarakat dan Aparatur Untuk Daya Saing Ekonomi, Ketahanan Sosial dan Birokrasi Profesional, maka prioritas pembangunan di Kota Mojokerto meliputi lima hal," kata Cak Rizal, saat video conference.
   Pertama, pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan dan pemerataan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Kedua, reformasi birokrasi melalui inovasi layanan publik dan konsolidasi tatalaksan kelembagaan. Ketiga, percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pusat pertumbuhan baru dan penyelesaian masalah prioritas.
   Keempat, mengembangkan ekosistem perekonomian yang mandiri antara peran pasar tradisional, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan yang kelima adalah menguatkan nilai-nilai budaya, kesadaran hukum dan literasi informasi untuk ketahanan sosial yang tangguh.
   "Pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, kemudahan aksesibilitas, peningkatan tata kelola pemerintah dan pembangunan berbasis SDM yang berkualitas, masih menjadi prioritas arah pembangunan 2021 bagi Kota Mojokerto. Hal ini, tidak lepas dari percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019," jelasnya.
   Sementara itu, Kepala Bappeko Agung Moeljono menambahkan usulan program dan kegiatan yang masuk pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Mojokerto 2021, sebanyak 94 program dan 343 kegiatan dengan anggaran Rp 586 miliar. Dan berdasarkan hasil telaah terhadap pokok-pokok pikiran DPRD tahun 2021, diusulkan sebanyak 632 kegiatan. "Dari kegiatan yang diusulkan tersebut, nantinya akan diselaraskan dengan prioritas dan sasaran pembangunan serta kemampuan keuangan daerah," tandasnya. *Hms/Ds


 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mengimbau kepada seluruh warga untuk menggunakan masker guna mencegah penyebaran Covid-19 yang telah menjadi pandemi di seluruh negara. Kewajiban menggunakan masker tersebut, dikampanyekan olehnya bersama TNI-Polri di kawasan publik, Selasa (7/4/2020).
   Bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Waka Polresta Kompol Hanis Subiyono, perwakilan Kodim dan segenap jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai tempat publik menjadi titik fokus dalam mengampanyekan wajib pakai masker saat beraktifitas di luar rumah.
   Kawasan publik yang tak luput menjadi tempat kampanye, mulai dari pasar modern, perkantoran bank, stasiun hingga tempat pangkalan angkutan umum dan becak. Di sini, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memberikan masker dan vitamin kepada para supir angkutan, nasabah bank dan pengunjung pasar modern.
   "Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kami menjalankan wajib masker untuk semua. Jadi, siapapun harus memakai masker ketika berkegiatan di luar. Karena, penyebaran Covid-19 paling cepat adalah melalui melalui tetesan air liur (droplets) atau muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung," tegas Ning Ita.
   Dalam hal ini, Pemerintah Kota Mojokerto tidak mengharuskan masyarakat menggunakan masker bedah atau N-95. Justru, masyarakat diperbolehkan menggunakan masker kain karena dapat digunakan berulangkali setelah dicuci bersih. Sementara, masker bedah atau N-95 yang sekali pakai, hanya diperuntukkan bagi petugas medis.
   "Mari gunakan masker kain, karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit ketika di luar rumah. Kami ingin, masyarakat paham dan sadar betul untuk menjaga orang lain tetap aman, maka harus dimulai dari diri sendiri. Mari pakai masker, untuk melindungi diri dan orang lain," imbaunya.
   Kendati telah menggunakan masker kain, Ning Ita mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan. Seperti pysical distancing, selalu mencuci tangan setiap saat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
   "Kami yakin, dengan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, kita bisa mencegah, menanggulangi, penyebaran Covid-19 yang saat ini melanda di seluruh Nusantara. Melalui berbagai ikhtiar dan kerjasama yang baik dengan masyarakat, kita dapat mencegah penyebaran Covid-19. Jika ada masyarakat yang tidak mengenakan masker, maka akan kami karantina selama 14," katanya.
   Selain itu, Ning Ita juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto agar tidak mengucilkan atau pun menjauhi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) dan atau yang telah terkonfirmasi Covid-19. Karena, dengan sikap menjauhi tersebut akan menambah beban bagi keluarga. Untuk itu, ia meminta kepada warga agar saling membantu, *namun dengan tetap* menerapkan *physical* distancing dan protokol kesehatan.
   "Mari rangkul bersama, saudara-saudara kita. Mereka ini sedang terkena musibah. Bantu kebutuhan mereka selama masa isolasi mandiri. Jangan jauhi, apalagi mengucilkan mereka dari lingkungan. Tetap jaga jarak aman dan taati aturan kesehatan. Jangan ada perbedaan, tolonglah mereka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak bersentuhan secara langsung dan menerapkan selalu physical distancing" tandasnya. *adv



 Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemantauan dan pengawasan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto, tidak hanya dilakukan dari Posko utama yang berpusat di Polres Kota Mojokerto. Melainkan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri, bersinergi dengan mendirikan posko-posko tanggap darurat Covid-19, di setiap kelurahan. Dan hari ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung kesigapan posko di setiap kelurahan, Sabtu (4/4).
   Dengan didampingi Wakil WaliKota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Kapolresta AKBP Bogiek Sugiyarto dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, bersama OPD, rombongan melihat secara langsung kesiapan dan fasilitas di setiap posko tanggap darurat Covid-19. Di lokasi, Ning Ita, sapaan akrab Walikota, juga membagi-bagikan vitamin kepada para petugas agar selalu terjaga staminanya dalam menjalankan tugas.
   "Pendirian posko ini sesuai dengan Keppres Nomor 9 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dimana, dalam posko ini para petugas terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol dan Dinas Kesehatan, bertugas untuk memberikan edukasi, pengawasan, pemantauan dan penindakan untuk mengendalikan percepatan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.
   Ning Ita pun meminta kepada seluruh warga Kota Mojokerto, agar proaktif melaporkan bila ada keluarga, saudara atau tetangga yang datang dari luar daerah. Terutama, datang dari daerah yang berstatus merah. "Kami mohon kepada semua warga, kalau mengetahui hal tersebut harap lapor ke RT/RW, atau langsung datang ke kantor kelurahan setempat yang merupakan posko tanggap darurat. Sehingga, kita semua bisa melakukan pencegahan sedini mungkin, dan memberikan tindakan secepat mungkin," tegasnya.
   Sebelum peninjauan ke posko tanggap darurat, Ning Ita, Cak Rizal bersama rombongan menyempatkan waktu berkunjung ke Pasar Burung Empunala dan warung - warung makanan, untuk memberikan edukasi sekaligus pemahaman terkait pandemi Covid-19. Tak hanya itu, ia pun juga memberikan masker serta hand sanitizer (cairan pembersih tangan) kepada para pedagang di pasar tradisional, agar selalu menjaga kebersihan. *adv



Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melantik 13 pejabat pimpinan tinggi pratama, admistrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, di tengah pandemik Covid-19. Kendati demikian, pelantikan yang digelar di Rumah Rakyat pada Jumat (3/4/2020) pagi tersebut, dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI.
    "Sebagaimana diketahui, saat ini kita tengah menghadapi wabah Virus Corona. Namun pelantikan ini dilaksanakan agar roda pemerintahan tetap berjalan dan sesuai amanah undang-undang. Untuk itu kami harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini dalam rangka pencegahan Virus Corona dengan protokol kesehatan dan menerapkan physical distancing. Semoga musibah ini bisa segera berakhir," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
    Adapun 13 pejabat yang dilantik, dua di antaranya adalah pejabat pimpinan tinggi pratama. Yakni, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anang Fahruroji berganti tugas sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Yang kedua adalah Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Hariyanto yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
    "Pejabat pimpinan tinggi pratama ini merupakan hasil uji kompetensi (assessment) jobfit, yang dilaksanakan awal bulan Maret kemarin. Dimana, pada jobfit ini diikuti empat orang pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengisi dua jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Dan dari hasil jobfit tersebut sudah mendapat rekomendasi dari komisi aparatur sipil negara (KASN) untuk dilantik," jelasnya.
    Mutasi ini, merupakan upaya penyegaran yang dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di Kota Mojokerto sekaligus untuk meningkatkan kinerja. Oleh karenanya, jabatan ini harus disyukuri serta dapat dijaga dan diimbangi dengan kejujuran, keiklasan serta prestasi dalam bekerja.
    "Kepada para pejabat baru, laksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai aturan. Dan hendaknya bisa bersinergi, jaga kedisiplinan, dan junjung tinggi integritas. Seorang ASN harus siap beralih tugas dan ditempatkan dimana saja dalam sebuah organisasi, sebagaimana telah diatur dalam pasal 23 Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan PP nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS," tandasnya. *hms/ds
   



 Mojokerto – suaraharianpagi.com
    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, bersama TNI-Polri atau tiga pilar, terus berupaya menekan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Mojokerto. Tak terkecuali dalam menyiapkan berbagai fasilitas yang mendukung, salah satunya ruang karantina bagi orang dalam resiko (ODR) yang pernah berhubungan dengan pasien dalam pengawasan (PDP).
   Hari ini (2/4/2020), Ning Ita, sapaan akrab wali kota, meninjau secara langsung Rusunawa Cinde bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo dan Kepala Dinas Kesehatan Christiana Indah Wahyu dan oragnisasi perangkat daerah (OPD).
   Di lokasi rusunawa, Ning Ita dan Cak Rizal, melihat secara seksama kondisi dan fasilitas yang ada di setiap kamar. Mulai dari tempat tidur, persediaan air hingga lahan parkir. Hal ini tak lepas dari, kegunaan rusunawa yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang karantina atau isolasi bagi orang dalam resiko (ODR) yang pernah berhubungan dengan pasien dalam pengawasan (PDP).
   "Kami sudah menyiapkan 55 ruang isolasi di seluruh rumah sakit di Kota Mojokerto. Tetapi, kami juga harus menyiapkan ruang karantina dari hasil tracing, bagi mereka yang pernah berhungan langsung atau kontak fisik dengan pasien dalam pengawasan atau PDP. Dari hasil tracking tersebut, mereka yang pernah berhubungan dengan PDP harus segera dilakukan isolasi atau diperkenankan mengisolasi mandiri sesuai dengan SOP kesehatan yang diawasi ketat oleh petugas," jelas Ning Ita.
   Untuk itu, pemerintah daerah lanjut wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, telah menyiapkan sedikitnya 116 ruangan di Rusunawa Cinde yang dapat digunakan sebagai ruang karantina atau isolasi. Kondisi bangunan yang masih baru dan kelengkapan fasilitas pendukung lainnya, menjadi kriteria utama sebagai ruang isolasi orang dalam resiko (ODR). "Gedung ini, bisa digunakan kapan saja jika dibutuhkan," tegasnya. 
   Seperti diketahui, Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi pencegahan penyebaran Covid-19. Mulai dari penyemprotan disinfektan di seluruh jalan protkol dan area publik, pembuatan bilik sterilisasi di area publik, pembuatan tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS), menstabilkan bahan baku pangan melalui pasar murah, penyemprotan massal bagi ojek online (ojol), pemberian masker dan sarung tangan bagi pedagang pasar tradisional dan mensosialisasikan Covid-19 melalui kader motivator dan kesehatan. *hms/ds


Ilustrasi
Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Warga Jakarta yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP), meninggal di rumah sakit swasta Kota Mojokerto. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Christiana Indah Wahyu dari Posko Satgas, Selasa (31/3/2020).
   "Pasien tersebut tidak terkonfirmasi (*positif*) Corona. Melainkan ia meninggal karena memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung koroner. Karena pasien tidak kooperatif, kami mengalami kesulitan untuk pemeriksaan swabnya," tegas Indah, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
   Indah mengatakan, pasien PDP Nomor 05 yang masuk pada data Kota Mojokerto, datang dari Jakarta tanggal 21 Maret 2020 untuk mengunjungi keluarganya di kota. Saat tiba di Kota Mojokerto, pasien 05 sebelumnya telah mengalami sakit. Dengan gejala batuk, mual, muntah, sakit kepala dengan suhu tubuh 37,8 derajat celsius.
   "Pada tanggal 23 Maret, pasien ini mengalami sakit lagi dengan keluhan mual dan keringat dingin. Saat itu, pasien dilakukan pemeriksaan laboratorium dan Rontgen. Dengan hasil, trombosit turun, leukosit turun. Sedangkan dari hasil Rontgen, tidak ada gambaran infiltrat. Yang kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta dengan diagnosa demam berdarah," jelasnya.
   Pasien PDP 05, kemudian masuk ke IGD rumah sakit swasta pada tanggal 23 Maret 2020. Saat itu ketika petugas menganamnese (wawancara), pasien tidak berkata jujur jika ia merupakan warga Jakarta yang sedang berkunjung ke daerah. Selama pasien di rawat di rumah sakit swasta baru diketahui dari hasil Rontgen jika di dalam paru - parunya terdapat infiltrat.
   "Setelah dianamnesa ulang, pasien baru jujur mengatakan riwayat tinggal di Jakarta sebelum datang ke Mojokerto. Akhirnya tanggal 27 Maret, pasien dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah itu pada 28 Maret, karena paru semakin memburuk kami berupaya mencari rumah sakit rujukan di Surabaya, Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto, tapi semuanya penuh," terangnya.
   Dan pada hari yang sama lanjut Indah, saat pihak rumah sakit akan melakukan pengambilan swab, pasien PDP 05 menolak dengan tegas dan tidak kooperatif kepada petugas medis. Padahal dari hasil Rapid Rest Covid-19, pasien PDP 05 memiliki hasil strip dua samar - samar. "Saat kami lakukan pemeriksaan sesuai standard PDP, pasien tidak kooperatif dan menolak," imbuhnya.
   Dan pada tanggal 29 Maret, pasien PDP 05 mengalami penurunan kondisi dengan saturasi oksigen menurun. Tepat 30 Maret, pukul 24.00 wib pasien dinyatakan meninggal dunia. "Hari ini di makamkan di Trowulan. Tentunya, pemulangan jenazah sesuai dengan ketentuan pemakaman seperti pasien positif Covid-19," tandasnya. *Humas


 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto disegala bidang. Terbaru, pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang kereta api yang turun di stasiun Mojokerto.
   Bilik disinfektan yang dicoba langsung oleh Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dengan didampingi Kepala Bappeda Kota Mojokerto, Agung Moeljono dan Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi tersebut, diharapkan mampu membunuh kuman atau bakteri yang menempel pada tubuh penumpang. Sekaligus sebagai upaya PT KAI dalam memberikan rasa aman dan nyaman agar penumpang terhindar dari Covid-19.
   "Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang telah bersinergi dengan PT KAI dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, melalui Bappeda Kota Mojokerto dengan menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto," kata Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi, Sabtu (28/3/2020).
   Selama ini lanjut Wahyudi, pihak KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti,  pengecekan suhu tubuh penumpang saat pengecekan tiket, memberikan tanda jarak aman satu meter di semua tempat duduk di ruang tunggu, penyemprotan disinfektan secara mandiri dua kali sehari, hingga penyediaan wastafel tempat cuci tangan. 
   "Kami juga menghimbau kepada para penumpang agar selalu menjaga kebersihan. Jika penumpang mengalami sakit saat perjalanan, segera menghubungi petugas di kereta agar mendapatkan penanganan lebih awal. Terutama saat batuk dan bersin, mohon menerapkan etika batuk dan bersin yang benar agar tidak merugikan sekitarnya," himbaunya.
   Tidak hanya itu, Wahyudi menyampaikan terhitung sejak tanggal 1 - 30 April 2020, dua kereta api jurusan Jakarta dan Purwokerto tidak akan beroperasi untuk sementara waktu. Dua kereta tersebut adalah KA Gaya Baru Malam dan KA Logawa. "Untuk perubahan jadwal kereta, tidak ada. Hanya ada dua KA yang dibatalkan perjalannya yang lewat Stasiun Mojokerto," imbuhnya.
   Terpisah, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan jika bilik sterilisasi disinfektan merupakan upaya percepatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dimana, fasilitas publik seperti stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan merupakan akses yang cukup tinggi digunakan sebagai akses pintu masuk dan keluar di suatu daerah. 
   "Untuk itu, sesuai dengan protkol kesehatan kami bersinergi dengan KAI menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan sebagai upaya percepatan pencegahan Covid-19 di area publik. Penempatan bilik sterilisasi ini, kami letakkan di pintu keluar. Sehingga ketika penumpang turun di Stasiun Mojokerto secara otomatis akan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh dan barang bawaan," jelasnya. 
   Ning Ita juga menghimbau kepada para penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto terutama warga Mojokerto, agar segera melapor ke RT/RW maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mengecak kondisi kesehatan. Hal ini, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Kota Mojokerto. "Kami mohon kerjasamanya dari seluruh masyarakat, terutama yang masih berpergian," tegasnya. 
   Perlu diketahui, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mojokerto telah membuat beberapa unit bilik sterilisasi disinfektan yang rencananya akan diletakkan dibeberapa area publik. Salah satunya di Stasiun Mojokerto. Bilik sterilisasi disinfektan ini, diharapkan mampu menangkal berbagai macam bakteri dan virus yang melekat pada tubuh dan barang yang dibawa. *hms/ds



 Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, menerima kunjungan anggota Komisi A dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, dalam rangka pengecekan kesiapan di setiap daerah untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Kamis (25/3/2020).
   Peninjauan posko Covid-19 yang berpusat di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah. Pada kesempatan ini, Ning Ita dan Cak Rizal, sapaan akrab wali kota dan wakil wali kota, menjelaskan kesiapan dan upaya pemerintah daerah selama ini dalam pencegahan penyebaran virus Corona.
   Mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, yang dibagi menjadi tujuh kategori. Mendirikan pudat komando (Posko) Covid-19, penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area publik dan jalan protokol, meliburkan sementara waktu kegiatan belajar mengajar, menutup tempat hiburan/kafe dan menghentikan semua kegiatan yang bersifat mengundang massa. Serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara door to door.
   "Semua upaya ini, merupakan bagian dari pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Setiap hari, secara bertahap kami lakukan penyemprotan disinfektan di jalan dan area publik. Dan kami, berharap kepada semua masyarakat agar turut bekerjasama untuk penyemprotan secara mandiri," jelasnya.
   Selama ini, lanjut Ning Ita, berbagai upaya pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan. Penerapan ini, tidak hanya diberlakukan untuk lingkungan instansi pemerintah saja. Tetapi diseluruh sektor hingga elemen masyarakat telah menerapkan protokol kesehatan.
   Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah mengatakan kunjungan anggota Komis A kali ini Kota Mojokerto tidak lain untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menangani dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Salah satunya mengecek kesiapan Posko Covid-19 yang berpusat di Kantor Pemkot Mojokerto.
   "Kami ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan di posko utama ini. Apakah ada kelengkapan yang kurang, bagaimana respon saat menemukan kasus baru. Kami lihat, semua yang diterapkan oleh Pemkot Mojokerto telah sesuai dengan Protokol Kesehatan dalam penanganan pencegahan Covid-19. Mulai dari cuci tangan dengan sabun, penggunaan masker dan Hand sanitizer, sampai penyemprotan cairan disinfektan," jelasnya.
   Perlu diketahui, berbagai upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam pencegahan penyebaran virus Corona selama ini, terus dilakukan. Mulai dari penyemprotan disinfektan di pasar tradisional, tempat ibadah, jalan protokol, area publik, serta himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan belanja berlebihan. Dan yang terakhir, sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat secara door to door bersama kader motivator. *ADV

suaraharianpagi.com
   Pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto dengan penyemprotan cairan disinfektan. Tak terkecuali di area - area publik, jalan protokol dan tempat ibadah. Dan hari ini (25/3) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memimpin secara langsung penyemprotan disinfektan di tempat - tempat ibadah sekaligus memberikan edukasi serta himbauan kepada masyarakat di pasar tradisional.
   Dengan didampingi suami, Supriyadi Karimah Saiful, Kepala Disperindag Ruby Hartoyo, Kepala Satpol PP Heryana Dodik Murtono, Kepala DLH Ikromul Yasak, Kabag Humas dan Protokol Hatta Amrullah, Plt Bagian Perekonomian Sekdakot Ani Wijaya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan dr Farida Mariana, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Ganesh Pressiatantra dan OPD, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, tak henti - hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat. 
   Selain penyemprotan di Klenteng Hok Sian Kiong, Ning Ita tak lupa memberikan himbauan kepada para pengurus untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Untuk itu, selain penyemprotan yang dimotori oleh pemerintah daerah, ia berharap warga mampu melakukan penyemprotan secara mandiri di lingkungan masing - masing. "Kami terus lakukan penyemprotan secara bertahap di seluruh area publik. Dan kami mohon kerjasamanya kepada masyarakat agar melakukan penyemprotan secara mandiri," jelasnya.
   Usai penyemprotan di tempat ibadah, Ning Ita juga memberikan sosialisasi dan himbaun kepada para pedagang sekaligus pengunjung pasar tradisional, agar tidak panik dan tetap waspada. Kendati penyebaran virus Corona telah masuk ke Indonesia, Ning Ita berharap masyarakat tidak membeli barang - barang dengan jumlah yang berlebihan. "Saat ini, harga - harga kebutuhan pokok masih stabil ya. Mungkin, yang harganya melonjak tinggi cuma cabai saja. Selebihnya masih normal. Untuk itu, saya berpesan kepada masyarakat agar tidak panik dan belanja berlebihan," tegasnya.
   Tak berhenti di Pasar Tradisional Tanjung Anyar, Ning Ita juga meninjau beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Di antaranya Puskesmas Kedundung, Puskesmas Blooto dan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Di sini, Ning Ita melihat kondisi dan fasilitas penunjang sekaligus persiapan para tenaga medis dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19. "Kami mau membuat beberapa unit tempat screening untuk sterilisasi, selain cuci tangan dengan sabun dan penggunaan hand sanitizer. Semoga, ikhtiar kami semua ini dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto," tandasnya. *ADV

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget