Articles by "Mojokerto"

suaraharianpagi.com
   Roadshow Bus KPK yang berangkat sejak 21 Juni lalu dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta telah tiba di Kota Mojokerto. Acara Roadshow Bus KPK di Kota Mojokerto dibuka secara resmi oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Selasa (9/7) di GOR dan Seni Mojopahit Jalan Gajah Mada 149 Kota Mojokerto. Pada tahun ini Roadshow Bus KPK bertajuk “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" akan mengunjungi 28 Kota/Kabupaten dari 3 provinsi di Jawa-Bali. 
   Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa melalui slogan “Maju Melangkah Ayo Berbenah” mempunyai makna ke depan Pemerintahan Kota Mojokerto bisa melangkah lebih maju daripada sebelumnya.
   “Maka dengan semangat ayo berbenah kami bersinergi, berkolaborasi dengan seluruh jajaran di Pemerintah Kota, sekaligus segenap jajaran Forkopimda Kota Mojokerto untuk membenahi segala sesuatu yang menjadi PR bersama agar kota Mojokerto ke depan menjadi kota yang lebih maju,” kata Ning Ita. Sekaligus menjadi kota yang aman dan nyaman bagi semuanya, khususnya bagi perangkat daerah dalam menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat.
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa segenap jajaran di Pemkot Mojokerto telah sepakat, kewajiban untuk melayani masyarakat kota Mojokerto harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin serta sepakat untuk melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang mengarah kepada korupsi.
   “Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Kami selalu konsultasi dan koordinasi, semoga apa yang kami lakukan bisa benar-benar menjadi kepastian kepada seluruh masyarakat bahwa Pemerintah Kota Mojokerto akan menjalankan pemerintahan dengan bersih,” harap Ning Ita. 
   Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga mengucapkan terima kasih kepada tim roadshow bus KPK, karena Kota Mojokerto terpilih menjadi salah satu lokasi roadshow. “Harapan kami selama dua hari keberadaan bus KPK RI bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya dari pemerintah Kota Mojokerto dan jajaran legislatif tetapi juga masyarakat umum,” lanjut Ning Ita.
   Menutup amanatnya, Ning Ita berharap dengan adanya bus KPK dapat meningkatkan pengetahuan warga Kota Mojokerto sehingga bisa tercipta Kota Mojokerto yang berdaya saing, baik aparat maupun warganya.
   Bus KPK akan berada di Kota Mojokerto selama 2 hari, yaitu tanggal 9-10 Juli 2019. Rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK di Kota Mojokerto ini yaitu: pameran pelayanan publik, sosialisasi pengaduan tindak pidana korupsi (Tipikor), sosialisasi dan simulasi aplikasi JAGA yang dapat diikuti masyarakat umum. Sedangkan untuk para pelajar mulai dari tingkat SD/MI sederajat, juga dapat mengikuti sosialisasi anti korupsi, playday boardgames, nonton film bareng, games dan kuis interaktif.
   Pada roadshow ini juga diselenggarakan sosialisasi pengaduan tipikor untuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, sosialisasi gratifikasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), kuliah umum antikorupsi untuk mahasiwa Perguruan Tinggi, sosialisasi integritas dunia usaha untuk para pelaku usaha di Kota Mojokerto, serta kegiatan bagi partai politik yaitu pembekalan caleg terpilih dan pimpinan partai politik.
   Selain Kota Mojokerto, Kabupaten / Kota yang mendapat kunjungan dari bus KPK antara lain Kabupaten Ngawi, Kota Madiun, Nganjuk, Jombang, Kota Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Jember Lumajang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Blitar, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Buleleng, Karang Asem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Kota Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Surakarta, dan Karanganyar. *Humas/Ds

Berkembang Signifikan, Dana Perguliran Capai Rp 70 Miliar 
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pasca program di Kabupaten Mojokerto, telah banyak mengalami perkem bangan signifikan. Terlihat dari perkembangan modal awal dana perguliran sebesar Rp 15 miliar lebih, per laporan 31 Desember 2018 telah bertambah menjadi Rp 70 miliar lebih.
   Kabar baik ini dibahas Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada kesempatan halalbihalal kelemba gaan PNPM-Mandiri Perdesaan Pasca Program, Kamis (4/7) siang di Mojo Kembangsore Park Kecamatan Pacet.
“Dana awal perguliran telah mengalami perkembangan signifikan. Dari Rp 15 miliar, menjadi Rp 70 miliar atau naik sekitar 455 persen,” kata wabup.
Pada tahun 2018, idle fund (dana menganggur) yang tercatat yakni Rp 22 miliar lebih mengendap di rekening bank dan tidak diinvestasikan pada aset atau surat berharga lainnya. Maka, PNPM-MPd mengembangkannya dalam bentuk kegiatan lebih variatif. Tak hanya berkutat pada kegiatan simpan pinjam masyarakat.  
   Wabup Pungkasiadi dalam kesempatan ini mengucapkan apresiasi pada tiga kecamatan yakni Pacet, Kutorejo, dan Pungging, yang telah menyimpan idle fund di BUMD Pemkab Mojokerto yakni BPR Majatama. Wabup ingin agar langkah ini bisa diikuti kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto, untuk meningkatkan iklim peningkatan usaha ekonomi masyarakat yang lain.
“Kegiatan perguliran dana yang melibatkan desa-desa pada kecamatan, menjadikan kelembagaan PNPM-MPd punya peluang membentuk BUMDES. Dari situ nanti bisa lahir unit-unit usaha bermanfaat. Misalnya pengembangan daerah wisata, dam perdagangan. Inilah tujuan kita untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat,” tambah wabup.
Dengan perguliran Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), PNPM Mandiri di Kabupaten Mojokerto telah menjelma menjadi potensi ekonomi bagi 2.070 kelompok yang melibatkan 38.471 anggota masyarakat.
PNPM Mandiri Perdesaan sendiri merupakan kelanjutan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (PPK), untuk dilaksanakan sebagai instrumen percepatan penanggulangan kemiski nan dan perluasan kesempatan kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.
   Wabup juga menjabarkan beberapa progres perkembangan pembangunan di Kabupaten Mojokerto seperti angka kemiskinan, kesehatan, dan infrastruktur. Wabup menyebut angka kemiskinan Kabupaten Mojokerto saat ini berkisar di angka 10,08 persen. Angka tersebut ditargetkan untuk terus diturunkan, tentunya dengan program-program pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
   “Alokasi untuk pembangunan bidang kesehatan yang diinstruksikan pemerintah pusat sebesar 20 persen, namun kita coba 29 persen. Bidang pendidikan 10 persen, kita upayakan 14 persen, dan bidang infrastruktur 25 persen, kita bisa buat jadi 33 persen. Semua kita lakukan secara imbang untuk mempercepat kesejahteraan bagi masyarakat,” terang wabup.
   Acara dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus M. Anas, Kepala Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ardi Sepdianto, kepala OPD, dan Camat Pacet Moch. Malik beserta Muspika. *Humas/Ds



Ning Ita: Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit 
Dan Mojongremo Adalah Embrio Spirit Of Mojopahit
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke 101 berlanjut dengan Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dan Mojongremo yang digelar pada Kamis (27/6) pagi. Acara Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dihadiri oleh Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan suami Supriyadi Karima Saiful; Perwakilan Kepala Daerah sekitar, Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dan Ketua TP. PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal; Jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Asisten, Kepala OPD serta tamu undangan dari berbagai institusi.
   Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan, Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya lokal. “Sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga, melindungi, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal kita, hal upaya ini penting dilakukan karena menyangkut masalah identitas kepribadian daerah kita.”kata Ning Ita.
   “Melalui Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ini, saya harapkan generasi muda dan kaum milenial di Kota Mojokerto semakin mencintai budaya lokal dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing," kata Ning Ita. Ning Ita menambahkan masuknya budaya asing kadang kala memberikan kontradiksi dengan nilai-nilai serta kultur masyarakat kita, sehingga dengan generasi muda dan kaum milenial yang mencintai budaya lokal akan membentuk generasi muda Kota Mojokerto yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang terpuji.
    Dalam kesempatan ini pula Ning Ita menyampaikan, dengan slogan “Spirit of Mojopahit”  untuk mengingatkan kembali akan kebesaran Kerajaan Mojopahit, sebuah kerajaan yang termashur di abad ke-14, kerajaan yang kaya, kuat dan sejahtera dengan Mojokerto sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan. “Bersama para budayawan dan seluruh elemen masyarakat, marilah kita menggaungkan kembali kejayaan Mojopahit melalui penyelenggaraan event– event seperti kirab budaya kita pada hari ini, dan juga Mojongremo–Mojokerto menari, yang merupakan embrio kecil dari Spirit of Mojopahit.”lanjut Ning Ita.
    Masih dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan komitmennya untuk memberi perhatian bagi semua program pengembangan seni budaya di Kota Mojokerto mengajak semua pihak, baik para budayawan, seniman dan para ahli pengkaji seni budaya pada perguruan tinggi untuk saling bersinergi bekerjasama dalam mengembangkan seni budaya Mojokerto ke arah produktif dan fungsional. “Kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto, marilah kita guyub, rukun, berkolaborasi dan berkontribusi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya demi kota kita tercinta, kerukunan dan persatuan merupakan modal utama dalam kesinambungan pelaksanaan pembangunan.”pungkas Ning Ita.
    Mojokerto Menari 2019, Mojongremo yang menjadi salah satu bagian dari Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit, dilaksanakan tepat pada jam 10.01 dilakukan di depan Kantor Wali kota Mojokerto diikuti oleh Ning Ita dan tamu-tamu undangan serta para penari dari berbagai sanggar tari di Kota Mojokerto.  
    Peserta Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit diberangkatkan oleh Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dari Rumah Dinas Wali kota Mojokerto di Jalan Hayam Wuruk No 50 Kota Mojokerto. Dari jalan Hayam Wuruk peserta melewati Jl. Letkol Sumarjo, Klenteng Hok Sian Kiong, Pasar Tanjung Anyar menuju Kantor Wali kota Mojokerto, di Jalan Gajah Mada 145, Kota Mojokerto.
    Cucuk Lampah yang terdiri dari sebarisan Mbok Ireng bersenjatakan Sodo Lanang Tumbak Sewu yang bertugas untuk membersihkan segala kejahatan, menyingkirkan  segala bentuk kejahatan angkara murka menjadi pembuka peserta Kirab Banjaran Mojobangkit. Ning Ita serta para tamu undangan dan masyarakat Kota Mojokerto dalam kesempatan ini juga menyaksikan berbagai kesenian tradisional. Diawali oleh penari Bedoyo Gayatri Raja Patmi, Tari Pasar tanjung Anyar, Barongsai, Reog  Manggolo  Mertoyo, dan jaranan. Kendaraan hias dari berbagai instansi pemerintah dan swasta juga turut serta dalam barisan peserta kirab. Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ditutup dengan pembacaan ikrar Mojokbangkit yang dipimpin oleh Ning Ita. *ADV 


Minta PPDB Diinformasikan dengan Jelas

Mojokerto-suaraharianpagi.com
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Mojokerto tahun 2019, harus diakomodir dan diinformasikan sejelas-jelasnya untuk menghindari miskomuni kasi. Imbauan ini disampaikan Wakil Bupati Mojokerto Pungka siadi, pada acara halalbihalal dengan seribu orang guru di gedung PGRI Banjaragung Kecamatan Puri, Kamis (27/6) pagi.
“Saya mengimbau kepada seluruh PGRI yang hadir disini, untuk memberikan kejelasan kepada calon siswa agar informasi PPDB 2019 di Kabupaten Mojokerto tidak rancu. Pemerintah telah mengakomodir aturan pusat yang meliputi zonasi, perpindahan alamat, dan prestasi,” kata wabup.
Wabup juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto sangat peduli terhadap  dunia pendidikan. Dibuktikan dengan peningkatan anggaran untuk pendidikan, yang meningkat 26 persen dan diharapkan bisa terus merangkak menjadi 29 persen.
“Pendidikan merupakan pilar terpenting. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, berkonsentrasi agar sektor ini mampu membawa perubahan lebih baik pada kemajuan Kabupaten Mojokerto ke depan. Pendidikan yang diajarkan guru, adalah gerbang masa depan bagi terciptanya pemimpin bangsa,” tambah wabup.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, mengucapkan terimakasih atas support penuh Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang banyak mengganggarkan pembangunan di sektor pendidikan.  
“Kami berterimakasih pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya pada Bapak Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, yang sangat memprioritaskan sektor pendidikan guna pembangunan jangka panjang Kabupaten Mojokerto dalam hal peningkatan SDM,” kata Zainal.
Ketua PGRI Bambang Sutrisno dalam kesempatan halalbihalal ini, sekaligus memperkenalkan gedung baru PGRI yang dibangun atas biaya dari anggota PGRI.
“Mari kita majukan PGRI bersama yang sudah kita bangun dari nol sampai di puncak sekarang. Gedung ini dibangun dengan tujuan sebagai peningkatan mutu dan SDM, tempat workshop dan seminar, serta pusat pelatihan kegiatan guru-guru di Kabupaten Mojokerto,” tegas Bambang. * Hms/Ds


suaraharianpagi.com
   Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Mojokerto sudah dimulai sejak Senin (24/6). Untuk itu Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau secara langsung pelaksanaan PPDB di SMPN 1 Kota Mojokerto, Jl. Gajah Mada 143 Kota Mojokerto.    
Ning Ita meninjau pelaksanaan PPDB dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid dan jajarannya. Ning Ita menyampaikan bahwa pelaksanaan PPDB di Kota Mojokerto pada hari pertama berjalan dengan lancar. 
   “Alhamdulillah PPDB pada hari pertama di Kota Mojokerto lancar. Berjalan dengan baik tidak ada kegaduhan, semua bisa terlayani dengan baik. Saya juga melihat kekhawatiran dari orang tua khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah ini,” kata Ning Ita. 
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan penerapan zonasi di Kota Mojokerto adalah mengacu pada Permendiknas No 51 Tahun 2018. “Tujuan dari zonasi adalah pemerataan di seluruh layanan pendidikan atau sekolah-sekolah supaya tidak ada lagi bahasanya sekolah favorit dan tidak favorit,” jelas Ning Ita. Ning Ita juga menyampaikan, Pemkot akan mendukung upaya itu sekaligus akan men-support dengan program terkait infrastruktur. 
   Masih kata Ning Ita, pembangunan infrastruktur pendidikan juga menjadi prioritas termasuk meningkatkan kualitasnya bagi yang belum terstandard atau kurang layak. “Terkait guru, melalui Dinas Pendidkan akan melakukan rotasi-mutasi supaya kualitas guru bisa merata di seluruh sekolah yang ada di Kota Mojokerto,” jelas Ning Ita. 
   Terkait jumlah sekolah yang ada di Kota Mojokerto, Ning Ita mengatakan jumlah sekolah yang ada sudah memadai sesuai dengan jumlah warga usia sekolah. 
   Ning Ita menambahkan, Dinas Pendidikan telah menyediakan posko pengaduan untuk pelayanan PPDB di Kota Mojokerto. Pihak Telkom Kota Mojokerto juga telah menjamin selama PPDB Online pada tanggal 2 sampai 5 Juli mendatang, server akan dapat diakses dengan baik sebagaimana PPDB Online tahun-tahun sebelumnya. *Humas/Ds


Persiapan CJH Sudah 95 Persen 
Mojokerto - suaraharianpagi.com
  .Sebanyak 1.791 orang Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto tahun 2019, mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji di gedung IPHI Kabupaten Mojokerto, Senin (17/6) pagi. Bimbingan manasik dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dengan dihadiri Moch Amin Mahmud selaku Plt. Kepala Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Timur, beserta OPD terkait.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi, dalam laporanya memberi informasi persiapan CJH yang sudah mencapai 95 persen. CJH juga akan mendapatkan materi manasik yang berkaitan dengan kesehatan, ilmu manasik haji dan pelaksanaan praktek di lapangan dengan bimbingan narasumber.
CJH Kabupaten Mojokerto tahun 2019 dengan total 1.791 orang,  terdiri dari 837 orang laki-laki dan 954 orang jamaah perempuan. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 lalu, yakni 1.402 orang. Lansia tertua berumur 93 tahun bernama Mi'un warga Desa Sengon Kecamatan Ngoro, dan jamaah termuda bernama Rohilah 19 tahun dari Mojosari.
    “Persiapan manasik haji sudah dilaksanakan di tingkat kecamatan, dan pada tingkat kabupaten. Kali ini calon haji mendapatkan pemantapan pelaksanaan manasik selama 6 kali di IPHI Kabupaten Mojokerto. Dimohon untuk yang berusia muda untuk saling membantu disana saat ibadah haji nanti,” kata Barozi.
    Wabup Mojokerto Pungkasiadi juga berpesan pada para CJH untuk wajib menaati semua instruksi dan arahan pembimbing.  
“Nantinya kalau sudah tiba di tanah suci Makkah dan Madinah, saya minta jamaah wajib menaati peraturan dan arahan pebimbing. Kepada staf yang bertugas, terus layani para jamaah karena ini merupakan tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar wabup.


suaraharianpagi.com
   Lomba adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kreativitas. Termasuk warga yang telah lanjut usia di Kota Mojokerto. Untuk itu Dinas Sosial Kota Mojokerto dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Mojokerto ke-101 menyelenggarakan momen khusus untuk warga lansia di Kota Mojokerto. 
   Yaitu Lomba Lansia yang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada hari Minggu (16/6) di Taman Kehati, Jalan Raya Ijen Kota Mojokerto. Disamping menjadi rangkaian acara dalam peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto, Lomba Lansia ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh pada 29 Mei yang lalu. 
   Lomba yang digelar khusus untuk warga lansia pada tahun ini yaitu lomba menulis surat untuk Ibu Wali Kota Mojokerto. Lomba cipta kreasi daur ulang dan lomba busana muslim. Lomba diikuti oleh kurang lebih 300 orang lansia yang berasal dari berbagai kelompok / organisasi lansia di Kota Mojokerto. Diantaranya adalah Komda Lansia, Yayasan Gerontologi, LVRI, PWRI, Pepebri, Karang Werda, Posyandu Lansia dan kelompok lansia di tingkat TR/RW. 
   Mengawali sambutannya, Ning Ita menyampaikan apresiasinya atas partisipasi para peserta yang telah mengikuti lomba. Melalui kegiatan ini, Ning Ita berharap dapat meningkatkan komunikasi dankebersamaan diantara lansia, mewujudkan dan meningkatkan kesadaran para lanjut usia, keluarga dan masyarakat. 
   Memaknai kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai kegiatan terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan lanjut usia. “Selain itu dengan digelarnya lomba bagi lansia ini diharapkan dapat memotivasi para individu, keluarga, organisasi sosial, masyarakat dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia dengan mengembangkan jiwa dan semangat kebersamaan menuju lanjut usia Indonesia Sejahtera 2025,” kata Ning Ita. 
   “Dengan lomba kreasi daur ulang ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya “recycling life style”, yaitu gaya hidup yang memanfaatkan barang tidak terpakai (sampah) menjadi produk baru yang mempunyai nilai seni dan ekonomi dengan sentuhan kreativitas,” Jelas Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan bahwa lomba kreasi daur ulang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah, sekaligus sebagai media agar masyarakat dan khususnya generasi muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang. 
   Melalui lomba menulis surat untuk Wali Kota dan lomba busana muslim, Ning Ita berharap agar dapat meningkatkan produktivitas para lansia di Kota Mojokerto. Karena menurut Ning Ita para lansia dalam menyongsong masa tuanya haruslah terus memiliki semangat yang tinggi dan berdaya guna. Menutup pengarahannya, Ning Ita berdoa agar warga lansia di Kota Mojokerto akan senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan untuk terus berkarya. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto pada Selasa (11/6), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melantik 51 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Admistrator dan Pengawas di Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto. 
   Gerbong mutasi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Admistrator dan Pengawas pada tahun pertama kepemimpinan Ning Ita untuk mengisi beberapa posisi yang kosong. Antara lain Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip dijabat oleh Suhartono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Agung Moeljono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto. 
   Staf Ahli Bidang Pembangunan Perekonomian dan Keuangan Kota Mojokerto dijabat oleh Sri Mudjiwati yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Posisi Asisten Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kota Mojokerto ditempati oleh Djoko Suharyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Mojokerto. 
   Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah Kota Mojokerto diisi oleh Riyanto yang sebelumnya menjadi Kepala Bidang Anggaran pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Mojokerto. 
   Posisi Sekretaris pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto yang diduduki oleh Rudi Ismail bertukar dengan Ovie Risna Kartika yang menjabat sebagai Sekretaris pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto. Ari Tjatur Juda Instiningsih dari Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto menjadi Sekretaris pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mojokerto. 
   Beberapa posisi Kepala Bagian di Sekretariat Daerah Kota Mojokerto juga mengalami pergeseran diantaranya Choirul Anwar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat menggantikan Enny Rahmawati yang saat ini menjadi Sekretaris pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto. 
   Sedangkan posisi Kepala Bagian Humas dan Protokol digantikan oleh Hatta Amrulloh yang sebelumnya menjadi Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mojokerto. Kepala Bagian Organsasi Istibsyaroh menjadi Inspektur Pembantu III pada Inspektorat Kota Mojokerto digantikan oleh Rina Purwanti yang sebelumnya menjadi Kepala Bagian Keuangan pada RSU dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. 
   Agoes Heri Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan bergeser menjadi Kepala Bagian Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kota Mojokerto digantikan oleh Nara Nupiksaning Utama yang sebelumnya menjadi Sekretaris pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mojokerto. 
   Dalam pengarahannya, Ning Ita menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. “Jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik–baiknya. Oleh karena itu, jabatan yang diberikan harus disyukuri dan diimbangi dengan keikhlasan, prestasi, dedikasi dan loyalitas dalam bekerja,” kata Ning Ita. 
   Ning Ita menyampaikan, mutasi jajaran pejabat di setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan dan kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karir pegawai. Pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan yang maksimal. 
   “Pelantikan pejabat ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu,” lanjutnya. 
   Dalam kesempatan ini, Ning Ita berharap para pejabat yang dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Sehingga tidak mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan program kerja dan pelayanan pada masyarakat. 
   Ning Ita juga berpesan agar para pejabat yang dilantik mampu menjadi teladan, menjaga moralitas, meningkatkan disiplin dan profesionalisme serta meningkatkan kerjasama baik dengan staf, rekan kerja dan semua pihak terkait. “Kepemimpinan yang cakap dan berintegritas, serta bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan memberikan sumbangsih positif bagi keberhasilan pembangunan,” pungkasnya. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto Sabtu pagi (1/6) menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara digelar di halaman Kantor Wali Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145, Kota Mojokerto. Bertindak selaku Inspektur upacara adalah Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria. 
   Turut serta dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila adalah Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Ketua DPRD Kota Mojokerto serta segenap jajaran Forkopimda Mojokerto dan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati. Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto menjadi peserta upacara. 
   Membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Cak Rizal-sapaan akrab Wakil Wali Kota, menyampaikan bahwa upacara ini untuk memperingati hari kelahiran Pancasila. Karena Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
   “Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif,” ungkapnya. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 
   Sebagai negara dan bangsa yang inklusif dan tidak chauvisi diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan” yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat dimana Indonesia dan Pancasila adalah rumah kita semua. 
   “Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerja sama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang tidak menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa dengan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur,” tuturnya. 
   "Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. 
   Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tanah kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila. 
   Dalam upacara ini juga dilaksanakan penyerahan hadiah dari lomba cerdas cermat dan penulisan essay terkait dengan tema Hari Lahir Pancasila yang diikuti oleh kalangan ASN di Kota Mojokerto. Lomba tersebut diharapkan mampu mengasah kemampuan ASN terkait nilai-nilai Pancasila. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membuka acara rapat kerja Program KB Kota Mojokerto Tahun 2019. Raker tersebut berlangsung pada Rabu (8/5) di Astoria Convention Hall Kota Mojokerto. Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ketua TP PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Ahmad Rizal, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan serta mitra kerja terkait pelaksana program KB di Kota Mojokerto. 
   Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mengetahui kemajuan suatu daerah itu dapat dilihat dari kualitas kesehatan, kualitas pendidikan, daya beli keluarga dan penduduknya, juga dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. “Oleh karena itu pada setiap penyusunan program pembangunan, masalah kesehatan dan pendidikan itu adalah prioritas utama. Merupakan standar pelayanan minimum yang harus kita prioritaskan dalam urusan pembangunan di suatua daerah,” tuturnya. 
   Ning Ita mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik jumlah penduduk Kota Mojokerto terus bertambah dari 126.404 jiwa pada 2016 menjadi 127.279 jiwa pada tahun 2017. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,69 % lebih tinggi dari laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Timur pada periode yang sama yaitu sebesar 0, 56 %. 
   “Tentu pertambahan jumlah penduduk ini membawa konsekuensi dalam penyediaan fasilitas umum yang memadai serta kesempatan kerja yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Ning Ita. 
   “Pengendalian laju pertumbuhan penduduk ini mempunyai peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk. Sehingga upaya pengendalian pertumbuhan penduduk ini perlu ditingkatkan sebagai langkah penting dalam rangka pembangunan kependudukan,” lanjutnya. 
   Wali Kota menambahkan, dengan meningkatkan kualitas penduduk melalui perwujudan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan harmonisasi dan sinkronisasi berbagai kebijakan pembangunan yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas maupun persebaran dan mobilitas penduduk agar menjadi selaras, serasi dan seimbang dengan lingkungan hidup. 
   Terkait pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana, Ning Ita berharap semua kegiatan program tersebut akan terus ditingkatkan penanganannya. 
   Selain laju pertumbuhan penduduk, Ning Ita juga menyoroti jumlah perkawinan di Kota Mojokerto. Khususnya pernikahan dibawah usia 20 tahun. Ning Ita mengatakan bahwa angka perkawinan pertama usia dibawah 20 tahun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yaitu sebesar 156 (16,15 %) dari 966 perkawinan sedang pada tahun 2018 angkanya mencapai 135 (13,80%) dari 978 perkawinan. 
   “Saya berharap pada tahun ini atau tahun yang akan datang angka ini dapat diturunkan lagi karena dari perkawinan usia muda yang ada ini jika tidak dapat dikendalikan nantinya juga akan membawa pengaruh terhadap masalah pengendalian pertumbuhan penduduk di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita. 
   Terkait perwakinan usia muda Ning Ita menyampaikan bahwa hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak yang terkait. Dengan meningkatkan pembinaan kepada generasi muda utamanya anak-anak usia sekolah melalui wadah–wadah kegiatan yang telah ada. Seperti pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) jalur sekolah / jalur masyarakat maupun wadah-wadah kegiatan pembinaan generasi muda yang lain. 
   “Sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif baik oleh teman, lingkungan ataupun pengaruh negatif teknologi informasi atau media sosial,” pungkasnya. 
   Usai mengakhiri sambutan, Wali Kota Mojokerto menyerahkan hadiah untuk juara pertama Lomba KB Lestari. Lomba KB lestari dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pasangan KB Lestari tingkat 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Penghargaan pasangan KB lestari 10 tahun diraih oleh pasangan Erri Bagus T dan Elis Mariatin, Nuryanto dan Rianah, Kasnawi dan Suhermin. 
   Pasangan KB lestari 15 tahun diberikan kepada pasangan Andriyan Sutanto dan Lestari Setyawati, Warsono Nugroho dan Eka Yasinta, Eko Astono dan Suwanik. Sedangkan untuk pasangan KB Lestari 20 tahun diberikan kepada pasangan Budi Santoso dan Neneng Khudriyah, Bintoro dan Teti Suprapti, Bambang Istah dan Nanik Tri wahyuni. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Senin (6/5) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri rapat paripurna yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto. Rapat Paripurna berlangsung di ruang Rapat Gedung DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145 Kota Mojokerto.
   Agenda rapat paripurna ini adalah penyampaian laporan pimpinan gabungan komisi, pengambilan Keputusan DPRD terhadap 7 rancangan peraturan daerah / raperda, penandatanganan keputusan DPRD dan berita acara persetujuan bersama serta pendapat akhir Wali Kota.
   Dalam pembacaan pendapat akhir Wali Kota, Ning Ita menyampaikan tujuh raperda tersebut meliputi rancangan peraturan daerah tentang penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, raperdatentang penyelenggaraan kearsipan di Kota Mojokerto, raperda tentang penanggulangan kemiskinan terpadu, raperda tentang pengaturan jaminan sosial daerah, raperda tentang izin pembuangan air limbah dan izin pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke tanah, raperda tentang izin lingkungan, raperda tentang pengelolaan rumah susun umum dan raperda tentang rencana detil tata ruang dan peraturan zonasi Kota Mojokerto.
   Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan, dari tujuh raperda yang dibahas pada rapat paripurna DPRD Kota Mojokerto, tiga raperda pertama merupakan usulan dari DPRD Kota Mojokerto sedangkan empat yang lain merupakan usulan Wali Kota Mojokerto selaku pihak eksekutif. 
   Ketujuh Raperda dimaksud telah melalui pembahasan dalam rapat kerja gabungan komisi DPRD dengan tim eksekutif yang pelaksanaannya terbagi dalam dua waktu yang berbeda. Pembahasan tiga raperda inisiatif DPRD dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 19 Nopember 2018 sedangkan empat raperda yang berasal dari Wali Kota dibahas pada tanggal 18 sampai dengan 21 Desember 2018.
   Setelah melalui tahapan pembahasan tersebut, ketujuh raperda dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan fasilitasi Gubernur yang dituangkan dalam Surat Gubernur Jawa Timur perihal fasilitasi Rancangan Peraturan Daerah Kota Mojokerto. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Jumat (3/5) meresmikan Café Kejujuran Kantor Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto. Hadir dalam acara ini Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Halila Rama Purnama beserta jajarannya, Kepala Badan Narkotika Nasional Suharsi, Forkopimda dan kepala OPD terkait. 
   Halila Rama Purnama dalam arahannya menuturkan bahwa program ini sebelumnya sudah digaungkan sejak lama oleh Kejaksaan Agung. “Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto ingin menghidupkan kembali gaungnya Cafe Kejujuran. Karena ini membuktikan dengan adanya Café Kejujuran ini mengarah pada integritas kita,” tutur Halila. 
   Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Ning Ita mengapresiasi launching Café Kejujuran Kantor Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto. “Dari hal yang paling kecil, mungkin hanya makanan dan minuman yang dijual. Namun hal ini menunjukkan bahwa iktikad dan bukti bahwa kita harus memiliki integritas yang baik,” kata Ning Ita. 
   Café Kejujuran diapresiasi menunjukkan pelayanan yang baik dari Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto. “Tentunya karena saat ini Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto mencanangkan zona integritas maka hal ini yang menjadi kunci agar pelayanan ini bisa mendapatkan predikat wilayah bersih dari korupsi, maka dimulai dari seluruh aparat dari kantor ini,” jelasnya. 
   Wali Kota Mojokerto menuturkan bahwa di Pemkot Mojokerto pun di tahun ini juga akan melakukan hal yang sama. Yaitu mencanangkan zona integritas. “Karena kami, pemerintah daerah juga memiliki fungsi sebagai pelayan masyarakat. Maka layanan publik juga dinilai oleh Kementerian, sama-sama memiliki kewajiban untuk bisa memberikan layanan yang baik menuju wilayah bebas korupsi,” harapnya. 
   Ning Ita juga mengapresiasi Polres Mojokerto Kota yang sudah menuju level di atasnya lagi yaitu Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. 
   “Semoga kita semua yang ada di Kota Mojokerto ini dapat memberikan pelayanan yang baik kepada publik dan bisa saling bersinergi. Sama-sama memberikan yang terbaik, akuntabel dan bersih dari korupsi. Tentu harmonisasi dengan seluruh forkopimda yang ada di Kota Mojokerto sangat dibutuhkan,” pungkasnya. 
   Usai peluncuran Café Kejujuran, Wali Kota Mojokerto beserta jajaran forkopimda memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang berkekuatan hukum tetap. Barang bukti yang dimusnahkan paling banyak adalah narkoba. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Rabu (27/4) pagi menghadiri acara Penandatanganan Komitmen dan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Nasional yang bertempat di Ruang Rapat Serbaguna lantai 1 Kementerian PAN-RB, Jalan Jenderal Sudirman Kav 69, Jakarta Selatan. 
   Penandatanganan komitmen dilakukan antara Menteri PAN-RB, Syafrudin dengan 36 Bupati / Wali Kota yang akan serius menggarap pelayanan publik pada tahun ini. Penandatanganan Komitmen dan Rapat Koordinasi ini adalah bentuk pelaksanaan pasal 10 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang kewajiban pemerintah derah untuk melakukan konsultasi dalam penyelenggaraan mal pelayanan publik. 
   Ning Ita menyampaikan bahwa tugas dari pemerintah adalah memberikan kemudahan dalam hal pelayanan, oleh karena itu sebagai penyelenggara negara, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memberikan pelayanan yang baik dan cepat. 
   “Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah mendorong daerah untuk memberi kemudahan pelayanan melalui pembangunan Mal Pelayanan Publik,” jelas Ning Ita 
   Dijelaskan oleh Ning Ita bahwa konsep Mal Pelayanan Publik (MPP) merupakan langkah strategis dan mendatangkan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas dengan cara mengintegrasikan berbagai layanan yang diselenggarakan baik oleh instansi pemerintah pusat, daerah, badan usaha milik negara/daerah, dan bahkan oleh swasta, untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat luas. 
   “Di Kota Mojokerto kita sudah mempunyai GMSC yang menjadi mal pelayanan publik, sudah ada Dispenduk, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, kantor imigrasi, telecenter, pertanahan, samsat cornerdan kantor pajak, bank-bank BUMD juga sudah ada,” kata Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan akan terus memantau perkembangan GMSC dan akan berusaha melengkapi sarana dan prasarana untuk GMSC. Sehingga akan memberikan kenyamanan untuk warga yang memanfaatkan layanan di GMSC. * Humas/Ds

Forum Group Diskusi Bersama Dinas Kesehatan Mojokerto
 suaraharianpagi.com – Kabupaten Mojokerto
   Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar  Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke 2 Kabupaten Mojokerto 2019 yang diikuti 200 Peserta dengan tema  “Penguatan Kolaborasi Kabupaten Mojokerto Menuju Cakupan Kesehatan Semesta” di Ayola Hotel (4/5). Acara dibuka oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kab.Mojokerto Agus M Anas Edi Santoso mewakil Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi.
   Agus M Anas Edi Santoso dalam sambutannya menghimbau agar seluruh unit kerja pelayanan public baik Puskesmas, Rumah Sakit, maupun OPD Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk terus berkomitmen dan memberikan kinerja terbaik pada masyarakat untuk mensukseskan Gerakan Mayarakat Hidup Sehat (GERMAS).
   “Unit unit kerja baik Puskesmas Kecamatan, maupun OPD harus terus berinovasi, Masyarakat tidak bisa berdiri sendiri, mereka juga butuh bantuan organisasi dan instansi untuk bersama mengsukseskan program GERMAS.” Tegas Anas.
   Kepala Dinas Kesehatan Didik Chusnul Yakin mengatakan dalam Laporanya bahwa rapat  ini merupakan pelaksanaan program Dinas Kesehatan untuk menjalin kolaborasi dan mensukseskan Program bersama, meliputi program bersama terkait Angka Penurunan AKI dan AKN, Pencegahan Stunting dan Mutu meningkatkan Imunisasi, pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Eliminasi TBC.
   Didik Chusnul Yakin menambahkan, bahwa saat ini banyak inovasi dibidang kesehatan yang di gagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seperti SAJADAH (Santri Jatim Sehat & Berkah), BUAIAN (Bunda Anak Impian), KOPIPU (Konseling dari Pintu ke Pintu).
   RAKERKESDA Kabupaten Mojokerto di Sesi terakhir  membedah permasalahan yang ada dimasyarakat Sesi terakhir di tutup dengan pembagian perkelas dan organisasi terkait dengan masalah kesehatan yang ada, para peserta juga harus merumuskan permasalahan yang ada dan solusi terbaik dari Forum Group Diskusi.
   Dalam rapat kali ini juga di hadiri oleh Yayuk Pungkasiadi Wakil Ketua TP PKK Kab.Mojokerto, Forkopimda, OPD terkait. Peserta RAKERKESDA di hadiri oleh perwakilan dari Puskesmas, Rumah Sakit, Organisasi Profesi, PONKESDES, Asosiasi Pengobatan Traditional yang ada di Wilayah Kabupaten Mojo kerto.  *hms/desy


suaraharianpagi.com
   Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria pada Jumat pagi (12/4) hadir mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam acara tasyakuran pembukaan kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Cabang Pembantu Syariah Mojokerto, di Jalan Mojopahit Nomor 454, Kranggan, Kota Mojokerto. 
   Membacakan sambutan Wali Kota, Wawali menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik atas pembukaan kantor Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto. “Mudah–mudahan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabahdan bisa memberikan motivasi serta semangat kerja bagi karyawan karyawati Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto,” kata Cak Rizal sapaan akrab Wawali, mengawali membaca sambutan dari Ning Ita. 
   Masih membacakan sambutan Wali Kota, Cak Rizal berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto bisa membangun hubungan baik dengan Pemerintah Kota Mojokerto dan seluruh elemen masyarakat. Dalam mencapai kolaborasi dan sinergi positif. “Serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto. Sebagaimana visi Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” lanjut Cak Rizal. 
   “Persaingan dalam dunia usaha semakin hari semakin bertambah ketat. Masyarakat atau konsumen semakin pandai dalam memilih lembaga-lembaga perbankan yang sesuai dengan yang diharapkannya.Oleh karena itu, saya berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto dapat mengutamakan pelayanan publik dan tidak hanya sekedar slogan saja, tetapi betul-betul diterapkan dalam kinerja sehari-hari,” kata Cak Rizal menyampaikan pesan Ning Ita. 
   Cak Rizal melanjutkan bahwa dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dapat memperoleh hasil yang maksimal, baik bagi Bank Jatim Syariah maupun kepada nasabah itu sendiri. 
   Mengakhiri sambutannya, Cak Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Bank Jatim Syariah ini. Sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kota Mojokerto melalui budaya gemar menabung dan memanfaatkan program penyaluran kredit berbasis syariah. 
   Peresmian Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim Syariah Mojokerto ditandai dengan pemotongan pita oleh Cak Rizal bersama jajaran Direksi Bank Jatim Syariah yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Dalam kesempatan ini Cak Rizal juga membuka rekening di Bank Jatim Syariah. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto Kamis siang (11/4) menggelar rapat paripurna di ruang rapat gedung DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145. Agenda sidang paripurna adalah penyampaian summary Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Mojokerto Akhir Tahun Anggaran 2018. 
   Mengawali pemaparannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa pemaparan LKPJ kepada DPRD dilakukan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir, selanjutnya dibahas oleh DPRD untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 
   Untuk mengetahui capaian kinerja pembangunan daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundangundangan, laporan keterangan pertanggungjawaban ini menggunakan evaluasi kinerja kebijakan pembangunan Kota Mojokerto. Yang dilakukan melalui pendekatan pengukuran indikator makro sosial dan ekonomi sebagai salah satu indikator terhadap pencapaian visi misi, dan prioritas pembangunan Kota Mojokerto. 
   Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto tahun 2014-2019 visi Kota Mojokerto adalah terwujudnya Kota Mojokerto sebagai service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Dan menetapkan misi Kota Mojokerto yaitu: 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia; 2. Menyediakan produk, jasa dan layanan yang maju dan berdaya saing tinggi; 3. Menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana yang baik dan memadai; 4. Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan tenteram. 
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa mengacu pada RPJMD tahun 2014-2019, tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Mojokerto tahun 2018 adalah mewujudkan investasi dan kemandirian ekonomi daerah yang berfokus pada pembangunan investasi. 
   “Arah menuju visi misi, dan prioritas pembangunan tersebut paling tidak dapat dideteksi melalui beberapa indikator. Antara lain PDRB per kapita, indeks harga konsumen / inflasi, indeks daya beli, indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan indeks gini,” kata Ning Ita. 
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga memaparkan tentang pengelolaan keuangan daerah di Kota Mojokerto pada tahun 2018 serta pencapaian pembangunan di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang perhubungan, bidang penyelenggaraan pemerintahan dan inovasi daerah. 
   Berdasarkan analisis dan indikator kinerja pembangunan kota yang dipaparkan sebelumnya, dapat dipastikan ada kemajuan pembangunan kota yang dicapai pada tahun 2018, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara memadai. “Namun demikian, tidak dapat dipungkiri, dengan keterbatasan sumber daya pembangunan kota yang dimiliki, belum seluruh harapan, tuntutan, dan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan secara optimal,”kata Ning Ita. 
   Kota Mojokerto juga telah mendapatkan sederet prestasi tingkat Nasional, antara lain: penghargaan Pakarti Utama II tingkat Nasional 2017; penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri RI 2018; penghargaan Universal Health Coverage Award dari Menteri Dalam Negeri; penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama dua tahun berturut-turut dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK berturut-turut sejak tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017; Penghargaan Adipura yang diraih 3 Kali Berturut-turut pada tahun 2016 , 2017 Dan 2018. 
   Ning Ita berharap Pemerintah Kota Mojokerto dengan segenap komponen pembangunan kota harus terus bekerjasama dan sama-sama bekerja, untuk mewujudkan harapan-harapan dan kebutuhan yang lebih besar tersebut pada masa yang akan datang. 
   Mengakhirnya pemaparannya Ning Ita atas nama Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Ketua, para Wakil Ketua, para Ketua Fraksi dan Komisi serta seluruh anggota DPRD Kota Mojokerto, seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kota Mojokerto. 
   Serta seluruh elemen masyarakat dari kalangan perguruan tinggi, akademisi, intelektual, profesional, pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat, ormas, orsospol, insan pers di Kota Mojokerto, atas dukungan dan partisipasinya dalam pembangunan Kota Mojokerto. 
   Turut hadir dalam rapat paripurna DPRD Kota Mojokerto penyampaian LKJP adalah jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekda Kota Mojokerto Harlistyati, Asisten Sekda Kota Mojokerto serta segenap kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto kembali menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mojokerto. Hal ini sebagai langkah untuk optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Mojokerto.
   Langkah ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan antara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata pada Jumat (29/3) di Ruang Nusantara, Kantor Pemkot Mojokerto. Turut hadir dalam acara penandatanganan komitmen, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Asisten dan Kepala OPD terkait, Camat, Lurah serta Kepala Rumah Sakit se-Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto sudah mencapai UHC (Universal Health Coverage) sejak 2018 bahkan menjadi pendahulu diantara kabupaten / kota di Jawa Timur. “Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan, meski demikian masih ada beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan,” kata Ning Ita.
   Lebih lanjut Ning Ita menghimbau agar semua pihak terkait pemberi pelayanan kesehatan harus ekstrasabar dalam menghadapi masyarakat. “Terutama teman-teman di Puskesmas adalah garda pertama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelas Ning Ita.
   Hal lain yang menjadi sorotan Ning Ita adalah masalah ketidaksinkronan data. “Kedepan melalui kader motivator, saya ingin warga yang tidak mempunyai kartu BPJS untuk sesegera mungkin diedukasi untuk mengurus kepesertaan BPJS. Tidak perlu menunggu sakit, baru kemudian mengurus,” jelas Ning Ita. Ning Ita menambahkan bahwa mengurus kepesertaan BPJS tidak bisa sehari jadi, karena dibutuhkan mensinkronkan data. Hal ini juga harus diketahui oleh masyarakat.
   Mengakhiri sambutannya, Ning Ita mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung layanan kesehatan bagi warga Kota Mojokerto.
   Senada dengan Ning Ita terkait UHC di Kota Mojokerto, Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata menyampaikan bahwa sudah 95,3 % warga di Kota Mojokerto ter-cover BPJS Kesehatan. Dina menjelaskan bahwa antara pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Dispendukcapil Kota Mojokerto untuk melakukan sinkronisasi data.
   “Data penduduk yang ada akan dipilah mana penduduk yang belum terdaftar akan dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Dinkes dan Dispenduk kemudian akan diserahkan ke BPJS. Harapannya nantinya seluruh penduduk Kota Mojokerto mendapat kepastian akan jaminan kesehatan,” jelas Dina.
   Ia melanjutkan bahwa BPJS banyak menerima keluhan karena kamar RS faskes BPJS yang selalu penuh. Terkait hal ini Dina menjelaskan bahwa rumah sakit di Kota Mojokerto menjadi rujukan dari daerah lain di sekitar Kota Mojokerto. “Untuk meminimalisir keluhan dari peserta, kami telah meminta seluruh rumah sakit untuk menyediakan dashboard. Sehingga ada transparansi dan petugas yang ditunjuk untuk melakukan updating data kamar,” lanjut Dina.
   Lebih lanjut Dina mengatakan bahwa kepuasan adalah tujuan utama BPJS Kesehatan. “Untuk mewujudkan kepuasan kepada masyarakat Kota Mojokerto. Harapannya, komunikasi dan koordinasi bisa berjalan lebih baik lagi dengan Pemkot dan fasilitas kesehatan sehingga permasalahan yang terjadi di lapangan bisa kita carikan solusi bersama-sama. Sehingga bisa memberikan kepuasan pelayanan untuk peserta,” pungkas Dina. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menerima hasil evaluasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dari Kemenpan-RB pada Kamis (28/3) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Kav 71-73, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. 
   Hasil evaluasi SPBE diserahkan kepada 616 lembaga pemerintah yang terdiri dari 89 Kementerian / Lembaga, 43 Pemerintah Provinsi, 458 Kota / Kabupaten dan 35 kepolisian se-Indonesia. Penyerahan hasil evaluasi SPBE dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. 
   Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin mengatakan evaluasi tersebut bukan ajang untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan untuk memacu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat melalui SPBE. 
   Syafruddin mengatakan pentingnya seluruh instansi kelembagaan dihubungkan melalui sistem elektronik adalah untuk mempercepat kinerja pelayanan publik. “Jadi kalau semua infrastruktur itu disinkronkan dari seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah tentu akan sangat efektif dan efisien dalam aspek-aspek kontroling, pengawasan sekaligus mempercepat kinerja dan tata kelola pemerintahan dari tingkat pusat dan daerah. Karena kita bisa monitoring semua apa yang dilakukan dan yang pasti adalah berujung kepada percepatan pelayanan publik," jelas Syafruddin. 
   Usai menerima hasil evaluasi, Ning Ita menyampaikan bahwa dengan diterimanya hasil evaluasi akan menjadi acuan bagi pemerintah Kota Mojokerto untuk penerapan SPBE kedepan. “Evaluasi SPBE ini bukan tentang mana yang memiliki teknologi lebih canggih, tetapi lebih untuk menilai penerapan SPBE dalam instansi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ning Ita. 
   Sebelum acara penyerahan hasil SPBE berlangsung, Ning Ita dengan didampingi oleh Sekdakot Mojokerto Harlistyati dan Kabag Organisasi Istibsaroh melakukan konsultasi dengan Kepala Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur Muhammad Yusuf Ateh. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Agenda terakhir dari Rakomwil IV Apeksi ke-15 di Surabaya adalah Surabaya Vaganza. Dalam acara yang berlangsung Minggu (24/3) pagi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi oleh suami Supriyadi Karima Saiful beserta Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mengendarai jeep willys yang telah dihias bunga mengikuti parade dalam Surabaya Vaganza. 
   Dua puluh jeep willys telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Para Wali Kota peserta Rakomwil IV Apeksi di Surabaya beriring - iringan naik kendaraan tersebut. Selain jeep willys juga ada kendaraan hias Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak yang menjadi peserta istimewa dalam Surabaya Vaganza 2019. 
   Surabaya Vaganza merupakan acara tahunan yang kembali digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-726. Surabaya Vaganza 2019 mengusung tema Puspawarni. Tema ini merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu “puspa” dan “warni”. Puspa memiliki arti bunga, kemudian “warni” berarti corak atau rupa yang beraneka ragam. Puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam sebagai simbol keanekaragaman warna-warni yang terdapat di Indonesia. Dengan tema “Puspawarni Indonesia” diharapkan dapat mempersembahkan keanekaragaman warna-warni seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. 
   Mengikuti parade di Surabaya Vaganza, Ning Ita menyampaikan rasa gembira, bangga dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Semoga nuansa seperti ini juga bisa kita hadirkan di Kota Mojokerto. Kemarin kita telah mempersembahkan Mojotirto Festival yang kedepan akan menjadi agenda tahunan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan bahwa dalam Rakomwil ini pihaknya banyak belajar dan bertukar pendapat dengan para Wali Kota peserta rakomwil. “Terutama dari Kota Surabaya, saya banyak belajar tentang pembangunan infrastruktur yang dapat diadopsi untuk meningkatkan potensi wisata di Kota Mojokerto,” lanjutnya. 
   Surabaya Vaganza diikuti oleh 77 peserta yang terdiri dari 40 mobil hias yang didesain dengan sangat menarik dan oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, siswa, mahasiswa dan warga Surabaya serta beberapa grup drumband. 
   Mengambil start di Tugu Pahlawan dan finish di Taman Bungkul dengan rute Jl. Pahlawan, Jl. Keramat gantung, Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Raya Darmo. *Humas/Ds

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget