Articles by "Mojokerto"

suaraharianpagi.com
   Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria pada Jumat pagi (12/4) hadir mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam acara tasyakuran pembukaan kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Cabang Pembantu Syariah Mojokerto, di Jalan Mojopahit Nomor 454, Kranggan, Kota Mojokerto. 
   Membacakan sambutan Wali Kota, Wawali menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik atas pembukaan kantor Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto. “Mudah–mudahan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabahdan bisa memberikan motivasi serta semangat kerja bagi karyawan karyawati Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto,” kata Cak Rizal sapaan akrab Wawali, mengawali membaca sambutan dari Ning Ita. 
   Masih membacakan sambutan Wali Kota, Cak Rizal berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto bisa membangun hubungan baik dengan Pemerintah Kota Mojokerto dan seluruh elemen masyarakat. Dalam mencapai kolaborasi dan sinergi positif. “Serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto. Sebagaimana visi Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” lanjut Cak Rizal. 
   “Persaingan dalam dunia usaha semakin hari semakin bertambah ketat. Masyarakat atau konsumen semakin pandai dalam memilih lembaga-lembaga perbankan yang sesuai dengan yang diharapkannya.Oleh karena itu, saya berharap Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Mojokerto dapat mengutamakan pelayanan publik dan tidak hanya sekedar slogan saja, tetapi betul-betul diterapkan dalam kinerja sehari-hari,” kata Cak Rizal menyampaikan pesan Ning Ita. 
   Cak Rizal melanjutkan bahwa dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dapat memperoleh hasil yang maksimal, baik bagi Bank Jatim Syariah maupun kepada nasabah itu sendiri. 
   Mengakhiri sambutannya, Cak Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Bank Jatim Syariah ini. Sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kota Mojokerto melalui budaya gemar menabung dan memanfaatkan program penyaluran kredit berbasis syariah. 
   Peresmian Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim Syariah Mojokerto ditandai dengan pemotongan pita oleh Cak Rizal bersama jajaran Direksi Bank Jatim Syariah yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Dalam kesempatan ini Cak Rizal juga membuka rekening di Bank Jatim Syariah. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto Kamis siang (11/4) menggelar rapat paripurna di ruang rapat gedung DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145. Agenda sidang paripurna adalah penyampaian summary Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Mojokerto Akhir Tahun Anggaran 2018. 
   Mengawali pemaparannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa pemaparan LKPJ kepada DPRD dilakukan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir, selanjutnya dibahas oleh DPRD untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 
   Untuk mengetahui capaian kinerja pembangunan daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundangundangan, laporan keterangan pertanggungjawaban ini menggunakan evaluasi kinerja kebijakan pembangunan Kota Mojokerto. Yang dilakukan melalui pendekatan pengukuran indikator makro sosial dan ekonomi sebagai salah satu indikator terhadap pencapaian visi misi, dan prioritas pembangunan Kota Mojokerto. 
   Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto tahun 2014-2019 visi Kota Mojokerto adalah terwujudnya Kota Mojokerto sebagai service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Dan menetapkan misi Kota Mojokerto yaitu: 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia; 2. Menyediakan produk, jasa dan layanan yang maju dan berdaya saing tinggi; 3. Menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana yang baik dan memadai; 4. Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan tenteram. 
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa mengacu pada RPJMD tahun 2014-2019, tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Mojokerto tahun 2018 adalah mewujudkan investasi dan kemandirian ekonomi daerah yang berfokus pada pembangunan investasi. 
   “Arah menuju visi misi, dan prioritas pembangunan tersebut paling tidak dapat dideteksi melalui beberapa indikator. Antara lain PDRB per kapita, indeks harga konsumen / inflasi, indeks daya beli, indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan indeks gini,” kata Ning Ita. 
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga memaparkan tentang pengelolaan keuangan daerah di Kota Mojokerto pada tahun 2018 serta pencapaian pembangunan di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang perhubungan, bidang penyelenggaraan pemerintahan dan inovasi daerah. 
   Berdasarkan analisis dan indikator kinerja pembangunan kota yang dipaparkan sebelumnya, dapat dipastikan ada kemajuan pembangunan kota yang dicapai pada tahun 2018, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara memadai. “Namun demikian, tidak dapat dipungkiri, dengan keterbatasan sumber daya pembangunan kota yang dimiliki, belum seluruh harapan, tuntutan, dan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan secara optimal,”kata Ning Ita. 
   Kota Mojokerto juga telah mendapatkan sederet prestasi tingkat Nasional, antara lain: penghargaan Pakarti Utama II tingkat Nasional 2017; penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri RI 2018; penghargaan Universal Health Coverage Award dari Menteri Dalam Negeri; penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama dua tahun berturut-turut dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK berturut-turut sejak tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017; Penghargaan Adipura yang diraih 3 Kali Berturut-turut pada tahun 2016 , 2017 Dan 2018. 
   Ning Ita berharap Pemerintah Kota Mojokerto dengan segenap komponen pembangunan kota harus terus bekerjasama dan sama-sama bekerja, untuk mewujudkan harapan-harapan dan kebutuhan yang lebih besar tersebut pada masa yang akan datang. 
   Mengakhirnya pemaparannya Ning Ita atas nama Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Ketua, para Wakil Ketua, para Ketua Fraksi dan Komisi serta seluruh anggota DPRD Kota Mojokerto, seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kota Mojokerto. 
   Serta seluruh elemen masyarakat dari kalangan perguruan tinggi, akademisi, intelektual, profesional, pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat, ormas, orsospol, insan pers di Kota Mojokerto, atas dukungan dan partisipasinya dalam pembangunan Kota Mojokerto. 
   Turut hadir dalam rapat paripurna DPRD Kota Mojokerto penyampaian LKJP adalah jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekda Kota Mojokerto Harlistyati, Asisten Sekda Kota Mojokerto serta segenap kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto kembali menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mojokerto. Hal ini sebagai langkah untuk optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Mojokerto.
   Langkah ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan antara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata pada Jumat (29/3) di Ruang Nusantara, Kantor Pemkot Mojokerto. Turut hadir dalam acara penandatanganan komitmen, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Asisten dan Kepala OPD terkait, Camat, Lurah serta Kepala Rumah Sakit se-Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto sudah mencapai UHC (Universal Health Coverage) sejak 2018 bahkan menjadi pendahulu diantara kabupaten / kota di Jawa Timur. “Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan, meski demikian masih ada beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan,” kata Ning Ita.
   Lebih lanjut Ning Ita menghimbau agar semua pihak terkait pemberi pelayanan kesehatan harus ekstrasabar dalam menghadapi masyarakat. “Terutama teman-teman di Puskesmas adalah garda pertama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelas Ning Ita.
   Hal lain yang menjadi sorotan Ning Ita adalah masalah ketidaksinkronan data. “Kedepan melalui kader motivator, saya ingin warga yang tidak mempunyai kartu BPJS untuk sesegera mungkin diedukasi untuk mengurus kepesertaan BPJS. Tidak perlu menunggu sakit, baru kemudian mengurus,” jelas Ning Ita. Ning Ita menambahkan bahwa mengurus kepesertaan BPJS tidak bisa sehari jadi, karena dibutuhkan mensinkronkan data. Hal ini juga harus diketahui oleh masyarakat.
   Mengakhiri sambutannya, Ning Ita mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung layanan kesehatan bagi warga Kota Mojokerto.
   Senada dengan Ning Ita terkait UHC di Kota Mojokerto, Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata menyampaikan bahwa sudah 95,3 % warga di Kota Mojokerto ter-cover BPJS Kesehatan. Dina menjelaskan bahwa antara pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Dispendukcapil Kota Mojokerto untuk melakukan sinkronisasi data.
   “Data penduduk yang ada akan dipilah mana penduduk yang belum terdaftar akan dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Dinkes dan Dispenduk kemudian akan diserahkan ke BPJS. Harapannya nantinya seluruh penduduk Kota Mojokerto mendapat kepastian akan jaminan kesehatan,” jelas Dina.
   Ia melanjutkan bahwa BPJS banyak menerima keluhan karena kamar RS faskes BPJS yang selalu penuh. Terkait hal ini Dina menjelaskan bahwa rumah sakit di Kota Mojokerto menjadi rujukan dari daerah lain di sekitar Kota Mojokerto. “Untuk meminimalisir keluhan dari peserta, kami telah meminta seluruh rumah sakit untuk menyediakan dashboard. Sehingga ada transparansi dan petugas yang ditunjuk untuk melakukan updating data kamar,” lanjut Dina.
   Lebih lanjut Dina mengatakan bahwa kepuasan adalah tujuan utama BPJS Kesehatan. “Untuk mewujudkan kepuasan kepada masyarakat Kota Mojokerto. Harapannya, komunikasi dan koordinasi bisa berjalan lebih baik lagi dengan Pemkot dan fasilitas kesehatan sehingga permasalahan yang terjadi di lapangan bisa kita carikan solusi bersama-sama. Sehingga bisa memberikan kepuasan pelayanan untuk peserta,” pungkas Dina. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menerima hasil evaluasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dari Kemenpan-RB pada Kamis (28/3) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Kav 71-73, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. 
   Hasil evaluasi SPBE diserahkan kepada 616 lembaga pemerintah yang terdiri dari 89 Kementerian / Lembaga, 43 Pemerintah Provinsi, 458 Kota / Kabupaten dan 35 kepolisian se-Indonesia. Penyerahan hasil evaluasi SPBE dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. 
   Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin mengatakan evaluasi tersebut bukan ajang untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan untuk memacu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat melalui SPBE. 
   Syafruddin mengatakan pentingnya seluruh instansi kelembagaan dihubungkan melalui sistem elektronik adalah untuk mempercepat kinerja pelayanan publik. “Jadi kalau semua infrastruktur itu disinkronkan dari seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah tentu akan sangat efektif dan efisien dalam aspek-aspek kontroling, pengawasan sekaligus mempercepat kinerja dan tata kelola pemerintahan dari tingkat pusat dan daerah. Karena kita bisa monitoring semua apa yang dilakukan dan yang pasti adalah berujung kepada percepatan pelayanan publik," jelas Syafruddin. 
   Usai menerima hasil evaluasi, Ning Ita menyampaikan bahwa dengan diterimanya hasil evaluasi akan menjadi acuan bagi pemerintah Kota Mojokerto untuk penerapan SPBE kedepan. “Evaluasi SPBE ini bukan tentang mana yang memiliki teknologi lebih canggih, tetapi lebih untuk menilai penerapan SPBE dalam instansi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ning Ita. 
   Sebelum acara penyerahan hasil SPBE berlangsung, Ning Ita dengan didampingi oleh Sekdakot Mojokerto Harlistyati dan Kabag Organisasi Istibsaroh melakukan konsultasi dengan Kepala Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur Muhammad Yusuf Ateh. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Agenda terakhir dari Rakomwil IV Apeksi ke-15 di Surabaya adalah Surabaya Vaganza. Dalam acara yang berlangsung Minggu (24/3) pagi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi oleh suami Supriyadi Karima Saiful beserta Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mengendarai jeep willys yang telah dihias bunga mengikuti parade dalam Surabaya Vaganza. 
   Dua puluh jeep willys telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Para Wali Kota peserta Rakomwil IV Apeksi di Surabaya beriring - iringan naik kendaraan tersebut. Selain jeep willys juga ada kendaraan hias Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak yang menjadi peserta istimewa dalam Surabaya Vaganza 2019. 
   Surabaya Vaganza merupakan acara tahunan yang kembali digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-726. Surabaya Vaganza 2019 mengusung tema Puspawarni. Tema ini merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu “puspa” dan “warni”. Puspa memiliki arti bunga, kemudian “warni” berarti corak atau rupa yang beraneka ragam. Puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam sebagai simbol keanekaragaman warna-warni yang terdapat di Indonesia. Dengan tema “Puspawarni Indonesia” diharapkan dapat mempersembahkan keanekaragaman warna-warni seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. 
   Mengikuti parade di Surabaya Vaganza, Ning Ita menyampaikan rasa gembira, bangga dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Semoga nuansa seperti ini juga bisa kita hadirkan di Kota Mojokerto. Kemarin kita telah mempersembahkan Mojotirto Festival yang kedepan akan menjadi agenda tahunan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan bahwa dalam Rakomwil ini pihaknya banyak belajar dan bertukar pendapat dengan para Wali Kota peserta rakomwil. “Terutama dari Kota Surabaya, saya banyak belajar tentang pembangunan infrastruktur yang dapat diadopsi untuk meningkatkan potensi wisata di Kota Mojokerto,” lanjutnya. 
   Surabaya Vaganza diikuti oleh 77 peserta yang terdiri dari 40 mobil hias yang didesain dengan sangat menarik dan oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, siswa, mahasiswa dan warga Surabaya serta beberapa grup drumband. 
   Mengambil start di Tugu Pahlawan dan finish di Taman Bungkul dengan rute Jl. Pahlawan, Jl. Keramat gantung, Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Raya Darmo. *Humas/Ds

   Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto menggelar acara khitanan massal dan donor darah. Acara bertema PWI Peduli, PWI Berbagi ini digelar pada Selasa (26/2) hingga Kamis (28/2) di GOR dan Seni Majapahit Kota Mojokerto. 
   Achmad Rizal Zakaria, Wakil Wali Kota Mojokerto hadir didampingi Kepala OPD dan Ketua PWI Mojokerto bersama rombongan anak yang akan dikhitan dari Pemkot Mojokerto menuju lokasi acara. 30 anak dari keluarga kurang mampu bersama para pejabat, sebagian dari anak tersebut ditandu dan diarak anggota Satpol PP diiringi tabuhan musik hadrah. 
   Ketua PWI Mojokerto, Diak Eko Purwoto menyampaikan bahwa peringatan HPN tahun 2019 mengusung tema PWI Peduli PWI Berbagi. “Khitanan massal dan donor darah pada hari ini adalah puncak peringatan HPN 2019. Besok akan dilanjutkan dengan sarasehan jurnalistik dengan tema bijak di medsos dengan sasaran anak SMP-SMA di Aula Dinas Pendidikan Kota Mojokerto,” jelas Diak. Acara ketiga yaitu bhakti sosial di lingkungan Kota Mojokerto dengan sasaran korban banjir beberapa waktu lalu. 
   Cak Rizal yang hadir mewakili Ning Ita menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Ning Ita. “Saya ucapkan selamat atas penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini,” tuturnya. 
   Lebih lanjut Cak Rizal menyampaikan bahwa bhakti sosial PWI ini adalah bentuk perhatian wartawan Kota Mojokerto terhadap sesama. “Sehingga bentuk perhatian PWI tidak hanya melalui berita saja tapi juga mengimplementasikannya melalui kepedulian sosial yang bernilai ukhrowi,” seru Cak Rizal. 
   Mengakhiri sambutannya mewakili Ning Ita, Cak Rizal berharap semoga ke depan acara yang digelar oleh PWI akan lebih baik lagi dan lebih besar lagi dharma bhakti PWI. “Semoga lancar, sukses dan membawa manfaat bagi warga Kota Mojokerto dan sekitarnya,” pungkasnya. 
   Usai acara seremonial, Cak Rizal bersama jajarannya memotong tumpeng dan memantau pelaksanaan khitanan massal. Cak Rizal juga ikut terlibat menjadi pendonor darah pada acara ini. *Humas/Ds

   Rabu Siang (27/2) usai membuka sarasehan Bijak Bermedsos di Aula Dinas Pendidikan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari blusukan ke Kecamatan Magersari. Lokasi pertama yang ditinjau oleh Ning Ita adalah Rumah Peduli Lansia Tribuana Tungga Dewi dan Rumah Aman yang berlokasi di Jalan Balongrawe Baru Raya nomor 62, Kelurahan Kedundung. 
   Ning Ita dalam blusukannya didampingi Kepala Dinas Sosial Sri Mujiwati dan Kepala Satpol PP Heryana Dodik menyapa 17 warga Kota Mojokerto yang tinggal di Rumah Peduli Lansia. Lima belas warga lansia perempuan dan dua warga lansia laki-laki. Dari ketujuh belas lansia tersebut diantaranya tidak mempunyai keluarga, ada yang tidak diakui oleh anaknya dan ada juga yang sebatang kara. 
   Ning Ita yang sangat tersentuh hatinya memberi semangat dan memotivasi warga lansia sembari menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto akan selalu mencukupi kebutuhan warga yang tinggal di Rumah Peduli Lansia. “Kebutuhan warga sudah tercukupi. Baik untuk fasilitas, kebutuhan makan dan layanan kesehatan semua sudah terpenuhi,” jelas Ning Ita. 
   “Yang terpenting bagi warga yang tinggal bisa bahagia. Kebutuhan batin juga terpenuhi dengan berkumpul dengan sesamanya bisa merasa bahagia. Nyaman dan tidak merasa sendiri karena mayoritas mereka adalah lansia yang tidak memiliki anak,” seru Ning Ita yang datang dengan memberikan bingkisan makanan. 
   Terkait masih banyaknya lansia yang belum tertampung, Ning Ita menyampaikan solusinya. “Termasuk untuk lansia yang tinggal dirumah, akan kita berikan bantuan melalui dana APBD,” Imbuhnya. Di Rumah Peduli Lansia, Ning Ita bercanda tawa dan bercengkrama dengan mbah-mbah yang usianya sudah sangat sepuh. 
   Ning Ita kemudian melanjutkan meninjau e-Warong Kube Bancang Sejahtera milik Pungki Puji Astutik yang berada di Bancang Gang 4 nomor 09, RT 02 RW 02, Kelurahan Wates. Sementara itu selama beramah-tamah dengan pemilik dan anggota Kube Bancang Sejahtera Ning Ita menyampaikan niatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Melalui pemasaran usaha masyarakat ke dalam OPD yang ada di Pemerintah Kota Mojokerto, terutama untuk industri makanan dan minuman. 
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menjelaskan kepada anggota Kube Bancang Sejahtera agar usaha yang mereka miliki bisa memasuki pasar yang lebih luas harus memiliki nomor induk berusaha. “Saya ingin industri rumah tangga bisa diakses APBD, tapi harus punya nomor induk berusaha,” jelas Ning Ita dengan sumringah. 
   “Untuk warga binaan, Dinas Sosial agar nanti bersinergi dengan Disperindag untuk mendapatkan nomor induk berusaha,” lanjutnya. Ning Ita menjelaskan bahwa saat ini Disperindag Kota Mojokerto telah melakukan pendataan melalui RT-RT untuk potensi UKM. Sehingga ke depan setelah didata bisa digilir, siapa yang mensuplai makanan dan minuman. *Humas/Ds

   Upaya Walikota Mojokerto untuk menciptakan pemerintahan yang bersih tidak hanya sebatas mengandeng Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto. Upaya lain yang ditempuh oleh Ning Ita adalah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin Rabu (20/2) sore, Ning Ita mengunjungi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan untuk berkonsultasi secara langsung dengan tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK khususnya bidang pecegahAn KPK Arif Nurcahyo, Asep R Suwandha dan Airien M.K. 
   Ning Ita menjelaskan bahwa kunjungannya ke KPK adalah untuk menjalin kerja sama dalam pendampingan program pembangunan mulai perencanaan sampai dengan pelaksanaan. “Bentuk pendampingan bisa dimulai dari penyusunan RPJMD, RKPD dan Pengadaan Barang dan Jasa serta meningkatkan managemen ASN atau yang lainnya. Konsultasinya baik dilakukan di Kota Mojokerto atau datang langsung ke KPK di Jakarta.”jelas Ning Ita. 
   Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pendampingan, KPK akan bermitra dengan Inspektorat Propinsi selaku korbinwas serta lebih meningkatkan tugas dan fungsi Inspektorat. “Terkait dengan produk hukum yang perlu dicermati adalah bahwa produk hukum telah sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan diatasnya serta lebih mengutamakan efektifitas dan kewajaran, selain itu juga melakukan pendampingan penyelesaian permasalahan hukum di bidang aset khususnya tanah.” lanjut Ning Ita. 
   Terkait akan datangnya tim Korsupgah ke Jawa Timur Ning Ita menyambut baik. “Tim Korsupgah di Jawa Timur nanti akan memberikan pengarahan dan menjelaskan rencana tentang upaya pencegahan korupsi melalui program koordinasi dan supervisi.”jelas Ning Ita. 
   Rencananya pekan depan Tim Korsupgah juga akan datang ke Jawa Timur sebagai tindak lanjut konsultasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kedatangan tim tersebut adalah untuk menjelaskan titik-titik kerawanan yang mungkin terjadi tindak pidana korupsi seperti penyalahgunaan anggaran dan kewenangan. 
   Ning Ita menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto akan mengoptimalkan kunjungan Tim Korsupgah di Jawa Timur. “Konsultasi ini adalah sebuah langkah awal untuk melangkah menuju pemerintahan yang lebih baik dan salah satu tindakan nyata yang diambil untuk berbenah demi mewujudkan Kota Mojokerto yang mandiri, demokratis, adil makmur sejahtera dan bermartabat.”kata Ning Ita. 
   Ning Ita menemui tim korsupgah dengan didampingi oleh Kabag Hukum Kota Mojokerto, Tri Rubiyanto dan Plt. Kabag Pemerintahan Kota Mojokerto Ani Wijaya. Pada hari yang sama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak juga berkunjung ke KPK. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Baru saja disahkan sebagai Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto, Ika Puspitasari sudah bikin terobosan. Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto ini langsung membikin gebrakan yaitu membuat kafetaria donor darah di Markas PMI Kota Mojokerto Jalan Hayam Wuruk.
   Inovasi dibukanya kafetaria ini bertujuan untuk membidik pendonor muda untuk mau menjadi pendonor darah. “Kami bidik generasi milenial dengan membuat kafetaria ini agar mereka merasa nyaman mendonorkan darahnya. Sehingga harapan kami dapat meningkatkan jumlah darah yang disumbangkan ke PMI,” tutur Ning Ita yang menggratiskan ngopi di kafenya bagi pendonor darah.
   Ning Ita resmi menjabat Ketua PMI Kota setelah turunnya Surat Keputusan PMI Provinsi Jawa Timur Nomor 031/Kep/02.06.00/I/2019 tentang pengesahan pengganti antar waktu pengurus PMI cabang Kota Mojokerto masa bakti 2014-2019. Secara resmi SK diserahkan oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo pada Rabu (30/1) di markas PMI Kota Mojokerto.
   Usai penyerahan SK, Imam Utomo meresmikan kafetaria donor darah. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati, Pimpinan Rumah Sakit serta segenap kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. 
   Dalam sambutannya Imam Utomo menyampaikan terima kasih dan bangganya atas kesedian Ning Ita menjadi Ketua PMI Kota Mojokerto. “Tidak banyak Bupati atau Wali Kota di Jawa Timur yang bersedia menjadi Ketua PMI. Hanya ada 3 atau 4 orang kepala daerah saja dan mayoritas hanya menjadi pelindung,” tutur Imam Utomo.
   Dalam kesempatan ini Imam Utomo juga menyampaikan bahwa dengan UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang tugas pokok PMI menunjukkan PMI adalah bagian pemerintah Indonesia. Lebih lanjut Imam berharap dengan Wali Kota Mojokerto sebagai Ketua PMI bisa segera mendapat bimbingan dan terus bisa berjalan sesuai yang telah dilakukan.
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak terutama kepada Ketua PMI Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa kesediaannya menjadi Ketua PMI Kota Mojokerto adalah karena pengalaman-pengalamannya menjadi relawan selama bergabung bersama LPBI-NU dan RS Sakinah Mojokerto.
   “Pengalaman saya sebagai seorang relawan membuat hati saya terketuk untuk mengemban amanah ini dan saya masih butuh banyak bantuan dan dukungan bimbingan semuanya yang telah lebih lama mengemban amanah ini,” kata Ning Ita.
   Ning Ita juga mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama menyatukan langkah dan bergandengan tangan dalam menjalankan jabatan kemanusiaan dan menjadi pioner pelayanan kemanusiaan sesuai dengan tujuh prinsip palang merah dan bulan sabit merah. “Karena ini adalah jabatan kemanusiaan maka yang harus kita utamakan dan kita nomor satukan adalah ketulusan dan keikhlasan hati,” serunya. 
   “Sebagai organisasi besar yang bergerak dalam bidang kemanusiaan di dunia, maka kuncinya PMI harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya terhadap masyarakat. Seperti dalam hal penanggulangan bencana alam, pelayanan kesehatan, donor darah, dan berbagai bentuk pelayanan PMI yang diberikan terhadap masyarakat tanpa mengesampingkan pelayanan yang lain,” tutur Ning Ita.
   Ning Ita menambahkan bahwa PMI harus melayani siapa saja termasuk masyarakat yang ada di sekitar. Tidak hanya untuk warga Kota Mojokerto tetapi siapapun dan dimanapun berada apapun suku dan ras nya wajib dilayani dengan sebaik-baiknya.
   Ning Ita juga menyampaikan bahwa PMI sebagai pengemban amanah dalam bidang kemanusiaan, relawan-relawan yang ada di PMI harus selalu siap sedia kapanpun dibutuhkan dan kapanpun tugas kemanusiaan memanggil. PMI harus dengan ikhlas dan kerelaan hati untuk berangkat melayani.
   “Pelayanan PMI Kota Mojokerto sudah dikategorikan baik, tapi jangan merasa berbangga hati bahwa cukup di sini pelayanan kita. Kita wajib selalu melakukan inovasi dan kreativitas demi pelayanan yang lebih baik lagi,” pungkasnya. * Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Empat Belas pendonor darah sukarela dari Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto, Rabu (23/1) diterima Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto. Pendonor darah sukarela tersebut pamit kepada Wawali Kota karena pada Sabtu 26 Januari 2019 akan menerima penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial (SLKS) karena telah donor darah sebanyak 100 kali secara rutin dan sukarela.
   Penghargaan SLKS rencananya akan diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Empat Belas pendonor darah sukarela dari PMI Kota Mojokerto ini nantinya akan bersama 852 pendonor darah sukarela dari 23 Provinsi di seluruh Indonesia.
   Wakil Ketua I PMI Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyadi menjelaskan bahwa sebanyak empat belas orang yang akan menerima penghargaan pada tahun ini akan menerima cincin emas. “Cincin yang akan diterima tidak hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Bapak Ibu semua telah mendonorkan bagian dari tubuh yang tidak ada pabriknya,” kata dr Sugeng yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
   Dalam sambutan pengarahannya, Cak Rizal, sapaan Wakil Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa para pendonor darah adalah pahlawan sosial karena telah sukarela memberikan bagian dari tubuhnya tanpa tahu siapa yang akan menerima.
   “Donor darah adalah sedekah yang mulia sekali. Tetapi jangan sampai membuat kita menyombongkan diri. Biarlah orang lain yang menghargai kita, jangan kita yang menghargai sendiri,” pesan Cak Rizal.
   Lebih lanjut Cak Rizal menyampaikan agar para pendonor tetap menjaga keikhlasannya sehingga donor darah yang sudah dilakukan selama ini betul-betul menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT.
   Mengakhiri pengarahannya, Cak Rizal menyampaikan terima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh para pendonor darah sukarela dan berpesan agar tetap menjaga nama baik Kota Mojokerto saat menerima penghargaan di Jakarta.
   Adapun nama keempat belas pendonor darah sukarela tersebut adalah sebagai berikut. Hery Priyono asal Wates, Didik Hariyanto asal Balongrawe, Agus Siswanto asal Blooto, Budi Siswanto (alm) asal Kemlagi, Mokhammad Soleh Bakhri asal Wates, Ratnaningsih asal Miji, Julaikah asal Pulorejo, Sumarlik asal Sooko, Tri Atmojo asal Purwotengah, Achmad Fathony asal Kutorejo, Budi Sunarko asal Mojoanyar, Suprapto asal Gunung Gedangan, Supaim asal Gondang dan Achmad Marzuki asal Wates. * Humas/Ds

Suaraharianpagi.com
   Untuk memenuhi Peraturan Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
   Pada hari Rabu (16/1) Pemerintah Kota Mojokerto menggelar penyusunan Perjanjian Kinerja (PK) antara Walikota Mojokerto dengan semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mojokerto. Acara digelar di Hotel Ayola Sunrise, Jl. Benteng Pancasila. Acara digelar selama 2 hari Rabu-Kamis (16-17/1/19).
   Dalam sambutannya, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa agenda untuk paparan sekaligus penandatanganan Perjanjian Kinerja sebagai perwujudan komitmen antara pimpinan OPD dan jajarannya dengan kepala derah. “Melalui komitmen yang kita tanda tangani bersama nanti, itu yang akan menjadi ukuran kinerja bapak ibu sekalian di masing-masing OPD selama berada di OPD tersebut,” kata Ning Ita.
   Lebih lanjut Ning Ita menegaskan bahwa PK bukan menyangkut personal siapa yang menjabat kepala OPD tersebut, tetapi mewakili institusi yang dipimpin. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan mutasi, mengingat banyaknya posisi pimpinan OPD yang kosong. Ketika bapak ibu tidak lagi memimpin OPD tersebut, bukan berarti siapapun penggantinya tidak lagi bertanggung jawab terhadap PK yang telah ditandatangani, jadi PK ini melekat bukan secara personal tetapi mewakili institusi yang bapak ibu pimpin ketika menjabat,”jelas Ning Ita.
   Dalam kesempatan ini Ning Ita mengghimbau agar setiap Kepala OPD selalu mengutamakan komunikasi dan koordinasi. “Saya ingin bapak ibu sebagai pimpinan di OPD masing-masing untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi.Kita ini berada dalam satu kesatuan, apa yang bapak ibu lakukan dimasing-masing OPD tidak bisa terlepas dari OPD-OPD yang lain, selalu ada keterkaitan. Komunikasi dan kordinasi selalu dilakukan jangan sampai dalam menjalankan kebijakan yang ada keterkaitannya dengan OPD lain tidak saling tahu,” kata Ning Ita.
   Ning Ita juga berharap bahwa Pemerintah Kota Mojokerto sebagai satu kesatuan, sebagai satu keluarga yang berada dalam rumah Pemerintah Kota Mojokerto. “Ibaratnya, meskipun kamar bapak ibu beda-beda maka selayaknya koordinasi antar kamar selalu dilakukan karena muara kita tetap satu dari RPJMD yang sama,”jelas Ning Ita.
   Meskipun berdasarkan Permen PANRB No.53 Tahun 2014 paling lambat penyusunan PK adalah satu bulan setelah penandatanganan DPA, yang mana pemerintah Kota Mojokerto telah menandatangani DPA pada satu minggu yang lalu, menurut Ning Ita jika penandatanganan PK bisa dilakukan lebih awal (tidak perlu menunggu injury time). Dengan harapan bisa saling berdiskusi jika ada beberapa hal yang memang belum terjadi kesepahaman antara kepala daerah dan kepala OPD terutama pada masa transisi sehingga butuh melakukan penyesuaian tanpa terbatasi oleh waktu. *Humas/Ds


  Maumere – suaraharianpagi.com
5 Desember2018. Bagi kalangan turis milenial sekarang bisa menjelajahi destinasi instagramable di gugusan Kepulauan Sunda, salah satunya ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mendekati perayaan Natal, Maumere yang terletak di arah timur Flores menyuguhkan berbagai objek wisata rohani Bukit Nilo yang wajib dikunjungi. Di sinilah terdapat Patung Bunda Maria tertinggi di Flores. Selain itu, pengunjung bisa singgah di Gereja Tua, masih kokoh berdiri lebih dari satu abad. Paling menonjol adalah prasasti tertulis nama seorang pastur generasi awal di Desa Sikka. Wisatawan juga tak boleh melewatkan pasar tertua Geliting untuk beli oleh-oleh, misalnya kain tenun ikat khas lokal.

Masih berada di daratan Flores, bagian barat yang tersohor yaitu Labuan Bajo, Manggarai Barat sebagai habitat Komodo. Di sisi lain, tujuan wisata juga sudah dilengkap dengan budaya lokal, lanskap alam menawan serta garis pantai membentang unik, antara lain Pulau Padar, “desa atas awan” Wae Rebo, sawah “laba-laba” Lingko, Pantai Pink, Gili Laba dan spot lainnya.

Beranjak dari NTT, travelers tak luput diajak mengeksplorasi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terkenal menyimpan kekayaan wisata tersembunyi. Pulau yang mendapat sebutan “Paradise of Island” bahkan  dikenal saudaranya Bali yang menyajikan keindahan pantai, pemandangan alam, cita rasa kuliner, petualangan mengesankan dan budaya unik.

Sedangkan Makassar moncer dengan pantai, alam, kuliner, budaya yang sudah ramai diperbincangkan keindahannya. Terpenting lagi ialah kota transit di Indonesia bagian timur yang cocok guna mengembangkan bisnis.

Untuk menuju ke kota-kota itu, kini tersedia layanan terbaik Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group. Mulai 5 Desember 2018, membuka rute baru dengan menghubungkan Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara. Frekuensi terbang masing-masing satu kali setiap hari. Kehadiran Wings diharapkan mampu menyediakan pilihan transportasi baru yang lebih terjangkau, cepat dan mudah. Wings Air mengoperasikan pesawat jenis turboprop, akan semakin menjadikan pengalaman perjalanan wisatawan dan pebisnis lebih berkesan. ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Wings Air lepas landas 06.00 WITA dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) bernomor IW-1940. Pesawat tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, NTT (MOF) pukul 07.20 WITA.

Wings Air berangkat dari Maumere menuju Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo (LBJ) pukul 07.45 WITA. Penerbangan ini menggunakan nomor IW-1960 dan mendarat pukul 08.40 WITA. Wings Air menawarkan rute baru selanjutnya yaitu Labuan Bajo ke Lombok. Pesawat bernomor IW-1967 bertolak dari Labuan Bajo pukul 09.00 dan tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP) pukul 10.20 WITA.

Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air nomor IW-1966 mengudara dari Lombok pukul 13.55 WITA dan mendarat di Labuan Bajo pada 15.10 WITA. Layanan selanjutnya adalah Wings Air IW-1961 berangkat dari Labuan Bajo pukul 15.30 WITA dan tiba pada 16.25 WITA di Maumere. Kemudian, dari Maumere Wings Air lepas landas pukul 16.45 WITA bernomor IW-1941 dan waktu kedatangan di Makassar dijadwalkan pukul 18.20 WITA.

Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan, menyatakan, “Atas nama Wings Air, kami berterima kasih untuk dukungan dari berbagai pihak yang turut membantu operasional pembukaan enam penerbangan baru yang terhubung Makassar, Maumere, Labuan Bajo, Lombok pergi pulang (pp), sehingga memperlancar proses inagurasi hari ini. Komitmen kami senantiasa menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kabupaten/ kota lainnya salah satunya antarNusa Tenggara. Harapan kami semakin terwujud interkonektivitas yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan maupun pebisnis dalam bepergian serta mempercepat distribusi logistik.”

“Memperkuat jaringan di Lombok dan Labuan Bajo juga sebagai langkah Wings Air sejalan upaya mendukung program pemerintah guna pemerataan ekonomi dan menyokong Kementerian Pariwisata RI untuk pencapaian 17 juta wisatawan menuju Indonesia, termasuk pengembangan destinasi "10 Bali Baru", diantara sepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas yaitu Mandalika Lombok (NTB) dan Pulau Komodo (NTT),” tegas Capt. Redi.

Rute baru ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan business, yaitu dapat transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di kota-kota tersebut. Makassar, Maumere, Labuan Bajo dan Lombok berperan penting menjadi pilihan tepat dalam meneruskan perjalanan, karena Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) telah memberikan fasilitas penerbangan lanjutan (connecting flight) yang mampu mengakomodir kebutuhan dari ataupun ke destinasi lainnya.

Untuk koneksi penerbangan lebih banyak lagi, bisa melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Destinasi yang terhubung antara lain Ambon, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jakarta, Jayapura, Kendari, Manokwari, Merauke, Palu, Sorong, Surabaya, Ternate, Manado, Lombok, Palu, Pontianak, Solo, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta. Selain itu, travelers berkesempatan bisa melanjutkan destinasi favorit lainnya, seperti Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Palangkaraya, Palopo, Poso, Raha, Selayar dan Wangi-Wangi.

Melalui Lombok Praya, bisa mengunjungi kota-kota seperti Semarang, Bima, Sumbawa, Kupang, Banjarmasin dan destinasi eksostis lainnya di gugusan Nusa Tenggara.

Sementara, travelers di Labuan Bajo dan sekitar, rencana menjelajahi lebih luas lagi ke NTT segera terwujud. Dari Labuan Bajo dapat terbang ke Denpasar/Bali, Ende, Kupang, Bajawa serta kota lainnya.

Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 118 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 64 pesawat ATR 72-500/ 600.

Informasi Penerbangan Wings Air di Maumere (MOF)
No.
Rute
Frekuensi Terbang
1
Maumere – Kupang
1 kali per hari
2
Maumere – Labuan Bajo *)
1 kali per hari
3
Maumere – Makassar *)
1 kali per hari

Informasi Penerbangan di Labuan Bajo (LBJ)
No.
Rute Batik Air
Frekuensi
1
Labuan Bajo – Soekarno-Hatta, Tangerang
1 kali per hari
2
Labuan Bajo – Surabaya
1 kali setiap Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu

Rute Wings Air

3
Labuan Bajo – Denpasar
3 kali per hari
4
Labuan Bajo – Ende
1 kali per hari
5
Labuan Bajo – Bajawa
1 kali per hari
6
Labuan Bajo – Kupang
1 kali per hari
7
Labuan Bajo – Bajawa – Kupang
1 kali per hari
8
Labuan Bajo – Ende – Kupang
1 kali per hari
9
Labuan Bajo – Surabaya
1 kali setiap Selasa, Sabtu dan Minggu
10
Labuan Bajo – Maumere *)
1 kali per hari
11
Labuan Bajo -  Lombok Praya *)
1 kali per hari

Informasi Penerbangan di Lombok Praya (LOP)
No.
Rute Lion Air
Frekuensi  Terbang
1
Lombok Praya – Soekarno-Hatta, Tangerang
3 kali per hari
2
Lombok Praya – Yogyakarta
1 kali per hari
3
Lombok Praya – Bandung
1 kali per hari
4
Lombok Praya – Surabaya
7 kali per hari
5
Lombok Praya – Denpasar
3 kali per hari
6
Lombok Praya – Makassar
1 kali per hari
7
Lombok Praya – Banjarmasin
1 kali per hari

Rute Batik Air

8
Lombok Praya – Soekarno-Hatta, Tangerang
3 kali per hari
9
Lombok Praya – Jakarta Halim Perdanakusuma
1 kali per hari

Rute Wings Air

10
Lombok Praya – Denpasar
3 kali per hari
11
Lombok Praya – Bima
2 kali per hari
12
Lombok Praya – Sumbawa
2 kali per hari
13
Lombok Praya – Kupang
1 kali per hari
14
Lombok Praya – Semarang
1 kali per hari
15
Lombok Praya – Labuan Bajo *)
1 kali per hari


Informasi Penerbangan Wings Air di Makassar (UPG)
No
Rute
Frekuensi Terbang
1
Makassar – Bima
1 kali per hari
2
Makassar – Batu Licin
1 kali per hari
3
Makassar – Bau-Bau
3 kali per hari
4
Makassar – Kotabaru
1 kali per hari
5
Makassar – Palopo
1 kali per hari
6
Makassar – Luwuk
1 kali per hari
7
Makassar – Mamuju
3 kali per hari
8
Makassar – Palangkaraya
1 kali per hari
9
Makassar – Poso
1 kali per hari
10
Makassar – Kolaka
2 kali per hari
11
Makassar – Morowali
1 kali per hari
12
Makassar – Raha
1 kali per hari
13
Makassar – Maumere *)
1 kali per hari
14
Makassar – Selayar
1 kali per hari

Informasi Penerbangan Batik Air di Makassar (UPG)
No
Rute
Frekuensi Terbang
1
Makassar – Ambon
2 kali per hari
2
Makassar – Soekarno-Hatta, Tangerang
8 kali per hari
3
Makassar – Jayapura
1 kali per hari
4
Makassar – Gorontalo
1 kali per hari
5
Makassar – Jakarta Halim Perdanakusuma
2 kali per hari
6
Makassar – Kendari
1 kali per hari
7
Makassar – Marauke
1 kali per hari
8
Makassar – Manokwari
1 kali per hari
9
Makassar – Palu
2 kali per hari
10
Makassar – Sorong
2 kali per hari
11
Makassar – Surabaya
2 kali per hari
12
Makassar – Samarinda
1 kali per hari
13
Makassar – Ternate
1 kali per hari

Informasi Penerbangan Lion Air di Makassar (UPG)
No
Rute
Frekuensi Terbang
1
Makassar – Ambon
2 kali per hari
2
Makassar – Banjarmasin
1 kali per hari
3
Makassar – Bandung
1 kali per hari
4
Makassar – Balikpapan
4 kali per hari
5
Makassar – Soekarno-Hatta, Tangerang
11 kali per hari
6
Makassar – Jayapura
1 kali per hari
7
Makassar – Denpasar
3 kali per hari
8
Makassar – Gorontalo
2 kali per hari
9
Makassar – Yogyakarta
1 kali per hari
10
Makassar – Kendari 
5 kali per hari
11
Makassar – Lombok
1 kali per hari
12
Makassar – Manado
3 kali per hari
13
Makassar – Palu
2 kali per hari
14
Makassar – Solo
1 kali per hari
15
Makassar – Pontianak
1 kali per hari
16
Makassar – Tarakan
6 kali per hari
17
Makassar – Surabaya
1 kali per hari
*) beroperasi mulai 5 Desember 2018


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget