Articles by "Mojokerto"

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemberian Bansos merupakan salah satu cara untuk meringankan beban masyarakat ditengah penarapan PPKM Level 4 ini. Karena itu Ning Ita Walikota Mojokerto ingin memastikan secara langsung ketersediaan stock beras yang ada di Gudang Bulog di Jalan By Pass Kota Mojokerto dan Jalan RA Basuni Kabupaten Mojokerto, Rabu (28/7).

   Selain untuk memastikan ketersediaan beras agar tidak menghambat proses pendistribusian kepada masyarakat Ning Ita juga memastikan bahwa beras yang akan didistribusikan untuk warga Kota Mojokerto ini benar-benar beras yang layak dan berkualitas,’’Jelas Ning Ita.

   Saat peninjauan di Gudang Bulog By Pass Kota Mojokerto, Ning Ita bersama dengan Kepala Dinsos, P3A Choirul Anwar, Kepala Diskominfo Gaguk Tri Prasetya serta Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto mendapati beras dengan kualitas kurang layak untuk didistribusikan kepada masyarakat karena berkutu. Untuk itu Ning Ita meminta agar beras tersebut tidak didistribusikan untuk Warga Kota Mojokerto dan harus diganti dengan yang lebih layak lagi, karena masyarakat berhak menerima bahan pangan yang memang berkualitas dan layak untuk kondisi seperti ini.

   Hingga saat ini Bantuan yang telah di gelontorkan Pemerintah Kota Mojokerto antara lain : BPNT APBN, BPNT APBD, PKH, BST, Bansos Covud Pemkot, Bansos PPKM Pemkot, Bansos CSR untuk PKL, Bansos Baznas untuk PKL dan UKM. *adv

                                         

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memperingati Hari Anak Nasional sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana, di tengah kondisi pandemi covid-19 yang sudah dua tahun terakhir ini belum usai, ia dengan didampingi Bunda Paud Nur Chasanah memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada anak-anak penerus bangsa agar selalu mentaati protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker saat bermain di luar rumah.

   Usai mengikuti puncak peringatan HAN 2021 secara daring dari Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto bersama Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wali Kota Ning Ita menghampiri anak-anak yang mengikuti acara untuk bercengkerama. Tak lupa, ia juga memberikan hadiah berupa seperangkat alat sekolah agar tetap bersemangat walaupun pembelajaran secara virtual.

   Tidak hanya perlengkapan sekolah bagi peserta daring, Wali Kota Ning Ita juga membagikan masker kepada anak-anak di Kota Mojokerto. Yang hari ini beruntung bertemu dengannya adalah anak-anak dari Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji. Kecamatan Kranggan. Pembagian masker ini, merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kota Mojokerto dalam menekan angka kenaikan kasus untuk anak-anak. Terlebih, anak-anak yang berusia dibawah 12, belum mendapatkan vaksinasi.

   Dan puncaknya, Walikota memberikan kado istimewa bagi anak-anak Kota Mojokerto yang hari ini berulang tahun bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional. Ada tiga anak yang beruntung ditemui olehnya. Mereka adalah :

1. Arfiansyah Ramadani Putra Hastian Al Mahbub (8thn) warga Jalan HOS. Cokroaminoto, Kelurahan Jagalan.

2. Nayla Zaskia Rahadi & Najwa Zahira Rahadi (10thn) warga Jalan Raya Kelud, Kelurahan Wates.

   Mari kita bersama-sama berdoa, agar bangsa ini kembali pulih dan sehat dari segala macam penyakit. Agar anak-anak generasi penerus dapat terlindungi. Anak Terlindungi Indonesia Maju. *hms/ds

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, resmi melaunching Call Center Tim Reaksi Cepat (TRC) Covid-19 di nomor 08975556888 dan 081231280707. Melalui dua saluran siaga/hotline tersebut, warga Kabupaten Mojokerto dapat melaporkan secara cepat berbagai keluhan kesehatan, pelayanan faskes, dan berbagai permasalahan terkait pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi. Terdapat empat seksi yang dibentuk dengan jobdesk masing-masing.

   Yakni Seksi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang menangani  ibu hamil dengan covid, ibu melahirkan dengan covid, limbah, serta isolasi desa. Selanjutnya Seksi P2P menangani ketersediaan vaksin dan tracing, Seksi SDK menangani logistik (APD, Reagen dll), Rapid Antigen dan Rapid Antibodi. Serta, Seksi Yankes yang menangani urusan rujukan pasien, pemakaman/pemulasaraan jenazah, ketersediaan oksigen hingga ketersediaan tempat tidur/BOR RS.

   Sujatmiko Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dalam laporan acara, menjelaskan fungsi TRC sebagai tempat komunikasi antar lini depan nakes, dan ring dinas kesehatan dalam menerima aduan masyarakat.

   “Situasi angka sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto makin meningkat. TRC ini kita harapkan dapat menjadi sarana penanganan Covid-19, karena nantinya berbagai laporan akan kita terima lebih cepat dari masyarakat,” ucap Sujatmiko dalam acara launching, Kamis (22/7) pagi.

   Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, juga berharap agar call center TRC ini bisa memberi pelayanan prima pada masyarakat, secara cepat dan tepat.

   “Pandemi ini tidak bisa ditangani satu pihak saja. Semua harus bersatu dan tanggap, termasuk peran aktif masyarakat. Aduan yang dilaporkan di call center TRC ini, akan langsung ditindaklanjuti. Sehingga, otomatis penanganan akan lebih tepat dan laju sebaran virus bisa segera kita potong lebih cepat. Ini adalah komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat,” tegas bupati. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir, tidak menyurutkan bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk berbagi kepada sesama. Hari ini, sebagai Penasehat Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari menyerahkan 46 hewan kurban untuk disembelihkan melalui UPT Rumah Potong Hewan (RPH), Rabu 21 Juli 2021.

   Penyerahan hewan kurban yang dikemas dalam Upacara Penyerahan Hewan Qurban Korpri Kota Mojokerto ini, dibuka langsung oleh Wali Kota @ningita_ dengan didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan, Wakil Ketua I DPRD Sonny Basoeki Rahardjo, PJ Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Abdul Rachman Tuwo, Danramil Magersari dan seluruh kepala OPD.

   Pada kesempatan ini Wali Kota @ningita_ mengatakan hewan-hewan kurban yang hari ini diserahkan merupkan hasil iuran bersama seluruh anggota Korpri Kota Mojokerto. Di antaranya 27 ekor kambing dan 8 ekor sapi dari Korpri Kota Mojokerto, serta 3 ekor sapi dari Wali Kota Ning Ita, Wakil Wali Kota Cak @a_rizal_z dan Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan. Selain itu, wali kota Ning Ita juga kurban 12 kambing yang diserahkan pada pondok-pondok pesantren.

   Melalui tema 'Dengan Semangat Idul Qurban 1442 H/2021 M, KORPRI Kota Mojokerto Siap Berbagi di Masa Pandemi' diharapkan melalui momentum ini, dapat mewujudkan kebersamaan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religi atas dasar kasih sayang dan toleransi antar umat beragama. Dengan semangat Idul Kurban, Korpri Kota Mojokerto siap meningkatkan produktifitas perekonomian masyarakat pada masa pandemi.

   Selain itu, Wali Kota Ning Ita juga meminta kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan penyembelihan hewan kurban melalui rumah potong hewan. Hal ini, tidak lepas dari peraturan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pemotongan hewan kurban dilakukan selama tiga hari serta pelaksanaan penyembelihan hewan kurban diutamakan dilakukan melalui Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R). *hms/ds

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Berdasarkan data yang masuk pada aplikasi Gayatri per 12 Juli 2021 terdapat sebanyak 150 rumah warga yang tengah melakukan isolasi mandiri. Dan dari 150 rumah tersebut terdapat  46 anak-anak.  Inilah yang disampaikan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari usai mengunjungi warga yang tengah melakukan isolasai mandiri di Kelurahan Wates, Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Gunung Gedangan pada Senin (12/7).    

   Selama pandemi ini sudah berkali-kali Wali kota perempuan pertama ini mengunjungi pasien yang terpapar covid-19. Ia menyampaikan kunjungannya selain untuk menyapa warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri juga untuk melihat dan memastikan kondisi masyarakat yang isoman sudah taat protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan apakah supply kebutuhan vitamin obat-obatan bagi yang ada gejala, probiotik minyak kayu putih dan sembako serta suplemen makanan dari pemkot sudah terdistribusi. 

   Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini juga memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yang menjalankan isolasi mandiri. Ia menjelaskan bahwa dari 46 anak yang isolasi mandiri 26 diantaranya masih berusia dibawah 10. “Anak-anak ini kategori mudah recovery dibanding orang dewasa namun yang  perlu diwaspadai adalah ketika mereka sulit untuk makan, nafsu makannya hilang. Ini orang tua perlu mengantisipasi, jangan sampai nafsu makan turun, tidak doyan makan sehingga menurunkan imunitas mereka ini yang perlu diwaspadai.”tutur Ning Ita. 

   “Dan alhamdulillah mereka yang isolasi mandiri baik lansia maupun anak-anak semuanya sudah pulih dan mereka ada yang sudah lepas pantau 10 hari atau 12 hari sehingga bisa segera berinteraksi dengan masyarakat.”jelasnya.  Kepada anak-anak ini, Ning Ita berpesan agar tidak patah semangat terutama dalam hal belajar agar bisa mencapai cita-cita meskipun harus belajar secara daring. 

   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan surat ucapan terima kasih untuk warga Kota Mojokerto yang dibacakan oleh Raymond. Salah satu anak yang tengah menjalankan isolasi bersama keluarganya di Kelurahan Wates. Dalam surat yang dibacakan oleh Raymond tersebut  Ning Ita menyampaikan terima kasihnya kepada warga masyarakat  yang menjadi garda terdepan bagi pemerintah dalam menangulangi pandemic covid 19 serta masyarakat yang sudah taat terhadap prokes dan mematuhi peraturan pemerintah terkait PPKM Darurat ini. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari semakin sering berinteraksi dengan cara berkunjung ke rumah warga di sejumlah kawasan. Selain untuk mengetahui kondisi warga yang pernah mendapat bantuan lewat kanal ‘Curhat Ning Ita’, kunjungan ke rumah warga sengaja dilakukan untuk mengetahui secara langsung sejumlah permasalahan di lapangan sekaligus mendengar aspirasi maupun keluhan warga. Seperti yang dilakukan Ning Ita, sapaan karib wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto pada Jum’at pagi (9/7). 

   Ning Ita mendatangi rumah pasangan Lukman Hakim (53) dan Khiptiyaningsih (51) di Kelurahan Surodinawan, tepatnya di lokasi Kedung Mulang area sekitar perumnas Surodinawan Estate, untuk memberikan bantuan modal usaha berupa uang dan perlengkapan berjualan gorengan. 

   Ning Ita mengatakan apa yang dilakukannya adalah bagian dari serap aspirasi sekaligus memantau kondisi secara langsung warganya. "Terutama warga yang masuk kategori SOS dan perlu bantuan dari Pemerintah Kota Mojokerto, baik bantuan kesehatan atau bantuan sosial," jelasnya. Ning Ita menyebut, ada sinergi program antara Pemkot Mojokerto dengan  Baznas. Yakni mana-mana yang bisa disuplai dari program Pemkot Mojokerto maka akan disuplai. "Dan warga yang membutuhkan bantuan tapi belum tercover dari anggaran Pemkot maka akan kita kerjasamakan dgn Baznas sehingga mereka bisa mendapat bantuan juga," tegasnya. 

   Selama ini Pemerintah Kota Mojokerto dan Baznas selalu bersinergi untuk memberi bantuan ke warga yang kurang beruntung dan warga yang terdampak akibat pandemi covid-19. "Ini adalah upaya kita untuk terus memberi yang terbaik bagi masyarakat Kota Mojokerto. Karena saat pandemi covid-19, banyak warga yang terdampak dan membutuhkan uluran tangan dari kita. Pemerintah Kota Mojokerto akan terus membuka diri terhadap siapapun yang ingin ikut terlibat memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan," pungkasnya. 

   Perlu diketahui, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui beberapa layanan publik yang disediakan oleh Pemerintah. Masyarakat bisa membuka website https://curhatningita.lapor.go.id. Setelah itu, pengguna dapat login dan melaporkan secara lengkap uraian pengaduan. Mulai dari nama lokasi, waktu, bentuk kejadian serta melampirkan bukti berupa foto. Hal yang sama bisa juga dengan membuka website www.lapor.go.id

   Selain website, juga disediakan media sosial facebook dengan masuk di akun facebook : curhatningita, Instagram : @curhatningita, twitter : @curhatningita. Atau melalui SMS 1708 dan Whatsapps pengaduan dengan nomor khusus 0811 3555 905. Serta masyarakat juga bisa datang langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, di Gedung Gajahmada, jalan Gajahmada Nomor 100 Kota Mojokerto. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam dua minggu terakhir jumlah warga Kota Mojokerto yang terpapar covid semakin meningkat, Peningkatan ini terjadi mulai dari kluster Sidomulyo, Sekarputih dan Pekayon. Pemerintah Kota Mojokerto akan menambah tempat isolasi untuk merawat pasien. Langkah ini di ambil Ning Ita karena melihat penuhnya Rumah Sakit Rujukan di Kota Mojokerto. Adapun dua Rumah sakit Rujukan tersebut yang diutamakan untuk pasien bergejala berat yaitu RSUD total TT isolalasi 105,  TT ICU 7 Dan RS Gatoel TT isolalasi 67, TT ICU 12. Serta 4 Rumah Sakit non rujukan dengan kapasitas 71 TT isolasi dan 1 TT ICU.

   Tempat Tidur (TT) di seluruh Rumah Sakit Kota Mojokerto per 29 Juni 2021 sudah terisi 86,6% untuk TT isolasi dan  95% untuk TT ICU. Dengan 40% pasien warga Kota Mojokerto dan selebihnya pasien dari luar Kota Mojokerto,’’jelas Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto (30/6)

   Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan rumah karantina di rusunawa untuk pasien covid bergejala sedang dengan total kapasitas 67 TT akan tetapi sudah terisi penuh dan akan menambah rumah karantina baru di balai diklat Kota Mojokerto dengan kapasitas 25 TT,’’imbuh Ning Ita.

   Melihat kondisi saat ini satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan beberapa rapat koordinasi analisa dan evaluasi. Hasil dari rakor analisa dan evaluasi yang diperoleh yaitu terjadi penularan yang lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru covid-19. Untuk itu satu-satunya upaya pencegahan yang paling ampuh adalah displin dalam Protokol Kesehatan dan menerapkan 5M karena itu walikota mengingatkan untuk terus Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizier, Menghindari kerumunan dan Membatasi bepergian atau mobilisasi

   Ning Ita menghimbau Kepada masyarakat yang sakit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi lebih parah Karna Vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan covid akan tetapi untuk menurunkan resiko keparahan akibat terinfeksi covid. Ning Ita berharap supaya mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan covid di masing-masing lingkungan

   Satgas telah menerbitkan SE tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan SE ini berlaku mulai 23 Juni 2021- 5 Juli 2021. Untuk mengetahui Kondisi terkini terkait penyebaran Covid-19 di wliayah Kota Mojokerto bisa diakses melalui  website covid19.mojokertokota.go.id yang menyampaikan informasi terupdate zonasi pada tiap RT sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021. 

   Ekonomi harus tetap bergerak. Kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD pengampu secara masiv agar tidak sampai skor kita masuk di zona merah,’’jelas Ning Ita.

   Agar nantinya pemerintah tidak melarang kegiatan dalam rangka perputaran ekonomi, di sisi yang lain semua pihak harus taat protokol kesehatan. Peninjauan terus kami lakukan agar masyarakat taat protokol kesehatan setiap kali berkegiatan. Saling menjaga, saling mengingatkan dan saling melindungi,’’harap Ning Ita. *adv


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memperluas cakupan perlindungan sosial bagi warganya melalui berbagai kebijakan. Setelah tahun 2020 lalu memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada 872 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), tahun ini jaminan serupa juga diberikan kepada 1.876 tenaga keagamaan yang ada di Kota Mojokerto. Diantaranya, guru TPQ sebanyak 778 orang, muadzin dan tenaga kebersihan masjid sebanyak 93 orang, takmir mushola sebanyak 284 orang, pemandi jenazah sebanyak 254 orang, penjaga makam sebanyak 65 orang, guru sekolah minggu sebanyak 120 orang dan koster 26 orang.

   “Total lebih dari 2600 an yang kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun pada mereka yang telah mencurahkan energi, pikiran dan waktunya secara sukarela membantu Pemerintah Kota Mojokerto.Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada mereka, kami bentuk dalam sebuah regulasi yang mulai diterapkan tahun 2020 lalu,” kata Wali Kota Mojokerto, Selasa (23/6).

   Regulasi tersebut dalam bentuk bantuan iuran daerah, yakni iuran kepesertaan Jaminan Sosial yang didaftarkan dan dibayarkan oleh Pemkot Mojokerto yang termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

   Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan selama ini, Pemerintah Mojokerto masuk nominasi 10 besar pada Paritrana Award 2020. Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Provinsi Jawa Timur pada penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan Paritrana Award 2019 yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan.  

   Ning Ita, sapaan karib Wali Kota Ika Puspitasari berharap, jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan dimanfaatkan bagi peserta yang memiliki putra putri masih sedang dalam pendidikan. 

   “Itu fokusnya diutamakan untuk biaya keberlanjutan pendidikan putra putrinya. Jangan sampai dengan meninggalnya si pencari nafkah ini, pendidikan putra putrinya terputus di tengah jalan. Karena kami ingin sumber daya manusia Kota Mojokerto ke depan memiliki peningkatan kualitas dan angka lamanya sekolah meningkat,” cetusnya. 

   Menurut Ning Ita, ketua RT dan ketua RW serta tenaga keagamaan merupakan ujung tombak yang selama ini bekerja secara sukarela untuk pemerintah Kota Mojokerto. Mereka memiliki fungsi informatif dan edukatif di lingkungannya. 

   “Mereka sebagai figure juga berperan mensukseskan program-program Pemkot. Dengan kepemimpinannya, mereka menunjukkan keteladannya dalam kegiatan sehari-hari dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mereka merupakan tonggak di akar rumput karena telah membantu mensosialisasikan program Pemkot,” tukasnya. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, meresmikan ruang digital center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan PT. Indosat Ooredoo Tbk. Peresmian ditandai pemotongan bunga oleh bupati didampingi Ardi Sepdianto Kepala Diskominfo, Senin (21/6) pagi.

   Kerjasama juga meliputi MoU uji coba jaringan Internet of Things (IoT) untuk kota cerdas. MoU dilakukan secara virtual oleh Priagung Utomo selaku SVP Head of Enterprise Solution PT. Indosat Ooredoo Tbk, dan secara langsung oleh Bupati Ikfina Fahmawati di ruang command center.

   Pintu masuk ruang digital center ini, dirancang dengan perangkat thermal face detection (pemeriksa suhu badan), dengan pengenalan wajah bermasker menyesuaikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pada meja front officer, turut dilengkapi dengan daftar e-buku tamu untuk registrasi serta melihat agenda Pemda. Ruang control room monitoring, dirancang untuk memantau kegiatan Pemerintah melalui berbagai aplikasi mulai dari dashboard dan aplikasi lainnya. Selain itu, tersedia war room yang difungsikan sebagai satu ruang khusus untuk melakukan adu gagasan, diskusi, pengambilan keputusan, serta sarana penunjang call center 112. Kenyamanan juga diberikan dengan adanya fasilitas mini barista untuk istirahat menikmati coffee break.

   Priagung Utomo SVP Head of Enterprise Solution PT. Indosat Ooredoo Tbk, secara virtual mengatakan bahwa kerjasama ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan  transformasi digital yang berkelanjutan.

"Jadi, IoT ini juga mencakup uji coba smart government, smart economy, smart environment, smart people dan smart mobility. Kami ingin mendukung Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan SPBE," jelas Priagung Utomo.

   Bupati Ikfina Fahmawati pada arahannya, menyebut era digitalisasi menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari. Bupati juga menginstruksikan agar semua proses SPBE bisa dirampungkan akhir tahun ini.

   "SPBE terus kita maksimalkan untuk pelayanan prima. Ini adalah tuntutan Pemerintah Pusat khususnya Kemenpan-RB, tentunya juga tuntutan seluruh masyarakat. Era Industri 4.0 membuat digitalisasi menjadi sebuah keharusan. Jika tidak digital, kita akan tertinggal. Sistem digital ini harus kita kuasai dan dikembangkan," tegas bupati.

   Bupati juga menyebutkan bahwa nilai indeks SPBE Kabupaten Mojokerto pada laporan terkahir adalah 1,55. Maka, bupati menginstruksikan agar nilai ini terus ditingkatkan dengan kerjasama berbagai pihak.

   "Satu instansi saja tidak cukup. Kita semua harus kerjasama. Semua OPD termasuk kecamatan dan desa juga harus terlibat aktif. Proses digitalisasi SPBE, saya minta harus selesai akhir tahun ini. Digitalisasi membuat kita lebih terbantu dalam efisiensi waktu, tenaga, biaya, dan touchless (tanpa sentuhan) mengingat pandemi Covid-19," tambah bupati. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya melanjutkan tren perbaikan ekonomi yang sempat  anjlok sebagai dampak pandemi Covid-19. Salah satu upayanya, mendorong penguatan peran Koperasi dan UMKM dalam menopang pertumbuhan perekonomian kota.

   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengaku, saat ini ekonomi nasional sangat anjlok,  termasuk di Kota Mojokerto. Untuk itu, pihaknya terus mengkaji beberapa kebijakan terkait pemulihan ekonomi, khususnya bagi koperasi dan usaha mikro yang terdampak Covid-19. Ini agar ekonomi Kota Mojokerto bisa bangkit kembali.

   "Wabah pandemi juga memukul kelangsungan usaha koperasi padahal koperasi berperan penting untuk menyokong pelaku UMKM yang kini berkisar sekitar 64 juta pelaku," ungkapnya saat membuka acara Senam Bersama dan Donor Darah yang merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke 103 dan Hari Jadi Koperasi ke 74,  di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, Minggu (13/6) pagi.

   Ning Ita menyampaikan, Hari jadi Kota Mojokerto ke 103 ini, mengusung tema Kota Mojokerto Tangguh, Bangkit, Sejahtera. “Dan saat ini persaingan semakin ketat, maka koperasi harus tangguh dan bangkit memikirkan cara bagaimana membangun koperasi supaya tidak kalah dengan yang lain. Sumber daya manusia dan  manajemen harus dibenahi. Jika sudah begitu maka pasti koperasi akan semakin kuat dan bisa menyejahterakan anggotanya" pungkasnya

   Ia menyebut, di Kota Mojokerto terdapat 186 koperasi, terdiri dari 158 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan dan 28 Koperasi Serba Usaha (KSU). Sebanyak 51 koperasi dalam pengawasan khusus, dan 30 koperasi yang sedang dalam pengawasan. Sedangkan jumlah koperasi yang sehat sebanyak 12 koperasi dan cukup sehat 65 koperasi.

   "Tahun ini kita akan mengentas 80 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) naik status menjadi koperasi. Kita berharap keberadaan mereka ini dapat  berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kota Mojokerto yang saat ini sudah mulai kembali bergerak," tegasnya.

   Masih kata Ning Ita, inkubasi wirausaha yang dilakukan oleh Pemkot Mojokerto nantinya juga akan diwadahi oleh koperasi dengan anggota yang memiliki usaha sejenis. "Tahun ini akan berdiri 18 koperasi untuk menampung wirausahawan baru hasil dari program inkubasi wirausaha," tandasnya. 

   Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan Peringatan Hari Koperasi ke -74 diperingati dengan menggelar acara senam sehat terbatas, donor darah dan bhakti sosial yang di ikuti oleh anggota gerakan koperasi se Kota Mojokerto. "Acara di gelar di Rest Area Gunung Gedangan ini sebagai upaya untuk mempromosikan rest area sebelum di launching tanggal 20 Juni nanti," ujarnya.

   Ani mengatakan peringatan Harkop ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait keseriusan Pemkot Mojokerto dalam mendorong pertumbuhan koperasi yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Ia berharap koperasi semakin tumbuh kuat sebagai gerakan ekonomi rakyat, mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, bersaing dan memberikan kontribusi positif dalam ekonomi Kota Mojokerto. “Saya berharap koperasi semakin tumbuh dan berkembang serta mampu menggerakkan semua bidang usaha, menyerap aspirasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya. 

   Dikatakannya pertumbuhan koperasi di Kota Mojokerto sudah cukup dinamis sampai tahun 2021 ini. Kemajuan secara kuantitas sudah sepantasnya diikuti dengan kemajuan kualitas. Untuk itu pihaknya mengajak para penggerak koperasi untuk selalu introspeksi, meningkatkan mutu sdm dan kerja sama serta kembali pada jati diri koperasi. *hms/ds

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Kota Mojokerto sangatlah minim dengan sumber daya alam namun memiliki potensi yang besar pada sumber daya manusia terutama untuk bergerak dalam industri kecil dan menengah. Hal inilah yang disampaikan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima kunjungan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Ketua TP. PKK Kabupaten Jember Kasih Fajarini beserta rombongan di Ruang Galeri Rumah Rakyat pada Kamis (11/6). 

   Ning Ita mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Bupati Jember ini, karena dengan adanya kunjungan seperti ini dapat mempererat silaturahmi juga dapat dimanfaatkan untuk lebih mengenal potensi daerah masing-masing. “Kalau ada kerjasama antar daerah, bagaimana potensi masing-masing daerah kita sinergikan sehingga uang berputar di Jawa Timur ini semakin bertambah.”kata Ning Ita. 

   Lebih jauh Ning Ita menyampaikan bahwa di Kota Mojokerto memang tidak memiliki sumber daya alam yang besar seperti semen, surplus beras dan kopi seperti di Kabupaten Jember. Namun Kota Mojokerto berpotensi pada UMKM, oleh karena itu sudah menjadi komitmen kami untuk tidak memberi ruang bagi pendirian industri besar di Kota Mojokerto. “Saya memberi peluang kepada ekonomi menengah kebawah agar tetap bisa berusaha di daerah aslinya, karena saya tidak ingin masyarakat saya ini yang asli Mojokerto ini tidak punya tanah di Kota Mojokerto,”imbuhnya. 

   Ning Ita menambahkan meski banyak UMKM yang jatuh akibat pandemi covid-19, termasuk industri alas kaki yang menjadi andalan di Kota Mojokerto namun kami harus tetap optimis mengembangkan inovasi dan kreatifitas. “Selain mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi kami juga bersinergi dengan beberpa BUMN dan BUMD untuk memberikan bantuan permodalan dengan menggunakan skema KUBE.”jelas Ning Ita. 

   Dalam kesempatan ini Hendy yang baru menjabat sebagai Bupati Jember menyampaikan bahwa pertemuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Jember dan membuka peluang kerjasama semaksimal mungkin dengan Kota Mojokerto. “Bupati adalah pelayan masyarakat, dan tentunya apa yang menjadi potensi ada di Kabupaten Jember harus kami tawarkan, kami berharap kalau antar kepala daerah bisa saling membeli sehingga bisa meningkatkan perekonomian.”jelasnya.

   Selain didampingi oleh suami Supriadi Karima Saiful,turut hadir dalam pertemuan siang ini adalah Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Kabag Pemerintahan dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan. *hms/ds

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan vaksinasi yang berjumlah 19.050 tercapai pada akhir Juni. Untuk itu, melalui instruksi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, pemerintah daerah membuka pendaftaran vaksinasi gratis secara online bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pelaku transportasi umum, koperasi, relawan dan remaja yang akan menempuh ke jenjang perguruan tinggi. 

   Selama ini, Pemerintah Kota Mojokerto telah melaksanakan tiga tahap vaksinasi. Dimana, tahap pertama vaksin diberikan kepada tenaga medis atau kesehatan sebanyak 3.449 dengan sasaran 2.840. Sedangkan pada tahap dua, vaksin diberikan kepada yanpublik sebanyak 18.357 dengan sasaran 12.330 serta lansia sebanyak 9.968 dengan sasaran 8.785.

   "Untuk pelaksanaan vaksinasi di tahap tiga, kami fokuskan pada masyarakat yang rentan. Seperti pedagang pasar. Sedangkan di tahap empat ini, vaksinasi akan diberikan kepada pelaku UMKM, pelaku transportasi umum, koperasi, relawan dan remaja yang akan menempuh ke jenjang perguruan tinggi. Jika mencukupi, vaksinasi akan kami berikan juga untuk Lapas (Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Mojokerto)," kata Ning Ita sapaan akrab wali kota, Selasa (8/6).

   Lebih jauh Ning Ita menjelaskan, pemberian vaksinasi kepada pelaku transportasi umum tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang berdomisili di Kota Mojokerto saja. Namun, warga di luar Kota Mojokerto yang bekerja di wilayah Kota Mojokerto, diperbolehkan untuk menjalani vaksinasi secara gratis dari pemerintah daerah. Sedangkan untuk remaja di atas 18 tahun, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan telah mendata secara menyeluruh, bahwa vaksinasi akan diberikan kepada pelajar kelas tiga SMA/SMK.

   "Kami menargetkan, vaksinasi tahap empat ini sebanyak 19.050 dapat terselesaikan pada akhir Juni ini. Oleh karena itu, kami sangat memaksimalkan dengan baik agar vaksinasi ini dapat terselenggara dengan sukses. Mengingat, pelaksanaan vaksinasi di Kota Mojokerto telah mencapai 70 persen. Untuk itu, kami kerahkan semua kemampuan, tentunya dengan sinergitas dari para Kader Bina Keluarga Lansia, Relawan, Kader Kesehatan, agar mereka dapat memberikan motivasi, stimulus kepada masyarakat supaya mau melaksanakan vaksinasi. Karena, seyogyanya vaksinasi itu aman," tegasnya.

   Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini melanjutkan, pemberian vaksinasi kepada masyarakat setiap harinya ditargetkan minimal sebanyak 1.180 orang dengan jumlah vaksinator atau tenaga medis sebanyak 164 orang. Sedangkan fasilitas kesehatan yang disediakan untuk pelaksanaan vaksinasi ada di 6 rumah sakit, 2 klinik pemerintah (TNI/Polri) dan 1 klinik swasta. Adapun pemberian vaksinasi secara gratis ini, masyarakat dapat mendaftarkan secara online melalui layanan gayatri.mojokertokota.go.id. *hms/ds

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia dan menyongsong Hari Jadi Kota Mojokerto ke 103, Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto untuk meningkatkan kesehatan penduduk lansia di Kota Mojokerto. Kali ini adalah dengan memberikan layanan home care berupa fisioterapi bagi lansia. Program ini diluncurkan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Ketua Baznas Dwi Hariadi dan Kabag Kesra Setda Kota Mojokerto Choirul Anwar pada Senin (7/6). 

   Usai mengunjungi Sumik di rumahnya yang berada di Jl. Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan Ning Ita menyampaikan bahwa Baznas selalu bekerjasama dengan Pemkot Mojokerto untuk program-program pelayanan kepada masyarakat dan capaian-capaian indikator di bidang sosial. “Salah satunya dalam peningkatan kualitas hidup lansia dan para disabilitas, ada beberapa program yang dimiliki oleh Baznas terkhusus hari ini launching terkait layanan home care bagi para lansia karena Baznas miliki relawan yang bergerak di kegiatan tersebut.”ujar Ning Ita. 

   “Baznas memiliki kompetensi di bidang terapi jadi ini sangat mendukung dalam capaian program Pemkot Mojokerto khususnya dibidang sosial yang berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup manusia baik bagi disabilitas maupun lansia. Kita ingin kelompok lansia dan disabilitas ini juga tidak menggantungkan hidupnya tetapi mereka memiliki kemandirian,”jelas wali kota perempuan pertama ini. Ning Ita juga menegaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian itu adalah dengan meningkatkan derajat kesehatannya.  Dengan kualitas kesehatan yang optimal mereka tidak lagi menggantungkan diri terkait kebutuhan hidup dan kegiatan kesehari-hariannya kepada anggota keluarga ataupun masyarakat.

   Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini juga menjelaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan bagi lansia ini adalah salah satu dari penterjemahan misi pertama kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD yaitu untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Karena dalam IPM tiga kompositnya adalah Indeks Pendidikan, Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli dan layanan home care ini adalah termasuk bagian dari pendukung komposit indeks Kesehatan tersebut,”pungkasnya.  

   Dijelaskan oleh Ketua Baznas bahwa cara untuk mendapatkan layanan home care fisioterapi ini sangat mudah. Layanan ini diberikan bagi warga Kota Mojokerto yang masuk kategori lansia dan tergolong tidak mampu. “Setelah kader kita mintai informasi dan diketahui lurahnya tahu tim fisioterapi akan turun syaratnya KTP, KK, dan SKTM dari kelurahan, jadi sangat mudah, itu quick respon kami langsung datang,”jelasnya. Ia menambahkan layanan home care ini akan dilakukan seminggu sekali sesuai dengan permintaan yang disampaikan oleh kader. 

   Dwi menegaskan bahwa layanan home care fisioterapi ini merupakan komitmen pengurus baru Baznas Kota Mojokerto untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat terutama keluarga miskin tidak mampu. “Rencananya kami menurunkan adalah sebanyak mungkin relawan kesehatan fisioterapi ini, karena ini adalah bentuk kerja sosial kita melihat kemanusiaan bukan mengejar keuntungan,”pungkasnya. *hms

Mojokerto – suaraharianpagi.com

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto memiliki terobosan baru untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah dari para muzaki. Yaitu dengan memberikan alat kesehatan seperti kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Kursi roda dari Baznas diserahkan secara langsung oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Ketua Baznas Dwi Hariadi dan Kabag Kesra Setda Kota Mojokerto Choirul Anwar kepada para penerima pada Kamis (3/6). 

   Disampaikan oleh Ning Ita bahwa penyerahan pada kesempatan ini sekaligus untuk memperingati hari lansia yang telah berlangsung pada 29 Mei.  Dan sebagaimana instruksi Mendagri dalam peringatan hari lansia diperkrnankan mengadakan kegiatan yang sifatnya euphoria maka penyerahan kursi roda diserahkan secara langsung kerumah-rumah penerima. "Khusus untuk hari ini kami serahkan bantuan berupa kursi roda bagi lansia yang sakit dan tidak bisa berjalan, namun nanti akan ada rentetan kegiatan diantaranya penyerahan kartu senyum yang merupakan bantuan biaya hidup bagi lansia" kata Ning Ita.

   Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Mojokerto akan ada Kartu Senyum. “Kartu Senyum merupakan hasil sinergi antara Pemkot Mojokerto dengan Baznas Kota Mojokerto dengan pengalokasian dana ZIS. Kami dari Pemkot sudah mengalokasikan melalui APBD, namun nilainya tidak besar, hanya untuk kebutuhan bahan pokok saja, maka dari itu kita bersinergi dengan Baznas sebagai pengelola ZIS" jelasnya. 

   Ditambahkan oleh Ning Ita bahwa kedepan Baznas Kota Mojokerto juga akan memberikan layanan Homme Care. “Kebetulan para penerima kursi roda adalah penderita stroke dan salah satu pengobatannya adalah diberikan fisioterapi.”jelasnya. Kepada para penerima bantuan dan keluarganya Ning Ita berpesan agar selalu bersabar dalam menghadapi masalah, karena masalah merupakan cobaan yang selalu ada dalam kehidupan. 

   Usai menyerahkan bantuan kursi roda Ning Ita meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang disabilitas di Labkesda Kota Mojokerto. Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para penerima vaksin ini. Menurutnya para penyandang disabilitas ini juga memiliki hak yang sama dalam segala aspek. Bahkan para penyandang disabilitas juga mampu mengharumkan Kota Mojokerto sebagaimana yang dilakukan oleh para atlet paralimpic Kota Mojokerto dalam Pekan Paralmpic Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. *hms/ds

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri kegiatan sosialisasi Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, yang di selenggarakan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Mojokerto, di Pendopo Rumah Rakyat Hayam Wuruk, Kamis (27/5).

   Pemerintah Kota Mojokerto, tahun ini telah menargetkan pemasangan Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga sebanyak 5.699. Jumlah ini, jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, tahun pertama pemasangan jaringan sebanyak 752 (2003 & 2016)

   Sedangkan di tahun 2017, jumlah tersebut meningkat menjadi 5.000 jaringan. Sedangkan penyaluran pemanfaatan gas bumi tahun 2021ini, merupakan kelanjutan program pemasangan jaringan tahun 2019 yang sempat tertunda pada tahun 2020, lantaran pandemi Covid-19

   Pada sosialisasi ini, turut hadir sebagai nara sumber dari Perusahaan Gas Negara Analyst Citygas Sales Sidoarjo & sekitarnya, Endang Sri Rahayu. Selain itu, jumlah Peserta dari Kelurahan Kedundung yang hadir pada kesempatan ini sangat dibatasi lantaran penerapan protocol kesehatan Covid-19 secara ketat.

   Walikota Ning Ita berharap, dengan adanya sosialisasi jaringan gas bumi ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta yang hadir. Sehingga mampu memberikan kemanfaatan serta keuntungan pada masyarakat Kota Mojokerto. Terutama dalam pemanfaatan jaringan yang terjangkau lebih murahdibandingkan dengan yang lainnya, serta ramah lingkungan. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli wariskorban meninggal dunia akibat Covid-19 di Pendopo Rumah Rakyat, Senin (24/5)

   Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan bahwa pertemuan pada sore ini sebagai sosialisasi bantuan untuk 90 orang ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Kota Mojokerto. Adapun penerimaan bantuan tersebut adalah korban yang meninggal dunia akibat Covid-19 sejak bulan Maret hingga Desember 2020 dan telah mengajukan permohonan bantuan ke Kementerian Sosial RI serta telah terverifikasi.

   Ditambahkan oleh Ning Ita itu bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jatim adalah sebesar 5 Juta Rupiah dan ditransfer secara langsung ke rekening masing-masing penerima sejak 4 Mei 2021 lalu. Hingga saat ini berdasarkan laporan masih ada 16 ahli waris yang belum menerima bantuan tersebut. Untuk itu Ning Ita meminta mengecek kembali rekening masing-masing dan juka memang belum mendapat bantuan bisa segera melaporkan ke Dinsos P3A Kota Mojokerto.

   Dalam kesempatan ini, Ning ita secara pribadi dan atas nama pemerintah Kota Mojokerto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban Covid-19. Selain itu Ning ita Juga berpesan agar para ahli waris memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin terutama bagi ahli waris yang masih harus melanjutkan sekolah, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan.

   Terkait bantuan untuk para korban meninggal akibar Covid-19 di masa yang akan datang Ning Ita menyampaikan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur Jawa Timur. *adv

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget