Articles by "Mojokerto"

suaraharianpagi.com
   Kecamatan Jetis kembali berinovasi lewat dua program anyar. Yakni car free day (CFD) tiap Minggu pagi, serta inovasi bernama Merpati Putih (Meraih harapan tak pernah mati, dan jangan pernah putus cinta kasih). Launching kedua program tersebut, dilakukan pada Minggu (6/10) pagi di lapangan Desa Jetis, dengan dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi. Selain launching inovasi, digelar juga lomba mewarnai yang diikuti 2.000 orang siswa TK dan PAUD se Kecamatan Jetis.
   Camat Jetis Iwan Abdillah, pada laporan sambutan menjelaskan latar belakang dua program tersebut secara lengkap.
   CFD digagas sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya hidup sehat, upaya mendongkrak ekonomi masyarakat, serta kestabilan lingkungan sosial yang diambil dari manfaat bersilaturahmi.
   Sedangkan Merpati Putih, dibentuk dengan tujuan utama peduli lansia tidak mampu, dengan memberi bantuan makanan bergizi.
   “CFD sebenarnya inisiasi dari Kades Jetis Bapak Martono. Ini sudah lima kali ini dilaksanakan tiap Minggu pagi. Kami harap CFD bisa dijadikan wahana rekreasi keluarga, silaturahmi, dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Sedangkan Merpati Putih, adalah bentuk rasa peduli pada para lansia tidak mampu. Agar mereka tetap mendapat asupan makanan yang cukup, sehat, dan selalu tersenyum bahagia” kata Iwan.
   Wakil bupati Pungkasiadi, pada sambutan arahannya juga mengapresiasi dua inovasi yang dilaunching. Ia setuju bahwa program bersifat rekreasional, dan mengasah kepekaan sosial, harus terus digalakkan rutin.
   “CFD itu menghidupkan. Ada olahraga bersama yang memberi manfaat kesehatan, UMKM bangkit, serta hubungan keluarga dan silaturahmi meningkat. Untuk Merpati Putih, saya juga beri applause. Sebab program ini akan meningkatkan kualitas hidup para lansia kita yang kurang mampu,” salut wabup. 
   Wabup juga berpesan pada Kecamatan Jetis, agar mempertahankan inovasi yang sudah ada. Sebab menurutnya, inovasi adalah sesuatu yang bisa diciptakan. Namun mempertahankan, adalah hal yang berbeda dan kadang sulit dijalankan.
   “Membuat (inovasi) itu mudah, mempertahankan yang susah. Saya minta ini dijaga terus, harus konsisten,” pesan wabup, dilanjutkan penyerahan paket bantuan pada 16 orang lansia secara simbolis senilai total Rp 16 juta. *ADV

suaraharianpagi.com
   Dana Desa (DD), 5 kecamatan di Kabupaten Mojokerto yakni Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan terus bertumbuh dalam membuat banyak inovasi menarik dan bermanfaat. 
   Di bidang kesehatan dan pertanian, Kecamatan Bangsal telah membuat inovasi Posyandu Jiwa di Desa Mojotamping, dan budidaya labu di Desa Pacing. Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar pun tak ingin kalah, yakni membuat gebrakan inovasi pemanfaatan ban bekas.
   Selanjutnya di bidang insfrastruktur, Desa Panggih Kecamatan Trowulan juga sudah berhasil membangun petilasan Hayam Wuruk memakai DD dan BK Desa senilai Rp 5 miliar. Di bidang SDM, Desa Blimbingsari Kecamatan Sooko telah sukses mendirikan sekolah sepak bola.
   Semua inovasi tesebut, dipaparkan dalam acara Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 cluster 2, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (1/10) pagi di Gedung Korpri Raya Jabon. BID cluster 2 ini mencakup 5 kecamatan eks pembantu bupati wilayah Mojokerto (Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan).
   Ardi Sepdianto Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana acara, pada laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan acara ini adalah menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan DD secara efisien.
   Sedangkan Wakil Bupati Pungkasiadi, pada sambutan arahannya menyatakan dukungan secara penuh terhadap BID. Menurutnya program ini akan mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD. Serta memberikan banyak referensi, dan inovasi-inovasi pembangunan desa. Dirinya juga berharap agar program ini mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.
   “BID membuat pemerintah desa punya referensi dalam merencanakan, dan menjalankan pembangunan desa. Serta menggunakan DD lebih optimal dan bermanfaat,” kata wabup. * Humas/Ds

Suaraharianpagi.com 
   SMA Negeri 1 Puri mewakili Pemerintah Kabupaten Mojokerto, berhasil menyabet dua kategori juara pada lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tahun 2019 tingkat Bakorwil II Bojonegoro. Dua kategori tersebut antara lain juara pertama lomba yel-yel, dan juara dua lomba cerdas cermat.
   Piala dan piagam penghargaan lomba ini, diserahkan langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi Senin (16/9) pagi, pada 10 orang pelajar SMA Negeri 1 Puri dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Puri Suhariyono selaku Official dan Pembina Kadarkum.

 Materi yang dilombakan pada Kadarkum 2019 meliputi UU tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia, UU lalu lintas dan angkutan jalan, UU narkotika, UU sistem peradilan anak, UU ITE, dan UU pemberantasan tindak pidana terorisme.
   Wabup Pungkasiadi pada penyerahan piagam mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen untuk mengadakan penyuluhan hukum dan membina kelompok sadar hukum di desa-desa. Dari upaya-upaya tersebut, beberapa penghargaan mengesankan telah dikantongi.
   Antara lain penghargaan sebagai Desa Sadar Hukum dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada tahun 2018 bagi 7 desa di Kabupaten Mojokerto. Serta, penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM juga di tahun 2018.
   “Masyarakat kita saat ini makin peka terhadap hukum, namun tidak didukung pengetahuan hukum. Maka, terjadilah banyak pelanggaran hukum. Namun, Pemkab Mojokerto terus melakukan upaya peningkatan sadar hukum melalui beragam kegiatan penyuluhan. Alhamdulillah, hasilnya bagus dan banyak diganjar penghargaan,” kata wabup.
   Tak lupa wabup mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada SMA Negeri I Puri, yang sudah memberikan yang terbaik pada lomba Kadarkum 2019. Dirinya berpesan kepada utusan peserta yang memenangkan lomba, agar menularkan semangat sadar dan melek hukum di lingkungannya terutama terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.
   Usai penyerahan piagam, wabup juga sempat memberi pembinaan kepada guru-guru SMA 1 Puri, agar lebih memperhatikan pendidikan dan kesehatan anak didik terlebih maraknya narkoba di kalangan pelajar.
   “Kita sebagai orangtua harus ikut memerangi Narkoba, yang banyak menyasar generasi muda kita. Penyebaran narkoba sangat luar biasa dengan berbagai cara dan inovasi. Kita harus aware dan tetap waspada,” tandas wabup yang hadir didampingi Sekdakab Herry Suwito, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Yayuk Pungkasiadi, dan OPD terkait. *ADV

Suaraharianpagi.com
   Tim pusat verifikasi lapangan (verlap) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2019, telah selesai melakukan tugasnya di Kabupaten Mojokerto selama dua hari terakhir. Paparan lengkap hasil verifikasinya disampaikan ketua tim verlap Sofwan, Rabu (4/9) siang, dengan disaksikan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Mojokerto Yayuk Ismawati, Sekdakab Herry Suwito, dan OPD terkait.
   “Saya kira Kabupaten Mojokerto sudah sangat matang dalam 4 tatanan pelaksanaan Kabupaten Sehat 2019. Kami sarankan tahun selanjutnya bisa nambah satu tatanan lagi, pasti lebih bagus. Tatanan pertanian dan ketahanan pangan saya rasa akan makin melengkapi. Sebenarnya 5 tatanan saja sudah baik. Strateginya disitu. Potensi terbaik di Kabupaten Mojokerto adalah kami lihat adalah pariwisatanya. Kami juga menegaskan ODF wajib dipenuhi. Karena kalau tidak, penghargaan tidak akan bisa kami berikan,” jabar Sofwan dalam paparannya.
   Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri telah menargetkan predikat Swastisaba Wiwerda pada KKS 2019 dengan empat tatanan di 13 kecamatan. Dari empat tatanan tersebut, terdapat dua tatanan baru yang dimasukkan yakni tatanan kawasan pariwisata sehat, dan tatanan kehidupan sosial yang sehat. Wabup Pungkasiadi pada hasil evaluasi tim KKS, dalam pernyataannya mengucapkan terimakasih atas hasil yang dilakukan tim verlap. Menanggapi saran terkait usulan tambahan tatanan ke 5 yakni pertanian dan ketahanan pangan, wabup menyatakan bahwa Perda dan Perbup yang mengatur hal tersebut sudah ada.
   “Perda dan Perbup kita sebenarnya ada untuk 3 wilayah pertanian. Kebetulan kemarin juga saya diminta untuk mengisi seminar Majapahit. Ada dalam salah satu materinya mengangkat tentang kearifan lokal Majapahit dari sisi agraris. Misalnya tanggal pasaran bercocok tanam dan sebagainya. Kami terimakasih pada seluruh tim verlap yang sudah mengevaluasi. Kami harap bisa meninggalkan kesan yang baik di Kabupaten Mojokerto,” kata wabup. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada Rabu (18/9) menandatangani kesepakatan bersama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang diwakili oleh Ketua ICCN Fiki C. Satari di Ruang Nusantara, Kantor Walikota Mojokerto.
  Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan, ekonomi kreatif merupakan skala prioritas dalam pembangunan Kota Mojokerto dan sudah dituangkan dalam dokumen RPJMD yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah. Ekonomi kreatif merupakan bagian dari pembangunan ekosistem wisata. Yang mana dari 16 subsektor ekonomi kreatif, semuanya ada dan menggeliat di Kota Mojokerto.
   Ning Ita menaruh perhatian yang besar kepada komunitas ekonomi kreatif di Kota Mojokerto, dan menjadi sasaran dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu langkah awalnya adalah melalui kerjasama dengan ICCN. Kerjasama ini bertujuan untuk terus mendorong dan memfasilitasi warga Kota Mojokerto dalam mengembangkan ekonomi kreatif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
   Sementara itu Fiki menyampaikan, Kota Mojokerto memiliki potensi untuk memunculkan berbagai kreatifitas dari sejarah dan kearifan lokal sebagaimana layaknya kota-kota bersejarah di dunia. Kota - kota kecil tetapi memiliki jiwa yang besar. Memiliki kreativitas yang luar biasa, dalam mengelaborasi narasi sejarah, kreativitas dan memadukannya dengan political will dari pemerintah daerah.
   Turut hadir menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara lain Ketua Korda ICCN Jawa Timur Vicky Arief, kepala OPD terkait, serta komunitas pengembangan ekonomi kreatif di Kota Mojokerto. *ADV

Tiga Pimpinan DPRD Kota Mojokerto Definitif, Resmi Dilantik
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto, menggelar rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah atau janji pimpinan DPRD Kota Mojokerto masa jabatan 2019-2024 di ruang sidang Gedung DPRD Kota Mojokerto, Rabu (18/9) pagi. Pelantikan ini, sesuai dengan Surat Keputusan Gubenur Jawa Timur Nomor 171.417/1243/011.2/2019 tanggal 16 September 2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Mojokerto, masa jabatan 2019-2024.
   Pasca pelantikan anggota DPRD Kota Mojokerto pada 27 Agustus 2019 lalu, akhirnya tiga unsur pimpinan DPRD ditetapkan. Ketiga pimpinan tersebut adalah Ketua DPRD Sunarto dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wakil Ketua I Sonny Basoeki Rahardjo dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan Wakil Ketua II Junaedi Malik dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
   Pembacaan sumpah atau janji pimpinan DPRD Kota Mojokerto, dipimpin oleh Ketua Pengadilan Mojokerto Muslim, serta melibatkan rohaniawan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto. Prosesi pelantikan tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto tersebut, berjalan hikmat dan lancar, dengan disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta TNI-Polri.
   Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya tiga pimpinan DPRD masa jabatan 2019-2024, dapat menjadi titik awal bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Mojokerto. "Marilah kita menjadikan momen ini sebagai titik awal bagi kita semua untuk menyelenggarakan pemerintah yang baik, bersih, berintegritas, dedikasi dan komitmen guna terselenggaranya pemerintah daerah yang sebaik-baiknya, selurus-lurusnya, dan seadil-adilnya guna kesejahteraan warga kota Mojokerto," katanya.
   Sementara itu, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria berharap kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto yang baru dilantik dapat menunaikan tugas, dan wewenang jabatan secara amanah, dan dapat melaksanakan tugas sesuai fungsi legislatif dan pengawasan dengan baik. "Dengan berbekal semangat, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, yang didukung dengan kemampuan dan pengalaman seluruh anggota DPRD, insya Allah dapat memenuhi harapan warga Kota Mojokerto," harapnya. *ry

Ning Ita Tinjau Rumah Warga Kemasan Yang Terbakar
Mojokerto – suaraharianpagi.com
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, meninjau rumah korban kebakaran di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Kedatangan Ning Ita, sapaan akrabnya, disambut baik oleh Nur Hayati beserta keluarga, Senin (16/9) siang.
   Dengan didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Sri Mudjiwati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ning Ita melihat kondisi bangunan yang terbakar. Lokasi pertama, Ning Ita melihat kandang hewan yang telah rata oleh tanah.
   Besarnya api pada waktu kebakaran, turut menyambar sebagian rumah. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk itu dalam kunjungan kali ini, Ning Ita menyampaikan kepeduliannya kepada keluarga Abdul Kholiq.
   Melalui Pemerintah Kota Mojokerto, Ning Ita akan memberikan bantuan berupa perbaikan rumah, kandang beserta hewannya. Untuk meringankan beban atas kejadian kebakaran pada Minggu (15/9) siang tersebut.
   "Ini merupakan bentuk rasa empati dan kepedulian kami terhadap warga yang terkena musibah. Dan alhamdulillah, selamat. Meskipun dapur dan kandangnya terkena," kata Ning Ita, di sela kunjungannya.
   Ning Ita pun mengucapkan rasa terimakasihnya, kepada petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Mojokerto, relawan dan warga atas kesigapannya dalam kejadian ini. Api pun cepat padam sehingga tidak menjalar ke seluruh rumah.
   "Ini artinya, kesiagaan PMK dan teman teman Mojokerto, perlu diapresiasi. Karena sigap, responsif, sehingga api tidak menjalar ke seluruh rumah korban," imbuh Ning Ita.
   Selain kesigapan dari petugas PMK, Pemerintah Kota Mojokerto berencana membuat hydrant di sejumlah titik. Hal ini tidak lain, untuk memudahkan petugas saat memadamkan api di area pemukiman padat penduduk.
  "Tahun depan, kami mengagendakan memasang hydrant. Kalau lokasi kebakaran seperti ini, itu kan kategori pemukiman desa yang aksesnya masih bisa dijangkau mobil PMK. Nah, kalau di pemukiman padat penduduk ini yang rawan, karena mobil PMK belum tentu bisa menjangkau. Jadi, hydrant bisa dimanfaatkan untuk pemukiman padat penduduk," harap Ning Ita.
   Selain di titik pemukiman padat penduduk, Pemerintah Kota berencana memasang hydrant di jalan arteri. Hanya saja, rencana tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai anggaran pengadaan. *ry
--


   suaraharianpagi.com Pada hari Rabu tanggal 04 September 201 pukul 10.30 WIB telah di temukan Mayat seorang laki laki bernama soehardi bertempat diPerum Puri Mojobaru Blok DC-09 RT/RW 09/04 Ds. Canggu Kec. Jetis Kab. Mojokerto yang di duga karena sakit. 
   Menurut penuturan saksi Pada hari Rabu tanggal 04 September 2019 sekitar pukul 09.30 WIB saat saksi sedang mau mengambil plastik plastik yang biasa di setorkan kepadanya setiap harinya, karena korban lama tidak setor plastik maka beliau melihat korban ke rumahnya, karena lama tidak dibukakan kemudian meminta Saksi lainnya untuk melihat masuk rumah korban dan melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa, dengan kulit sudah terkelupas. selanjutnya para saksi memberitahu aparat pemerintah Kec.Jetis Koramil Jetis dan Polsek Jetis Polres Mojokerto Kota guna Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut


   Penemuan mayat diPerum Puri Mojobaru Blok DC-09 RT/RW 09/04 Ds. Canggu Kec. Jetis Kab. Mojokerto menurut keterangan dari para saksi Sebelumnya korban sudah mempunyai penyakit Herni dan Diagnosa dari dokter meninggal karena penyakit Hernia dan sudah 3 hari kemarin sedang mendapat penyelidikan dari instansi terkait Polres Kota Mojokerto. *ril/ries



suaraharianpagi.com. Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Didiek Safiqo Hanim, mengumumkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 yang mencapai Rp 500 miliar lebih. Laporan ini Ia sampaikan pada malam gathering evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (27/8) di Royal Hotel Trawas.
   “PAD tertinggi dihasilkan oleh BPKAD yang terealisasi sebesar Rp 7.255.700.00 dari target Rp 9.754.969.990. Juga ada dari kecamatan yakni Mojosari, yang terealisasi sebesar Rp 2.219.674.233 dari target Rp 3.841.864.990. Data perolehan ini tercatat sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019,” kata Didik.

   Sedangkan Wakil Bupati Pungkasiadi, dalam arahannya mengajak seluruh OPD untuk terus mengejar target PAD.
   “Target PAD kita untuk tahun 2019 adalah Rp 500 miliar lebih. Pada PAPBD 2019 ini, akan kita naikkan lagi targetnya menjadi Rp 515 miliar lebih. Kita masih bisa meningkatkannya dengan potensi yang ada. Namun terkait anggaran, kita masih tergantung dari Pusat,” kata wabup.
   Dirinya juga mengimbau agar kinerja pemungutan PBB-P2 lebih ditingkatkan. Mengingat realisasi penerimaan PBB-P2 buku I, II, dan III masih mencapai 43,69%.
   “Target PAD harus terpenuhi, minimal 100 persen. Sehingga bisa menopang pembiayaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” semangat wabup.
   Kegiatan ini dihadiri Assisten Pemerintahan dan Kesra, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Mojokerto. *ds/hms


Kebakaran Karena Limbah Las Kabupaten Mojokerto


Mojokerto – suaraharianpagi.com
Jumat tanggal 23 Agustus 2019 Pukul  11.00 s.d 14.00 WIB bertempat  di Perusahaan Paku CV. Hasil Karya Jalan. Raya Jetis Desa. Parengan Kecamatan Jetis Kab. Mojokerto telah terjadi kebakaran yang diduga akibat dari serpian las Kerak kotoran/sisa gram hasil produksi yang panas karena proses pengelasan blower penyaringan.
I.  Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :
1. Pada Pukul 11.00 WIB  saat Sdr. Sugeng (Saksi), 36 th, laki-laki, alamat : Ds. Sawotratap Kec.  Sidoarjo Kab. Sidoarjo beserta 4 orang pekerja dimana mereka sebagai pekerja CV. Sawot beralamatkan Jln. Geluran Kec. Taman Kab. Sidoarjo yang sedang melakukan perbaikan blower pembuangan serbuk hasil produksi perusahaan CV. Hasil Karya alamat : Jalan. Raya Jetis Ds. Parengan Kecamatn Jetis Kabupaten Mojokerto yang rencananya akan ditambah saluran penyaringan pembuangan hasil produksi
2. Menurut keterangan saksi kejadian bermula karena adanya asap yang berlebihan pada waktu melakukan pengerjaan blower penyaringan yang disebabkan oleh :
- Panasnya lokasi titik pengelasan blower
- Karena adanya Kerak kotoran/sisa gram hasil produksi bercampur oli yang berakibat timbulnya asap yang banyak dimana dalam pengerjaan blower tersebut seharusnya kerak kotoran ataupun sisa gram harus dibersihkan terlebih dahulu karena kerak tersebut termasuk bahan yang mudah terbakar.
3. Selanjutnya Sdr. Sugeng melaporkan kejadian tersebut kepada Sdr. Iskak (Kepala Bagian Bengkel CV. Hasil Karya Perusahaan Paku), kemudian Sdr. Iskak melaporkan kejadian tersebut kepada satpam dan pimpinan.
4. Guna menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan akibat dari asap maka para pekerja berusaha memadamkan dengan menggunakan air, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jetis dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
II. Pada  Pukul  12.15 WIB petugas pemadaman kebakaran dari PMK Pemkot Mojokerto,  PMK Pemkab Mojokerto dan PMK Tjiwi Kimia tiba di lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.

III. Sedangkan Kerugian Yang Ditanggung :
1. Personil : NIHIL
2. Materiel : Serbuk kayu 10 ton hangus terbakar.
IV. Pada pukul 14.00 Wib asap yang timbul berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran selanjutnya dilakukan pembasahan sampai dengan saat ini guna menghindari masih adanya asap ataupun sisa-sisa api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lagi.

V. Dmikian dilaporkan UMP.
Pendapat pelapor
Kejadian kebakaran yang diduga akibat dari serpian las Kerak kotoran / sisa gram hasil produksi yang panas karena proses pengelasan blower penyaringan dan situasi sampai saat ini aman terkendali. *rilies*ries


   suaraharianpagi.com . Tiga desa di Kecamatan Mojosari dikucur Bantuan Keuangan (BK) Desa tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, senilai total Rp 900 juta. Tiga desa tersebut antara lain Desa Randubango, Modopuro, dan Kedunggempol masing-masing sebesar Rp 300 juta. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada acara rembuk desa, Rabu (21/8) pagi.
   Wakil bupati Pungkasiadi pada kesempatan ini mengatakan, pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

   “Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” kata wabup.
   Wabup juga menyampaikan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai gaji Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
   “Sudah kami anggarankan (PPDI Kabupaten Mojokerto) di tahun 2020. Nantinya akan kami setarakan dengan gaji PNS Golongan II, “ ungkap wabup.
Dengan adanya program tersebut, para perangkat desa diharapkan dapat meningkatkan kinerja lebih baik. Apalagi, kini desa memiliki alokasi anggaran yang besar menyusul digulirkannya program Dana Desa (DD) sejak tahun 2015. Bahkan, dengan nilai yang terus meningkat setiap tahun.
Tak lupa wabup juga berpesan pada warga masyarakat, untuk selalu berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara maksimal. Dengan harapan Mojokerto dapat kembali memperoleh Adipura, mengingat penilaian Adipura berbeda dari tahun sebelumnya. *ds/hms


Kirap Bendara Merah Putih KE-74


Mojokerto – suaraharianpagi.com
Hari ini Sabtu tanggal 10 Agustus 2019 pukul 07.00 s.d 09.00 WIB bertempat di Lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Desa Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto (sebagai titik finish) telah dilaksanakan rangkaian kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019  yang diselenggarakan oleh Polresta Mojokerto dengan penanggung jawab kegiatan Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng). yang diikuti ± 3000 orang.

I. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :

1. Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH.
2. Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
3. Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE.
4. Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH.
5. Kepala Kejari Kota Mojokerto Dr. Halila Rama Purnama, SH. M.Hum.
6. Kepala Kejari Kab. Mojokerto Rudy Hartono, SH. MH.
7. Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto Muslim, SH. MH.
8. Ketua BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih, SH, M.Si.
9. Sekdakot Mojokerto Harlistyati, SH. MSi.
10. Sekdakab Mojokerto Ir. Herry Suwito, MM.
11. Para Ka OPD Kota dan Kab. Mojokerto terkait.
12. Para PJU Kodim 0815 dan Polresta Mojokerto.
13. Para Toda, Toga dan Tomas se Kota Mojokerto.
14. Peserta Kirab perwakilan dari anggota Kodim 0815, Polresta Mojokerto, ASN Pemkot dan Pemkab Mojokerto, Purna Paskibraka Kota Mojokerto, Pelajar dan elemen masyarakat.

II. Rangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Pada pukul 07.15 WIB Kirap Prasetya Merah Putih Memasuki Finish lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Ds. Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto,dengan urutan susunan personel sebagai berikut : - Patwal Polresta Mojokerto - Unsur Forkopimda Mojokerto - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembawa Bendera Merah Putih - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembentang Bendera Merah Putih.
2. Pukul 07.55 WIB para forpimda Mojokerto menuju ke ujung tepi sungai brantas untuk berdoa sasaji dengan tujuan Kota Mojokerto aman tidak ada bencana dan slalu di berikan anugerah oleh tuhan YME.
3. Pukul 08.13 WIB Menyanyikan lagu kebangsaan diantaranya sebagai berikut :
a. Indonesia Raya.
b. Gebyar gebyar Indonesia.
c. Indonesia Pusaka.
4. 08.30 WIB dilaksankan pelipatan penggulungan prasetya bendera merah putih sepanjang 740 M.
5. Sambutan Walikota Mojokerto yang intinya :
a. Menyampaikan banyak terima kasih kepada segenap Forpimda Mojokerto serta seluruh elemen yang tergabung dalam acara Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M.
b. Persamaan dan persatuan bangsa sangatlah penting,  karena  bisa mewujudkan kekompakan  sehingga semakin kita memperkuat cinta kepada tanah air Indonesia
c. Dengan berkibarnya sang merah putih membuat kita bangga kita wujudkan untuk mengisi  kemerdekaan membangun kemerdekaan untuk bergotong-royong ke depan lebih baik.
d. Semoga Kota Mojokerto kedepan selalu kondusif damai dan aman.
4. Pukul 08.30 WIB dilaksanakan pembacaan Ikrar prasetya Merah Putih yang di bacakan oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
 
III. Pada pukul 09.00 WIB rangkaian kegiatan  Kirap Prasetya Merah Putih selesai dengan tertib, lancar dan aman.
IV. Dmikian dilaporkan UMP.
V . Pendapat Pelapor.
Kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019 merupakan wujub penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan serta guna mempererat kebhinekaan seluruh komponen masyarakat agar tercipta situasi yang harmonis, aman dan nyaman. *rilies/ris


10 Instansi Pemkab Masuk Penilaian 
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wakil Bupati Mojokerto Pungka siadi, didampingi Asisten Perekono mian dan Pembangunan Mustain, Kepala Dinas Kesehatan Didik Chus nul Yakin, beserta OPD terkait lain nya, meninjau evaluasi pelayanan re formasi birokrasi (RB) di 3 puskes mas. Yakni UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Puri, dan UPT Pus kesmas Bangsal, Selasa (30/7) pagi.
   Tinjauan ini khususnya guna me mastikan kesiapan penilaian zona integritas (ZI), menuju wilayah be bas korupsi (WBK) dan wilayah biro krasi bersih dan melayani (WBBM).
   Sebagai informasi, tahun 2019 ini terdapat 10 lembaga instansi di Kabupaten Mojokerto yang masuk penilaian. Antara lain DPMPTSP, Dispendukcapil, dan RSUD R.A Basoeni (RB). Sementara 7 lainnya yakni Dispendukcapil, RSUD Prof. dr. Soekandar, UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Bangsal, UPT Puskesmas Puri, Kecamatan Puri, dan Kecamatan Gedeg (ZI). Seperti yang dijelaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain.
   “ZI adalah predikat yang diberikan Kemenpan-RB, bagi lembaga yang berhasil menjalankan dua hal yakni WBK dan WBBM. Tahun 2019, ada 10 lembaga di Kabupaten Mojokerto yang dinilai ZI nya. Alhamdulillah, 10 lembaga ini lolos administrasi untuk penilaian selanjutnya,” kata Mustain.
   Tim penilai tidak diketahui tanggal kedatangannya. Maka dari itu, Mustain menekankan pada seluruh lembaga instansi yang masuk penilaian agar mempersiapkan diri setiap saat. Semua entitas diharapkan menguasai product knowledge lembaganya masing-masing. Mulai SOP, kelengkapan sarpras dan penunjangnya, maklumat pelayanan, keramahtamahan atau hospitality, survey kepuasan masyarakat, serta inovasi-inovasi baru yang bermanfaat.
   “Tim bisa datang sewaktu-waktu. Kita tidak tahu tanggal berapa, hanya waktunya saja diperkirakan Agustus dan September. Tim bisa saja melakukan penilalain dengan bertanya pada petugas parkir. Maka penting untuk saya ingatkan, bahwa seluruh entitas lembaga yang dinilai harus menguasai SOP pelayanan. Mulai front officer hingga petugas parkir sekalipun,” tambah Mustain.
   Wabup Pungkasiadi pada kesempatan ini terus menegaskan bahwa WBK dan WBBM adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selain itu, kepuasan masyarakat harus ditanam kan sebagai hal yang wajib diraih. Sebab hal itu, adalah standard tertinggi dari sebuah pelayanan prima.
“Kalau kita kerja tanpa indikator, jelas susah. Tapi ini kan sudah ada. Tingal komitmen saja (WBK dan WBBM). Terakhir, outcome datang dari masyarakat. Puas atau tidak, tercukupi atau belum. Saat ini kepuasan mereka adalah standard tertinggi bagi kita,” kata wabup.
   Dirinya juga menegaskan sekali lagi bahwa saat ini Pemerintah Derah terus diawasi oleh lembaga-lembaga yang memiliki tupoksi untuk mendisiplinkan kinerja harus sesuai aturan. Maka dari itu wabup meminta semuanya harus tepat aturan.
   “Kita ini diawasi oleh beberapa lembaga. Seperti ombudsman, korsupgah, saber pungli, BPK, KPK, kejaksaan, polisi, dll. Kita sudah punya indikator (menjalankan tugas sesuai tupoksi). Tinggal komitmen bersama. Ingat, kepuasan masyarakat ada di puncak tertinggi dari inti pelayanan. Jika semua sudah baik, tapi belum ada kepuasan masyarakat, hasilnya jadi tidak baik. Jadi semua harus diperhatikan,” pesan wabup. *ADV




 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Upaya Pemerintah Kota Mojo kerto untuk meningkatkan kesejahte raan dan kebahagiaan anak-anak Kota Mojokerto kembali berbuah manis. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) oleh Kota Mojokerto. Penghargaan diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, di Makassar, pada Selasa (23/7) malam.
   Selain menerima Penghargaan KLA Madya pada tahun ini Kota Mojokerto juga mendapat apresiasi berupa penghargaan atas Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2019 yaitu Alun-alun Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa penerima penghargaan KLA 2019 meningkat 40% dari tahun sebelumnya. “Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, Tahun lalu jumlah kabupaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota,” kata Lenny.
   Lenny menyampaikan, selain penganugerahan kota layak anak, Kementerian PPPA juga meluncurkan model gereja layak anak dan deklarasi jurnalis kawan anak. “Kita telah luncurkan masjid layak anak, malam ini akan ada model gereja layak anak, selain itu kita juga mendeklarasikan jurnalis kawan anak, kita berharap bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030,” ucap Lenny.
   Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise kembali menekankan pentingnya Kota layak Anak di seluruh wilayah Tanah Air.  Anak berhak tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah daerah juga berkewajiban dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan perlindungan anak melalui pembentukan Kabupaten/Kota layak anak.
   “Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan kewajiban kita semua, mari kita berikan yang terbaik bagi 80 juta anak Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa kita ke depan. Mari wujudkan Indonesia layak anak tahun 2030,” kata Menteri Yohana Yembise, dalam sambutannya.
   Atas diterimanya penghargaan KLA Madya dan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak, Ning Ita menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah, masyarakat dan juga pelaku usaha atas kolaborasinya dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
   “Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu agar kelak menjadi pemimpin yang baik, kita harus memberikan pendidikan dan fasilitas yang baik untuk anak-anak,” kata Ning Ita.
Sebanyak 247 kabupaten/kota tercatat memperoleh penghargaan kota layak anak (KLA). Ke-247 tersebut mendapatkan penghargaan untuk 5 kategori tingkatan yakni KLA Pratama, KLA Muda, KLA Nindya, KLA Madya dan KLA Utama.
   Dalam gelaran acara tersebut para tamu undangan disuguhkan tarian khas kota anging mammiri yang dibawakan oleh pelajar SMP dan SMA se-kota Makassar. Selain itu pembacaan doa juga dibawakan oleh anak-anak perwakilan dari 5 Agama yakni Islam, Khatolik, Protestan, Budha dan Hindu. *ADV

suaraharianpagi.com
   Program Oke Singkirkan Kesakitan Diare Dengan Observasi Pangan Aman, Mencuci Tangan Pakai Sabun Dan Air Minum Aman atau yang disebut dengan istilah POSKO PAMAN merupakan inovasi Puskesmas Wates Kota Mojokerto. Kini program ini masuk dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 Kementerian PAN RB Republik Indonesia. 
   Pada Kamis (12/7), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan pemaparan di hadapan tim penilai di Ruang Sriwijaya, Kantor Kementerian PANRB RI, Jalan Sudirman Kav. 69 Jakarta. 
   Dalam pemaparannya Ning Ita menjelaskan, POSKO PAMAN sudah dilaksanakan oleh Puskesmas Wates sejak 3 tahun yang lalu. “Kelurahan Wates bebas buang air besar sembarangan (ODF / open defecation free) tanggal 12 Nopember 2014, dan secara bertahap menurunkan angka penyakit diare dari 827 kasus pada tahun 2015, menjadi 822 kasus pada 2016, 797 kasus pada 2017 dan 665 kasus pada tahun 2018,” jelas Ning Ita. 
   Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan, melalui POSKO PAMAN, Puskesmas Wates dapat menurunkan kebiasaan konsumsi makan tidak aman dari 56,56% (2015) menjadi 42,86% (2016), 25.93% (2017), dan 27,54 % (2018) serta menurunkan kebiasaan tidak mencuci tangan pakai sabun dari 51,85% (2015) menjadi 50% (2016), 44,45% (2017) dan 24,64% (2018). “Dengan POSKO PAMAN juga berhasil menurunkan kebiasan mengkonsumsi air minum tidak aman,” terang Ning Ita. 
   Lima pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) secara utuh sebagaimana Perwali Nomor 1 tahun 2015 tentang STBM, terdiri dari : 1. Tidak BAB sembarangan (ODF/jamban sehat), 2. Cuci tangan pakai sabun, 3. Mengolah air minum (PAM RT) dan makanan dengan cara aman, 4. Mengelola sampah rumah tangga dengan aman, 5. Bank sampah 128 se-kota, 6. Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman (mandi, cuci, ipal komunal). 
   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga memaparkan, bahwa di POSKO PAMAN memberikan akses kemudahan mengujikan makanan yang diduga mengandung bahan tambahan makanan berbahaya secara gratis. “POSKO PAMAN dijumpai di sekolah, kegiatan cuci tangan pakai sabun, pembinaan kantin sekolah dan pedagang kaki lima di depan sekolah,” lanjut Ning Ita. 
   Masih dalam pemarannya, Ning Ita menjelaskan dengan adanya POSKO PAMAN selain meningkatkan harapan hidup warga Kota Mojokerto juga berpengaruh secara ekonomi seperti meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pedagang makanan sehingga meningkatkan pendapatan pedagang makanan. “Kader POSKO PAMAN pada saat ini terdiri dari anggota TP PKK (10 orang), Kader motivator kesehatan (25 orang), Guru (20 orang), Tokoh masyarakat (8 orang), Tiwisada (138 orang) dan Kader kesehatan Remaja (25 orang),” kata Ning Ita. 
   Menutup pemaparannya, Ning Ita menjelaskan POSKO PAMAN sejak tahun 2016 sudah ditiru oleh 3 posyandu di Kota Mojokerto, yaitu Raung Merapi, Batok Bromo dan Panderman. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak diadopsi oleh Posyandu di Kota Mojokerto hingga bulan Juli 2019 sudah diadopsi oleh 20 posyandu dan menargetkan akan diadopsi oleh 26 Posyandu. 
   Selain diadopsi oleh Posyandu, POSKO PAMAN juga telah diadopsi oleh PKK Kota Surabaya, PKK Kabupaten Nganjuk dan Disperta Kota Bandung. Dengan keberhasilan yang telah dicapai dengan POSKO PAMAN, Ning Ita berharap POSKO PAMAN juga dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain di luar Kota Mojokerto, sehingga semakin meningkatkan kesehatan penduduk Indonesia. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Sebanyak 133 calon jamaah haji asal Kota Mojokerto, pada Senin (22/7) siang diberangkatkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari Pendopo Graha Praja Wijaya Jalan Gajah Mada 145 Kota Mojokerto. 
   Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto, Moh. Zaini dalam laporannya menyampaikan pada tahun 2019 calon jamaah haji dari Kota Mojokerto terdiri dari 63 orang perempuan dan 70 orang laki-laki. “Calon Jamaah Haji tertua adalah Khotib (79) warga Prajurit Kulon Gang 6 dan yang termuda adalah M Azygaf Irfa’ur Rozak Al Rosyid (18) warga Pekayon,”jelas Zaini. Tahun ini seharusnya ada 134 calon jamah haji dari Kota Mojokerto, namun satu orang harus tertunda keberangkatannya karena sakit. 
   Mengawali pengarahannya, Wali Kota Ning Ita menyampaikan ucapan selamat kepada calon jamaah haji Kota Mojokerto yang mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2019 ini. “Haji mabrur tentu menjadi cita-cita panjenengan. Tentunya untuk memperoleh predikat tersebut, mari kita awali dengan niat yang tulus untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata’ala kemudan diikuti dengan melaksanakan seluruh rangkaian haji sesuai dengan syarat dan rukun haji,” kata Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan bahwa yang tidak kalah penting dalam menjalankan ibadah haji adalah menghindari hal-hal yang membatalkan haji tersebut. 
   Dalam kesempatan ini, Ning Ita berpesan kepada seluruh calon jamaah haji agar selalu berbesar hati dalam menghadapi umat muslim dari seluruh dunia. Bermacam-macam budaya, latar belakang dan suku. “Oleh karena itu diperlukan kebesaran hati , kesabaran untuk saling menolong saling menghormati apapun perbedaannya yang ada diantara tamu Allah,” pesan Ning Ita. 
   Ning Ita menambahkan bahwa salah satu kunci dalam menjalankan ibadah haji adalah sabar. Karena hanya dengan kesabaran maka kondisi apaupun yang dirasakan di sana akan tetap membuat senantiasa ikhlas menerima apapun keadaannya. 
   lebih lanjut Ning Ita mengingatakan seluruh calon jamaah haji Kota Mojokerto untuk menjaga kesehatan karena dalam melaksanakan ibadah haji memerlukan kondisi fisik dan stamina yang kuat. 
   “Saya berpesan, jaga kesehatan utamakan hal-hal yang wajib. Jaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dan yang tidak kalah penting adalah mengatur waktu istirahat. Sebisa mungkin pada waktu yang memungkinkan istirahatkan tubuh, fisik panjenengan. Agar ketika kembali melaksanakan rangkaian ibadah haji memiliki kekuatan, memiliki energi untuk menjalankan sesuai syarat dan rukun sesuai yang ditentukan,” kata Ning Ita. 
   Menutup pengarahannya, Ning Ita memohon doa dari para calon jamaah haji untuk mendoakan agar Pemkot Mojokerto, seluruh pejabat dan perangkat daerahnya diberikan kekuatan untuk mengemban amanah yang sebaik-baiknya sehingga bisa melakukan pembangunan yang maksimal dan mensejahterakan Kota Mojokerto. 
   Dari Asrama Haji Sukolilo, calon jamaah haji asal Kota Mojokerto akan berangkat ke Tanah Suci bersama dengan calon jamaah haji dari Kabupaten Jombang, Sidoarjo dan Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 52. *Humas/Ds

suaraharianpagi.com
   Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati menghadiri Deklarasi Gerakan Penyelamatan Aset Negara, di gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya (Kamis, 18/7). 
   Deklarasi ini juga merupakan acara simbolik penyerahan aset negara yang berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Yayasan Kas Pembangunan (YKP) kepada Pemerintah Kota Surabaya. Deklarasi ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Bupati se - Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Kantor Pertanahan se - Jawa Timur. 
   Pada kesempatan ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang telah mengambil posisi strategis dalam penyelamatan aset negara. Menurut Khofifah, penyelamatan aset bukan hal yang mudah dan ini merupakan capaian yang luar biasa. 
   Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga bersyukur karena aset negara senilai kurang lebih Rp. 5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) di YKP dan Gelora Pancasila telah berhasil dikembalikan dan kembali menjadi aset warga kota Surabaya. 
   Deklarasi ini bermakna agar para Kepala Daerah dapat melakukan sinergi serupa guna penyelamatan aset di wilayah masing - masing. (Rr, Rv) Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati menghadiri Deklarasi Gerakan Penyelamatan Aset Negara, di gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya (Kamis, 18/7). 
   Deklarasi ini juga merupakan acara simbolik penyerahan aset negara yang berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Yayasan Kas Pembangunan (YKP) kepada Pemerintah Kota Surabaya. Deklarasi ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Bupati se - Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Kantor Pertanahan se - Jawa Timur. 
   Pada kesempatan ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang telah mengambil posisi strategis dalam penyelamatan aset negara. Menurut Khofifah, penyelamatan aset bukan hal yang mudah dan ini merupakan capaian yang luar biasa. 
   Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga bersyukur karena aset negara senilai kurang lebih Rp. 5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) di YKP dan Gelora Pancasila telah berhasil dikembalikan dan kembali menjadi aset warga kota Surabaya. 
   Deklarasi ini bermakna agar para Kepala Daerah dapat melakukan sinergi serupa guna penyelamatan aset di wilayah masing - masing. *Humas/Ds


Pabrik Kertas di Mojokerto Ini Bakal Olah Sampah Plastik Jadi Energi Listrik
Mojokerto - suaraharianpagi.com
  Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan sam pah plastik di pabrik kertas di Mojo kerto ini akan diolah menjadi energi listrik. Hal tersebut disampaikan usai mengunjunginya PT Mega Sur ya Eratama, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. “Tujuan kami kesini ingin melihat penjajakan rencana proses untuk menyiapkan dari sampah plastik menjadi energi listrik. Sekarang ini secara nasional, Pak Presiden meminta untuk kita melakukan pemetaan dari sampah untuk bisa menjadi energi plastik,” ungkapnya, Senin (15/7/2019).
   Untuk sampah basah, lanjut mantan Menteri Sosial RI ini, sudah diinisiasi di Surabaya dan sampah plastik sedang diinisiasi di Mojokerto. Menurutnya, Pemprov Jawa Timur punya Pekerjaan Rumah (PR) terkait sampah plastik. Jawa Timur termasuk lima besar di dunia. “Sehingga bagaimana pengolahan sampah plastik bisa menjadi energi itu salah satu dalam Rencana Umum Energi Daerah. Raperda RUED sekarat dibahas di DPRD, kita berharap energi yang terbarukan atau energi non forsil di tahun 2025 di Jatim bisa sudah mencapai 16,8 persen,” katanya.
   Diantara energi non fosil, lanjut orang nomor satu di Jawa Timur ini, masyarakat biasa mendengar PLPB, PLTA, PLTS. Sehingga dalam kunjungan ke Mojokerto untuk melihat bahwa sampah bisa menjadi listrik. Dan yang dikelola di Mojokerto, awal Agustus sudah bisa operasi.
“Insya Allah awal Agustus sudah bisa operasi, adalah sampah plastik menjadi energi listrik. Kita sedang koordinasikan dengan beberapa kabupaten/kota apakah sampah basah bisa menjadi listrik atau sampah plastik menjadi listrik. Didalam kunjungan ini kita menemukan bahwa pabrik kertas di Jawa Timur masuk 5 besar ekspor Jawa Timur,” ujarnya.
   Industri kertas di Jawa Timur menyumbang 23 persen industri kertas nasional, industri kertas di Jawa Timur sebagian besar menggunakan wish paper. Persoalannya adalah ketika sampah kertas di ekspor ada ikutan sampah plastik. Akhinya per 20 Juni lalu, sampah kertas yang di import akhirnya di re ekspor. “Rata-rata hari ini, pabrik kertas di Jawa Timur yang bahan bakunya menggunakan bahan baku sampah kertas, bahan baku makin menipis. Termasuk pabrik ini. Bahan bakunya kira-kira bertahan 10 hari kedepan, informasi ada 305 kontener tertahan di Tanjung Perak dan potensi di re ekspor,” tuturnya.
   Ini akan menjadi PR Pemprov Jawa Timur untuk mengkoordinasikan dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Perindustrian. Menurutnya, semua pasti menolak import sampah plastik tapi kemudian import sampah kertas yang menjadi bahan baku pabrik kertas tertahan. “Oleh karena itu harus segera dicari solusi supaya Industri kertas di Indonesia, khususnya industri kertas di Jawa Timur yang menggunakan bahan baku kertas bekas tidak berhenti beroperasi. Pabrik yang kita datangi ini, 100 persen menggunakan bahan baku kertas bekas,” jelasnya.
   Khofifah menambahkan, suplai nasional di PT Mega Surya Eratama hanya mencapai 20 persen dari kebutuhan kapasitas produksi pabrik. Artinya 80 persen harus di import. Menurutnya, ada opsi PAL artinya penebangan kayu di hutan akan masif. Jika menggunakan kertas bekas problemnya adalah ikutan sampah plastik.
   “Sehingga ikutan sampah plastik harus dipisahkan untuk bisa membangun industri kertas kita supaya tetap bisa berlangsung di antara negara lain yang melakukan masifikasi dari industri kertas yang ada. Itu temuan lapangan kita, intinya kita kesini ingin melihat kesiapan energi listrik yang akan dilakukan melalui pengolahan sampah plastik,” tegasnya.
   Menurutnya, jika bisa berjalan di awal Agustus maka kesepakatan Pemprov Jawa Timur dengan PT Mega Surya Eratama dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkomunikasikan dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Pasalnya, pada dasarnya ITS mempunyai teknologi untuk sampah basah menjadi listrik.
   “Ini sampah plastik menjadi energi listrik. Kalau ITS bisa menyiapkan teknologi yang lebih masif maka harga dari mesin untuk mengolah sampah plastik menjadi energi listrik akan lebih mudah dan murah. Jika butuh sparepart kita butuh, lebih mudah dan aksesnya dan bisa terkoneksi dengan problem pengolahan sampah di kabupaten/kota di Jawa Timur,” urainya.
Masih kata Khofifah, di Mojokerto menjadi inisiator pertama untuk mengolah sampah plastik menjadi energi listrik. Sampah basah menjadi energi listrik sudah di uji coba di Surabaya dan Lamongan. Saat ini sudah disiapkan oleh Kementrian ESDM dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
   “Terutama adalah untuk menjadi energi listrik, tidak hanya sampah reuse atau sampah recycle, reduce. Jika penggunaannya untuk listrik maka menyiapkan energi non fosil. Ini 7,8 mega watt, pabrik ini selama ini punya power plant menggunakan batu bara maka akan digantikan secara bertahap dengan sampah plastik,” lanjutnya.
   Saat ini masih menggunakan teknologi luar, mesin sudah datang dan diperkirakan awal Agustus akan beroperasi. Jika ITS bisa mereplikasi mesin maka akan semakin bermakna bagi penyiapan energi non fosil. Tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia.
   Sementara itu, Dirut PT Mega Surya Eratama, Siswanto menjelaskan secara teknis proses produksi hingga bahan baku yang diperoleh. “Bahan baku 80 persen kami dapat dari import. Seperti Inggris, Australia, Amerika, Singapura, dan negara-negara Eropa. Sedang 20 persen sisanya dari lokal,” pungkasnya.
   Produksi PT Mega Surya Eratama dilalukan di atas lahan seluas 29 hektar dan sudah dikembangkan seluas 40 hektar. Jawa Timur sendiri tercatat sebagai penghasil limbah plastik ke-tiga terbesar di dunia. Fakta ini tentu menjadi catatan dan PR bersama, terkait bagaimana bisa menekan dan memaksimalkan kondisi tersebut.
   PT Mega Surya Eratama di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro bakal mengolah limbah plastik sebagai tenaga alternatif pembangkit listrik. Industri yang bergerak di bidang kertas ini, juga disebut-sebut sebagai inisiator pertama pemanfaatan limbah plastik menjadi energi listrik.
Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan didampingi langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno. *Humas/Ds


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget