Articles by "Mojokerto"

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Agenda Jumat barokah secara tidak langsung menjadi media komunikasi antara warga dan pemerintah dalam menyelesaikan masalah. Baik itu persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan. Seperti halnya yang dikunjungi Walikota Mojokerto pada jumat, (15/10). Bertempat di Bancang Gg.III/8 tepatnya di gang kecil Lingkungan Bancang Kelurahan wates terdapat selokan yang rusak, dan sekitar 25 tutup got juga rusak.
   Untuk ini Ning Ita demikian panggilan akrab Walikota melihat langsung bersama suami Supriyadi Karima Syaiful dengan didampingi Mashudi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan permukiman (PUPRPRKP) kota Mojokerto, Mujari Camat magersari, Widi Lurah wates, Choirul Anwar Kepala Dinsos P3A, dr.Farida Mariana Sekretaris Dinas Kesehatan P2KB.
   Menurut Ning Ita, Jalan ini merupakan penghubung gang 3 dan gang 4 dimana lokasi e-warung berada di gang 4, sementara KPM yang menjadi anggota e-wrung berada di gang 3 dan 4, sehingga membutuhkan akses bobolan (jalan tembus) bagi para lansia.
   “Bagaimana saluran ini berfungsi secara maksimal, karena kondisi saluran ditempat ini putus ditengah jalan tidak sampai ke aliran sungai yang lebih besar atau ke sungai skundernya.
   Oleh karena itu kedepan akan dibuatkan perencanan sesuai dengan kajian komprehensif dari primer sampai tersier yang ada pada Dinas PU kemudian kita buatkan perencanaanya sesuai solusi terkait air dan banjir dapat kita selesaikan.
   Ning Ita juga berharap agar masalah jalan ini segera dituntaskan karena menjadi akses jalur cepat bagi warga terutama lansia dalam mengambil bantuan di e-Warung.
  “Ini jalan digunakan oleh warga saat mengambil bantuan di e-warung di gang sebelah. Kalau jalan ini tidak ada jalan ini maka warga harus muter lebih jauh dan kasihan karena rata-rata sudah sepuh” tutur Maksum Hadi Ketua RW. Setempat.
   Sementera itu Tumini warga sekitar, mengaku senang karena jalan yang rusak dan tutup yang berlubang kini sudah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kota, dan ditinjau langsung oleh Walikota Mojokerto, Ning Ita.
   “Saya senang, akhirnya sudah ditindak lanjuti perbaikan tutup selokannya, biar jalannya seperti jalan pada gang-gang yang lain.” tuturnya. *adv/ds

Jombang – suaraharianpagi.com
   Proyek pekerjaan drainase di dusun Jajar RT. 05/RW. 05 Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga dikerjakan asal jadi dan sarat korupsi. Pasalnya, proyek drainase yang bersumber dari dana desa (DD) tanpa papan nama proyek itu dikerjakan oleh TPK Desa Kepuhkembeng, disinyalir kuat sangat cacat kondisi mutu dan fisiknya.
   Pantauan suarahariapagi.com dilapangan, kondisi proyek drainase yang baru dua minggu selesai dikerjakan tersebut disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), selain itu juga tidak adanya Transparansi anggaran, karena tidak ada papan nama proyek.
   Kondisi cor antara sebelah kiri dan kanan tidak sama, sebelah kiri yang menahan bahu jalan mempunyai ketebalan 10 cm, sementara yang sebelah kanan yang menahan diding pagar warga mempunyai ketebalan variasi, antara 10cm sampai 30cm, tidak sama dan berkelok–kelok. Begitu juga dengan adonan semennya diduga kebanyakan pasir dari pada semennya.
   Melihat kondisi proyek yang dikerjakan oleh kepercayaan Kepala Desa tersebut, atau TPK, diduga asal jadi dan disinyalir di korupsi. Disangsikan proyek drainase tersebut tidak akan bertahan lama.
   Terpisah salah satu waga dusun Jajar, RT 05/RW 05, Nur, membenarkan kalau proyek drainase baru dua minggu selesai dikerjakan, untuk anggarannya saya tidak tahu, tapi yang mengerjakan warga Kepuhkembeng sebelah Utara jalan raya.
   Masih kata Nur, ia menyayangkan bahwa bangunan yang baru ini kedalamannya sangat dalam dibandingkan dengan bangunan yang lama, ia khawatir bila musim hujan air akan mengumpul jadi satu di bangunan baru dan mengedap, sehingga menjadi sarang nyamuk malaria,’’ tegas Nur kepada suaraharianpagi.com (11/10) dilokasi pekerjaan.
   Terpisah kepala Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Suprapto, ketika dikonfirmasi dikantornya tidak ada di tempat, kondisi Kantor Balai Desa Kepuhkembeng, jam 12.50 sudah tidak ada satupun perangkat yang ada dikantor, Kantor sudah terkunci rapat–rapat. Sementara suaraharianpagi.com, berusaha menghubungi Sulung, bagian perencanaan, lewat ponselnya juga tidak diangkat, ada dugaan bahwa proyek drainase di dusun Jajar RT 05/RW 05 menjadi ajang bancaan korupsi oleh Kepala Desa Kepuhkembeng, Suprapto dan kroninya. *ryan

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut bahagia atas bangkitnya Persatuan Sepak Bola Mojokerto (Persem Mojokerto) kembali berlaga di liga tiga. Hal tersebut disampaikan Ning Ita sapaan akrab Wali Kota usai audiensi dengan pengurus Persem di Balai Kota Mojokerto. Kamis (7/10).
   "Tentu kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi karena Persem yang sempat menjadi kebanggaan Kota Mojokerto ini sekarang bisa memiliki semangat untuk bertanding kembali di liga tiga" ungkap Ning Ita.
   Ning Ita berjanji akan mecukupi kebutuhan sarana prasarana untuk berlatih, mess, transportasi, hingga dukungan sponsor untuk Persem kembali berlaga di liga tiga.
   "Kami akan cukupi semuanya, termasuk dukungan untuk sponsor kami akan mensupport agar Persem bisa kembali berkibar seperti dulu dan bahkan melebihi prestasi dulu yang sudah sempat diraih" katanya. Lebih lanjut ia berharap Persem dibawah pembinaan Askot yang baru akan mampu membawa nama Kota Mojokerto dengan prestasi pada bidang olahraga,
   "Ini tentu sangat mendukung upaya pembangunan Pemerintah Kota Mojokerto dibidang Sumberdaya Manusia khususnya dibidang olahraga" tandasnya.
   Diketahui, klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Mojokerto yang berjuluk laskar damar wulan ini sebelumnya sempat vakum selama dua tahun tidak merumput. *adv/ds

(Kiri) Ning ita, (tengah) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, (kanan) SISKS  Pakoe Boewono XIII
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasati mendapat gelar kebangsawanan dari Keraton Solo. Gelar yang diterima Ning Ita yakni Kanjeng Mas Ayu Tumenggung.
   Gelar tersebut diserahkan langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII saat rangkaian kegiatan Hajad Dalem Garebeg Mulud Alip 1955/2021 Masehi, Sabtu (2/10).
   Ning Ita tak menyangka menerima gelar kehormatan tersebut. Pasalnya, Ia tercatat sebagai satu-satunya Wali Kota Mojokerto yang disahkan menjadi kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dan kini namanya menjadi Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Hj. ika Puspitasari Arimingtyas SE.
   Usai penobatan, Ning Ita mengaku kaget dan tidak menyangka akan mendapat gelar tersebut. Sebab, ia merasa masih memiliki banyak kekurangan dalam mengemban tugas sebagai Kepala Daerah.
   “Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget saya diberikan gelar dari Keraton Surakarta, meskipun itu tidak pernah ada dalam bayangan saya,” katanya.
   Kendati demikian, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyampaikan rasa terima kasih karena sudah dipercaya mengemban amanah dari Keraton Surakarta.
   “Matur nuwun (terima kasih) diberikan kepercayaan ini, mudah-mudahan ini bisa membuat saya selalu menyampaikan apa yang saya lakukan ini memberikan kebanggan untuk warga kota saya,” tuturnya.
   Menurutnya, penganugerahan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung dari Keraton Surakarta ini pastinya bukan tanpa alasan. Karena itu, ia pun mengaku takjub dan merasa bangga mendapat kehormatan tersebut. “Pasti bukan tanpa alasan saya dipercaya untuk mendapatkan ini tapi saya sungguh sangat kaget dan saya sangat takjub luar biasa,” ungkapnya.
   Gelar ini diberikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta atas keberhasilan Ning Ita sebagai Wali kota yang berhasil membangun Kota Mojokerto lebih maju, dengan tetap melestarikan budaya leluhur Majapahit, serta segudang prestasi lainya.
   Lebih lanjut, ia juga berharap bahwa gelar yang diterimanya bisa memberikan kebanggan untuk warga Kota Mojokerto.
   "Semoga dengan gelar ini, bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Warga Kota Mojokerto, dan akan menggali terus potensi-potensi budaya dan sejarah yang ditinggalkan leluhur kita, yakni Kerajaan Majapahit" tandasnya.
   Perlu diketahui, dalam setiap rangkaian kegiatan Hajad Dalem Garebeg Mulud Alip, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan upacara, Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat selalu memberikan "Gelar Kehormatan" kepada berbagai pihak yang dianggap pantas untuk menerimanya.
   Selain itu, bertepatan dengan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober, Keraton Solo juga mengadakan pameran batik hasil karya dari Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwono XIII. Pameran ini mengusung tema "Batik Karya Adiluhung". Diantaranya, Batik Parang Noto Bhirowo, Parang Loro Ati, Parang Gunung Sari, Parang Puspito Rinonce serta Batik Sekar Jagat.
   Dikesempatan berbeda Kanjeng Pangeran Aryo Eko Yudi Prastowo Adi Nagoro selaku Pangeran Sentono dan Pangarso Wilayah Jawa Timur,, dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengatakan, bahwasanya Ning Ita tersambung nasab darah keatas dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan yang kedua berdasarkan prestasi kinerja, Ning Ita memiliki segudang prestasi. Sehingga Sinuwun dalam pemberian gelar mengambil keputusannya dari berbagai aspek.
   Kalau dalam bahasa jawa masih trah kusuma rembesing madu maka (keturunan orang-orang terpilih) akan kembali keasalnya yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat. “Jadi Ning Ita adalah Sentono Dalem yaitu keluarga Raja. Berbeda dengan abdi dalem yaitu pegawai kerajaan,” jelasnya.
   Dengan demikian maksud dan tujuan Sinuwun Pakoe Boewono XIII menganugerahkan gelar ini adalah kalau sudah trah kusumo rembesing madu maka masih tetap mengemban amanah dengan menguri2 budaya luhur dengan tidak meninggalkan adat istiadat sebagai orang jawa apalagi kita adalah kerabat keraton kasunanan Hadiningrat. Yang kedua dalam mengemban amanah sebagai pemimpin harus memegang teguh filsafat dan falsafah budaya jawa yg luhur.
   “Contoh dengan menerapkan Hasta brata sehingga berimplikasi kepada kemakmuran daerah yg dipimpinnya,” cetusnya.
   Harapan saya selaku Pangeran Sentono Keraton Kaunanan Surakarta Hadiningrat semoga ini menjadi suri tauladan dan penyemangat bagi Ning Ita Kanjeng Mas Ayu Tumenggung agar berkiprah lebih baik dan hebat lagi dalam mengemban amanah pemerintaham dan dari Sinuwun Pakoe Boewono XIII sebagai Sentono Dalem. *adv/ds

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto telah berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. salah satu upayanya adalah pembentukan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) melalui aplikasi Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor) atau disebut SP4N-Lapor!
   Hari ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Plt Kepala Dinas Komunitas dan Informatika (Diskominfo) M Imron, membuka bimbingan teknis aplikasi mobile untuk pengelola SP4N-Lapor! dan rencana aksi pengelolaan pengaduan pelayanan publik di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Selasa (21/9).
   Pada kesempatan ini, Wali Kota mengatakan bimbingan teknis aplikasi mobile untuk SP4N-Lapor di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto ini, untuk mewujudkan penguatan SP4N-Lapor yang lebih baik. Sehingga dibutuhkan pembekalan bagi admin, pengelola pengaduan, dan pejabat penghubung agar dapat lebih memantapkan pengetahuan tentang petunjuk teknis dan tata kerja sistem SP4N-Lapor, sehingga terbentuk persamaan persepsi dalam implementasinya dapat disatukan.
   Wali Kota Ning Ita berharap partisipasi dari pimpinan instansi, pejabat penghubung dan operator untuk mendukung dan memiliki komitmen untuk mengoptimalkan aplikasi pengaduan dan terus meningkatkan kualitas sistem pengelolaan pengaduan. Selain itu para pimpinan juga dapat menggunakan data pengaduan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan serta perbaikan program dan kebijakan.
   Dengan adanya peningkatan pengelolaan pengaduan layanan publik, maka kepercayaan dan kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan terus meningkat, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih (good and clean government), transparan dan terpercaya. Sehingga dapat membangun Kota Mojokerto yang lebih baik dan menjadi kebanggaan masyarakat. *ds

Mojokerto - Suaraharianpagi.com
Program pendidikan gratis di Kota Mojokerto, terus digencarkan oleh pemerintah daerah untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas. Hari ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah kepada siswa secara simbolis di Pendopo Sabha Kridatama, Gedhong Hageng, Jumat (17/9).
Program pendidikan gratis ini, tidak hanya untuk sekolah negeri, melainkan sekolah swasta juga mendapatkan fasilitas serupa. Seperti :
1. Sekolah Negeri
- Biaya pendidikan.
- Baju seragam tiga setel bagi siswa baru.
- Buku dan alat tulis.
- Angkutan sekolah gratis
2. Sekolah Swasta
- Baju seragam tiga setel bagi siswa baru.
- Satu pasang sepatu bagi siswa baru.
- Buku serta alat tulis
Hari ini, Wali Kota @ningita_ didampingi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Amin Wachid, Ketua Dewan Pendidikan Kota Didik Hoediono, Ketua PGRI Kota Mulib, Kepala K3S Kota Endang Soenarijati, memberikan secara simbolis seragam dan perlengkapan sekolah kepada perwakilan siswa. Untuk siswa SD, Pemerintah Kota Mojokerto memberikan 7.698 setel untuk 67 lembaga (SD/MI Negeri dan Swasta).
Kemudian, untuk siswa SMP sebanyak 2.715 setel yang akan disalurkan kepada 19 lembaga (SMP/MTS Negeri dan Swasta). Selanjutnya, perlengkapan sekolah berupa sepatu dan tas sebanyak 400 paket yang disalurkan kepada TK Negeri dan Swasta. Serta alat peraga edukatif (APE) untuk 10 lembaga TK Negeri dan Swasta. Dan yang terakhir, sepatu gratis untuk siswa SD dan SMP Negeri maupun Swasta sebanyak 4.942 pasang. *ds


Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerjasama dengan Bank Jatim, melaunching empat inovasi bertajuk Punokawan Milenial Era Digital. Dua di antara empat inovasi tersebut mengusung basis digital, antara lain “Sistem Elektronik Membayar Retribusi Pasar (Semar)” melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
   QRIS sendiri adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Ada juga inovasi “Penggunaan Retribusi Elektronik Tera/Tera Ulang atau E-Retribusi Tera/Tera Ulang (Gareng)” yang menggunakan virtual account (VA).
   Inovasi selanjutnya yakni “Pelayanan Tera/Tera Ulang Gratis (Petrug)”, yaitu inovasi pelayanan dengan membebaskan biaya, baik biaya retribusi maupun reparasi timbangan. Terakhir, yakni inovasi “Bantuan Timbangan Oentoek Pedagang (Bagong)”, yakni program pemberian bansos berupa 200 timbangan kodok kepada para pedagang dan IKM.
   Empat inovasi tersebut dilaunching langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Rabu (8/9) pagi di Pasar Tradisional Kedungmaling Kecamatan Sooko, dengan dihadiri Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto, Direktur Risiko Bisnis Bank Jatim Rizyana Mirda, Deputi Kepala Perwakilan BI Imam Subarkah, Direktur Pengawasan LJK 2 & Manajemen Strategis Mulyanto, Pimpinan Bank Jatim Cabang Mojokerto Eko Yudi Prastowo serta Plt Kepala Disperindag Iwan Abdillah.
   Rizyana Mirda Direktur Risiko Bisnis Bank Jatim, dalam sambutannya menyebut era digitaliasi sangat sesuai untuk diterapkan pada masa pandemi Covid-19. Mirda juga menyebut beberapa keuntungan penting dari digitalisasi.
   “Adanya inovasi cashless ini kita harap dapat menekan kerumunan sesuai prokes, bahkan menghindari risiko peredaran uang palsu,” kata Rizyana Mirda.
   Budi Hanoto Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto, juga menyebut bahwa digitalisasi telah membuat perubahan besar termasuk perekonomian. Empat inovasi yang dilaunching, diharapkan dapat memudahkan masyarakat khususnya para pedagang.
   “Kenapa semua sekarang menuju serba digital? Karena kita adalah pengguna internet terbesar di dunia. Peningkatan ini tentu akan berpangaruh pada kebiasaan, termasuk dalam perekonomian dan keuangan digital. BI ingin mendorong transaksi non tunai yang kita mulai sejak 2014. Inovasi ini sangat bagus, di Pasar Kedungmaling ini bahkan tercatat sudah ada sekitar 60 QRIS,” kata Budi.
   Pada sambutan arahan, Bupati Ikfina turut menyebut bahwa perluasan digitalisasi daerah, dimakasudkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel dan memberi pelayanan berkualitas.
   “Digitalisiasi mau tidak mau harus kita laksanakan dalam semua aspek tatanan bidang. Mulai pemerintahan, perekonomian dll. Tidak perlu khawatir tidak bisa mengikuti era digital, karena tentu nanti kita akan menyesuaikan. Digitalisasi sangat penting untuk efisiensi, akuntabel dan transparan. Saya harap inovasi digital ini dapat menjadi fasilitas terlaksanannya transaksi non tunai,” terang bupati. *hms/adv

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Remaja sebagai penduduk usia produktif memiliki peran penting sebagai aktor pembangunan. Sifat remaja yang menggebu-gebu dan penuh semangat, harus diiringi dengan karakter yang pekerja keras, jujur, kolaboratif, solutif, memiliki jiwa kepemimpinan dan menguasai keterampilan yang seiring dengan perkembangan teknologi masa kini.
   Tadi malam (26/8), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menobatkan Muhamad Fawa'id dan Vony Puspitasari sebagai Duta Genre 2021. Bertempat di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Wali Kota @ningita_ berpesan agar emerging skills yang dimiliki oleh penduduk usia produktif harus mampu mengisi emerging jobs dan inovatif dalam membangun the emerging business.
   Pemilihan dan penganugerahan Duta Genre di Kota Mojokerto merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada remaja-remaja Kota Mojokerto yang telah secara sukarela menjalankan perannya sebagai pendidik dan konselor bagi sebayanya. Duta Genre adalah brand ambassador program Generasi Berencana (Genre) bagi remaja-remaja lainnya, dengan berbagi pengalaman dan praktek terbaik untuk memberikan inspirasi, membangun semangat, terus berkreasi dan berinovasi dalam memberikan motivasi bagi teman-teman sebayanya, di lingkungan sekolah, rumah, dan pergaulan masing-masing.
   Turut hadir dalam acara penobatan ini, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hariyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Amin Wachid, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Choirul Anwar dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, yang diwakili oleh Kabid Pariwisata Sutilah. *ds

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto menggelar Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Hasil Tembakau GEMPUR ROKOK ILEGAL bagi awak media dan influencer. Ada dua narasumber dalam sosialisasi tersebut yakni dari Kantor Bea Cukai Sidoarjo dan Indonesia Indikator. Sosialisasi yang diadakan di Sabha Kridatama Rumah Rakyat Pemkot Mojokerto, di buka langsung Oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Moch. Imron,S.Sos,MM., Kamis (19/8).
   Pentingnya acara ini didasari oleh maraknya peredaran Rokok ilegal sehingga untuk mengurangi jumlah peredaran rokok ilegal terutama di wilayah Kantor Bea Cukai Sidoarjo meliputi Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya. Bea Cukai mengambil langkah dengan melaksanakan sosialisasi bersama Media dan influencer melalui pemberitaan di media masing-masing dan media social. Tujuan diadakannya sosialisasi ini juga tidak lain agar masyarakat lebih sadar untuk mematuhi ketentuan di bidang cukai serta mengetahui ciri Rokok Ilegal.
   Cukai merupakan pungutan pajak dari negara untuk rokok dan minuman beralkohol. Fungsi dari cukai yaitu sebagai bentuk pengawasan produk rokok serta minuman yang beralkohol terkait kadar racun nikotin dan alcohol pada produk dan sebagai pemasukan bagi pendapatan Negara,’’ jelas Satrio Herlambang Pelaksana Pemeriksa Kantor Bea Cukai Sidoarjo,
   Rokok ilegal mempunyai 5 ciri yaitu rokok yang pada kemasannya tanpa dilekati pita cukai, pita palsu, pita cukai bekas, pita cukai yang bukan haknya, pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongannya. Secara kasat mata pita cukai asli mempunyai serat cacing. Jika dilepas pitanya lalu terawangkan di sinar matahari maka kelihatan serat cacingnya atau cara mudahnya ya bawa rokok kretek dan rokok mesin, lalu kita bandingkan pita cukainya dengan rokok yang diduga ilegal. Jika masih ragu, pita cukainya dilepas lalu diterawangkan di sinar matahari, maka akan terlihat ada serat cacingnya atau tidak,” Jelas Satria.
   Di depan pabrik tidak ada papan nama dan parkir motor atau mobil karyawannya jauh dari pabrik merupakan salah satu cirri pabrik rokok tanpa izin. Penjual rokok ilegal dapat dikenakan sanksi pidana dan administrasi sesuai dengan Undang-undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.
   Satrio mengatakan’’,jika menemui adanya penjualan maupun produksi rokok ilegal Kita buka laporan pengaduan rokok ilegal di nomor telpon 081372272205 melalui Bagian Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Sidoarjo. *ds


Pemerintah Kota Mojokerto menyelenggarakan "Mojokerto Berdzikir dan Bersholawat" yang akan di pandu oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M. A. Dalam rangka memohon kepada Alloh SWT untuk segera mengangkat pandemi Covid-19 serta membangun moral spiritual menghadapi masa PPKM Darurat.

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemberian Bansos merupakan salah satu cara untuk meringankan beban masyarakat ditengah penarapan PPKM Level 4 ini. Karena itu Ning Ita Walikota Mojokerto ingin memastikan secara langsung ketersediaan stock beras yang ada di Gudang Bulog di Jalan By Pass Kota Mojokerto dan Jalan RA Basuni Kabupaten Mojokerto, Rabu (28/7).

   Selain untuk memastikan ketersediaan beras agar tidak menghambat proses pendistribusian kepada masyarakat Ning Ita juga memastikan bahwa beras yang akan didistribusikan untuk warga Kota Mojokerto ini benar-benar beras yang layak dan berkualitas,’’Jelas Ning Ita.

   Saat peninjauan di Gudang Bulog By Pass Kota Mojokerto, Ning Ita bersama dengan Kepala Dinsos, P3A Choirul Anwar, Kepala Diskominfo Gaguk Tri Prasetya serta Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto mendapati beras dengan kualitas kurang layak untuk didistribusikan kepada masyarakat karena berkutu. Untuk itu Ning Ita meminta agar beras tersebut tidak didistribusikan untuk Warga Kota Mojokerto dan harus diganti dengan yang lebih layak lagi, karena masyarakat berhak menerima bahan pangan yang memang berkualitas dan layak untuk kondisi seperti ini.

   Hingga saat ini Bantuan yang telah di gelontorkan Pemerintah Kota Mojokerto antara lain : BPNT APBN, BPNT APBD, PKH, BST, Bansos Covud Pemkot, Bansos PPKM Pemkot, Bansos CSR untuk PKL, Bansos Baznas untuk PKL dan UKM. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Salah satu kebiasan yang dilakukan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari adalah terjun secara langsung untuk menyapa warganya. Sebagaimana yang dilakukannya pada Kamis (22/7) pagi ini di sekitar Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad, Jl. Pendidikan Pulowetan RT.4 RW.1 Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.

   Kesempatan ini tentu dimanfaatkan oleh Ning Ita untuk mengedukasi secara langsung warga masyarakat tentang protokol kesehatan terutama mengingatkan mereka untuk terus tertib bermasker ketika beraktivitas di luar rumah. Ning Ita juga menjelaskan kepada warga akan pentingnya memanfaatkan sinar matahari untuk berjemur diantara jam 9 sampai jam 10, minimal selama 10 menit dengan menekan titik timus untuk meningkatkan imunitas tubuh.

   Dalam anev bersama Wapres RI dan Gubernur Jawa Timur Rabu kemarin, Kota Mojokerto mendapat apresiasi atas ketaatan masyarakat dalam memakai masker dan menajaga jarak, serta capaian vaksinasi teritinggi di Jawa Timur. Terkait hal ini Ning Ita juga ingin memberi apresiasi kepada warga dengan memberi reward khususnya kepada anak-anak yang belajar dibawah asuhan Gus Mail di Ponpes Tarbiyatul Aulad dan sekitarnya. Ning Ita menambahkan bahwa pemberian reward ini adalah salah satu cara untuk menstimulus agar tertib, rajin bermasker dan taat untuk menjalankan protokol kesehatan. Dan dengan cara sederhana seperti ini akan menjadi media komunikasi yang efektif untuk mengajak masyarakat lebih taat dan tertib lagi kedepannya terhadap protokol kesehatan.

   Pagi ini Ning Ita juga menyampaikan kebijakannya terkait pemadaman PJU yang mulai hari ini akan dilakukan sejak jam 20.00 WIB. Dengan demikian para PKL memiliki waktu sedikit lebih panjang untuk berdagang. Kendati demikian Ning Ita mengingatkan agar tetap taat protokol kesehatan, sehingga jumlah yang terpapar, keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit dan angka kematian semakin menurun serta angka kesembuhan semakin meningkat. Sehingga Kota Mojokerto tidak lagi harus melaksanakan PPKM Level 4. *hms/ds

                                         

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memperingati Hari Anak Nasional sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana, di tengah kondisi pandemi covid-19 yang sudah dua tahun terakhir ini belum usai, ia dengan didampingi Bunda Paud Nur Chasanah memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada anak-anak penerus bangsa agar selalu mentaati protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker saat bermain di luar rumah.

   Usai mengikuti puncak peringatan HAN 2021 secara daring dari Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto bersama Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wali Kota Ning Ita menghampiri anak-anak yang mengikuti acara untuk bercengkerama. Tak lupa, ia juga memberikan hadiah berupa seperangkat alat sekolah agar tetap bersemangat walaupun pembelajaran secara virtual.

   Tidak hanya perlengkapan sekolah bagi peserta daring, Wali Kota Ning Ita juga membagikan masker kepada anak-anak di Kota Mojokerto. Yang hari ini beruntung bertemu dengannya adalah anak-anak dari Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji. Kecamatan Kranggan. Pembagian masker ini, merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kota Mojokerto dalam menekan angka kenaikan kasus untuk anak-anak. Terlebih, anak-anak yang berusia dibawah 12, belum mendapatkan vaksinasi.

   Dan puncaknya, Walikota memberikan kado istimewa bagi anak-anak Kota Mojokerto yang hari ini berulang tahun bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional. Ada tiga anak yang beruntung ditemui olehnya. Mereka adalah :

1. Arfiansyah Ramadani Putra Hastian Al Mahbub (8thn) warga Jalan HOS. Cokroaminoto, Kelurahan Jagalan.

2. Nayla Zaskia Rahadi & Najwa Zahira Rahadi (10thn) warga Jalan Raya Kelud, Kelurahan Wates.

   Mari kita bersama-sama berdoa, agar bangsa ini kembali pulih dan sehat dari segala macam penyakit. Agar anak-anak generasi penerus dapat terlindungi. Anak Terlindungi Indonesia Maju. *hms/ds

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, resmi melaunching Call Center Tim Reaksi Cepat (TRC) Covid-19 di nomor 08975556888 dan 081231280707. Melalui dua saluran siaga/hotline tersebut, warga Kabupaten Mojokerto dapat melaporkan secara cepat berbagai keluhan kesehatan, pelayanan faskes, dan berbagai permasalahan terkait pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi. Terdapat empat seksi yang dibentuk dengan jobdesk masing-masing.

   Yakni Seksi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang menangani  ibu hamil dengan covid, ibu melahirkan dengan covid, limbah, serta isolasi desa. Selanjutnya Seksi P2P menangani ketersediaan vaksin dan tracing, Seksi SDK menangani logistik (APD, Reagen dll), Rapid Antigen dan Rapid Antibodi. Serta, Seksi Yankes yang menangani urusan rujukan pasien, pemakaman/pemulasaraan jenazah, ketersediaan oksigen hingga ketersediaan tempat tidur/BOR RS.

   Sujatmiko Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dalam laporan acara, menjelaskan fungsi TRC sebagai tempat komunikasi antar lini depan nakes, dan ring dinas kesehatan dalam menerima aduan masyarakat.

   “Situasi angka sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto makin meningkat. TRC ini kita harapkan dapat menjadi sarana penanganan Covid-19, karena nantinya berbagai laporan akan kita terima lebih cepat dari masyarakat,” ucap Sujatmiko dalam acara launching, Kamis (22/7) pagi.

   Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, juga berharap agar call center TRC ini bisa memberi pelayanan prima pada masyarakat, secara cepat dan tepat.

   “Pandemi ini tidak bisa ditangani satu pihak saja. Semua harus bersatu dan tanggap, termasuk peran aktif masyarakat. Aduan yang dilaporkan di call center TRC ini, akan langsung ditindaklanjuti. Sehingga, otomatis penanganan akan lebih tepat dan laju sebaran virus bisa segera kita potong lebih cepat. Ini adalah komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat,” tegas bupati. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir, tidak menyurutkan bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk berbagi kepada sesama. Hari ini, sebagai Penasehat Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari menyerahkan 46 hewan kurban untuk disembelihkan melalui UPT Rumah Potong Hewan (RPH), Rabu 21 Juli 2021.

   Penyerahan hewan kurban yang dikemas dalam Upacara Penyerahan Hewan Qurban Korpri Kota Mojokerto ini, dibuka langsung oleh Wali Kota @ningita_ dengan didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan, Wakil Ketua I DPRD Sonny Basoeki Rahardjo, PJ Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Abdul Rachman Tuwo, Danramil Magersari dan seluruh kepala OPD.

   Pada kesempatan ini Wali Kota @ningita_ mengatakan hewan-hewan kurban yang hari ini diserahkan merupkan hasil iuran bersama seluruh anggota Korpri Kota Mojokerto. Di antaranya 27 ekor kambing dan 8 ekor sapi dari Korpri Kota Mojokerto, serta 3 ekor sapi dari Wali Kota Ning Ita, Wakil Wali Kota Cak @a_rizal_z dan Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan. Selain itu, wali kota Ning Ita juga kurban 12 kambing yang diserahkan pada pondok-pondok pesantren.

   Melalui tema 'Dengan Semangat Idul Qurban 1442 H/2021 M, KORPRI Kota Mojokerto Siap Berbagi di Masa Pandemi' diharapkan melalui momentum ini, dapat mewujudkan kebersamaan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religi atas dasar kasih sayang dan toleransi antar umat beragama. Dengan semangat Idul Kurban, Korpri Kota Mojokerto siap meningkatkan produktifitas perekonomian masyarakat pada masa pandemi.

   Selain itu, Wali Kota Ning Ita juga meminta kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan penyembelihan hewan kurban melalui rumah potong hewan. Hal ini, tidak lepas dari peraturan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pemotongan hewan kurban dilakukan selama tiga hari serta pelaksanaan penyembelihan hewan kurban diutamakan dilakukan melalui Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R). *hms/ds

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Berdasarkan data yang masuk pada aplikasi Gayatri per 12 Juli 2021 terdapat sebanyak 150 rumah warga yang tengah melakukan isolasi mandiri. Dan dari 150 rumah tersebut terdapat  46 anak-anak.  Inilah yang disampaikan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari usai mengunjungi warga yang tengah melakukan isolasai mandiri di Kelurahan Wates, Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Gunung Gedangan pada Senin (12/7).    

   Selama pandemi ini sudah berkali-kali Wali kota perempuan pertama ini mengunjungi pasien yang terpapar covid-19. Ia menyampaikan kunjungannya selain untuk menyapa warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri juga untuk melihat dan memastikan kondisi masyarakat yang isoman sudah taat protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan apakah supply kebutuhan vitamin obat-obatan bagi yang ada gejala, probiotik minyak kayu putih dan sembako serta suplemen makanan dari pemkot sudah terdistribusi. 

   Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini juga memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yang menjalankan isolasi mandiri. Ia menjelaskan bahwa dari 46 anak yang isolasi mandiri 26 diantaranya masih berusia dibawah 10. “Anak-anak ini kategori mudah recovery dibanding orang dewasa namun yang  perlu diwaspadai adalah ketika mereka sulit untuk makan, nafsu makannya hilang. Ini orang tua perlu mengantisipasi, jangan sampai nafsu makan turun, tidak doyan makan sehingga menurunkan imunitas mereka ini yang perlu diwaspadai.”tutur Ning Ita. 

   “Dan alhamdulillah mereka yang isolasi mandiri baik lansia maupun anak-anak semuanya sudah pulih dan mereka ada yang sudah lepas pantau 10 hari atau 12 hari sehingga bisa segera berinteraksi dengan masyarakat.”jelasnya.  Kepada anak-anak ini, Ning Ita berpesan agar tidak patah semangat terutama dalam hal belajar agar bisa mencapai cita-cita meskipun harus belajar secara daring. 

   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan surat ucapan terima kasih untuk warga Kota Mojokerto yang dibacakan oleh Raymond. Salah satu anak yang tengah menjalankan isolasi bersama keluarganya di Kelurahan Wates. Dalam surat yang dibacakan oleh Raymond tersebut  Ning Ita menyampaikan terima kasihnya kepada warga masyarakat  yang menjadi garda terdepan bagi pemerintah dalam menangulangi pandemic covid 19 serta masyarakat yang sudah taat terhadap prokes dan mematuhi peraturan pemerintah terkait PPKM Darurat ini. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari semakin sering berinteraksi dengan cara berkunjung ke rumah warga di sejumlah kawasan. Selain untuk mengetahui kondisi warga yang pernah mendapat bantuan lewat kanal ‘Curhat Ning Ita’, kunjungan ke rumah warga sengaja dilakukan untuk mengetahui secara langsung sejumlah permasalahan di lapangan sekaligus mendengar aspirasi maupun keluhan warga. Seperti yang dilakukan Ning Ita, sapaan karib wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto pada Jum’at pagi (9/7). 

   Ning Ita mendatangi rumah pasangan Lukman Hakim (53) dan Khiptiyaningsih (51) di Kelurahan Surodinawan, tepatnya di lokasi Kedung Mulang area sekitar perumnas Surodinawan Estate, untuk memberikan bantuan modal usaha berupa uang dan perlengkapan berjualan gorengan. 

   Ning Ita mengatakan apa yang dilakukannya adalah bagian dari serap aspirasi sekaligus memantau kondisi secara langsung warganya. "Terutama warga yang masuk kategori SOS dan perlu bantuan dari Pemerintah Kota Mojokerto, baik bantuan kesehatan atau bantuan sosial," jelasnya. Ning Ita menyebut, ada sinergi program antara Pemkot Mojokerto dengan  Baznas. Yakni mana-mana yang bisa disuplai dari program Pemkot Mojokerto maka akan disuplai. "Dan warga yang membutuhkan bantuan tapi belum tercover dari anggaran Pemkot maka akan kita kerjasamakan dgn Baznas sehingga mereka bisa mendapat bantuan juga," tegasnya. 

   Selama ini Pemerintah Kota Mojokerto dan Baznas selalu bersinergi untuk memberi bantuan ke warga yang kurang beruntung dan warga yang terdampak akibat pandemi covid-19. "Ini adalah upaya kita untuk terus memberi yang terbaik bagi masyarakat Kota Mojokerto. Karena saat pandemi covid-19, banyak warga yang terdampak dan membutuhkan uluran tangan dari kita. Pemerintah Kota Mojokerto akan terus membuka diri terhadap siapapun yang ingin ikut terlibat memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan," pungkasnya. 

   Perlu diketahui, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui beberapa layanan publik yang disediakan oleh Pemerintah. Masyarakat bisa membuka website https://curhatningita.lapor.go.id. Setelah itu, pengguna dapat login dan melaporkan secara lengkap uraian pengaduan. Mulai dari nama lokasi, waktu, bentuk kejadian serta melampirkan bukti berupa foto. Hal yang sama bisa juga dengan membuka website www.lapor.go.id

   Selain website, juga disediakan media sosial facebook dengan masuk di akun facebook : curhatningita, Instagram : @curhatningita, twitter : @curhatningita. Atau melalui SMS 1708 dan Whatsapps pengaduan dengan nomor khusus 0811 3555 905. Serta masyarakat juga bisa datang langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, di Gedung Gajahmada, jalan Gajahmada Nomor 100 Kota Mojokerto. *adv

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam dua minggu terakhir jumlah warga Kota Mojokerto yang terpapar covid semakin meningkat, Peningkatan ini terjadi mulai dari kluster Sidomulyo, Sekarputih dan Pekayon. Pemerintah Kota Mojokerto akan menambah tempat isolasi untuk merawat pasien. Langkah ini di ambil Ning Ita karena melihat penuhnya Rumah Sakit Rujukan di Kota Mojokerto. Adapun dua Rumah sakit Rujukan tersebut yang diutamakan untuk pasien bergejala berat yaitu RSUD total TT isolalasi 105,  TT ICU 7 Dan RS Gatoel TT isolalasi 67, TT ICU 12. Serta 4 Rumah Sakit non rujukan dengan kapasitas 71 TT isolasi dan 1 TT ICU.

   Tempat Tidur (TT) di seluruh Rumah Sakit Kota Mojokerto per 29 Juni 2021 sudah terisi 86,6% untuk TT isolasi dan  95% untuk TT ICU. Dengan 40% pasien warga Kota Mojokerto dan selebihnya pasien dari luar Kota Mojokerto,’’jelas Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto (30/6)

   Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan rumah karantina di rusunawa untuk pasien covid bergejala sedang dengan total kapasitas 67 TT akan tetapi sudah terisi penuh dan akan menambah rumah karantina baru di balai diklat Kota Mojokerto dengan kapasitas 25 TT,’’imbuh Ning Ita.

   Melihat kondisi saat ini satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan beberapa rapat koordinasi analisa dan evaluasi. Hasil dari rakor analisa dan evaluasi yang diperoleh yaitu terjadi penularan yang lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru covid-19. Untuk itu satu-satunya upaya pencegahan yang paling ampuh adalah displin dalam Protokol Kesehatan dan menerapkan 5M karena itu walikota mengingatkan untuk terus Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizier, Menghindari kerumunan dan Membatasi bepergian atau mobilisasi

   Ning Ita menghimbau Kepada masyarakat yang sakit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi lebih parah Karna Vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan covid akan tetapi untuk menurunkan resiko keparahan akibat terinfeksi covid. Ning Ita berharap supaya mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan covid di masing-masing lingkungan

   Satgas telah menerbitkan SE tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan SE ini berlaku mulai 23 Juni 2021- 5 Juli 2021. Untuk mengetahui Kondisi terkini terkait penyebaran Covid-19 di wliayah Kota Mojokerto bisa diakses melalui  website covid19.mojokertokota.go.id yang menyampaikan informasi terupdate zonasi pada tiap RT sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021. 

   Ekonomi harus tetap bergerak. Kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD pengampu secara masiv agar tidak sampai skor kita masuk di zona merah,’’jelas Ning Ita.

   Agar nantinya pemerintah tidak melarang kegiatan dalam rangka perputaran ekonomi, di sisi yang lain semua pihak harus taat protokol kesehatan. Peninjauan terus kami lakukan agar masyarakat taat protokol kesehatan setiap kali berkegiatan. Saling menjaga, saling mengingatkan dan saling melindungi,’’harap Ning Ita. *adv


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memperluas cakupan perlindungan sosial bagi warganya melalui berbagai kebijakan. Setelah tahun 2020 lalu memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada 872 Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), tahun ini jaminan serupa juga diberikan kepada 1.876 tenaga keagamaan yang ada di Kota Mojokerto. Diantaranya, guru TPQ sebanyak 778 orang, muadzin dan tenaga kebersihan masjid sebanyak 93 orang, takmir mushola sebanyak 284 orang, pemandi jenazah sebanyak 254 orang, penjaga makam sebanyak 65 orang, guru sekolah minggu sebanyak 120 orang dan koster 26 orang.

   “Total lebih dari 2600 an yang kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun pada mereka yang telah mencurahkan energi, pikiran dan waktunya secara sukarela membantu Pemerintah Kota Mojokerto.Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada mereka, kami bentuk dalam sebuah regulasi yang mulai diterapkan tahun 2020 lalu,” kata Wali Kota Mojokerto, Selasa (23/6).

   Regulasi tersebut dalam bentuk bantuan iuran daerah, yakni iuran kepesertaan Jaminan Sosial yang didaftarkan dan dibayarkan oleh Pemkot Mojokerto yang termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

   Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan selama ini, Pemerintah Mojokerto masuk nominasi 10 besar pada Paritrana Award 2020. Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Provinsi Jawa Timur pada penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan Paritrana Award 2019 yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan.  

   Ning Ita, sapaan karib Wali Kota Ika Puspitasari berharap, jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan dimanfaatkan bagi peserta yang memiliki putra putri masih sedang dalam pendidikan. 

   “Itu fokusnya diutamakan untuk biaya keberlanjutan pendidikan putra putrinya. Jangan sampai dengan meninggalnya si pencari nafkah ini, pendidikan putra putrinya terputus di tengah jalan. Karena kami ingin sumber daya manusia Kota Mojokerto ke depan memiliki peningkatan kualitas dan angka lamanya sekolah meningkat,” cetusnya. 

   Menurut Ning Ita, ketua RT dan ketua RW serta tenaga keagamaan merupakan ujung tombak yang selama ini bekerja secara sukarela untuk pemerintah Kota Mojokerto. Mereka memiliki fungsi informatif dan edukatif di lingkungannya. 

   “Mereka sebagai figure juga berperan mensukseskan program-program Pemkot. Dengan kepemimpinannya, mereka menunjukkan keteladannya dalam kegiatan sehari-hari dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mereka merupakan tonggak di akar rumput karena telah membantu mensosialisasikan program Pemkot,” tukasnya. *adv

 

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget