Articles by "Mojokerto"

 Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, menerima kunjungan anggota Komisi A dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, dalam rangka pengecekan kesiapan di setiap daerah untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Kamis (25/3/2020).
   Peninjauan posko Covid-19 yang berpusat di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah. Pada kesempatan ini, Ning Ita dan Cak Rizal, sapaan akrab wali kota dan wakil wali kota, menjelaskan kesiapan dan upaya pemerintah daerah selama ini dalam pencegahan penyebaran virus Corona.
   Mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, yang dibagi menjadi tujuh kategori. Mendirikan pudat komando (Posko) Covid-19, penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area publik dan jalan protokol, meliburkan sementara waktu kegiatan belajar mengajar, menutup tempat hiburan/kafe dan menghentikan semua kegiatan yang bersifat mengundang massa. Serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara door to door.
   "Semua upaya ini, merupakan bagian dari pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Setiap hari, secara bertahap kami lakukan penyemprotan disinfektan di jalan dan area publik. Dan kami, berharap kepada semua masyarakat agar turut bekerjasama untuk penyemprotan secara mandiri," jelasnya.
   Selama ini, lanjut Ning Ita, berbagai upaya pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan. Penerapan ini, tidak hanya diberlakukan untuk lingkungan instansi pemerintah saja. Tetapi diseluruh sektor hingga elemen masyarakat telah menerapkan protokol kesehatan.
   Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah mengatakan kunjungan anggota Komis A kali ini Kota Mojokerto tidak lain untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menangani dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Salah satunya mengecek kesiapan Posko Covid-19 yang berpusat di Kantor Pemkot Mojokerto.
   "Kami ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan di posko utama ini. Apakah ada kelengkapan yang kurang, bagaimana respon saat menemukan kasus baru. Kami lihat, semua yang diterapkan oleh Pemkot Mojokerto telah sesuai dengan Protokol Kesehatan dalam penanganan pencegahan Covid-19. Mulai dari cuci tangan dengan sabun, penggunaan masker dan Hand sanitizer, sampai penyemprotan cairan disinfektan," jelasnya.
   Perlu diketahui, berbagai upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam pencegahan penyebaran virus Corona selama ini, terus dilakukan. Mulai dari penyemprotan disinfektan di pasar tradisional, tempat ibadah, jalan protokol, area publik, serta himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan belanja berlebihan. Dan yang terakhir, sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat secara door to door bersama kader motivator. *ADV

suaraharianpagi.com
   Pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto dengan penyemprotan cairan disinfektan. Tak terkecuali di area - area publik, jalan protokol dan tempat ibadah. Dan hari ini (25/3) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memimpin secara langsung penyemprotan disinfektan di tempat - tempat ibadah sekaligus memberikan edukasi serta himbauan kepada masyarakat di pasar tradisional.
   Dengan didampingi suami, Supriyadi Karimah Saiful, Kepala Disperindag Ruby Hartoyo, Kepala Satpol PP Heryana Dodik Murtono, Kepala DLH Ikromul Yasak, Kabag Humas dan Protokol Hatta Amrullah, Plt Bagian Perekonomian Sekdakot Ani Wijaya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan dr Farida Mariana, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Ganesh Pressiatantra dan OPD, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, tak henti - hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat. 
   Selain penyemprotan di Klenteng Hok Sian Kiong, Ning Ita tak lupa memberikan himbauan kepada para pengurus untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Untuk itu, selain penyemprotan yang dimotori oleh pemerintah daerah, ia berharap warga mampu melakukan penyemprotan secara mandiri di lingkungan masing - masing. "Kami terus lakukan penyemprotan secara bertahap di seluruh area publik. Dan kami mohon kerjasamanya kepada masyarakat agar melakukan penyemprotan secara mandiri," jelasnya.
   Usai penyemprotan di tempat ibadah, Ning Ita juga memberikan sosialisasi dan himbaun kepada para pedagang sekaligus pengunjung pasar tradisional, agar tidak panik dan tetap waspada. Kendati penyebaran virus Corona telah masuk ke Indonesia, Ning Ita berharap masyarakat tidak membeli barang - barang dengan jumlah yang berlebihan. "Saat ini, harga - harga kebutuhan pokok masih stabil ya. Mungkin, yang harganya melonjak tinggi cuma cabai saja. Selebihnya masih normal. Untuk itu, saya berpesan kepada masyarakat agar tidak panik dan belanja berlebihan," tegasnya.
   Tak berhenti di Pasar Tradisional Tanjung Anyar, Ning Ita juga meninjau beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Di antaranya Puskesmas Kedundung, Puskesmas Blooto dan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Di sini, Ning Ita melihat kondisi dan fasilitas penunjang sekaligus persiapan para tenaga medis dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19. "Kami mau membuat beberapa unit tempat screening untuk sterilisasi, selain cuci tangan dengan sabun dan penggunaan hand sanitizer. Semoga, ikhtiar kami semua ini dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto," tandasnya. *ADV

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, meresmikan Angkutan Pemandu Moda Kota Mojokerto - Bandara Juanda, di Halaman Graha Mojokerto Service City (GMSC) Sabtu (21/3/2020). Bus Bandara yang mulai beroperasi pada hari ini, merupakan bagian aksesibilitas layanan angkutan umum yang selaras dengan program Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.
   Ning Ita, sapaan akrab wali kota, dengan didampingi suami Supriyadi Karima Saiful, Kapolres Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Sonny Basoeki Rahardjo, General Manager (GM) Perum DAMRI Cabang Surabaya Totok Budi Susanto, Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim, Yoyok Kristyowahono, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Sekretaris Daerah Kota Harlistyati dan OPD, mencoba pertama kalinya trayek Bus Bandara Juanda.
   Angkutan umum yang baru pertama kalinya beroperasi di Kota Mojokerto dengan tujuan Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo tersebut, hanya dipatok harga sebesar Rp 55 ribu perorang. Biaya tersebut, jauh lebih murah dibandingkan jika menggunakan transportasi pribadi. Bus dengan kapasitas 16 orang ini, akan beroperasi mulai pukul 04.00 wib melalui Terminal Kertajaya menuju Jalan Jayanegara - Jalan Pahlawan dan berhenti di GMSC. Bus akan berhenti sekitar lima sampai 10 menit, kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Jalan Empunala dan masuk ke Tol Surabaya - Mojokerto. Pun sebaliknya dengan rute kepulangan.
   "Di tengah isu virus Corona, kita harus sepakat dan bersinergi, dimana kegiatan - kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, sebisa mungkin kita hindari. Tetapi, karena ini adalah salah satu program pemerintah daerah yang mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019, tidak mungkin diselenggarakan dengan telekonferensi. Untuk itu, kami tetap melaksanakan peresmian ini dengan prosedur protokol kesehatan yang berlaku, seperti cuci tangan, memakai hand sanitizer dan sosial distancing," tegas Ning Ita.
   Pengembangan moda angkutan umum Bus Bandara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, tidak lepas dari Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2019 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek serta Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 
   "Bidang transportasi memiliki posisi penting dan strategis dalam pembangunan nasional termasuk di Kota Mojokerto, sehingga perencanaan dan pengembangannya perlu dilakukan melalui penataan dalam suatu system yang terpadu. Dengan memanfaatkan bus bandara, maka dapat memberikan pelayanan angkutan umum yang lebih mudah, cepat, murah, aman, nyaman serta efektif dan efisien. Sekaligus sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pengembangan pariwisata di Kota Mojokerto," harap wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini. *ADV


 Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto, tengah gencar melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di area publik dan jalan protokol sekaligus mensosialisasikan protokol kesehatan/standar operasional prosedur dalam mencegah virus Corona. Sedikitnya sepuluh tangki kendaraan berkeliling melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan diberbagai sudut Kota Mojokerto, sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid - 19. 
   Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Mojokerto terkait penutupan area publik yang tertuang pada nomor 443.33/2857/417.302/2020, Pemerintah Kota Mojokerto mulai melakukan penyemprotan diberbagai sudut kota sekaligus menerapkan SOP kesehatan pencegahan Covid-19. "Saat ini, pasar modern, swalayan, mall dan perkantoran sudah menerapkan SOP kesehatan atau protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
   Untuk pasar modern atau swalayan, pengunjung yang datang diharuskan mencuci tangan dengan sabun, kemudian suhu tubuh akan diperiksa menggunakan Digital Temperature Thermometer Gun. Jika hasilnya normal, selanjutnya pengunjung dipersilakan masuk usai memakai hand sanitizer yang disediakan oleh petugas. Pun sebaliknya ketika pengunjung keluar meninggalkan pasar modern atau mall. Hal serupa juga diterapkan di seluruh jajaran kantor organisasi perangkat daerah (OPD).
   "Sejak hari Jumat (20/3) kemarin, semua ruangan di kantor OPD, sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Termasuk juga di GMSC (Graha Mojokerto Service City) yang merupakan pusat pelayanan warga Kota Mojokerto. Penerapan SOP tersebut merupakan upaya kami dalam mencegah penyebaran Covid-19. Untuk itu  kami mohon kerjasama dan bantuan dari masyarakat untuk sama - sama menerapkan SOP kesehatan dalam mencegah Covid-19," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Selain penyemprotan di area perkantoran, Pemerintah Kota Mojokerto juga menyemprot seluruh jalan protokol dan area publik. Mulai dari Alun - alun Kota Mojokerto, Taman Hutan Kota, Taman Benteng Pancasila dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) lainnya. Tak hanya itu, penyemprotan di sepanjang jalan protokol dilakukan secara bertahap setiap harinya. "Kami kerahkan semua mobil dari DLH, PMK dan PU untuk berkeliling menyemprotkan cairan disinfektan di jalan dan area publik," imbuhnya. 
   Tak hanya penyemprotan, sosialisasi pencegahan penanganan Covid-19 juga dilakukan oleh tim Satuan Tugas (Satgas) yang dikomandani Sekretaris Daerah Kota Harlistyati. Setiap harinya, tujuh Satgas yang dibentuk sesuai kategori masing - masing, menyebar ke pelosok wilayah untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait Covid-19, agar warga tidak panik dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menanggulanginya. "Setiap hari, Satgas ini memberikan pemahaman kepada warga. Waspada boleh, asal jangan panic”, tegasnya. *Hms/Ds


suaraharianpagi.com
   Untuk ‘mempersempit’ ruang gerak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengintensifkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
   Imbauan ini direalisasikan dengan gerakan kerja bakti dan penyemprotan disinfektan di lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan Rabu (18/3) pagi. Instruksi tersebut diumumkan langsung oleh bupati sehari sebelumnya, saat menghadiri acara Bulan Panutan Pajak PBB-P2 di Desa Bicak Kecamatan Trowulan.
   “Corona bisa kita lawan bersama dengan penerapan PHBS. Salah satunya dengan kerja bakti dan penyemprotan cairan disinfektan, yang akan kita awali di lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai hari Rabu tanggal 18. Selanjutnya, gerakan tersebut harus dilakukan di kantor kecamatan, desa, sekolah dan tempat lainnya mulai hari Kamis-Minggu,” instruksi bupati.
   Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga sepakat untuk menjalankan lima protokol kesehatan terkait Covid-19. Yakni komunikasi, pengawasan perbatasan (berlaku bagi daerah tertentu), area pendidikan, dan tempat umum atau pelayanan publik.
   Di lingkup instansi pemerintahan yang memikul tupoksi pelayanan publik, Bupati Pungkasiadi juga menginstruksikan agar lingkup tersebut menyediakan sarana lengkap Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Beberapa event dan kegiatan bersifat menyedot massa, dianjurkan untuk ditunda namun dengan koordinasi.
   Untuk pengamanan lingkup pendidikan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah mengeluarkan imbauan “belajar di rumah” bagi murid sekolah per tanggal 17-29 Maret 2020. Namun, bupati meminta anak-anak untuk membatasi diri berkegiatan di luar jika tidak mendesak. Seperti jalan-jalan dan rekreasi ke tempat wisata. Guna mengantisipasi hal tersebut, beberapa wanawisata di Kabupaten Mojokerto juga telah ditutup sementara.
   “Bapak Ibu, tolong putra-putrinya dipantau di rumah, ditanyakan tugas-tugas yang diberikan guru. Karena sekarang bukan liburan sekolah, tapi belajar dirumah. Ini juga agar rantai penyebaran Covid-19 dapat terpotong. Jaga kebersihan, cuci tangan yang benar, nanti Dinkes akan bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk penyemprotan disinfektan,” tambah bupati.
   Sebagai tambahan informasi terkait kegiatan bulan panutan PBB-P2, bupati pada kesempatan tersebut terus mengingatkan kesadaran masyarakat agar tertib pajak.
   “Tadi saya tanyakan berapa total keseluruhan pajak yang harus dibayarkan masyarakat pada pemerintah daerah, yaitu sebesar Rp 247.000.000. Pajak yang panjenengan setorkan ke daerah itu nantinya akan dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat berbentuk ADD, DD, BK Desa senilai kurang lebih Rp 400-900 juta,” tandas bupati yang akrab disapa Abah Ipung. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan upaya pencegahan dan antisipasi ancaman virus corona. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah kantor layanan publik dan fasilitas umum oleh tim Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Rabu (18/3/2020).
   Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati, selaku Komandan Satgas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto meninjau langsung penyemprotan disinfektan yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Dengan didampingi, Koordinator Satgas diantaranya Satgas Perhubungan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, diikuti anggota Satgas bidang Perhubungan, diantaranya UP3LLAJ Dishub Provinsi Jatim, Kodim 0815, Polres Mojokerto Kota dan BNN Kota Mojokerto.
   Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menyampaikan, untuk mencegah penyebaran COVID-19, satgas perhubungan melakukan rencana aksi bidang perhubungan yaitu dengan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan pada kendaraan angkutan umum dan juga tempat umum seperti Terminal Kertajaya dan Stasiun Kereta Api Mojokerto.
   “Penyemprotan dilakukan dengan titik sasaran seluruh lantai, toilet, kursi ruang tunggu, handle pintu, pegangan tangga, pegangan pintu kendaraan angkutan umum, jok kendaraan, kemudi, bagian-bagian yang rawan menjadi media penyebaran virus, serta lingkungan sekitar Terminal dan Stasiun Kereta Api,” papar Gaguk.
   Lebih lanjut disampaikan Gaguk, selain penyemprotan, Satgas di Bidang Perhubungan, juga telah menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di terminal, dan menyediakan thermal gun untuk memeriksa suhu tubuh.
   Usai meninjau kegiatan di terminal, dilanjutkan sosialisasi covid-19 kepada para pengemudi angkutan umum, penumpang, dan para pedagang yang bertempat di Aula Terminal Kertajaya, dengan narasumber dr. Farida dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
   Dalam kesempatan ini, Sekdakot Harlistyati menghimbau agar warga kota jangan sampai terlalu panik menghadapi pandemic corona ini, sebab rasa panik juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga menyebabkan sakit. “ Sebaiknya senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun, jaga kesehatan (imun tubuh) agar kebal terhadap virus,” jelas Harlis.
   Sebagai bentuk pencegahan, lanjut Harlis, untuk sementara kita lakukan Sosial distancing yaitu menjauhi kerumunan, diupayakan jarak ada jarak minimal 1 meter dari tempat kerumunan, dan gunakan masker kalau sakit. 
   Sebagai upaya pemantapan tugas Satgas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto, Sekdakot melanjutkan dengan menggelar rapat terbatas sekaligus evaluasi bersama para Koordinator Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, di Ruang Nusantara. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, melakukan upaya nyata pencegahan virus Corona atau Covid 19 dengan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah area publik. Upaya ini, dilakukan usai dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Mojokerto tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Corona (Covid-19) Nomor 443.33/2346/417.302/2020.
   Ada sedikitnya empat lokasi yang menjadi sasaran sidak hari ini (17/3/2020). Seperti swalayan atau pasar modern dan apotek. Dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Christiana Indah Wahyu, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memberikan edukasi langsung kepada pengelola pasar modern, untuk lebih memperhatikan dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan pencegahan virus.
   "Ini merupakan tindakan pengawasan, yang sebelumnya kami telah mengeluarkan surat edaran wali kota terkait pencegahan dan penyebaran virus Corona, kepada seluruh badan usaha, instansi, kantor pelayanan publik sejak awal Maret lalu. Dan khusus hari ini, kami melakukan pemantauan di pusat pembelanjaan dan apotek," jelasnya.
   Dari pemantauan Ning Ita disejumlah pasar modern bersama Waka Polresta Mojokerto, Kompol Hanis Subiyono dan Kasatpol PP Heryana Dodik Murtono, intensitas pengunjung yang berbelanja masih melakukan aktifitas seperti biasa. Ini artinya, masyarakat masih kondusif dalam berbelanja serta tidak berlebihan dalam membeli bahan makanan pokok atau kebutuhan rumah tangga lainnya.
   "Alhamdulillah, tidak terjadi hal demikian (belanja berlebihan). Tapi kita himbau ketika ada pengunjung atau pelanggan yang arahnya akan membeli dalam jumlah besar harus diberi pemahaman bahwa ketersediaan bahan pangan masih cukup tersedia. Sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian diluar kewajaran atau sampai melakukan penimbunan," tegasnya.
   Kendati di sejumlah area publik, masih dijumpai kesalahan dalam penerapan protokol kesehatan, Ning Ita pun terus mengingatkan para petugas demi kebaikan bersama. "Dari hasil sidak ini tadi, kami masih menjumpai beberapa petugas yang masih kurang pemahamannya dalam penerapan SOP kesehatan. Yang harusnya pengunjung diberikan hand sanitizer saat datang dan keluar, tapi ini tadi hanya saat masuk saja," imbuhnya. *ADV

suaraharianpagi.com
   Event bergengsi Festival Mojotirto yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, resmi ditunda pelaksanaanya. Hal ini, disampaikan langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, usai konferensi pers, di kantor pemerintah daerah, Selasa (17/3/2020).
   "Penundaan Festival Mojotirto ini, untuk mencegah sekaligus menghindari penyebaran virus Corona atau Covid 19, yang saat ini telah masuk ke Indonesia. Untuk itu, hal - hal yang bersifat mengumpulkan massa atau orang akan ditunda terlebih dahulu dalam waktu yang belum ditentukan. Ini demi kebaikan kita semua," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Festival Mojotirto, merupakan agenda tahunan Kota Mojokerto, dalam memperingati Hari Air yang jatuh pada 22 Maret. Untuk itu, pemerintah daerah setiap tahunnya akan melarung tujuh sumber mata air dan penebaran benih ikan, sebagai wujud syukur atas limpahan air yang terus mengalir di Kota Mojokerto.
   Tak hanya itu, dalam rangkaian Festival Mojotirto berbagai pertunjukan akan ditampilkan secara serentak selama dua hari berturut - turut. Mulai dari tarian tradisional, dolanan tempo dulu, kuliner khas Majapahit, pasar rakyat hingga pertujukan wayang. Event tahunan ini pun, menyedot perhatian para wisatawan luar Kota Mojokerto.
   "Kita semua hanya bisa berikhtiar dalam mencegah Corona sesuai dengan protokol yang diterapkan. Jangan panik berlebihan, mari bersa ma - sama lawan Covid 19 ini dengan pola hidup sehat, menerapkan etika batuk dan flu yang baik, serta mencuci tangan dengan sabun. Jangan lupa mengonsumsi makanan bergizi yang dibarengi dengan olahraga," pesannya. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto mengambil langkah cepat dalam penanganan pencegahan virus Corona atau Covid 19 di wilayah daerah. Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2020, Wali Kota Ika Puspitasari membentuk Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Ruang Nusantara, Senin (16/3/2020) yang dihadiri oleh seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta jajaran samping.
   Penunjukan Ning Ita, sapaan akrab wali kota, kepada Sekretaris Daerah Harlistyati sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19, tidak lain untuk melindungi warga di Kota Mojokerto yang masih sehat agar tidak tertular virus Corona yang saat ini tengah hangat diperbincangkan. Dalam tugas ini, ada beberapa poin penting dalam percepatan penanganan virus Corona yang harus dipatuhi sesuai dengan protokol penangannya. Mulai dari protokol penanganan kesehatan, protokol area publik, protokol transportasi umum, protokol area pendidikan/institusi/sekolah, hingga protokol pintu masuk wilayah (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan).
   Secara teknis, penanganan penyakit berada di jajaran sektor kesehatan baik dari pemerintah maupun pihak dari Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D). Kemudian sektor lembaga usaha swasta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lembaga non pemerintah, dan perguruan tinggi. Sementara lembaga riset, akan terlibat secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan, percepatan deteksi dan respons. "Di sini, Wali Kota/Bupati dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Dandim, Kapolres, Kadinskes, Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentaheliks)," imbuhnya.
   Aksi nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, selama jni adalah sosialisasi upaya pencegahan dan penanganan di Polresta, Korem, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terintegrasi, talk show di radio, kampanye mencuci tangan ddengan sabun/hand sanitizer, kampanye Jatim Sehat, pemantauan kepada orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari. "Kami juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota untuk masyarakat dan Faskes, dalam rangka kewaspadaan. Serta rapat koordinasi dengan Faskes untuk penyiapan sarana prasarana pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan," jelasnya.
   Satgas yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Mojokerto, terbagi menjadi tujuh sasaran. Yang pertama Satgas Pendidikan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota, Satgas Perhubungan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota, Satgas Pariwisata yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota, Satgas Informasi Dan Komunikasi yang dikoorinatori oleh Asisten Administrasi Umum, Satgas Pemerintahan yang dikoordinatori oleh Asisten Pemerintahan, Satgas Kesehatan yang dikoordinatori oleh Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Hudodo dan Satgas Ekonomi yang dikoordinatori oleh Asisten Ekonomi dan Pengembangan.
   Adapun tugas dari Satgas adalah mempercepat penanganan sesuai dengan protokol. Misalnya saja dari Satgas di Bidang Perhubungan, dengan menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di setiap terminal dan stasiun sesuai dengan kewenangannya. Menyediakan pos pemeriksaan kesehatan yang menyediakan thermal gun dan masker untuk yang ditemukan gejala batuk, pilek dan demam. Sedangkan untuk Satgas di Bidang Pendidikan adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah peserta didik mesing-masing, dengan memberikan tugas yang akan dinilai pada saat masuk sekolah
   Ujian Nasional, yang tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan memperhatikan berbagai prosedur kesehatan yang ditentukan.
   "Kami juga menyediakan Call Center yang terintegrasi dengan nomor Dinas Kesehatan dan RSUD Wahidin Sudiro Husodo. Selain itu, melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat agar tidak panik, tapi tetap waspada. Dan
   menghimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah serta menghindari keramaian kecuali untuk kepentingan mendesak. Kami juga menyediakan posko yang terpusat di kantor Pemkot, selain nomor yang terintegrasi," tandas Ning Ita, usai Rapat Pembentukan Satgas. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Untuk mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata, tentunya diperlukan adanya kemudahan aksesibilitas pelayanan angkutan umum. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, meresmikan operasional Bus Bandara, di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk Nomor 50, pada Kamis (12/3/2020) siang.
   Pengembangan moda angkutan umum Bus Bandara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, tidak lepas dari Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2019 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek serta Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
   Dengan beroperasinya Tol Surabaya Mojokerto (Sumo), maka diperlukan upaya-upaya untuk menciptakan dampak positif atas hal tersebut. Antara lain dengan meningkatkan pelayanan angkutan umum yang lebih mudah, cepat, murah, aman dan nyaman serta efektif dan efisien. Sekaligus mendukung terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata, tentu diperlukan kemudahan aksesibilitas dalam pelayanan angkutan umum.
   "Bidang transportasi memiliki posisi penting dan strategis dalam pembangunan nasional termasuk di Kota Mojokerto, sehingga perencanaan dan pengembangannya perlu dilakukan melalui penataan dalam suatu system yang terpadu. Dengan memanfaatkan bus bandara, maka dapat memberikan pelayanan angkutan umum yang lebih mudah, cepat, murah, aman dan nyaman serta efektif dan efisien. Sekaligus sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pengembangan pariwisata di Kota Mojokerto," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Bus Bandara, akan beroperasi mulai pukul 03.00 wib. Dengan rencana tarif sebesar Rp 55 ribu. Adapun rute keberangkatan bus, dimulai dari Terminal Kertajaya - Jalan Jaya Negara - Jalan Pahlawan - Jalan Gajah Mada. Tepat di depan Gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC) bus akan transit kurang lebih selama dua minit. Setelah itu, bus akan melanjutkan perjalanan melewati Jalan Empunala - Jalan By Pass Mojokerto, kemudian masuk ke Tol Surabaya Mojokerto (Sumo) menuju Terminal 1 Bandara Juanda. Pun, sebaliknya dengan rute kepulangan.
   "Saat ini, bus bandara yang akan kami operasionalkan ada empat unit. Selama masa enam bulan kedepan, akan kami lakukan evaluasi. Jika hasil evaluasi menunjukkan tingginya animo masyarakat, maka akan ditambah dengan pelayanannya menggunakan armada Micro Bus (HiAce) yang berkapasitas tempat duduk 16 orang dengan jam pemberangkatan setiap setengah jam sekali. Bus Bandara, perdana beroperasi pada 21 Maret saat Festival Mojotirto," jelasnya.
   Ning Ita berharap, dengan adanya Bus Bandara mampu mengurangi volume pemakaian kendaraan pribadi di jalan dan meminimalisir kemacepatan. Sekaligus, mengurangi biaya perjalanan dari dan ke Bandaran Juanda Surabaya di Sidoarjo. Dengan perbandingan, jika membawa kendaraan pribadi maka biaya yang akan dihabiskan jauh lebih besar yakni Rp. 150 ribu. Dibandingkan dengan menggunakan Bus Bandara, yang hanya mematok biaya Rp 55 ribu saja. hms/ds

suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto kembali meluncurkan aplikasi online yang diberi nama Curhat Ning Ita, Kamis (12/3/2020) di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk. Melalui aplikasi ini, diharapkan warga Kota Mojokerto bisa lebih leluasa melaporkan segala sesuatu yang berkenaan dengan sistem dan pelayanan maupun aspirasi masyarakat di Bumi Majapahit ini.
   Aplikasi yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala OPD terkait tersebut, merupakan pengembangan inovasi di bidang teknologi informasi untuk melayani warga Kota Mojokerto supaya lebih sejahtera dan lebih baik lagi. Melalui aplikasi ini pula, ia memberikan kesempatan kepada kepala daerah untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat.
   "Jika masyarakat memiliki kritik dan saran terkait sistem pelayanan, bisa langsung menghubungi kami melalui aplikasi online Curhat Ning Ita. Aplikasi ini, juga terintegrasi ke semua OPD (organisasi perangkat daerah) yang membidangi, sehingga pengaduan yang masuk akan segera ditanggapi dengan cepat. Nantinya aplikasi ini akan dikelola dalam ruang Command Center yang terpadu ," jelas Ning Ita, saat melaunching aplikasi.
   Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gaguk Tri Prasetiyo, menambahkan, aplikasi Curhat Ning Ita dapat diunduh/download melalui smartphone dengan mengakses play store. Atau membuka website curhatningita.lapor.go.id. Setelah itu, pengguna dapat login dan melaporkan secara lengkap uraian pengaduan. Mulai dari nama lokasi, waktu, bentuk kejadian serta malampirkan bukti berupa foto.
   "Laporan pengaduan yang dikirim, akan diverifikasi maksimal dua hari. Nantinya, masyarakat tinggal meng-upload foto terkait laporan pengaduan. Contohnya ada lampu penerangan jalan umum (PJU) mati, jalan berlubang, pedestrian yang rusak, sampah diselokan dan berbagai macam pengaduan maupun aspirasi dari masyarakat dapat dituangkan melalui aplikasi Curhat Ning Ita, dan akan diteruskan kepada OPD yang membidangi," jelasnya.
   Dibawah kepemimpinan Ning Ita dan Cak Rizal, Kota Mojokerto terus berbenah. Hal ini sesuai dengan jargon mereka berdua, yakni Maju Melangkah Ayo Berbenah. Untuk itu, keduanya pun getol melakukan perubahan yang dapat mengangkat kesejahteraan warga Kota Mojokerto melalui perwajahan baru Kota Pariwisata. Berbagai potensi disegala sektor telah ditumbuhkan oleh Ning Ita dan Cak Rizal, salah satunya melalui kepariwisataan.
   Dan melalui aplikasi Curhat Ning Ita, diharapkan dapat mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan - Kawasan Bromo - Tengger - Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan. hms/ds

suaraharianpagi.com
   Untuk pertama kalinya, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) 2020, akan diselenggarakan di Kota Mojokerto. Hal ini, disambut baik oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitsari bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, saat bertemu dengan Ketua PODSI Jawa Timur sekaligus Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin, di Jembatan Rejoto, Pulorejo, Rabu (11/3/2020).
   Tahun ini, berbagai event bergengsi milik Pemerintah Kota Mojokerto akan diselenggarakan. Selain peringatan Hari Air yang dikemas dalam Festival Mojotirto, kota terkecil di Indonesia ini akan menjadi tuan rumah tempat pemusatan latihan daerah persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia 2020. Untuk itu, Ning Ita dan Cak Rizal, sapaan akrab wali kota dan wakil wali kota, meninjau lokasi acara bersama Ketua PODSI Jatim.
   Dalam peninjauan ini, turut hadir Sekretaris Umum Pengprov PODSI Jatim sekaligus Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal V Letkol Laut (T) Bagus Arianto, Penasehat PODSI Kota Mojokerto Supriyadi Karima Saiful, Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo, segenap pengurus PODSI Kota Mojokerto dan para kepala OPD. Peninjauan yang dilakukan oleh rombongan, meliputi pengecekan kondisi debit dan kedalaman air sungai, fasilitas penunjang seperti dermaga hingga Gedung Diklat sebagai tempat singgah para atlet selama latihan.
   "Seperti tahun sebelumnya, Hari Air di Kota Mojokerto dikemas dalam Festival Mojotirto. Dimana pada event ini, kami memberikan tampilan kesenian tradisional, budaya hingga kuliner. Mulai dari melarung tujuh sumber mata air, penebaran benih ikan, sebagai wujud syukur atas limpahan air yang sepanjang tahun tidak pernah berkurang. Dan pada 2020 ini, ada tambahan event baru. Kami dipercaya sebagai tuan rumah Pelatda PODSI. Ini pertama kalinya Kota Mojokerto menjadi tempat Pelatda PODSI," jelas Ning Ita.
   Sementara itu, Ketua PODSI Jatim Laksamana Pertama TNI Edwin menjelaskan, pemilihan Kota Mojokerto sebagai tempat pemusatan latihan daerah persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia 2020, tidak lain karena potensi sumber daya alam dan manusia di kota ini, sangat sempurna. Terlebih, kebersihan sungai di sepanjang Kali Ngotok, terjaga dengan baik. Potensi inilah, yang menjadi salah satu pertimbangan Kota Mojokerto menjadi tuan rumah Pelatda PODSI selanjutnya.
   "Alhamdulillah, Allah itu memberikan alam yang sangat baik di Mojokerto. Kami melihat aset ini, sebagai konteks kemanfaatan bagi olahraga perairan khususnya dayung. Untuk dayung, kami hanya membutuhkan dua setengah kilometer, tapi di sini tersedia lebih dari empat kilometer. Potensi ini, sangat bagus untuk latihan dayung. Dan mudah - mudahan ini bisa mengangkat animo generasi muda, untuk berprestasi. Tidak hanya ditingkat daerah tapi internasional, karena banyak atlet Jatim sudah berprestasi di internasional," tegasnya.
   Dibawah kepemimpinan Ning Ita dan Cak Rizal, Kota Mojokerto dikembangkan sebagai Kota Pariwisata. Dari waktu ke waktu, berbagai perubahan telah dilakukan. Setelah sukses meremajakan Wisata Pemandian Sekarsari dan Tower Tribuana Tungga Dewi sebagai ikon baru, tahun ini bantaran Sungai Ngotok akan dimanfaatkan sebagai destinasi Wisata Bahari Majapahit. Bersebelahan dengan Jembatan Rejoto, nantinya akan dibangun Taman Budaya yang lengkap dengan amfiteater, sekaligus wisata air. *ADV

suaraharianpagi.com
   Realisasi penerimaan PBB-P2 Buku I, II dan III Kecamatan Jetis tahun 2019, dilaporkan mencapai Rp 2,77 miliar dari target Rp 3,62 miliar atau 76,54%. Artinya, realisasi penerimaan Kecamatan Jetis masuk peringkat ke-5 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.
   Catatan ini dilaporkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, pada acara bulan panutan PBB-P2 di Pendapa Desa Bendung Kecamatan Jetis, Selasa (10/3) pagi lalu.
   “Pencapaiannya sudah cukup bagus. Kecamatan Jetis rangking 5 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto,” terang Bambang Eko Wahyudi. 
   Untuk Kecamatan Jetis sendiri saat ini, tercatat masih 512 dari 40.000 wajib pajak. Sedangkan Desa Bendung khususnya, masih 329. Menurut Bambang, angka ini masih kecil. Dirinya meminta agar perangkat Pemerintah Desa bisa mendorongnya.
   Plt Camat Jetis Tri Cahyo Haryanto, pada sambutannya juga mengungkapkan bahwa sampai akhir tanggal 10 Maret 2020, penerimaan pajak di wilayahnya masih 8% dari baku Rp 3,6 miliar.
   “Kami masih di posisi 5 dari 18 kecamatan. Insyaallah sesuai dengan target jatuh tempo, kami akan berusaha dengan semua kades dan pemungut pajak, agar lebih maksimal dalam perolehan pajak,” kata Tri.
   Untuk tahun 2020, realisasi penerimaan sampai dengan 9 Maret 2020 adalah Rp 276.987.626 dari target Rp 3,61 miliar atau 7,66%. Sedangkan untuk peneriman PBB-P2 buku I, II dan III Desa Bendung Kecamatan Jetis sampai dengan 9 Maret 2020 adalah sebesar Rp 46.566.034 dari target Rp 131.783.970 (35,34%).
   Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah diatur bahwa Pemerintah Desa mendapat bagian hasil pendapatan dari penerimaan pajak dan retribusi daerah.
   Ini menunjukkan bahwa disamping memberikan kontribusi terhadap APBD, pajak dan retribusi daerah pada dasarnya merupakan bagian dari potensi pendapatan sumber daya keuangan Pemerintah Desa. Makin besar realisasi penerimaan PBB-P2, makin besar pula bagian yang dapat diterima oleh Pemerintah Desa. Hal senada dijelaskan Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang hadir pada acara ini.
   “Peran PBB-P2 sangat penting sebagai pendukung potensi pendapatan. Saya harap Pemerintah Desa dan kecamatan dapat bersinergi dengan Bapenda dalam pelaksanaan dan pembinaan pemungutan PBB-P2. Hasil pajak akan kembali ke masyarakat. Yang diberikan ke masyarakat akan lebih besar, dari pajak yang disetorkan,” kata bupati.
   Pentingnya taat pajak, juga terus diimbau Bupati Pungkasiadi di kecamatan lain. Pada event yang sama di Balai desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong hari Rabu (11/3) pagi kemarin, bupati menegaskan bahwa hasil perolehan pajak akan dirasakan masyarakat dalam bentuk infrastruktur yang memadai seperti jalan.
   “Seperti yang selalu saya tekankan di kecamatan lain, pajak itu nantinya akan kembali ke panjenengan semua. Itu nanti berbentuk peningkatan infrastruktur guna mendukungkesejahteraan masyarakat,” ujar bupati.
   Kepala Bapenda pun menyampaikan saat ini khususnya di Kecamatan Dawarblandong, jumlah update data masuk untuk Desa Gunungsari sebanyak 347 obyek pajak dari jumlah obyek pajak yang ada sebanyak 2.644 atau (13,12%).
   Realisasi penerimaan PBB-P2 Buku I, II dan III Desa Gunungsari sampai dengan 10 Maret 2020, sudah tercapai sebesar Rp. 146.600.624 dan telah lunas desa. Selamat dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dawarblandong yang sudah melunasi PBB-P2 nya,” ucap Kepala Bapenda. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Sebagai daerah terkecil di Indonesia, Kota Mojokerto terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Dibawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, percepatan pembangunan tak henti - hentinya dimodernisasi oleh keduanya. Hal ini, tidak lepas dari program prioritas utama mereka dalam mensejahterakan masyarakatnya. Ada tiga program khusus yang saat ini tengah difokuskan dalam mendukung Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.
   Yang pertama, penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sebagai daerah yang memiliki topografi cekungan, Kota Mojokerto sering kali dilanda banjir dibeberapa titik ketika hujan deras. Tak heran, permasalahan banjir tersebut, memiliki perhatian khusus bagi wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. Sejak tahun pertama menjabat, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, terus berbenah dengan meninjau secara langsung kondisi di lapangan. Seperti, perbaikan sistem drainase secara terpadu (biopori, sumur resapan, busem).


   Tak hanya perbaikan sistem drainase, Pemerintah Kota juga melakukan normalisasi saluran primer sepanjang 24,248km, sekunder (91,158km), dan tersier (248,542km). Serta pengadaan sekaligus peningkatan sarana dan prasarana (pompa, rumah pompa dan pompa portable, excavator dan truk). Dan mengoptimalkan program kali bersih (Prokasih) di tingkat lingkungan, dengan harapan mampu mengurangi volume sampah. Sehingga potensi luberan air yang masuk ke pemukiman warga dapat ditanggulangi sejak dini.
   "Sebagai kota yang dikelilingi dengan berbagai aliran sungai, tentunya sampah - sampah tersebut tidak datang secara regional saja ya. Yang artinya, Kota Mojokerto ini kan berada di tengah - tengah sehingga sering kali mendapatkan kiriman sampah dari hulu ke hilir. Sedangkan untuk warga kota, kami telah memberikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuang sampah di sungai dan memanfaatkan TPA atau TPST sebagai tempat pembuangan sampah," jelas Ning Ita, saat Ngopi Bareng Ning Ita, Senin (24/2/2020).
   Di tahun - tahun sebelumnya, peristiwa banjir yang kerap melanda Kota Mojokerto hingga berhari - hari, belum dapat ditanggulangi secara maksimal. Hingga pergantian kepemimpinan baru di tahun 2019, Pemerintah Kota Mojokerto fokus dalam menanggulangi banjir dengan melakukan pengkajian drainase primer. Hasilnya, potensi - potensi banjir dapat ditangani secara tepat sasaran. Salah satunya, mengoptimalkan fungsi rumah pompa yang tersebar sebanyak 17 unit. Sedangkan di tahun 2020, akan ada pemasangan cctv untuk pemantauan debit air dan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.
   Selain program pengendalian banjir, program khusus kedua adalah menumbuhkan pusat - pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif. Dimana, mulai tahun 2019 Ning Ita gencar melakukan pemberdayaan masyarakat melalui ibu - ibu PKK dan karang taruna wanita dalam meningkatkan taraf perekonomian keluarga. Misalnya, memberikan pendampingan penuh kepada para IKM/UMKM agar produk - produk yang dihasilkan dari tangan - tangan pengrajin, mampu menembus pasar nasional dan internasional. "Hasil dari para pengrajin atau produsen ini nanti akan kami suguhkan di rumah rakyat dan outlet oleh - oleh milik Pemerintah Kota (Rest Area Gunung Gedangan)," imbuhnya.
   Sedangkan program khusus terakhir dalam mendukung percepatan pembangunan Kota Mojokerto adalah, mengembangkan potensi wisata dan kepariwisataan. Dimana, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan grand desain Wisata Bahari Majapahit, yang bakal menjadi jujukan baru bagi para wisatawan. Pengembangan kepariwisataan ini nantinya akan berada di wilayah timur Kota Mojokerto atau bersebelahan dengan Jambatan Rejoto. Di atas lahan seluas delapan hektar, Ning Ita telah menyiapkan pembangunan Taman Budaya yang dilengkapi dengan Ampy Teater.
   "Selain taman budaya, di dalam Wisata Bahari Majapahit sendiri, akan ada Monumen dan Taman Kaltaparu, Monumen Gajah Mada, Kapal Bahari, camping ground, wisata perahu lengkap dengan dermaganya dan selter - selter Majapahitan. Sedangkan untuk bantaran Kali Ngotok, kami bekerjasama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dalam pemanfaatannya. Seperti penanaman Pohon Tabebuya, Pohon Mojo dan mengembangkan agrowisata kota yang modern. Sedangkan tahun ini, pengerjaan Monumen Tri Buana Tungga Dewi dan Pemandian Sekarsari, masih dalam progress," terang Ning Ita.
   Melalui perwajahan baru Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, Ning Ita berharap nantinya mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di Bumi Majapahit. Terlebih, berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan - Kawasan Bromo - Tengger - Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan. *Ds/Hms


suaraharianpagi.com
   Membangun Kota Mojokerto menjadi daerah yang lebih maju, tentunya membutuhkan sinergitas dari berbagai elemen. Tak terkecuali dengan partai politik. Untuk itu, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar silaturahmi bersama pimpinan, pengurus dan kader Partai Golongan Karya (Golkar) di Kantor DPD Partai Golkar, Minggu (16/2/2020).
   Dengan didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Kota Harlistyati dan OPD, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memulai diskusi ringan dengan para kader muda dan pengurus partai. Dengan adanya diskusi politik tersebut, diharapkan mampu memperkokoh rasa kebersamaan. Sehingga diperoleh ide - ide serta gagasan yang kreatif demi membangun Kota Mojokerto menjadi lebih maju dan berdaya saing.
   "Sesuai dengan ketentuan pasal 25 UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Salah satu urusan pemerintahan umum yang dilaksanakan oleh kepala daerah di wilayah kerja masing - masing adalah pengembangan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila. Ini sejalan dengan tujuan umum partai politik dalam mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat," jelasnya.
   Kedepannya, diskusi dengan para pengurus sekaligus kader partai politik, akan digelar secara rutin dan bergantian. Hal ini demi mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat dalam suasana kehidupan berdemokrasi yang sehat, berintegritas dan beretika sesuai dengan nilai - nilai Pancasila. Tentunya, tidak lepas dengan program - program pemerintah yang mampu mensejahterakan masyarakat.
   "Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin dengan fraksi - fraksi partai politik lainnya. Tujuannya hanya satu, mempererat komunikasi dan sinergitas dalam membangun Kota Mojokerto. Mari satukan tekad maju melangkah ayo berbenah antara pemerintah dengan segenap anggota legislatif DPRD, tokoh partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, harus bergerak bersama dalam membangun Kota Mojokerto yang lebih baik dari segala aspek," tegasnya. *Ds/Hms


suaraharianpagi.com
   Untuk menjadikan generasi sehat berkualitas, diperlukan usaha bersama terkait pemenuhan gizi seimbang. Salah satu sasaran strategis adalah usaha mencegah stunting (kerdil), wasting (berat badan terlalu kurus), obesitas (kelebihan berat badan), kekurangan zat gizi mikro (gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil namun sangat penting) dan anemia (kurang darah). Hal ini dijelaskan Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada Peringatan Hari Gizi Nasional ke-60 Tahun 2020, yang mengangkat tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”. 
   “Untuk pencegahan stunting, upaya preventif bahkan sudah harus diawasi mulai periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seorang manusia. Begitu juga dengan wasting, obesitas dan lainnya. Namun sebelum itu semua, kecukupan gizi bisa disiapkan sejak remaja. Khususnya bagi remaja putri, yang nantinya akan melahirkan calon generasi penerus,” kata bupati, Jumat (14/2) pagi di Gedung PPNI Jabon, Mojoanyar. 
   Dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia milenial bebas stunting, tahun 2019 lalu Pemerintah Kabupaten Mojokerto turut berkontribusi dalam upaya pembangunan kesehatan dengan mengoptimalkan penanganan stunting. Mulai dengan melakukan sosialisasi, pemberian makanan tambahan pada balita, tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri serta pemeriksaan ibu hamil. 
   Bupati juga mengingatkan untuk terus menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga, makan buah dan sayur, serta melakukan cek kesehatan teratur. Dirinya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih pada Dinas Kesehatan yang sudah menelurkan banyak inovasi yang meriah banyak penghargaan. Salah satunya inovasi Nenek Cantik Pejuang ASI (Nenci) UPT Puskesmas Gayaman, yang berhasil masuk dalam Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur, dan lolos 4 tatanan verififikasi Kabupaten Sehat. 
   Peringatan Hari Gizi ke-60 kali ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan menarik. Mulai senam bersama, cek kesehatan gratis mulai gula darah hingga kolesterol, talkshow kesehatan oleh Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, serta penyerahan sertifikat Desa Bebas ODF atau Open Defecation Free. Penerima sertfikat tersebut antara Desa Bendung Kecamatan Jetis, serta empat desa di Kecamatan Kutorejo. Antara lain Desa Wonodadi, Kutorejo, Karangdieng, dan Kepuharum. *Ds/Hmsa


suaraharianpagi.com 
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, memberikan imbauan tegas kepada para pedagang agar tidak menunjukkan secara jelas produk alat kontrasepsi atau alat bantu seksual di rak - rak toko. Hal ini, untuk mencegah terjadinya penyalahguaan alat bantu tersebut terjual bebas kepada anak - anak dibawah umur yang mampu merusak moral dan masa depan generasi penerus bangsa. 
   Imbauan tersebut, tidak lepas dari fenomena pergaulan bebas di antara remaja yang saat ini tidak mampu dibendung. Untuk mencegah hal tersebut melanda Kota Mojokerto, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), agar memberikan himbauan kepada seluruh pedagang ritel untuk membatasi penjualan. 
   Yang artinya, penjualan produk - produk alat bantu kontrasepsi hanya dikhususkan bagi orang dewasa atau yang sudah menikah. Sehingga pencegahan dalam menyalahgunakan alat bantu seksual dapat dicegah sejak dini. "Saya prihatin sekali melihat peletakan alat bantu seksual yang bisa dijangkau oleh anak - anak dibawah umur. Terlebih, mereka bisa membelinya dengan bebas. Untuk itu, kami ingin membatasi peredarannya. Jika mereka coba - coba membeli maka harus menunjukkan kartu identitas," jelasnya. 
   Dan hari ini (12/2/2020), Disperindag bersama Satpol PP memberikan himbauan kepada seluruh toko modern untuk membatasi penjualan alat bantu seksual bagi anak dibawah umur. Terlebih, menjelang peringatan Hari Valentine, Ning Ita menyampaikan imbauan khusus kepada seluruh kaum muda untuk menghindari sifat hura - hura, pergaulan bebas, termasuk aktifitas yang dapat merusak moral. 
   "Untuk anak - anaku semua, khususnya para remaja di Kota Mojokerto, Valentine itu bukan budaya kita, bukan budaya timur. Ayo hindari sifat hura - hura, jangan terperosok dalam pergaulan bebas, jangan merusak moral yang sudah tertanam baik dalam diri kalian. Manfaatkan momen tersebut dengan hal - hal positif, berbagi dengan sesama atau kumpul dengan keluarga. Jangan merusak masa depan dengan kegiatan yang tidak berguna," imbaunya. 
   Seperti diketahui, Satpol PP Kota Mojokerto dan Disperindag Kota Mojokerto, memberikan imbauan disejumlah toko modern, mini market dan apotek terkait larangan penjualan alat kontrasepsi, jelang hari Valentine 14 Februari 2020. Tidak kurang puluhan outlet minimarket dan apotek se - Kota Mojokerto diberikan surat himbauan mengenai larangan penjualan alat kontrasepsi terhadap anak di bawah umur atau belum menikah. *Ds/Hms


suaraharianpagi.com
   Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyerahkan bantuan 518 paket sembako kepada 518 KK terdampak banjir Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Selain paket sembako, para korban juga mendapat bantuan paket kesehatan keluarga, family kit, paket sandang, peralatan makan dan peralatan bayi dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Mojokerto. 
   Pada arahannya, bupati mengimbau kepada semua perangkat daerah agar menyiagakan seluruh sumber daya, guna menghadapi dan melakukan penanganan kejadian bencana. Karena hanya dengan komitmen yang kuat dan kerjasama, penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Mojokerto akan terlaksana dengan baik. 
   “Perangkat daerah teknis saya minta untuk selalu proaktif bersinergi dalam penanganan bencana, baik dalam hal pengarahan personil maupun mobilisasi peralatan. Ini adalah bentuk penjaminan pemenuhan hak masyarakat yang terkena bencana, serta pemulihan kondisi dari dampak bencana,” instruksi bupati, Rabu (12/2) pagi. 
   Bupati yang hadir bersama Dandim 0815, Asisten I, Kepala OPD Kabupaten Mojokerto dan Forkopimca, juga meminta masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi bencana alam khususnya banjir masih berpeluang untuk terjadi. Curah hujan di Kabupaten Mojokerto pun, diprediksi masih tinggi. Prediksi tersebut dijelaskan Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini. 
   “Dari data prakiraan cuaca BMKG, dapat dilaporkan jika curah hujan bulan Februari-April cuaca masih tinggi. Saya mohon bantuan kepada Semua OPD untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat. Kepada warga Tempuran khususnya, status tanggap darurat akan dilaksanakan sampai tanggal 17 Februari 2020. Kami mengajak seluruh masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai,” kata Zaini. 
   Slamet Kepala Desa Tempuran mengatakan, banjir di lingkungannya disebabkan oleh dam sipon yang tersumbat dan pola aliran sungai yang terganggu. Slamet meminta penanganan bencana, juga diarahkan di titik penyebab banjir terjadi. 
   “Dam sipon punya tiga pintu air, dengan pola aliran zigzag. Pintu dam banyak tersumbat sampah, ditambah lagi kiriman air dari wilayah lain yang mengalir ke daerah kami. Tanggul juga tidak begitu tinggi, sehingga air luber. Kami minta bantuan agar dilakukan normalisasi sungai Desa Tempuran, dipasang filter, serta pompa untuk menyedot aliran sungai dari dam sipon supaya mengalir ke Sungai Brantas,” pinta Slamet. 
   Dalam penanganan bencana, BPBD Kabupaten Mojokerto, sudah menyiapkan dua langkah antisipasi. Meliputi masa tanggap jangka pendek, yakni dengan mengurangi kiriman air dari Sentul dan Pulo. Serta membentuk Desa Tempuran sebagai desa tangguh bencana. Sedangkan untuk jangka panjang, akan dilakukan normalisasi sungai dan peninggian tanggul yang segera ditangani oleh leading sector yakni dari DPUPR. *Ds/Hms


suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen secara penuh dalam menerapkan program jaminan sosial, yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk mensejahterakan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di hadapan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko - PMK) dan tim penilai dari Paritrana Award 2019, Selasa (11/2/2020) di Jakarta. 
   Dengan didampingi Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur BPJS Ketenagakerjaan Dodo Suharto, *Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Andrey J. Tuamelly*, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani, Sekretaris Daerah Kota Harlistyati dan Kepala Diskoumnaker Hariyanto, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Adhie Wibowo, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memaparkan tentang berbagai inovasi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota dalam mendukung program BPJS Ketenagakerjaan. 
   Melalui Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Ning Ita bertekad mensejahterakan para pekerja formal, informal maupun non - ASN dengan jaminan sosial. "Ada tiga kategori inovasi yang kami terapkan. Pertama, inovasi kepesertaan, inovasi kelembagaan dan rencana inovasi program," imbuhnya. 
   Melalui inovasi kepesertaan dalam memberikan jaminan sosial kepada RT/RW, membawa Kota Mojokerto menjadi daerah satu - satunya yang mewakili Jawa Timur dalam nominasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Paritrana Award 2019. Ada 872 Ketua RT/RW yang masih aktif menjabat diberikan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemerintah Kota. Sedangkan inovasi bagi kelembagaan salah satunya adalah membentuk kader jaminan sosial ketenagakerjaan di sekolah. 
   "Kedepan, selain inovasi - inovasi tersebut kami berencana membuat kebijakan dengan membentuk tim reaksi cepat yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk menjemput bola bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, sebagai bentuk dukungan kami. Selain itu, akan ada armada kendaraan bermotor yang mendukung untuk tim reaksi cepat dalam menangani kecelakaan kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan yang bekerjasama dengan rumah sakit di Kota Mojokerto," jelas Ning Ita. 
   Perlu diketahui, Anugerah Paritrana merupakan penganugerahan yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko - PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan sejak 2017 lalu. Melalui penganugerahan tersebut, diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan perusahaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja. *Ds/Hms


suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, kembali melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota secara terbuka di Hutan Kota Jalan Cancer Pulorejo Mojokerto, Jumat (7/2/2020) pagi. Ada 43 pejabat yang masuk dalam penyegaran sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Mojokerto nomor 821.2/12/417.403/2020 tentang pengangkatan dalam jabatan struktural. 
   Pengambilan sumpah jabatan kepada 43 aparatur sipil negara (ASN) tersebut, nantinya akan diberikan tugas baru sesuai dengan kemampuan yang telah teruji dalam assessment. Di antaranya pada tugas Sekretaris Dinas Sosial, Sekretaris BPPKA, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip, Wakil Direktur Administrasi RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, 11 orang pada tugas Kepala Sub Bagian, 11 orang pada tugas Kepala Seksi, Camat dan 15 Lurah.
   Ning Ita, sapaan akrab wali kota, berpesan kepada seluruh pejabat yang baru mengemban tugas untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan ikhlas, berdedikasi serta loyalitas kepada bangsa, negara dan masyarakat. Terlebih, kepada para Lurah yang baru dilantik, agar mampu melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas bersama masyarakat. Yang sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Mojokerto.
   "Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018 tentang Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dimana setiap kelurahan mendapatkan anggaran besar dari APBN dan APBD. Untuk itu, kami ingin mendorong semua kelurahan agar lebih aktif sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi - inovasi dan kretifitas yang mendukung dengan program pemerintah. Sehingga anggaran yang didapatkan mampu diserap secara maksimal," jelasnya.
   Selain itu, Ning Ita berharap agar besaran anggaran yang didapatkan untuk masing - masing kelurahan, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat. Sehingga, pembangunan sarana dan prasaranan infrastruktur di lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat bisa terpenuhi. "Kepada semua pejabat yang dilantik, agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan lingkungan yang baru," tandasnya. *Ds/Hms

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget