Articles by "Mojokerto"

Suaraharianpagi.com 
   Wali Kota Mojokerto Ning Ita bersama Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri, Dr. R.M. Arief Moelia Edie, M.Si, membuka Jambore Relawan Penanggulangan Bencana & Donor Darah Dalam Rangka Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Kota Mojokerto, di Hutan Kota Mojokerto, Jumat (6/12) pagi. 
   Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak 6 - 7 Desember 2019 dengan tema 'Mojokerto Peduli', diharapkan nantinya para relawan mampu bersinergi dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menanggulangi bencana alam. Dimana, relawan merupakan pilar sosial yang mendedikasikan waktu, tenaga dan pikiran secara berdampingan dengan masyarakat. 
   "Ini merupakan jambore relawan pertama yang digelar oleh kami Pemerintah Kota Mojokerto. Dan alhamdulillah, antusias masyarakat yang mengikuti diluar ekspektasi. Ada sedikitnya 300 peserta se-Kota Mojokerto yang ikut dalam kegiatan sosial ini. Ini sungguh luar biasa dan patut diapresiasi," ungkap Ning Ita, sapaan akrab wali kota. 
   Kendati Kota Mojokerto hanya memiliki luasan 20,21 kilometer persegi, namun tidak menyurutkan niat Ning Ita dalam memberikan bekal bagi para pilar sosial di Bumi Mahapahit. Untuk itu, ia berharap kedepannya para relawan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam. "Mereka ini, merupakan pilar sosial yang mendedikasikan waktu, tenaga dan pikiran secara berdampingan dengan masyarakat," imbuhnya. 
   Selain kegiatan jambore relawan, Ning Ita juga mengukuhkan Kampung Siaga Bencana Gajah Mada Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Melalui pengukuhan kampung siaga ini, diharapkan masyarakat dapat termotivasi sekaligus berkolaborasi dalam penanggulangan bencana bersama pemerintah. "Dengan bekal ini, diharapkan mereka dapat mencegah sedini mungkin bencana yang sewaktu-waktu datang," tandasnya. *Hms/Ds

Suaraharianpagi.com 
   Pemerintah Kabupaten Mojokerto, menargetkan tahun 2030 tidak terjadi lagi kasus kematian karena AIDS. Hal ini ditegaskan Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada acara Gebyar Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, yang mengusung tema "Saya Berani Saya Sehat, Bersama Masyarakat Meraih Sukses", Minggu (1/12) pagi di Taman Ghanjaran Trawas.
   “Tree Zeroes harus kita gapai tahun 2030. Yakni tidak ada lagi penderita baru (Zero New HIV Infection), tidak ada lagi orang meninggal karena AIDS (Zero AIDS Related Death), dan tidak ada lagi stigma negatif terhadap Orang dengan HIV AIDS/ODHA (Zero Stigma and Discrimination),” tegas Plt Bupati Pungkasiadi. 
   Data komulatif Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa tahun 2009 hingga September 2019, menunjukkan sedikitnya ada 725 orang yang teridentifikasi, dan 254 orang diantaranya telah mendapat pengobatan Anti Retroviral atau ARV di 5 layanan kesehatan Kabupaten Mojokerto.
   “Sepanjang Januari hingga September 2019 saja, sudah ditemukan 82 orang yang teridentifikasi dan telah berobat di beberapa puskesmas kita. Saya mengajak semua masyarakat untuk menjauhi penyakitnya, bukan orangnya,” tambah Plt Bupati Pungkasiadi. Maka dari itu, Pemerintah juga telah meluncurkan strategi penanggulangan AIDS bernama STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan).
   Ini artinya dinas terkait bersama lembaga masyarakat yang berkecimpung pada penanganan HIV AIDS, bersama-sama memberi penyuluhan pada masayarakat yang belum memahami apa itu AIDS. Dari sini, diharapkan muncul kesadaran bagi mereka yang merasa rentan agar mau melakukan test, dan menjalani penanganan selanjutnya apabila benar-benar terdeteksi.
   Para petugas kesehatan yang menangani pengobatan, juga harus bisa mempertahankan kondisi pasien apabila sudah membaik. 
   Peringatan Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Mojokerto, turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Forkopimca, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Mojokerto, OPD, serta masyarakat. *Hms/Ds


Suaraharianpagi.com 
   Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mojokerto 2020 senilai Rp 1,14 triliun resmi disahkan oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto. Dari pengesahan ini, seluruh fraksi telah menerima Rancangan APBD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Mojokerto 2020. 
   Wali Kota Ika Puspitasari menjelaskan, dari besarnya belanja pada ABPD 2020, pemerintah kota akan memprioritaskan pada dua hal. Yakni bidang kesehatan dan pendidikan. Untuk bidang kesehatan senilai Rp 262.469.392.900 dan bidang pendidikan sebesar Rp 180.829.522.200. 
   "Sebagai komitmen bersama dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan sistem universal health coverage (UHC), maka dalam APBD 2020 telah diakomodir kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat mulai 2020 nanti," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota. 
   Penetapan APBD 2020 ini, memiliki nilai tertinggi dibanding dengan tahun sebelumnya. Melalui ketok palu, APBD Kota Mojokerto berhasil memecahkan rekor dengan kekuatan anggaran mencapai Rp 1,14 triliun. Untuk itu, Ning Ita mengucapkan terimakasihnya sekaligus memohon maaf kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, jika selama pembahasan R-APBD terjadi perdebatan. 
   "Saya ucapkan terima kasih dan permohonan maaf serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat, yang telah bersedia melaksanakan pengkajian dan pembahasan secara objektif dan mendalam terhadap Rancangan APBD 2020 yang kami ajukan sehingga pada hari ini dapat disetujui bersama," tutup Ning Ita. *Hms/Ds


suaraharianpagi.com
   Event perdana Pemerintah Kota Mojokerto dengan perpaduan dua konsep yakni Festival Mojoketo Kuno Kini, secara resmi dibuka oleh Wali Kota Ika Puspitasari, di Gelora A Yani, Rabu (27/11). Melalui festival ini, diharapkan mampu membawa generasi milenial lebih mengenal warisan budaya dan sejarah. 
   Sedikitnya 99 peserta binaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, turut meramaikan pagelaran yang diselenggarakan sejak 27 November - 7 Desember 2019. Melalui perpaduan dua konsep kuno dan kini, Ning Ita sapaan akrab wali kota, mengajak semua warga kota untuk bernostalgia. 
   "Melalui konsep kuno dan kini, kami ingin generasi milenial dapat mengenal sejarah, budaya dan kesenian yang telah diwariskan oleh leluhur. Terutama dalam melestarikan peninggalan Majapahit yang berjaya pada abad 13 silam dengan kuatnya sistem perdagangan," jelasnya. 
   Mengingat, lanjut Ning Ita, Kota Mojokerto saat ini mulai mengalami perubahan menuju kota pariwisata. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh warga kota untuk turut andil dalam ekosistem perubahan kota. "Saya tidak mau, kalau warga saya hanya menjadi penonton saja. Tetapi, saya mau mereka menjadi pelaku didalamnya," tegasnya. 
   Perlu diketahui, saat ini Kota Mojokerto yang merupakan kota terkecil di Indonesia, mulai mengalami banyak perubahan. Baik infrastruktur hingga kepariwisataannya. Ini tidak lepas dari cita-cita wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto, yang ingin mengembalikan kejayaan Majapahit di era saat ini. 
   Serangkaian event bergengsi digelar sepanjang 2019. Ini merupakan itikat pemerintah kota untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata. Salah satu event terbesarnya adalah Mojospekta 2019. Event yang digelar selama lima hari berturut-turut ini, menghadirkan artis ibu kota Jenita Janet hingga desainer nasional dan internasional. *Hms/Ds


Suaraharianpagi.com 
   Ombudsman Republik Indonesia, memberi dua penghargaan sekaligus pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, terkait kepatuhan standar pelayanan publik. Pertama, Predikat Kepatuhan Tinggi dengan nilai 99,63. Kedua, Predikat Kepatuhan Tertinggi Tingkat Kabupaten. Ini artinya predikat yang diboyong Kabupaten Mojokerto, adalah yang tertinggi dari seluruh kabupaten yang dinilai. Dua penghargaan tersebut diterimakan pada Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, oleh Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai, Rabu (27/11) sore di Grand Ballroom JS Luwansa Hotel Jakarta. 
   Hasil penilaian diklasifikasikan dengan menggunakan traffic light system. Yakni zona merah (0-50) untuk tingkat kepatuhan rendah, zona kuning (51-80) untuk tingkat kepatuhan sedang, dan zona hijau (81-100) untuk tingkat kepatuhan tertinggi. Mekanisme pengambilan data survei Kepatuhan dilakukan dengan mengamati tampakan fisik, observasi secara mendadak, dan bukti foto. Periode pengambilan data dilakukan secara serentak pada bulan Juli dan Agustus 2019.
Penilaian kepatuhan standar pelayanan yang dilakukan, juga memantau pelaksanaan perizinan investasi yang terhubung dalam program Online Single Submission (OSS). Guna memantau konsistensi peningkatan kepatuhan dalam pemenuhan standar pelayanan publik, maka setiap unit pelayanan wajib menyusun, menetapkan, dan menerapkan standar pelayanan publik sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. 
   Survei atau penilaian tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik tahun 2019 ini, dilakukan terhadap 4 kementerian, 3 lembaga, 6 pemerintah provinsi, 36 pemerintah kota dan 215 pemerintah kabupaten. Sedangkan total produk layanan yang disurvei sebanyak 17.717, serta 2.366 unit layanan. Survei Kepatuhan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tindakan maladministrasi pada unit layanan publik Pemerintah dengan upaya pemenuhan komponen standar pelayanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. 
   Selain untuk mengetahui efektivitas dan uji kualitas penyelenggara pelayanan publik, Survei Kepatuhan bertujuan untuk mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk diketahui, terdapat lebih dari 10 komponen standar pelayanan yang harus dipenuhi penyelenggara pelayanan publik. Antara lain dasar hukum; persyaratan; sistem, mekanisme dan prosedur; jangka waktu penyelesaian; biaya atau tarif; produk pelayanan; sarana dan prasarana; kompetensi pelaksana; pengawasan internal; penanganan pengaduan, saran, dan masukan; jumlah pelaksana; jaminan pelayanan; jaminan keamanan dan keselamatan; serta evaluasi kinerja. *ADV


Suaraharianpagi.com 
   Pemilihan Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2019, yang berlangsung sejak Oktober berakhir tadi malam (20/11). Dalam grand final yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto, terpilih Rizal Triwibowo dan Chyntia Syaharani Pambudi sebagai Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2019. 
   Kedua peserta, terpilih setelah berhasil menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Walikota Mojokerto dan jajaran Forkopimda. Serta, menjawab pertanyaan dari para juri yang terdiri dari pakar komunikasi Universitas Airlangga yang juga anggota Dewan Riset Daerah kota Mojokerto Suko Widodo, sejarawan Mojokerto, Ayuhanafiq, dan Putri Indonesia Jawa Timur 2019 Bella Sandra. 
   Penobatan Gus Rizal dan Yuk Chyntia, langsung disematkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. 
   Ning Ita, sapaan wali kota mengatakan, penobatan Gus dan Yuk 2019 merupakan salah satu generasi unggul yang lahir dari Kota Mojokerto. Dengan harapan bisa membawa Kota Mojokerto, semakin dikenal di seluruh penjuru Nusantara seperti Kerajaan Majapahit pada abad 13 silam. 
   Mengingat, dibawah kepemimpinan Ning Ita, Kota Mojokerto mulai banyak berbenah menjadi kota pariwisata. Untuk itu, Gus dan Yuk 2019 merupakan bekal sumber daya manusia (SDM) dalam mempersiapkan Kota Mojokerto menjadi kota pariwisata yang mendunia. 
   "Untuk mendukung itu, kita siapkan SDM-nya sejak saat ini. Karena saya ingin, warga kota tidak hanya sebagai penonton dalam menyambut perubahan ini. Tetapi, juga menjadi pelaku yang turut andil dalam memajukan kota pariwisata ini," jelas Ning Ita disela-sela acara malam Grand Final Pemilihan Gus dan Yuk di Alun-alun Kota Mojokerto. 
   Dalam malam puncak penobatan ini, selain Gus Rizal dan Yuk Chyntia adapula finalis lainnya yang terpilih pada beberapa kategori. Yakni, Gus Yuk Lalu Lintas dinobatkan kepada Gus Rhama Fauzi Affandi dan Yuk Elizabeth Ruth Valensia. Sedangkan untuk Gus Yuk Ekonomi Kreatif dinobatkan kepada Gus Rio Irfan Arydzaki dan Yuk Aurel Viona Aprilyanti. 
   Selain itu, ada Gus Yuk Kebudayaan dinobatkan kepada Gus Anas Rizky Firdaus dan Yuk Jasmine Alvia Pratiwi. Dan yang terakhir, Gus Yuk Favorit pilihan pemirsa melalui poling, dinobatkan kepada Gus Irfan Efendi dan Yuk Aurel Viona Aprilyanti. 
   Pada malam puncak yang dikemas dalam kegiatan Mojospekta 2019 - Sepasar Nyang Kutho Mojokerto ini, turut menghadirkan Wakil Bupati Bangkalan Mohni, Bank Jatim Becky Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi, Kajari Kota Halila Rama Purnama, Waka Polresta, Kasrem, Forkopimda dan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
   Perlu diketahui, kesepuluh finalis Gus dan Yuk 2019 merupakan hasil seleksi dari ratusan peserta yang mendaftar. Melalui seleksi ketat, terpilihlah sepuluh pasang finalis yang kemudian menjalani proses karantina. Selama karantina para finalis mendapatkan berbagai materi seperti sejarah Kota Mojokerto, kepariwisataan, public speaking dan masih banyak lainnya. *Hms/Ds


Suaraharianpagi.com 
   Bibit-bibit unggul atlet bulu tangkis Kabupaten Mojokerto, terus dijaring dan diseleksi. Potensi mereka dilirik oleh daerah untuk terus diasah, dikembangkan, dan disalurkan di berbagai event kejuaraan. Salah satu yang terbaru, yakni kejuaraan Bulu Tangkis Wakil Bupati Mojokerto Cup 2019, yang dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. 
   Pada arahannya, wabup mengatakan harapannya agar ajang ini dapat menjadi media asah mental para atlet bulu tangkis. Wabup mencotohkan beberapa nama-nama pebulutangkis andal Indonesia yang layak dijadikan sebagai role model dan motivasi. 
   “Kemampuan harus terus diasah. Saya yakin pebulutangkis kita bisa berprestasi seperti atlet-atlet profesional. Misalnya pasangan Marcus-Kevin, Hendra-Ahsan serta Ginting, yang telah menunjukkan prestasinya,” kata wabup, Senin (18/11) di GOR Indoor Gajah Mada Mojosari. 
   Kejuaraan ini diikuti 85 club dari seluruh Jawa Timur, dengan 12 kategori. Antara lain tunggal pra dini putra/putri maksimal kelahiran 2011, tunggal dini putra/putri maksimal kelahiran 2009, tunggal anak putra/putri maksimal kelahiran 2007, tunggal pemula putra/putri maksimal kelahiran 2005, tunggal remaja putra/putri maksimal kelahiran 2003, tunggal taruna putra/putri maksimal kelahiran 2001, ganda dini putra, ganda anak putra, ganda pemula putra/putri, ganda remaja putra, ganda taruna putra, dan ganda veteran total usia 90. 
   Ketua panitia acara Ismail Pribadi, menjelaskan bahwa kejuaraan Bulu Tangkis Wakil Bupati Mojokerto Cup 2019, diadakan selama 4 hari. Dari kejuaraan ini, Ismail menjelaskan bahwa kejuaraan digelar untuk menjaring bibit-bibit atlet yang ada di Kabupaten Mojokerto maupun dari luar daerah. 
   “Kita cari terus bibit unggul atlet, dan menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai juara 1 tingkat provinsi atau tingkat nasional,” jelas Ismail. 
   Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur Satria Kurniawan, menyatakan mengapresiasi pada event ini. Ia menilai kejuaraan Bulu Tangkis Wakil Bupati Mojokerto Cup 2019 sebagai wadah pembinaan di usia dini sampai taruna. 
   “Hari ini saya yakin akan banyak klub klub atlet sejak dini dari Kabupaten Mojokerto, yang makin terpacu untuk meningkatkan prestasi lebih tinggi di kancah nasional maupun international,” kata Satria. *Hms/Ds


Suaraharianpagi.com 
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Supratomo, memberangkatkan peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto - Suroboyo 2019, di Lapangan Raden Wijaya Jalan Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Sabtu (16/11) sore. Tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti mencapai sedikitnya 8000 orang. 
   Dalam pembukaan event tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, turut pula dihadiri jajaran Polda Jatim, DPRD Jatim, Bakorwil Jember, DPRD Kabupaten - Kota Mojokerto, Kejaksaan Kota Mojokerto, Forkopimda Kabupaten - Kota Mojokerto dan OPD Kabupaten - Kota Mojokerto. 
   Ning Ita, sapaan wali kota mengatakan, kegiatan gerak jalan perjuangan Mojokerto - Suroboyo merupakan bagian dari peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November. Sebagai generasi penerus, sudah selayaknya untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme melalui gerak jalan 56 kilometer ini. 
   "Saya sangat mengapresiasi antusias masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Dimana, jumlah peserta tahun ini meningkat drastis sampai 8000 ribu lebih. Ini artinya, warga Surabaya, Mojokerto dan sekitarnya masih bersemangat mengekspresikan peringatan hari pahlawan melalui kegiatan ini," katanya. 
   Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Supratomo menambahkan jika kegiatan gerak jalan Mojokerto - Suroboyo 2019 ini, sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana, pendaftaran hingga penilaian dilakukan secara online. Sehingga meminimalisir kecurangan. 
   "Pendaftaran melalui online mempermudah peserta mendaftar. Namun, kami juga menyediakan pendaftaran secara offline (manual) juga. Untuk pendaftaran online, peserta mendapatkan kartu peserta, nomor dada dan barcode yang dipindai (scanner) pada saat peserta hadir di garis start, pos I, II dan finish. Selain itu peserta juga wajib menunjukkan kartu peserta saat tiba di pos I, II hingga garis finis," jelasnya. 
   Gerak jalan perjuangan Mojokerto - Suroboyo merupakan kegiatan yang dibagi menjadi dua kategori. Yakni, beregu atau kelompok dan perseorangan. Perserta diberangkatkan langsung dari Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto pada Sabtu (16/11) sore dan berhenti di garis finish di Tugu Pahlawan Surabaya, pada Minggu (17/11). *Hms/Ds

Suaraharianpagi.com
   Untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan mendatang, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mulai mempercepat pengerjaan plengsengan, perbaikan saluran air di beberapa kawasan. Salah satu pengerjaan yang ditinjau langsung adalah plengsengan di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Jumat (15/11) pagi.
   Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan usai menghadiri apel pagi kegiatan Karya Bakti Bersih - Bersih Sungai dalam Rangka HUT Kodam/V Brawijaya ke - 71, sekaligus HUT Korpri ke - 48 di Markas Komando Denbekang V-44-02 Mojokerto, Ning Ita sapaan akrab wali kota, mengajak seluruh pimpinan daerah dan jajaran untuk gowes bersama menyusuri sungai di wilayah Kota Mojokerto.
   Lokasi pertama yang menjadi sasaran Ning Ita adalah rumah pompa. Sidak rumah pompa ini, tidak lain untuk mengetahui kondisi terkini jelang musim hujan. Terlebih, kondisi pasca pengerjaan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) meninggalkan buangan yang mengakibatkan pendangkalan.
   "Ada sisa-sisa buangan dari pengerjaan proyek yang mengakibatkan pendangkalan. Sehingga harus segera dikeruk. Selain itu, ada pipa yang naik ke permukaan, dikhawatirkan bisa berakibat fatal. Padahal seharusnya, pipa tersebut ditanam. Meskipun pengerjaan dari Balai Besar, tapi akan kami sempurnakan lagi," tegas Ning Ita.
   Usai meninjau lokasi rumah pompa, Ning Ita bersama Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Arm Rully Candrayadi, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, Kepala SPN Polda Jatim Kombespol Indra, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati, jajaran Forkopimda dan OPD, melanjutkan perjalanan menuju pengerjaan plengsengan.
   Pengerjaan plengsengan yang telah berjalan sejak dua pekan ini, merupakan saluran Sungai Sadar yang menghubungkan antara Kabupaten Mojokerto dengan Kota Mojokerto. Dimana, pengerjaan ini diharapkan dapat menampung besaran volume air yang masuk saat musim hujan sehingga tidak meluber ke pemukiman warga.
   "Diujung sana itu (Mojoanyar), wilayah Kabupaten. Ketika musim hujan, air dari sana masuknya ke sini. Kalau penampungan di sini (Lingkungan Kuti) tidak siap menampung, maka air akan meluber masuk ke pemukiman warga. Untuk itu, plengsengan ini kami lebarkan lagi, sehingga potensi banjir bisa diminimalisir sejak sekarang," jelas wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini.
   Seperti diketahui, Pemerintah Kota Mojokerto saat ini tengah getol memperbaiki infratruktur sebagai salah satu solusi pencegahan banjir. Ada beberapa titik yang menjadi fokus pembangunan saat ini. Yakni, perbaikan box culvert (gorong - gorong), pelebaran plengsengan dan perbaikan saluran air. *Hms/Ds


Suaraharianpagi.com 
   Memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup dan Bersih dan Sehat (PHBS). Imbauan ini ditekankan wabup saat menghadiri kegiatan Penilaian lomba kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan, Desa Pohkecik Kecamatan Dlanggu, Kamis (14/11) pagi. 
   “Sudah masuk musim hujan. Tolong hati-hati penyebaran penyakit yang rawan pada musim seperti ini. Terapkan PHBS di lingkungan tempat tinggal kita. Ini adalah upaya menjaga dan mencegah penyebaran penyakit,” pesan wabup. 
   Untuk diketahui ada 4 kategori yang dilombakan dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lingkungan Hidup dan Sehat (LBS), Posyandu, dan Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan. Melalui Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan pula, diharapkan dapat membantu program KB guna meningkatkan kualitas penduduk. 
   Harapan lainnya yakni dapat membangun keluarga yang sejahtera, dan memenuhi harapan keberhasilan kelompok Dasa Wisma dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK sampai tingkat keluarga. Ini merupakan keberhasilan PKK sebagai mitra pemerintah, dalam upaya memandirikan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. 
   Wabup Pungkasiadi tak lupa menyampaikan kepada peserta lomba, agar tetap terus bersemangat dalam mempersiapkan penilaian. 
   “Saya minta tetap semangat. Persiapkan apa-apa yang dibutuhkan, karena penilaian itu penting. Kalau tidak ada penilaian, semua jadi sama. Penilaian itu ukuran, tingkatanya yang harus kita capai,” tandas wabup. 
   Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada para janda dan lansia, dilanjutkan dengan meninjau pameran seni lukis. Kegiatan dihadiri juga Forkopimca, kader-kader PKK, kades se-Kecamatan Dlanggu, dan OPD terkait. *Hms/Ds


suaraharianpagi.com - Mojokerto
   Sektor industri di Kabupaten Mojokerto, telah menyumbang 53,4 persen untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka ini telah ikut menyumbang kontribusi terhadap jalannya pembangunan daerah.
   Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memberi perhatian lebih terhadap perkembangan sektor ini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pembinaan dan pengawasan pelaku usaha industri dan perdagangan.
   Pembinaan yang sama juga dilaksanakan kembali tahun ini, dengan melibatkan 475 pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (5/11) di Hotel Puncak Ayanna Trawas.
   “Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, wajib melakukan pembangunan dan pemberdayaan industri. Kami ini menaikkan pangsa pasar produk daerah, daya saing perdagangan, dan mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM),” kata Wabup Pungkasiadi pada sambutannya.


   Wabup juga membahas kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Mojokerto, yang mengalami kenaikan dari Rp 3.810.000 menjadi Rp 4.100.000 di tahun 2020 depan. Sejalan dengan hal tersebut, wabup berharap kenaikan ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 
   “Kenaikan ini (UMK) kita harap dapat mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Untuk masa depan industri kita agar lebih baik, akan kita galakkan terus kegiatan pembinaan seperti ini,” tandas wabup. 
   Didik Pancaning Agro Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, pada laporan sambutannya turut menegaskan bahwa pembinaan ini adalah bentuk tanggungjawab Pemerintahan Kabupaten Mojokerto untuk membina industri serta pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto.
   “Pembinaan ini dibuat agar tercipta pasar rakyat yang bersih dan nyaman, serta mampu bersaing dengan pasar modern,” ujar Didik.
   Ada beberapa kegiatan menarik selama pembinaan berlangsung. Antara lain workshop ekspor untuk IKM, sosialisasi perdagangan dalam negeri, pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan daur ulang sampah, pembinaan dan pelatihan keterampilan membuat kerajinan dan souvenir berbahan kayu, pelatihan bimbingan manajemen usaha industri bagi IKM kuningan, fasilitasi standarisasi produk alas kaki, fasilitasi sertifikasi profesi bagi IKM, serta pembinaan dan pengawasan industri.
   Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan alat kerajinan perak secara simbolis oleh Wakil Bupati Pungkasiadi. *ADV


suaraharianpagi.com - Mojokerto
   Peningkatan perbaikan jalan di Mojokerto sudah terealisasi sepanjang 800 km dari 1.086 km. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada saat rembuk desa di Kecamatan Jatirejo, Rabu (09/10) pagi.
   “Total panjang jalan kita ada 1.086 km, tapi kita sudah rampungkan sepanjang 800 km. Realisasinya terus meningkat. Ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” kata wabup.
   Wakil bupati Pungkasiadi atau akrab disapa Abah Ipung, juga menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan proteksi diri sejak dini, seperti asuransi kesehatan yang diakomodir oleh pemerintah yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ia berharap KIS dapat memberi manfaat jangka panjang bagi pemenuhan kesehatan masyarakat.
   “Tentu kita tak ingin sakit. Namun kita harus punya proteksi diri. Ini bisa berupa asuransi kesehatan seperti KIS bagi warga tidak mampu,” imbuh wabup sebelum membagikan KIS secara simbolis kepada masyarakat di acara rembuk desa Jatirejo.
   Jelang Pilkades serentak tanggal 23 Oktober mendatang, wabup tak lupa berpesan tentang pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Hal tersebut penting, demi menjaga kesatuan dan persatuan.
   “Mari bapak-bapak ibu-ibu, untuk menjaga situasi pelaksanaan Pilkades serentak nanti tetap kondusif dan menyaring informasi yang tersebar melalu media sosial, janganlah kita menjadi penyebar hoax dengan tidak menyaring informasi yang kita dapat,” pungkas wabup.
   Seperti beberapa kegiatan rembuk desa yang sudah dilakukan sebelumnya, wabup juga menyerahkan Bantuan Keuangan (BK) Desa pada lima desa di Kecamatan Kutorejo. Empat desa penerima bantuan antara lain Desa Rejosari Rp 300 juta, Sumberjati Rp 300 juta, Gading Rp 300 juta, dan Gebangsari Rp 300 juta.
   Wabup menegaskan pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
   Dalam rembug desa kali ini, wakil bupati Pungkasiadi juga menyempatkan berkeliling 5 desa di Kecamatan Jatirejo untuk menyapa masyarakat dengan menggunakan mobil jeep offroad. *Humas/Ds




Mojokerto – suaraharianpagi.com
Selamat siang, mohon ijin melaporkan pada Hari Minggu 03 November 2019 pukul  07.00 s.d 10.34 WIB, bertempat di Lapangan TBI/Taman Brantas indah Mojokerto Jl. Ds. Mlirip Kec. Jetis Kab.Mojokerto  telah dilaksanakan acara Gerakan Bersih Sungai bersama Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) dan diikuti ± 100 orang, sbg penanggung jwb Dr. Ir. Diah Susilowati MT (Kepala DLH Prov. Jatim).

I. Hadir dalam kegiatan diantaranya sebagai berikut :

1. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim)
2. Hj. Ika Puspita Sari, SE (Walikota Mojokerto)
3. H. Pungkasiadi, SH, (Wakil Bupati Mojokerto).
4. Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav.Hermawan Weharima SH.
5. Dr. Ir. Diah Susilowati, MT (Kepala DLH Prov. Jatim).
6. H. M. Zaini MT (Ketua BPBD Kab. Mojokerto).
7. AKBP Setyo K. Heriyatno, SH., S.I.K (Kapolres Mojokerto)
8. Kompol Sulkan (Kapolsek Magersari)
9. Lettu Inf Ahmad Rifai (Danpos Mojoanyar).
10. Mayor Arm Syafei (Kasiter Rem 082/CPYD).
11. Bpk Sugiyono (Kasatpol PP Kota Mojokerto).
12. Bpk Sampirno ST. MT (Plt Kasatpol PP Kab Mojokerto).
13. Dr. Kristina Indah (Kadinkes Kota Mojokerto).
14. Dr. Didik Khusnul Yakin S. Sos Msi (Kadinkes Pemkap Mojokerto).
15. Edi Taufik STTP (Perumahan kawasan pemukiman dan perhubungan).
16. Pak Remon (plt Jasa Tirta 1).
17. Bpk Catur Edi S. Sos (Camat Gedeg).
18. Bpk Iwan Abdilah S. Sos (Camat Jetis).
19. Bpk Amsyar Asyari Siregar, SE. MM (Camat Mojoanyar).
20. Relawan adopsi sungai Brantas.
21. Tamu undangan.

II. Adapun rangkaian Kegiatan sebagai berikut :

1. Pukul 07.00 WIB, pembukaan.
2. Pukul 07.07 WIB, senam ceria
3. Pukul 07.20 WIB, kegiatan pembersihan sampah di seputaran sungai Brantas.
4. Pukul 08.24 WIB, pemberian santunan kepada anak yatim dan pemulung.
5. Pukul 08.26 WIB, menyanyikan lagu Indonesia raya.
6. Pukul 07.04 WIB, doa
7. Pukul 08.32 WIB, sambutan dr Dr. Ir. Diah Susilowati, MT Kepala DLH Prov. Jatim  sbb:

a. Ucapan terima kasih atas kedatangan instansi DLH, BPBD, TNI, Polri dan para relawan pd pagi ini, utk bersama-sama melaks pembersihan sungai Brantas.
b. Dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan sungai Brantas dapat dibenahi lebih baik sehingga dpt digunakan sbg tmpt wisata, tmpt PKL serta bs dimanfaatkan oleh warga seputaran sungai Brantas.
8. Pkl 08.38 WIB, sambutan H. Pungkasiadi, SH, (Wakil Bupati Mojokerto). yg intinya sbb:
a. Bahwa saya mengucapkan banyak terima kasih dan selamat datang hadirnya gubenur jatim di Mojokerto.
b. Menyampaikan bahwa di area wisata brantas Mojokerto ini Sudah dilaksanakan perawatan sehingga area lokasi bisa dijadikan tempat Kegiatan yang layak.

c.  Forkopimda saya ucapkan bnyak terimakasih sudah ikut andil dalam menjaga kelestarian wisata brantas sehingga lingkungan tetap bersih nyaman dan indah.
9.  Pukul 08.45 WIB, penyerahan gerobak sampah.
10. Pukul 08.46 WIB, sambutan Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) yg intinya sbb:
a. Terima kasih buat panitia yg sdh merencanakan utk melaksanakan pembersihan seputaran sungai Brantas, diharapkan utk semua utk saling menjaga kebersihan baik ditempat umum apalagi di aliran sungai Brantas.
b. Dengan penangkaran bibit ikan maupun penanaman pohon trembesi di seputaran sungai Brantas, dpt meningkatkan kwalitas air dan menjaga ekosistem sungai dan menjaga habitat ikan, dan diharapkan utk memelihara pohon, ikan krn merupakan tanggung jwb kita semua utk menjaga kelestarian alam.
11. Pkl 08.54 WIB, penamanan pohon trembesi dan penamburan benih ikan di sungai Brantas oleh Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim), dilanjut perjalanan menuju DAM LENGKONG/ ROLAK 9
12. Pkl 09.30 WIB, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) beserta rombongan tiba di DAM LENGKONG/ ROLAK 9 selanjut menuju Kantor PJT Mojokerto dengan berjalan kaki  selama 5 menit
13. Pkl 09.35 WIB, tiba dikantor PJT Mojokerto di sambut oleh Dirut PJT meninjauan Pameran Pengelolaan Sampah Lingkungan dr Daur ulang 3R dari organisasi/Komunitas Lingkungan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto, Sahabat Lingkungan dan Konsorsium Lingkungan.
14. Pukul 09.50 WIB, Ramah Tamah

III. Pada Pukul 10.45 WIB, Kegiatan selesai dengan tertib lancar dan aman.

IV. Pendapat pelapor :

Kegiatan acara Gerakan Bersih Sungai bersama Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) merupakan gerakan yg memberikan suatu contoh dan perlu ditingkatkan supaya aliran sungai Brantas bersih dan bisa digunakan obyek wisata diseputaran sungai Brantas. *ump

suaraharianpagi.com
Mojokerto, 
   Upaya dan kerja keras Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota dalam memberantas tindak pidana Narkoba dapat di acungi jempol, selama kurun waktu bulan Oktober berhasil mengamankan 27 (dua puluh tujuh) tersangka, dengan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan antara lain : 221,75 (dua ratus dua puluh satu koma tujuh lima) Gram Narkotika golongan 1 jenis SABU, 2000 (dua ribu) Butir tablet doubel L, 5 (lima) Timbangan elektric, 4 (empat) set Seperangkat alat Hisap SABU, 22 (dua puluh dua) HP dan Uang Tunai Rp. 1.634.000.- (satu juta enam ratus tiga puluh empat ribu rupiah). 
   Lebih lanjut disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, SIK, MH di dampingi Kasat Narkoba AKP Redik Tribawanto, S.Sos, SH, MH. dan Kasubbag Humas IPTU Sukatmanto, bahwa dari 27 tersangka tersebut terdiri dari 21 (dua puluh satu) orang Laki-laki dan 6(enam) orang perempuan dan kesemuanya kategori Pengedar, sedangkan tempat peredaran atau kejadian di wilayah Kota 11 (sebelas) tempat, Wilayah Jetis 4 tempat, Wilayah Gedeg 2 tempat, wilayah Dawarblandong 2 tempat dan wilayah Kemlagi 1 tempat.
   Dari beberapa tersangka yang diamankan tersebut terdapat beberapa orang yang menjadi perhatian yaitu tersangka inisial ”IN” ibu rumah tangga alamat Bangsal petugas berhasil mengamankan 9(sembilan) paket SABU siap edar berat kotor seluruhnya 4,18 Gram dan Tablet doubel L sebanyak 2000 butir, dan tersangka inisial ”SM” perempuan asal Prajuritkulon dengan barang bukti 2,55 Gram SABU. 

   Dengan tertangkapnya beberapa pengedar Narkotika jenis SABU di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tersebut, setidaknya petugas sudah menyelamatkan beberapa orang generasi muda Calon korban peredaran Narkotika, dan jumlah barang bukti tersebut kalau di kalkulasi dengan rupiah, saat ini harga per satu Gram SABU di pasar gelap berkisar antara Rp. 1.200.000.- sampai dengan Rp. 1.500.000.- dengan disitanya barang bukti sebanyak 221,75 setara dengan Rp. 332.000.000.-
   Atas perbuatannya tersebut para tersangka patut diduga telah melakukan Tindak Pidana “Barang siapa dengan sengaja memiliki, menyimpan, menguasai dan atau mengedarkan Narkotika golongan 1 jenis SABU sebagaimana dimaksud Pasal 114 dan pasal 112 UU.No.35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya minimal 4(empat) tahun dan tersangka saat ini dilakukan penahan di Rutan Mapolresta Mojokerto,” pungkas Kapolres Bogiek Sugiyarto. *hms/*ds

Suaraharianpagi.com 
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, meninjau lokasi pengerjaan saluran air di Jalan Majapahit, Jumat (25/10) pagi. Peninjauan ini, tidak lain untuk mengantisipasi adanya genangan yang sering datang saat musim hujan di Kota Mojokerto. 
   Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Ning Ita memeriksa secara langsung proses pengerjaan box culvert yang telah berjalan baik sejak dua pekan lalu. Tahun ini, perbaikan gorong-gorong dimulai dari Jalan Majapahit yang menghubungkan dua kelurahan.
   "Jalan Majapahit (saluran) ini, merupakan saluran penghubung antara Kelurahan Kauman dan Sidomulyo. Karena selama ini, warga mengeluhkan genangan yang masuk ke pemukiman setiap kali hujan. Dan ini, salah satu solusi untuk mengatasinya," kata Ning Ita disela-sela inspeksi mendadaknya.
   Genangan yang masuk ke pemukiman warga lanjut Ning Ita, dikarenakan tidak optimalnya saluran air, elevasi kurang dan daya tampung tidak maksimal, sehingga menyebabkan air kembali dan menggenang. Untuk itu, pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan infrastruktur gun mengatasi banjir.
   "Di musim penghujan, banyak warga Kota Mojokerto yang mengeluhkan genangan yang masuk ke pemukiman. Karena, tidak optimalnya saluran air. Untuk itu, tahun ini kami pemerintah daerah memfokuskan perbaikan infrastruktur sebagai solusi mengatasi banjir. Dengan menambah besaran volume box culvert sehingga bisa menampung besaran air yang masuk," katanya.
   Pengerjaan box culvert di Jalan Majapahit sengaja dikebut penggarapannya oleh pemerintah daerah. Karena, dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan disaat jam berangkat atau pulang kerja. "Karena ini akses utama kota, takutnya menimbulkan kemacetan saat jam sibuk. Jadi, kami utamakan pengerjaanya di sini dulu. Baru secara bertahap di titik lainnya," imbuhnya. 
   Ya, tahun ini ada sedikitnya puluhan saluran gorong-gorong di setiap kelurahan yang akan diperbaiki oleh pemerintah daerah. Pengerjaan ini, merupakan usulan warga yang ditampung dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dilakukan secara bertahap. *Hms/DS

Suaraharianpagi.com 
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mengapresiasi usaha dan tekad para pelaku industri kecil menengah (IKM) di seluruh Kota Mojokerto, yang turut menyukseskan pembangunan pemerintah daerah melalui Spirit of Majapahit. Hal ini, diungkapkannya saat menghadiri Presentasi Hasil Pendampingan dan Pembinaan Manajerial Terhadap IKM Kota Mojokerto 2019. 
   Acara yang dilaksanakan di Ruang Nusantara, Kantor Pemerintah Kota Mojokerto pada Rabu (16/10) sore ini, turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Mojokerto Nur Chasanah, Wakil Ketua Dekranasda Irma Lumiga, Kepala Disperindag Ruby Hartoyo, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta para mentor yang didatangkan langsung dari Bali, Dwi Iskandar dan Maria Quaryanti dari Business Export and Development Organization (BE-DO). 
   Presentasi ini dilaksanakan oleh para pelaku IKM yang merupakan hasil pendampingan dan pembinaan di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mojokerto. Dimana, dari ratusan pelaku IKM, hanya dipilih 27 peserta yang mengikuti coaching clinic selama tiga kali pertemuan. 
   "Ada seleksinya. Diawal, ada 109 peserta yang ikut. Lalu diseleksi menjadi 75 orang. Kemudian diseleksi kembali menjadi 50 orang. Terus diseleksi lagi menjadi 27 peserta. Yang kemudian, dari 27 orang tersebut hanya ada sembilan IKM yang lulus. Dimana dari sembilan IKM itu, bisa menjadi IKM yang mandiri dan berdaya saing untuk Kota Mojokerto," kata Ning Ita, sapaan akrabnya. 
   Ning Ita berharap, nantinya produk hasil dari para IKM tersebut dapat membawa nama Kota Mojokerto semakin dikenal di seluruh penjuru Nusantara. Sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Mojokerto yang nantinya akan menjadi Kota Pariwisata. "Karena, IKM yang sehat itu, IKM yang sehat hasil produksinya, sehat administrasinya dan mampu membuka peluang tenaga kerja," imbuhnya. 
   Acara ini pun, ditutup dengan pemberian piagam penghargaan kepada para pelaku industri yang terpilih sebagai IKM Unggulan 2019. Dari puluhan IKM se-Kota Mojokerto yang mengikuti coaching clinic, Ning Ita memberikan penghargaan kepada sembilan IKM unggulan yang dinyatakan telah lulus dalam pembinaan manajerial perusahaan. *Hms/Ds

suaraharianpagi.com
   Kecamatan Jetis kembali berinovasi lewat dua program anyar. Yakni car free day (CFD) tiap Minggu pagi, serta inovasi bernama Merpati Putih (Meraih harapan tak pernah mati, dan jangan pernah putus cinta kasih). Launching kedua program tersebut, dilakukan pada Minggu (6/10) pagi di lapangan Desa Jetis, dengan dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi. Selain launching inovasi, digelar juga lomba mewarnai yang diikuti 2.000 orang siswa TK dan PAUD se Kecamatan Jetis.
   Camat Jetis Iwan Abdillah, pada laporan sambutan menjelaskan latar belakang dua program tersebut secara lengkap.
   CFD digagas sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya hidup sehat, upaya mendongkrak ekonomi masyarakat, serta kestabilan lingkungan sosial yang diambil dari manfaat bersilaturahmi.
   Sedangkan Merpati Putih, dibentuk dengan tujuan utama peduli lansia tidak mampu, dengan memberi bantuan makanan bergizi.
   “CFD sebenarnya inisiasi dari Kades Jetis Bapak Martono. Ini sudah lima kali ini dilaksanakan tiap Minggu pagi. Kami harap CFD bisa dijadikan wahana rekreasi keluarga, silaturahmi, dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Sedangkan Merpati Putih, adalah bentuk rasa peduli pada para lansia tidak mampu. Agar mereka tetap mendapat asupan makanan yang cukup, sehat, dan selalu tersenyum bahagia” kata Iwan.
   Wakil bupati Pungkasiadi, pada sambutan arahannya juga mengapresiasi dua inovasi yang dilaunching. Ia setuju bahwa program bersifat rekreasional, dan mengasah kepekaan sosial, harus terus digalakkan rutin.
   “CFD itu menghidupkan. Ada olahraga bersama yang memberi manfaat kesehatan, UMKM bangkit, serta hubungan keluarga dan silaturahmi meningkat. Untuk Merpati Putih, saya juga beri applause. Sebab program ini akan meningkatkan kualitas hidup para lansia kita yang kurang mampu,” salut wabup. 
   Wabup juga berpesan pada Kecamatan Jetis, agar mempertahankan inovasi yang sudah ada. Sebab menurutnya, inovasi adalah sesuatu yang bisa diciptakan. Namun mempertahankan, adalah hal yang berbeda dan kadang sulit dijalankan.
   “Membuat (inovasi) itu mudah, mempertahankan yang susah. Saya minta ini dijaga terus, harus konsisten,” pesan wabup, dilanjutkan penyerahan paket bantuan pada 16 orang lansia secara simbolis senilai total Rp 16 juta. *ADV

suaraharianpagi.com
   Dana Desa (DD), 5 kecamatan di Kabupaten Mojokerto yakni Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan terus bertumbuh dalam membuat banyak inovasi menarik dan bermanfaat. 
   Di bidang kesehatan dan pertanian, Kecamatan Bangsal telah membuat inovasi Posyandu Jiwa di Desa Mojotamping, dan budidaya labu di Desa Pacing. Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar pun tak ingin kalah, yakni membuat gebrakan inovasi pemanfaatan ban bekas.
   Selanjutnya di bidang insfrastruktur, Desa Panggih Kecamatan Trowulan juga sudah berhasil membangun petilasan Hayam Wuruk memakai DD dan BK Desa senilai Rp 5 miliar. Di bidang SDM, Desa Blimbingsari Kecamatan Sooko telah sukses mendirikan sekolah sepak bola.
   Semua inovasi tesebut, dipaparkan dalam acara Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 cluster 2, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (1/10) pagi di Gedung Korpri Raya Jabon. BID cluster 2 ini mencakup 5 kecamatan eks pembantu bupati wilayah Mojokerto (Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan).
   Ardi Sepdianto Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana acara, pada laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan acara ini adalah menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan DD secara efisien.
   Sedangkan Wakil Bupati Pungkasiadi, pada sambutan arahannya menyatakan dukungan secara penuh terhadap BID. Menurutnya program ini akan mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD. Serta memberikan banyak referensi, dan inovasi-inovasi pembangunan desa. Dirinya juga berharap agar program ini mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.
   “BID membuat pemerintah desa punya referensi dalam merencanakan, dan menjalankan pembangunan desa. Serta menggunakan DD lebih optimal dan bermanfaat,” kata wabup. * Humas/Ds

Suaraharianpagi.com -
   Rencana pemerintah daerah, menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata bakal segera terlaksana. Hal ini, dibuktikan dengan keseriusan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam mengubah perwajahan menara air dan pemandian air Sekarsari.
   Dan pagi ini (9/10) Ning Ita, sapaan akrabnya, kembali meninjau lokasi yang akan menjadi fokus pertama dalam perwajahan baru Kota Mojokerto. Yakni, menara air Sekarsari yang sudah ada sejak jaman Belanda.
   Dengan didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ikromul Yasak dan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ganesh Pressiatantra, Ning Ita meninjau setiap sudut lokasi. Mulai dari menara air hingga pertokoan.
   Ning Ita pun, tak main-main dalam mengubah perwajahan menara air Sekarsari ini. Dengan mengusung tema Mahkota Tribuana Tungga Dewi, nantinya akan menyulap menara setinggi 22 meter ini, menjadi lebih gemerlap dengan hiasan lampu.
   "Kami tidak mengubah konstruksi bangunan. Tetapi, memperbarui desainnya menjadi lebih modern. Yang semula menaranya hanya 22 meter, akan kami tinggikan menjadi 44 meter," kata wali kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini.
   Re-desain ini lanjut Ning Ita, akan menjadi objek wisata yang bisa menjadi jujukan pertama saat memasuki gerbang Kota Mojokerto. Sehingga, akan ada ikon baru saat memasuki Kota Mojokerto. Desain menara yang baru, ditargetkan akan selesai pada awal 2020.
   "Kami ingin, saat tahun baru 2020 bisa dinikmati sama masyarakat. Dimungkinkan, nantinya pengerjaannya akan dikebut siang malam, selama 24 jam penuh," imbuh Ning Ita. 
   Selain menara air, Pemerintah Kota Mojokerto juga mengubah perwajahan pemandian air Sekarsari menjadi lebih modern. Pemandian yang dulunya menjadi tempat wisata untuk keluarga, mulai tahun depan akan mulai direnovasi.
   "Konsepnya sangat modern. Pertokoan ini, akan kami pindah di bagian atas. Sedangkan yang bawahnya untuk parkir mobil. Karena lahannya minim, kami mengantisipasi jika nanti pengunjungnya membludak. Kami tidak menggusur, melainkan menempatkan pada tempat yang baru dengan desain yang baru," tandasnya. *Hms/Ds

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget