Articles by "Mojokerto"


   suaraharianpagi.com Pada hari Rabu tanggal 04 September 201 pukul 10.30 WIB telah di temukan Mayat seorang laki laki bernama soehardi bertempat diPerum Puri Mojobaru Blok DC-09 RT/RW 09/04 Ds. Canggu Kec. Jetis Kab. Mojokerto yang di duga karena sakit. 
   Menurut penuturan saksi Pada hari Rabu tanggal 04 September 2019 sekitar pukul 09.30 WIB saat saksi sedang mau mengambil plastik plastik yang biasa di setorkan kepadanya setiap harinya, karena korban lama tidak setor plastik maka beliau melihat korban ke rumahnya, karena lama tidak dibukakan kemudian meminta Saksi lainnya untuk melihat masuk rumah korban dan melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa, dengan kulit sudah terkelupas. selanjutnya para saksi memberitahu aparat pemerintah Kec.Jetis Koramil Jetis dan Polsek Jetis Polres Mojokerto Kota guna Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut


   Penemuan mayat diPerum Puri Mojobaru Blok DC-09 RT/RW 09/04 Ds. Canggu Kec. Jetis Kab. Mojokerto menurut keterangan dari para saksi Sebelumnya korban sudah mempunyai penyakit Herni dan Diagnosa dari dokter meninggal karena penyakit Hernia dan sudah 3 hari kemarin sedang mendapat penyelidikan dari instansi terkait Polres Kota Mojokerto. *ril/ries



suaraharianpagi.com. Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Didiek Safiqo Hanim, mengumumkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 yang mencapai Rp 500 miliar lebih. Laporan ini Ia sampaikan pada malam gathering evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (27/8) di Royal Hotel Trawas.
   “PAD tertinggi dihasilkan oleh BPKAD yang terealisasi sebesar Rp 7.255.700.00 dari target Rp 9.754.969.990. Juga ada dari kecamatan yakni Mojosari, yang terealisasi sebesar Rp 2.219.674.233 dari target Rp 3.841.864.990. Data perolehan ini tercatat sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019,” kata Didik.

   Sedangkan Wakil Bupati Pungkasiadi, dalam arahannya mengajak seluruh OPD untuk terus mengejar target PAD.
   “Target PAD kita untuk tahun 2019 adalah Rp 500 miliar lebih. Pada PAPBD 2019 ini, akan kita naikkan lagi targetnya menjadi Rp 515 miliar lebih. Kita masih bisa meningkatkannya dengan potensi yang ada. Namun terkait anggaran, kita masih tergantung dari Pusat,” kata wabup.
   Dirinya juga mengimbau agar kinerja pemungutan PBB-P2 lebih ditingkatkan. Mengingat realisasi penerimaan PBB-P2 buku I, II, dan III masih mencapai 43,69%.
   “Target PAD harus terpenuhi, minimal 100 persen. Sehingga bisa menopang pembiayaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” semangat wabup.
   Kegiatan ini dihadiri Assisten Pemerintahan dan Kesra, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Mojokerto. *ds/hms


Kebakaran Karena Limbah Las Kabupaten Mojokerto


Mojokerto – suaraharianpagi.com
Jumat tanggal 23 Agustus 2019 Pukul  11.00 s.d 14.00 WIB bertempat  di Perusahaan Paku CV. Hasil Karya Jalan. Raya Jetis Desa. Parengan Kecamatan Jetis Kab. Mojokerto telah terjadi kebakaran yang diduga akibat dari serpian las Kerak kotoran/sisa gram hasil produksi yang panas karena proses pengelasan blower penyaringan.
I.  Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :
1. Pada Pukul 11.00 WIB  saat Sdr. Sugeng (Saksi), 36 th, laki-laki, alamat : Ds. Sawotratap Kec.  Sidoarjo Kab. Sidoarjo beserta 4 orang pekerja dimana mereka sebagai pekerja CV. Sawot beralamatkan Jln. Geluran Kec. Taman Kab. Sidoarjo yang sedang melakukan perbaikan blower pembuangan serbuk hasil produksi perusahaan CV. Hasil Karya alamat : Jalan. Raya Jetis Ds. Parengan Kecamatn Jetis Kabupaten Mojokerto yang rencananya akan ditambah saluran penyaringan pembuangan hasil produksi
2. Menurut keterangan saksi kejadian bermula karena adanya asap yang berlebihan pada waktu melakukan pengerjaan blower penyaringan yang disebabkan oleh :
- Panasnya lokasi titik pengelasan blower
- Karena adanya Kerak kotoran/sisa gram hasil produksi bercampur oli yang berakibat timbulnya asap yang banyak dimana dalam pengerjaan blower tersebut seharusnya kerak kotoran ataupun sisa gram harus dibersihkan terlebih dahulu karena kerak tersebut termasuk bahan yang mudah terbakar.
3. Selanjutnya Sdr. Sugeng melaporkan kejadian tersebut kepada Sdr. Iskak (Kepala Bagian Bengkel CV. Hasil Karya Perusahaan Paku), kemudian Sdr. Iskak melaporkan kejadian tersebut kepada satpam dan pimpinan.
4. Guna menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan akibat dari asap maka para pekerja berusaha memadamkan dengan menggunakan air, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jetis dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
II. Pada  Pukul  12.15 WIB petugas pemadaman kebakaran dari PMK Pemkot Mojokerto,  PMK Pemkab Mojokerto dan PMK Tjiwi Kimia tiba di lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.

III. Sedangkan Kerugian Yang Ditanggung :
1. Personil : NIHIL
2. Materiel : Serbuk kayu 10 ton hangus terbakar.
IV. Pada pukul 14.00 Wib asap yang timbul berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran selanjutnya dilakukan pembasahan sampai dengan saat ini guna menghindari masih adanya asap ataupun sisa-sisa api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lagi.

V. Dmikian dilaporkan UMP.
Pendapat pelapor
Kejadian kebakaran yang diduga akibat dari serpian las Kerak kotoran / sisa gram hasil produksi yang panas karena proses pengelasan blower penyaringan dan situasi sampai saat ini aman terkendali. *rilies*ries


   suaraharianpagi.com . Tiga desa di Kecamatan Mojosari dikucur Bantuan Keuangan (BK) Desa tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, senilai total Rp 900 juta. Tiga desa tersebut antara lain Desa Randubango, Modopuro, dan Kedunggempol masing-masing sebesar Rp 300 juta. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada acara rembuk desa, Rabu (21/8) pagi.
   Wakil bupati Pungkasiadi pada kesempatan ini mengatakan, pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

   “Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” kata wabup.
   Wabup juga menyampaikan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai gaji Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
   “Sudah kami anggarankan (PPDI Kabupaten Mojokerto) di tahun 2020. Nantinya akan kami setarakan dengan gaji PNS Golongan II, “ ungkap wabup.
Dengan adanya program tersebut, para perangkat desa diharapkan dapat meningkatkan kinerja lebih baik. Apalagi, kini desa memiliki alokasi anggaran yang besar menyusul digulirkannya program Dana Desa (DD) sejak tahun 2015. Bahkan, dengan nilai yang terus meningkat setiap tahun.
Tak lupa wabup juga berpesan pada warga masyarakat, untuk selalu berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara maksimal. Dengan harapan Mojokerto dapat kembali memperoleh Adipura, mengingat penilaian Adipura berbeda dari tahun sebelumnya. *ds/hms


Kirap Bendara Merah Putih KE-74


Mojokerto – suaraharianpagi.com
Hari ini Sabtu tanggal 10 Agustus 2019 pukul 07.00 s.d 09.00 WIB bertempat di Lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Desa Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto (sebagai titik finish) telah dilaksanakan rangkaian kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019  yang diselenggarakan oleh Polresta Mojokerto dengan penanggung jawab kegiatan Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng). yang diikuti ± 3000 orang.

I. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :

1. Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH.
2. Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
3. Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE.
4. Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH.
5. Kepala Kejari Kota Mojokerto Dr. Halila Rama Purnama, SH. M.Hum.
6. Kepala Kejari Kab. Mojokerto Rudy Hartono, SH. MH.
7. Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto Muslim, SH. MH.
8. Ketua BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih, SH, M.Si.
9. Sekdakot Mojokerto Harlistyati, SH. MSi.
10. Sekdakab Mojokerto Ir. Herry Suwito, MM.
11. Para Ka OPD Kota dan Kab. Mojokerto terkait.
12. Para PJU Kodim 0815 dan Polresta Mojokerto.
13. Para Toda, Toga dan Tomas se Kota Mojokerto.
14. Peserta Kirab perwakilan dari anggota Kodim 0815, Polresta Mojokerto, ASN Pemkot dan Pemkab Mojokerto, Purna Paskibraka Kota Mojokerto, Pelajar dan elemen masyarakat.

II. Rangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Pada pukul 07.15 WIB Kirap Prasetya Merah Putih Memasuki Finish lapangan TBI (Taman Brantas Indah) Ds. Mlerip Kec. Jetis Kab. Mojokerto,dengan urutan susunan personel sebagai berikut : - Patwal Polresta Mojokerto - Unsur Forkopimda Mojokerto - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembawa Bendera Merah Putih - Pok gabungan TNI, Polri, ASN, Purna Paskibraka dan elemen masyarakat pembentang Bendera Merah Putih.
2. Pukul 07.55 WIB para forpimda Mojokerto menuju ke ujung tepi sungai brantas untuk berdoa sasaji dengan tujuan Kota Mojokerto aman tidak ada bencana dan slalu di berikan anugerah oleh tuhan YME.
3. Pukul 08.13 WIB Menyanyikan lagu kebangsaan diantaranya sebagai berikut :
a. Indonesia Raya.
b. Gebyar gebyar Indonesia.
c. Indonesia Pusaka.
4. 08.30 WIB dilaksankan pelipatan penggulungan prasetya bendera merah putih sepanjang 740 M.
5. Sambutan Walikota Mojokerto yang intinya :
a. Menyampaikan banyak terima kasih kepada segenap Forpimda Mojokerto serta seluruh elemen yang tergabung dalam acara Kirab Bendera Sang Merah Putih sepanjang 740 M.
b. Persamaan dan persatuan bangsa sangatlah penting,  karena  bisa mewujudkan kekompakan  sehingga semakin kita memperkuat cinta kepada tanah air Indonesia
c. Dengan berkibarnya sang merah putih membuat kita bangga kita wujudkan untuk mengisi  kemerdekaan membangun kemerdekaan untuk bergotong-royong ke depan lebih baik.
d. Semoga Kota Mojokerto kedepan selalu kondusif damai dan aman.
4. Pukul 08.30 WIB dilaksanakan pembacaan Ikrar prasetya Merah Putih yang di bacakan oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK. MSc. (Eng).
 
III. Pada pukul 09.00 WIB rangkaian kegiatan  Kirap Prasetya Merah Putih selesai dengan tertib, lancar dan aman.
IV. Dmikian dilaporkan UMP.
V . Pendapat Pelapor.
Kegiatan Kirab Bendera Sang Merah Putih dengan tema "Prasetya Merah Putih" dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019 merupakan wujub penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan serta guna mempererat kebhinekaan seluruh komponen masyarakat agar tercipta situasi yang harmonis, aman dan nyaman. *rilies/ris


10 Instansi Pemkab Masuk Penilaian 
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wakil Bupati Mojokerto Pungka siadi, didampingi Asisten Perekono mian dan Pembangunan Mustain, Kepala Dinas Kesehatan Didik Chus nul Yakin, beserta OPD terkait lain nya, meninjau evaluasi pelayanan re formasi birokrasi (RB) di 3 puskes mas. Yakni UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Puri, dan UPT Pus kesmas Bangsal, Selasa (30/7) pagi.
   Tinjauan ini khususnya guna me mastikan kesiapan penilaian zona integritas (ZI), menuju wilayah be bas korupsi (WBK) dan wilayah biro krasi bersih dan melayani (WBBM).
   Sebagai informasi, tahun 2019 ini terdapat 10 lembaga instansi di Kabupaten Mojokerto yang masuk penilaian. Antara lain DPMPTSP, Dispendukcapil, dan RSUD R.A Basoeni (RB). Sementara 7 lainnya yakni Dispendukcapil, RSUD Prof. dr. Soekandar, UPT Puskesmas Jatirejo, UPT Puskesmas Bangsal, UPT Puskesmas Puri, Kecamatan Puri, dan Kecamatan Gedeg (ZI). Seperti yang dijelaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain.
   “ZI adalah predikat yang diberikan Kemenpan-RB, bagi lembaga yang berhasil menjalankan dua hal yakni WBK dan WBBM. Tahun 2019, ada 10 lembaga di Kabupaten Mojokerto yang dinilai ZI nya. Alhamdulillah, 10 lembaga ini lolos administrasi untuk penilaian selanjutnya,” kata Mustain.
   Tim penilai tidak diketahui tanggal kedatangannya. Maka dari itu, Mustain menekankan pada seluruh lembaga instansi yang masuk penilaian agar mempersiapkan diri setiap saat. Semua entitas diharapkan menguasai product knowledge lembaganya masing-masing. Mulai SOP, kelengkapan sarpras dan penunjangnya, maklumat pelayanan, keramahtamahan atau hospitality, survey kepuasan masyarakat, serta inovasi-inovasi baru yang bermanfaat.
   “Tim bisa datang sewaktu-waktu. Kita tidak tahu tanggal berapa, hanya waktunya saja diperkirakan Agustus dan September. Tim bisa saja melakukan penilalain dengan bertanya pada petugas parkir. Maka penting untuk saya ingatkan, bahwa seluruh entitas lembaga yang dinilai harus menguasai SOP pelayanan. Mulai front officer hingga petugas parkir sekalipun,” tambah Mustain.
   Wabup Pungkasiadi pada kesempatan ini terus menegaskan bahwa WBK dan WBBM adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selain itu, kepuasan masyarakat harus ditanam kan sebagai hal yang wajib diraih. Sebab hal itu, adalah standard tertinggi dari sebuah pelayanan prima.
“Kalau kita kerja tanpa indikator, jelas susah. Tapi ini kan sudah ada. Tingal komitmen saja (WBK dan WBBM). Terakhir, outcome datang dari masyarakat. Puas atau tidak, tercukupi atau belum. Saat ini kepuasan mereka adalah standard tertinggi bagi kita,” kata wabup.
   Dirinya juga menegaskan sekali lagi bahwa saat ini Pemerintah Derah terus diawasi oleh lembaga-lembaga yang memiliki tupoksi untuk mendisiplinkan kinerja harus sesuai aturan. Maka dari itu wabup meminta semuanya harus tepat aturan.
   “Kita ini diawasi oleh beberapa lembaga. Seperti ombudsman, korsupgah, saber pungli, BPK, KPK, kejaksaan, polisi, dll. Kita sudah punya indikator (menjalankan tugas sesuai tupoksi). Tinggal komitmen bersama. Ingat, kepuasan masyarakat ada di puncak tertinggi dari inti pelayanan. Jika semua sudah baik, tapi belum ada kepuasan masyarakat, hasilnya jadi tidak baik. Jadi semua harus diperhatikan,” pesan wabup. *ADV




 Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Upaya Pemerintah Kota Mojo kerto untuk meningkatkan kesejahte raan dan kebahagiaan anak-anak Kota Mojokerto kembali berbuah manis. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) oleh Kota Mojokerto. Penghargaan diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, di Makassar, pada Selasa (23/7) malam.
   Selain menerima Penghargaan KLA Madya pada tahun ini Kota Mojokerto juga mendapat apresiasi berupa penghargaan atas Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2019 yaitu Alun-alun Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa penerima penghargaan KLA 2019 meningkat 40% dari tahun sebelumnya. “Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, Tahun lalu jumlah kabupaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota,” kata Lenny.
   Lenny menyampaikan, selain penganugerahan kota layak anak, Kementerian PPPA juga meluncurkan model gereja layak anak dan deklarasi jurnalis kawan anak. “Kita telah luncurkan masjid layak anak, malam ini akan ada model gereja layak anak, selain itu kita juga mendeklarasikan jurnalis kawan anak, kita berharap bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030,” ucap Lenny.
   Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise kembali menekankan pentingnya Kota layak Anak di seluruh wilayah Tanah Air.  Anak berhak tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah daerah juga berkewajiban dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan perlindungan anak melalui pembentukan Kabupaten/Kota layak anak.
   “Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan kewajiban kita semua, mari kita berikan yang terbaik bagi 80 juta anak Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa kita ke depan. Mari wujudkan Indonesia layak anak tahun 2030,” kata Menteri Yohana Yembise, dalam sambutannya.
   Atas diterimanya penghargaan KLA Madya dan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak, Ning Ita menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah, masyarakat dan juga pelaku usaha atas kolaborasinya dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
   “Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu agar kelak menjadi pemimpin yang baik, kita harus memberikan pendidikan dan fasilitas yang baik untuk anak-anak,” kata Ning Ita.
Sebanyak 247 kabupaten/kota tercatat memperoleh penghargaan kota layak anak (KLA). Ke-247 tersebut mendapatkan penghargaan untuk 5 kategori tingkatan yakni KLA Pratama, KLA Muda, KLA Nindya, KLA Madya dan KLA Utama.
   Dalam gelaran acara tersebut para tamu undangan disuguhkan tarian khas kota anging mammiri yang dibawakan oleh pelajar SMP dan SMA se-kota Makassar. Selain itu pembacaan doa juga dibawakan oleh anak-anak perwakilan dari 5 Agama yakni Islam, Khatolik, Protestan, Budha dan Hindu. *ADV


Pabrik Kertas di Mojokerto Ini Bakal Olah Sampah Plastik Jadi Energi Listrik
Mojokerto - suaraharianpagi.com
  Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan sam pah plastik di pabrik kertas di Mojo kerto ini akan diolah menjadi energi listrik. Hal tersebut disampaikan usai mengunjunginya PT Mega Sur ya Eratama, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. “Tujuan kami kesini ingin melihat penjajakan rencana proses untuk menyiapkan dari sampah plastik menjadi energi listrik. Sekarang ini secara nasional, Pak Presiden meminta untuk kita melakukan pemetaan dari sampah untuk bisa menjadi energi plastik,” ungkapnya, Senin (15/7/2019).
   Untuk sampah basah, lanjut mantan Menteri Sosial RI ini, sudah diinisiasi di Surabaya dan sampah plastik sedang diinisiasi di Mojokerto. Menurutnya, Pemprov Jawa Timur punya Pekerjaan Rumah (PR) terkait sampah plastik. Jawa Timur termasuk lima besar di dunia. “Sehingga bagaimana pengolahan sampah plastik bisa menjadi energi itu salah satu dalam Rencana Umum Energi Daerah. Raperda RUED sekarat dibahas di DPRD, kita berharap energi yang terbarukan atau energi non forsil di tahun 2025 di Jatim bisa sudah mencapai 16,8 persen,” katanya.
   Diantara energi non fosil, lanjut orang nomor satu di Jawa Timur ini, masyarakat biasa mendengar PLPB, PLTA, PLTS. Sehingga dalam kunjungan ke Mojokerto untuk melihat bahwa sampah bisa menjadi listrik. Dan yang dikelola di Mojokerto, awal Agustus sudah bisa operasi.
“Insya Allah awal Agustus sudah bisa operasi, adalah sampah plastik menjadi energi listrik. Kita sedang koordinasikan dengan beberapa kabupaten/kota apakah sampah basah bisa menjadi listrik atau sampah plastik menjadi listrik. Didalam kunjungan ini kita menemukan bahwa pabrik kertas di Jawa Timur masuk 5 besar ekspor Jawa Timur,” ujarnya.
   Industri kertas di Jawa Timur menyumbang 23 persen industri kertas nasional, industri kertas di Jawa Timur sebagian besar menggunakan wish paper. Persoalannya adalah ketika sampah kertas di ekspor ada ikutan sampah plastik. Akhinya per 20 Juni lalu, sampah kertas yang di import akhirnya di re ekspor. “Rata-rata hari ini, pabrik kertas di Jawa Timur yang bahan bakunya menggunakan bahan baku sampah kertas, bahan baku makin menipis. Termasuk pabrik ini. Bahan bakunya kira-kira bertahan 10 hari kedepan, informasi ada 305 kontener tertahan di Tanjung Perak dan potensi di re ekspor,” tuturnya.
   Ini akan menjadi PR Pemprov Jawa Timur untuk mengkoordinasikan dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Perindustrian. Menurutnya, semua pasti menolak import sampah plastik tapi kemudian import sampah kertas yang menjadi bahan baku pabrik kertas tertahan. “Oleh karena itu harus segera dicari solusi supaya Industri kertas di Indonesia, khususnya industri kertas di Jawa Timur yang menggunakan bahan baku kertas bekas tidak berhenti beroperasi. Pabrik yang kita datangi ini, 100 persen menggunakan bahan baku kertas bekas,” jelasnya.
   Khofifah menambahkan, suplai nasional di PT Mega Surya Eratama hanya mencapai 20 persen dari kebutuhan kapasitas produksi pabrik. Artinya 80 persen harus di import. Menurutnya, ada opsi PAL artinya penebangan kayu di hutan akan masif. Jika menggunakan kertas bekas problemnya adalah ikutan sampah plastik.
   “Sehingga ikutan sampah plastik harus dipisahkan untuk bisa membangun industri kertas kita supaya tetap bisa berlangsung di antara negara lain yang melakukan masifikasi dari industri kertas yang ada. Itu temuan lapangan kita, intinya kita kesini ingin melihat kesiapan energi listrik yang akan dilakukan melalui pengolahan sampah plastik,” tegasnya.
   Menurutnya, jika bisa berjalan di awal Agustus maka kesepakatan Pemprov Jawa Timur dengan PT Mega Surya Eratama dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkomunikasikan dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Pasalnya, pada dasarnya ITS mempunyai teknologi untuk sampah basah menjadi listrik.
   “Ini sampah plastik menjadi energi listrik. Kalau ITS bisa menyiapkan teknologi yang lebih masif maka harga dari mesin untuk mengolah sampah plastik menjadi energi listrik akan lebih mudah dan murah. Jika butuh sparepart kita butuh, lebih mudah dan aksesnya dan bisa terkoneksi dengan problem pengolahan sampah di kabupaten/kota di Jawa Timur,” urainya.
Masih kata Khofifah, di Mojokerto menjadi inisiator pertama untuk mengolah sampah plastik menjadi energi listrik. Sampah basah menjadi energi listrik sudah di uji coba di Surabaya dan Lamongan. Saat ini sudah disiapkan oleh Kementrian ESDM dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
   “Terutama adalah untuk menjadi energi listrik, tidak hanya sampah reuse atau sampah recycle, reduce. Jika penggunaannya untuk listrik maka menyiapkan energi non fosil. Ini 7,8 mega watt, pabrik ini selama ini punya power plant menggunakan batu bara maka akan digantikan secara bertahap dengan sampah plastik,” lanjutnya.
   Saat ini masih menggunakan teknologi luar, mesin sudah datang dan diperkirakan awal Agustus akan beroperasi. Jika ITS bisa mereplikasi mesin maka akan semakin bermakna bagi penyiapan energi non fosil. Tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia.
   Sementara itu, Dirut PT Mega Surya Eratama, Siswanto menjelaskan secara teknis proses produksi hingga bahan baku yang diperoleh. “Bahan baku 80 persen kami dapat dari import. Seperti Inggris, Australia, Amerika, Singapura, dan negara-negara Eropa. Sedang 20 persen sisanya dari lokal,” pungkasnya.
   Produksi PT Mega Surya Eratama dilalukan di atas lahan seluas 29 hektar dan sudah dikembangkan seluas 40 hektar. Jawa Timur sendiri tercatat sebagai penghasil limbah plastik ke-tiga terbesar di dunia. Fakta ini tentu menjadi catatan dan PR bersama, terkait bagaimana bisa menekan dan memaksimalkan kondisi tersebut.
   PT Mega Surya Eratama di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro bakal mengolah limbah plastik sebagai tenaga alternatif pembangkit listrik. Industri yang bergerak di bidang kertas ini, juga disebut-sebut sebagai inisiator pertama pemanfaatan limbah plastik menjadi energi listrik.
Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan didampingi langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno. *Humas/Ds


Berkembang Signifikan, Dana Perguliran Capai Rp 70 Miliar 
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pasca program di Kabupaten Mojokerto, telah banyak mengalami perkem bangan signifikan. Terlihat dari perkembangan modal awal dana perguliran sebesar Rp 15 miliar lebih, per laporan 31 Desember 2018 telah bertambah menjadi Rp 70 miliar lebih.
   Kabar baik ini dibahas Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada kesempatan halalbihalal kelemba gaan PNPM-Mandiri Perdesaan Pasca Program, Kamis (4/7) siang di Mojo Kembangsore Park Kecamatan Pacet.
“Dana awal perguliran telah mengalami perkembangan signifikan. Dari Rp 15 miliar, menjadi Rp 70 miliar atau naik sekitar 455 persen,” kata wabup.
Pada tahun 2018, idle fund (dana menganggur) yang tercatat yakni Rp 22 miliar lebih mengendap di rekening bank dan tidak diinvestasikan pada aset atau surat berharga lainnya. Maka, PNPM-MPd mengembangkannya dalam bentuk kegiatan lebih variatif. Tak hanya berkutat pada kegiatan simpan pinjam masyarakat.  
   Wabup Pungkasiadi dalam kesempatan ini mengucapkan apresiasi pada tiga kecamatan yakni Pacet, Kutorejo, dan Pungging, yang telah menyimpan idle fund di BUMD Pemkab Mojokerto yakni BPR Majatama. Wabup ingin agar langkah ini bisa diikuti kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto, untuk meningkatkan iklim peningkatan usaha ekonomi masyarakat yang lain.
“Kegiatan perguliran dana yang melibatkan desa-desa pada kecamatan, menjadikan kelembagaan PNPM-MPd punya peluang membentuk BUMDES. Dari situ nanti bisa lahir unit-unit usaha bermanfaat. Misalnya pengembangan daerah wisata, dam perdagangan. Inilah tujuan kita untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat,” tambah wabup.
Dengan perguliran Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), PNPM Mandiri di Kabupaten Mojokerto telah menjelma menjadi potensi ekonomi bagi 2.070 kelompok yang melibatkan 38.471 anggota masyarakat.
PNPM Mandiri Perdesaan sendiri merupakan kelanjutan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (PPK), untuk dilaksanakan sebagai instrumen percepatan penanggulangan kemiski nan dan perluasan kesempatan kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.
   Wabup juga menjabarkan beberapa progres perkembangan pembangunan di Kabupaten Mojokerto seperti angka kemiskinan, kesehatan, dan infrastruktur. Wabup menyebut angka kemiskinan Kabupaten Mojokerto saat ini berkisar di angka 10,08 persen. Angka tersebut ditargetkan untuk terus diturunkan, tentunya dengan program-program pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
   “Alokasi untuk pembangunan bidang kesehatan yang diinstruksikan pemerintah pusat sebesar 20 persen, namun kita coba 29 persen. Bidang pendidikan 10 persen, kita upayakan 14 persen, dan bidang infrastruktur 25 persen, kita bisa buat jadi 33 persen. Semua kita lakukan secara imbang untuk mempercepat kesejahteraan bagi masyarakat,” terang wabup.
   Acara dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus M. Anas, Kepala Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ardi Sepdianto, kepala OPD, dan Camat Pacet Moch. Malik beserta Muspika. *Humas/Ds



Ning Ita: Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit 
Dan Mojongremo Adalah Embrio Spirit Of Mojopahit
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke 101 berlanjut dengan Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dan Mojongremo yang digelar pada Kamis (27/6) pagi. Acara Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dihadiri oleh Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan suami Supriyadi Karima Saiful; Perwakilan Kepala Daerah sekitar, Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dan Ketua TP. PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal; Jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Asisten, Kepala OPD serta tamu undangan dari berbagai institusi.
   Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan, Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya lokal. “Sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga, melindungi, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal kita, hal upaya ini penting dilakukan karena menyangkut masalah identitas kepribadian daerah kita.”kata Ning Ita.
   “Melalui Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ini, saya harapkan generasi muda dan kaum milenial di Kota Mojokerto semakin mencintai budaya lokal dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing," kata Ning Ita. Ning Ita menambahkan masuknya budaya asing kadang kala memberikan kontradiksi dengan nilai-nilai serta kultur masyarakat kita, sehingga dengan generasi muda dan kaum milenial yang mencintai budaya lokal akan membentuk generasi muda Kota Mojokerto yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang terpuji.
    Dalam kesempatan ini pula Ning Ita menyampaikan, dengan slogan “Spirit of Mojopahit”  untuk mengingatkan kembali akan kebesaran Kerajaan Mojopahit, sebuah kerajaan yang termashur di abad ke-14, kerajaan yang kaya, kuat dan sejahtera dengan Mojokerto sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan. “Bersama para budayawan dan seluruh elemen masyarakat, marilah kita menggaungkan kembali kejayaan Mojopahit melalui penyelenggaraan event– event seperti kirab budaya kita pada hari ini, dan juga Mojongremo–Mojokerto menari, yang merupakan embrio kecil dari Spirit of Mojopahit.”lanjut Ning Ita.
    Masih dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan komitmennya untuk memberi perhatian bagi semua program pengembangan seni budaya di Kota Mojokerto mengajak semua pihak, baik para budayawan, seniman dan para ahli pengkaji seni budaya pada perguruan tinggi untuk saling bersinergi bekerjasama dalam mengembangkan seni budaya Mojokerto ke arah produktif dan fungsional. “Kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto, marilah kita guyub, rukun, berkolaborasi dan berkontribusi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya demi kota kita tercinta, kerukunan dan persatuan merupakan modal utama dalam kesinambungan pelaksanaan pembangunan.”pungkas Ning Ita.
    Mojokerto Menari 2019, Mojongremo yang menjadi salah satu bagian dari Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit, dilaksanakan tepat pada jam 10.01 dilakukan di depan Kantor Wali kota Mojokerto diikuti oleh Ning Ita dan tamu-tamu undangan serta para penari dari berbagai sanggar tari di Kota Mojokerto.  
    Peserta Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit diberangkatkan oleh Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dari Rumah Dinas Wali kota Mojokerto di Jalan Hayam Wuruk No 50 Kota Mojokerto. Dari jalan Hayam Wuruk peserta melewati Jl. Letkol Sumarjo, Klenteng Hok Sian Kiong, Pasar Tanjung Anyar menuju Kantor Wali kota Mojokerto, di Jalan Gajah Mada 145, Kota Mojokerto.
    Cucuk Lampah yang terdiri dari sebarisan Mbok Ireng bersenjatakan Sodo Lanang Tumbak Sewu yang bertugas untuk membersihkan segala kejahatan, menyingkirkan  segala bentuk kejahatan angkara murka menjadi pembuka peserta Kirab Banjaran Mojobangkit. Ning Ita serta para tamu undangan dan masyarakat Kota Mojokerto dalam kesempatan ini juga menyaksikan berbagai kesenian tradisional. Diawali oleh penari Bedoyo Gayatri Raja Patmi, Tari Pasar tanjung Anyar, Barongsai, Reog  Manggolo  Mertoyo, dan jaranan. Kendaraan hias dari berbagai instansi pemerintah dan swasta juga turut serta dalam barisan peserta kirab. Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ditutup dengan pembacaan ikrar Mojokbangkit yang dipimpin oleh Ning Ita. *ADV 


Minta PPDB Diinformasikan dengan Jelas

Mojokerto-suaraharianpagi.com
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Mojokerto tahun 2019, harus diakomodir dan diinformasikan sejelas-jelasnya untuk menghindari miskomuni kasi. Imbauan ini disampaikan Wakil Bupati Mojokerto Pungka siadi, pada acara halalbihalal dengan seribu orang guru di gedung PGRI Banjaragung Kecamatan Puri, Kamis (27/6) pagi.
“Saya mengimbau kepada seluruh PGRI yang hadir disini, untuk memberikan kejelasan kepada calon siswa agar informasi PPDB 2019 di Kabupaten Mojokerto tidak rancu. Pemerintah telah mengakomodir aturan pusat yang meliputi zonasi, perpindahan alamat, dan prestasi,” kata wabup.
Wabup juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto sangat peduli terhadap  dunia pendidikan. Dibuktikan dengan peningkatan anggaran untuk pendidikan, yang meningkat 26 persen dan diharapkan bisa terus merangkak menjadi 29 persen.
“Pendidikan merupakan pilar terpenting. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, berkonsentrasi agar sektor ini mampu membawa perubahan lebih baik pada kemajuan Kabupaten Mojokerto ke depan. Pendidikan yang diajarkan guru, adalah gerbang masa depan bagi terciptanya pemimpin bangsa,” tambah wabup.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, mengucapkan terimakasih atas support penuh Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang banyak mengganggarkan pembangunan di sektor pendidikan.  
“Kami berterimakasih pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya pada Bapak Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, yang sangat memprioritaskan sektor pendidikan guna pembangunan jangka panjang Kabupaten Mojokerto dalam hal peningkatan SDM,” kata Zainal.
Ketua PGRI Bambang Sutrisno dalam kesempatan halalbihalal ini, sekaligus memperkenalkan gedung baru PGRI yang dibangun atas biaya dari anggota PGRI.
“Mari kita majukan PGRI bersama yang sudah kita bangun dari nol sampai di puncak sekarang. Gedung ini dibangun dengan tujuan sebagai peningkatan mutu dan SDM, tempat workshop dan seminar, serta pusat pelatihan kegiatan guru-guru di Kabupaten Mojokerto,” tegas Bambang. * Hms/Ds



Persiapan CJH Sudah 95 Persen 
Mojokerto - suaraharianpagi.com
  .Sebanyak 1.791 orang Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto tahun 2019, mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji di gedung IPHI Kabupaten Mojokerto, Senin (17/6) pagi. Bimbingan manasik dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dengan dihadiri Moch Amin Mahmud selaku Plt. Kepala Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Timur, beserta OPD terkait.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi, dalam laporanya memberi informasi persiapan CJH yang sudah mencapai 95 persen. CJH juga akan mendapatkan materi manasik yang berkaitan dengan kesehatan, ilmu manasik haji dan pelaksanaan praktek di lapangan dengan bimbingan narasumber.
CJH Kabupaten Mojokerto tahun 2019 dengan total 1.791 orang,  terdiri dari 837 orang laki-laki dan 954 orang jamaah perempuan. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 lalu, yakni 1.402 orang. Lansia tertua berumur 93 tahun bernama Mi'un warga Desa Sengon Kecamatan Ngoro, dan jamaah termuda bernama Rohilah 19 tahun dari Mojosari.
    “Persiapan manasik haji sudah dilaksanakan di tingkat kecamatan, dan pada tingkat kabupaten. Kali ini calon haji mendapatkan pemantapan pelaksanaan manasik selama 6 kali di IPHI Kabupaten Mojokerto. Dimohon untuk yang berusia muda untuk saling membantu disana saat ibadah haji nanti,” kata Barozi.
    Wabup Mojokerto Pungkasiadi juga berpesan pada para CJH untuk wajib menaati semua instruksi dan arahan pembimbing.  
“Nantinya kalau sudah tiba di tanah suci Makkah dan Madinah, saya minta jamaah wajib menaati peraturan dan arahan pebimbing. Kepada staf yang bertugas, terus layani para jamaah karena ini merupakan tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar wabup.



Forum Group Diskusi Bersama Dinas Kesehatan Mojokerto
 suaraharianpagi.com – Kabupaten Mojokerto
   Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar  Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke 2 Kabupaten Mojokerto 2019 yang diikuti 200 Peserta dengan tema  “Penguatan Kolaborasi Kabupaten Mojokerto Menuju Cakupan Kesehatan Semesta” di Ayola Hotel (4/5). Acara dibuka oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kab.Mojokerto Agus M Anas Edi Santoso mewakil Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi.
   Agus M Anas Edi Santoso dalam sambutannya menghimbau agar seluruh unit kerja pelayanan public baik Puskesmas, Rumah Sakit, maupun OPD Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk terus berkomitmen dan memberikan kinerja terbaik pada masyarakat untuk mensukseskan Gerakan Mayarakat Hidup Sehat (GERMAS).
   “Unit unit kerja baik Puskesmas Kecamatan, maupun OPD harus terus berinovasi, Masyarakat tidak bisa berdiri sendiri, mereka juga butuh bantuan organisasi dan instansi untuk bersama mengsukseskan program GERMAS.” Tegas Anas.
   Kepala Dinas Kesehatan Didik Chusnul Yakin mengatakan dalam Laporanya bahwa rapat  ini merupakan pelaksanaan program Dinas Kesehatan untuk menjalin kolaborasi dan mensukseskan Program bersama, meliputi program bersama terkait Angka Penurunan AKI dan AKN, Pencegahan Stunting dan Mutu meningkatkan Imunisasi, pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Eliminasi TBC.
   Didik Chusnul Yakin menambahkan, bahwa saat ini banyak inovasi dibidang kesehatan yang di gagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seperti SAJADAH (Santri Jatim Sehat & Berkah), BUAIAN (Bunda Anak Impian), KOPIPU (Konseling dari Pintu ke Pintu).
   RAKERKESDA Kabupaten Mojokerto di Sesi terakhir  membedah permasalahan yang ada dimasyarakat Sesi terakhir di tutup dengan pembagian perkelas dan organisasi terkait dengan masalah kesehatan yang ada, para peserta juga harus merumuskan permasalahan yang ada dan solusi terbaik dari Forum Group Diskusi.
   Dalam rapat kali ini juga di hadiri oleh Yayuk Pungkasiadi Wakil Ketua TP PKK Kab.Mojokerto, Forkopimda, OPD terkait. Peserta RAKERKESDA di hadiri oleh perwakilan dari Puskesmas, Rumah Sakit, Organisasi Profesi, PONKESDES, Asosiasi Pengobatan Traditional yang ada di Wilayah Kabupaten Mojo kerto.  *hms/desy


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget