Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Lamongan"


Masyarakat Bangun Desa
Lamongan - SHP
   Kepala Desa Bambang Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kades Bakri berkomitmen melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun Desanya. Peran masyarakat sangat penting dan perlu adanya sinergi untuk rasa memiliki. Bukan semata-mata sekedar memiliki, melainkan ikut serta membangun dan menjaga Desa. 


“Ini amanah yang harus saya junjung tinggi, untuk itu ayo bangun tanah kelahiran ini bersama-sama,” katanya. Menurutnya, pembangunan Desa sedang digencarkan oleh pemerintah melalui kucuran dana melimpah ke setiap Desa. Bantuan pemerintah berupa Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus dimanfaatkan dengan baik.”Sebelum melakukan pembangunan secara fisik, saya mulai dulu selalu membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan ikut berperan dalam pembangunan Desa. Karena tidak mungkin memajukan Desa seorang diri,” ujarnya kepada Suara Harian Pagi, Sabtu,( 5/8) kemarin. Kades menambahkan, Saya beserta perangkat punya cita-cita, Desa Bambang ini ke depan menjadi Desa percontohan untuk Desa lain. “Kami siap membangun Desa, agar nantinya bisa menjadi Desa percontohan dikabupaten Lamongan,” sambungnya. Bahkan, Rencana jangka panjang untuk membangun dan mengembangkan Desa yang disampaikan Kades Bambang yang kurang lebih 3 tahun menjabat Kades tersebut, diamini oleh beberapa tokoh masyarakat.
   “Bakri selaku Kepala Desa Bambang semangatnya masih membara. Saya sangat yakin dan mampu membangun serta memberikan perubahan untuk desa. Tahun demi tahun sampai masa jabatannya habis,” ujar salah satu tokoh Masyarakat yang tidak mau disebut namanya. Kepala Desa harus mampu menginspirasi, bukan mengebiri apalagi menakut - nakuti warganya sendiri. Karena tanda - tanda seorang Kades yang baik bukan yang ditakuti karena memiliki kekuasaan, melainkan ia yang disegani karena memiliki kelebihan.”Tugas Kepala Desa itu berat, selain menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Desa, juga membina dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya. Dengan adanya pimpinan yang penuh semangat, agresif dan motifasi yang tinggi tentu membuat masyarkat senang dan menyambut positif Program pembangunan Desa ini, agar berjalan sesuai aturan yang ada, serta hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan kinerja TPK yang harmonis dan saling berkesinambungan, serta kepercayaan masyarakat  untuk melaksanakan pembangunan Desa baik ADD, DD maupun yang lainnya ini semoga hasilnya dapat optimal sesaui dengan harapan kita semua. “ Tambahnya.
Hal senada dengan Kades Bakri, Muklis salah satu warga saat di temui suara harian pagi mengatakan, Dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat secara guyub bergotong royong dan bekerjasama agar pembangunan itu cepat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat selalu mengedepankan nilai pemberdayaan dan kebersamaan dalam dalam bekerja, hal ini sebagai bentuk dari perwujudan yang nyata masyarakat dalam pembangunan sarana infrastruktur Desa.‘’Saat ini masyarakat sangat berterimakasih kepada pemerintah sebab dengan adanya program ini  Desa dapat membangun dengan mengoptimalkan nilai pemberdayaan masyarakat yang ada dan pembangunan dari dana Desa  ini dijadikan sebagai cermin dari pembangunan masyarakat.’’ujar Muklis. *ind



Kades Pringgoboyo Libatkan Masyarakat Bangun Desa
Lamongan - SHP
 Kepala Desa Pringgoboyo Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kades Ahmad Elifuddin, S.Pd berkomitmen untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun Desanya. Diyakininya, peran masyarakat sangat penting. Perlu ada sinergi dan rasa memiliki. Bukan semata-mata sekedar memiliki, melainkan ikut serta membangun dan menjaga Desa. “Ini amanah yang harus saya junjung tinggi, untuk itu ayo bangun tanah kelahiran ini bersama-sama,” katanya. Menurutnya, pembangunan Desa sedang digencarkan oleh pemerintah melalui kucuran dana melimpah ke setiap Desa. Bantuan pemerintah berupa Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus dimanfaatkan dengan baik.”Sebelum melakukan pembangunan secara fisik, saya mulai dulu selalu membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan ikut berperan dalam pembangunan Desa. Karena tidak mungkin memajukan Desa seorang diri,” ujarnya kepada Suara Harian Pagi. Kades menambahkan, Saya beserta perangkat punya cita-cita, Desa Pringoboyo ini ke depan menjadi Desa percontohan untuk Desa lain. “Kami siap membangun Desa, agar nantinya bisa menjadi Desa percontohan dikabupaten Lamongan,” sambungnya. Bahkan, Rencana jangka panjang untuk membangun dan mengembangkan Desa yang disampaikan Kades Elifuddin yang baru 1 tahun menjabat Kades tersebut, diamini oleh beberapa tokoh masyarakat.
“Ahmad Elifuddin selaku Kepala Desa Pringgoboyo semangatnya masih membara. Saya sangat yakin akan mampu membangun dan memberikan perubahan untuk Desa ini tahun demi tahun sampai masa jabatannya habis,” ujar Mbah Atekan, salah satu tokoh Masyarakat yang setiap harinya mengurus komplek Makam Sultan Hadi Wijaya atau Jokotingkir. Kepala Desa harus mampu menginspirasi, bukan mengebiri apalagi menakut - nakuti warganya sendiri. Karena tanda - tanda seorang Kades yang baik bukan yang ditakuti karena memiliki kekuasaan, melainkan ia yang disegani karena memiliki kelebihan.”Tugas Kepala Desa itu berat, selain menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Desa, juga membina dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya.
     Menurut Afan Zubaidi selaku Pendamping Desa di kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan mengungkapkan,  para pendamping Desa merupakan para sarjana yang memiliki pengetahuan dibidangnya. Selain harus memahami pengetahuan umum, harus juga memahami managemen pengelolaan Desa dengan berbagai persoalannya. “Jadi memang tidak mudah, tapi inilah bentuk pengabdian yang luar biasa. Karena efek dari proses pendampingan ini kita harapkan dapat menjadikan Desa lebih mandiri dan mampu berdikari membangun Desanya,”tegas Afan. Selain memiliki kemampuan pengelolaan managemen pemerintahan Desa, pengelolaan keuangan, dan mampu memfasilitasi pendampingan pembangunan proyek fisik diDesa. Para pendamping juga harus memiliki kemampuan membangun ideologi dan demokratisasi bagi masyarakat Desa. “Memang tidak mudah, pendekatan emosional juga harus dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat Desa,”tambahnya.
   Semangat pengabdian inilah, jelas Afan Zubaidi, menjadi modal utama para pendamping Desa untuk mewujudkan cita - cita Desa yang mandiri. “Kita terus menerus membangun basis - basis Desa, dengan memberi motivasi agar Desa tersebut sejahtera dan mandiri,”kata dia. Lanjut Pendamping Desa kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan mengatakan, para pendamping Desa setidaknya memiliki pengetahuan managemen pemberdayaan Desa. Para pendamping desa dan pendamping lokal desa, secara terus menerus dan berkala mendapat berbagai pelatihan pengelolaan managemen pemerintahan desa. “Tidak saja itu, para pendamping Desa dan Pendampingan lokal Desa harus mampu mengarahkan dan membangun kader-kader pemberdayaan di Desa tersebut”, katanya.
   Dengan Mengasah Semangat Pengabdian, Sejak awal memutuskan menjadi pendamping Desa, mereka sebenarnya sudah memahami tugasnya dan merelakan separuh hidup mereka demi membangun Desa. Semangat membangun perubahan bangsa mulai dari Desa ini,  sudah dirasakan oleh mereka. Hingga tidak sulit mengukur berbagai tantangan yang akan ditemui di medan kerja, hingga jauhnya jarak tempuh antara satu Desa dengan lainnya. “Semangat pengabdian ini sudah muncul sejak mereka mendaftarkan diri sebagai pendamping Desa. Karena tanpa semangat tersebut, mungkin rata-rata pendamping sudah mengundurkan diri sebelum waktunya,”tegas Abdul Umar juga sebagai Pendamping Desa kepada Suara Harian pagi, Rabu  2 Agustus 2017. Lanjut Umar, menurut dia, spirit pengabdian membangun Desa itu lebih besar daripada tantangan yang dihadapi oleh para pendamping Desa. Sebab, jelas dia, para pendamping sudah sangat memahami berbagai tantangan dan hambatan yang akan dijumpai dilapangan. “Karena tidak mudah mengajak dan membina masyarakat Desa, yang memiliki adat dan tipikal yang berbeda satu dengan lainnya,”jelasnya. Jika bukan karena semangat pengabdian yang besar, tambah dia, mungkin para pendamping sudah “menyerah” lantaran upah mereka yang nilainya tidak terlalu besar. “Kalau berhitung mungkin tidak sesuai. Tetapi semangat membangun Desa, lebih besar nilainya dari jumlah yang harus kami terima,”ujarnya. Para pendamping Desa memiliki misi besar, yakni membangun demokrasi di Desa. Dengan membentuk pemerintahan Desa yang bersih, semangat akuntabilitas keuangan Desa, dan membangun kesejahteraan Desa lewat BUMDes dengan berbagai potensi yang dimiliki Desa tersebut. “Kita membangun Desa secara total, tugas ini sepenuhnya untuk pengabdian membangun kemajuan Desa,”pungkasnya.*ind



Seluruh Kepala Desa Ikuti Konferensi

Lamongan – SHP 
   Sebanyak 19 kepala Desa sekecamatan Turi yang mengikuti konferensi dinas yang digelar oleh Kecamatan Turi di pendopo balai Desa PomahanJanggan ada 16 kepala Desa yang hadir serta di hadiri seluruh ka Upt kecamatan Turi, Koramil Turi, Polsek Turi dan staf kecamatan Turi, Selasa (25/7). Konferensi dinas yang dibuka langsung oleh Camat Turi, Suja'i SH, MM membahas sejumlah materi terkait dengan pelaksanaan program pembangunan Desa yang harus bersinergi dengan program pembangunan kabupaten. Menurut Bapak Suja'i, SH. MM, Kepala Desa memiliki peran dan posisi yang strategis dalam pelaksanaan Undang-Undang Desa. Selain karena kepala Desa berkedudukan sebagai kepala pemerintahan Desa, juga sebagai pemimpin masyarakat. Ditambah, dengan kedudukan, kewenangan dan keuangan Desa yang semakin kuat, penyelenggaraan pemerintahan Desa diharapkan lebih akuntabel. Terkait semakin besarnya dana yang mengalir ke Desa, Bapak Camat Turi berpesan agar kepala Desa mencermati dan berpedoman pada peraturan perundangan tentang pengelolaan keuangan Desa, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Agar lebih transparan, menurutnya program Desa juga perlu diinformasikan ke publik dengan memanfaatkan teknologi informasi termasuk website dan media sosial. Sehingga program unggulan maupun potensi Desa termasuk dalam kaitan program satu Desa satu produk unggulan, dapat terpublikasikan secara luas. Tambahnya, Desa juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, karena mengelola keuangan sendiri bukanlah tugas yang mudah, sehingga harus disiapkan mekanisme pengawasan yang baik, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia juga berpesan, agar para kepala Desa untuk berbagi tugas, yakni dengan berusaha menyelesaikan persoalan yang ada di Desanya masing-masing dengan berbagai pendekatan personal dan persuasif.
   Bapak camat Turi menyayangkan ketidak hadiran H. Sholikin selaku kepala Desa Kepudibener, Mahmudi kepala Desa Ngujung Rejo dan Abdul Qodir Ridwan selaku kepala Desa Sukoanyar,pungkasnya.   Dalam sambutannya, Kepala Desa PomahanJanggan, Hasan Bisri mengatakan dalam konferensi dinas ini menitik beratkan pada persiapan pelaksanaan HUT RI ke 72 pada Agustus mendatang, serta sejumlah program pembangunan perekonomian Desa seperti penyedian infrastruktur sebagai penopang aktivitas perekonomian masyarakat Desa, serta peningkatan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. "Pada prinsipnya dari konferensi dinas tadi semua kepala Desa siap untuk mensukseskan program -program pembangunan yang telah diarahkan Bapak Camat Turi kepada kami," ujar Hasan Bisri S.P.d. Lanjut kepala Desa PomahanJanggan juga mengatakan sebagaimana amanat dari pemerintah pusat untuk menggelar perayaan HUT RI ke 72, setiap Desa untuk mempersiapkan diri dengan sejumlah agenda kegiatan guna kemeriahan HUT RI yang ke 72 tersebut. "Konferensi dinas ini juga membahas upaya peningkatan pelayanan dan pembangunan infrastruktur sebagai penopang aktivitas perekononian masyarakat. Tujuan akhirnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa," kata Kades yang akrab di panggil Bisri. Acara konferensi dinas ini sudah menjadi agenda rutin bulanan yang diprogramkan oleh Kecamatan Turi. Konferensi dinas ini sebagai bentuk ajang silaturahmi, pertukaran informasi dan evaluasi program yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh pemerintah Desa.*ind        

Waaspers Kasad Tinjau TMMD Ke 99 di Desa Sekidang
Lamongan - SHP
   Komandan Kodim 0812 lamongan mendampingi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad) Brigjen TNI Wirana P Budi, meninjau pelaksanaan TMMD di Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng Kabupaten lamongan, Minggu (16/07).
   Hadir Dalam Kegiatan ini” Brigjen TNI Wirana P Budi SE (Waaspers Kasad), Kolonel Inf Novi Rubadi Sugito (Aspers Kasdam V Brawijaya, Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo Danrem 082/CPYJ), Letkol ARM Wahyudi Dwi Santoso SE (Pabandya 1/Dalkuad Spaban VI/ Bin PNS Spersad). Sebelum melaksanakan kunjungan TMMD Ke 99 Tahun 2017 di Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan, Kunjungan Waaspers Kasad dan rombongan dan di dampingi Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo S.IP meninjau Desa Sekidang Kecamatan Sambeng disambut Dandim 0812 lamongan Letkol Inf Sutrisno Pujiono S.E.M.M ,Kasdim 0812 Lamongan Mayor Inf Wiyono.
   Waaspers Kasad beserta rombongan di dampingi Danrem 0812/CPYJ dan Dandim 0812 lamongan Letkol Inf Sutrisno Pujiono meninjau beberapa lokasi pelaksanaan TMMD yang dimulai dari kunjungan di Posko TMMD Ke 99 pada kesempatan itu, Waaspers Kasad Brigjen TNI Wirana B.P menerima Paparan tentang Nilai manfaat dengan adanya TMMD masyarakat Desa Sekidang akan mudah menuju Kecamatan dan TNI akan mudah di kenal oleh rakyat, pada musim kemarau kekurangan air bersih dan di adakan perbaikan tendon, proses TMMD pada dasarnya semua lancar. Selanjutnya di paparkan tentang sasaran yang di laksanakan.
   Selanjutnya Brigjen TNI Wirana P Budi SE (Waaspers Kasad) beserta rombongan naik SPM Babinsa Menuju Dusun Karangaji sambil meninjau sasaran pokok dan tambahan berupa jalan rabat beton. Waaspers Kasad Brigjen TNI Wirana P Budi dalam kunjunganya mengatakan, Tujuan saya dan rombongan datang ke sini untuk melihat secara langsung apa yang dilakukan prajurit TNI bersama masyarakat yang ada di sini dalam program TMMD Ke 99. Terutama tugas-tugas yang diperintahkan Kasad untuk memberikan motivasi kepada prajurit TNI yang sedang melaksanakan program TMMD, ujar" Waaspers Kasad.
   Selesai memberikan sambutan Waaspers Kasad Brigjen TNI Wirana P Budi SE beserta rombongan melaksanakan peninjau langsung di sasaran fisik TMMD antara lain, Jalan Rabat Beton , RTLH, Plesterisasi, Pembangunan Sarana air bersih, renovasi masjid dan pembangunan pos kamling. Waaspers Kasad Brigjen TNI Subiyanto beserta rombongan juga melaksanakan Sholat berjama'ah di Masjid Al-Muminun, pada kesempatan itu Waaspers Kasad Brigjen TNI Wirana P Budi SE juga memberikan bantuan Sembako. Sementara itu, Dandim 0812 lamongan Letkol Inf Sutrisno Pujiono S.E.M.M saat dilokasi menjelaskan pada TMMD selain sasaran pokok juga ada sasaran tambahan berupa penyuluha - penyuluhan, namun yang terpenting bagaimana terwujudnya kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dan pemerintah setempat.
   Karena sesungguhnya masyarakat dan rakyat itu adalah bagian dari TNI. TNI tidak akan bisa berbuat apa - apa tanpa adanya dukungan dari mereka semua. Oleh sebab itu, Dandim 0812 Lamongan berharap agar seluruh anggota TNI dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan, karena salah satu kunci keberhasilan sebuah pembangunan adalah kebersamaan. ind


Program TMMD Plesterisasi Rumah
Lamongan - SHP




    Rumah layak huni dan indah merupakan mimpi setiap warga masyarakat, Namun demikian tidak semua Masyarakat dapat memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah idaman tersebut untuk dijadikan tempat tinggal, hal ini dikarenakan faktor-faktor yang dihadapi masyarakat terutama faktor ekonomi yang sulit untuk mewujudkan mimpi tersebut, Sebagian masyarakat yang perekonomiannya di bawah garis kemiskinan miliki rumah hanya bisa dijadikan tempat berlindung dari panas dan hujan, beratapkan alang- alang dan beralaskan tanah, jauh dikatakan rumah layak huni, Sabtu (15/7). Bagi sebagian masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan mempunyai rumah yang layak huni hanya merupakan mimpi-mimpi belaka tanpa bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang dihadapinya selama ini. Semua itu bisa kita lihat di Desa Sekidang Kecamatan Sambeng kabupaten lamongan, dimana sebagian besar masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan, mereka hanya cukup buat makan dari hasil Pertanian sedangkan untuk membangun rumah yang layak huni mereka tidak berdaya. Melihat keadaan tersebut Dandim 0812 lamongan Bersama  Bupati dan Forkopimda kabupaten Lamongan Mengadakan TMMD Tentara Manunggal membangun Desa, dengan segala keterbatasan yang ada dalam TMMD melaksanakan kegiatan Tambahan plesterisasi rumah masyarakat yang dianggap perlu mendapatkan bantuan tersebut, karena dalam Kegiatan TMMD Ke 99 Tahun 2017 melaksanakan Kegiatan tambahan plesterisasi 50 Unit rumah tidak layak huni. *ind

Terapkan Program Smart City
Lamongan - SHP
   Sebanyak 45 rombongan seluruh DPRD Kabupaten Pekalongan diterima langsung oleh Bupati Lamongan di Ruang Pertemuan Sasana Nayaka. Bupati Fadeli juga didampingi oleh Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati dan Ketua DPRD H. Kaharudin. Ketua rombongan DPRD Kabupaten Pekalongan Achmad Kozin menyampaikan bahwa dalam kunjungan kerja ini, DPRD Kabupaten Pekalongan ingin kabupatennya seperti Kabupaten Lamongan. “Pada tahun 2015, Kemenkominfo mempunyai program pendampingan PeGI (Pemeringkatan.e-Goverment Indonesia) terhadap 54 kabupaten / kota, salah satunya yakni Kabupaten Lamongan. Kabupaten Pekalongan ingin seperti itu, seperti Kabupaten Lamongan yang telah menjadi smart city,” ungkap Achmad Kozin.
   Bupati Lamongan berterimakasih kepada DRPRD Kabupaten Pekalongan yang ternyata memilih Kabupaten Lamongan sebagai lokasi kunjungan kerja. “Terimakasih kepada DPRD Kabupaten Pekalongan yang telah memilih Kabupaten Lamongan sebagai lokasi kunjungan kerja. Terkait smart city, Kabupaten Lamongan telah didukung oleh e-planning, e-budgetting dan e-controlling dalam pelaksanaan pemerintahannya. Terkait dengan layanan terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah bekerjasama dengan Polres Lamongan dengan membuat aplikasi SOTO Lamongan,” ungkap Bupati.
   Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lamongan Erfan yang dalam kesempatan tersebut menjelaskan lebih rinci. “SOTO LA merupakan singkatan dari Sistem Operasional Terpadu Online. Melalui aplikasi yang bisa didownload melalui handphone android ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Polres Lamongan memudahkan masyarakat untuk melayani masyarakat. Bahkan sampai dengan saat ini telah dilakukan pengembangan aplikasi SOTO LA menjadi Lamongan Segenggam,” kata Erfan. Lanjut Erfan, nantinya Lamongan Segenggam akan mengintegrasikan pelayanan dengan kebutuhan informasi masyarakat. Semua yang dibutuhkan oleh masyarakat lamongan bisa dilakukan secara online dengan genggaman handphone di tangan.* Ind

TNI Dan Masyarakat Jalankan Program TMMD
Lamongan - SHP
      Memasuki hari ke 8 pelaksanaan dari TMMD Ke 99 Ta 2017  Desa Sekidang Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan, proses pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di rumah Bpk Sutari Desa Sekidang sudah mencapai 20% (12/07). Angggota TMMD bersama warga terus mengebut pembangunan RTLH agar selesai tepat waktu, dalam pelaksanaan TMMD Ke 99 Ta 2017 di wilayah Kodim 0812 Lamongan yang difokuskan di wilayah Desa Sekidang Kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan di antaranya merehab  rumah tidak layak huni. Kapten Kav Sumaji Sebagai Pengawas mengatakan "dalam TMMD Ke 99 Ta 2017 berharap kegiatan TMMD ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat menikmati hasil nya dengan sesegera mungkin", jelasnya.
   Di bertempat terpisah anggota TMMD ke-99 tahun 2017 di Kabupaten Lamongan melaksanakan  program pembangunan fisik pembuatan jalan poros Desa Sekidang dengan rabat Beton untuk penghubung Desa Sekidang di Kecamatan Sambeng oleh Kodim 0812 lamongan. Dengan adanya jalan penghubung antara Desa, kami harapkan nantinya secara bertahap akan segera diselesaikan karna jalan sebagai sarana utama dalam perekonomian dan aktifitas warga Desa Sekidang Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan TMMD pembangunan jalan poros Desa Sekidang Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan  yang sudah melalui tahap pertahapan dan mencapai 45% dengan Volume P.740 M x L.2.00 M x T.0,15 M anggota TNI dan Masyarakat berbondong bondong melaksanakan Karyabakti dalam Pengecoran Jalan. Kemanunggalan TNI dan Masyarakat sangat terlihat, Begitu juga terlihat antusias masyarakat dilingkungan setempat masih tetap semangat dalam membantu Anggota TMMD dalam pembangunan jalan poros Desa Sekidang Kecamatan Sambeng Kabupaten lamongan yang sudah berjalan Delapan hari. Dalam kegiatan ini, Bapak tarno Warga Desa Sekidang yang ikut dalam membantu Anggota TMMD Sangatlah Senang Karna dalam kegiatan TMMD ini sangatlah membantu Warga Masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari hari sebagai jalan penghubung
   Di tempat terpisah juga anggota Satgas TMMD ke-99 Kodim 0812 Lamongan yang bahu-membahu dengan warga Desa Sekidang, Perbaikan Sarana Tandon air Bersih Di lokasi ditengah desa sudah menunjukan hasil. ‘’Kami senang, semangat kerja keras para anggota Satgas ternyata diimbangi  dengan antusias warga, baru 7 hari disentuh, Perbaikan Tandon air Bersih sudah kelihatan hasilnya”, ungkap Pasiter Kodim Lamongan, Kapten Kav Nur Chodjim. Menurutnya, Perbaikan Tandon air bersih di tengah Desa sangat vital. Pasalnya dengan keberadaan Tandon air, nantinya tendon bisa dipergunakan oleh warga sekitar dan diharapkan tidak hanya untuk warga yang berdekatan dengan tendon air melaikan untuk warga lainya, ungkapnya.*Ind


Bantuan PKH Beralih Ke Non Tunai
Lamongan - SHP
 Pemerintah pusat akhirnya menetapkan mekanisme pencairan seluruh 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan non tunai. Itu yang menjadi alasan sedikit terlambatnya penerimaan PKH di Lamongan. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pencairan bantuan sosial non tunai Program PKH di Pendopo Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan, (9/7) kemarin. Mensos menyebut, awalnya dari total 6 juta KPM, sebanyak 3 juta akan dicairkan secara tunai melalui PT POS, dan sisanya secara non tunai melalui bank. Namun kemudian berdasarkan diskusi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian BUMN, Mensos mengatakan akhirnya diputuskan semua disalurkan dengan mekanisme non tunai.“Di Lamongan ini, awalnya sebanyak 8 kecamatan masuk program penyaluran non tunai, dan sisanya sebanyak 19 kecamatan secara tunai. Namun kini semua pencairan PKH menggunakan mekanisme non tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), “ kata Khofifah menjelaskan. Adanya keputusan perubahan itulah, seperti disebutkan Khofifah, sehingga pembagian PKH untuk 19 kecamatan di Lamongan baru bisa dilakukan di Bulan Juli. “Tentu kami akan lakukan percepatan sehingga pada Agustus nanti, Insya Allah, semua 27 kecamatan di Lamongan sudah menerima pencairan tahap ke 3, “ imbuhnya.

   Sementara Bupati Lamongan Fadeli di kesempatan itu menyampaikan komitmennya untuk mencapai target angka kemiskinan di Lamongan menjadi 10 persen di 2021. Sementara di tahun 2016, angka kemiskinan Lamongan 14,8 persen, turun dibanding 2015 yang 15,56 persen. Karena itu dia getol mendorong sejumlah program. Diantaranya menjadikan Lamongan sebagai kabupaten yang sudah Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Kemudian memprioritaskan program plesterisasi. Sehingga nantinya semua rumah di Lamongan tidak ada yang berlantai tanah lagi. Termasuk berbagai program pemberdayaan kemiskinan. Dia menyebut total anggaran APBD untuk pengentasan kemiskinan mencapai Rp 94,2 miliar. Di Lamongan, untuk tahap 1 dan 2 yang dicairkan baru 8 dari 27 kecamatan yang ada. Dengan jumlah penerima 21.317 KPM. Masing-masing KPM menerima Rp 1 juta untuk alokasi 2 tahap pencairan yang diterimakan sekaligus di Bulan Juli. Sehingga total bantuan sosial yang disalurkan untuk Lamongan hingga saat ini sebesar Rp 21, 317 miliar. *ind

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget