Articles by "Lamongan"


 Lamongan - suaraharianpagi.com
   Beberapa ruas jalan yang berada 3 kecamatan di wilayah Bengawan Jero Kabupaten Lamongan tergenang banjir. Adapun ke tiga kecamatan adalah adalah Kecamatan Turi, Kecamatan Kalitengah, dan Kecamatan Karangbinangun. Dikecamatan Turi tepatnya Didesa Kepudibener, Desa Kemlagilor Dan jalan PUK pasar kiringan, sedangkan Dikecamatan Karangbinangun Yaitu jalan Desa waruk. Sementara itu, Di Kecamatan Kalitengah, sejumlah ruas jalan yang tergenang di antaranya Jalan Jelakcatur sepanjang 510 meter, Jalan Tiwet sepanjang 610 meter, dan Jalan Bojoasri sepanjang 500 meter.  
    Menurut Jannata, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang begitu tinggi. "Intensitas hujan kemarin tinggi dan saluran air banyak sumbatan mulai dari Saluran Sekunder dan Tersier, sehingga air antri keluar menjadikan daerah yang rendah tergenang," terang Jannata, Selasa (10/3).
   Lanjut Jannata mengatakan, tiga kecamatan tersebut memang menjadi wilayah langganan banjir ketika intensitas hujan begitu tinggi. Kalau Tiwet, Kemlagilor, Blajo, Pucangro, Bojoasri biasanya langganan. Adapun untuk penangan banjir di wilayah Bengawan Jero tersebut, Jannata mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan untuk mengaktifkan pompa. "Pengoperasionalan pompa listrik 2 buah dan pengoperasionalan pompa BBM 2 buah di Kuro, kemudian 1 pompa lagi di Melik," Pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
Bupati Lamongan Fadeli melakukan penandatanganan komitmen pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo di Gedung KemenPAN RB, Selasa (10/3). MPP merupakan inovasi untuk mendobrak rutinitas. Sebagai upaya melakukan reformasi birokrasi demi mewujudkan Pelayanan Prima kepada masyarakat. Karena dalam MPP dalam penggunaannya akan menggabungkan seluruh pelayanan di Lamongan dalam satu gedung yang nyaman. Mulai dari pelayanan kependudukan, perijinan, SIM, Samsat, pajak daerah, imigrasi, bea cukai, Telkom, PLN, dan Pelayanan Pajak Pratama. Sementara itu, Arif Bachtiar Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, mengatakan, di MPP juga akan dipasang 1 unit Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), yang merupakan alat untuk mencetak dokumen kependudukannya secara mandiri."Jadi di ADM ini, masyarakat yang sudah mendaftar secara daring, bisa mencetak secara mandiri dokumen kependudukan, baik berupa KTP elektronik, Kartu Keluarga, maupun Kartu Identitas Anak," tuturnya. Lanjut Arif mengatakan, Pemkab Lamongan berencana melakukan soft launching Mal Pelayanan Publik pada 17 Maret mendatang, Pungkasnya. *abi


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Virus corona yang saat ini sudah menjangkiti 4 WNI di Indonesia telah membuat masyarakat khawatir termasuk masyarakat Lamongan. Tak tinggal diam, Bupati Fadeli, pada Minggu (8/3) di tengah acara Minggu Ceria di Alun-Alun Lamongan menggelar Gerakan Lamongan Sehat.
   “Hari ini kita sosialisasikan Gerakan Lamongan Sehat bukan hanya karena merebaknya virus corona tetapi juga harus rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan beberapa diantaranya yakni jalan sehat, senam, cuci tangan, dan minum jamu”, Ungkap Fadeli. Beliau juga berpesan kepada seluruh masyarakat Lamongan agar tidak panik misalnya membeli masker dengan jumlah yang banyak karena yang memerlukan masker bukan orang yang sehat namun orang yang sakit.
   Apalagi saat ini pelayanan kesehatan di Lamongan salahsatunya RSUD dr Soegiri telah siap siaga bila ada warga yang memeriksakan diri dengan ciri-ciri terjangkit corono. Kapolres Lamongan AKBP Harun yang hadir di kesempatan yang sama juga secara tegas mengungkapkan akan menindak oknum yang menimbun masker.
   “Salah satu cara mencegah virus corona yakni menggerakkan warga Lamongan untuk selalu hidup bersih, hidup sehat dan berpikiran positif serta selalu berdoa kepada Allah. Sebelumnya telah kita lakukan pengecekan di beberapa apotik di Lamongan masker masih tersedia dan jika ada oknum yang melakukan penimbunan akan segera ditindak”, Ungkap AKBP Harun. Bupati Fadeli bersama jajaran Forkopimda juga mencontohkan bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar yakni telapak bertemu dengan telapak, di sela-sela jari, punggung tangan, jari sebelah luar, kuku, pergelangan tangan, bilas dan keringkan. Pada acara tersebut juga disediakan berbagai macam jamu tradisional untuk masyarakat Lamongan agar terbiasa mengkonsumsi jamu tradisional untuk menjaga kesehatan. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Pemerintah kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara melakukan restocking rajungan dengan menebar 200 ribu benih di perairan pantai Desa Kemantren Kecamatan Paciran, Selasa (3/3). Dengan menaiki perahu, ratusan ribu benih itu ditebarkan oleh Bupati Fadeli bersama Kabag TU BBPBAP Jepara Hasan Rosyadi. Menurut Bupati Fadeli, ini adalah kegiatan restocking pertama di Lamongan untuk menjaga kelestarian populasi rajungan.
   "Kami sangat mengapresiasi yang dilakukan BBPBAP Jepara yang hari ini bersama-sama melakukan restocking rajungan. Tangkapan rajungan nelayan Lamonham selama ini dikenal cukup tinggi. Semoga bisa menjaga ketersediaan populasi rajungan, " ujarnya. Dia berharap kegiatan budi daya yang sudah sukses dilakukan di (BBPBAP) Jepara, bisa diterapkan di Lamongan. Dengan memberikan pembelajaran dan pelatihan budi daya.
   Sementara itu, Hasan Rosyadi melihat peluang besar perairan Kemantren untuk dikembangkan berbagai budi daya. Tidak hanya rajungan, namun juga kerang. Karena menurutnya perairan Kemantren terlihat sangat subur. Dia menjanjikan akan membantu pembelajaran budi daya untuk nelayan Kemantren. Data Dinas Perikanan Lamongan menunjukkan, produksi rajungan di Lamongan selama tahun 2019 mencapai 205, 2 ton. Sebanyak 82.800 kilogram diantaranya dihasilkan oleh nelayan Kemantren. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Deklarasi keberadaan paguyuban PK5 makam tumenggungan yang di singkat (PPMT), dalam hal ini telah melakukan deklarasi bersama posko perjuangan rakyat Lamongan (POSPERA), lanjut ketua POSPERA lamongan Nursalim mengatakan saat deklarasi ia menilai keberadaan pedagang kaki lima (PK5), harus di perjuangkan, ungkapnya, rabu (20/2).
   Saat deklarasi berjalan ketua paguyuban pak kartono mengatakan keberadaan kami disini untuk mencari nafkah keluarga, kami juga ikut membantu bersama - sama merawat pemakaman kelurahan tumenggungan, sebelum deklarasi berjalan hari Selasa malam tanggal 18 Februari 2020 kami bersama anggota melakukan rapat kerja di malam hari yang bertempat di makam tumenggungan jalan Kusuma bangsa, ungkapnya.
   Acara deklarasi dilanjutkan di siang hari dengan rame - rame pemasangan bener di sepanjang jalan di depan warung pedagang kaki lima secara serentak , tak hanya itu ketua POSPERA Nursalim mengatakan, pemerintah daerah Lamongan jangan cuma bisa buat larangan berjualan saja, apalagi cuma model konsep kuratif, seharusnya harus bisa lebih inovatif dalam memberikan model konsep pencegahan, biar tidak asal main gusur saja, seperti PKL di jalan kyai Hasyim Asy'ari Utara pasar tingkat dan PKL di jalan Dr.wahidin sudiro husodo, ucapnya. Lanjut Nursalim mengatakan amanat Peraturan Daerah (Perda) Lamongan, Nomor 14 tahun 2015, tentang larangan adanya aktifitas jual-beli yang bisa menggangu fasilitas umum, namun ia menyayangkan esensi subtansial perda tersebut belum sepenuhnya mengatur semua PKL, seperti yang berada di wilayah pasar ikan dan yang lainya, pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Puluhan pendekar dari organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PHST) Ranting Kecamatan Turi, peduli bersihkan di sepanjang aliran anak Sungai Bengawan Njero tepatnya di Desa Kemlagilor sampai Desa Tiwet Kalitengah, Minggu (16/2).
   Sejak pagi, dengan memakai sakral (seragam lengkap) mereka terjun menyusur anak Sungai Bengawan Njero dan gorong-gorong Jembatan dengan membawa berbagai alat kebersihan. Tujuannya, tak lain ikut membantu pemerintah Desa Kemlagilor yang pada saat itu menggalakkan bersih lingkungan. Menurut, Mas Munawar Siswo Utomo Ketua Ranting PSHT Turi, mengatakan pendekar PSHT selain dibekali jurus olah raga, mereka juga dibekali olah rasa.
   Olah rasa dapat dimaknai bahwa setiap siswa atau warga PSHT dalam membudayakan pencak silat diharapkan turut serta andil dalam Memayu HayunIng Bawono (ikut menjaga ketertiban dunia)."Semoga kegiatan sosial lingkungan ini, mampu menambah kepekaan siswa dan warga PSHT dalam menjaga lingkungan di Desa masing – masing”, ungkap Munawar di sela-sela kegiatan bakti sosial tersebut.
   Di lokasi yang sama, Pemerintah Desa Kemlagilor berterima kasih atas turut sertanya perguruan pencak silat yang ikut membantu menjaga lingkungan. Sebab, selain menjalin kebersamaan dengan Lembaga Desa dan lembaga pemerintah Kecamatan Turi gagasan positif ini dapat mewujudkan lingkungan Desa bersih, asri, dan nyaman. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendekar, karena telah menunjukkan kepeduliannya terhadap kearifan lokal. Mereka peka dan merespon masalah sosial lingkungan, hingga mau turun serta bersih-bersih di lingkungan Desa," tutur Kepala Desa Kemlagilor Abdul Rohim. Dalam acara ini juga dihadiri ratusan pendekar PSHT ranting Turi, Pengurus Cabang PSHT Lamongan, Muspika kecamatan Turi dan warga sekitar kawasan anak Sungai bengawan Njero. Hal senada juga diungkapkan Mas Ainul Fachrudin salah satu peserta Baksos, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rasa kepedulian dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.
   “PSHT ingin memberikan pengabdian kepada masyarakat dan bisa menjadi organisasi yang selalu ikut menjaga ketertiban dan keamanan," katanya. Kegiatan sosial itu disambut positif karena sangat membantu masyarakat sekitar. Terbukti warga antusias mendatangi lokasi tersebut. Acara ini sangat bagus sekali. Ternyata selain pandai pencak silat, warga PSHT juga memiliki sosial yang tinggi,” Pungkas Ainul. *abi.



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Warga masyarakat Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan digegerkan temuan bayi di jalan, Sabtu (15/2). Saat ditemukan, bayi tersebut diduga dilahirkan pada Jumat (14/2) ini sudah tak bernyawa.
   Bayi laki-laki seberat 3 kg ini telanjang dimasukkan dalam tas kresek warna hitam. Bayi nahas itu ditemukan kali pertama oleh tiga petani setempat, Farikin (49), Mulyadi (48) dan Kiptiah (47). Para saksi Itu hendak berangkat ke sawahnya yang berada di sebelah timur Waduk Bowo Desa Mojorejo Kecamatan Modo.
   Pada saat melintas di jalan umum pinggir waduk, tiga petani tersebut curiga melihat tas kresek warna hitam dalam keadaan terbuka. Karena rasa penasaran, Mulyadi bersama dua saksi lainnya mencoba mencari tahu apa sebenarnya isi tas kresek tersebut. "Kaget juga, ternyata isinya bayi dalam keadaan meninggal," tutur Mulyadi.
   Akhirnya ketiga saksi tidak melanjutkan perjalanannya ke sawah. Dan dua orang menunggui di lokasi ditemukannya bayi, sementara satu diantaranya melaporkan temuannya ke perangkat Desa. Menurut, AKP Dwi Narwito Kapolsek Modo dan Kades Mojorejo, Tri Wahyu N, bersama Perangkat Desa, Serta petugas Puskesmas Zainuri dan 6 anggota Polsek Modo menuju TKP dan bayi itu langsung dievakuasi dibawa ke RSUD Ngimbang.
   Dan mayat Bayi itu diperkirakan baru dilahirkan dua belas jam yang lalu”, Terang Dwi. Berdasarkan keterangan petugas medis mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia 12 jam dan tali pusar beserta ari - ari masih menempel di pusarnya.
   Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung memastikan “pihaknya akan mencari siapa orang tua pembuang bayi tersebut. Pihaknya juga meminta bantuan masyarakat untuk berani melaporkan ke polisi jika menemukan keganjilan yang dilakukan ibu atau orang tua bayi tersebut”, pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Dua Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) dari jalur independen, telah mendapatkan akun Sistem Informasi Pencalonan Pemilu (Silon) untuk Pilkada Lamongan 2020.
   "Yang sudah ambil username dan password Silon hingga hari ini ada 2 pasangan, yaitu pasangan Suhandoyo - Suudin dan pasangan Yasin - Tarpin," kata Mahrus Ali, S.Pd Ketua KPU Lamongan, Kamis (13/2). Lanjut Mahrus, meskipun telah mendapatkan akun Silon, namun kedua pasangan tersebut belum bisa dinyatakan lolos untuk menjadi kontestan pada Pilkada Lamongan 2020 mendatang.
   Dari kedua pasangan dari jalur independen tersebut masih harus memasukkan data dukungan ke Silon, kemudian harus mengikuti tahapan verifikasi faktual yang akan dilakukan oleh KPU Lamongan. "Bagi pasangan calon perseorangan, penyerahan berkas dukungan adalah mulai 19 sampai 23 Februari," terangnya.
   Adapun jumlah dukungan yang harus dimiliki oleh calon dari jalur independen sebesar 6,5 persen dari daftar pemilih tetap di Kabupaten Lamongan. Dan untuk daftar pemilih tetap atau DPTKabupaten Lamongan berjumlah 1,056.505, jadi total dukungan untuk calon perseorangan adalah 68.673 dukungan," terang, Mahrus.
   Lebih lanjut Mahrus mejelaskan, jika syarat tersebut tidak dapat terpenuhi, maka pasangan tersebut tidak dapat maju pada Pilkada Lamongan 2020. "Setelah KPU menerima pendaftaran calon perseorangan ini, kemudian KPU akan melakukan penghitungan syarat dukungan, Pungkasnya. *abi


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Penuntasan stunting bisa cepat tercapai jika dilakukan dengan prinsip gotong royong. Melibatkan banyak pihak, serta peran serta dari berbagai kalangan masyarakat. Termasuk diantaranya peran dari kader PKK yang memiliki kader hingga tingkat desa. Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak di Pendopo Lokatantra Lamongan usai melakukan Kunjungan Kerja Monev Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Karangturi Kecamatan Glagah, Kamis (30/1). Arumi menjelaskan pentingnya peran PKK dalam penanganan stunting.
   Karena mereka bisa menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan melalui kader posyandu. Di sisi lain, Arumi Bachsin mengungkapkan pentingnya edukasi stunting sejak remaja untuk menjaga kualitas hidup.
   “Jika pada masa remaja mereka sudah memahami bagaimana cara mencegah stunting, Insya Allah akan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas," ujarnya. Sementara Bupatii Fadeli mengungkapkan percepatan penuntasan stunting sudah menjadi komitmen bersama oleh Pemkab Lamongan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan memperluas intervensi penuntasan stunting. Dari yang hanya diwajibkan 10 desa prioritas, diperluas menjadi 31 Desa prioritas pencegahan stunting. Menurut Fadeli, intervensi sensitif pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan dilakukan melalui berbagai program. Diantaranya penuntasan open defecation free (ODF) dan Green and Clean yang sudah dilakukan sejak tahun 2014, serta percepatan penuntasan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar di tahun 2020. Selain itu Pemkab Lamongan melalui beberapa perangkat daerah terkait juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 6.732.512.100 untuk intervensi penurunan stunting melalui beberapa program.
   Seperti program PELITA LA dari Dinas Kesehatan, Kelas Ibu Hamil dan Balita dari Dinas Kesehatan, GEMARIKAN dari Dinas Perikanan serta Gerakan Masyarakat Sehat yang dilakukan oleh lintas perangkat daerah. Melalui komitmen ini, ungkapnya, sehingga pada Agustus 2018 angka stunting di Kabupaten Lamongan yang mencapai 10,17 persen, pada Februari 2019 turun menjadi 9,48 persen dan pada Agustus 2019 menjadi 7,71 persen. "Ini berarti dari Agustus 2018 sampai dengan Agustus 2019, Kabupaten Lamongan berhasil menurunkan stunting sebesar 2,46 persen”,Pungkas Fadeli. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Kecelakaan maut terjadi di jalur poros Jalan Nasional Lamongan - Babat. Kali ini, seorang mahasiswi yang hendak berangkat kuliah tewas terlindas truk setelah motor yang dikendarainya terjatuh. korban adalah Firdausi Rahma Putri (20) warga Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
    Mahasiswi tersebut terlindas truk setelah terjatuh dari atas motor yang dikendarai, saat hendak menuju kampus tempatnya kuliah. Korban diduga kurang hati-hati saat mengendarai motor dengan nopol S 5919 JAC sehingga terjatuh ke badan jalan."Terjatuh ke badan jalan dan naasnya dari arah yang sama, di belakang korban melintas truk tronton," kata petugas Satlantas Polres Lamongan yang ada di lokasi, Aiptu Ngaidi, Senin (27/1). Menurut keterangan sejumlah saksi, korban saat itu mengendarai motor bernopol S 5919 JAC melaju dari arah barat ke timur.
   Sampai di dekat Pertigaan Sumlaran, korban yang hendak berangkat kuliah ini diduga menyenggol kendaraan lainnya sehingga korban terjatuh dan tubuh korban terpental hingga ke badan jalan. Dan dari arah belakang, muncul truk tronton bernopol B 9793 TE yang dikemudikan oleh Sukarman (51) warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus Jateng."Korban terlindas truk hingga korban tewas seketika di lokasi kejadian," tuturnya.
   Polisi dibantu warga langsung mengevakuasi korban ke RS Muhammadiyah Lamongan. Petugas juga langsung menggelar olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi mata kejadian. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Pemerintah kabupaten Lamongan sukses mempertahankan predikat A atas hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Hanya ada 10 kabupaten/kota di Indonesia yang bisa meraih predikat A. Ini menunjukkan langkah konkret yang dilakukan Pemerintah kabupaten Lamongan untuk mewujudkan reformasi birokrasi melalui pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien. Salah satunya dilakukan dengan menerapkan SAKIP.
    Rapor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tersebut diterimakan kepada Bupati Fadeli oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Muhammad Yusuf Ateh di Nusa Dua, Bali, Senin (27/1). "Alhamdulillah, Pemerintah kabupaten Lamongan mampu mempertahankan SAKIP dengan predikat A. Ini menunjukkan konsistensi Kami dalam membangun organisasi pemerintahan yang berbasis kinerja," terang Fadeli. Melalui SAKIP, kata dia, Pemerintah kabupaten Lamongan ingin agar instansi pemerintahan semakin akuntabel dan berorientasi pada hasil, serta setiap kegiatannya bermanfaat untuk rakyat.
   Fadeli menjelaskan, implementasi SAKIP di Pemkab Lamongan ditunjukkan dengan terjadinya efisiensi kegiatan. Dari yang semula 1.793 kegiatan pada 2015, menjadi 1.105 kegiatan pada 2019, atau turun 38 persen.
   Efisiensi ini juga berimbas dengan terjadinya penghematan anggaran sebesar Rp 39 miliar. SAKIP di Lamongan juga rupanya memacu tumbuhnya inovasi yang memberi manfaat pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satunya adalah Program Tersapu Jagat, ternak sapi usaha jagung meningkat. Inovasi ini berprinsip pada zero waste. Sehingga setiap limbah dari ternak termanfaatkan untuk pertanian dan demikian pula limbah pertanian dimanfaatkan untuk peternakan. Melalui Tersapu Jagat, keuntungan peternak sapi bisa meningkat hingga 206 persen. Produktivitas jagung juga meningkat 72, 4 persen, dari 5, 8 ton menjadi 10 ton per hektar. Ditambahkannya, capaian ini berimbas langsung pada naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) Peternakan dari 103, 78 menjadi 108, 84. NTP sendiri merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Lamongan bekerjasama dengan Ansor, Fatayat, PMII, IPNU dan IPPNU menggelar bedah buku 'menjerat Gus Dur', Jumat(24/01) kemarin. Nihrul Bahi Alhaidar, SH selaku ketua LPBH NU Lamongan dalam sambutannya mengatakan, "Fakta sejarah ini telah terungkap. Kedatangan Penulis di Lamongan akan menjelaskan semuanya fakta sejarah waktu itu, dan PW LPBHNU Jawa Timur sebagai pemateri juga akan menjelaskan kaitannya dengan Hukum Positif di Indonesia. Lebih berperan mana Politik Hukum atau Hukum Politik dalam kejadian pelengseran Gus Dur saat itu”. Jelasnya.
   Buku berjudul 'Menjerat Gus Dur' karya Virdika Rizky Utama lagi booming mendapat perhatian sejumlah masyarakat. Pasalnya buku tersebut mengungkap skenario penggulingan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi presiden. Buku itu juga menyebut beberapa tokoh politik yang diduga berperan dalam skenario tersebut.
Seperti apa proses penulisan buku tersebut dan bagaimana penulis mendapatkan informasi penting yang kemudian, Dia paparkan dalam buku. Virdika Rizky Utama, bersama Moch. Ilham Mu'ari, MH dari PW.LPBHNU Jawa Timur, blak-blakan di acara Diskusi dan Bedah buku tersebut dengan di moderatori Rojali dari NU Online. Virdika, selaku penulis mengatakan buku tersebut dibuat melalui proses yang sangat panjang. Dia mengatakan berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen yang ternyata sangat penting dan rahasia. "Sekitar 2,5 tahun yang lalu, saat saya lagi liputan Setya Novanto, saya lihat ada petugas kebersihan lagi mau buang dokumen, terus saya lihat dan saya minta ternyata dikasih," katanya. Setelah mendapatkan dokumen tersebut, Virdika kemudian melakukan uji pustaka dan uji narasumber untuk memvalidasi data yang terdapat pada dokumen tersebut. "Prosesnya benar-benar panjang. Saya juga riset dari koran-koran tahun kejadian untuk mengutip dan memastikan lagi”, katanya.
   Karena dokumen tersebut terbilang sensitif dan rahasia, Virdika merasa dirinya mendapatkan ancaman. Salah satunya terjadi pada Januari 2018. "Ada beberapa orang yang datang ke rumah siang-siang, padahal kalau siang saya gak ada di rumah, lagi kerja. Orang itu nanyain dokumen ke orang rumah saya, mungkin itu jadi sebuah ancaman buat nakut -nakutin keluarga saya," katanya. Sementara Moc. Ilham Muari, dari PW LPBH NU Jawa Timur mengatakan "Salah satu peristiwa kontroversial dari Gus Dur ialah ketika ia dilengserkan pada 23 Juli 2001 melalui sidang istimewa MPR. Terkait hal itu, ada begitu banyak spekulasi spekulasi, karena dasar pelengseran Inkonstitusional. Lebih pada kepentingan Politik bukan pada hukumnya, " Tandasnya. Acara Bedah Buku tersebut dihadiri kurang lebih 450 peserta yang ikut diskusi.*abi
                                                                                                                                                                             


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Desa diajak mulai menggunakan Dana Desa tidak hanya untuk pembangunan fisik. Namun agar juga digunakan untuk pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan potensi Desa. Pesan itu disampaikan Bupati Fadeli usai melantik 15 Kades hasil Pilkades serentak 15 September 2019 di Pendopo Lokatantra, Kamis (23/1). Kepada Kades terpilih yang baru saja dilantik, Fadeli meminta agar segera melakukan action, memetakan potensi apa yang ada di Desanya lalu dikembangkan.
   “Manfaatkan Dana Desa tidak hanya untuk pembangunan fisik saja. Tetapi juga untuk mengembangkan potensi yang ada di masing-masing Desa, melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi," ujarnya. Terlebih saat ini seluruh 462 Desa di Lamongan sudah memiliki BUMDes. Lewat BUMDes ini bisa dimunculkan berbagai inovasi untuk ekonomi Desa yang berkelanjutan, sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fadeli juga mengingatkan terkait bencana yang bisa saja terjadi saat musim hujan, salah satunya yakni pohon tumbang.
   Kades bisa melaporkan titik-titik dimana ada pohon rawan tumbang pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan PU Bina Marga untuk dilakukan pemangkasan. Tak lupa Beliau juga berpesan terhadap seluruh Kades agar dapat mempertanggungjawabkan Dana Desa serta mengelolanya dengan baik. Sementara itu, Khusnul Yaqin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lamongan, Hari ini 15 Kades baru bisa dilantik, dikarenakan masa jabatannya yang baru berakhir pada Januari 2020. Pilkades serentak 385 Desa yang terbesar di Indonesia itu berlangsung kondusif. Sebanyak 369 Kades telah dilantik pada 7 Nopember 2019, 1 orang pada 28 Nopember 2019.
   "Dan sisanya sebanyak 15 Kades baru dapat dilantik pada hari ini, karena memang masa jabatannya yang baru berakhir pada Januari 2020" katanya. Dari hasil Pilkades serentak tersebut, 187 Kades lama terpilih kembali dan 198 lainnya adalah kades baru. * abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Di pemerintah kabupaten Lamongan, saat ini sudah ada dua perangkat daerah yang nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahannya (SAKIP) yang AA. Yakni Dinas Perikanan dan Kecamatan Lamongan.
   Menurut Bupati Fadeli, capaian ini mengandung konsekuensi, tidak hanya prestasi. Pelayanan publiknya harus semakin berkualitas. Pesan itu disampaikannya usai Pencanangan Zona Integritas, Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 serta Penyerahan Penghargaan AKIP Perangkat Daerah Tahun 2019 Kabupaten Lamongan di Ruang Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (22/1). Karena itu Fadeli meminta agar perjanjian kinerja yang sudah ditandatangani agar dipenuhi. Jangan sampai ada perangkat daerah yang tidak bisa memenuhi target yang sudah ditetapkannya sendiri.
   "Pelayanan harus semakin baik. Program yang dibuat harus bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat," terangnya. Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang akan memusatkan seluruh pelayanan publik di Lamongan dalam satu gedung, menurut Fadeli adalah bagian dari upaya untuk memberikan pelayanan publik yang prima. Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada perangkat daerah yang nilai SAKIPnya sudah bagus, apalagi yang AA.
Ini menunjukkan perangkat daerah sudah memahami tugas dan fungsinya. Hal senada disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementrian PAN RB Didid Noordiatmoko yang turut hadir dalam kesempatan itu. Lanjut, Didid memberikan contoh pembangunan Alun-alun Lamongan dengan berbagai fasilitasnya, yang kemudian banyak dikunjungi warga.
   Ini menurutnya menunjukkan, bahwa kinerja Pemkab Lamongan bisa dirasakan dan bermanfaat langsung pada masyarakat. "Zona integritas adalah miniatur dari reformasi birokrasi. Dan reformasi birokrasi menunjukkan bahwa birokrasi itu ada untuk semakin mempermudah pelayanan kepada masyarakat di level apapun, " katanya. Didid menyebut yang dilakukan Pemkab Lamongan sudah baik. Dengan pencanangan zona integritas dan penandatanganan kinerja di awal tahun. Dia berharap Pemkab Lamongan nanti bisa menjadi tolak ukur, menyebarkan virus kebaikan kepada pemerintah daerah lainnya. Saat ini, nilai SAKIP perangkat daerah Pemkab Lamongan yang sudah AA ada dua. Tahun lalu belum ada yang bisa mencapai nilai AA. Selain itu sebanyak 50 perangkat daerah nilai SAKIPnya A dan 13 nilai BB. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Kasus pencurian yang terjadi Kantor Urusan Agama Kecamatan Deket, terbilang sangat unik. Pelaku pencurian yang masuk dengan merusak pintu belakang kantor dan ruangan Kepala KUA, M Robih tidak mengambil barang-barang seperti uang, komputer dan electronik lainnya. Pelaku hanya mengambil 366 buku nikah yang masih kosong. Sebanyak 300 buku nikah yang baru diterima KUA dalam kardus dan masih tersegel amblas dicuri. Sementara buku nikah stok lama yakni sisa tahun 2019 sebanyak 66 buku juga turut digasak pencuri. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh staf administrasi KUA Deket, Siti Muzayyamah. Saya pertama kaget, kok pintu belakang terbuka dan rusak, " terang Siti kepada penyidik, Selasa (21/1).
   Kemudian Siti semakin curiga setelah masuk ke dalam kantor mendapati pintu ruangan kepala KUA juga rusak terbuka. Lanjut Siti Muzayyamah yang akrab di panggil Siti, memberitahukan hal tersebut kepada kepala KUA, M Robih, kalau kantor KUA dimasuki orang dengan merusak sejumlah pintu. Sekitar pukul 10.00 WIB, M Robih datang dan baru memastikan barang apa saja yang hilang dicuri. Ternyata benar, sisa buku nikah yang masih kosong dalam almari hilang.
   Dan sebanyak 300 buku nikah yang baru dari Kemenag Lamongan yang masih terbungkus utuh dalam kardus juga digasak pencuri. Pada hari Selasa (21/1), pihak KUA sedang minta data ke Kemenag untuk mengetahui nomor seri berapa saja yang hilang.Terkait kerugian, M Robih kepada penyidik mengaku tidak tahu berapa kerugiannya. Menurut, AKP Sunaryo Putro selaku Kapolsek Deket saat ditemui awak media mengungkapkan, kejadian di Kantor KUA, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Polsek Deket."Belum, belum ditemukan pelakunya. PR ini, " kata Sunaryo.
Lanjut, Sunaryo peristiwanya sudah dua hari kemarin, namun oleh KUA baru dilaporkan ke Polsek Deket hari ini.
   Dari hasil olah TKP, polisi mendapati adanya pengerusakan dua pintu dan satu almari."Pelaku tidak meninggalkan jejak apapun, termasuk alat bukti. pelaku hanya meninggalkan pintu yang dicongkel, Pungkasnya. * abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Jelang tahun baru Imlek, harga beberapa kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern Lamongan naik signifikan. Beberapa komoditas di Pasar Sidoharjo Lamongan misalnya, naik cukup tinggi. Seperti cabai naik dengan tingkat kenaikan hingga Rp 20 ribu. Cabai keriting yang pekan lalu Rp 50 ribu per kilogram, naik Rp menjadi Rp. 70 ribu. Hal yang sama juga terjadi pada cabai besar. Dari semula Rp 55 ribu saat ini naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp 60 ribu ke Rp 65 ribu per kilo atau naik Rp 5 ribu.
   "Naiknya ini ya sekitar satu minggu ini," tutur Endang salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan, Senin (20/1). Lanjut Endang, lonjakan harga cabai tersebut terjadi karena hasil panen petani cabai sedang mengalami penurunan."Lihat panennya aja, kalau panennya banyak ya murah. Sekarang banyak yang busuk," tuturnya. Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada jenis sayuran, namun kenaikannya tidak terlalu signifikan, hanya pada kisaran Rp 1000 sampai Rp 2000 per kilo. "Rata-rata memang naik semua, mulai Rp 1000 sampai Rp 2000. Tomat dan buncis dari Rp 10 ribu menjadi Rp12 ribu," kata Endang.
Selain itu, komoditas lain yang juga mengalami kenaikan adalah gula produk lokal yang naik sebesar Rp 500 per kilo dari Rp13 ribu menjadi Rp13.500 per kilo. Sudah sekitar satu minggu gula naik, sebelumnya ya Rp12.000, terus Rp12.500 dan Rp13.500. minyak goreng curah juga naik jadi Rp12.500, sebelumnya Rp11.000," terang, Hindun pedagang lainnya.
   Sementara itu, Muhammad Zamroni Kepala Diperindag Lamongan, membenarkan bahwa kenaikan harga cabai karena adanya penurunan hasil panen dari petani cabai."Penyebabnya lebih banyak karena perubahan cuaca. Imbasnya penurunan produksi cabai juga distribusi cabai, baik dari Blitar atau Kediri terhambat," terang Zamroni. Lanjut Zamroni, lonjakan Harga cabai tidak hanya terjadi di Lamongan saja tapi juga terjadi di beberapa wilayah lain, pungkasnya. *abi



 Lamongan - suaraharianpagi.com
   Bayi penderita gizi buruk asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, menghembuskan nafas terakhirnya. Meilani meninggal di RSUD dr Soetomo Surabaya, setelah dua hari dirujuk dari RSUD dr Soegiri karena ada kelainan malabsorbsi. "Ya mas, meninggal dunia pukul 11.00 WIB siang tadi, " terang Yuli, tetangga rumah Meilani, saat ditanya Awak media, Sabtu (18/1). Lanjut Yuli berharap, musibah yang dialami ibunda Meilani, Dwi Novita janda miskin yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jajanan keliling ini tidak akan ada lagi di Desanya.
   Mudah-Mudah ini menjadi kasus yang terakhir, tutur Yuli. Sebelumnya, Meilani didiagnosa dokter menderita gizi buruk Marasmus. Kondisi terakhir, sebelum di rujuk ke Surabaya, Meilani masih belum bisa menyerap makanan dengan baik. Tim dokter RSUD Soegiri akhirnya sepakat merujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Mulai Jumat (17/1) sore, sudah dirujuk ke RSUD dr Soetomo," terang Budi Wignyo Siswoyo, Humas RSUD dr Soegiri Lamongan kepada awak media, kemarin. Adapun penyebab Meilani mengalami malabsorbsi, karena lambung, usus, hingga hormon pencernaan yang kemungkinan tidak berfungsi dengan semestinya, pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Lamongan telah memetakan pohon yang rawan tumbang, untuk kemudian dilakukan penanganan. Seperti disampaikan Bupati Fadeli, Ini bagian dari mitigasi bencana untuk mengurangi resiko bencana akibat angin kencang. Hal itu disampaikannya saat bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono meninjau kegiatan pemangkasan dahan pohon di sepanjang Jalan kusuma bangsa, Selasa (14/1). Mulai dari depan pasar burung, hingga ke jalan pahlawan. Fadeli berharap kegiatan mitigasi bencana tersebut dilanjutkan di berbagai lokasi. Agar segera dilakukan pemotongan pohon yang rawan tumbang di tempat-tempat lain agar tidak terjadi bencana. “Kita hari ini bersama jajaran forkopimda, Pemda, TNI dan Polri bersama-sama melakukan tindakan mitigasi bencana, yang salah satunya yakni melakukan pemotongan dan pemangkasan pohon rawan tumbang, pohon-pohon dengan dahan yang menganggu dan riskan tumbang saat angin kencang," tutur Fadeli.
   Sementara itu Kepala Dinas PRKP Suyatmoko mengungkapkan, sudah mempunyai data pohon rawan tumbang. Baik yang kondisi riskan dan amat riskan. Dia menyebut ada 732 pohon yang rawan tumbang. Dengan rincian 625 kondisi riskan dan 107 amat riskan, dengan sebanyak 224 pohon diantaranya sudah ditindaklanjuti. Dia menjelaskan bahwa pada pohon yang riskan tumbang dilakukan perapihan dan pengurangan dahan serta cabang. Sedangkan pada pohon yang amat riskan tumbang dilakukan pengurangan ketinggian (dikepras). Kemudian pada pohon yang mati dilakukan pemotongan pohon dan penggantian tanaman. Kegiatan mitigasi bencana ini akan diteruskan hingga semua pohon yang rawan tertangani. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Meilani Alfira Damayanti (2), penderita gizi buruk dari Desa Latukan, Karanggeneng sudah menerima perawatan intensif dari RSUD dr Soegiri Lamongan. Bupati Fadeli meminta biaya selama perawatannya agar digratiskan. Hal itu disampaikannya usai menjenguk Almira di RSUD dr Soegiri bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Selasa (14/1). Mereka memberikan bingkisan berisi berbagai buah dan susu, serta mainan untuk Almira. Meski pengobatannya sudah dicover BPJS, Fadeli meminta semua jenis perawatan untuk Almira digratiskan dan diberikan perhatian khusus. Tim dokter juga agar bekerja maksimal, sehingga proses pemulihannya lebih cepat. Sementara dr Aty Firsiyanti yang menangani Almira secara langsung mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penanganan secara komperhensif.
    Tindakan komperhensif tersebut telah dilakukan yakni menangani gizinya, mencari penyebabnya, hingga tindak lanjut pada penanganan agar kondisi balita segera pulih. “Kondisi terkini, keadaan Elmira sudah lebih baik dari pada awal pertama kali di bawa ke RSUD dr Soegiri.
Seperti yang kita tahu bahwa gizi buruk memiliki tipe yang berbeda-beda, pada kasus ini Almira menderita tipe Marasmus, merupakan gizi buruk karena kekurangan karbohidrat”, jelasnya. Sehingga tim dokter tetap memberikan nutrisi sedikit demi sedikit agar bisa diterima oleh lambungnya. Aty juga melihat adanya kemungkinan balita berusia 32 bulan ini memiliki alergi. Saat ini pihak dokter masih mencari penyebabnya. Sehingga untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya, Alfira diberikan susu berbahan soya.
   Selain alergi, Alfira juga mengidap infeksi yang menyebabkan kondisinya tidak dapat mencerna makanan secara baik. Namun dokter telah memberikan antibiotik agar sistem pencernaan berangsur membaik. Disampaikan terpisah oleh Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik Hidayat, Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan tim RSUD dr Soegiri untuk menjalankan diet yang bisa diterima oleh penderita. Karena ususnya tidak bisa menerima semua makanan.
   Selain itu, usai menjalani pengobatan juga akan ada pendampingan tim tenaga kesehatan kecamatan dan pemberian makanan tambahan yang sesuai rekomendasi. “Dan tak kalah penting kami juga akan mempersiapkan keluarga untuk pengasuhan yang benar ketika sudah di rumah,” Pungkasnya. *abi


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Di awal tahun 2020, Bupati Fadeli memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, sebagai pembina terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat Jawa Timur. Apresiasi K3 tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Apel Peringatan Bulan K3 Nasional tingkat Jawa Timur di Lapangan Sepak Bola Kawasan SIER Surabaya, Senin, (13/1/20). Keberhasilan ini sering adanya 22 institusi di Kabupaten Lamongan yang meraih status zero accident. Diantaranya RSUD dr Soegiri Lamongan, RSUD Ngimbang dan Perumda Bank Daerah Lamongan (BDL).
   Selain itu, dua institusi mendapat status Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV AIDS), yakni RSU Suyudi dan PT Maju Melaju. "Saya berharap, akan ada semakin banyak institusi di Kabupaten Lamongan yang meraih status zero accident," terang Fadeli. Lanjut Fadeli menjelaskan, penerapan K3 tidak hanya soal memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. "Tapi juga akan secara otomatis meningkatkan produktivitas kerja yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja perusahaan”, tuturnya. Di bidang ketenagakerjaan saat ini menghadapi tantangan otomatisasi dari revolusi industri 4.0.
   Ia pun berharap Balai Latihan Kerja (BLK) mampu merespons tantangan ini. "BLK harus memberikan kompetensi tambahan sehingga mampu memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0," Pungkas Bupati Fadeli. *abi


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget