Articles by "Lamongan"

Lamongan-suaraharianpagi.com
   Proses belajar tidak harus didalam kelas, belajar dapat juga dilaksanakan di alam bebas, tatkala anak-anak yang jenuh di dalam kelas. Sebagai Guru RA dapat mengajak para murid Belajar berwisata alam untuk menumbuhkan minat belajar baru. Karena pada dasarnya esensi tujuan pendidikan pada anak usia dini diantaranya adalah membantu anak mengenali, memahami dan menyesuaikan diri secara kreatif dengan lingkungannya, serta lebih mengenal dan mengerti akan sejarah penyebaran Agama Islam dipulau Jawa. 
   Pengamatan secara langsung terhadap lingkungan alam sekitarnya, akan menyebabkan kecerdasan anak, terutama kecerdasan terhadap pengenalan lingkungan sekitarnya akan berkembang dan tumbuh. Mengacu pada pemahaman ini, KB/RA Perwanida III Galang Sukoanyar Turi Lamongan mengadakan kegiatan pengenalan alam di Wisata Gua Maharani Paciran Lamongan dan Kompleks Makan Sunan Bonang Tuban, Selasa (24/05). 
   Tujuan pembelajaran di alam bebas ini untuk melihat fenomena-fenomena alam, belajar melalui wisata alam ini akan berkesan dalam pikiran anak, dan mengembangkan pemikirannya, merangsang anak-anak untuk berbuat karena mereka membuktikan dan menyaksikan sendiri kejadian alam yang terjadi disekitar mereka. Dengan kegiatan belajar edukasi, kreatifitas, dan aktivitas pengenalan alam ini, para murid KB /RA Perwanida III ini berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga pengetahuan anak terhadap lingkungan bertambah. 
   Selain itu, pengenalan alam sekitar juga meningkatkan perkembangan anak yang lain seperti perkembangan sosial, pribadi dan perkembangan moral anak. Sehingga dengan pengenalan alam sekitar diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan yaitu mengenalkan dan meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Dengan pengenalan alam sekitar, salah satu contoh dengan berkarya wisata seperti yang dilakukan para murid KB/RA Perwanida III ini, anak-anak diharapkan berbaur dalam arti membangun kedekatan dengan temannya, sehingga anak akan menjadi satu kelompok.
   Sementara itu menurut, Lailatul Muniroh, S.Pd, selaku Kepala KB/RA Perwanida III mengatakan bahwa kegiatan ini memang berinisiatif memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan maksud mendorong murid-murid PAUD ini, menghayati nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dalam kehidupan sebaiknya mulai ditanamkan pada anak sejak dini, sehingga setelah mereka dewasa kesadaran tersebut tetap terpelihara. 
   Adapun kegiatan ini tidak hanya didampingi para pendidik, namun para orangtua juga turut hadir mendampingi putra dan putrinya. Hal ini lantaran, kaum orangtua pun perlu menyadari bahwa alam dan lingkungan sekitar merupakan salah satu media belajar yang dapat menstimulasi atau merangsang kecerdasan anak. “Alam merupakan sarana bermain anak yang mampu meningkatkan daya eksplorasi anak,” ungkap salah satu orangtua murid. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com
   Puluhan warga Putatkumpul kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, menuntut segera memasang patok pembatas tanah 1.500 bidang milik pemohon program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ) yang sertifikatnya sudah rampung, Kamis,19/05. 
   Di depan Kantor BPN/ATR Jalan Soewoko Kelurahan Jetis, Lamongan, pengunjuk rasa berorasi bergantian menanyakan masalah proses PTSL. Kami meminta pimpinan BPN Lamongan turun dan segera memasang patok lahan warga yang telah bersertifikat yang sudah jadi namun belum juga patok. Padahal program 2019 sampai 2020 belum dipatok, ”ujar Suroso salah satu pengunjuk rasa. 
   Pemasangan patok sebagai tanda fisik hak pemilikan tanah. Saat ini pemasangan dan penjagaan tanda batas merupakan kewajiban dari warga masyarakat sendiri dan pengukuran tanda batas lahan menggunakan tanda batas sementara. Kami meminta BPN segera turun untuk memasang patok, agar warga bisa tenang,” Terangnya Suroso. 
   Namun yang menjadi polemik, warga diminta untuk melakukan pematokan batas wilayah sendiri dan saat ini yang terjadi warga pemilik lahan justru saling klaim sepihak. “Yang terjadi Selama ini justru masyarakat bersitegang satu sama lain karena itu saling klaim kepemilikan tanahnya,” pungkasnya. 
   Menindaklanjuti adanya aksi massa tersebut, Kepala Bagian Sub Tata Usaha BPN Lamongan Darmawang, akhirnya melakukan audensi bersama dengan beberapa perwakilan massa. 
   Darmawang menjelaskan bahwa,“ Masalah ini sebetulnya adalah kewenangan dan tanggung jawab pihak pemerintahan desa dan juga pokmas setempat. Pemasangan patok merupakan pembiayaan diluar BPN. Dan itu dari hasil kesepakatan bersama warga pemohon, tentang berapa besaran biaya yang ditentukan atas program PTSL tersebut. 
   Sementara disisi lain, sejumlah awak media sangat menyayangkan adanya penolakan keperluan liputan yang dilakukan oleh pihak BPN. Bahwa tindakan pelarangan liputan, dinilai telah mencederai undang-undang kebebasan pers. “Larangan meliput kegiatan aksi demo ini, kita anggap sangat mencederai undang-undang dan kebebasan pers. Kalau alasannya kita tidak boleh masuk karena kapasitas ruangan terbatas, tapi kenapa yang lainnya boleh masuk sedangkan kami tidak boleh. Diduga Terkesan ada sesuatu yang rahasia. *dra






















Lamongan - suaraharianpagi.com
   Jembatan Ngaglik 1 yang berada di Jalur Poros Nasional Lamongan - Surabaya, tepatnya di Jalan Agung Suprapto, Kelurahan Sukorejo Kabupaten Lamongan, mengalami ambles sekitar 1 meter, (29/3), sekitar pukul 14.10 WIB. 
   Menurut, Amin saksi mata di lokasi kejadian, bahwa amblesnya jembatan yang berada tepat di sebelah barat Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan ini terjadi saat ada kendaraan truk bermuatan berat melintas. “Iya, kejadiannya sekitar pukul 14.15 WIB tadi, saat ambles itu ada kendaraan truk gandeng, 1 pick up, dan 2 pengendara sepeda motor yang lewat,” ujar saksi Amin (40). 
   Hal senada juga diungkapkan saksi mata lain, bernama Fahrur . Menurutnya, tanda-tanda retaknya jembatan itu sudah muncul sejak pukul 12.30 WIB, lalu jembatan tersebut mengalami ambles puncaknya saat truk gandeng melintas. “Pukul 11.30 WIB sudah tampak keretakannya, akhirnya saat truk gandeng melintas kira-kira pukul 14.10 jembatan langsung ambles,” terang Fahrur, penjaga perlintasan rel KA di sebelah jembatan. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tak ada korban jiwa. 
   Meski begitu, akibat amblesnya jembatan ini, arus lalu lintas di jalan poros setempat mengalami kemacetan panjang. Sehingga Sat Lantas Polres Lamongan segera melakukan penanganan dan mengurai kemacetan tersebut. “Rekan-rekan dari Sat Lantas Polres Lamongan langsung ke lokasi mengurai arus lalin yang macet akibat jembatan ambles. Kami juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya,” terang Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, saat di lokasi kejadian. 
   Lanjut, AKBP Miko juga mengimbau kepada para pengguna jalan untuk lebih waspada dan hati-hati serta memilih jalan alternatif lainnya yang sudah diarahkan oleh para petugas kepolisian. “Kami dari Polres Lamongan juga bekerjasama dengan Polres sekitar, yakni Polres Gresik, Tuban, dan Bojonegoro untuk melakukan antisipasi dan penanganan arus lalu lintas di jalan poros Nasional ini lebih lanjut,” pungkasnya. *ind

Lamongan - suaraharianpagi.com
   Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab, kebetulan hari ini Senin 28 Februari 2022, bertepatan dengan hari Isra Miraj. Banyak yang belum mengetahui persis apa itu Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tersebut sehingga harus diperingatinya bahkan diperbanyak amalan di hari bersejarah ini. 
   Pada hari Isra Miraj tanggal 27 Rajab sejarah penting terjadi, Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha. Peristiwa penting Isra Miraj adalah bahwa tidak ada pikiran akal manusia yang akan mampu menyamai atau bahkan mendekati kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Kemampuan akal manusia itu ada batasnya, selebihnya manusia harus mengakuinya dalam iman terhadap kekuasaan sang pencipta. 
   Peristiwa Isra Miraj, kaum muslimin mempercayainya karena sudah dijelaskan dalam Al Quran. Ketika sains mencoba menjelaskannya banyak kebenaran Al Quran yang telah terbukti. Sulit bagi akal manusia bagaimana perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian ke Sidratul Muntaha atau langit ketujuh bisa dilakukan hanya dalam waktu semalam. 
   Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum Galang di Desa Sukoanyar Dusun Galang Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan mempunyai cara tersendiri dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H. Pihak pengelolah madrasah menggelar parade sepeda hias yang menyusuri sepanjang jalan Desa Sukoanyar dan beberapa Desa tetangga, Sabtu (5/3). 
   Parade ini diikuti oleh 115 pelajar, komite, yayasan, dan wali murid. “Tradisi ini harus terus dilanjutkan dan dilestarikan agar anak-anak tidak monoton dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ungkap Ustadz Khusnan S.Pdi Salah satu Guru Madrasah.
   Sementara Kepala MI Mambaul Ulum Galang, Moch Hathihin Drajat, mengungkapkan, parade sepeda hias ini digelar dengan tujuan menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar anak-anak yakin dan percaya bahwa Isra’ Mi’raj benar-benar terjadi. “Selain itu sebagai sarana dalam mensyiarkan agama Islam, baik kepada anak-anak itu sendiri maupun masyarakat sekitar madrasah. Setidaknya melalui kegiatan ini, anak-anak mengerti sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. 
   Menurut salah satu tokoh masyarakat H. Masnukan mengatakan tradisi parade sepeda hias ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan MI Mambaul Ulum Galang untuk memberikan gambaran tentang perjalanan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H. “Setidaknya hal ini penting supaya anak-anak mengerti tentang sejarah diturunkannya perintah sholat melalui peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Melalui kegiatan ini kami mengharapkan anak-anak agar sholatnya tambah khusyuk,” pungkasnya. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi. com
   Lembaga bantuan hukum Ansor beserta 15 konsumen hadir dalam Sidang kedua di PN lamongan. Sidang perdata gugatan PMH kedua di pimpin oleh majelis hakim Raden Arii Muladi dan menghadirkan pihak tergugat yang diwakili oleh kuasa hukumnya. 
   Sidang dilanjutkan dengan mediasi yang dipimpin oleh majelis hakim Muhamad Syakrani, dalam sidang mediasi ditunda pekan depan untuk sidang selanjutnya dengan menghadirkan langsung pihak tergugat PT. Ekajaya karunia, CV eka karunia motor lamongan, (25/1). 
   Seperti berita sebelumnya bahwa para konsumen membeli motor ke dealer Eka karunia motor lamongan namun unit motor yang dibeli tidak kunjung dikirim, padahal kami membayar dengan uang cas/tunai," Terang Safi'i salah satu konsumen yang dirugikan. 
   Total kerugian materil sebanyak Rp. 335.100.000,- sedangkan kerugian imateril sebanyak Rp. 167.550.000," Kata Ispandoyo, S.H kuasa hukum dari LBH Ansor. 
   Jika dalam mediasi nanti pihak dealer tetap tidak mau bertanggungjawab dan tidak mau memberikan ganti rugi, maka sidang gugatan ini akan tetap kami lanjutkan," ujar kuasa hukum Ispandoyo, SH yang juga sebagai Majelis pembina cabang PMII Lamongan dan ketua lembaga bantuan hukum Ansor Lamongan Mukhtar Fadli, S H. Selasa( 25/1) kepada awak media Suara Harian Pagi. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com
   Telah diberitakan sebelumnya tentang agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2022 di Kabupaten Lamongan. Menurut Ismaun, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Lamongan bahwa yang akan melaksanakan Pilkades pada tahun 2022 ini sebanyak 62 desa dan tersebar di 24 kecamatan. 
   Penyelenggaraannya, diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 1.876.000.000. Penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2022 di Kabupaten Lamongan ini juga mendapatkan perhatian khusus dari beberapa kelompok organisasi kemasyarakatan, diantaranya, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lamongan. Sebagai bagian dari masyarakat Lamongan, KAHMI terpanggil untuk berkontribusi dalam mensukseskan penyelenggaraan Pilkades serentak tersebut. 
   Menurut Fauzin, S.H., L.LM selaku Koordinator Presidium KAHMI Lamongan mengatakan bahwa Pilkades adalah wujud konkrit adanya proses demokrasi masyarakat pada tingkat desa untuk menentukan pemimpin tertinggi dalam Pemerintahan Desa. Sebagai wujud konkrit kontribusi KAHMI Lamongan atas proses Demokrasi di Desa ini, maka KAHMI Lamongan akan membuka Crisis Center Pilkades. Ini sebagai media KAHMI Lamongan untuk menerima pengaduan atas segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2022 di Kabupaten Lamongan. 
   "KAHMI Lamongan siap untuk melakukan pengawasan, menerima pengaduan dan bahkan melakukan pendampingan atau advokasi baik litigasi maupun non-litigasi bagi semua pihak yang merasa hak-haknya terampas atau dirugikan", kata Fauzin. Sementara itu, Totok selaku Pimpinan Umum Forum IDeA (Inisiasi Desa & Agraria) menyambut baik langkah yang dilakukan oleh KAHMI Lamongan dalam mengawal proses Pilkades Serentak ini.
   Hal tersebut dikarenakan terdapat potensi nyata adanya permasalahan atau konflik pada proses Pilkades nantinya. Jika mengacu pada data, pelaksanaan Pilkades tidak lepas dari permasalahan. Terdapat pula potensi konflik pada setiap pelaksanaannya dan bahkan beberapa konflik bermuara di pengadilan. 
   "Saya kira KAHMI dan banyak organ sipil lainnya memiliki sumber daya yang cukup untuk mengawal proses Pilkades di Lamongan kali ini. Namun begitu, di KAHMI ada banyak praktisi dan ahli yang paham dan berpengalaman terkait persoalan demokrasi. Jadi saya pikir, keterlibatan KAHMI adalah sesuatu yang baru, yang akan membantu semua pihak dalam arti menjaga proses dan hasil Pilkades sesuai aturan mainnya",pungkas Totok. * Ind


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Maraknya kekosongan jabatan Perangkat Desa dalam waktu bertahun-tahun di Kabupaten Lamongan adalah sebuah fenomena yang yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang patut mendapat perhatian publik. Karena, Perangkat Desa dalam hal ini bersama dengan Kepala Desa merupakan Pemerintah Desa yang bertugas menjalankan tugas penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Hal itu berarti bahwa keberadaan Perangkat Desa adalah sangat penting bagi terwujudnya tujuan dari pengaturan Desa. Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa poin yang dimaksud sebagai tujuan pengaturan Desa yang sangat terkait dengan eksistensi perangkat desa. 
   Hal tersebut jelas diatur dalam Pasal 4 UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, antara lain adalah (1) Membentuk Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab; dan (2) meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum. Sementara itu, Pemerintah pusat, sejak diundangkannya UU tentang Desa tahun 2014 tersebut, telah memberikan sebuah kepercayaan kepada Pemerintah Desa untuk melaksanakan pembangunan di Desanya masing-masing. 
   Triliunan rupiah telah di transfer dari pusat ke desa sebagai wujud nyata kepercayaan pemerintah pusat kepada pemerintah desa untuk mencapai kemandirian baik dari segi sosial, politik, budaya, dan lebih-lebih ekonomi. Singkatnya bahwa sejak 7 tahun terakhir, desa sudah dianggap sebagai tujuan pembangunan nasional dan pemerintah desa telah dipercaya melaksanakan tujuan tersebut. Namun sayangnya, Pemerintah Desa nampaknya masih gagap dan gugup dalam menjalankan amanat besar undang-undang. 
   Desa masih belum dikelola secara profesional, efektif, dan efisien. Salah satu bukti yang sahih adalah dengan maraknya kekosongan jabatan perangkat yang terjadi dalam waktu bertahun-tahun. Sebagai contoh Beberapa Desa di Kabupaten Lamongan yang jabatan Perangkat Desanya Kosong tersebar dibeberapa desa, antara lain Desa Labuhan, Sendangharjo, Trepan, Trosono, Manyar, Gempoltukmloko, Majenang, Gelap, Pucangtelu, serta beberapa desa di kecamatan Turi dan masih ada kemungkinan di desa lainnya yang mengalami hal yang serupa. 
   Jabatan yang kosong bermacam-macam mulai dari sekretaris desa sampai kepala urusan (KAUR) dengan durasi masa kekosongan yang bervariasi mulai dari hitungan bulan hingga bertahun-tahun. Tentu itu hanya contoh nyata di lapangan dan tidak menutup kemungkinan masih banyak desa lain yang terjadi hal serupa yakni kekosongan Perangkat Desa yang tak kunjung terisi. Sekarang mari kita cermati fenomena kekosongan jabatan Perangkat Desa. Jika kekosongan tersebut terjadi selama bertahun-tahun, maka secara hukum itu jelas tidak sesuai dengan amanat Peraturan Perundang-undangan, termasuk bertentangan dengan Peraturan Bupati. Dengan kata lain, bahwa yang diberi kewenangan oleh Perbup, ternyata tidak mematuhi Perbup yang berlaku.
   Hal tersebut disebabkan karena di dalam regulasinya jelas disebutkan bahwa Pemerintahan Desa diharuskan untuk melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa paling lambat 2 bulan sejak jabatan Perangkat Desa tersebut kosong atau diberhentikan. Pengaturannya mulai dari dalam Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Pasal 4 ayat 1 poin c bahwa pelaksanaan penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa paling lama 2 (dua) bulan setelah jabatan perangkat desa kosong atau diberhentikan. Hal yang sama juga diatur dalam Pasal 13 ayat 1 Peraturan Bupati Lamongan No 17 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kabupaten Lamongan. Meskipun Paraturan Bupati tersebut telah diubah hingga 3 kali melalui Peraturan Bupati Lamongan No 43 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua dan Peraturan Bupati Lamongan No 29 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bupati Lamongan No 17 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kabupaten Lamongan, namun kesemua aturan tersebut menyatakan dengan jelas dan konsisten bahwa proses pengisian jabatan perangkat desa adalah paling lama 2 bulan sejak jabatan tersebut kosong atau diberhentikan.
    Berangkat dari dasar hukum tersebut diatas, maka fenomena kekosongan jabatan Perangkat Desa yang jamak terjadi di beberapa Desa di Kabupaten Lamongan adalah merupakan tindakan yang patut diduga sebagai tindakan tidak patuh terhadap Peraturan Perundang-undangan. Sementara yang lebih menarik disini adalah pertanyaan tentang sejauh peran Pemerintah Desa selaku penyelenggara Pemerintahan Desa menyikapi fenomena tersebut? Jangan sampai ada upaya sadar dan terencana untuk melakukan tindakan melawan hukum. Hal ini menjadi penting karena Perangkat Desa unsur penting dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa. 
   Kekosongan jabatan Perangkat Desa yang terlalu lama berpotensi mengganggu efektivitas pelayanan publik bagi warga desa dan terganggunya tujuan pembangunan yang direncanakan karena Sumber Daya Pemerintah Desa yang Kurang. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip Good Government. Apalagi jika terbukti ada pihak atau oknum tertentu yang dengan sengaja membiarkan jabatan Perangkat Desa kosong dalam waktu yang lama hanya demi kepentingan pribadi maupun kelompok, maka hal tersebut jelas merupakan pelanggaran atas aturan perundang-undangan yang berlaku. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Majelis Daerah Korps Himpunan Mahasiswa atau MD KAHMI Lamongan hari ini (13/06) menggelar MUSDA ke-3 di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat publik baik pusat maupun daerah. Tampak hadir di barisan depan adalah Dr. H. ALI Mufthi selaku Presidium MW KAHMI Jatim dan juga  anggota DPR RI, serta Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si yang juga anggota DPR RI. Ada juga perwakilan Bupati Lamongan yang hadir untuk membuka acara yaitu Drs. Hamdani Azhari. MM.

   Dalam sambutannya, Dr. Mufid Dahlan, S.Pt. MMA selaku Ketua Presidium MD KAHMI Lamongan menyampaikan bahwa KAHMI Lamongan akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini. "KAHMI Lamongan dalam upaya ikhtiar mewujudkan cita-cita HMI adalah terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ujung dari semua usaha adalah mendorong terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur", Kata Mufid Dahlan.

   Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengapresiasi kegiatan dan upaya dari KAHMI Lamongan. "Pak Bupati Lamongan sangat terbuka. Beliau juga mengatakan bahwa sangat mengapresiasi langkah dan upaya yang di tempuh oleh KAHMI Lamongan. Pemerintah berharap agar KAHMI Lamongan dapat menjadi organisasi yang berintegritas", ucap Hamdani Azhari selaku perwakilan dari Pemkab Lamongan. Perlu diketahui bahwa MUSDA ke-3 MD KAHMI Lamongan telah selesai dengan menghasilkan beberapa nama Presidium terpilih untuk mempimpin organisasi alumni HMI untuk 5 tahun ke depan.

   Sebelumnya MUSDA kali ini berlangsung dengan sangat dinamis. Salah satu indikasinya adalah banyaknya calon presidium yang diusung oleh peserta MUSDA. Terdapat 37 nama calon presidium yang diusung peserta. Diantara sekian banyak nama tersebut terpilih 5 presidium dengan suara terbanyak. Berikut ini adalah nama-nama Presidium terpilih berdasarkan urutan suara terbanyak, antara lain: Kanda Fauzin dengan 57 suara, Kanda Muttaqin dengan 51 suara, Kanda Arif Ahsan dengan 50 suara,  Yunda Indah Wahyuni dengan 43 suara dan M. Yusuf dengan 42 suara. *Ind

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Sebuah kondisi yang ironis dialami oleh warga Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Desa yang terletak bersebelahan dengan lokasi Waduk Gondang justru mengalami kesulitan mendapatkan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Hal tersebut disampaikan oleh Kades Sekidang. "Warga desa kami ini meskipun dekat dengan Waduk Gondang, namun masih sulit untuk mengakses air tersebut. Jika musim hujan sebagian wilayah desa kami mengalami banjir karena menjadi wilayah aliran air menuju Waduk, namun jika musim kemarau kami kesulitan mendapatkan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Akibatnya, beberapa kali pertanian warga kami gagal panen atau hasilnya kurang maksimal," kata Agus selaku Kades Sekidang. Labih jauh Agus mengatakan bahwa pihak desa telah berupaya untuk meminta izin kepada pengelola Waduk Gondang untuk membuat saluran irigasi dari waduk menuju embung desa, namun sampai saat ini belum mendapatkan izin tersebut. "Kami sebenarnya hanya perlu izin. Jika diizinkan, meskipun tidak ada dana dari pemerintah, kami akan membuat saluran irigasi secara swadaya dengan masyarakat. Karena itu yang sangat kami butuhkan," harap pria yang baru menjabat Kepala Desa ini.

Mengetahui hal tersebut, forum merasa terkejut bahwa masih ada desa di sekitar waduk yang telah ada lebih dari 30 tahun tersebut yang masih kesulitan mengakses air. Oleh forum IDeA ini adalah sebuah ironi. "Sekali lagi kita telah melihat suatu kondisi yang ironis. Sungguh menyedihkan. Sulit dibayangkan suatu wilayah dekat waduk yang kesulitan mengakses air. Ini ibarat ikan yang mati ditengah laut," ucap Totok selaku Pimpinan Umum Forum IDeA mengawali pendapatnya "Sebenarnya ini menambah keprihatinan kami semua. Karena sebelumnya, disepanjang jalan kami menuju desa ini telah kami saksikan akses jalan yang rusak parah dan tidak ada lampu penerangan jalan. Kami pikir hanya itu kekurangan infrastruktur dasar desa ini, ternyata ada yang lebih parah lagi yaitu kesulitan mengakses air waduk", kata Totok melanjutkan pendapatnya.

Diakhir Forum IDeA menyampaikan akan membawa persoalan ini ke Pemerintah Daerah Lamongan untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius. "Ini akan kami bawa sebagai pengingat kepada Pemerintah Daerah. Ini harus menjadi prioritas pembangunan. Apalagi ini adalah sektor strategis yakni pertanian dan kebutuhan dasar warga. Jangan sampai Lamongan yang selama ini terkenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, justru abai pada infrastruktur dasar pertanian warganya", Pungkas Pria asal Kalitengah tersebut. Sebelumnya Forum IDeA mengadakan FGD dengan warga Desa Sekidung, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan pada hari Rabu (09/06). FGD tersebut adalah bagian kegiatan Forum IDeA ke desa-desa di Kabupaten Lamongan dalam rangka pemetaan potensi desa. *Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Badan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan perekonomian desa serta usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa. Jadi kunci pemulihan ekonomi nasional di level desa itu tergantung pada geliatnya BUMDes. Menurut Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT RI) dalam kunjungan kerjanya ke Taman Wisata Bahagia Mahoni Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. “Semua bicara pemulihan ekonomi nasional. BUMN bagaimana mengelolah agar terjadi proses pemulihan ekonomi nasional. Sedangkan untuk level desa kuncinya di BUMDes yang harus bisa menggerakkan ekonomi di Desa,” tutur Abdul Halim, Sabtu (05/06).

   Lanjut Dia, apabila terdapat 50 persen dari jumlah Desa di Kabupaten Lamongan, terang Gus Menteri sapaan Abdul Halim Iskandar, bisa menggeliatkan BUMDes maka ekonomi Desa akan mengalami pemulihan yang luar biasa.“Nggak usah banyak-banyak 50 persen BUMDes di Lamongan bagus dan bisa menggeliatkan ekonomi Desa. Itu sudah luar biasa karena akan meringankan tugas dari Pemkab Lamongan untuk pemulihan ekonomi di level Desa,” terangnya. Lebih lanjut Gus Menteri menjelaskan, pada prinsipnya kehadiran BUMDes untuk kesejahteraan warga desa. Menurutnya, kalau perlu BUMDes justru harus bisa mengkonsolidasi UMKM yang ada di Desa, mencarikan pemasaran yang lebih maksimal serta memfasilitasi pelatihan packaging dan produksi.

   “Semua usaha boleh dilakukan BUMDes, kecuali usaha yang sudah dilakukan oleh warga masyarakat sekitar supaya tidak menjadi kompetitor. Dengan kata lain BUMDes tidak boleh mengambil unit usaha yang menjadi kompetitornya warga setempat,” katanya.  Semua Desa di Kabupaten Lamongan akan mendapatkan proyeksi wisata Desa, tutur Gus Menteri, seperti contohnya Desa Kendal yang bisa menyajikan wisata desa menarik dengan adanya sirkuit cross yang menghadirkan pemain nasional. “Kalau Lamongan nantinya memiliki wisata Desa menarik seperti di Desa Kendal maka pemulihan ekonomi akan cepat meningkat juga,” pungkasnya.  

   Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, pemulihan ekonomi nasional di level desa melalui BUMDes merupakan program yang juga telah dikembangkannya menggerakkan kebangkitan ekonomi.“Itu sudah inlen dengan apa yang saya sampaikan bahwa di masa pandemi ini ada dua hal, penanganan masalah pandemi dan masalah pemulihan ekonomi,” terang Yuhronur Efendi. Lanjut  Yuhronur Efendi berharap, dengan adanya BUMDes bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga perputaran ekonomi bisa kembali bangkit. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Aksi puluhan pendekar Persaudaraan Setia Hati (PSH) rayon Desa Blajo d Jalan Poros Kecamatan Turi - Kecamatan Kalitengah tepatnya di atas Jembatan Pasar Kiringan Bengawan Njero sore tadi cukup menyita perhatian bagi pengguna jalan yang melintas, Selasa (11/5). Kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi sosial dan kepedulian sesama di bulan Ramadhan 1442 H. dengan cara membagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan Poros Kecamatan Kalitengah -  Kecamatan Turi. Menurut Achmad Syaiful Arif,  salah satu peserta aksi, bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud pengamalan ajaran PSH tentang budi luhur dan tolong menolong sesama. Kegiatan tersebut pendanaanya bersumber dari swadaya antar pendekar PSH di Desa Blajo kecamatan Kalitengah kabupaten Lamongan.

   “Sebanyak 250 bungkus takjil kami bagikan pada pengguna jalan yang melintas di Jembatan Pasar Kiringan. Kami kumpulkan dana dari sumbangan warga atau pendekar PSH di desa kami, itupun seikhlasnya tanpa paksaan” ujar Achmad Syaiful Arif yang akrab dipanggil Bang ipul pada awak media. Ditambahkan lagi bahwa kegiatan ini dilakukan rutin oleh para pendekar PSH rayon Blajo setiap bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Disampaikan pula bahwa, tujuanya adalah mengangkat citra perguruan silat bahwa di dalam ilmu Silat ada sebuah nilai luhur yang bertujuan mengayomi kepada sesama.

   “Dengan kegiatan sosial bagi takjil ini, kami berharap bahwa di dalam ilmu beladiri Pencak Silat itu terdapat nilai budi pekerti luhur, dimana kami sebagai seorang pendekar harus mampu mengayomi dan menolong sesama, bukan sebaliknya” imbuhnya. Kegiatan bagi takjil yang diikuti kurang lebih 70 anggota PSH Rayon Desa Blajo ini, dilanjutkan dengan buka bersama dan peresmian Tugu PSH rayon Blajo sebagai bentuk wujud mempererat tali persaudaraan dan sebagai bentuk rasa syukur antar sesama pendekar atas limpahan nikmat Allah SWT karena masih diberikan nikmat hingga menjelang akhir Ramadhan 1442 H. “Acara dilanjutkan dengan buka bersama di lokasi Peresmian Tugu PSH dan diikuti oleh seluruh warga dan siswa yang ada di rayon Blajo,”pungkasnya. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Presiden Jokowi hari ini kunker ke TPI Brondong Lamongan. Jokowi meninjau kondisi para nelayan di masa pandemi COVID-19. Jokowi juga mendengarkan sejumlah curhatan nelayan."Pagi hari ini saya dengan pak menteri juga ada gubernur, Bupati Lamongan datang ke TPI Brondong Kabupaten Lamongan. Intinya saya ingin melihat secara langsung keadaan dan situasi nelayan selama pandemi. Tadi disampaikan oleh beliau Pak Agus bahwa kondisi nelayan di sini tidak ada masalah dan bisa melaut seperti biasanya, normal, hasilnya juga normal," kata Jokowi Kamis (6/5). 

   Setelah berbincang - bincang dengan sejumlah nelayan, Jokowi mengaku kondisinya di masa pandemi masih normal. Untuk tangkapan ikan nelayan juga normal. Namun, ada sedikit keluhan dari nelayan."Tetapi tadi ada keluhan mengenai pendangkalan di pelabuhan di dua lokasi yang dimintakan untuk dikeruk," imbuhnya. Presiden Jokowi berjanji pihaknya akan melakukan pengerukan hingga meninggikan lampu haluan. Jokowi berharap hal ini bisa meningkat kesejahteraan nelayan.

   "Tadi sudah saya sampaikan selama 2 atau 3 bulan akan dilakukan pengurukan termasuk juga lampu haluan termasuk ditinggikan diperbaiki juga sudah saya sanggupi dan kita harapkan beberapa perbaikan tadi bisa meningkatkan perbaikan kesejahteraan nelayan yang berlabuh," pungkas Pak jokowi. Perlu kita ketahui bahwa kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Pada tahun 2020 lalu misalnya, sektor perikanan budidaya setempat mampu menghasilkan sebesar 59.728,16 ton.

   Sementara dari sektor perikanan tangkap, pada tahun 2020 lalu kabupaten tersebut mencatatkan produksi sebesar 76.692,96 ton. Setelah dari PPN Brondong, Presiden RI Jokowi melanjutkan peninjauan ke pabrik pengolahan produk makanan laut, PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan. PT BMI Lamongan sendiri diketahui sebelumnya telah turut serta dalam pelepasan ekspor ke pasar global di tahun 2020. BMI merupakan eksportir produk perikanan yang produk-produknya telah merambah pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Australia. *Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Hari Pendidikan Nasional Indonesia yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tahun ini jatuh pada hari Minggu.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai wujud untuk mengenang dan menghormati salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara yang lahir pada 2 Mei 1889.Hardiknas di Indonesia selalu diperingati dengan melakukan upacara bendera dan ragam aktivitas lainnya.Peringatan dan kemeriahan Hardiknas yang biasa dilakukan di instansi pusat, daerah, satuan pendidikan serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri saat ini dilakukan dengan berbeda.Perbedaan ini terjadi karena tahun ini adalah tahun kedua kalinya peringatan dan perayaan Hari Pendidikan Nasional dilakukan di tengah suasana pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

   Peringatan Hardiknas tidak semata-mata untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, tetapi lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan, tutur Masfufa (33) Salah satu Guru di MTS Putra Putri Simo Sungelebak Kecamatan Karanggeneng Lamongan. Lanjut Masfufa yang akrab dipanggil Fufa, Hal ini dimaksudkan agar semua insan pendidikan mengingat kembali filosofi dari nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia. Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusung tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar".

nnnWalau tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi esensi atau makna pendidikan harus tetap sama. Pendidikan adalah modal bangsa untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Melalui pendidikan akan melahirkan generasi unggul yang siap meneruskan perjuangan leluhurnya, katanya. Dan pendidikan merupakan elemen penting dalam kehidupan. Dengan pendidikan bisa mewujudkan apa yang diinginkan. Pendidikan membuka semua yang tertutup dalam diri kita. Pendidikan juga membuat kita tidak takut untuk melangkah menapaki satu demi satu batu pijakan untuk mewujudkan impian. Semoga pendidikan selalu di nomor satu kan oleh semua murid, orangtua, masyarakat, bahkan pemerintah. Terutama untuk pendidikan di daerah terpencil mesti ada perhatian yang lebih, katanya kepada awak media, Minggu (2/5).

   Pendidikan juga sebagai bentuk memanusiakan manusia. Ada beberapa faktor pendorong pendidikan, Salah satunya sarana prasarana dan tenaga pendidik harus lebih ditingkatkan. Sebab dua hal ini penting. Apalagi di pelosok-pelosok yang sering kali terabaikan. Ketika sarana prasarananya kurang memadai ditambah lagi pengelolaan pendidikan intern yang sering kali mengambil hak peserta didik dengan korupsi, ini bisa menghambat pendidikan. Maka dari itu sarana prasarana, Guru yang profesional, dan pengelola di dalamnya semoga lebih baik lagi, karena tidak sedikit Guru yang mengajar tidak sesuai kompetensi keahliannya. Intinya peningkatan mutu pendidik dan sarana prasarananya perlu diperhatikan. Semoga pendidikan akan membentuk karakter sebuah bangsa. Jadikan semua tempat adalah tempat belajar dan semua orang adalah Guru, pungkas Masfufa. * Ind

 

Gresik - suaraharianpagi.com

Kecelakaan beruntun kembali terjadi di jalan Pantura Gresik tepatnya di Jembatan Sembayat Kecamatan Manyar, Kamis (22/4). Kecelakaan tersebut, melibatkan tiga truk bermuatan berat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dari informasi saksi di lokasi, kejadian itu bermula, saat kendaraan Dump truck Toyota Dyna no pol W 9221 UL mengalami mogok karena As patah.

Posisi kendaraan yang dikemudikan Kusmiran itu berada di pintu keluar sebelah selatan jembatan Sembayat arah Gresik. Sedangkan dari arah belakang, melaju Kendaraan Truk engkel Nopol L 8798 CB dikendarai Yohanes yang akan mendahului. Kemudian tiba-tiba dari arah belakangnya lagi, sebuah Dump truk Tronton Mitsubishi Fuso Nopol L 8356 UD melaju cepat seperti kehilangan kendali. Diduga truk bermuatan batu bara Ini mengalami rem blong, dan akhirnya terjadi kecelakaan.

Waktu kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba terdengar suara sangat keras. Ternyata ada kecelakaan, kejadian diperkirakan pukul 08.15Wib," terang Arif warga sekitar yang dijumpai awak media. Akibat dari benturan itu, truk yang dikemudikan Yohanes sampai terpental diantara jembatan pembatas. Kepala truk sampai keluar jalur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sesuai informasi, kenek muatan galvalum itu mengalami luka parah. Sementara itu, sopir Dump Truck Tronton Mitsubishi Fuso Zainudin Zuhri saat kejadian mengaku sudah mengurangi kecepatan. Tapi karena kendaraan di depannya tiba-tiba berhenti, Dia kalang kabut. Ditambah truk yang dikendarai bermuatan berat, sehingga kecil kemungkinan kendaraan bisa berhenti secara mendadak.

"Dari jauh sudah saya kurangi kecepatan tapi karena muatan berat jadi susah untuk berhenti langsung,"tutur Zuhri di lokasi.Adapun dari pantauan awak media kecelakaan itu sudah ditangani tim dari Satlantas Polres Gresik. Petugas terlihat melakukan evakuasi dan mengatur lalu lintas. *Ind

 

 

Lamongan suaraharianpagi.com

   Bulan Ramadhan 1442 H menjadi berkah bagi pengrajin songkok di Desa Kendalkemlagi Dusun Kemlagi Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Usaha mereka sempat mati sejak pandemi Covid-19 melanda, karena tidak ada pesanan. namun kini mereka bisa bernafas kembali, setelah kebanjiran pesanan.Seperti diungkapkan salah stau pengrajin songkok di Desa Kendalkemlagi, Syaiful Ghommam (40), bahwa pengrajin songkok di Desanya mulai kebanjiran pesanan saat Ramadhan tiba."Meningkat drastis jika dibandingkan Ramadhan lalu. Tahun kemarin sepi, hampir selama 1 tahun lebih saya tidak produksi akibat pandemi Covid-19," kata Syaiful, Rabu (21/4).

   Lanjut Syaiful Ghommam yang akrab dipanggil kak Ghom yang memulai usahanya sebagai pengrajin songkok sejak 10 Tahun tersebut mengaku kini sudah menerima pesanan hingga ratusan kodi dari berbagai kota di Tanah Air. "Sekarang saya harus menyelesaikan minimal 100 kodi per minggu," ujarnya. Untuk dapat menyelesaikan pesanan sebanyak itu, Ghommam dibantu beberapa pekerja. Proses produksi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Namun tak jarang mereka juga harus lembur hingga sahur. "Saya dibantu 20 orang karyawan setiap harinya, untuk memenuhi target pesanan, kita sering lembur sampai sahur," imbuhnya.

   Songkok produksi Syaiful Ghommam memiliki model yang cukup variatif, dengan harga yang juga beragam, tergantung jenis bahan yang digunakan. "Harganya per kodi mulai dari Rp 400.000  sampai Rp 600.000, tergantung kualitas bahan yang dipakai, serta ukuran tinggi Songkok, lanjutnya. Menurut Mahmudah (29), salah satu karyawan Syaiful Ghommam, mengatakan bahwa tahun ini Alhamdulillah banyak Order Mas kepada awak media suaraharianpagi. "Iya mas, banyak banget yang memesan. Hingga kita sering lembur. karena Songkok jadi salah satu komoditi yang kerap dicari selama bulan Ramadhan. Meski pandemi, permintaan akan songkok tetap meningkat di bulan suci ini, jadi urusan dapur kita masih bisa mengepul, tutur ibu Muda dari satu putra. Pesanan yang diterima para pengrajin songkok di Desa kendalkemlagi Dusun Kemlagi Kecamatan Karanggeneng Lamongan di Bulan Ramadhan ini kebanyakan berasal dari kota Surabaya, kalimantan Jogyakarta, Kediri, Jawa Barat, Aceh, Lampung. Dan perlu dicatat bahwa Songkok hasil dari pengrajin Desa Kendalkemlagi ini memang terkenal karena harganya yang murah tapi kualitasnya tinggi. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

Di tengah pandemi virus Corona, anak-anak Usia Dini di Kota Lamongan memiliki cara unik dalam memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, mulai dari memperagakan fashion show berbusana kebaya, memasak bersama ibu, membantu orangtua bersih bersih rumah hingga menyanyikan Lagu Kartini dan bercerita mengenai sosok R.A. Kartini. Aksi polos dan lugu mereka diabadikan secara virtual oleh para orangtuanya untuk mengisi Peringatan Hari Kartini saat Belajar Dari Rumah kondisi tersebut ditahun lalu. Tapi untuk tahun 2021, ada yang berbeda saat suasana pagi di depan halamanPaud (Tk, KB)Tunas Harapan Desa KendalKemlagi kecamatan Karanggeneng Lamongan. Halaman Sekolah yang biasanya sepi, kali ini sekelompok anak-anak, Paud (TK, KB) dengan berpakaian baju daerah berdiri rapi, bergandengan tangan laki-laki dan perempuan, berbaris rapi dihalaman sekolah.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pengurus dan dewan Guru Paud Tunas Harapan di Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan kali ini berinisiatif untuk mengajak anak-anak PAUD, (TK,KB) untuk memperingati Hari Kartini dengan menggelar kegiatan dengan bebrapa permainan yang bersifat mendidik, Rabu (21/04). Tak jauh dari Peserta didik, turut mengiringi para orang tua serta para DewanGuru, serta pengurus yang ada di Desa KendalKemlagi yang memandu anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan tersebut agar tertib dan lancar. "Saat ini kegiatan untuk memperingati hari Kartini tidak hanya sebatas menggunakan pakaian adat saja, namun juga digelar berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak, seperti menggambar, menari, Mewarnaibersama ibu- ibu mereka dan yang lainnya. Namanya juga anak-anak, mereka mungkin menikmati berbagai kegiatan tanpa mengerti apa makna hari Kartini tersebut," jelas Heni Rahmawati, salah satu Guru Paud Tunas Harapan.

   Lebih lanjut Heni Rahmawati yang akrab di panggil Bunda Heni, menyampaikan kepada anak-anak didiknya, bahwa setiap tanggal 21 April kita peringati sebagai hari Kartini untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Karena pada masa itu wanita pribumi berada pada status sosial yang rendah dan memiki peran terbatas mengurus anak dan rumah tangga saja. "Raden Ajeng Kartini memperjuangkan kesetaraan laki-laki dan perempuan dengan mengenalkan pentingnya pendidikan bagi kaum wanita, dengan mendirikan sekolah-sekolah. Wanita berhak menuntut ilmu setinggi-tingginya tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang ibu untuk anak-anaknya," pungkasnya.

   Saat ini para pendidik PAUD sudah semakin kreatif menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak didiknya. Aksi polos dan tingkah lucu menggemaskan para pelajar PAUD yang direkam orangtuanya untuk penilaian pengembangan diri ini juga bisa memunculkan aspek aspek nilai dalam diri anak. "Mulai dari nilai keberanian untuk unjuk diri tampil di depan kamera, melatih keberanian menampilkan sesuatu, lebih menghormati dan sayang ibunya, sosok perempuan yang memiliki peran penting di keluarganya. Semua kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai emansipasi wanita yang telah diajarkan melalui perjuangan RA Kartini agar peran wanita pada saat itu setara dan seimbang dengan kaum laki-laki serta tidak boleh tertindas," * Ind

Lamongan Suaraharianpagi.com

     Bulan Ramadan 1442 H tak lepas dari beberapa budaya yang ada di dalamnya, sebut saja seperti mencari jajanan atau takjil menjelang berbuka puasa.Nah, jika anda berada di kawasan Pantura tepatnya di Desa Banjarwati kecamatan Paciran Lamongan apa salahnya berkunjung ke Jalan Mawar atau sekitar Komplek Ponpes Sunan Drajat, Sebab disana banyak orang menjajakan jajanan mereka untuk takjil berbuka puasa.Ketika anda di sana, sudah berjajar pedagang kaki lima. Momen ini ternyata juga banyak ditunggu oleh pedagang.Salah satunya Ahmad Asrori Bapak satu Putri pedagang Pentol hits asal Padengan kecamatan Pucuk Lamongan.

   Lanjut Ahmad Asrori, yang akrab dipanggi Gus As menjual Pentol per porsinya dengan harga Rp.3.000 - 5.000."Jika bulan Ramadhan tahun ini seharinya bisa mencapai Rp 350 ribu", tuturnya kepada awak media Suaraharianpagi, senin (19/4) sore. Hal senada dengan Gus As, Hadi Pria lajang dari Desa Moropelang Babat Lamongan, mengatakan jika Ramadhan tahun ini membawa berkah. Lebih lanjut Hadi, megatakan bahwa selama pandemi tahun lalu penjualannya menurun, namun saat Ramadhan tahun ini perlahan mulai merangkak naik."Sekarang sudah berangsur normal. Seharinya bisa sampai Rp 250.000", tutur penjual Sosis telur.

   Dari pantuan awak media, kebanyakan yang mencari menu buka puasa ialah para Santri dan Santriwati yang menempuh studinya di Pondok pesantren Sunan Drajat dan warga sekitarnya. Ramadhan memang diyakini memberi kebahagiaan untuk semua, utamanya bagi mereka yang bisa meraup laba dan pahala. Oleh karena itu berkah Ramadhan memang bersifat universal dan semua berkepentingan untuk mendapatkan berkah Ramadhan. Jadi, sangat beralasan jika Ramadhan tidak pernah bisa terlepas dari pahala dan laba sehingga semua yang jeli melihat peluang ini menyebut Ramadhan sebagai market share yang prospektif. Dan Situasinya diperparah melalui kebijakan larangan mudik yang pastinya akan mengurangi potensi perputaran uang, baik di perkotaan atau di pedesaan.

   Meskipun demikian, semangat Ramadhan yang berlanjut lebaran meski tanpa mudik diharapkan tetap dapat memacu spirit berkah Ramadhan yang bersifat universal, bukan hanya bagi kaum muslim, melainkan juga untuk semua kalangan. * Ind

 

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Kegiatan FGD Forum IDeA dalam rangka mengevaluasi Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2018 Tantang Pembiayaan Persiapan PTSL sejatinya mengundang pihak Bagian Hukum, DPRD, dan BPN Lamongan sebagai narasumber. Namun sayang sekali yang hadir hanya dari pihak BPN Lamongan. Sementara dari Bagian Hukum dan DPRD Lamongan mendadak izin untuk tidak hadir dalam kegiatan FGD tersebut.

Merespon hal tersebut, Pimpinan Umum Forum IDeA menyayangkan ketidakhadiran pihak-pihak terkait. Mengingat tema yang sedang dibahas adalah isu yang penting yang menjadi perhatian masyarakat. "Kami sebenarnya telah mengundang dan berkirim surat jauh-jauh hari ke DPRD dan Bagian Hukum Lamongan. Sampai H-1 kemaren kami mendapat konfirmasi akan ada perwakilan dari masing-masing instansi dan lembaga yang hadir di acara kami. Namun karena beberapa hal beliau-beliau berhalangan hadir hari ini,"tutur Totok.

Forum IDeA pada prinsipnya menghormati keputusan yang diambil oleh Bagian Hukum dan DPRD Lamongan meskipun sebenarnya turut disayangkan beliau-beliau tidak bisa hadir. Karena tema yang dibahas adalah tema yang sangat penting yakni tentang produk hukum Pemda. Hal tersebut berkaitan dengan kepastian dan perlindungan hukum bagi pelaksana program PTSL di tingkat Desa. Disisi lain, Forum IDeA mengapresiasi kehadiran dari BPN selaku pelaksana teknis Program PTSL tersebut dan berkomitmen akan terus mengawal isu ini."Kita acungkan dua jempol untuk BPN Lamongan dan pada proses selanjutnya kita akan terus follow up isu ini sampai tuntas. Ini ikhtiar kami," pungkas Totok.

Untuk diketahui bahwa hari ini Jumat, 9 April 2021 Forum IDeA mengadakan FGD dengan tema Evaluasi Perbup Lamongan No 22 Tahun 2018 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL di Hotel Elresas Lamongan. Kegiatan tersebut mengundang pihak Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Lamongan, DPRD Lamongan, dan Badan Pertanahan Nasional kabupaten Lamongan sebagai narasumber. Selain itu turut diundang Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda di Lamongan Seperti HMI, GMNI, IMM, dan PMII serta perwakilan pokmas dan warga dari beberapa kecamatan. * Ind

 Lamongan - suaraharianpagi.com

   Statement tegas tersebut disampaikan oleh Darmawang dalam diskusi FGD yang diselenggarakan Forum IDeA. "Tolong dicatat, Ada LSM yang memanfaatkan situasi di Desa. Kalau kita merasa cinta negeri ini, ayo kita bersama-sama terlibat pada hal positif", tegas Darnawang.

   Sebelumnya Fauzin, peneliti Forum IDeA dalam kesempatan yang sama menyampaikan kajian bahwa produk hukum Perbup No 22 Tahun 2018 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL perlu dievaluasi. Dalam pemaparannya, terdapat pasal yang bertentangan dengan SKB 3 Menteri. "Pada pasal 6 perbup tersebut tidak jelas. Ini adalah pasal karet dan bias. Pasal ini dapat berpotensi di salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab", tegas fauzin.

   Lebih lanjut Fauzin merekomendasikan agar Perbup ini segera dievaluasi bahkan jika perlu agar dicabut untuk diganti dengan yang lebih baik. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pelaksana program PTSL khususnya di tingkat Desa. Untuk diketahui bahwa hari ini Jumat, 9 April 2021 Forum IDeA mengadakan FGD dengan tema Evaluasi Perbup Lamongan No 22 Tahun 2018 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL di Hotel Elresas Lamongan.

   Kegiatan tersebut mengundang pihak Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Lamongan, DPRD Lamongan, dan Badan Pertanahan Nasional kabupaten Lamongan sebagai narasumber. Selain itu turut diundang Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda di Lamongan Seperti HMI, GMNI, IMM, dan PMII serta perwakilan pokmas dan warga dari beberapa kecamatan. * Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

Forum Inisiasi Desa & Agraria (IDeA) merekomendasikan agar Peraturan Bupati Lamongan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL di evaluasi. Hal ini didasarkan pada fakta terdapat pasal yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. "Hasil dari FGD ini kita rekomendasikan agar Perbup tersebut di evaluasi karena pada pasal 6 bertentangan dengan diktum ketujuh SKB 3 Menteri. Hal ini bertentangan dengan azas kepastian hukum", kata Fauzin selaku peneliti Forum IDeA.

Sementara itu, BPN Lamongan tidak bersedia mengomentari Perbup yang sedang di evaluasi tersebut. Sebagaimana yang disampaikan oleh Darmawang selaku narasumber yang mewakili BPN Lamongan mengatakan," kami ini pelaksana dari peraturan yang ada. Jadi bukan pada posisi kami untuk mengomentari perbup tersebut. Adapun saat ditanya tujuan dari kegiatan tersebut, Totok Setiawan selaku Pimpinan Umum Forum IDeA mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membahas produk hukum terkait program PTSL. Forum IDeA berharap melalui kegiatan ini dapat disimpulkan konsepsi yang ideal terkait produk hukum (Perbup no 22 tahun 2018) tersebut.

"Ini penting agar seluruh pelaksana program PTSL ditingkat desa mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum. Apalagi jika kita bandingkan dengan perbup sejenis di kabupaten terdekat seperti Bojonegoro misalnya itu sudah mencantumkan besaran biaya pembiayaan persiapan PTSL yakni 150.000 per bidang. Ini hanya sebagai perbandingan bahwa kondisi berbeda terjadi antara Lamongan dengan Kabupaten terdekat lainnya,"Pertegas Totok. Untuk diketahui bahwa hari ini Jumat, 9 April 2021 Forum IDeA mengadakan FGD dengan tema Evaluasi Perbup Lamongan No 22 Tahun 2018 tentang Pembiayaan Persiapan PTSL di Hotel Elresas. Kegiatan tersebut mengundang pihak Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Lamongan, DPRD Lamongan, dan Badan Pertanahan Nasional kabupaten Lamongan sebagai narasumber. Selain itu turut diundang Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda di Lamongan Seperti HMI, GMNI, IMM, dan PMII serta perwakilan pokmas dan warga dari beberapa kecamatan. * Ind

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget