Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Lamongan"

Ponpes Al-Jamhar Upacara HUT RI
Lamongan - SHP


   Hari ini rakyat Indonesia merayakan hari ulang tahun republik yang ke 72 Tahun, dengan semangat patsriotisme, upacara-upacara bendera telah dilaksanakan pagi tadi di seluruh penjuru negeri, tidak ingin ketinggalan menunjukan sikap patriotisme, Seluruh Santri ponpes Al - Jamhar Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan dan diikuti segenap warga hari ini juga juga berkumpul dan rela berpanas-panasan untuk ikut meramaikan HUT RI ke 72 Tahun . Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 tahun ini merupakan upaya Pondok pesantren Al - Jamhar Desa Balun, untuk menanamkan nasionalisme kepada para santri. Disamping mereka harus belajar ilmu-ilmu keagamaan. layaknya Upacara bendera yang digelar oleh seluruh bangsa Indonesia, dalam upacara tersebut telah ikuti kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari santri dan warga Pondok Pesantren Al - Jamhar, dalam upacara tersebut di dipimpin oleh pengasuh ponpes KH .M Ikhsan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, dalam pidatonya beliau mengutarakan bahwa pemuda harus lebih mampu untuk tingkatkan jiwa nasionalisme berbangsa dan bernegara. 
   Walau suasana panas seperti yang ada pada hari ini namun semangat santri dalam melaksanakan Upacara bendera tersebut sungguh luar biasa, lapangan Ponpes yang menjadi tempat upacara sudah mulai dipenuhi para peserta sejak pukul 06.00 pagi tadi, Iringan musik Kemerdekaan dan sholawat Nabi makin menambah semangat para peserta dalam melaksanakan upacara tersebut, dan menambah kemeriahan satu demi satu acara yang telah diagendakan. Santri-santri memang sudah tidak asing lagi dalam keseharian masyarakat Pondok pesantren sekitarnya . Pasalnya, sejak ponpes berdiri Masyarakat Desa Balun yang identik dengan Desa Pancasila sudah membaur dengan para santri, hingga kini pesantren tersebut masih tetap eksis, jumlah santrinya pun sampai saat ini terhitung hampir mencapai ratusan santri yang juga menempuh pendidikan formal dan no Formal. pengajaran dalam pesantren bukan hanya mengedepankan kecerdasan otak, kecerdasan hati juga menjadi prioritas dalam mendidik para santrinya, tidak hanya itu, pesantren juga berusaha membangun sikap patriotisme dan cinta tanah air. Apalagi saat  hari-hari besar nasional tiba, momen ini banyak dijadikan sebagai motivasi cinta tanah air dengan di bacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI harga Mati, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren Al- Jamhar, yang mana santrinya terus eksis mengikuti upacara bersama di lapangan Pondok Pesantren.
   Upacara 17 Agustus, merupakan momen yang tepat untuk kembali mengingat para pahlawan, dan bercermin melalui sejarah. “ hendaknya, melalui upacara seperti ini, kita dapat lebih mengenang para pahlawan pendahulu, dan bertafakur “. Salah satu masyarakat Desa Balun Ustadz Iskandar Faraby saat suara harian pagi mewancarai. Mengatakan , Sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan fisik, penjajahan yang dapat dengan mudah dirasakan, dan dapat diketahui bahwa negeri ini sedang terjajah, tapi sejatinya penjajahan ini akan terus berlangsung namun dalam bentuk-bentuk yang lain.
   Penjajahan budaya, penjajahan ekonomi, penjajahan peradaban dan penjajahan-penjajahan lain yang membuat bangsa ini akan terus terjajah, hal ini bisa terobati kala muncul para pahlawan - pahlawan baru yang senantiasa berkorban demi bangsa, “ oleh sebab itu kita harus mau menjadi pahlawan - pahlawan baru, agar penjajahan ini lekas teratasi “ ungkap ", Ustadz Iskandar Faraby, yang  juga aktif di pengurus Ponpes Al - Jamhar Desa Balun. Setelah selesainya Upacara bendera untuk memeriahkan HUT RI yang ke 72Tahun dilanjutkan lomba santri terbuka khas 17 Agustus-an juga turut meramaikan deretan acara hari ini, para santri sangat antusias mengikutinya hingga yang rencananya hingga sore nanti, lomba tersebut dilaksanakan di halaman ponpes Al- Jamhar. Bagi para santri sendiri, momen ini menjadi ajang pelajaran dan kedisiplinan serta hiburan dan sportifitas.*ind



Bangun Desa Bersama dan Transparan
Lamongan - SHP
   Kepala Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kades Drs H. Abdul Kholiq  berkomitmen untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun Desanya. Diyakininya, peran masyarakat sangat penting. Perlu ada sinergi dan rasa memiliki. Bukan semata-mata sekedar memiliki, melainkan ikut serta membangun dan menjaga Desa. “Ini amanah yang harus saya junjung tinggi, untuk itu ayo bangun tanah kelahiran ini bersama-sama,” katanya. Menurutnya, pembangunan Desa sedang digencarkan oleh pemerintah melalui kucuran dana melimpah ke setiap Desa. Bantuan pemerintah berupa Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus dimanfaatkan dengan baik.”Sebelum melakukan pembangunan secara fisik, saya mulai dulu selalu membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan ikut berperan dalam pembangunan Desa. Karena tidak mungkin memajukan Desa seorang diri,” ujarnya kepada Suara Harian Pagi. Kades menambahkan, Saya beserta perangkat punya cita-cita, Desa Keben ini ke depan menjadi Desa percontohan untuk Desa lain. “Kami siap membangun Desa, agar nantinya bisa menjadi Desa percontohan dikabupaten Lamongan,” sambungnya. Bahkan, Rencana jangka panjang untuk membangun dan mengembangkan Desa yang disampaikan Kades Abdul Kholiq yang akrab di panggil Kholiq tersebut, diamini oleh beberapa tokoh masyarakat. Lanjut Kades Kholiq, Program yang digagas oleh pemerintah dengan memberikan Dana Desa yang berasal dari APBN dikucurkan disetiap desa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dana Desa termasuk dalam APBD sehingga penggunaannya tergantung dari para kepala Desa menggunakan Dana Desa tersebut untuk mendanai pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.
   Tetapi cukup jarang seorang kepala Desa memberikan transparan (keterbukaan) masalah dana/biaya yang dipergunakan dalam pembangunan di Desa tersebut. Terkecuali di Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan selaku kepala Desa, ia adalah salah satu kepala desa yang menerapkan sifat transparansi. Saat ditemui Suara Harian Pagi ia menjelaskan alasannya menerapkan sifat transparan yakni agar masyarakat bisa mengetahui diperuntukkan untuk apa saja dana desa yang telah dipergunakan, sehingga mencegah timbulnya pemikiran-pemikiran negatif tentang saya selaku pemimpin di Desa ini. Kemudian ia menambahkan rasa apresiasinya terhadap masyarakat yang sudah percaya terhadap kepemimpinannya juga kepada ketua Timlak Bapak Kacung yang selalu bersama-sama membantu dan mengelola DD tersebut.“Mudah-mudahan ditahun 2017 ini penggunaan Alokasi Dana Desa ini bisa terwujud sesuai yang diharapkan seperti slogannya 'Mari Kita Kawal Dana Desa Keben dengan tepat,cermat, transparan, bermanfaat dan ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semua.”ungkapnya.
   Hal senada dengan Timlak Kacung, Pak Sahuri selaku PTPK Desa mengatakan pada program  pembangunan infastruktur Desa dari program dana Desa anggaran tahun ini Desa Keben mengalokasikan untuk Spal 1 jalan poros dalam kampung pengerjaannya dari RT : 8,7,6,5, Spal 2 jalan poros atau jalan lingkungan mulai dari RT : 7 dan 6, Rehab Gedung Polides, Rehab Gedung TK milik Desa ( yayasan PKK) dan pendirian BumDes. Untuk program pemberdayaan di tekan pada pelatihan untuk kepemudaan adalah belajar mengelas,untuk Ibu - ibu pelatihan masak memasak aneka jajanan(kue) dan untuk Bapak - Bapak pelatihan budidaya Ikan lele,Vanani dan pengelolaan Makan ternak dan untuk ADD pembangunan Pendopo balai Desa, pungkasnya kepada Suara Harian Pagi Minggu,13/8/2017.
“Abdul Kholiq selaku Kepala Desa Keben semangatnya masih membara. Saya sangat yakin akan mampu membangun dan memberikan perubahan untuk Desa ini tahun demi tahun sampai masa jabatannya habis,” ujar salah satu tokoh Masyarakat yang tak ingin di sebutkan Namanya. Kepala Desa harus mampu menginspirasi, bukan mengebiri apalagi menakut - nakuti warganya sendiri. Karena tanda - tanda seorang Kades yang baik bukan yang ditakuti karena memiliki kekuasaan, melainkan ia yang disegani karena memiliki kelebihan.”Tugas Kepala Desa itu berat, selain menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Desa, juga membina dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya. *ind



Kades Sukoanyar Bangun Desa
Lamongan - SHP
  Dengan dicanangkannya program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat melalui program pembangunan  Desa baik itu dari pograam dana Desa (DD) maupun ADD yang telah berjalan selama ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa dalam pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana Desa. Sebagai contoh manfaat Program dana Desa ini dapat di rasakan oleh masyarakat Desa Sukoanyar, kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dari tahun ke tahun. Menurut kades Sukoanyar Abdul Qodir Ridwan , pada program  pembangunan infastruktur Desa dari program dana Desa anggaran tahun ini Desa  Sukoanyar mengalokasikan untuk 9 item pembangunan, antara lain 3 item untuk Spal untuk 3 Dusun, Rabat beton 1 item di Dusun Galang , paving 1 item di halaman TK Flamboyan di Dusun kruwul, Bank sampah 2 item di Dusun Galang dan Wudi, Rehabilitasi Gedung TK. Harapan bangsa Dusun Wudi dan Normalisasi saluran irigasi (pembegoan) di Desa Sukoanyar dan penunjang modal BumDes.

   Sementara terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan dari ADD tahun     ini, kades Ridwan yang saat di temui media ini di kantornya  menjelaskan, untuk  anggaran tahun ini Desa Sukoanyar dialokasikan pembangunan kantor Balai Desa. “ Pembangunan Jalan baik Rabat beton dan pavingisasi, Spal , Normalisasi memang sangat di prioritaskan masyarakat karena untuk menunjang aktifitas perekonomian  warga, sedang untuk  drainase sebagai saluran pembuagan air limbah rumah tangga dan air hujan.” Jelas kades Ridwan. 
   Ditambahkan lagi oleh kades Ridwan, yang akrab dipanggil Mbah gusdur menurut teman - teman Kades di Kecamata Turi, masyarakat Desa Sukoanyar secara keseluruhan sangat antusias terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa tahun ini, itu terbukti dari tingginya kepedulian masyarakat dalam membantu bergotong royong dengan kompak. Hal seperti ini merupakan cermin rasa kebersamaan yang tinggi dari masyarakat yang mendukung berperan serta dan tidak lepas dari besarnya peran seorang pemimpin yang ada dalam mengkoordinir dan memberi arahan secara bijak.“ Dengan adanya pimpinan yang penuh semangat, agresif dan motifasi yang tinggi tentu membuat masyarkat senang dan memyambut positif Program pembangunan Desa ini, agar berjalan sesuai aturan yang ada, serta hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan kinerja TPK yang harmonis dan saling berkesinambungan, serta kepercayaan masyarakat  untuk melaksanakan pembangunan Desa baik ADD, DD maupun yang lainnya ini semoga hasilnya dapat optimal sesaui dengan harapan kita semua. “Tambah  kades Ridwan kepada suara harian pagi, Jumat 11/8/2017.
   Hal senada dengan Kades Sukoanyar, Purwanto salah satu warga saat di temui suara harian pagi mengatakan, Dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat secara guyub bergotong royong dan bekerjasama agar pembangunan itu cepat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Masyarakat selalu mengedepankan nilai pemberdayaan dan kebersamaan dalam dalam bekerja, hal ini sebagai bentuk dari perwujudan yang nyata masyarakat dalam pembangunan sarana infrastruktur Desa.‘’Saat ini masyarakat sangat berterimakasih kepada pemerintah sebab dengan adanya program ini  Desa dapat membangun dengan mengoptimalkan nilai pemberdayaan masyarakat yang ada dan pembangunan dari dana Desa  ini dijadikan sebagai cermin dari pembangunan masyarakat.’’ujar Purwanto . *ind



Camat Jalankan Pendampingan Desa
Lamongan - SHP
    Salah satu aspek yang sangat penting dalam menjaga akuntablitas penggunaan dana Desa, adalah "Monitoring dan Evaluasi Dana Desa". Hal ini akan dilakukan melalui mekanisme pelaporan secara berjenjang antar tingkat pemerintahan. Monitoring dan Evaluasi Dana Desa yang dilakukan oleh Kecamatan Maduran atas kinerja Kepala Desa. "Kita dari Kecamatan Maduran melakukan Monitoring dan evaluasi tentang pelaksanaan tata kelola pemerintahan Desa dalam rangka pelaksanaan penyerapan dan pertanggungjawaban DD dan ADD agar penggunaannya tepat sasaran sesuai skala prioritas kebutuhan Desa," tutur Harwah Yutomo, SH.MM Camat Maduran kepada suara Harian pagi, (11/8). Adapun tujuan kegiatan monitoring dan evaluasin yang kita lakukan untuk memantau sejauh mana penyaluran Dana Desa serta perkembangan pelaksanaan kegiatan fisik dan pelaporannya, penggunaan yang trasparan, efektif, efesien dan akuntabel agar tidak ada persoalan bagi Desa dikemudian hari, jelasnya.

   Kita sudah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi  ke Desa yang ada dikecamatan Maduran mulai tanggal  27 Juli - 14 Agustus 2017. Kita melakukannya secara bertahap dengan langsung mendatangi masing-masing Desa. "Sasarannya adalah semua Desa kita kunjungi untuk melihat kesiapan pemerintahan Desa tersebut. Monitoring ini untuk membuktikan laporan para kepala Desa. “ kalau laporan yang sampai kemeja saya, semuanya bagus. Namun tidak hanya sampai disitu, semua laporan kepala Desa tersebut saya kroscek dengan langsung turun ke lokasi dan semuanya sesuai dengan laporan”. Ujar Camat Maduran Harwah Yutomo. SH.MM. Lanjut Harwah, Hal ini dilakukan salah satunya adalah dalam rangka penilaian terhadap proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan untuk memantau sejauh mana penyaluran dana Desa serta perkembangan pelaksanaan kegiatan fisik dan pelaporannya. Disamping melakukan monitoring dan evaluasi (pengawasan), aparat kecamatan juga memberikan pendampingan terhadap pemerintah Desa sehingga dokumen perencanaan pembangunan Desa yang  dihasilkan dapat mengadvokasi semua kepentingan masyarakat Desa dengan tidak mengabaikan rencana strategis Pemerintah Daerah yang sudah ditetapkan.
   Lanjut Camat Maduran, Harwah Yutomo .SH.MM," Nasionalis” kata itulah yang tepat disematkan kepada warga Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Pasalnya, menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 tahun, mereka dengan semangat mengibarkan bendera merah putih dihalaman rumah mereka khususnya rumah yang berada ditepi jalan Nasional maupun di plosok Desa, yang membuat pemandangan semakin indah saat orang-orang melintasi jalan tersebut. Selain mengibarkan Bendera Merah Putih, Camat Maduran  juga menghimbau untuk mendekorasi, lampu hias, umbul-umbul dan atribut lainnya. Ini bertujuan untuk memupuk semangat Nasionalisme dan Patriotisme keseluruh lapisan masyarakat. “Dalam semangat perayaan HUT RI ke-72 ini agar semua pihak dapat berpartisipasi aktif dan menjaga kerukunan dan persatuan dengan saling bekerjasama dengan mengantisipasi paham radikalisme dan terorisme di Lamongan. Maka mari kita jaga suasana kondusif demi keamanan dan kenyamanan kita bersama”,pungkasnya.
   Kepada suara harian pagi Kepala Desa Pringgoboyo, Ahmad Elifuddin melalui via tlpn, juga menyampaikan bahwa Dana Desa yang sangat besar bagi setiap Desa harus dikelola secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, karena Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan tertinggi di Desa. Hal ini juga harus diikuti dengan peningkatan kapasitas atau kemampuan para Kepala Desa/perangkat Desa tentang pengelolaan keuangan sesuai dengan UU Nomor 6 tahun 2014, tegasnya.
Hal senada dengan Camat Maduran, Rozikin menuturkan dengan Semangat pengabdian inilah, menjadi modal utama para pendamping lokal Desa dan pendampingan Desa untuk mewujudkan cita - cita Desa yang mandiri. “Kita terus menerus membangun basis - basis Desa, dengan memberi motivasi agar Desa tersebut sejahtera dan mandiri, “Tidak saja itu, para pendamping Desa dan Pendampingan lokal Desa harus mampu mengarahkan dan membangun kader-kader pemberdayaan di Desa tersebut,”ujar Bapak dua putra. Para  Pendamping lokal Desa dan pendamping Desa beserta Muspika kecamatan Maduran memiliki misi besar, yakni membangun demokrasi diDesa. Dengan membentuk pemerintahan Desa yang bersih, semangat, Amanah, akuntabilitas keuangan Desa, dan membangun kesejahteraan Desa lewat BUMDes dengan berbagai potensi yang dimiliki Desa tersebut. “Kita membangun Desa secara total, tugas ini sepenuhnya untuk pengabdian membangun kemajuan Desa,”pungkasnya. *ind

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget