Articles by "Lamongan"

 Lamongan - suaraharianpagi.com

Komisi Pemilihan Umum kabupaten Lamongan tengah menyiapkan skema agar pasien Covid-19 tetap bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilbup Lamongan yang berlangsung 9 Desember mendatang.

 Menurut, Mahrus Ali, S.Pd, Ketua KPU Lamongan, skema yang sedang dipersiapkan adalah dengan menerjunkan petugas untuk mendatangi penderita Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Adapun rencananya, petugas yang akan mendatangi satu per satu pasien Covid-19 adalah petugas TPS yang lokasinya dekat dengan rumah sakit tempat pasien dirawat. "Tapi kami masih menunggu teknis yang dipersiapkan tim gugus tugas, kalau misalnya petugas kami diperbolehkan masuk, maka tiga petugas TPS di sekitar rumah sakit kita suruh datang sambil membawa kertas suara dan bilik suara dan mendatangi mereka satu per satu,"terang Mahrus, (19/11).

Lanjut, Mahrus, petugas TPS yang mendatangi pasien Covid-19 akan menerapkan protokol kesehatan dan didampingi petugas dari Satgas Covid-19. Biar tidak terjadi penularan, maka yang pasti kita minta petugas TPS kami ada yang mendampingi dari tim Satgas Covid-19, mereka sebelum masuk pasti mendapatkan pengarahan dulu,"katanya.

Pada Pilbup Lamongan 2020, KPU Lamongan tidak mendirikan TPS khusus bagi pasien Covid-19 karena berbagai pertimbangan, diantaranya faktor biaya dan minimnya jumlah pasien yang dirawat. "Percuma kita dirikan, misalnya 10 hari sebelum hari H ada 200 pasien yang dirawat, kemudian mereka dinyatakan sembuh kan sia-sia. Kecuali di Lapas Lamongan, masa tahanan para narapidana yang bertahun-tahun,” pungkasnya. * abi

Lamongan - suaraharianpagi.com

    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Emansipasi dan Aspirasi Masyarakat (Jerat) gelar demonstrasi, Selasa (17/11) di depan kantor Bupati Lamongan menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi Bupati Lamongan Fadeli. Ketua LSM Jerat, Miftah Zaeni menegaskan, demonstrasi yang dilakukannya sebagai bentuk aksi moral menyikapi beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Lamongan. Sementara itu,  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Achmad Edywn Anedi belum bisa diminta tanggapan tentang aksi demo LSM Jerat karena berdalih hari ini sedang dinas luar. Ia berjanji akan konfirmasi dulu pada dinas yang menangani. Berikut ini 7 dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Lamongan yang diungkap LSM Jerat yaitu :

1. Anggaran pembangunan Puskesmas Karangkembang Babat nilai proyek Rp 9,4 Miliar tahun 2018 terindikasi Mark Up (penggelembungan) dan kecurangan yang mengakibatkan kerugian negara minimal Rp 1.561.472.727 dan maksimal Rp 2.795.831.013 Hal ini dikarenakan terjadi pengurangan pengerjaan pengeboran strauss pada rumah pompa dan pengurangan pekerjaan pada beton atap unit Unit Gawat Darurat (UGD). Selain itu, LSM Jerat menemukan ada pengurangan pada pekerjaan pagar samping sambatan depan (Box Culvert), AC, dan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi kecurangan pada pekerjaan lainnya. Apalagi pengerjaannya dimenangkan PT Pilar Abadi milik H Mardi, tapi praktek di lapangan dikerjakan saudara Dodon.

2. Kemudian tahun 2019 dianggarkan lagi melalui satuan kerja Dinas Kesehatan rincian anggaran Rp 9.350.000.000 hasil lelang pemenang dengan harga Rp 8.350.630.394. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi Mark Up seperti tahun sebelumnya yang tendernya dimenangkan CV Kharisma Cipta Abadi beralamat di Jalan Kinameng Indah Nomor 18 Lamongan.

3. Dugaan pungutan liar (pungli) melalui Camat se Kabupaten Lamongan meminta uang senilai Rp 1,6 juta pada para Kades dengan alasan diberikan kepada Kejaksaan dengan dalih agar tidak dipermasalahkan penggunaan anggaran Dana Desa (DD) dan bahkan bisa juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan diduga meminta jatah anggaran proyek-proyek Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) di Desa Se Kabupaten Lamongan tahun 2020 dengan prosentase 15% – 25%. Menurut pengakuan dari beberapa sumber hal itu dilakukan atas dasar perintah dari Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan dan juga patut diduga modusnya dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

5. Dana Covid-19 tahun 2020 terindikasi banyak Mark Up baik pengadaan barang dan jasa juga pelaksanaannya. Indikasi-indikasi tersebut dibuktikan tidak dilibatkannya seluruh wakil rakyat DPRD Kabupaten Lamongan terkait penganggaran dan pengawasan penggunaan anggaran tersebut. Hasil refocusing maupun yang lainnya sebesar Rp 200.177.755.000 dalam hal ini yang seharusnya bertanggung jawab sepenuhnya adalah Ketua Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 yakni Bupati Lamongan yang juga sebagai Kepala Daerah.

6. Mengusut dan meminta kejelasan dan keseriusan penanganan kasus pengadaan barang dan jasa RSUD dr. Soegiri Lamongan tahun 2015-2017 sesuai surat perintah penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor : Sprin.Lidik-74/01/05/2018 yang terindikasi ada kecurangan dan Mark Up berupa janji terkait pengadaan barang dan jasa untuk dibuka kembali atau ditindak lanjuti untuk memperjelas upaya proses hukum agar ada kepastian hukum.

7. Mengusut dan meminta kejelasan terkait keseriusan penanganan dugaan korupsi kas dan kredit fiktif Bank Daerah Lamongan di Polda Jatim laporan masyarakat tanggal 17 Juli 2020. Selanjutnya diterbitkan surat perintah Nomor : Sprin/1344/VII/RES 3.3/2020/Ditreskrimsus tanggal 09 Juli 2020. Kamimasyarakat Lamongan ingin Keseriusan Aparatur Penegakan Hukum agar Benar - benar serius - serius menelusuri dan mengusut tuntas serta menindak tegas terjadinya kasus dugaan tindak Pidana Korupsi Bupati Lamongan H. Fadeli. * abi

 

 

 

Lamongan -  suaraharianpagi.com

   Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan terus mempersiapkan logistik pemilihan suara. Rencananya, lembaga penyelenggara pemilu itu mencetak 1.066.205 lembar surat suara.Jumlah surat suara nantinya berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2,5 persen untuk cadangan,"Terang Mahrus Ali, S.Pd Ketua KPU Kabupaten Lamongan, Selasa (17/11).

   Lanjut Mahrus, adapun mekanisme pencetakan surat suara masih dikoordinasikan dengan pihak percetakan Temprina Gresik. Mahrus memastikan, template dan master surat suara sudah siap untuk dicetak."Kalau untuk surat suara itu cetaknya bisa cepat. Dua sampai tiga hari sudah selesai,"Lebih lanjut DIa menuturkan, pelipatan surat suara nantinya dilaksanakan di lokasi pencetakan. Alasannya, petugas pelipatan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang distribusinya terkonsolidasi secara nasional. Dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak bawaslu.

Tambah Mahrus, memastikan pengadaan APD yang menggunakan APBN mulai diproses. Untuk logistik TPS reguler nantinya menggunakan APBD, sedangkan TPS tambahan menggunakan APBN."Untuk kotak suara tidak ada masalah. Yang kita intensifkan surat suara. Dan untuk  bilik suara menggunakan yang lama berbahan aluminium. Sedangkan bahan kotak suara juga masih sama seperti pemilu serentak tahun lalu."Logistik semua sudah jalan. Logistik APD itu terkonsolidasi semuanya dengan KPU RI. Logistik TPS itu sebagian besar juga terkonsolidasi secara nasional dan tintanya sudah datang kemarin," pungkasnya. * abi

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Bupati memberikan apresiasinya terhadap TMMD ke-109 Tahun 2020 di Desa Tebluru Kecamatan Solokuro. Hal tersebut diungkapkannya saat Acara Penutupan TMMD ke-109 Tahun 2020 di Pendopo Lokatantra, Rabu (21/10).“Saya telah mengikuti Program TMMD beberapa kali, dan tahun ini mempunyai rasa tersendiri. TMMD ke-109 ini sangat luar biasa karena hadir di tengah-tengah pandemi Covid 19. Programnya sangat terpadu, memiliki sasaran dan hasil yang jelas,” kata Fadeli.Fadeli bahkan berharap agar nantinya Program TMMD bisa ada di setiap tahunnya karena Program TMMD mempunyai manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

“Anggaran Program TMMD sebesar Rp. 1,5 Milyar ditambah dengan Rp.470 Juta menjadi Rp.1,97 Milyar namun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat lebih dari itu. Jika diadakan setiap tahunnya maka Kita Pemerintah Daerah akan selalu mendukung program tersebut”, Harap Fadeli.Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono mengungkapkan bahwa Program TMMD hanyalah sasaran antara, sasaran utamanya adalah gotong royong masyarakat.

Menurutnya tanpa bantuan semua pihak yang berpartisipasi termasuk Bupati, Kapolres, Dinas Terkait, masyarakat serta para mantan kombatan dan napiter program ini tidak akan sukses.“Terimakasih karena tanpa bantuan semua pihak kami hanyalah partikel kecil yang tidak ada apa-apanya, mari bersama-sama memberikan kontribusi terhadap negara,” terang Letkol Infantri Sidik Wiyono.

Pada Program TMMD ke-109 Tahun 2020 di Desa Tebluru Kecamatan Solokuro berhasil mencapai sasaran pokok berupa pembangunan rabat beton Jalan Tebluru-Taman Prijek, pemeliharaan Jalan Gampang Sejati-Petiyen, Normalisasi saluran air sepanjang 596 meter, Pipanisasi sepanjang 950 meter, Pembuatan bak pembagi air, Pengerukan embung desa, Pembangunan rumah singgah 2 unit, dan Pembangunan Pos Kampling 1 unit. Ditambah dengan sasaran tambahannya yakni bedah rumah 15 unit, dan Rehab lapangan volley 1 unit.Di akhir acara dilakukan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Kegiatan Fisik TMMD ke-109 Tahun 2020 dari Dandim 0812 kepada Bupati Fadeli yang diterima oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Khusnul Yaqin. * abi

 

Lamongan - suaraharianagi.com

Pemerintah kabupaten  Lamongan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempercepat pemulihan perekonomian di Kabupaten Lamongan. Bupati Fadeli mengatakan pelatihan, pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM ini merupakan tugas dari Satgas Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional."Jadi ini adalah tugas kita, yang pertama bagaimana sehat dulu. Kemudian berbicara mengenai ekonomi. Ini memang para pengusaha-pengusaha Lamongan sudah rindu,"tutur Fadeli usai memberikan sambutan, Rabu (21/10).   

Lanjut Fadeli menjelaskan, kemarin tenaga kerja banyak yang dikurangi karena tidak bisa memaksimalkan perusahaan. Bahkan yang ekspor-ekspor ditutup."Sekarang sudah dibuka lagi sudah bekerja lagi dan ini perlu support dari kita. Begitu juga pelaku UMKM ini harus kita berikan pelatihan. Saya ingin ekonomi di Lamongan ini cepat tumbuh dan bangkit kembali seperti semula,"Harapannya.

Sementera itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto menjelaskan, pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM ini untuk meningkatkan kualitas mereka."Sekitar kurang lebih 200 ribu pelaku UMKM kita berikan pelatihan, pembinaan dan ketrampilan. Sehingga nantinya mereka bisa diharapkan menyerap tenaga kerja di Kabupaten Lamongan,"Kata Agus Suyanto.

Bayangkan kalau para pelaku UMKM tersebut hanya memiliki 1 pekerja, kata Agus, kemudian mereka bisa menyerap lebih dari itu maka luar biasa penyerapan tenaga kerja di Lamongan."Jika seluruh jumlah UMKM tersebut mampu menyerap 2-3 tenaga kerja maka secara tidak langsung perekonomian di Kabupaten Lamongan makin meningkat,"Pungkasnya. *abi

Lamongan Suaraharianpagi.com

Pemerintah kabupaten Lamongan sudah mengirim surat penolakan Undang-Undang Cipta Kerja ke Jakarta. Ini semua dilakukan demi mengakomodir aspirasi demo atau aksi yang dilakukan mahasiswa Lamongan. Menurut, Hamdani Ashari, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Lamongan,di hadapan massa aksi mahasiswa gabungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM), di depan Kantor Pemkab Lamongan Selasa (20/10) siang.

“Kita telah mengirim penolakan itu” tutur Hamdani Azhari yang didampingi Moch. Nalikan Asisten IPemkab Lamongan, saat menghadapi puluhan mahasiswa itu. Para mahasiswa gabungan yang melakukan aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja tersebut tidak percaya jika Pemkab Lamongan telah mengirim penolakan Omnimbus Law.“Buktinya hingga saat ini Pemkab Lamongan atau Pak Hamdani Azhari tidak bisa menunjukkan bukti penolakan tersebut” kata salah satu Korlap aksi, Eko Prasetyo Utomo. Lanjut Eko, menegaskan, mahasiswa melakukan aksi adalah menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan beberapa waktu lalu karena tidak berpihak pada masyarakat, utamanya pekerja.

“Kami menuntut Pemkab Lamongan dan DPRD Lamongan untuk mengeluarkan surat kelembagaan yang resmi terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja” Tegas Eko. Setelah melakukan aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan. Mahasiswa yang kecewa dengan Pemkab Lamongan kemudian melanjutkan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Lamongan. Namun lagi-lagi mereka tidak mendapatkan bukti bahwa surat penolakan UU Cipta Kerja telah dilayangkan oleh DPRD Lamongan kepada DPR RI. Aris Wibawa Sekretaris DPRD Lamongan, yang menemui mahasiswa mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima bukti asli yang akan disuarakan kepada DPR RI.

"Sampai sekarang saya belum menerima bukti asli yang harus disuarakan ke pusat. Kemarin kan sudah ditandatangani Ketua DPRD kami, yang asli dibawa teman panjenengan (mahasiswa). DPRD sampai sekarang kami belum menerima tuntutan jenengan yang asli itu," kata Aris. Pernyataan Aris Wibawa itu kemudian dibantah oleh perwakilan mahasiswa, Amir Mahfut, yang menyebut bahwa tuntutan yang telah ditandatangani tersebut telah dibawa oleh Ketua DPRD Lamongan. "Kami hanya mengambil foto," kata Amir.

Lebih lanjut, Eko selaku Koordinator aksi, menilai bahwa Pemkab dan DPRD Lamongan telah melakukan pembohongan. "Ini adalah sebuah kebohongan dan penghianatan rakyat. Ternyata dari pihak eksekutif maupun legislatif sendiri belum bisa menunjukkan bukti fisik surat yang kemarin sudah disepakati dan ditandatangani untuk dilayangkan ke pemerintah pusat dan DPR RI. Artinya mereka itu tidak serius menanggapi aspirasi mahasiswa," kata Eko. Massa Aliansi Lamongan Melawan akhirnya membubarkan diri dengan penuh kekecewaan dan mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan. * abi


Lamongan - suaraharianpagi.com

   Bupati Fadeli turut hadir saat pengukuhan dan pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Lamongan periode 2020 - 2025 di Pendopo Lokatantra, Sabtu (17/10) kemarin.

   Melalui organisasi ini, Fadeli berharap ABPEDNAS mampu menjadi fasilitator Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Lamongan untuk kemajuan Desa. Dia menilai sebagai mitra kerja, BPD harus bisa bekerjasama dan mendorong kepala desa agar mampu menjalankan roda pemerintahan desa demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat."Saya yakin 3.021 orang anggota BPD di Kabupaten Lamongan mampu menjembatani aspirasi masyarakat 426 Desa yang ada di Kabupaten Lamongan, sehingga pembangunan yang ada di Desa sesuai dari kehendak masyarakatnya,"kata Fadeli.

   Selain menjadi jembatan aspirasi masyarakat Desa, Fadeli juga berharap BPD mampu mengarahkan pembangunan untuk kemajuan bidang pertanian dan perikanan, serta pandai-pandai dalam penggunaan anggaran dana Desa, yang pada tahun ini tidak dapat digunakan sepenuhnya pada pembangunan infrastruktur, akibat wabah Covid-19.

   Pada kesempatan itu, Fadeli tak lupa mengingatkan kepada seluruh masyarakat Lamongan khususnya petugas pemungutan suara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan."Mari kita sukseskan pilkada Lamongan dengan penuh rasa aman, tertib dan kondusif. Untuk anggota BPD agar mengingkatkan anggota BPS dan KPPS dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan protokol kesehatan," imbuhnya.Turut hadir pula sebagai pelantik Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ABPEDNAS Provinsi Jawa Timur Agus Budi Sampurno beserta seluruh jajaran OPD Kabupaten Lamongan.* abi

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Bupati Fadeli menerima hasil Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat Rapat Koordinasi Ketertiban dan Keamanan Wilayah Propinsi Jawa Timur di Convention Hall Grand City Surabaya, Senin (19/10).

   Opini WTP tersebut telah empat kali berturut-turut didapat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan yang menurut Fadeli hal ini tidak terlepas dari kerja keras, kerja sama, dan sinergi semua pihak termasuk seluruh ASN, perangkat daerah dan mitra kerja pembangunan di DPRD.“Apresiasi ini akan memberikan motivasi ekstra bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata  Fadeli.

   Menurut Fadeli penghargaan ini juga sebagai bentuk komitmen semua pihak untuk tetap bekerja keras dan melaksanakan setiap program pembangunan dengan sebaik-baiknya di tengah berbagai pembatasan dalam masa pandemi Covid 19. * abi

Lamongan - Suaraharianpagi.com

  Para petani di Desa Tebluru Kecamatan Solokuro tidak lagi merasa resah di saat musim kemarau tiba, hal itu dikarenakan telah rampungnya pembangunan jalur pipanisasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang telah dibangun secara bertahap sejak 2016 silam atas inisiatif pemerintah Desa setempat.

   Pipanisasi yang dibangun sepanjang 950 meter ini juga didukung dengan bak pembagi air yang bisa mengaliri lahan persawahan di sisi selatan dan utara Desa yang berasal dari embung Desa. Yang sebelumnya tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono selaku Dansatgas TMMD mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Lamongan yang telah mendukung program TMMD dengan sasaran yang telah direncanakan.

   “Selain mengoptimalkan irigasi pertanian melalui pipanisasi, kegiatan lain yang dilakukan TNI Kodam 0812 Kabupaten Lamongan antara lain pembangunan jalan rabat beton sejauh 900 meter dari Desa Tebluru ke Taman Prijek, bak pembagi air, posco Covid, rumah singgah/isolasi, serta bedah rumah dengan total anggaran mencapai 1,5 milyar,” Tutur Dandim.

   Dengan pengoptimalan irigasi pertanian ini, lanjut Sidik kedepannya petani dapat menanam padi maupun jagung tanpa resah lagi. Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli mengharapkan pembanguna yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi petani Desa Tebluru dan sekitarnya. “Antusiasme masyarakat sangat besar sekali terhadap pembangunan ini, s


aya sampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI, tokoh masyarakat, warga Desa yang turut membangun jalannya program ini. semoga sangat membantu warga Desa Tebluru dan sekitarnya,” Kata Bupati Fadeli saat membuka TMMD Ke-109 Kabupaten Lamongan di Balai Desa Tebluru, Selasa (22/9).

   Selain itu, Fadeli tak henti-hentinya terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk tetap mentaati protokol kesehatan secara ketat. “Saya yakin masyarakat kita sudah cukup sadar, saya minta kepada seluruh elemen masyarakat bersama-sama membantu mentati protokol kesehatan demi menjaga kesehatan masyarakat dan kemajuan Desa,” imbuhnya.

   Kegiatan yang dihadiri Danrem 082/CPYJ Mojokerto Kolonel Inf Muhammad Dariyanto menerangkan, bahwasanya pemilihan sasaran Desa yang mendapat bantuan dari program TMMD tidaklah asal-asalan, namun merupakan hasil dari survey yang telah dilakukan sebelumnya oleh Babinsa dengan bantuan Babinkamtibnas masing-masing Desa. “Perlu saya jelaskan bahwasanya kegiatan ini sebelumnya telah dilakukan survey, yang dilakukan oleh Babinsa yang dibantu Babinkamtibnas masing-masing desa kemudian di laporkan kepada kodim, mana-mana saja Desa yang berhak mendapatkan, daerah yang tidak mampu dari Desa - Desa yang lainnya,” terangnya.

   Selain program pembangunan oleh TMMD, juga telah dilakukan normalisasi saluran air sepanjang 596 meter serta pengerukan embung oleh Dinas Sumber Daya Air. Bedah rumah sebanyak 15 unit oleh Dinas Perkim, pemeliharaan gampang oleh Dinas PU Bina Marga dan rehap lapangan voli dari dukungan Dana Desa setempat. * abi

Lamongan Suaraharianpagi.com

Satgas Pengendalian COVID-19 Lamongan memperkuat prosedur pengendalian. Mulai saat ini mereka menggunakan Swab Test, dan tidak lagi memakai rapid test. Penegasan itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Lamongan Fadeli saat meninjau Swab Test di Pasar Babat bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Senin (14/9).

Menurut Fadeli untuk merespon kecenderungan peningkatan konfirmasi positif di beberapa daerah lain. "Kami ingin meningkatkan efektifitas pengendalian tracing dan skrining dengan penggunaan metode Swab Test PCR, " ujarnya. Metode Swab Test menjadi pilihan terkini karena hasilnya yang lebih akurat. Selain itu, Kabupaten Lamongan sudah memiliki alat PCR sendiri dengan kapasitas pemeriksaan 70 sampel perhari. Disampaikan terpisah oleh Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penananganan COVID-19 Lamongan dr Taufik Hidayat, dibanding rapid test, pemeriksaan Swab Test dengan PCR lebih memang akurat. Metode ini seperti dijelaskannya, yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. "Swab kita saat ini sebenarnya sudah sesuai dengan standar WHO, 1000 sampel per 1000.000 Jiwa.

Sementara Satgas Lamongan saat ini sudah melakukan tes 1.378 sampel, " katanya. Tapi lanjutnya, untuk lebih mempercepat pengendalian maka ditingkatkan skrining dan tracing dengan Swab, tidak lagi menggunakan Rapid. "Ini untuk keakuratan hasil," imbuhnya. Dengan akurasi yang meningkat, kedepan akan bisa mendapatkan temuan kasus berkualitas sehingga memudahkan tracing dan isolasi untuk memutus rantai penularan. Dia menegaskan, peningkatan tracing dan skrining juga diikuti isolasi dan kepatuhan protokol kesehatan. Sehingga diharapkan penularan COVID-19 di Lamongan bisa semakin ditekan, memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan pada masyarakat dan Zona COVID Lamongan semakin baik.

Di Pasar Babat, Satgas menyiapkan 100 VTM (media pemeriksaan virus). Sedangkan sampai tengah hari, sebanyak 49 sampel sudah diambil. Di sisi lain, penegakan protokol kesehatan dilakukan dengan semakin tegas. Tim gabungan penegak disiplin mulai Senin (14/9) tidak lagi hanya memberi teguran dan sanksi sosial, namun sudah dengan sanksi administratif. Saat melakukan operasi penegakan disiplin di Sport Center Lamongan, sebanyak 17 warga yang kedapatan tidak bermasker disidangkan di tempat dan langsung diberi sanksi berupa denda. Operasi ini akan dilaksanakan secara rutin, di semua wilayah Lamongan. Melibatkan Satpol PP, Polres, Kodim 0812, Polres Lamongan, Pengadilan serta Kejaksaan Negeri. Ini terutama untuk menindaklanjuti Perda Provinsi Jatim nomor 2 tahun 2020 dan Pergub Jatim nomor 53 tahun 2020. * abi


Lamongan - Suaraharianpagi.com
   Penyebaran Covid-19 hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan. Kampanye penggunaan masker pun terus digencarkan sebagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19, terutama pada saat penyelenggaraan Pilbup Lamongan 2020. Adapun Ketiga Bakal Pasangan Calon untuk Pilbup Lamongan, yaitu 
Suhandoyo - Muhammad Suudin ( Kompak), 
Kartika Hidayati - Saim (KarSa) dan 
Yuhronur Efendi - KH Abdul Rouf (YesBro), 
   Bersama sejumlah Ormas dan Komunitas di Lamongan menjalin kesepakatan untuk menciptakan Pilbup damai dan sejalan dengan protokol kesehatan ,di Aula Gajah Mada lantai 7 Pemkab Lamongan, Kamis (10/9).. "Kita harus menyamakan persepsi, menyamakan langkah, bahwa di tahun ini Kabupaten Lamongan menghadapi event Pilbup," Terang Kapolres Lamongan, AKBP Harun. Lanjut harun, film Kebetulan tahun ini, dihadapkan dengan pandemi Covid-19, sehingga dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak agar Pilbup 2020 bisa berjalan aman, damai, kondusif dan sehat.


   "Jangan ada pesimis untuk bisa mencipktakan sehat dalam pelaksanaan Pilbup dimasa pandemi Covid-19 ini," ujarnya. Lebih lanjut menurutHarun, perlu inisiatif untuk bersama-sama berkomitmen, setiap tahapan bisa dilaksanakan dengan aman tertib damai dan sehat. Tentunya taat protokol kesehatan, dari mulai pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pada setiap tahapan Pilbup. "Dengan adanya komitmen ini, bisa menggerakkan semua masyarakat, komunitas dan sebagainya mampu untuk menjaga Pilbup berjalan aman, tertib damai, sejuk dan sehat. Ini yang menjadi harapan bersama, sehingga tercetus kegiatan ini," harapannya. 
   Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan bahwa segala upaya harus dilakukan agar tidak sampai muncul klaster baru. "Klaster yang sekarang ini aja di Lamongan ini belum terkendali. Lamongan kemarin sempat kuning, tapi sekarang oranye lagi. Karena seminggu ini peningkatannya cukup lumayan, Satgas berusaha maksimal agar menjadi hijau," ungkap Fadeli. Lanjut Fadeli, momen Pilkada harus mendapat perhatian khusus, sebab sangat berpotensi terjadinya pengumpulan masa dan rentan terjadi penularan Covid-19. Untul itu kita perlu kerjasama semuanya, sekarang momen Pilkada, jadi komponen Pilkada ini yang bisa kendalikan komponen masyarakat, partai. Dan semua pihak harus benar-benar antisipasi. 
   Klaster Covid itu memang terjadi. Nyatanya sekarang bacalon yang positif sudah 70 lebih," ujarnya. Lanjut Fadeli, pemerintah juga mem-backup aturan-aturan, mulai Inpres nomor 6 Tahun 2020, Inmendagri 4 tahun 2020, Perbup nomor 28 2020, dan PKPU nomor 6 tahun 2020. "Semuanya mengatur, tapi dengan dinamikanya, kemarin kejadian-kejadian tahapan pendaftaran yang luar biasa, sampai- sampai Presiden mengultimatum nanti yang terpilih akan ditunda pelantikannya jika ada pelanggaran," terangnya. Dikabupaten lamongan sudah terkendali dengan baik. Kami minta dukungan semua pihak. Tidak hanya untuk Pilkada, tapi juga untuk kesehatan masyarakat Lamongan,"pungkasnya. *abi


Lamongan - Suaraharianpagi.com
   kamis, 10 September 2020. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan bekerjasama dengan Smart Foundation dan penyedia aplikasi Jagoapa, meluncurkan Gerakan Jago Sinau bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Jago Sinau adalah gerakan belajar online bagi para pelajar di Lamongan melalui aplikasi Jagoapa yang memungkinkan mereka belajar kapan saja dan dimana saja. Istimewanya, materi pembelajaran di Jago Sinau sudah disesuaikan dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Pengisi materinya pun 100% guru-guru terpilih tingkat SD dan SMP se-Lamongan. “Dengan demikian, seluruh siswa yang berada di wilayah Lamongan manapun memiliki kesempatan yang sama untuk diajar oleh 210 guru pengisi materi yang telah terverifikasi Dinas Pendidikan. Tidak ada lagi siswa yang tertinggal dan tidak belajar”, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito dalam sambutannya di hadapan Bupati Lamongan, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan jajaran pelaksana Pendidikan di kabupaten Lamongan. 
   Direktur Smart Foundation, Deddi Nordiawan, sebagai inisiator Jago Sinau menyebutkan bahwa program Jago Sinau menjadi solusi jitu dalam pelaksanaan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), melalui aplikasi yang menampilkan materi sesuai kurikulum, lengkap dengan evaluasi pembelajarannya, dan bisa diakses kapan saja dimana saja. Deddi menambahkan bahwa ini merupakan bentuk digitalisasi pendidikan yang bisa menjadi model tidak hanya di Lamongan tetapi juga di seluruh Indonesia. Program Jago Sinau dapat menjadi solusi berbagai persoalan yang ditemui dalam penerapan PJJ. "Jadi ini mengatasi banyak hal, keterbatasan bandwidth, keterbatasan gadget hingga keterbatasan guru yang saat ini kebingungan menggunakan PJJ." terang Deddi.
   Deddi pun menjelaskan bagaimana penggunaan aplikasi tersebut. “Bagi yang menggunakan android bisa menginstal aplikasi jagoapa dengan membuka playstore. Setelah diinstal bisa langsung mendaftarkan email yang masih aktif kemudian pilih kategori sesuai kelas. Dalam aplikasi tersebut sudah disematkan video tutorial sebagai panduan penggunaan aplikasi”, tutur Deddi. Deddi pun mengungkapkan bahwa materi yang ditampilkan pada aplikasi sudah komplit, lengkap dan terstruktur sesuai dengan kurikulum. Siswa bisa merasakan pembelajaran persis seperti di kelas. Dalam arahannya sesaat setelah meluncurkan dan mencoba langsung aplikasi Jago Sinau, Bupati Lamongan H. Fadeli mengapresiasi gerakan ini. “Ini yang kita harapkan. Solusi ini yang kita tunggu-tunggu beberapa bulan ini. Dan khusus Lamongan, aplikasi Jago Sinau ini kami berikan akses GRATIS bagi semua pelajar Lamongan. Semoga Gerakan Jago Sinau ini membawa manfaat sebesar-besarnya untuk mempercepat transformasi digital di daerah kita”. Fadeli juga mengungkapkan bahwa ini adalah wujud pelaksanaan sekolah tangguh di masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. Ini bisa menjadi model pembelajaran di masa depan yakni menuju digitalisasi. * abi

Lamongan Suaraharianpagi.com

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan program pelayanan di Lamongan. Melalui Dinas Ketenagakerjaan, program pelatihan keterampilan dasar tetap digelar di Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Hamdani Azahari, antusiasme masyarakat Kabupaten Lamongan dalam mengikuti pelatihan sangat tinggi, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. “Hampir setiap hari ada masyarakat yang ke sini (Disnaker) untuk mendaftar pelatihan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti pelatihan ini, kami juga berharap keterampilan baru bagi masyarakat kabupaten Lamongan yang dapat digunakan untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Hamdani, Selasa (8/9).

Salah satunya pelatihan servis otomotif roda dua yang diikuti 16 orang peserta. Disnaker menggandeng teknisi professional sebagai instruktur. “Untuk pelatihan otomotif roda dua ini kami menggandeng teknisi professional, jadi tidak asal-asalan. Peserta diajarkan berbagai cara dalam servis sepeda. Karena setelah mengikuti kegiataan ini akan ada ujiannya,” imbuhnya. Selain pelatihan berbasis kompetensi, Disnaker juga mengadakan pelatihan berbasis masyarakat yang pelaksanaannya disesuaikan kebutuhan masyarakat sekitar. Selain pelatihan otomotif roda dua, setiap tahunnya Disnaker mengadakan berbagai kegiatan pelatihan seperti, menjahit, otomotif roda empat, Las, Tata Boga, Teknik Pendingin (AC), dan tata rias yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Lamongan.

Selain itu, Hamdani mengaku sejumlah upaya terus dilakukan untuk menekan angka pengangguran. Disnaker Lamongan juga membukakan jalan bagi para pencari lowongan pekerjaan dengan menggelar Job Market Fair (JMF). "Job market fair tersebut melibatkan sejumlah perusahaan besar yang setiap tahunnya selalu membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah atau perguruan tinggi," sambungnya. *abi

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Sesuai visinya untuk mewujudkan Lamongan lebih sejahtera dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memacu investasi dan pembangunan infrastruktur serta pemantapan produk-produk unggulan untuk percepatan pembangunan sosial ekonomi.

   Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan lapangan usaha pertanian dan kesejahteraan petani. Sehingga perlu adanya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan yang didukung oleh ketersediaan saprodi yang ramah lingkungan, infrastruktur, permodalan dan pengembangan SDM. Fokus Lamongan tetap pada sektor pertanian, karena 35 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) ditopang oleh sektor pertanian. “Hanya sektor pertanian yang masih eksis dan berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional ditengah menurunnya ekonomi karena Covid-19,” tutur Bupati.

   Dalam paparannya pada kegiatan Evaluasi reformasi birokrasi kabupaten Lamongan 2020 secara daring di Ruang Command Center Kabupaten Lamongan, Senin (7/9), Bupati Fadeli mengungkapkan bahwa perlu adanya inovasi-inovasi baru sebagai pengungkit tercapainya kesejahteraan SDM. Inovasi yang menjadi program prioritas kabupaten, antara lain MTS PAS BAPER atau Manajemen Tanam Sehat Padi Sehat Beras Super. MTS PAS BAPER adalah sebuah inovasi yang memanfaatkan pendekatan strategi bukan berbasis teknologi semata, kearifan lokal, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia diberdayakan secara optimal berbasis kondisi Agroekologi. Inovasi MTS PAS BAPER bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. 


   Selain karena pertanian ini ramah lingkungan, juga menghasilkan beras yang sehat karena menggunakan pestisida alam seperti burung hantu, agen hayati dan tanaman refugia. Selain itu tanah lebih subur karena meminimalkan penggunaan pupuk anorganik dan memperbanyak pupuk organik. Berdasarkan analisa usaha tani, pertanian menggunakan strategi MTS PAS BAPER dianggap lebih menguntungkan. Biaya produksi dari Rp 14.500.000 (Non MTS) menjadi Rp 10.500.000 (MTS), turun sebesar 27,58 persen. Hasil panen (Kg/Ha) naik sebesar 14,51 persen, dari 6.200 (Non MTS) menjadi 7.100. Pendapatan petani (Rp/Ha) juga naik dari Rp 15.880.000 (Non MTS) menjadi Rp 24.290.000, naik sebesar 52,95 persen.

   Dengan demikian pertanian menggunakan MTS PAS BAPER dianggap lebih efisien. Terdapat 6 kecamatan di Lamongan yang lokasinya berada di sekitar aliran Bengawan Solo, yaitu Kecamatan Sekaran, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah dan Deket yang mampu melakukan budidaya padi tiga kali dalam setahun. Dengan pertimbangan ketersediaan air, enam kecamatan ini dijadikan sebagai kawasan pengembangan MPS di Kabupaten Lamongan. “Berbagai inovasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan pelayanan prima di Kabupaten Lamongan,”Pungkasnya. *abi


Lamongan - Suaraharianpagi.com
   Kabupaten Lamongan kembali memiliki destinasi wisata baru. Diantara deretan wisata di Kabupaten Lamongan, Sendang Bawono adalah salah satu destinasi wisata baru yang merupakan hasil bentukan dari Pemerintah Desa. Sendang Bawono yang terletak di Desa Deketagung Kecamatan Sugio telah melakukan soft launching yang secara langsung diresmikan oleh Bupati Fadeli pada Kamis (3/9). Menurut Mujiono, Kepala Desa Deketagung, peresmian wisata ini dianggap sakral karena Sendang Bawono merupakan destina wisata pertama, bahkan satu-satunya yang dimiliki dan dikelola langsung oleh Desa. 

  Bupati Fadeli mengapresiasi usaha pemerintah Desa Sendangagung dalam me makmurkan masyarakatnya. "Inovasi yang seperti ini perlu kita dukung. Kita support Desa - Desa yang memiliki potensi. Jika ini ingin maju, perlu adanya gotong-royong dan kerjasama dari berbagai pihak," tutur Fadeli. Di masa pandemi, Bupati Lamongan menghimbau agar setiap tempat wisata menerapkan protokol kesehatan dan menjadi wisata tangguh. 
   Fadeli juga mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, serta menjadikan budaya 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) sebagai budaya yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan normal baru. Soft launching Sendang Bawono ditandai dengan pemotongan pita, pembagian bantuan masker, penandatanganan prasasti, serta pemotongan tumpeng. Selain itu, dalam acara turut hadir pula peserta karnaval tertua berusia sekitar 80 tahun (Mbah Na). "Terimakasih atas kerjasamanya membangun Desa, upaya yang kita lakukan ini adalah untuk memakmurkan masyarakat Desa Deketagung. Sukses bagi warga Deketagung," Pungkas Bupati Lamongan.* abi


Lamongan - Suaraharianpagi. com
   Sampai saat ini produksi padi di Kabupaten Lamongan telah mencapai 923.000 ton. Sisanya masih ada kurang lebih 31.000 ton standing crop (tanaman yang berdiri). Jadi di akhir tahun produksi padi akan mencapai 1.156.000 ton. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Rudjito saat Panen Raya Pertanian Tangguh Komoditi Padi Variaetas Inpari 42 di Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan, Kamis (3/9). “Jika pada akhir tahun 2020 mendatang produksi padi mencapai 1.156.000 ton.

   Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 1.106.878 ton, " tutur Rudjito. Lanjut Rudjito juga mengungkapkan bahwa produktivitas padi saat ini telah mencapai 7,5 ton per hektar namun terdapat beberapa wilayah yang memiliki provitas bahkan mencapai 13,3 ton per hektar. Hal itu menurutnya terdapat potensi yang masih bisa dicapai nantinya. “Harapannya dengan memaksimalkan teknologi yang ada kita bisa mencapai 13,3 ton per hektar melalui role model," terangnya.
   Saat ini petani Lamongan telah berinovasi melalui manajemen tanaman sehat padi sehat beras super (MTS Pas Baper) yang membuat Kabupaten Lamongan masuk dalam Top 25 Provinsi Jawa Timur karena setiap tahunnya mampu meningkatkan produktivitas komoditi padi. Sementara itu, Bupati Fadeli yang hadir bersama Forkopimda pada acara tersebut juga yakin terhadap pencapaian peningkatan produksi padi di akhir tahun 2020. “Pada tahun 2019 Kabupaten Lamongan masuk dalam 5 besar nasional penghasil beras . Saya yakin di akhir tahun 2020 target tersebut tercapai. Hal ini dapat dilihat dari data sebelumnya meskipun lahan kita tidak seluas daerah lain, namun produksi padi kita tertinggi di tahun 2019,” kata Fadeli.
   Fadeli juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para petani Lamongan yang di masa pandemi seperti ini tetap bertahan bahkan masih surplus di tengah sektor lain yang defisit. Di saat yang sama, dia menyerahkan berbagai bantuan alat pertanian kepada kelompok-kelompok tani berupa kendaraan roda tiga, pompa air, dan traktor roda empat. * abi


Lamongan - Suaraharianpagi.com
   Wabah virus Covid-19 yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Corona semakin merajalela. Hal ini dengan melihat perkembangan tersebarnya wabah virus di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Tak hanya pemerintah pusat serta daerah yang terus melakukan pencegahan virus mematikan tersebut, tetapi seluruh lapisan masyarakat ikut memerangi penyakit menular yang sudah memakan banyak korban nyawa di seluruh dunia. 
   Seperti halnya organisasi pencak silat yang terkenal di bumi nusantara.Yakni, Persaudaraan Setia Hati (PSH). PSH Rayon Keben dibawah pimpinan Mas Supandi Selaku Ketua Rayon Keben bergerak ikut mengantisipasi wabah virus Covid-19. “Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, bahwa PSH Rayon Keben, Kecamatan Turi Cabang Lamongan. PSH wajib melakukan hal-hal positif yang berdampak kepada masyarakat, salah satunya adalah kontribusi melakukan pencegahan virus corona ini,”Tegas Supandi. 
   Lanjut Supandi,” dan pada kegiatan hari ini merupakan wujud dari didikan budi luhur Setia Hati yaitu seorang Kadang Setia Hati harus berbakti kepada Nusa dan bangsa serta harus bisa berguna untuk orang lain” tegas, Supandi saat di temui awak media saat penyemprotan, pada Kamis (03/9/2020). Hal senada dengan Supandi, sesepuh Kadang Setia Hati di Desa keben Mbah Rohmat, mengatakan, tujuan yang dilakukan penyemprotan menggunakan cairan disinfektan ini adalah tempat - tempat yang ramai atau tempat pelayanan publik “Dan tujuan tempat penyemprotan desinfektan ini nantinya adalah beberapa tempat publik diantaranya, Mushola, Masjid, Warung- Warung. Sekolah Dan juga Sekretariatan PSH Rayon Keben,” ungkapnya. 
   Lebih lanjut Rohmat yang merupakan sesepuh kadang PSH tersebut mengungkapkan, dirinya bersama beberapa pengurus dan Kadang Setia Hati akan terus melakukan penyemprotan di tiap titik ruang publik. “Ruang publik menjadi bagian penting untuk dilakukan penyemprotan, dan saya menghimbau kepada seluruh Kadang PSH untuk mengikuti aturan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah terkait cara - cara mencegah virus Corona ini,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Drs. H Abdul Kholiq mengatakan berterima kasih kepada seluruh Kadang PSH dan mendukung yang dilakukan PSH melakukan penyemprotan cairan destifektan dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Desa Keben Kecamatan Turi. Dan buat Bhabinkamtibmas PolsekTuri Bersama Babinsa Koramil Turi serta Perangkat Desa keben atas segala perhatiannya selama ini kepada masyarakat keben. “Kita berharap PSH terus berpartisipasi dalam mencegah penyebaran covid 19,” kata kades Abdul Kholiq. 
  bIbu Fitri salah satu warga masyarakat Desa Keben sangat mengapresiasi langkah dari PSH Ranting Keben. “Saya selaku masyarakat sangat mengapresiasi pada jajaran pengurus dan Kadang PSH Ranting yang kompak karena melaksanakan kegiatan PSH yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya dalam pencegahan corona menggunakan semprotan ,” kata Ibu dari dua putra Putri. * abi


Lamongan - Suaraharianpagi. com
   Sebagai kabupaten yang telah menjalankan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan daerah, Lamongan menjadi salah satu tempat tujuan riset penelitian berbasis Soft System Methodology (SSM) Kementrian Dalam Negeri RI untuk menghasilkan digital based business process pengelolaan keuangan daerah, peta infrastruktur digital, dan strategi pengembangan kompetensi digital. Diskusi dan In Depth Interview tentang Presepsi Awal Penerimaan Proses Transformasi Digital Keuangan Daerah yang dilakukan melalui video conference bersama Direktur Pelaksana dan Pertanggung jawaban Keuangan Daerah Horas Mauritius Panjaitan disambut baik Bupati Fadeli di Ruang Commend Center, Rabu (2/9) siang.
   Dengan menggandeng tim peneliti dari Universitas Indonesia, Horas berharap efektifitas pengelola keuangan yang saat ini dimiliki Kabupaten Lamongan dapat menjadi acuan Kemendagri dalam proses digitalisasi keuangan nantinya. “Menghadapi era digital ini harapannya dapat terealisasinya kemudahan dalam pengelolan keuangan. Sistem digitalisasi yang telah dijalankan oleh pengelola keuangan Kabupaten Lamongan tentu menjadi acuan kami dalam menyediakan satu data di meja,” kata Zudan.
   Bupati Fadeli menjelaskan aplikasi pengelola keuangan yang dimiliki Kabupaten Lamongan sangat memudahkan setiap OPD maupun dinas-dinas lainnya dalam pelaporan keuangannnya masing-masing . Dimana aplikasi tersebut juga telah didukung dengan e-learning, e-badgeting dan e-controlling . “Aplikasi keuangan tingkat instansi tidak hanya dapat terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain yang dimiliki Inspektorat, Bappeda, dan dinas - dinas lain yang ada di Pemerintah Kabupaten Lamongan. Tetapi juga terintegrasi dengan Aplikasi Bank Jatim terkait pencairan SP2D, Belanja Non Tunai khusus GU, serta Aplikasi SIMPADA Dinas Pendapatan Kabupaten Lamongan yang tentu sudah di dukung dengan e-learning, e-badgeting dan e-controlling,” terangnya. 
   Selain itu Fadeli juga berharap adanya integrasi antar pemerintah pusat hingga ke daerah. “digitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah perlu dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri perlu memberi petunjuk kepada pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil tidak sendiri - sendir antara daerah satu dengan yang lain,” ujarnya. * abi


Lamongan - Suaraharianpagi.com
   Setelah menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang berhasil memenuhi target Sensus Penduduk Online 2020 dengan persentase keluarga clean terhadap target sebesar 106,86 persen, Bupati Lamongan, Fadeli memberikan apresiasi kepada Camat di wilayah Kabupaten Lamongan atas kontribusi dan peran aktif dalam SP Online, Rabu (2/9). Bertempat di Ruang Serba Guna Gajah Mada Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Lamongan, Fadeli menyerahkan secara langsung piagam penghargaan kepada Camat Kabupaten Lamongan atas keberhasilannya dalam memenuhi target respons rate.
   Wilayah kecamatan yang dianggap berhasil memenuhi target sensus yakni Kecamatan Lamongan dengan respons rate sebesar 63 persen, Kecamatan Ngimbang dengan besar respons rate 62 persen, Kecamatan Kalitengah sebesar 55 persen, Kecamatan Sekaran sebesar 51 persen, dan Kecamatan Kembangbahu dengan besar 50 persen. Selain itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Camat Sugio yang berhasil mencapai nilai tertinggi paruh waktu selama proses sensus online berlangsung. “Menurut saya kita belum maksimal. Sepanjang kita bekerja dengan baik, dengan maksimal, kita pasti bisa,” Kata Bupati Fadeli. 
   Bupati Fadeli juga menghimbau agar tidak hanya berhenti puas memperoleh hasil tertinggi dalam sensus online. Bupati juga mengajak agar tidak hanya petugas BPS (Badan Pusat Statistik) dan Pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat juga turut membantu mensukseskan pelaksanaan sensus. Sensus secara tatap muka atau Kick Off Sensus Penduduk 2020 yang telah resmi dibuka sejak 1 September ini, ditargetkan selesai dalam kurun waktu 14 hari dengan waktu kerja efektif 8 hari. “Sensus ini dilakukan 10 tahun sekali, kita sudah buktikan kita mampu dan bisa mencapai target dalam sensus online. Sekarang mari bersama kita buktikan bahwa kita bisa dalam sensus secara tatap muka, dan turut andil dalam kesuksesan Sensus Penduduk 2020,” Pungkasnya.* abi


Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Upaya penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto masih terus dilakukan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk pelaksananaan Perwali nomor 55 Tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 Di Kota Mojokerto yang telah diundangkan sejak Juli 2020, dimana isi dari Perwali tersebut lebih kurang sama dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada Agustus lalu. 
   Selain gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan melalui pesan audio dan banner, pembagian CTPS pedal dan thermogun untuk masjid dan pesantren di Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto juga telah menggunakan mesin PCR dan TCM untuk mempercepat deteksi covid-19.
   Pada Rabu (2/9) Mesin PCR dan TCM diresmikan pengoperasionalannya oleh Ning Ita di Hall Gajah Mada, RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Turut hadir dalam peresmian antara lain Kapolresta Mojokerto Deddy Supriadi, Direktur PT. Solusindo Agus Cahyo Wirawan, dan perwakilan dari Korea Tedy Leslie Kim.
   Plt. Direktur RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, dr,Triastutik Sri Prastini menyampaikan bahwa, Bantuan PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya sudah diterima sejak 21 Juli 2020 dan sudah digunakan. “Tenaga pelaksana sudah dilatih di RSU dr. Soetomo dan dilanjutkan dengan pemberian pendampingan secara langsung di RSUD dr. Wahidi Sudiro Husodo oleh teknisi dari Korea.”jelas Trias.
   “Kemampuan rumah sakit kami saat ini adalah menguji 33 sampel, sekali running mampu memeriksa 11 sampel, dalam satu hari mampu 3 kali running jadi bisa memeriksa 33 sampel. Sekali running memerlukan waktu 2 jam.”kata Trias. Ia menambahkan hingga saat ini RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo sudah memeriksa 389 sampel.
   Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan terimakasih atas bantuan mesin PCR yang telah diberikan karena dengan adanya mesin PCR sangat bermanfaat bagi penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto."Dengan PCR ada banyak keuntungan yaitu untuk percepatan diagnosa Covid-19, ketepatan pelayanan dan pemutusan rantai penularan lebih cepat,"kata Ning Ita. 
   “Sebelum ada mesin PCR pasien berada dalam masa tunggu yang cukup panjang, sehingga angka yang seharusnya bisa dikatakan sembuh dalam masa tunggu tidak bisa dikatakan sembuh karena hasilnya belum keluar.”kata Ning Ita. Masih dalam sambutannya Ning Ita menambahkan, bahwa dengan adanya PCR menurunkan angka pasien terpapar secara signifikan, meskipun pada sisi yang berbeda jumlah yang terpapar pada kluster baru juga muncul.
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan meski peresmian adanya mesin PCR dikatakan terlambat, namun esensi adanya mesin PCR ini adalah bagaimana ketersedian PCR untuk membantu dalam menurunkan angka terpapar covid, yang mana angka terpapar covid di Kota Mojokerto masih cukup dinamis. 
   Menutup sambutannya Ning Ita kembali berpesan tentang upaya promotif preventif dalam menghadapi covid-19. “Masyarakat harus paham betul bahwa protokol kesehatan adalah vaksin untuk menekan covid-19, kami berupaya secara sinergis agar masyarakat semakin sadar bahwa protokol kesehatan adalah kebutuhan dan menjadi benteng yang utama agar tidak terpapar.”pungkasnya.
   Sementara itu Direktur PT. Solusindo dan investor Korea, Tedy Lesli Kim menyampaikan dengan adanya PCR pihaknya menyatakan siap menyediakan reagen yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto untuk pelaksanaan tes PCR di Kota Mojokerto. *hms/ds

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget