Articles by "Lamongan"


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) Bupati Fadeli meresmikan gedung baru Pemkab Lamongan. Penandatanganan prasasti dan pemukulan gong menjadi penanda gedung tujuh lantai tersebut resmi digunakan. Bupati Fadeli menyebut ini menjadi hari bersejarah bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lamongan. Karena bisa menyelesaikan pembangunan gedung baru Pemkab Lamongan. Tanggal 10 November sengaja dipilihnya sebagai momen peresmian. Karena sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun ini, Aku Pahlawan Masa Kini. “Dulu para pahlawan telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kini tugas kita mengisinya, memberikan yang sebagai bagi Negeri sesuai dengan profesinya masing-masing,” ujarnya.
   Ditambahkannya, pembangunan kantor yang lebih representatif ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sebaik-baiknya. “Mari lanjutkan perjuangan para pahlawan. Saya harapkan aparatur di Pemkab Lamongan menjadi pejuang masa kini, mampu membuat berbagi inovasi untuk kesejahteraaan rakyat,” kata dia. Selain gedung baru, Pemkab Lamongan tahun ini juga membangun mall pelayanan publik dan mempercantik alun-alun Kota Lamongan. Peletakan batu pertama pembangunan gedung baru tersebut dilakukan 17 Agustus 2017, bertepatan dengan HUT ke-72 RI. Gedung ini akan ditempati Sekretariat Daerah, Staf Ahli, Bappeda, BKD dan Diskominfo. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Tim dari Kemendikbud RI yang diterjunkan ke Lamongan, hari ini mulai melakukan persiapan awal sebelum dilakukan pengangkatan tiga perahu yang berada di duga peninggalan masa kolonial di dasar sungai Bengawan Solo, di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jumat (1/11).
   Menurut Adi Kusno, Kepala Seksi Perlin dungan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud mengatakan, proses pengangkatan ketiga perahu tersebut dilakukan untuk mempermudah proses ekskavasi. "Setelah kami berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Lamongan sangat antusias sekali untuk mengangkat," terang Adi. Lanjut Adi Kusno, proses pengangkatan perahu direncanakan berlangsung selama 5 hari dan tahapan yang dilakukan hari ini adalah membuat bendungan dengan menggunakan 500 karung berisi pasir, dan pasak bambu di sekeliling perahu.
   Dan pada hari ini kita dibantu teman-teman dari Desa, kita persiapan membendung area di sekitar kapal untuk bisa nanti airnya kita kuras keluar, agar nanti proses identifikasi arkeologinya bisa jalan”, katanya. Setelah bendungan selesai dibuat, peroses selanjutnya adalah membuang air yang berada di dalam bendungan agar badan perahu terlihat. "Setelah itu tim identifikasi arkeologi dulu turun, melakukan pendataan, penggambaran dan lain-lain serta pengukuran, nah nanti kita mengangkat menggunakan alat-alat sederhana, seperti katrol dan lain-lain, kita tarik ke daratan”, terang Adi.
   Sementara itu, Ismunawan Kepala Disparbud Lamongan mengatakan, proses ekskavasi perahu ini memang dilakukan secepatnya karena harus berlomba dengan hujan yang turun. "Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh lembaga yang berkaitan dengan penarikan perahu ini. Kita juga sudah memberitahukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bahwa kami akan mengambil perahu ini," tutur Ismunawan.
    Untuk diketahui, ke tiga perahu berbahan baja yang tenggelam di dasar sungai Bengawan Solo tersebut pertama kali diketahui warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Dan BPCB Jatim juga telah melakukan identifikasi tahap awal dan memperkirakan perahu tersebut merupakan peninggalan masa kolonial belanda, kemudian merekomendasikan agar perahu tersebut diangkat ke daratan untuk proses identifikasi. * abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Lamongan Sebagai kabupaten yang berhasil meraih peringkat terbaik nasional dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Lamongan kini menjadi rujukan berbagai daerah untuk studi banding. Salah satunya adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam. Rombongan yang dipimpin Kepala Kesbangpol Kota Batam Yazid diterima Asisten Tata Praja M Nalikan bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Lamongan Sudjito di Ruang Bina Praja Pemkab Lamongan,(28/10) kemarin. Yazid mengung kapkan kedatangannya ke Kabupaten Lamongan dalam rangka membahas berbagai penanganan konflik sosial dan pengawasan orang asing. “Terimakasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Tujuan kami kemari pastinya ingin berdiskusi banyak hal. Diantaranya terkait penanganan konflik sosial dan pengawasan orang asing. Sebagaimana yang kita tahu, Kota Batam merupakan pintu masuk orang asing ke Indonesia,” ungkapnya.
   Sudjito menjelaskan penghargaan yang disematkan kepada Lamongan tidak lain karena kerja keras yang dilakukan berbagai pihak dalam menangani kelompok-kelompok teroris. Kami bersama pemkab selalu melakukan koordinasi dengan pihak Polres, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).
   “Dulu Lamongan terkenal dengan embrionya para teroris. Namun sekarang Lamongan sudah tidak seperti itu lagi. Cara kami menangani kasus tersebut yakni dengan merangkul para eks teroris dan mantan kombatan turut andil dalam menjaga Lamongan,” terangnya. Lanjut Sudjito juga memberi bocoran bahwa selama ini Lamongan memiliki trik jitu yakni “temu cepat, lapor cepat”. Sehingga masyarakat bisa langsung melaporkan jika mengetahui hal-hal yang mencurigakan disekitar mereka. Terkait pengawasan untuk warga negara asing yang ada di Lamongan, Sudjito memaparkan bahwa selain bekerjasama dengan kantor imigrasi Jawa Timur.
   Lamongan juga membentuk tim koordinasi. “Untuk mengontrol masuknya warga negara asing ke Lamongan, tim koordinasi kami selalu rutin melakukan komunikasi dua kali dalam setahun dengan kantor imigrasi di Tanjung Perak. Hingga tahun 2019 ini ada sejumlah 109 WNA yang masuk Lamongan, 30 diantaranya merupakan mahasiswa di UNISLA dan UNISDA sementara sisanya merupakan tenaga kerja asing,”Pungkasnya. *abi



Lamongan - Suaraharianpagi.com
  Program sertifikasi kepemilikan tanah gratis yang diusung Presiden Joko Widodo, rupanya menyulut banyak kontroversi. Kebijakan yang seharusnya membantu memudahkan masyarakat ini, justru dimanfaatkan segilintir oknum sebagai ‘lumbung penghasilan baru. Ya, bak mendapat durian jatuh, tak sedikit dari Desa-Desa yang menjadi sasaran program ini, justru ‘keblinger’ mengutip sejumlah dana kepada masyarakat. Rancunya aturan terkait PTSL yang tertuang dalam SKB tiga Menteri menjadi peluang terjadinya pungutan liar. PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah Desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Berdasarkan penelusuran, dugaan penyelewengan PTSL terjadi di banyak wilayah. Contohnya di kecamatan Turi (Desa Sukoanyar, Geger, Wangunrejo dan Badurame) dan sekitarnya yang mendapat kuota program PTSL. Parahnya, dana yang dikutip pun beraneka ragam. Mulai dari Rp 850 ribu hingga 1,5 rupiah.
   Menariknya, hal ini terkesan luput dari perhatian instansi terkait. Dan Aparat penegak hukum kurang tegas menindak pelaku - pelaku pungli. Padahal dengan jelas mengetahui pungutan tersebut. Seharusnya aparat penegak hukum lebih bisa memberikan contoh bagi penegakan hukum di Indonesia sesuai visi misi presiden. Utamanya Tim Saber Pungli selama ini terkesan mandul. Menurut Nihrul Bahi Alhaidar, Direktur DPC Clean Governance Lamongan, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tersebut tidak bisa dijadikan dasar bagi panitia prona/PTSL di Desa untuk melakukan pungutan kepada pemohon Prona/PTSL. Lantaran Surat Edaran Gubenur Jatim tersebut hanyalah bersifat anjuran atau saran dalam persoalan pemenuhan sumber dana penunjang pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Panitia Desa.
   “SE tidak memiliki kekuatan hukum. Karena SE bukanlah produk hukum seperti Pergub atau Perda. Sehingga kedudukannya sangat lemah.
Surat Edaran tidak lebih dari sekedar saran atau anjuran dari pejabat atasan kepada pejabat di bawahnya dalam mengatasi suatu persoalan yang butuh pertimbangan," kata Nihrul, Senin (28/10). Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab di Panggil Gus Irul ini, dengan adanya Surat Edaran tersebut justru berpotensi timbulnya pungli yang berlebihan oleh panitia Prona/PTSL di Desa - Desa.
   Karena aparat Pemerintah Desa sebagai panitia menganggap Surat Edaran tersebut merupakan pijakan yang dapat digunakan sebagai dasar hukum pungutan. "Seharusnya Gubernur Jawa Timur, waktu dulu (Soekarwo) tidak mengeluarkan kebijakan yang unproductive karena hanya akan melahirkan pejabat korup yang berlindung pada Surat Edaran. Dalam Prona/PTSL memang ada biaya yang mesti ditanggung oleh pemohon sendiri (tidak seluruhnya pemerintah), seperti Blanko Formulir Pendaftaran, Meterai, Balok Patok batas tanah dan Foto Copy lainnya.
   Di lapangan, banyak terjadi pelanggaran hukum dimana panitia Desa meminta pemohon Prona/PTSL untuk membayar biaya sebagaimana ditentukan panitia," ucapnya lagi. Contoh di Bojonegoro, rata-rata pemohon Prona dipungut Rp.500 ribu hingga Rp 700 ribu. padahal untuk biaya beli Patok batas, Blanko Formulir, meterai, tak lebih dari jumlah Rp 250 ribu. "Apakah pemohon nantinya disuruh bayar kegiatan rapat panitia, makan minum, biaya pendataan, biaya transportasi dan honor panitia. Ya gak bisa dong. Toh dari awal Presiden Joko Widodo sudah beruang kali memperingatkan agar dalam pelayanan PTSL ini tidak ada pungutan sepeserpun kepada rakyat (pemohon).
   Nah, hal ini yang harus dibahas sebelumnya dan dirumuskan bersama oleh pihak BPN dan Pemkab Lamongan. Jangan sampai program PTSL sudah berjalan nanti bermasalah di prosesnya," tegas Gus Irul. Dengan adanya program PTSL ini pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat.
   “Bedanya, kalau ngurus sendiri saja daftar, pengukuran saja bayar. Dan PTSL cukup di tempat saja. Pemohon hanya menyediakan patok, materai, surat-surat di fotokopi. Tim SHP bertanya kepada Gus Irul terkait Peraturan Bupati Lamongan Nomer 22 tahun 2018 Tentang PTSL. Upaya pungli secara legal, dan ini tidak dibenarkan. Kita sudah berkirim surat ke Bupati Lamongan Fadeli 2 kali, agar berkenan audiensi tentang Perbup tersebut. Tapi bupati sampai sekarang belum memberi jawaban dan terkesan menyepelekan. Dan ini sudah kita lapotkan ke pusat by data. Baik itu besaran pungutan proses PTSL dan temuan - temuan lain dilapangan, pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati memberikan penghargaan kepada sejumlah pemuda pelopor usai menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di Alun-alun Lamongan, Senin (28/10).
   Enam dari tujuh pemuda yang mendapat penghargaan yakni Agung Firdamansyah Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Pendidikan, M. Afit Haryanto Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Lingkungan, Intan S Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Pangan. Selanjutnya Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Agama, Sosial dan Budaya Magfirotun Nisa. Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Inovasi Teknologi Moch Aufal Marom dan Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Bidang Kewirausahaan Luhfiatun Kanina.
   Sedangkan satu penerima penghargaan lainnya, yakni Arsseliyah Nur Ainni Pemenang Wirausaha Muda Berprestasi tingkat Nasional, tengah menerima penghargaan langsung dari Kemenpora Republik Indonesia (RI). Siswi SMAN 1 Lamongan tersebut telah mengantongi berbagai prestasi bidang inovasi bisnis, diantaranya yakni Juara 1 Economical Syaria Nasional 2018, Creanovation Award 2018, Sosialpreneur Muda Indonesia 2018, Juara 1 Pemuda Utama Provinsi Jawa Timur 2018, dan Pemenang Penghargaan Persatuan Wartawan Indonesia Award 2019.
   Sebelumnya, dalam pidato Menpora RI yang dibacakan Kartika, dia mengingatkan generasi muda Indonesia pada esensi peringatan Hari Sumpah Pemuda itu sendiri.
   Ia menyampaikan, deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928 silam tidak berhenti sebatas pernyataan tentang tiga poin sumpah yang diucapkan para pemuda berbagai daerah di Indonesia, yakni "Bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia" saja. Lebih dari itu, Sumpah Pemuda menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Saatnya pemuda Indonesia memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.
   Oleh karenanya dia berharap peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun, yang tentunya dalam hal yang posistif. "Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, dan harapan kedepannya akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia," Pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Kabupaten Lamongan mendapat kehormatan, menjadi tuan rumah Galang Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia 2019 yang diselenggarakan International CounciL for Small Business (ICSB) di Pendopo Lokatantra, Rabu sore (23/10) Kemarin.
   Event bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta UKM dari tujuh kabupaten, yakni Lamongan, Gresik, Tuban, Bangkalan, Pamekasan dan Sampang serta Sumenep. Sekretaris Jenderal ICSB Ardhi Ridwansyah menjelaskan bahwa kegiatan yang sudah berjalan selama empat tahun ini diselenggarakan di 25 kota dan kabupaten. Dan Lamongan terpilih menjadi salah satu tuan rumah karena telah berkontribusi dalam memajukan dan menumbuhkan UKM di Indonesia. “Ini adalah tahun ke empat.
   Dan lamongan merupakan salah satu kabupaten yang ditunjuk sebagai tuan rumah karena memiliki kontribusi terhadap perkembangan UMKM,” ungkapnya. Sementara Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas kegiatan yang turut mendorong perekonomian daerah. Karena menurutnya, UKM merupakan ujung tombak perekonomian dan pondasi kemajuan daerah.
   “UKM merupakan ujung tombak perekonomian dan pondasi kemajuan daerah. Oleh karenanya mari kita dukung semangat berwirausaha ini,” tuturnya. Lanjut Fadeli juga mengungkapkan harapannya kepada menteri terlantik agar dapat memajukan UKM Indonesia. Karena Lamongan, memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, menghasilkan produk pertanian melimpah, seperti jagung, padi dan ikan.
   Oleh sebab itu Pemkab Lamongan tidak hanya sekedar memanfaatkan, tapi setiap tahun mengupayakan tumbuhnya UKM baru. Pemerintah kabupaten Lamongan terus mendorong tumbuh kembangnya UKM baru dengan adanya Warla dan LA Mart agar masyarakat memiliki wadah untuk berwirausaha,” Pungkasnya. *abi


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Person in Charge (PIC) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Unit Kerja Koordinasi Wilayah Jawa Timur Arif Nurcahyo kembali menyambangi Lamong an. Pada kesempatan ini Arif Nurcahyo melakukan evaluasi dan monitoring pro gram pemberantasan korupsi terintegrasi di tahun 2019.
   Arif Nurcahyo beserta rekannya Nurcahyadi disambut oleh Bupati Fadeli bersama jajarannya di Guest House, Rabu (23/10). Ini adalah bagian dari kegiatan dalam program Monitoring Center for Prevention (MCP) yang diinisiasi KPK.
   Arif Nurcahyo mengungkapkan bahwa saat ini seluruh pemerintah daerah di Indonesia sedang berpacu dan bersemangat agar tak tertinggal dalam pencegahan korupsi. Lanjut Arif, menceritakan bagaimana tahun lalu Lamongan menduduki rangking satu se Indonesia sehingga memacu daerah lain untuk mengejar.
   “Namun saya mengingatkan jangan hanya mengejar nilai dan skor saja tetapi juga mengimplementasikannya di lapangan,” pesan Arif. “Rencana aksi pada delapan indikator pencegahan korupsi juga harus dipenuhi selain pemenuhan dokumen,” tambahnya.
   Arif juga memberi apresiasi, karena paparan yang disampaikan Bupati Fadeli maupun Kepala OPD terkait sudah lengkap. Bupati Fadeli pada kesempatan yang sama menjelaskan kondisi rencana aksi pada delapan indikator pencegahan korupsi.
   Saat ini Kabupaten Lamongan tetap menjadi peringkat pertama di Jawa Timur untuk indeks pencegahan korupsinya. Hal ini, didukung oleh 8 indikator rencana aksi pencegahan korupsi yang telah dilakukan oleh Pemkab Lamongan. “Jadi Kami tidak hanya memenuhi kelengkapan administrasi saja, tetapi juga mengimplementasikannya,” turur Fadeli.
   Lanjut Fadeli menjelaskan bahwa untuk indikator perencanaan dan penganggaran APBD progresnya sudah mencapai 83 persen, untuk indikator pengadaan barang dan jasa mencapai 66 persen, indikator pelayanan terpadu satu pintu 77 persen, dan indicator kapabilitas APIP 63 persen.
   Kemudian indikator manajemen ASN telah mencapai 99 persen, indikator optimalisasi pendapatan daerah 75 persen, indikator manajemen asset daerah 93 persen dan indikator tata kelola Dana Desa 68 persen. Untuk sejumlah indikator yang memerlukan untuk dilengkapi sehingga belum 100 persen, sudah dilakukan upaya untuk pemenuhannya. Dia berkeyakinan jika perbaikan ini sudah diverifikasi, akan meningkatkan capaian indikator Lamongan, pungkasnya. *abi



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Bupati Lamongan Fadeli secara resmi membuka gelaran pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan produk inovasi santri di Alun-alun Kabupaten Lamongan usai menjadi inspektur upacara Apel Hari Santri 2019, Selasa (22/10). Pameran UKM yang diikuti berbagai lembaga seperti DPC NU Lamongan, DPC NU Babat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kemen trian Agama Lamongan dan Dinas Koperasi dan UKM tersebut menampilkan berbagai produk kreatif.
   Puluhan produk kreatif dari berbagai UKM ditampilkan. Seperti sarung tenun ikat khas Lamongan, songkok, tas, buku dan kitab pesantren, serta aneka makanan dan minuman serta inovasi lainnya. Bupati Fadeli berharap agar santri mentransformasi diri, menjadi lebih modern, milenial. Yakni dengan menjadi santri yang inovatif, dapat menciptakan produk-produk daya guna, sehingga menciptakan peluang pekerjaan untuk sesama.
   “Santri milenial itu harus menjadi santri yang kreatif, menciptakan inovasi produk daya guna sehingga secara tidak langsung dapat menciptakan peluang pekerjaan untuk sesamanya,” imbuhnya. Lanjut Fadeli, memberi apresiasi kepada panitia peringatan Hari Santri tahun ini menyelenggarakan rangkaian acara dengan lebih baik. Sehingga ada kegiatan seminar, pameran produk inovatif dan pawa taaruf. Sementara usai membacakan sambutan Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis, Bupati Fadeli menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Ir. H. Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Di sisi lain, Fadeli juga sampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, jajaran TNI dan Polri serta anggota Banser yang telah turut berpartisipasi dalam menjaga Lamongan tetap aman dan kondusif.
   “Hari Santri ini merupakan momen bagi kita semua untuk memperbaiki diri. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk jajaran TNI dan Polri, Banser yang turut berpartisipasi menjaga lamongan. Bahkan kita dapat menggelar Pilkades serentak 385 desa secara aman dan kondusif,” tutur Fadeli.
   Apel Hari Santri kali ini juga diwarnai dengan penampilan kemampuan dari anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa. Salah satunya atraksi seorang pendekar menarik mobil bak terbuka yang dinaiki Forkopimda hanya dengan menggunakan giginya. *abi



Santri Era Millennial
Lamongan - suaraharianpagi.com
  Momen Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Okto ber memiliki pemahaman yang luas. Hal itu seperti yang disampaikan K.H Ali Maschan Moesa dalam seminar membedah persepsi santri dalam era millenial dan tradisi buda ya santri di Pendopo Lokatantra Lamongan, Senin (21/10).
   “Kita perlu menyamakan presepsi tentang santri. Banyak orang salah paham memahaminya. Bahwa santri identik dengan mereka yang pernah belajar di pondok pesantren saja,” ungkapnya. Seminar yang juga di hadiri Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya Muchamad Toha dan diikuti 600 peserta ini membahas santri dalam arti yang lebih luas.
   K.H Ali Maschan Moesa kemudian menjelentrehkan soal istilah kaum priyai, santri dan abangan. Kaum santri seperti dijelaskannya merupakan orang yang aktif melakukan kewajiban dan ajaran agama Islam dengan baik. Sedangkan abangan merupakan penganut Islam yang tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban atau ritual kaum muslimin pada umumnya. “Sehingga kita perlu menyamakan persepsi bahwa santri itu terkait keimanan kita,” imbuhnya. Dia juga menjelaskan peran signifikan santri dalam proses kemerdekaan Indonesia. Sehingga saat ini setiap 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri.
   Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan bahwa momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri. “Negara Indonesia merupakan Negara yang besar. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan di Lamongan sebanyak 99,6 persen masyarakatnya beragama islam. Sehingga momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri (umat muslim),” ujar Fadeli.
   Dalam kesempatan tersebut Sekkab Yuhronur Efendi dalam laporannya selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2019 di Lamongan sudah mengintruksikan kepada seluruh camat agar menggelar apel santri serentak di wilayah masing-masing. Rangkaian acara Hari Santri masih akan berlangsung hingga tanggal 22 oktober, dengan melaksanakan Apel Hari Santri di Alun-alun Lamongan. Dilanjutkan dengan pembukaan pameran hasil karya para santri dan UKM di tempat yang sama. Sementara pada malam harinya akan diadakan pawai ta’aruf yang diikuti sebanyak 2.000 santri dan dimeriahkan pentas seni serta gambus. *abi



Lamongan – suaraharianpagi.com
   Berdasarkan Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan, tercatat pada tahun ini ada peningkatan titik lokasi kekeringan dibandingkan tahun 2018. Tercatat kurang dari 50 titik lokasi kekeringan pada tahun 2018. 
   Sementara sampai tanggal 16 Oktober tahun ini lokasi kekeringan mencapai 124 titik yang tersebar di 17 Kecamatan dan 79 Desa. Walau pun sebagian wilayah lamongan beberapa hari ini di guyur hujan belum mampu menyudahi krisis air bersih akibat kemarau. 
   Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan pun masih terus mensuplai air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak.
  Menurut Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, mengatakan setidaknya ada 17 kecamatan yang masih mendapatkan suplai air bersih. "Sampai hari ini, kami sudah mensuplai sebanyak 729 tangki air bersih ke Desa - Desa di Lamongan yang mengalami krisis air bersih," kata terang pada wartawan di Lamongan, (17/10) kemarin.
   Lanjut Muslimin menyebut, BPBD Lamongan siaga 24 jam untuk mengirimkan bantuan air bersih ke warga dan tanpa dibebani biaya sepeserpun alias gratis. "BPBD siaga 24 nonstop dengan 5 unit armada tangki untuk menyuplai air jika ada permintaan dari warga melalui kades dan camat," tuturnya. 
   Bahkan tidak hanya BPBD, sejumlah pihak lain juga turut memberikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak, yang terjun langsung mensuplai air bersih kepada warga di Kecamatan 17 kecamatan dilamongan. Ditanya sampai kapan bantuan akan terus dilakukan. Muslimin mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengirim bantuan selama warga masih membutuhkan, pungkasnya. *abi



Lamongan – suaraharianpagi.com
   Dinas Tanaman Pangan, Horti kultura dan Perkebunan Kabu paten Lamongan, mendorong terwujudnya sumber daya manusia petani milenial menuju industri 4.0. Caranya, dengan menggelar temu wicara kontak tani tingkat kabupa ten. “Temu wicara ini merupakan acara pertemuan strategis bidang pertanian,” terang Rujito, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Horti kultura dan Perkebunan, di Pendapat Lokatantra, Jumat, (18/10).
    Di agenda tahunan yang merupakan forum diskusi antara pemerintah sebagai perencana dengan masyarakat petani sebagai eksekutor, Rujito membeberkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lamongan, mengalami peningkatan signifikan, sehingga secara bisnis petani mengalami pertumbuhan pendapatan. “Jagung rata-rata 19 persen per tahun, dan 2019 ini mencapai 10 hingga 12 ton per hektar, ini sangat luar biasa. Selain itu padi juga mengalami peningkatan yang signifikan,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Fadeli, justru melihat adanya penurunan semangat dalam membantu petani untuk bercocok secara benar, dengan menggunakan teknologi pertanian. “Saya melihat ada penurunan semangat di tahun ini. Mari kita pompa semangat sehingga pertanian modern dapat kita aplikasikan.
   Jangan pernah merasa pintar, mari kita terus belajar memperbaiki keadaan,” tuturnya. Hal Senada, Prof Sidi Asmono dari Indonesia Country Coordinator International Food Policy Research Institute-Program For Biosafety Systems (IFPRI-PBS), juga menandaskan, Lamongan sebenarnya mampu menghasilkan produksi jagung yang lebih banyak. Teknologi belum diterapkan dengan maksimal. Teknologi pertanian harus menyentuh sampai tingkat bawah agar dapat berhasil,” ucap Prof Sidi. Lanjut Prof Sidi menyarankan, perlu dilakukan perbaikan benih lebih unggul agar tahan terhadap hama. “Hama tikus yang selama ini menyerang tanaman telah mengalami perubahan. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk meminimalisir hama ini menyerang lebih luas lagi,” tuturnya. Apabila itu tidak segera diatasi, dengan sisa konsumsi per kapita per tahun yang sangat sedikit, Indonesia rentan terhadap kekurangan pangan untuk masa depan bilamana terjadi gangguan anomali iklim dan hama, pungkasnya. Dalam temu wicara kontak tani di Lamongan ini juga dihadiri peneliti utama bidang hama dan penyakit tanaman Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Prof. Moh Cholil Mahfud, Ir Satoto Berbudi Kepala UPT PSBTPH Jawa Timur dan Peneliti Madya Bidang Pedologi dan Penginderaan Jarak Jauh BPTP, Ir Chendy Tafakresnanto, sebagai narasumber. *ab



Lamongan – suaraharianpagi.com
   Tahun ini Pemkab Lamongan melakukan pengerukan 41 embung dan 8 sungai dengan total anggaran Rp 5,6 miliar. Ini sebagai upaya untuk menjaga tandon-tandon air sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian. Selain itu, 49 embung dua sungai ini sudah mengalami pendangkalan. Sehingga jika tidak dilakukan normalisasi, dikhawatirkan tidak mampu lagi menampung air saat musim penghujan dan bisa menyebabkan banjir. Anggaran sebesar Rp 5,6 miliar itu seperti disampaikan Agus Hendrawan Kabag Humas dan Protokol sebagian besarnya, Rp 4,6 miliar untuk pengerukan embung, (17/11).
   Sementara sisanya untuk pengerukan sungai. Embung Desa yang dikeruk diantaranya yakni Embung Tlogoanyar Lamongan, Embung Desa Kedungsoko dan Embung Desa Tunggunjagir Kecamatan Mantup, serta Embung Desa Datinawong kecamatan Babat.
   Sedangkan di Kecamatan Tikung ada tujuh embung yang akan di keruk. Yakni Embung Banaran, Embung Langkir, Embung Takeran, Embung Kemendung, Embung Leboyo dan Embung Pilanggot serta Embung Mojoranu. Untuk wilayah Utara ada Embung Desa Tunggul Kecamatan Paciran, dan Telaga Dusun Sekaran. Sementara untuk sungai yang dikeruk meliputi sungai Kalipatih, Balongputih, Platukan dan Kawistolegi, Sumosari, serta Mertani di Kecamatan Karanggeneng.
   Kemudian untuk Kecamatan Kalitengah meliputi Sungai Mungli dan tunjungmekar. Lanjut Agus Hendrawan menambahkan, dengan adanya pengerukan ini juga diharapkan dapat membantu para petani untuk irigasi pertanian. “Dengan adanya pengerukan ini diharapkan dapat menampung air saat musim hujan. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai irigasi untuk pertanian,” imbuh Agus. Sedangkan sampai tanggal 10 Oktober 2019 kondisi 44 Waduk dan Embung di Lamongan volumenya tinggal 1 persen. Dari total kapasitas 112.785.371 meter kubik, saat ini menyisakan 1.367.766 meter kubik. Waduk yang masih menyisakan air adalah Waduk Gondang di Kecamatan Sugio tersisa 1.150.753 meter kubik, dari kapasitas maksimal 19.909.752 meter kubik.
   Waduk Jajong di Kecamatan Laren hanya tersisa 100 ribu meter kubik dari kapasitas maksimal 951.600 meter kubik. Sedangkan Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring dari kapasitas maksimal 5.644.752 meter kubik tinggal tersisa 116.973 meter kubik, pungkasnya. *abi



Lamongan – suaraharianpagi.com
  Apresiasi positif disampaikan Bupati Lamongan H. Fadeli terhadap kinerja jajaran Pemkab Lamongan. Hal itu diungkapkannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan Pemkab Lamongan di pendopo Lokatantra, Kamis (17/10).
   Bupati Fadeli menjelaskan bahwa target kinerja Pemkab Lamongan yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun anggaran 2016-2021 sudah hamper semuanya memenuhi target. “Kinerja Pemkab Lamongan semakin baik. Hal ini terlihat dari hasil kinerja yang sudah hampir memenuhi target yang telah dicanangkan dalam RPJMD 2016-2021. Bahkan beberapa kinerja sudah melebihi target”, terangnya.
   Kinerja positif itu menurutnya juga diikuti dengan adanya 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah memenuhi syarat untuk penilaian Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBK). “Sebanyak 15 puskesmas dan kecamatan serta 2 OPD Pelayanan, yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan RSUD dr Soegiri telah memenuhi syarat, Ini jelas upaya bersama dan kekompakan kepala OPD yang bekerja semakin baik,” tuturnya.
   Lanjut Bupati Fadeli, ini sebagai prestasi terbaik di Indonesia. Karena di daerah lain, hanya ada dua atau 3 OPD yang bisa memenuhi syarat penilaian tersebut. Sementara dalam prosesi pelantikan 59 pejabat tersebut terdiri dari 14 jabatan administrator, dan 45 jabatan pengawas.
   Pejabat struktural yang dilantik diantaranya Camat Sekaran Yuli Wahyuono menjadi Camat Paciran, kemudian posisi di Sekaran diisi Agus Hendrawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol. Selain jabatan administrator dan pengawas, ada lima jabatan Kepala Puskesmas yang juga turut dilatik. Yakni Puskesmas Dermolemahbang Kecamatan Sarirejo, Puskesmas Kedungpring, Puskesmas Tlogosandang Kecamatan Paciran, Puskesmas Moropelang Kecamatan Babat dan Puskesmas Pucuk.
   Usai pelantikan, Fadeli menegaskan agar seluruh pejabat dan camat lebih memperhatikan terkait kondisi wilayahnya masing-masing. Sehingga diharapkan setiap desa mendapat pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. *abi


Ponpes Al-Jamhar Upacara HUT RI
Lamongan - SHP


   Hari ini rakyat Indonesia merayakan hari ulang tahun republik yang ke 72 Tahun, dengan semangat patsriotisme, upacara-upacara bendera telah dilaksanakan pagi tadi di seluruh penjuru negeri, tidak ingin ketinggalan menunjukan sikap patriotisme, Seluruh Santri ponpes Al - Jamhar Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan dan diikuti segenap warga hari ini juga juga berkumpul dan rela berpanas-panasan untuk ikut meramaikan HUT RI ke 72 Tahun . Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 tahun ini merupakan upaya Pondok pesantren Al - Jamhar Desa Balun, untuk menanamkan nasionalisme kepada para santri. Disamping mereka harus belajar ilmu-ilmu keagamaan. layaknya Upacara bendera yang digelar oleh seluruh bangsa Indonesia, dalam upacara tersebut telah ikuti kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari santri dan warga Pondok Pesantren Al - Jamhar, dalam upacara tersebut di dipimpin oleh pengasuh ponpes KH .M Ikhsan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, dalam pidatonya beliau mengutarakan bahwa pemuda harus lebih mampu untuk tingkatkan jiwa nasionalisme berbangsa dan bernegara. 
   Walau suasana panas seperti yang ada pada hari ini namun semangat santri dalam melaksanakan Upacara bendera tersebut sungguh luar biasa, lapangan Ponpes yang menjadi tempat upacara sudah mulai dipenuhi para peserta sejak pukul 06.00 pagi tadi, Iringan musik Kemerdekaan dan sholawat Nabi makin menambah semangat para peserta dalam melaksanakan upacara tersebut, dan menambah kemeriahan satu demi satu acara yang telah diagendakan. Santri-santri memang sudah tidak asing lagi dalam keseharian masyarakat Pondok pesantren sekitarnya . Pasalnya, sejak ponpes berdiri Masyarakat Desa Balun yang identik dengan Desa Pancasila sudah membaur dengan para santri, hingga kini pesantren tersebut masih tetap eksis, jumlah santrinya pun sampai saat ini terhitung hampir mencapai ratusan santri yang juga menempuh pendidikan formal dan no Formal. pengajaran dalam pesantren bukan hanya mengedepankan kecerdasan otak, kecerdasan hati juga menjadi prioritas dalam mendidik para santrinya, tidak hanya itu, pesantren juga berusaha membangun sikap patriotisme dan cinta tanah air. Apalagi saat  hari-hari besar nasional tiba, momen ini banyak dijadikan sebagai motivasi cinta tanah air dengan di bacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI harga Mati, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren Al- Jamhar, yang mana santrinya terus eksis mengikuti upacara bersama di lapangan Pondok Pesantren.
   Upacara 17 Agustus, merupakan momen yang tepat untuk kembali mengingat para pahlawan, dan bercermin melalui sejarah. “ hendaknya, melalui upacara seperti ini, kita dapat lebih mengenang para pahlawan pendahulu, dan bertafakur “. Salah satu masyarakat Desa Balun Ustadz Iskandar Faraby saat suara harian pagi mewancarai. Mengatakan , Sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan fisik, penjajahan yang dapat dengan mudah dirasakan, dan dapat diketahui bahwa negeri ini sedang terjajah, tapi sejatinya penjajahan ini akan terus berlangsung namun dalam bentuk-bentuk yang lain.
   Penjajahan budaya, penjajahan ekonomi, penjajahan peradaban dan penjajahan-penjajahan lain yang membuat bangsa ini akan terus terjajah, hal ini bisa terobati kala muncul para pahlawan - pahlawan baru yang senantiasa berkorban demi bangsa, “ oleh sebab itu kita harus mau menjadi pahlawan - pahlawan baru, agar penjajahan ini lekas teratasi “ ungkap ", Ustadz Iskandar Faraby, yang  juga aktif di pengurus Ponpes Al - Jamhar Desa Balun. Setelah selesainya Upacara bendera untuk memeriahkan HUT RI yang ke 72Tahun dilanjutkan lomba santri terbuka khas 17 Agustus-an juga turut meramaikan deretan acara hari ini, para santri sangat antusias mengikutinya hingga yang rencananya hingga sore nanti, lomba tersebut dilaksanakan di halaman ponpes Al- Jamhar. Bagi para santri sendiri, momen ini menjadi ajang pelajaran dan kedisiplinan serta hiburan dan sportifitas.*ind



Bangun Desa Bersama dan Transparan
Lamongan - SHP
   Kepala Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kades Drs H. Abdul Kholiq  berkomitmen untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun Desanya. Diyakininya, peran masyarakat sangat penting. Perlu ada sinergi dan rasa memiliki. Bukan semata-mata sekedar memiliki, melainkan ikut serta membangun dan menjaga Desa. “Ini amanah yang harus saya junjung tinggi, untuk itu ayo bangun tanah kelahiran ini bersama-sama,” katanya. Menurutnya, pembangunan Desa sedang digencarkan oleh pemerintah melalui kucuran dana melimpah ke setiap Desa. Bantuan pemerintah berupa Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus dimanfaatkan dengan baik.”Sebelum melakukan pembangunan secara fisik, saya mulai dulu selalu membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan ikut berperan dalam pembangunan Desa. Karena tidak mungkin memajukan Desa seorang diri,” ujarnya kepada Suara Harian Pagi. Kades menambahkan, Saya beserta perangkat punya cita-cita, Desa Keben ini ke depan menjadi Desa percontohan untuk Desa lain. “Kami siap membangun Desa, agar nantinya bisa menjadi Desa percontohan dikabupaten Lamongan,” sambungnya. Bahkan, Rencana jangka panjang untuk membangun dan mengembangkan Desa yang disampaikan Kades Abdul Kholiq yang akrab di panggil Kholiq tersebut, diamini oleh beberapa tokoh masyarakat. Lanjut Kades Kholiq, Program yang digagas oleh pemerintah dengan memberikan Dana Desa yang berasal dari APBN dikucurkan disetiap desa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dana Desa termasuk dalam APBD sehingga penggunaannya tergantung dari para kepala Desa menggunakan Dana Desa tersebut untuk mendanai pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.
   Tetapi cukup jarang seorang kepala Desa memberikan transparan (keterbukaan) masalah dana/biaya yang dipergunakan dalam pembangunan di Desa tersebut. Terkecuali di Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan selaku kepala Desa, ia adalah salah satu kepala desa yang menerapkan sifat transparansi. Saat ditemui Suara Harian Pagi ia menjelaskan alasannya menerapkan sifat transparan yakni agar masyarakat bisa mengetahui diperuntukkan untuk apa saja dana desa yang telah dipergunakan, sehingga mencegah timbulnya pemikiran-pemikiran negatif tentang saya selaku pemimpin di Desa ini. Kemudian ia menambahkan rasa apresiasinya terhadap masyarakat yang sudah percaya terhadap kepemimpinannya juga kepada ketua Timlak Bapak Kacung yang selalu bersama-sama membantu dan mengelola DD tersebut.“Mudah-mudahan ditahun 2017 ini penggunaan Alokasi Dana Desa ini bisa terwujud sesuai yang diharapkan seperti slogannya 'Mari Kita Kawal Dana Desa Keben dengan tepat,cermat, transparan, bermanfaat dan ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semua.”ungkapnya.
   Hal senada dengan Timlak Kacung, Pak Sahuri selaku PTPK Desa mengatakan pada program  pembangunan infastruktur Desa dari program dana Desa anggaran tahun ini Desa Keben mengalokasikan untuk Spal 1 jalan poros dalam kampung pengerjaannya dari RT : 8,7,6,5, Spal 2 jalan poros atau jalan lingkungan mulai dari RT : 7 dan 6, Rehab Gedung Polides, Rehab Gedung TK milik Desa ( yayasan PKK) dan pendirian BumDes. Untuk program pemberdayaan di tekan pada pelatihan untuk kepemudaan adalah belajar mengelas,untuk Ibu - ibu pelatihan masak memasak aneka jajanan(kue) dan untuk Bapak - Bapak pelatihan budidaya Ikan lele,Vanani dan pengelolaan Makan ternak dan untuk ADD pembangunan Pendopo balai Desa, pungkasnya kepada Suara Harian Pagi Minggu,13/8/2017.
“Abdul Kholiq selaku Kepala Desa Keben semangatnya masih membara. Saya sangat yakin akan mampu membangun dan memberikan perubahan untuk Desa ini tahun demi tahun sampai masa jabatannya habis,” ujar salah satu tokoh Masyarakat yang tak ingin di sebutkan Namanya. Kepala Desa harus mampu menginspirasi, bukan mengebiri apalagi menakut - nakuti warganya sendiri. Karena tanda - tanda seorang Kades yang baik bukan yang ditakuti karena memiliki kekuasaan, melainkan ia yang disegani karena memiliki kelebihan.”Tugas Kepala Desa itu berat, selain menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Desa, juga membina dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya. *ind

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget