Articles by "Jombang"

Jombang – suaraharianpagi.com
   Bertempat di Pendopo Balai Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kepala Desa Bandung, Hasil Musyawarah Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu, Anang Fauzi S.H., resmi dilantik Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Jombang No: 188.4.45/195/415.10.1.3/2022 tentang Pengangkatan Kepala Desa Antar Waktu Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, sebagaimana yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sholahuddin Hadi Sucipto S.STP, M.Si. Selasa, (28/6)
   Pelantikan ditandai dengan penyematan tanda jabatan, tanda pangkat, dan penyerahan SK Bupati Jombang oleh Bupati Jombang.
   Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ucapan terima kasih Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Forkopimcam serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Desa Bandung, Kecamatan Diwek sehingga dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif sesuai ketentuan yang ada.
   Menurut Bupati Mundjidah Wahab ini merupakan realisasi dari kedaulatan rakyat serta cerminan masyarakat yang demokratis di Kabupaten Jombang. Saya sampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Kepala Desa Bandung hasil Musyawarah Desa pemilihan Kepala Desa Antar Waktu, yaitu Bapak Anang Fauzi S.H,. Saya harap tanggung jawab ini dapat saudara laksanakan dengan amanah hingga akhir masa jabatan nanti. Jadilah Kepala Desa yang profesional, dan senantiasa berupaya untuk memajukan desa beserta seluruh masyarakatnya, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh para warganya secara merata", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Melalui momentum pelantikan ini, Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan beberapa pesan, kepada Anang Fauzi S.H,. sebagai langkah didalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa Antar Waktu diantaranya, yang Pertama, segera melakukan penyatuan dan mempererat kembali masyarakat, karena kepala desa adalah pelayan masyarakat yang wajib melayani masyarakatnya tanpa memandang status, profesi, bahkan ikatan sosial. Terlebih diera keterbukaan informasi seperti saat ini, kepala desa tidak boleh risih terhadap keluhan atau pertanyaan warganya mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa, sehingga saudara harus responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan warga desa. Saya harap saudara dapat memberikan pelayanan secara obyektif dan adil, sehingga kepuasan dan kepercayaan masyarakat dapat meningkat dari waktu ke waktu.
   Kedua, laksanakan pengelolaan keuangan desa melalui dana desa dengan baik dan transparan, hindarkan diri dari perilaku korupsi. Kepala desa harus benar-benar menggunakan dana desa sesuai skala prioritas. Saya memiliki harapan dan optimisme atas kinerja saudara dalam pengentasan kemiskinan di level desa. Untuk itu, jadilah pemimpin desa yang inovatif, yang mampu membawa perubahan desa menjadi lebih baik pada periodisasi lanjutan ini. Mulailah memetakan potensi desa yang saudara miliki, manfaatkan dana desa untuk pengembangan potensi desa tersebut agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang saudara pimpin.
   Ketiga, bermitralah dengan Badan Permusyawaratan Desa dan lembaga desa yang ada di Desa Bandung, untuk kemajuan dan pembangunan desa. Berdayakan pula Tim Penggerak PKK Desa secara maksimal, agar para perempuan di Desa Bandung dapat mengambil peran dalam setiap kebijakan pemerintah desa.
   Keempat, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi serta koordinasi dengan Camat apabila terdapat permasalahan di desa ataupun hal-hal lain yang memerlukan petunjuk lebih lanjut. Untuk itu, saya minta Camat juga bersikap terbuka dan kooperatif terhadap para kepala desa, berdiskusilah jika diperlukan, sehingga permasalahan tersebut dapat terurai. Harus disadari bersama, bahwa membangun desa sama artinya dengan membangun Jombang, dimana kunci suksesnya pembangunan terletak pada kepemimpinan yang benar-benar memahami tata kelola pemerintahan yang ada di bawahnya, sekaligus membawanya ke arah lahirnya inovasi dan kemajuan, serta kepemimpinan yang peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia di seluruh wilayah, tidak terkecuali di wilayah desa. 
   Oleh karena itu, Kepala Desa dan Perangkat Desa harus mampu memetakan potensi desa dan memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa, sehingga dapat diolah menjadi produk berkualitas, berdaya saing, dan bernilai ekonomi tinggi, yang tentu akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Mari membangun dan mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya saing, yang dimulai dari level desa melalui kecakapan dan profesionalisme kepala desa dan jajaran pemerintah desa, yang kemudian mampu mengangkat potensi desa memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
   Tidak lupa saya mengingatkan, bahwa covid-19 masih ada, karena itu kita harus senantiasa waspada dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun, terutama kita harus tetap memakai masker di ruangan tertutup. "Sekali lagi atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya sampaikan selamat dan sukses kepada Kepala Desa Bandung yang baru dilantik, selamat bertugas, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada saudara dalam menjalankan amanah sebagai Kepala Desa. Dan semoga pelantikan hari ini menjadi awal pengabdian yang tulus ikhlas bagi saudara untuk membangun dan memajukan Desa Bandung", pungkas Bupati Mundjidah Wahab Wahab.
   Hadir pada Pelantikan tersebut Perwakilan dari Forkopimda Kabupaten Jombang, Staf Ahli, Fahrudin Widodo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang, Sholahuddin HS, Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno, Kabag Hukum dan Kabag Umum, Camat Diwek dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Diwek, Kepala Desa Antar Waktu terpilih beserta istri, dan Penjabat Kepala Desa Bandung, Ketua BPD dan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Kabupaten Jombang, Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan Pengurus. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   "Meriah, Bangga, Luar Biasa" itulah yang disampaikan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab mengawali sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Kirab Drumband Jelang Pembukaan Liga Santri Piala KASAD tahun 2022 di Kabupaten Jombang, pada Minggu (19/6) sore.
   Bupati menilai antusias masyarakat Kabupaten Jombang sangat luar biasa menyambut Pembukaan Liga Santri PSSI Piala KASAD tahun 2022 yang dipusatkan kan di Kabupaten Jombang.
   "Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan seluruh masyarakat Kabupaten Jombang saya menyampaikan terimakasih, sekaligus bangga, bahagia, sungguh luar biasa. Suatu kehormatan bagi Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah pelaksanaan Pembukaan Liga Santri Piala KASAD 2022", tuturnya.
   Terlebih lagi penampilan Kirab Drumband Canka Lokananta Taruna Akmil dan SMAN 5 Taruna Brawijaya telah menghibur masyarakat Kabupaten Jombang yang menyaksikan di sepanjang jalan mulai dari Stadion Merdeka Jombang, Jl. Gus Dur, Jl. KH Wahid Hasyim hingga Alon Alon Jombang.
   Bupati Mundjidah Wahab juga menyebut bahwa Pembukaan Liga Santri PSSI Piala KASAD tahun 2022 yang akan dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E, M M, akan juga dihadiri beberapa Menteri. "Semoga seluruh persiapan hingga pelaksanaan yang telah dilaksanakan secara maksimal ini semuanya berjalan dengan lancar, cuacanya baik, dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT" doa Bupati Mundjidah Wahab yang diamini oleh seluruh yang hadir.
   Bupati berharap dengan dengan adanya Liga Santri yang ditempatkan dikota santri ini, dapat menginspirasi para orangtua bahwa para santri juga bisa masuk ke Akademi Militer", pungkasnya.
   Turut hadir menyaksikan atraksi Drumband sore itu mulai dari Danrem, Kasrem, Bupati, Wakil Bupati beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, anggota DPR-RI Komisi IV Fraksi PPP, Ema Umiyyatul Chusnah, Bupati Gunung Kidul, Forkopimda Jombang dan Kepala OPD terkait. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus Desa tahun 2022, di Ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang, dibuka langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, Selasa,14/06.
   Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan, berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh desa yaitu kewenangan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa, desa berperan dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.
   Pembangunan dari wilayah terkecil di tingkat desa ini menjadi bagian dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
   Melalui pembangunan desa yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sehingga terwujudnya ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan ketahanan lingkungan di tingkat desa.
   Ketahanan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan di tingkat desa ini menjadi landasan yang kuat dalam upaya mewujudkan “Jombang Yang Berkarakter Dan Berdaya Saing” yang merupakan tema kebijakan umum Pemerintah Kabupaten Jombang.
   Pemberian bantuan keuangan khusus bidang sarana prasarana kepada desa, menjadi salah satu upaya dari pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan pembangunan di tingkat perdesaan dengan didasarkan pada aspirasi yang diperoleh dari masyarakat untuk pembangunan di desa dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pembangunan di tingkat desa.
   Bantuan keuangan ini bersifat khusus, dalam arti peruntukan, lokasi dan besarannya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, yang diberikan untuk desa, untuk membangun infrastruktur tingkat pedesaan sesuai kewenangan desa.
   Bantuan keuangan khusus kepada desa bidang sarana dan prasarana dimaksudkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan perdesaan dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan perekonomian desa melalui pembangunan atau peningkatan infrastruktur perdesaan.
   BKK bidang sarana dan prasarana desa kepada desa ini juga bertujuan untuk mendorong pemerataan dan perkembangan wilayah dengan membuka akses hasil produksi dan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur perdesaan, meningkatkan pemberdayaan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat perdesaan, dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
   Total anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke desa tahun 2022 adalah sebesar Rp. 28.681.083.000,- (dua puluh delapan milyar enam ratus delapan puluh satu juta delapan puluh tiga ribu rupiah), yang akan diberikan kepada 130 desa, dan akan digunakan untuk 195 kegiatan pembangunan/pemeliharaan sarana prasarana desa, serta 1 kegiatan untuk pembangunan/pemeliharaan pasar desa.
   “Dengan adanya sosialisasi BKK desa ini, diharapkan kepada semua Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam penerimaan bantuan keuangan khusus kepada desa ini untuk benar-benar paham dan mengerti dengan anggaran BKK Desa yang sangat besar, sehingga dapat dikelola dengan baik, hati-hati dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar terhindar dari penyelewengan. Jangan sampai karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman kita, memunculkan permasalahan di kemudian hari,” tegas Bupati Jombang H. Mundjidah Wahab. * ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Kepala Desa (Kades) Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Juprianto, telah meresahkan warga setempat. Pasalnya, Kades Kedunglumpang tersebut kini diduga telah menjual tanah bengkok Kaur Perencanaan selama tiga tahun berturut-turut, tanpa ada musyawarah desa dan pembentukan panitia.
 Menurut beberapa warga Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada suaraharianpagi.com mengatakan,“ warga Desa Kedunglumpang saat ini telah mempersoalkan Kades Juprianto yang diduga telah menjual bengkok milik Kaur Perencanaan yang kosong, untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
   Ia juga menambahkan bahwa Bengkok Kaur Perencanaan Desa Kedunglumpang, mempunyai keluasan sebesar banon 700, bila dijual dengan harga umum, peratusnya Rp.2.000.000; per tahun, akan terkumpul uang sebesar, 7 x Rp. 2 juta = Rp. 14.000.000; jumlah yang fantastis untuk satu tahunnya. Bila tiga tahun Kaur Perencanaan Kosong, berarti Rp. 14.000.000; x 3 tahun = Rp 42.000.000; ini diduga yang menjadi alasan Kades Kedunglumpang, Juprianto, tidak mengisi kursi Kaur Perencanaan selama tiga tahun,” ujar warga dengan nada sewot.
   Masih kata warga Kedunglumpang, “selain mempertanyakan hasil penjualan bengkok Kaur Perencanaan selama tiga tahun tidak jelas keperuntukanya, ia juga mempertanyakan hasil penjualan TKD selama ini, diperuntukkan untuk apa saja, karena selama kepemimpinan Kades Juprianto dianggap kurang transparan, ada yang ditutup-tutupi, pembentukan panitia lelang TKD saja banyak perangkat yang tidak tau, tau -tau sudah ada salah satu perangkat yang ditunjuk sebagai ketua panitia, terus kapan rapatnya siapa saja yang diundang.” Tegas warga Kedunglumpang yang selalu mengikuti kepemimpinan Kades Juprianto.
   Dengan diduganya menjual tanah bengkok Kaur Perencanaan, untuk kepentingan pribadi, Kades Kedunglumpang, juga diduga tidak transparan mengelola TKD dan Pendapatan Asli Desa (PAD). Warga terus memprotes tentang jalannya Pemerintahan Desa Kedunglumpang yang dinilai tidak transparan dan ada indikasi korupsi.
   Sebagaimana yang diungkapkan warga Kedunglumpang yang tidak mau disebutkan Namanya kepada wartawan suaraharianpagi.com, bahwa di desa Kedunglumpang ada kekosongan Perangkat Kaur Perencanaan selama tiga tahun berjalan, namun Juprianto sebagai Kepala Desa tidak ada rencana mengadakan penjaringan untuk mengisinya, karena diduga Kades Juprianto punya misi untuk mengosongkan kursi Kaur Perencanaan, sehingga bengkoknya bisa dikelola sendiri dan untuk kepentingan pribadi.
   Untuk itu, dalam waktu dekat ini warga Desa Kedunglumpang akan mendatangi Balai Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, untuk menanyakan kapan diselenggarakan pengisian Kaur Perencanaan dan di kemanakan hasil penjualan bengkok Kaur Perencanaan selama tiga tahun berjalan. Selain itu kami juga akan menanyakan hasil penjualan TKD dan PAD Desa Kedunglumpang. Kami juga memohon kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar tanggap dan respon dengan carut marutnya pemerintahan Desa Kedunglumpang yang diduga ada bau busuk korupsi tanah bengkok Kaur Perencanaan dan TKD serta PAD Desa Kedunglumpang.” tegas warga dengan nada emosi.
   Sementara Kepala Desa Kedunglumpang Juprianto yang dikonfirmasi suaraharianpagi.com via ponsel membenarkan kalau ada kekosongan kursi Kaur Perencanaan selama tiga tahun berjalan, ia juga mengatakan bahwa tidak benar kalau penjualan bengkok kaur perencanaan untuk kepentingan pribadi, semua masuk PAD, dan bendahara Desa yang menerima. Ia juga mengatakan untuk penjualan TKD maupun bengkok perangkat yang kosong saya selalu membentuk panitia, semua ini untuk menghindari fitnah dari orang yang tidak bertanggung jawab. Lebih jelasnya kita bertemu saja mas, nanti akan saya jelaskan secara rinci. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Dalam rangka pelarangan truk bermuatan kategori Over Load Over Dimension (ODOL), Pemerintahaan kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berkoordinasi dengan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang dan Dishub Jombang melakukan sosialisasi dan tindakan tegas terhadap sopir angkutan besar, khususnya truk yang terbukti membawa barang bermuatan lebih.
   Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi beberapa pool truk di area ruas jalan Kabuh-Tapen dan beberapa titik area jalan raya. Sosialisasi tersebut dilakukan guna menciptakan keselamatan dan keamanan bagi pengendara, serta menjaga ketertiban lalu lintas di wilayah Kabupaten Jombang.
   Saat diwawancarai Kepala Dinas PUPR Bayu Pancoro Adi melalui kabid Binamarga Agung Setiadji menuturkan, truk bermuatan berlebih sangat tidak disarankan untuk beroperasi di jalan raya karena dapat mengancam keselamatan bagi pengendara lain dan orang banyak apa lagi diruas jalan Kabuh, Tapen, tujuan dari sosialisasi ini untuk menciptakan keamanan keselamatan, ketertiban, kelancaran berlalulintas serta meminimalisir kerusakan jalan yang kian parah.
   “Sosialisasi dan penertiban harus senantiasa dilakukan, khususnya oleh pihak kepolisian karena dapat berdampak baik seperti mengurangi resiko kecelakaan, mencegah kerusakan jalan yang makin parah dan menjaga keselamatan bagi pengguna jalan lainnya, kita juga memasang drum di masing-masing ujung ruas jalan” ujar Agung.
   Masih menurut Agung mengatakan, sosialisasi dan himbauan yang diberikan oleh petugas kepolisian kepada sopir truk akan sangat berdampak baik, khususnya bagi pengguna sepeda motor. Sebagai pengendara sepeda motor, dirinya mengaku was-was ketika berada di belakang truk muatan berlebih.
   “Seharusnya para supir truk dapat mempunyai rasa kepedulian antar sesama pengguna jalan, serta membawa muatan senormalnya saja. Jika dalam keadaan darurat dan terdesak, maka supir tersebut wajib membagi barang muatan ke truk lainnya sehingga tidak membawa barang bermuatan lebih,” pungkasnya. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Bagian Kesra menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Insentif Guru Ngaji Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ)T ahun Anggaran 2022 di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa, (7/6) pagi.
   Pada sosialisasi yang dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ini bertujuan untuk memberi pengarahan tentang hal teknis tata cara pemberkasan untuk pencairan bantuan dan tata cara mengisi buku kegiatan sebagai bukti telah melaksanakan tugas sebagai guru TPQ.
   Hadir pada sosialisasi tersebut 900 lebih para guru ngaji /ustadz/ustadzah dari TPQ se-Kabupaten Jombang. Kegiatan ini terbagi dalam empat gelombang pertemuan mengingat jumlah guru TPQ yang begitu banyak mulai (7/6) dan (8/6) di Pendopo Pemkab Jombang.
   Drs. Purwanto, MKP, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah lembaga TPQ di Kabupaten Jombang yang terverifikasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan berhak menerima insentif tahun anggaran 2022 ini adalah sebanyak 1.881 (seribu delapan ratus delapan puluh satu) lembaga TPQ.
   Masing-masing lembaga TPQ akan diberikan insentif kepada 3 orang guru TPQ, maka total yang mendapat insentif adalah sebanyak 5.643 (lima ribu enam ratus empat puluh tiga) orang guru TPQ se-Kabupaten Jombang. Insentif yang akan di terima sebesar Rp. 600.000 per tahun yang akan diberikan dalam 2 tahap. Untuk pencairan tahap pertama diperkirakan pada Juli 2022.
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada guru ngaji /ustadz/ustadzah dari TPQ se-Kabupaten Jombang atas eksistensi dan kontribusinya dalam peningkatan pendidikan yang mengedepankan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia seorang hamba kepada Alloh SWT.
   "Terimakasih para guru ngaji atas kontribusi positif dalam pembangunan manusia sebagai pribadi atau warga masyarakat dengan membangun karakter masyarakat lewat pendidikan agama. Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemkab Jombang kepada para guru Ngaji TPQ yang telah berjuang untuk membentuk generasi yang qurani, untuk mendukung terwujudnya visi Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   "Kami berupaya agar setiap tahun anggaran, dapat mengalokasikan bantuan ini dan tidak tertutup kemungkinan untuk ditambah jumlahnya, namun dengan mempertimbangkan skala prioritas pembangunan bidang keagamaan secara keseluruhan maupun akselerasi pembangunan pada bidang dan sektor lainnya", tambah Bupati Mundjidah Wahab.
   "Walaupun besarnya mungkin sangat tidak sebanding dengan kerja keras dan amal bhakti Bapak Ibu guru ngaji TPQ selama ini. Namun, bantuan insentif guru TPQ ini hendaknya dapat dimaknai sebagai sebuah kepedulian dan perhatian Pemerintah Daerah untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan non formal di Kabupaten Jombang, khususnya pendidikan baca tulis Al Qur'an dan keagamaan yang dilaksanakan oleh TPQ, baik yang dikelola secara pribadi/ perorangan, kelompok pengajian maupun yayasan secara tradisional maupun modern", tandasnya.
   "Insentif ini saya rasa belum dapat menjangkau semua guru TPQ, karena satu lembaga kadang ada yang gurunya 4 sampai 5 orang. Secara teknis penjenengan akan mendapatkan sosialisasinya. Kemampuan anggaran kita masih seperti itu, semoga tahun berikutnya bisa dinaikkan ", tutur Bupati Mundjidah Wahab diamini para guru TPQ yang hadir.
   Pada kesempatan tersebut para Guru TPQ menerima materi sosialisasi terkait Insentif Guru Ngaji TPQ yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra, Jumadi. Materi dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang tentang perlindungan kerja, serta materi dari Bank Jombang. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
      Stadion Merdeka Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang ditunjuk KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., sebagai tuan rumah Pembukaan Liga Santri PSSI 2022 pada 20 Juni mendatang terus berbenah dalam tahap finishing.
  Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Piek Budyakto meninjau langsung stadion Merdeka yang ada di Jl. Hayam Wuruk No. 6 Candi Mulyo Jombang tersebut. Selain untuk melihat fisik lapangan juga memantau dan memberikan arahan Gladi Kader, yang tengah mencoba latihan Demonstrasi Drumband dan Kolone Senjata, senin (6/6)
  Demonstrasi Drumband yang menjadi rangkaian persiapan Pembukaan Liga Santri tersebut dibawakan oleh SMA Taruna Kodam V Brawijaya, sedangkan Kolone Senapan dari Raider 500. 
   Rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan gladi secara keseluruhan yang akan di pantau langsung oleh Pangdam V/Brawijaya.
     Sementara itu, dihari yang sama Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Sumrambah, Forkopimda Kabupaten Jombang, Sekdakab Jombang Agus Purnomo dan Kepala OPD terkait usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jombang juga langsung meninjau lokasi Stadion Merdeka Jombang.
       Bupati Mundjidah Wahab berharap dengan persiapan yang optimal, diharapkan pelaksanaan Pembukaan Liga Santri PSSI 2022 di Kabupaten Jombang dapat berjalan sesuai rencana dan sukses. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
 Sumrambah Wakil Bupati Jombang dan Forkompimda, serta Para Staf Ahli, Asisten dan Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual di Ruang Media Center Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Rabu (1/6) pagi.
   Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini yang mengangkat tema besar "Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia", berjalan tertib dan khidmat. Secara virtual peserta Upacara mengikuti dan mendengarkan mendengarkan ucapan Presiden RI, Joko Widodo dalam upacara yang dilaksanakan di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur.
   Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam bicaranya mengajak semua anak bangsa untuk membumikan Pancasila sebagai dasar negara, serta mengaktualisasikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
   "Pancasila telah menjadi bintang penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian, dan ini telah dibuktikan berkali-kali dalam perjalanan sejarah bangsa bahwa bangsa kita tetap berdiri kokoh menjadi negara yang kuat karena kita berlandaskan Pancasila," tutur Presiden Jokowi.
   Presiden juga mengingatkan agar bangsa Indonesia benar-benar mengamalkan Pancasila dan memperjuangkannya, serta mengimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan untuk menciptakan negara yang aman damai dan tentram.
   "Inilah tugas kita bersama, tugas seluruh komponen bangsa menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang dirasakan dan dirasakannya, serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh tumpahan darah Indonesia," pungkasnya. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
 Pemerintah Kabupaten Jombang, mengucapkan selamat kepada Misbakhul Arifin sebagai Kepala Desa antar waktu Desa Sentul. Pelantikan ini berdasarkan keputusan Bupati Jombang nomor : 188.4.45/170/415.10.1.3/2022 tanggal 23 mei 2022 tentang pengangkatan Kepala Desa antar waktu Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, dimana dalam SK pengangkatan tersebut dinyatakan bahwa bapak Misbakhul Arifin akan menjalankan tugas sebagai Kepala Desa antar waktu Desa Sentul sampai dengan tanggal 5 Desember 2025.
   Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan terima kasih yang setulus-setulusnya dan memberikan apresiasi kepada Pejabat Kepala Desa sentul, dan ketua tim penggerak PKK Desa Sentul atas jasa dan kiprahnya dalam membangun Desa selama memangku nakhoda Desa. Kami meyakini tanpa peran aktif semua pihak yang bersinergi dalam memangku amanah pemerintahan desa, berbagai aktifitas pembangunan dan kemasyarakatan tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik. Semoga segala upaya yang saudara-saudara dharmabhaktikan menjadi amal ibadah di sisi allah swt.
   Tak lupa, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh panitia Pilkades antar waktu, aparat keamanan, komponen masyarakat, dan juga semua pihak yang telah menjalankan Pemilihan Kepala Desa antar waktu melalui mekanisme musyawarah Desa yang digelar pada tanggal 12 april 2022 lalu dengan mekanisme yang sesuai dengan peraturan, serta telah ikut menciptakan suasana yang damai dan kondusif dalam mensukseskan pilkades pengganti antar waktu hingga tiba masa pelantikan ini. Dimana pilkades paw tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan covid-19.
   Perlu diketahui bahwa Pemilihan Kepala Desa antar waktu diselenggarakan untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa dan melanjutkan tugas memimpin roda pemerintahan desa. Pilkades paw mempunyai mekanisme yang berbeda dengan pemilihan Kepala Desa pada umumnya, bedanya tidak semua warga desa dapat memilih calon Kepala Desa namun hanya diwakili beberapa pemilih dari perwakilan masyarakat, unsur perangkat desa, hingga tokoh masyarakat dan pemuda.
   Kepala desa yang dilantik harus memahami serta menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) atas jabatan yang telah diemban. Laksanakan amanah ini dengan baik guna mewujudkan masyarakat sejahtera dan bahagia. Lanjutkan pemerintahan desa dan tunjukkan kinerja yang akuntabel, segera pahami situasi, kondisi, potensi, problematika serta aspirasi yang terjadi di masyarakat, tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta selalu kedepankan budaya kebersamaan dan terbuka dalam bekerja dan melayani masyarakat.

Kami berharap kepada Kepala Desa terpilih, agar mampu menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab akan tugas dan fungsinya yang mengutamakan kepentingan rakyat, juga dapat bersinergi dengan pemerintah daerah demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
   Seorang kepala desa harus memiliki jiwa Enterpreneurship dan Kreatifitas, sehingga dapat membawa kemajuan bagi desanya. Kepala desa beserta jajaran perangkat desa merupakan pelayan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan kemasyarakatan.
   Tugas tersebut tentunya bukanlah tugas yang ringan, tetapi memerlukan kerja keras untuk dapat terus menjaga dan membangun semangat kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk dengan BPD. Kepala desa yang baru juga diharapkan untuk terus menjalin komunikasi dan membangun sinergitas yang baik sesama Kepala Desa dengan pemerintah Kecamatan serta para tokoh masyarakat, BPD dan seluruh elemen yang ada agar dapat membangun desa sentul menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
   Disamping itu, dalam membangun sinergitas kerja, maka prinsip-prinsip kerja yaitu lapor ke atas, koordinasi ke samping dan instruksi ke bawah harus dijalankan. Dan yang paling utama jalankan semua tugas pemerintahan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
   Saya juga mengingatkan, bahwa terpilihnya saudara dalam pilkades antar waktu yang lalu, bukanlah kemenangan pribadi atau golongan, tetapi harus dimaknai sebagai kemenangan bersama atau kemenangan seluruh komponen masyarakat desa. Untuk itu, Kepala Desa harus mampu merangkul dan mengayomi seluruh masyarakat. Semua adalah warga masyarakat yang berhak mendapat pelayanan yang sama dengan sebaik-baiknya.
   Kepada seluruh elemen masyarakat Desa Sentul, saya meminta, agar bisa saling bekerjasama, mendukung dan memberikan kepercayaan kepada Kades terlantik untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, sehingga berbagai program kerjanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dalam melanjutkan pencapaian visi dan misi pembangunan Desa Sentul.
   Diera keterbukaan informasi, bukan hanya aparatur pemerintahan yang harus terbuka dan transparan, tetapi masyarakat pun semakin cerdas dan kritis dalam mengakses informasi publik. Saya berpesan kepada Kepala Desa terpilih agar menggaungkan dan menorehkan satu komitmen untuk mengaktualisasi transparansi pemerintahan desa, transparansi tata kelola anggaran, dan transparansi pengelolaan potensi desa termasuk di dalamnya sumber daya manusia.
   Saya berpesan agar kehadiran pak Misbakhul Arifin sebagai Kades Sentul yang baru harus bisa menghadirkan warna perubahan yang positif bagi desanya, pastikan layanan masyarakatnya berjalan baik dengan didukung kebijakan publiknya yang unggul, termasuk layanan administrasinya yang harus lebih cepat, lebih mudah, terbuka dan ramah kepada setiap warga. Saya minta tidak boleh ada pungutan liar di luar ketentuan peraturan desa atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan untuk mewujudkan ini, kuncinya hanya satu, yaitu Integritas.
   Integritas adalah ruh dari reformasi birokrasi Pemerintahan Desa sekaligus semangat dalam membangun budaya baik dan transparan di masyarakat. Sederhananya, integritas ini bisa diukur dari keberanian untuk tidak menerima sumbangan atas layanan yang seharusnya diberikan gratis, sekalipun itu sukarela.
   Sekali lagi atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya sampaikan selamat dan sukses kepada Kepala Desa Sentul yang baru dilantik, selamat bekerja”, semoga pelantikan hari ini menjadi titik awal pengabdian yang tulus ikhlas bagi saudara untuk membangun Desa Sentul, dan menjadi ladang ibadah serta keberkahan. *ryan





Jombang - suaraharianpagi.com
   Tetaplah pakai masker selama berada di lingkungan rumah sakit baik di area tertutup, seperti di ruang poli klinik, ruang perawatan, ruang rapat maupun di ruang terbuka, seperti di ruang tunggu poli, ruang tunggu obat, karena area tersebut merupakan area padat orang, tempat orang sakit berkunjung dan banyak populasi rentan”.
   Demikian pesan yang disampaikan Dokter Tri Putri Yuniarti (59 tahun), Spesialis Patologi Klinik RSUD Jombang, saat berbicang dalam Humas RSUD Jombang menyapa, Jum'at.
   Dialog yang dipandu Giannita Prayoga itu mengambil tema “Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Pengendalian Infeksi Penyakit Menular”.
   Topik bahasan ini menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dengan Pemerintah memberikan kelonggaran dalam pemakaian masker. Masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan atau tempat terbuka yang tidak padat orang.
   Disampaikan oleh Presiden, masker agar tetap dipakai pada kondisi: berkegiatan di ruang tertutup, saat berada ditranportasi publik, bagi populasi rentan (seperti lansia, memiliki penyakit komorbid, ibu hamil, anak yang belum divaksin), juga bagi mereka yang bergejala (seperti batuk, pilek, demam).
   Presiden juga menyampaikan pelaku perjalanan dalam negeri atau luar negeri yang sudah di vaksin lengkap, tidak perlu pemeriksaan PCR atau antigen.
   Menyikapi perihal tersebut, dokter spesialis patologi klinik RSUD Jombang dari Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) di Rumah Sakit, Tri Putri Yuniarti menyampaikan himbauan, agar pernyataan Presiden dimaksud tidak serta merta harus bebas tidak memakai masker, akan tetapi masyarakat bisa menyesesuaikan apabila personal berada di lingkup rumah sakit.
   Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Univeritas Airlangga (Unair) Surabaya tahun 1988 ini, di rumah sakit merupakan area publik yang rentan terhadap penularan segala macam penyakit, mengingat orang datang ke rumah sakit mayoritas dalam kondisi sakit.
   Untuk itu, bagi keluarga pengantar, tenaga medis dan orang yang berkepentingan di rumah sakit wajib tetap menggunakan masker. Karena siapapun bisa tertular dan menularkan penyakit.
   “Infeksi atau penularan penyakit bisa terjadi pada siapapun,” tandasnya. Kendati pandemi Covid-19 belakangan ini cenderung melandai. Hasil PCR klinis laboratorium RSUD Jombang beberapa waktu ini kondisi penyebaran Covid-19 di lingkup Kabupaten Jombang menurun hingga 95%.
   “Hasil ini memberi indikasi tingkat penyebaran atau penularan virus covid sudah tidak membahayakan bagi masyarakat. Meski demikian, kita tetap harus waspada, tetap menggunakan masker dalam aktifitas sehari-hari,” tuturnya.
   Alumnus FK Unair yang pernah bertugas di Papua selama 4 tahun ini juga menyampaikan cara menggunakan masker yang benar, cara melakukan bersin yang benar dan etika batuk yang santun.
   Tujuan pemakaian masker untuk mencegah penularan virus dan melindungi diri dari orang lain. Menurutnya, masker harus menutup mulut, hidung dan dagu. Pastikan bagian masker yang berwarna berada di sebelah depan.
   “Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung Anda, dan tarik kebelakang di bagian bawah dagu. Lepaskan masker yang telah digunakan dengan hanya memegang tali dan langsung buang ke tempat sampah tertutup,” pesan dokter yang sudah bertugas di RSUD sejak 2001.
   "Biar bersih, ganti masker Anda secara rutin apabila kotor atau basah. Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yang telah digunakan ketempat sampah," imbuh dokter yang memiliki dua putra ini.
   Masker KN95 dan N95 untuk tindakan aerosol tidak dilapisi masker medis dan sekali pakai. Tidak direkomendasikan menggunakan masker yang ada valve (sirkulasi udara), tidak dibenarkan mengenakan masker hanya menempel di dagu, leher maupun di kepala.
   Pada kesempatan tersebut dokter spesialis patologi klinis ini juga menyampaikan cara cuci tangan yang benar. Mengingat tangan merupakan perantara penularan bakteri potogen dari pelayanan Kesehatan yang paling besar, dari pasien maupun dari petugas kesehatan setelah menjalankan aktifitas tindakan medis.
   Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting jikalau tangan terlihat kotor atau setelah terpapar cairan tubuh. Menggosok tangan dengan handrub berbahan alkohol adalah metode rutin yang lebih disukai untuk kebersihan tangan jikalau tangan tidak terlihat kotor.
   Etika batuk. Batuk merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Sedangkan bersin merupakan cara tubuh mengeluarkan udara semi otonom yang terjadi dengan keras melalui hidung dan mulut.
   Enam hal yang harus diperhatikan saat batuk dan bersin, untuk mencegah penyakit secara luas lewat udara bebas dan menghindari rasa tidak nyaman bagi orang lain. 1) Saat batuk atau bersin tutup mulut dan hidung dengan tisu, 2) jika tidak ada tisu gunakan lengan atau siku bagian dalam 3) buang tisu bekas batuk dan bersin langsung ketempat sampah 4) jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah bersin 5) jikalau sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol atau hand sanitizer.
   Jadi upaya pencegahan dan pengendalian infeksi adalah bagaimana peran aktif kita, dalam aktifitas sehari-hari harus tetap memperhatikan atau mengikuti protokol kesehatan Covid-19, karena hingga kini WHO belum mencabut status pandemi Covid-19.
   Ada empat sebab infeksi, yakni oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. Apabila terkena gejala gangguan kesehatan jangan segan datang ke Poliklinik di RSUD Jombang, setiap hari kerja siap melayani pemeriksaan,” tutup dr Tri Putri Yuniarti. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Alumni SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, angkatan 1983 mengadakan halal bihalal sekaligus reuni di Desa Bungkur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu 22 Mei 2022. Ketua pelaksana Halal Bihalal dan reuni M. Soberi, mengatakan acara ini kembali diselenggarakan setelah 2 kali tidak terselenggara karena Pandemi Covid-19. Disamping itu acara ini diselenggarakan untuk mengabsen teman-teman seangkatan apa masih hidup, sehat, dan sejahtera.
   Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 40 orang alumni dari berbagai perwakilan daerah dan profesi diantaranya Bekasi, Surabaya, Purwokerto, Kediri, Jombang dan Nganjuk. "Forum ini menjadi forum untuk saling memaafkan diantara para alumni untuk lebih mengakrabkan dalam persaudaraan serta kebersamaan," katanya. Salah satu alumni IPS 1, Paijo Notopawiro yang berprofesi sebagai Jurnalis senior, menuturkan dengan menyatukan kembali teman, saudara yang terpisah diharapkan bisa terjalin lagi silaturahmi menjadi lebih kuat, lebih erat dan lebih semangat. Disamping itu, silaturahmi menjadi momentum untuk evaluasi diri kita masing-masing.
   "Melalui tahapan siklus manusia, dari awal ketika masih anak-anak kita lemah, tumbuh dan berkembang menjadi muda, kita kuat dan sekarang sesudah melalui usia 60 tahun kita pada posisi yang kembali lemah. Untuk itu kita harus mampu menjaga jiwa dan raga kita untuk tetap kuat dengan banyak-banyak bersyukur dan sabar serta tetap menjaga kesehatan," ungkapnya.
   Kedepan forum silaturahmi perlu diagendakan baik jangka pendek dan jangka panjang dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya menunggu momen Hari Raya Idul Fitri. Kita juga mengharapkan bagi teman-teman Angkatan 1983 yang merasa belum bergabung dengan forum Silaturahmi Angakat 1983 agar segera merapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah berjalan.
   Diforum silaturahmi 1983 tidak ada istilah pangkat dan jabatan, maupun harta kekayaan, yang ada kebersamaan dan persaudaraan, mengenang masa susah pada saat sekolah dulu dan mengevaluasi sisa hidup kita. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, ST, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan normalisasi oleh tim Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang di sungai Afvour Mekikis, Di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dalam rangka mencegah dan mengantisipasi bencana banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
 Ditambahkan, kegiatan normalisasi ini bertujuan untuk menormalkan kembali alur sungai Afvour Mekikis, yang mengalami pendangkalan karena sedimentasi sehingga hal ini menyebabkan kapasitas sungai menjadi berkurang, yang menyebabkan jika curah hujan tinggi terjadi di daerah hulu maka air sungai sering meluap dan menyebabkan banjir di desa Brangkal dan sekitarnya.
 "Dengan dilakukan kegiatan normalisasi diharapkan mampu mengembalikan kapasitas sungai ke kondisi semula agar banjir yang selama ini terjadi di sungai Afvour Mekikis dapat dicegah dan dikurangi," kata Sultoni, ST,. kepada suaraharianpagi.com beberapa hari yang lalu.    
   Masih kata Sultoni, " dengan kegiatan tersebut kami harapkan dapat membantu penyelesaian masalah banjir di desa Brangkal dan sekitarnya yang sering terjadi setiap tahunnya, disamping itu kondisi sungai memang sudah banyak mengalami sedimentasi sehingga kebutuhan normalisasi sungai ini memang sudah sangat mendesak, kami harapkan masyarakat desa Brangkal dan sekitarnya bisa mendukung penuh pelaksanaan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di kemudian hari," pungkas Sultoni, ST. *ryan.




Jombang - suaraharianpagi.com
 Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2022, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1443, untuk itu di Kabupaten Jombang baru dapat dilaksanakan pada Jumat (13/5) pagi, bertempat dilapangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
    Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab selaku Inspektur upacara dalam sambutannya mengatakan bahwa Peringatan hari Pendidikan Nasional yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1443 Hijriyah hendaknya dapat dijadikan momentum terus memupuk semangat menjadi pemimpin masa pemulihan pandemi dan menjadi penggerak untuk merdeka belajar serta memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa - siswi di Kabupaten Jombang.
   “Atas nama pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama kepada Ibu dan Bapak Pendidik dan Tenaga Kependidikan di semua jenjang, para pegiat Paud, pegiat literasi, para tokoh agama, wartawan dan kontributor pendidik lainnya, yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   "Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2022. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan Pendidikan dan memajukan Kebudayaan Indonesia", tandas Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
   Menurut Bupati, dalam semangat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 yang mengusung tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar” di seluruh Indonesia, patut di syukuri dan menjadi kebanggaan bersama. “Momen tahun ini dengan berbagai tantangan situasi dan kondisi covid 19, serta bencana sosial lainnya, kita semua tetap berkomitmen untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional dalam berbagai agenda kegiatan yang tengah dijalankan di wilayah/ sekolah masing- masing. Aneka agenda yang dijalankan adalah suatu bentuk pemulihan serta langkah maju untuk mensuksekan merdeka belajar yang diikuti berbagai dimensi profil pelajar Pancasila”, ungkap Bupati Mundjidah Wahab.
   Tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini menginspirasi berbagai komponen untuk kembali melakukan pemulihan dan restorasi secara khusus dalam bidang pendidikan. “Maka dari itu mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momen kita merefleksikan diri untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan bergerak bersama untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia”, tandas Bupati.
   Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2022 ini, Bupati didampingi wakil Bupati, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemenang Lomba Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Kabupaten Jombang yang berhasil meraih Juara 1. Diantaranya Guru PAUD/PNF, Fitalia SPd dari TK Negeri Pembina Jombang; KS Paud/PNF Sih Maryati, S.Pd dari SPS Nur Amin Ridwan Perak; Sri Ani Setiowati, S.Pd Guru SDN Sukorejo 5 Perak; Sujono, S.Pd Kepala Sekolah SDN Rejoagung Ploso; Yosefin Margareta, S.Pd dari SMPN 1 Jombang; Heni Wahyudi S.Pd., M.Pd SMPN 1 Wonosalam; Pengawas TK Emiyati, SPd wilker Perak; Pengawas SD Ali Murtadlo, M.Pd wilker Bareng; Pengawas SMP Ahmad Taufik, M.Pd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang; Penilik Muzan Dahluil Nikmah, S.Pd Wilker Jombang; Pamong Belajar Yuan Dara Megasari, SPd dari SKB Gudo.
   Upacara dihadiri Wakil Bupati serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jombang; Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang, dan Kepala OPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ketua Organisasi Wanita, Kepala Sekolah dan Guru se-Kabupaten Jombang; siswa-siswi SMA dan Madrasah Aliyah.
   Selaku Perwira Upacara Moch. Agus Djauhari, S.Sos, MSi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Jombang. Pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945/Faizal Ariawan, S.STP Sekretaris Kecamatan Gudo. Pengibar Bendera, M.Eryk Arif, S.STP, MM Sekretaris Kecamatan Peterongan, M. Satria Agung SIP, MKP Sekretaris Kecamatan Bareng, Doni Ardiansyah, S.STP, MM Sekretaris Kecamatan Ngoro, pembaca do'a dari pejabat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jombang, yang mengiringi jalannya upacara satu unit korps music Pemkab Jombang. Dan seluruh rangkaian upacara tersebut dibawah satu komando dengan komandan upacara Anjik Eko Saputro, SH, MSi, Camat Kabuh. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com 
   Penandatanganan Perjanjian Kerja (PK) dan Penyerahan SK PPPK Guru Tahap II telah dilaksanakan di ruang Bung Tomo Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada Selasa (10/5)
   Penyerahan SK dan Penandatanganan Perjanjian Kerja yang dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab tersebut juga disaksikan oleh Wakil Bupati Jombang; Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.
   Masih dalam suasana Syawal, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab atas nama pemerintah Kabupaten Jombang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.
   "Seiring dengan momen meraih kemenangan Idul Fitri, Bapak / Ibu juga telah meraih kemenangan dalam kompetisi seleksi pengadaan ASN khususnya kategori P3K guru. Sudah selayaknya saudara bersyukur atas keberhasilan yang akhirnya pada hari ini selain menerima SK pengangkatan sebagai P3K guru lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang juga menandatangani perjanjian kerja,"tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Bupati berharap para Guru PPPK lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya, sehingga anak didik tetap mendapatkan ilmu tanpa terkendala pandemi.
   "Patuhilah peraturan perundang-undangan, tunjukkan dedikasi dan integritas yang tinggi. Milikilah rasa kebanggaan dalam mengemban tanggung jawab, tumbuhkanlah sikap disiplin, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan, karena saya tidak segan-segan untuk menjatuhi hukuman kepada para ASN yang tidak disiplin, menentang aturan dan bekerja tidak sesuai ketentuan perundang-undangan", tandas Bupati Mundjidah Wahab.
   Dengan adanya proses regenerasi tenaga pendidik di Kabupaten Jombang, Bupati Mundjidah Wahab yakin kemajuan SDM terpelajar yang mendorong terwujudnya Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing.
   "Karena dengan ilmu kita berjalan menuju kemuliaan, barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dia berilmu", tambahnya.
   "Sekali lagi saya ucapkan selamat bergabung dalam Korps ASN Kabupaten Jombang. Selamat bekerja, dan jadikan perubahan status menjadi ASN sebagai pemantik semangat untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya", pungkas Bupati Jombang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di kantor Koperasi Kopi Wonosalam, didesa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur (Jatim), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, melepas ekspor perdana Kopi Wonosalam pada Selasa (10/5) siang.
   Secara simbolis ekspor perdana kopi Wonosalam ke Malaysia ditandai dengan penandatanganan kontrak pengiriman Kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia antara Direktur Rubath Kopi Jombang Bapak Wignyo Susandi dengan Direktur PT. Indo Samudra Ekspor Yohanes Putra Kusuma yang disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur serta Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang dilanjutkan dengan prosesi pecah kendi sebelum memberangkatkan Kopi yang akan diekspor.
   Ekspor Kopi Exselsa Wonosalam ini merupakan keberhasilan Asosiasi Petani Kopi Wonosalam dalam mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian khususnya di Jawa Timur. Pada tahun 2022 ini dilepas untuk kebutuhan ekspor beberapa komoditas perkebunan salah satunya kopi excelsa Wonosalam sebanyak 12 ton.
   Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan supportnya juga semangat yang luarbiasa dari pegiat kopi yang telah berhasil menembus pasar ekspor.
   "Kami berharap semoga ekspor perdana kopi Wonosalam ini akan terus berlanjut dimasa mendatang, sehingga nantinya dapat memberikan dampak positif pada nilai jual dan nilai tambah kopi Wonosalam, dan juga meningkatkan kesejahteraan secara langsung maupun tidak langsung bagi petani kopi Wonosalam, yang kedepannya dapat memberi dampak positif bagi pembangunan serta perekonomian Kabupaten Jombang", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi semangat anak muda pegiat kopi di Wonosalam Kabupaten Jombang. "Ada doa kita untuk panjenengan semua dari desa untuk dunia dari desa dengan profit kota dan profit dunia ini, satu obsesi cita-cita yang luar biasa kita semua hadir mendoakan semoga lancar sukses, untuk seluruh petani kopi yang ada di sini", doa Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengawali sambutannya.
   Disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa jikalau kopi yang sukses menembus pasar adalah excelsa Wonosalam, agregator kopi di sini bisa membangun koneksitas dengan yang sekarang sedang dibudidayakan lebih luas lagi yang ada di Madiun. Tempatnya masuk karena di lereng Wilis juga Ijen. Kalau marketnya dapat kemudian jejaring produsen juga dapat, saya rasa akan lebih cepat lagi untuk menembus ke negara-negara tujuan karena memang jumlah excelsa seluruh dunia hanya 7% artinya ini market yang menurut saya sangat besar sekali jikalau kita punya potensi yang besar pula," tandas Khofifah Indar Parawansa.
   Hadir mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada acara tersebut Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, Asisten, Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang, Direktur Rubath Kopi Jombang, Camat Wonosalam dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Wonosalam. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (28/04) pagi, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab Disertai Wakil Bupati, Sumrambah, Sekretaris Daerah, Agus Purnomo, Asisten dan Staf Ahli serta Kepala OPD terkait Pemkab Jombang menggelar Konferensi Pers. Kepada Insan Pers / para Wartawan Jombang, baik media cetak maupun media online Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 dan 3 Mei 2022 sebagai hari libur nasional Idul Fitri 1443 Hijriyah.
   Cuti bersama dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah yang jatuh pada 29 April dan 4-6 Mei 2022, hal itu berdasarkan pada keputusan Presiden tentang cuti bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara tahun 2022.
   Bupati berharap cuti bersama dapat digunakan untuk bersilaturahmi dengan orang tua, dengan keluarga dan handai taulan di kampung halaman. "Namun perlu tetap saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai. Kita semua harus selalu waspada dengan cara tetap menjalankan Protokol Kesehatan", tuturnya.
   Sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi bahwa pada Idul Fitri tahun 2022 ini masyarakat Indonesia diperbolehkan untuk mudik, dengan syarat sudah dua kali vaksin dan satu kali vaksin booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang tepat.
   Karena itu, bagi masyarakat Jombang yang belum mendapatkan vaksin booster, bersegeralah melengkapi dengan vaksin booster, tambah Bupati Mundjidah Wahab. Disampaikan juga oleh Bupati Mundjidah Wahab data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, terkait capaian vaksinasi di Jombang sampai dengan tanggal 27 April 2022 pukul 18.00, adalah sebagai berikut : Dosis pertama sebanyak 93,91 persen (957,778 orang), dosis kedua sebanyak 77,67 persen (792.205 orang), dosis ketiga sebanyak 14,27 persen (145.578 orang).
   Pemerintah juga membolehkan kegiatan halal bihalal atau silaturahmi pada acara Idul Fitri tahun ini. Kegiatan halal bihalal disesuaikan dengan tingkat daerah Kabupaten/Kota yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3, level 2, dan level 1 corona virus disease 2019.
   "Alhamdulillah, berdasarkan Inmendagri nomor 22 tahun 2022 tentang pemberlakuan penerapan kegiatan masyarakat level 3, level 2, dan level 1 corona virus disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, yang mulai tanggal 19 April sampai dengan tanggal 9 Mei 2022, disebutkan bahwa Kabupaten Jombang masuk dalam PPKM level 2", ungkap Bupati Mundjidah Wahab.
   Pemerintah telah menerbitkan aturan kegiatan halal bihalal yang disesuaikan dengan tingkat pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) suatu daerah. Pelaksanaan halal bihalal pada perayaan Idul Fitri tahun 1443 Hijriah/2022. Yang telah ditetapkan oleh Mendagri pada 22 April 2022.
   Berikut ketentuan halal bihalal menurut tingkat PPKM Daerah:
Level 3 : Maksimal jumlah tamu hadir 50 persen
Level 2 : Maksimal jumlah tamu hadir 75 persen
level 1 : Tamu hadir boleh 100 persen untuk kegiatan halal bihalal dengan jumlah tamu di atas 100 orang, tidak diperbolehkan makanan/minuman disajikan di tempat atau prasmanan. Makanan/minuman harus disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang. Acara makan-makan ramai yang menyebabkan para tamu membuka masker juga harus dihindari karena rawan menularkan virus.
   "Namun demikian, karena masih dalam situasi pandemi covid-19, masyarakat yang mengikuti kegiatan halal bihalal diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena perlu kita ingat ada masa transisi yang harus disikapi dengan hati-hati sebelum covid-19 dinyatakan sebagai endemi," terang Bupati Mundjidah Wahab.
   "Akhirnya saya mengucapkan selamat selamat mudik bagi yang akan melaksanakan mudik, hati-hati dan selalu patuhi peraturan lalu lintas selama perjalanan, serta disiplin protokol kesehatan. Serta Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah kepada semua masyarakat Jombang, Minal 'aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin", pungkas Bupati Mundjidah Wahab. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Meskipun kurang beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 H, pembangunan beberapa insfrastuktur terutama akses jalan utama yang ada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipercepat. Hal tersebut dilakukan untuk meberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, yang pulang kekampung halaman, ataupun yang hanya melintasi kawasan Kabupaten Jombang.
   Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalalui Kabid Sarana dan Prasarana jalan Agung, mengatakan “Pemkab telah mengambil kebijakan percepatan penyelesaian infrastruktur menjelang Lebaran ini, dan beberapa proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan langsung menjadi prioritas penyelesaian.”
   "Jalan-jalan yang banyak dilewati publik, seperti jalan penghubung antar Kabupaten, jalan poros antar Kecamatan dan jalan Desa yang dikerjakan Dinas PUPR Jombang diprioritaskan untuk segera diselesaikan. Termasuk jalan akses ke tempat wisata religius" kata Agung, kepada suaraharianpagi.com. (27/4).
   Selain itu akses menuju lokasi wisata relegius menjadi perhatian Agung karena pihaknya mengantisipasi membanjir-nya wisatawan yang akan berlibur ke Kabupaten Jombang, karena libur Lebaran tahun 2022 ini cukup panjang.” tegas Agung.
   Masih kata Agung, “Dinas PUPR Kabupaten Jombang, selain mempercepat beberapa proyek jalan, ruas jalan Cukir – Mojowarno adalah salah satu ruas jalan yang digunakan sebagai jalur alternatif mudik, yaitu jalur dari Mojoagung ke Kediri, Pare dan Malang. Untuk menyikapi hal tersebut Dinas PUPR Kabupaten Jombang melakukan percepatan pemeliharaan Jalan di ruas jalan tersebut dengan material aspal hotmix.
   “Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan menutup lubang yang ada pada permukaan jalan agar meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, "Ruas ruas jalan ini jadi perhatian utama karena yang paling sering dilewati pengendara baik roda dua atau roda empat ke beberapa daerah seperti ke Pare, Kediri dan Malang,” pungkas Agung. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur. Sebagaimana Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/146/KPTS/013/2022 Tentang Pemenang Penghargaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Jombang menerima Penghargaan kategori “Kabupaten dengan Perencanaan dan Pencapaian Terbaik III” se Jawa Timur.
   Penghargaan diterima langsung oleh Sumrambah, Wakil Bupati Jombang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Deputi Pemantauan, Evaluasi dan pengendalian Pembangunan Bappenas RI, Dr. Ir. Taufik Hanafi, M. UP pada agenda Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2023, yang diselenggarakan pada Selasa, (19/4/2022), di Hotel Shangri-La, Surabaya.
   Penghargaan ini sebagai upaya mendorong Pemerintah Daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan. Selain itu juga untuk mendorong integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara perencanaan pusat dan daerah. Mendorong Pemerintah Daerah untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien serta berinovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
   Wakil Bupati Jombang Sumrambah, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian prestasi hasil kinerja kolektif seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang, seluruh elemen masyarakat dan Pemerintahan Desa.
   “Alhamdulillah, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas capaian penghargaan ini, semoga apresiasi ini semakin memotivasi kita semua, seluruh aparatur Pemerintah Daerah, baik eksekutif legislative, seluruh elemen masyarakat dan Pemerintahan Desa agar semakin fokus dalam proses perencanaan pembangunan. Kedepan,perencanaan harus berorientasi kepada hasil yaitu pencapaian target target pembangunan yang menjadi prioritas daerah”, tutur Wabup Sumrambah.
   Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Jombang Danang Praptoko juga menambahkan, kedepan Prioritas Daerah diharapkan dapat digambarkan dalam bentuk Indikator Kinerja Daerah. “Artinya semua program dan kegiatan OPD harus mendukung tercapainya Indikator Kinerja Daerah”, pungkas Danang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Dinas Perumahan dan Pemukiman (PERKIM) mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), berdasarkan surat pemberitahuan dari Kementrian PUPR terkait hasil seleksi akhir tenaga pendamping dari Kementrian PUPR Dirjen Perumahan, Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Jawa IV.
   Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Perumahan Setiawan menjelaskan, bahwa pelaksanaan pembekalan awal kepada Tenaga Fasilitator Lapangan BSPS Provinsi Jawa Timur TA. 2022, dilakukan pada hari Senin, 14 Maret 2022 di Ruang Aula Dinas Perkim.
   Ditambahkan, Pembekalan dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan BSPS yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang di Tahun Anggaran 2022. Pemerintah Kabupaten Jombang mendapatkan alokasi bantuan dari kementrian untuk tahap 1 sebanyak 30 unit rumah, sementara tahap 3 mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 1083 unit rumah yang akan dilaksanakan perbaikan atau peningkatan kwalitasnya yang tersebar di 13 Kecamatan dan 53 Desa di Kabupaten Jombang.
   Setelah dilakukan pembekalan, diharapkan Tim Pendamping bisa segera melaksanakan pekerjaan tahap awal yaitu verifikasi lapangan ke calon penerima bantuan (CPB) di masing-masing desa yang mendapatkan bantuan BSPS. Ditahap 3 ini Tim Pendamping yang ditugasi oleh kementrian sebanyak 1 orang Koordinator Kabupaten, 2 orang Asisten Koordinator Kabupaten dan 27 orang Tim Fasilitator Lapangan.
   “Target pelaksanaan perbaikan/peningkatan kwalitas rumah tidak layak huni dari kementrian PUPR selama 4 bulan. Untuk anggaran selama pelaksanaan kegiatan ada dikementrian PUPR, Kabupaten Jombang hanya memfasiltasi kegiatan tersebut," pungkas Setiawan, panggilan sehari-hari Kabid Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Jombang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com 
   Bukan hal baru, minimnya informasi keterbukaan publik yang dilakukan oleh oknum kontraktor terkait pengerjaan proyek yang didanai oleh negara dapat memicu terjadinya kerugian Negara. Ini terbukti dengan banyaknya proyek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidak memasang papan nama proyek.
   Padahal sesuai aturan, papan nama proyek wajib dipasang oleh kontraktor yang mengerjakan, karena penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat, baik nilai kontrak maupun volume pekerjaan.
   Diantara proyek yang saat ini banyak menuai sorotan dari masyarakat karena tidak memasang papan nama tersebut yaitu proyek rehabilitasi irigasi yang ada di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, milik SDA Kediri.
   Proyek yang berada di sebelah Gudang Tembakau ini, tahap pengerjaannya sudah berjalan sekitar 50%. Akan tetapi sampai saat ini pihak kontraktor yang mengerjakan belum juga memasang papan nama proyek. Sehingga proyek rehabilitasi irigasi dari Dinas Pengairan SDA Kabupaten Kediri, tidak jelas nilai kontrak dan volume proyek yang dikerjakan, karena tidak adanya papan nama proyek yang menjelaskan terkait proyek tersebut.
   Yang lebih parah lagi proyek yang berlokasi di sebelah Gudang Tembakau, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dikerjakan asal jadi, karena untuk penyaduran semennya dilakukan secara manual, tidak memakai mesin penyadur seperti Molen, disamping itu juga tidak jelas komposisi campuran adonan semen dengan pasirnya. Bisa saja satu sak semen disadur dengan pasir satu kol L300. Yang kualitas sadurannya sangat rendah sekali. Sehingga bangunan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama dan akan cepat rusak.
   Hasil konfirmasi yang dilakukan oleh suaraharianpagi.com kepada salah satu pekerjanya yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut milik Dinas Pengairan SDA Kediri, di kerjakan oleh Kontraktor Pak Atim atau Pak Joko, ada dua titik atau lokasi, sebelah Timur dan sebelah Barat Gudang Tembakau. Nilainya tidak tau apalagi volume pekerjaan saya hanya seorang pekerja biasa.” Tegas pekerja kepada suaraharianpagi.com.
   Sementara hasil pantauan dilapangan oleh suaraharianpagi.com, menunjukkan proyek rehabilitasi irigasi milik SDA Kediri, sudah berjalan sekitar 50%, sampai berita ini ditayangkan belum ada papan Nama Proyek yang menunjukan berapa besar anggarannya dan berapa banyak volume pekerjaannya, ada dugaan bahwa proyek tersebut proyek fiktip.
   Warga yang tingal disekitar pekerjaan tersebut mengaharapkan pihak APH (Aparat Penegak Hukum) segera mengusut pekerjaan yang berada di desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang diduga proyek fiktip, yang tidak memasang papan nama proyek yang menunjukkan besaran anggaran dan volume pekerjaan, disamping itu sudah dua kali ini proyek Irigasi dari SDA Kediri, di desa Sembung selalu tidak memasang papan nama proyek tahun 2021 juga tidak memasang papan nama proyek sekarang juga sama, yang tahun 2021 lokasinya juga tidak jauh dengan lokasi pekerjaan sekarang.” Tegas warga sembung yang tinggal tidak jauh dari lokasi pekerjaan. *ryan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget