Articles by "Jombang"


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Jombang yang tergabung dalam Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) hari ini menghadiri pengukuhkan Pengurus PAPDESI Kabupaten Jombang masa bakti 2020-2025 yang dikukuhkan oleh DPD PAPDESI Jawa Timur dan disaksikan secara langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, di Pendopo Pemkab Jombang.

   Ucapan selamat disampaikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab atas terbentuknya dan dikukuhkannya pengurus DPC PAPDESI Kabupaten Jombang, yang dinahkodai oleh Drs. H. Fathur Rohman Kepala Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro.

   “Dengan dikukuhkannya pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPDESI ini nantinya diharapkan dapat melaksanakan tugas yang sudah diamanatkan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ungkap Bupati Mundjidah Wahab.

   PAPDESI ini merupakan wadah bagi seluruh aparatur pemerintahan desa utamanya kepala desa dalam upaya penyamaan persepsi dan penyelarasan langkah untuk pembangunan desa.

   "PAPDESI adalah penyambung komunikasi antara desa, daerah, provinsi hingga pusat tentu saja untuk kepentingan desa, juga masyarakat Kabupaten Jombang", tutur Hj.Mundjidah Wahab.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala Desa se-Kabupaten Jombang yang sangat kompak penuh kebersamaan untuk ikut mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

   Bupati Jombang juga berharap jalinan komunikasi antara PAPDESI dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Jombang dapat terjalin dengan baik, saling bersinergi  agar suasana desa menjadi aman, tentram, sehingga pembangunan desa dapat berjalan dengan baik, masyarakat sejahtera.

   "Apalagi disituasi pandemi Covid-19 ini mari kita bergerak bersama melawan Corona bersama-sama dengan masyarakat, sehingga seluruh desa di Kabupaten Jombang menjadi desa yang tangguh, masyarakatnya juga tangguh, semuanya  bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku", tandas Mundjidah Wahab yang didampingi Sekdakab Jombang Dr. Akh. Jazuli.

   Disinggung juga oleh Bupati Jombang terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan segera dilakukan validasi verifikasi. Untuk itu Bupati Jombang mengajak Kepala Desa untuk bersinergi bekerja bersama sama.

   Mengakhiri sambutannya Bupati Jombang meminta kepada para Kepala Desa se-Kabupaten Jombang Makin Solid, Guyub Rukun, Bersinergi Untuk Negeri,” pungkasnya.

   Sementara Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Jombang Fathur Rohman menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak dan terlaksananya Pengukuhan PAPDESI Kabupaten Jombang.

   Dirinya berharap semoga didalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Jombang ini  bersama  sama dengan seluruh pengurus dapat mewujudkan Kebersamaan dan Kemandirian Kepala Desa diseluruh Kabupaten Jombang dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang guna Mewujudkan Masyarakat Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

   Fathur Rohman mengaku bahwa oleh DPD PAPDESI Jawa Timur pada tanggal 11 September 2020, dirinya diberikan kesempatan membentuk kepengurusan. "Dan Alhamdulillah tepat pada tanggal 10/10/2020 lahirlah PAPDESI Kabupaten Jombang", tandasnya

   Ketua DPP PAPDESI Hj. Wargiyati SE, yang hadir bersama jajaran pengurus menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan DPC PAPDESI Kabupaten Jombang. "Semoga DPC PAPDESI Kabupaten Jombang mampu mewujudkan desanya menjadi desa yang makmur, mandiri, sejahtera dan bermartabat.

   Diingatkannya pula bahwa tujuan Organisasi ini adalah untuk mempermudah Komunikasi para Kepala Desa dengan Kepala Daerah baik ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

   Dalam prosesi pengukuhan yang disaksikan oleh Bupati Jombang tersebut juga dilakukan Pengucapan Janji Bakti Pengurus PAPDESI Kabupaten Jombang. Penyerahan Pataka Panji Kebesaran PAPDESI dari Ketua Umum DPP PAPDESI kepada Ketua DPC PAPDESI Jombang dilanjutkan dengan penyematan Pin PAPDESI, *ryan

 Jombang - suaraharianpagi.com

   Miris melihat kondisi Proyek jalan rabat beton didusun Kedunglumpang. RT. 01, 02, 03. RW 02, 03. Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2020 sebesar Rp. 230.899.000,- baru beberapa Minggu selesai dikerjakan, sudah rusak parah.

   Dari pantauan dilapangan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang tersebut, sudah banyak mengalami keretakan disepajang jalan. Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.

   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, hanya hitungan Minggu, jalan sudah rusak, retak - retak disana sini.

Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan Minggu sudah retak retak Kata beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com (18/11).

   Masih kata warga dusun Kedunglumpang, menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, bisa jadi campuran beton tidak bagus, Hal itu terlihat jelas permukaan jalan baru hitungan Minggu sudah  banyak yang retak.

Jalan rabat beton yang baru 1 minggu sudah banyak tambalan

   Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat menggantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar. Tegas warga dengan nada emosi.

   Perlu diketahui bahwa jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang kondisinya sudah banyak yang retak-retak tersebut anggaranya dari silpa Dana Desa (DD) tahun 2019. Di kerjakan tahun 2020, karena pada tahun 2019 ada Pemilihan Kepala Desa oleh mantan Kepala desa yang lama Asan Basron, jalan tersebut dengan Panjang 340 meter, Lebar 3.40 meter, Tebal 20 cm, dianggarkan sebesar Rp. 300.000.000; berdasarkan RAB tahun 2019.

   Sementara oleh Kepala Desa yang baru, Juprianto, anggaran silpa tahun 2019 dimasukan ke pendapatan Desa Kedunglumpang dan dibuatkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) tahun 2020, dengan volume pekerjaan. Panjang 340 meter, Lebar. 3,40 meter, dan Tebal 15 cm, dengan anggaran sebesar Rp. 230.899.000;. Ada perbedaan ketebalan dan selisih anggaran. RAB tahun 2019 dengan Tebal 0,20 m, anggaranya Rp. 300.000.000; sementara RAB tahun 2020. Tebal 0,15 m, anggaranya Rp. 230.899.000;

   Ada selisih anggaran kurang lebih Rp. 70.000.000,- yang sekarang dipertanyakan warga Desa Kedunglumpang. jangan jangan selisih anggaran tersebut di duga dibuat bancaan Kepala Desa yang baru“ ujar warga Kedunglumpang kepada suaraharianpagi.com. 18/11, di lokasi pekerjaan.

   Ia juga mengatakan bahwa saat perubahan RAB, Kepala Desa Juprianto tidak penah mengadakan musyawarah desa, lembaga yang ada di desa Kedunglumpang ditilap, tahu- tahu RAB sudah jadi dan dikerjakan bulan ini,” tegas salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

      Menurut tokoh warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang, baru dibangun sekitar tanggal 9 November 2020 sudah rusak dan retak- retak.

   “Saya heran kok hasil pekerjaanya seperti ini, baru sekitar dua Minggu yang lalu dikerjakan sudah banyak retak-retak. Kok beda dengan jalan rabat beton yang ada di desa lain. Di desa lain bagus-bagus, kok di Desa Kedunglumpang baru beberapa Minggu sudah retak - retak katanya, saat ditemui di lokasi proyek jalan rabat beton, kebetulan dia tinggal disekitar jalan rabat beton.

   Kepala Desa Kedunglumpang, Juprianto, saat dimintai konfirmasi dikantornya mengatakan “bahwa pekerjaan rabat beton tersebut sudah sesuai RAB nya, untuk K saya beli Jayamix K 250 karena jalan kampung, anggaran tahun 2020. Ia juga membenarkan bahwa anggaranya bersumber dari silpa tahun 2019 tapi sudah masuk pendapatan desa tahun 2020. Untuk pembuatan RAB Tahun 2020 saya juga sudah melakukan musyawarah desa yang dihadiri tokoh masyarakat dan lembaga yang ada didesa. Saya juga sudah pesan ke TPK agar mengerjakan pekerjaan sesuai dengan RAB nya. Ia juga membenarkan kalau betonya pesan dari pabrik.” Tegas Juprianto kepada suaraharianpagi.com. 18/11.

Kerusakan jalan di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung ini, menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tidak diproses hukum, oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Jombang. Meski banyak proyek Dana Desa yang menyimpang dari RAB nya maupun dikerjakan asal-asalan, maka dari itu warga Kedunglumpang meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penyimpangan yang dilakukan Kepala Desa Kedunglumpang saat mengerjakan rabat beton tahun 2020. *ryan


 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Bertempat di Gedung Grahadi Surabaya, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menerima Piagam Penghargaan hasil capaian kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri RI.

   Dari 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur, Kabupaten Jombang berada di peringkat 5 dengan nilai 3.4617 dengan status Kinerja Sangat Tinggi  untuk hasil LPPD  Tahun 2018 yang merupakan EKPPD tahun 2019 .

   Piagam Penghargaan LPPD diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Prestasi ini menjadi kado bagi Pemerintah Kabupaten Jombang jelang HUT ke-110 tahun pada 21 Oktober mendatang. Adapun skor yang diraih yakni sebesar 3.4617 sehingga Jombang berhak atas predikat sebagai Kabupaten dengan status kinerja Sangat Tinggi.

   Adapun penilaian dilakukan dengan menggunakan Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk setiap pengukuran, baik dalam hal tataran pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan serta pelaksanaan urusan pemerintahan yang nantinya menghasilkan peringkat kinerja daerah secara nasional.

   "Alhamdulillah, apresiasi dan penghargaan ini menunjukkan kinerja Pemerintah Kabupaten Jombang bersama jajarannya selama ini telah berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab", tutur Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

   “Penghargaan ini bukti apresiasi dari hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang. Terimakasih kepada seluruh ASN serta dukungan seluruh elemen masyarakat yang berhasil mempertahankan kinerja terbaiknya dalam melayani masyarakat dengan semangat prima,” ungkap Hj. Mundjidah Wahab. Bupati Jombang berharap kinerja yang baik ini terus dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan dalam rangka mewujudkan Jombang "Yang Berkarakter dan Berdaya Saing ".

   "Perkuat sinergitas untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, kompeten, profesional, partisipatoris dan berorientasi pada pelayanan prima. Saya ingin Jombang Kota Santri ini bisa menjadi role model penyelenggaraan pemerintahan yang cepat, transparan, akuntable, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada publik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku” imbuhnya.

   Sementara itu, kabupaten/kota di Jatim juga turut meraih diantaranya peringkat I diraih oleh Kabupaten Banyuwangi yang juga meraih predikat I tingkat nasional. Sedangkan peringkat II diraih Kab. Sidoarjo, peringkat III diraih Kab. Pasuruan, Peringkat IV Kabupaten Trenggalek dan peringkat V - Kabupaten Jombang, *ryan.

Jombang - suaraharianpagi.com

   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengukuhkan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kepala Desa (AKD)  Kabupaten Jombang periode 2020 -2025 yang di Ketuai oleh H. Warsubi SH, MSi  berdasarkan Keputusan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah AKD Jawa Timur, tanggal  21 Oktober 20 Nomor 19/AKD-35/2020 .

   Pengukuhan DPD AKD Kabupaten Jombang terbilang istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Ke 75, Hari Jadi  Pemerintahan Kabupaten Jombang ke 110 tahun dan Hari Santri Nasional.  Acara yang digelar di Pendopo Pemkab Jombang ini dihadiri Ketua DPRD, Forkopimda Kabupaten Jombang dan OPD terkait.

   Pengukuhan yang diawali dengan pembacaan SK Pengurus Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Jombang oleh Ketua DPW AKD Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan pengambilan sumpah , penyerahan pataka dan pengukuhan oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ditandai dengan penyematan pin juga penandatangan Berita Acara Pengukuhan tersebut berjalan dengan lancar dan tetap melaksanakan protokol Kesehatan.

   H. Warsubi SH, MSi Ketua DPD AKD Kabupaten Jombang  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon dukungan semua pihak untuk melaksanakan  amanah yang diberikan kepada pengurus DPD AKD Jombang didalam membawa kemajuan,  kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa di Kabupaten Jombang  kedepan  agar menjadi desa yang mandiri dan sejahtera.

   Warsubi juga mengajak seluruh jajaran pengurus serta seluruh kepala Desa se Kabupaten Jombang untuk menjaga persatuan dan kesatuan guyub rukun membangun desa, bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Jombang untuk mendukung mewujudkan visi Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing .

   “Dalam waktu dekat AKD akan secara intensif beraudiensi dengan Bupati, Forkopimda untuk dapat menyatukan program program desa dengan sebaik baiknya, sehingga kita dapat  mengelola desa dengan akuntable, profesional sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku”, tutur Warsubi. 

   Mengakhiri sambutannya Warsubi berpantun “Dari Sabang sampai Merauke, Dari Jakarta ke Maluku. Mari berjuang bersama AKD, Kepala Desa di Kabupaten Jombang pasti bersatu”, pungkas Warsubi disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

   Sementara H. Munawar DPW AKD Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya juga berharap kepada DPD AKD Kabupaten Jombang senantiasa Guyub Rukun Membangun Desanya. “Kalau Kepala Desanya Rukun, mengayomi dan selalu membina masyarakatnya, pasti demikian sebaliknya masyarakatnya juga akan ikut guyub rukun mendukung pembangunan didesanya. 

   Kepada Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Munawar Ketua DPW AKD Provinsi Jawa Timur berharap untuk sabar menghadapi para Kepala Desa dengan berbagai ragam karakter.  Dia mengistilahkan bahwa AKD ini ibarat anak bagi Kabupaten. “Oleh karenanya anak ya harus manut kepada orang tuanya. Semoga dapat terbangun Saling Asah Asih Asuh, perkuat guyub rukunnya untuk membangun desa, bersatu padu memikirkan Jombang kedepan yang lebih baik sesuai harapan masyarakat”, tuturnya.

   Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ucapan selamat Kepada DPD AKD Kabupaten Jombang yang baru di kukuhkan.    “Semoga ini mendapatkan barokahnya Hari Santri, barokahnya Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jombang juga Hari Jadi Provinsi, karena seluruh jajaran Forkopimda turut menyaksikan semua pengukuhan ini”, tutur Bupati mengawali sambutannya.

   Bupati berharap AKD menjadi wadah untuk saling sharing antar Kepala Desa se Kabupaten Jombang untuk membahas segala persoalan dimasing masing desa , sehingga menghasilkan solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat umum.  “Layani masayarakat dengan hati, setulus hati dan jangan sesuka hati “, tuturnya.

   Bupati perempuan pertama di kabupaten Jombang ini juga mengajak AKD untuk membangun kebersamaan, kerukunan, kegotongroyongan sehingga tercipta sinergitas. ”Kembangkan inovasi guna mengoptimalkan pembangunan desa dengan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Bumdes. Mari kita bersama sama membantu pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Jombang”, pungkas  Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.*ryan

 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Perkembangan Jasa Konstruksi di Indonesia berkembang cukup pesat. Tingkat kebutuhan akan tempat tinggal, sarana prasarana, serta fasilitas umum sangat tinggi, seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Untuk memenuhi akan kebutuhan tersebut, maka perlu dilakukan pembuatan rancangan yang rinci dan pasti sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Di samping itu, perlu diperhatikan tata letak, rancangan, metode konstruksi, taksiran biaya serta mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan, termasuk gambar rencana dan spesifikasi sampai dengan perlengkapan dokumen tender.

   Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya dalam urusan Jasa Konstruksi berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan untuk memberikan arah dan pertumbuhan jasa konstruksi sehingga tercipta struktur usaha yang kokoh, handal, berdaya saing tinggi dan hasil  konstruksi yang berkualitas.

   Disamping itu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi secara khusus mengatur tentang usaha jasa konstruksi yang meliputi : Penyelenggaraan pelatihan tenaga terampil konstruksi;  Penyelenggaraan system informasi jasa konstruksi cakupan Daerah Kabupaten/Kota,  Penerbitan izin usaha jasa konstruksi nasional (non kecil dan kecil) ; dan pengawasan tertib usaha,  tertib penyelenggaraan dan tertib pemanfaatan jasa konstruksi.

   Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Jombang sebagai salah satu instansi di Pemerintahan Kabupaten Jombang yang melayani kegiatan dalam penerbitan Rekomendasi IUJK Badan Usaha juga mempunyai kegiatan sosialisasi dan fasilitasi berupa pelatihan tenaga terampil konstruksi di Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini ditujukan kepada Pengguna dan Penyedia Jasa Konstruksi di Kabupaten Jombang.

   Sesuai dengan SOP yang berlaku rekomendasi IUJK Badan Usaha dapat diambil maksimal 5 hari kerja bila persyaratan lengkap. Kemudian rekomendasi akan dikirimkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Jombang untuk mengaktifkan IUJK yang biasa disebut pemenuhan komitmen Badan Usaha.

   Berikut ini dokumentasi beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Jombang khususnya Seksi Bina Konstruksi Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi berupa kegiatan survei Rekomendasi IUJK dan survey tertib administrasi jasa konstruksi yang dilaksanakan secara berkala, Sosialisasi Implementasi Permen PUPR  Nomor 22/PTR/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 September 2010 dan Bimbingan Teknis SMKK yang telah dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 16 Oktober 2020 secara daring yang diikuti oleh beberapa Instansi dan Penyedia Jasa Konstruksi, *ryan

 

 

 

 

                             Keterangan Foto: Sebagian kecil dari 40 kwitansi yang dimiliki korban 

Jombang - Suaraharianpagi.com

   Sedikitnya ada empat puluh (40) orang warga Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang memiliki kwitantasi atas penyetoran sejumlah uang kepada mantan Sekdes desa Gadingmangu, Choliluh Uzair, yang sekarang dimutasi di kantor Kecamatan Perak sebagai staf Kasi Pemerintahan, untuk  pengurusan sertifikat tanah, diduga tertipu dan digelapan uangnya. Pasalnya janji pengurusan sertifikat tanah tersebut sampai hari ini tidak ada kejelasan.

Sudah hampir 4 tahun lebih, mulai dari tahun 2016 kami mnyetorkan sejumlah uang kepada Choliluh Uzair untuk pengurusan sertifikat tanah, tapi sampai hari ini tidak jelas jluntrungnya. Setiap kali ditanyakan jawabanya selalu berbelit belit, katanya baru diproses-lah, petugas BPN yang dititipi meninggal lah, banyak lagi alibi yang disampaikan, padahal sudah 4 tahun lebih kami membayar uang pengurusan sertifikat tanah tersebut, ungkap beberapa warga Desa Gadingmangu yang tidak mau namanya disebutkan sambil menunjukan kwitansi pembayaran yang di tanda tangani mantan Sekdes Desa Gadingmangu Choliluh Uzair, kepada Suaraharianpagi.com (14/11).

   Menurutnya, tidak hanya warga tani biasa yang merasa dipermainkan oleh mantan sekdes Choliluh Uzair, tapi salah satu adik dari tokoh masyarakat Desa Gadingmangu yang menyerahkan pengurusan pensertifikatan tanahnya kepada Uzair juga belum selesai.

Untuk biaya pengurusan para warga sudah membayar Rp 6,5 juta Rp 8 juta  perbidang, tinggal melihat keluasannya, kepada Choliluh Uzair, mantan sekdes desa Gadingmangu. Tapi sayangnya sampai hari ini warga tidak mendapatkan sertifikat katanya.

   Masih kata warga Gandingmangu yang menjadi korban pengurusan sertifikat tanah oleh mantan sekdesnya Choliluh Uzair, ia mengatakan bahwa banyak warga setempat yang menjadi korban dan dugaan penipuan yang dilalukan oleh Choliluh Uzair dengan modus pengurusan sertifikat, cuman warga sudah malas karena setiap kali ditanyakan di rumah, rumahnya selalu tertutup rapat-rapat, ketika bertemu selalu berbelit dengan seribu alasan, apa lagi sekarang sudah pindah kantor di Kecamatan Perak, sudah tidak mungkin lagi kita bisa menemukan Choliluh yang mantan sekdes tersebut,” tegas warga Gadingmangu dengan nada setengah putus asa.

   Sekdes desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Choliluh Uzair, ketika di konfirmasi awak media di Kantor barunya di Kecamatan perak tidak ada ditempat, ketika dikontak lewat ponselnya ia katakan, “jangan sekarang saya masih sibuk mengikuti ujian di Kabupaten, tanpat menyebut ujian apa dimasud di Kabupaten,” lalu ditutup.

   Sementara Plt. Camat Perak, Nurdin, saat dikonfirmasi via ponselnya, mengatakan saya belum bisa melangkah terkait kasusnya Choliluh Uzair, karena belum ada warga Gadingmangu yang melapor kekecamatan, saya baru dengar dari awak media, tapi dengan adanya informasi ini, coba kita hari senin ketemu di kantor Kecamatan, duduk bareng, kita akan panggil Choliluh Uzair, biar jelas duduk permasalahanya, tegas Plt. Camat Perak, Nurdin, menjanjikan depada awak media. *ryan


Jombang - suaraharianpagi.com

   Closeing Ceremony rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 sekaligus menjadi agenda Penyerahan Beasiswa Jombang Berprestasi bagi mahasiswa yang kurang mampu dari Baznas Kabupaten Jombang telah dilaksanakan di Gedung Bung Tomo kantor Pemkab Jombang, Kamis siang.

   Acara yang rencananya dihadiri Bupati Jombang ini, diwakili oleh Drs. Anwar MKP Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang hadir bersama perwakilan dari Forkopimda, Kabag Kesra, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat, perwakilan dari organisasi wanita.

   Didin Ahmad Sholahudin Ketua Baznas Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa agenda "Merajut Mimpi Meraih Prestasi" Penyerahan Beasiswa hari ini sekaligus menjadi agenda penutupan seluruh rangkaian event Hari Santri 2020. " Ada 32 kegiatan disepanjang peringatan Hari Santri 2020, dan 21 kegiatan pendukung seperti Diklat, Bedah Kitab dan yang lainnya, dalam pelaksanaannya tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid19 ditengah pandemi ini. Alhamdulillah, semuanya berjalan sukses berkat dukungan, kerjasama dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Jombang” ungkapnya.

   "Terimakasih kepada Ibu Bupati Jombang  atas support dan dukungannya sehingga terwujud juga Lukisan Kolosal yang dikerjakan 22 pelukis dari Komunitas Pelukis Jombang yang panjangnya 10 meter yang  mulai dikerjakan pada 20 Oktober 2020. Semoga sumbangsih ini menginspirasi bisa menjadi penanda 22/10/2020 sebagai Hari Santri dan lukisan ini bisa dirawat dengan sebagaimana mestinya", tutur Didin Ahmad Sholahudin

   Sedangkan untuk Beasiswa Jombang Berprestasi diungkapkan oleh Didin Ahmad Sholahudin Ketua Baznas bahwa begitu pendaftaran dibuka, mahasiswa yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa sebanyak 524 orang. Selanjutnya secara selektif tim seleksi berhasil memilih 35 orang. Mereka melalui berbagai tes termasuk psikotes, baca tulis Al-Qur'an, interview, hingga verifikasi faktual dirumah pemohon tersebut. "Akhirnya ada 3 orang yang dicoret karena ternyata dari keluarga mampu," ungkapnya.

   "Mereka akan menerima uang kuliah tunggal yang nilainya kisaran 5 juta rupiah tiap semester plus uang saku 750 ribu perbulan sampai lulus." Baznas Kabupaten Jombang ingin memberikan harapan atas keraguan anak-anak yang ingin dapat meraih cita citanya namun terganjal finansial. Kita ingin menunjukkan kepada orangtuanya bahwa mereka adalah anak-anak yang berprestasi yang layak menerima beasiswa", tambahnya.

   "Semoga niatan baik ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk bersama sama membantu mewujudkan cita-cita anak-anak kita yang bertalenta, namun tidak memiliki biaya. Semoga ikhtiar kami ini diberikan petunjuk oleh Alloh SWT", harapnya.

   Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Anwar dalam sambutannya mewakili Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus apresiasi kepada Baznas Kabupaten Jombang, yang telah menyerahkan beasiswa prestasi bagi 9 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

   Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah untuk para peserta lomba yang dilaksanakan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) yaitu kepada juara Photography Contest 2020, juara Video Pendek, juara Essay, juara lomba Diba’ Fatayat, juara lomba Diba’ Fatayat kategori umum, juara lomba Diba’ Fatayat kategori khusus.

   Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Penyerahan Lukisan Pahlawan dari para pelukis kepada Bupati Jombang yang diwakili Asisten Pemerintahan. Penyerahan piagam kepada Pelopor, Penggerak dan Pelukis dalam rangkaian Hari Santri Nasional.

   “Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap pengurus Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Jombang yang telah bekerja secara optimal, bersih, amanah dan profesional serta dapat membuat program program unggulan sehingga menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyampaikan terimakasih atas suksesnya rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional, kita juga akan merawat hasil karya 22 pelukis dari Komunitas Pelukis Jombang telah mempersembahkan Lukisan Kolosal",  tutur Anwar Asisten Pemerintahan.

   Pemerintah Kabupaten Jombang juga telah mengajak kepada seluruh OPD dan badan usaha lainnya untuk dapat menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya ke Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Jombang, karena atas zakat, infaq dan sedekah yang disalurkan nantinya dapat disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan. Kepada seluruh muzakki di Kabupaten Jombang.

   "Kepada masyarakat yang telah menyerahkan kewajiban zakatnya kami ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan mendapat pahala dari Allah SWT, rezekinya selalu dilipat gandakan oleh Allah SWT, amin yararabbal ‘alamin", tuturnya.

   "Saya berharap pengurus Baznas di Kabupaten Jombang, agar dapat lebih bersemangat lagi, agar kekuatan pemberdayaan zakat infaq shodaqoh, bisa menjadi sebuah urat nadi baru untuk menyelenggarakan proses percepatan perbaikan masalah keumatan. Saya yakin ke depan efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan dana Baznas di kabupaten Jombang kedepan jauh lebih baik. Bahwa koordinasi dan sinkronisasi antara Baznas dan Pemerintah Daerah harus terus dilakukan. Baznas terus melakukan terobosan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat", pungkasnya. *ryan


 


Jombang – suaraharianpagi.com

   Prestasi cemerlang ditunjukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  Enggal Makmur, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang – Jawa Timur, meraih penghargaan juara Satu di Bidang Social Media and Digital Marketing  dalam acara BUMDes Award 2020.

Agenda ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS.

   Penyerahan penghargaan BUMDes Award 2020 PKKPBI ITS diserahkan langsung oleh Wagub Jatim Emil Dardak didampingi Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mochamad Ashari.

   Ketua BUMDes Enggal Makmur,  Haris Sakti Handono Spd, mengatakan BUMDes Enggal Makmur bergerak di bidang Pertanian, pengembangan bibit dan pangan, BUMDes Enggal Makmur punya rumah pangan, semua dimasukan dalam aplikasi meskipun aplikasinya masih sederhana banget, masih berbentuk web, belum aplikasi berbasis android karena biayanya mahal,” papar Haris kepada suaraharianpagi.com.(12/11).

   Masih Kata Haris, “kita bisa beli bibit lewat online, maupun datang langsung, plus beli beberapa sembako, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan produk-produk UMKM Mojowarno yang dipasarkan di webnya BUMDes Enggal Makmur. karena disana ada rumah pangan, meskipun secara bisik rumah pangan baru akan dibangun tahun depan. Saya sangat senang sekali BUMDes Enggal Makmur mendapatkan juara satu dibidang Social Media and Digital Marketing, meskipun usianya dibilang masih dini di bawah kepimpinan saya.” kata Hari dengan nada rendah ahati.

   Dia berharap penghargaan tersebut menjadi langkah awal untuk melangkah maju ke depan. “Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi langkah baik untuk dapat lebih maju, dan bisa menjadi motivasi serta inspirasi BUMDes yang lain di Kabupaten Jombang. Sehingga, masing – masing BUMDes bisa dan mampu mengembangkan ekonomi lokal, yang sudah barang tentu mampu meningkatkan kesejateraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di desanya. Haris juga mengatakan setelah mendapatkan juara ini BUMDes Enggal Makmur akan mendapatkan, pelatihan, pendidikan dan pendampingan selam lima tahun dari ITS Surabaya, untuk tahap berikutnya karena kita bergerak dibidang pertanian dan pangan yang membutuhkan modal banyak, kita juga akan dibantu dengan permodalanya,” tegas Haris.

   Sementara Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan Pelatihan Masyarakat, Andre, yang mewakili Kepala Dinas DPMD Kabupaten Jombang. membenarkan BUMDes Enggal Makmur, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang telah mendapatkan Juara Satu di bidang Social Media and Digital Marketing. Ia juga membenarkan bahwa BUMDes Enggal Makmur bergerak di Bidang Pertanian, pengembangan bibit dan pangan. Semua kegiatan tersebut di pasarkan lewat aplikasi webnya BUMDes Enggal Makmur, itu yang mejadikan BUMDes Enggal Makmur, Desa Mojowarno, masuk nominasi dan menjadi Juara Satu di Bidang Social Media and Digital Marketing Award 2020, se- Jawa Timur.” Tegas Andre selaku Pembina dari DPMD Kab. Jombang kepada suaraharianpagi.com (12/11).

Sekadar diketahui, BUMDes Award 2020 PKKPBI ITS dengan beberapa kategori, di antaranya adalah Social Media and Digital Marketing Award, Prolitable Achievment Award, Produc Innovation Award, Community Development and Engagement Award, Good Corporate Governance Award. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com                                                                                                                   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Forkopimda, mengikuti Agenda Upacara Ziarah Nasional yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf Tatok Budiono (Danramil 12/Kesamben) sebagai Komandan Upacara. Sedangkan Penjaga Tugu Serda Sutrisno (Ramil 06/Ploso); Serda Jumadi (Ramil 07/Kabuh). Sedangkan Pembawa karangan bunga Koptu Wire Santane (Ramil 14/Ngoro); Praka Choirul imam (Ramil 11/Sumobito). Upacara Ziarah Nasional yang digelar secara terbatas di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Jombang.

   Selain Bupati Jombang, juga tampak Kapolres, AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, Dandim 0814,  Letkol Inf Triyono, Perwakilan dari Satradar 222, perwakilan dari Pengadilan Negeri, Sekdakab Jombang, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD. Selain itu, diikuti 1 regu Korsik Pemkab Jombang,  regu Kodim 0814/Jombang, 1 regu Satradar 222 Kabuh dan 1regu Polres Jombang.

   Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto mengatakan Upacara dan Ziarah Nasional Peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya karena masih pandemi Covid-19 sehingga diperingati secara sederhana dan undangan terbatas.

   Upacara dan Ziarah ke Makam Pahlawan merupakan bentuk rasa cinta terhadap tanah air dan sebagai wujud penghargaan serta penghormatan terhadap jasa para Pahlawan yang telah gugur dalam merebut serta mempertahankan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

   “Peringatan Upacara Hari Pahlawan ini, diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia. Subtansi peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari hari,” paparnya.

   Usai upacara Bupati Jombang bersama Forkopimda melakukan doa dan tabur bunga di makam Bupati Pertama Jombang periode 1910-1930, RAA Soeroadiningrat dan Bupati kedua 1930-1946, RAA Setjoadiningrat.

   Ziarah Nasional juga dilakukan di makam Pahlawan Nasional Al Maghfurllah KH. Wahab Chasbullah di Makam PP Tambakberas. Tidak hanya itu, Bupati bersama Forkopimda juga melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Hadratus Syekh KH.Hasyim Asy'ari dan KH. Wahid Hasyim di Komples Makam di PP Tebuireng, yang juga terdapat Makam KH.Abdurahman Wahid atau Gu Dur Presiden RI ke 4.

Di Tebuireng Bupati Jombang disambut salah satu pengasuh PP Tebuireng yakni KH. Lukman Hakim yang sekaligus memimpin doa bersama. Kemudian Bupati Mundjidah Wahab menaburkan Bunga di Makam Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari yang diikuti jajaran Forkopimda.

   Selanjutnya, rangkaian acara Hari Pahlawan diakhiri dengan bersilaturahmi dengan para pejuang Veteran di Pendopo Pemkab Jombang. Bupati bersama Forkopimda pada kesempatan tersebut menyerahan tali asih kepada 50 Veteran.

   Pada peringatan Hari Pahlawan ini, Bupati Hj Mundjidah Wahab mengajak masyarakat meneladani spirit pantang menyerah para pahlawan. Agar bisa meninggalkan nama harum bagi generasi yang akan datang. ’’Walaupun dengan bambu runcing, para pahlawan semangat dan pantang menyerah menghadapi musuh yang membawa senjata lengkap,’’ kata Bupati Mundjidah Wahab usai peringatan hari Pahlawan di pendopo kabupaten.

   Para pahlawan sukses memperjuangkan kemerdekaan menurutnya karena dua hal. Pertama, spiritualitas. Para pahlawan sangat menyadari peran Allah SWT sehingga pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibuka dengan kalimat; atas berkat rahmat Allah.

   ’’Masyarakat rela berangkat perang 10 November 1945 karena ada resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari 22 Oktober 1945,’’ jelasnya. Semangat para pejuang semakin terbakar dengan pekik Allahu akbar yang digemakan Bung Tomo. Para pejuang berani mati demi membela bangsa dan negara karena yakin kematiannya dicatat syahid. Mereka juga berani karena yakin akan ditolong oleh Allah SWT.

   ’’Dalam masa pandemi Covid-19 ini, kita juga harus pantang menyerah. Dengan senantiasa memohon kepada Allah agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT,’’ paparnya. Serta disiplin menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun.

   Spiritualitas sangat penting dalam menghadapi masa kemerdekaan maupun pandemi seperti sekarang ini. Karena dengan keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT, kita akan punya modal dan pondasi kuat menghadapi masalah apapun.

   Para pahlawan di Jombang bahkan punya spiritualitas yang tinggi. Tiga pahlawan nasional yang ada di Jombang seluruhnya pengasuh pesantren. KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim pengasuh Pesantren Tebuireng. KH Wahab Chasbullah pengasuh Pesantren Tambakberas.

   ’’Agar generasi muda Jombang bisa meneladani para pahlawan, harus ditanamkan spiritualitas sejak dini,’’ papar Mundjidah. Inilah sebabnya dia ingin mewujudkan Jombang berkarakter. Yakni masyarakat Jombang yang dilandasi akhlak dan nilai-nilai luhur berdasarkan basis agama.

   Kedua, para pahlawan berhasil meraih kemerdekaan karena semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Yang punya senjata berangkat perang dengan senjata. Yang tidak punya senjata berangkat dengan bambu runcing. Yang punya bahan makanan menyumbang bahan makanan. Yang perempuan membantu dengan merawat pejuang yang luka.

   ’’Ini harus kita teladani dengan terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,’’ tegasnya.

   Tema hari Pahlawan kali ini yakni pahlawan sepanjang masa. ’’Pahlawan tidak hanya yang berjuang mengangkat senjata. Kita pun kalau punya karya dan prestasi, akan dikenang sebagai pahlawan,’’ tegasnya. Misalnya bisa juara ke tingkat nasional bahkan internasional. Atau punya karya yang dipakai hingga ke seluruh dunia. Maka kita pun akan dikenang sebagai pahlawan dalam bidang yang berprestasi itu. ’’Inilah sebabnya kita ingin mewujudkan visi berdaya saing. Agar masyarakat dan daerah Jombang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,’’ pungkas Bupati Jombang, *ryan

 


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Apel Deklarasi Penguatan Kampung Tanguh berbasis komunitas digelar dihalaman Mapolres Jombang, yang dihadiri seluruh Kepala Desa se Kabupaten Jombang.   

   Deklarasi Penguatan Kampung Tangguh dan Peningkatan Disiplin Pencegahan Covid 19  dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah didampingi Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK serta Dandim 0814 Jombang Letkol Inf. Triyono, yang diwakili oleh Kasdim 0814 Mayor. Inf Moh. Rum Harjono.

   Wakil Bupati Jombang Sumrambah bahwa Agenda Apel Deklarasi Penguatan Kampung Tangguh ini diselenggarakan atas dasar Rujukan Hasil Perintah Lisan Kapolda Jatim pada pelaksanaan Video Conference Perkembangan Covid-19 dii Wilayah Jawa Timur pada ( 28 Oktober 2020) lalu Tentang Peningkatan Disiplin Pencegahan Covid-19 Berbasis Komunitas sebagai Implementasi Inpres No.6 Tahun 2020.

   Menurutnya, penyebaran virus covid-19 telah mengubah aktivitas kehidupan di masyarakat, perubahan tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi tatanan kehidupan dari berbagai sektor, termasuk sektor perekonomian sehingga membuat pemerintah melonggarkan kebijakan terkait aktivitas masyarakat dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru diiringi dengan upaya pengendalian dan pencegahan guna menekan penyebaran virus covid-19.

   Sebagaimana instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 semua pihak diperintahkan untuk mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam menjamin kepastian hukum.

   Kemudian dalam rangka memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian Covid-19 setiap pihak diharapkan terlibat secara terpadu melakukan kegiatan disiplin protokol kesehatan dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam upaya pencegahan pengendalian Covid-19, tegas Wakil Bupati Jombang.

Kami menghimbau kepada para Kepala Desa sebagai ujung tombak pemerintahan desa turut serta melibatkan komunitas di lingkungan masyarakat yang selama ini belum maksimal tingkatkan sosialisasi pencegahan covid-19 berbasis komunitas. Karena saat ini komunitas memiliki peran penting agar kesadaran masyarakat akan pencegahan covid-19 meningkat. Perkuat peran tiga pilar di desa untuk mencegah penularan covid-19. Ini adalah langkah yang penting agar masyarakat benar-benar memiliki kesadaran menjaga diri di tengah menyebarnya wabah covid-19. Ada kewajiban bagi kepala desa untuk membantu isolasi mandiri bila ada warganya yang terdampak, tutur Wabup Sumrambah.

   Wakil Bupati Jombang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Jombang bersama-sama meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran covid-19, serta membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat agar segera bangkit akibat adanya pandemi.

   Permasalahan dan tantangan bangsa yang begitu besar tidak mungkin dapat diselesaikan secara parsial, atau sendiri-sendiri, juga tidak mungkin oleh pemerintah sendiri, untuk itu pemerintah selalu mengikutsertakan berbagai pihak dalam membantu menghadapi situasi pandemi covid-19 di masyarakat secara bergotong royong.

   Dengan adanya peningkatan disiplin pencegahan covid-19 berbasis komunitas ini diharapkan masyarakat akan menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan sehingga angka penyebaran covid-19 dapat ditekan dan pandemi ini segera berakhir.

   Dalam agenda Apel Deklarasi dan Penandatanganan Optimalisasi Kampung Tangguh Semeru 2020 tersebut juga dilakukan pemakaian Rompi serta penyerahan penghargaan kepada Kepala Desa atas Inovasi dan kepeduliannya.

   Penghargaan diberikan Kepala Desa Bendet Kecamatan Diwek, Imam Ghozali, menerima penghargaan atas kepeduliannya dalam pembuatan obat herbal pencegahan Covid-19; Kepala Desa Karangdagangan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Tambit Kepedulian menyediakan opsnal untuk KTS; Kepala Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Siti Rohani, Pemberdayaan Tiga Pilar Desa ; Kepala Desa Sidowerek Kecamatan Ngoro Drs H.M. Fatchur Rohman, atas Inovasi pembuatan gerobak penanggulangan Covid-19; Kepala Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, H. Warsubi, SH., M.Si, atas Inovasi mendukung program Kampung Tangguh Semeru.

   Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, SIK, dalam wawancaranya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kampung tangguh semeru yang bertujuan agar masyarakat tangguh dalam kesehatan. Covid-19 ini sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi. Diharapkan masyarakat untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, TNI Polri untuk bisa menumbuhkan kembangkan perekonomian yang ada di Jombang, ujarnya.

   Kemudian dari sisi keamanan, Polri bersama TNI kalau tidak bekerjasama dengan masyarakat itu tidak bisa maksimal. Oleh karena itu, Kampung Tangguh ini sebagai bentuk untuk menekan angka Covid-19 juga untuk menjaga keamanan dan menciptakan kegotongroyongan dan menumbuh kembangkan lagi yang ada di desa, tutur Agung.

   Kapolres Jombang mengaku bersyukur penyebaran Covid-19 di Jombang sudah mulai menurun, sudah bisa menekan setiap harinya dibawah angka 10 orang. Tingkat kesembuhannya pun makin tinggi. Kesadaran masyarakat juga terhadap penggunaan masker, protokol kesehatan sudah mulai mengetahui. Diharapkan kepada kepala desa setelah diadakan deklarasi ini ada tindak lanjut. Desa yang belum ada kampung tangguhnya agar segera membuat kampung tangguh Semeru dan akan kita lakukan pendampingan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, tandasnya.

   Ikut hadir dalam apel tersebut, Sekdakab Jombang Dr. H. Akh. Jazuli, M.Si, Kasatpol PP, Drs Agus Susilo, Kadis Perhubungan Hartono, Kepala BPBD Drs H. Abdul Wahab, Wakapolres Jombang Kompol Ari Trestiawan, SIK, Camat, Danramil, Kapolsek.*ryan

 

 

Jombang suaraharianpagi.com

   Kepala Unit Pengelolaan Informasi Majapahit, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Ahmad Hariri menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan Gaung Sakala Bhumi Majapahit Tahun 2020 yang diselenggarakan dipendopo Kabupaten Jombang,

   Dipilihnya Kabupaten Jombang untuk penyelenggaraan Gaung Sakala Bhumi Majapait yang masuk pada tahun kesepuluh ini karena secara geografis posisi Kabupaten Jombang tidak dapat dipisahkan dengan Kerajaan Majapahit. Dipaparkannya bahwa kegiatan tahunan ini sebelumya telah dirintis sejak tahun 2011. Kegiatan untuk mengabarkan kelahiran Mojopahit ini sebelumnya memiliki tujuan utama untuk memberdayakan museum secara optimal. Ahmad Hariri berharap kerjasama ini dapat terus ditindak lanjuti ditahun-tahun yang akan datang.

   “Alhamdulillah di tahun 2020 menginjak tahun ke sepuluh, meski ditengah pendemi, acara Gaung Sakala Bhumi Majapahit dapat dilaksanakan dengan luar biasa, bekerjasama dengan Lesbumi yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Jombang, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang dengan menggelar talkshow yang bertema Majapahit dan Tata Kelola Air : Belajar Sejarah, Tantangan Dan Masa Depan,” tuturnya.

   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutan saat membuka Talkshow dalam rangka Gaung Sakala Bhumi Majapahit tahun 2020 dengan tema, “Majapahit dan Tata Kelola Air Belajar dari Sejarah, Tantangan dan Masa Depan”, menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang memiliki sejarah panjang yang tentunya sangat menentukan dalam perkembangan Negara Indonesia, bukan hanya mempunyai peran besar pada saat masa perjuangan tetapi juga masa Kerajaan Majapahit dan masa penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Hal Ini ditunjukkan dengan banyaknya naskah sejarawan yang maupun situs-situs budaya yang ditemukan di Kabupaten Jombang.

   Tidak hanya itu secara geografis posisi Kabupaten Jombang yang dibelah Sungai Brantas yang memisahkan sisi Utara, Tengah dan Selatan. Sungai brantas mempunyai fungsi penting bagi perkembangan ekonomi sejak masa kerajaan sampai saat ini, dengan keberadaan pelabuhan-pelabuhan untuk lalu lintas pendistribusian barang dari dan menuju Majapahit.

   “Dari sejarah juga, kita semua paham bahwa air memiliki peran penting dalam mitologi Jawa. Peradaban Majapahit meninggalkan jejak peninggalan arkeologis terkait pengelolaan air, mulai dari waduk, sistem irigasi dan drainase, tanggul dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan tentunya kita sesuaikan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini. Tuntutan peningkatan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang selaras dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam termasuk diantaranya air secara berkelanjutan,” tutur Bupati Hj. Mundjidah Wahab

   Bupati berharap kepada para narasumber yang hadir baik dari komunitas agama, budaya dan lingkungan tersebut nantinya menghasilkan rekomendasi dan saran masukan yang baik untuk masa depan Jombang, demi mendukung tercapainya visi bersama mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

   “Saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, tentunya menyampaikan terima kasih kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur yang memberikan kehormatan untuk Kabupaten Jombang menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam Refleksi Peringatan Hari Jadi Majapahit Gaung Sakala Bhumi Majapahit Tahun 2020,” tandas putri Pahlawan Nasional Almaghfurlah KH. Wahab Hasbullah.

   Tampak hadir mengikuti kegiatan tersebut Wakil Bupati Jombang, Sekretaris Daerah, Asisten II, Kepala OPD terkait di Lingkup Pemkab Jombang; Direktur Perumdam Jombang, Rektor    Universitas Darul Ulum Jombang Dan Rektor Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang; Komunitas Lingkungan, Komunitas Agama Dan Komunitas Budaya yang ada di Jombang dan Kepala Desa Mojokrapak bersama istri.

   Pembukaan kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan cinderamata Sanggar Rebung kepada BPCB, Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab Jombang dan para narasumber oleh Warsubi Kades Mojokrapak selaku Pembina. Serta dilakukan penandatanganan MOU PT. Phalosari dengan Sanggar Rebung dan Lesbumi dalam program Pengembangan ekonomi kreatif Kawasan situs cagar budaya. Pemutaran video sajian dari Sanggar Rebung dan narasi transisi.

   Selanjutnya acara dilanjutkan dengan talk show yang menghadirkan narasumber diantaranya Kepala BPCB Jombang Andi Muhammad Sa’id M. Hum; Dr. Amien Widodo (Dosen ITS Surabaya); Sisyantoko (Penggiat Lingkungan Wisata Mojokerto).

   Talk show ini membahas tentang bagaimana pemanfaatan air yang melimpah di Kabupaten Jombang. Misalnya air yang berada di Situs Petirtaan Sumberbeji di Dusun Sumberbeji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro.

   “Situs ini menggambarkan bagaimana teknik pengelolaan air yang sangat bagus dari nenek moyang kita, namun sayang saat ini meluber kemana mana. Oleh sebab itu inilah yang harus kita manfaatkan,” ungkap Andi M. Said dari BPCB Jatim. *ryan

 

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget