Articles by "Jombang"

Jombang - suaraharianpagi.com
   Tetaplah pakai masker selama berada di lingkungan rumah sakit baik di area tertutup, seperti di ruang poli klinik, ruang perawatan, ruang rapat maupun di ruang terbuka, seperti di ruang tunggu poli, ruang tunggu obat, karena area tersebut merupakan area padat orang, tempat orang sakit berkunjung dan banyak populasi rentan”.
   Demikian pesan yang disampaikan Dokter Tri Putri Yuniarti (59 tahun), Spesialis Patologi Klinik RSUD Jombang, saat berbicang dalam Humas RSUD Jombang menyapa, Jum'at.
   Dialog yang dipandu Giannita Prayoga itu mengambil tema “Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Pengendalian Infeksi Penyakit Menular”.
   Topik bahasan ini menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dengan Pemerintah memberikan kelonggaran dalam pemakaian masker. Masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan atau tempat terbuka yang tidak padat orang.
   Disampaikan oleh Presiden, masker agar tetap dipakai pada kondisi: berkegiatan di ruang tertutup, saat berada ditranportasi publik, bagi populasi rentan (seperti lansia, memiliki penyakit komorbid, ibu hamil, anak yang belum divaksin), juga bagi mereka yang bergejala (seperti batuk, pilek, demam).
   Presiden juga menyampaikan pelaku perjalanan dalam negeri atau luar negeri yang sudah di vaksin lengkap, tidak perlu pemeriksaan PCR atau antigen.
   Menyikapi perihal tersebut, dokter spesialis patologi klinik RSUD Jombang dari Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) di Rumah Sakit, Tri Putri Yuniarti menyampaikan himbauan, agar pernyataan Presiden dimaksud tidak serta merta harus bebas tidak memakai masker, akan tetapi masyarakat bisa menyesesuaikan apabila personal berada di lingkup rumah sakit.
   Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Univeritas Airlangga (Unair) Surabaya tahun 1988 ini, di rumah sakit merupakan area publik yang rentan terhadap penularan segala macam penyakit, mengingat orang datang ke rumah sakit mayoritas dalam kondisi sakit.
   Untuk itu, bagi keluarga pengantar, tenaga medis dan orang yang berkepentingan di rumah sakit wajib tetap menggunakan masker. Karena siapapun bisa tertular dan menularkan penyakit.
   “Infeksi atau penularan penyakit bisa terjadi pada siapapun,” tandasnya. Kendati pandemi Covid-19 belakangan ini cenderung melandai. Hasil PCR klinis laboratorium RSUD Jombang beberapa waktu ini kondisi penyebaran Covid-19 di lingkup Kabupaten Jombang menurun hingga 95%.
   “Hasil ini memberi indikasi tingkat penyebaran atau penularan virus covid sudah tidak membahayakan bagi masyarakat. Meski demikian, kita tetap harus waspada, tetap menggunakan masker dalam aktifitas sehari-hari,” tuturnya.
   Alumnus FK Unair yang pernah bertugas di Papua selama 4 tahun ini juga menyampaikan cara menggunakan masker yang benar, cara melakukan bersin yang benar dan etika batuk yang santun.
   Tujuan pemakaian masker untuk mencegah penularan virus dan melindungi diri dari orang lain. Menurutnya, masker harus menutup mulut, hidung dan dagu. Pastikan bagian masker yang berwarna berada di sebelah depan.
   “Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung Anda, dan tarik kebelakang di bagian bawah dagu. Lepaskan masker yang telah digunakan dengan hanya memegang tali dan langsung buang ke tempat sampah tertutup,” pesan dokter yang sudah bertugas di RSUD sejak 2001.
   "Biar bersih, ganti masker Anda secara rutin apabila kotor atau basah. Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yang telah digunakan ketempat sampah," imbuh dokter yang memiliki dua putra ini.
   Masker KN95 dan N95 untuk tindakan aerosol tidak dilapisi masker medis dan sekali pakai. Tidak direkomendasikan menggunakan masker yang ada valve (sirkulasi udara), tidak dibenarkan mengenakan masker hanya menempel di dagu, leher maupun di kepala.
   Pada kesempatan tersebut dokter spesialis patologi klinis ini juga menyampaikan cara cuci tangan yang benar. Mengingat tangan merupakan perantara penularan bakteri potogen dari pelayanan Kesehatan yang paling besar, dari pasien maupun dari petugas kesehatan setelah menjalankan aktifitas tindakan medis.
   Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting jikalau tangan terlihat kotor atau setelah terpapar cairan tubuh. Menggosok tangan dengan handrub berbahan alkohol adalah metode rutin yang lebih disukai untuk kebersihan tangan jikalau tangan tidak terlihat kotor.
   Etika batuk. Batuk merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Sedangkan bersin merupakan cara tubuh mengeluarkan udara semi otonom yang terjadi dengan keras melalui hidung dan mulut.
   Enam hal yang harus diperhatikan saat batuk dan bersin, untuk mencegah penyakit secara luas lewat udara bebas dan menghindari rasa tidak nyaman bagi orang lain. 1) Saat batuk atau bersin tutup mulut dan hidung dengan tisu, 2) jika tidak ada tisu gunakan lengan atau siku bagian dalam 3) buang tisu bekas batuk dan bersin langsung ketempat sampah 4) jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah bersin 5) jikalau sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol atau hand sanitizer.
   Jadi upaya pencegahan dan pengendalian infeksi adalah bagaimana peran aktif kita, dalam aktifitas sehari-hari harus tetap memperhatikan atau mengikuti protokol kesehatan Covid-19, karena hingga kini WHO belum mencabut status pandemi Covid-19.
   Ada empat sebab infeksi, yakni oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. Apabila terkena gejala gangguan kesehatan jangan segan datang ke Poliklinik di RSUD Jombang, setiap hari kerja siap melayani pemeriksaan,” tutup dr Tri Putri Yuniarti. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Alumni SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, angkatan 1983 mengadakan halal bihalal sekaligus reuni di Desa Bungkur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu 22 Mei 2022. Ketua pelaksana Halal Bihalal dan reuni M. Soberi, mengatakan acara ini kembali diselenggarakan setelah 2 kali tidak terselenggara karena Pandemi Covid-19. Disamping itu acara ini diselenggarakan untuk mengabsen teman-teman seangkatan apa masih hidup, sehat, dan sejahtera.
   Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 40 orang alumni dari berbagai perwakilan daerah dan profesi diantaranya Bekasi, Surabaya, Purwokerto, Kediri, Jombang dan Nganjuk. "Forum ini menjadi forum untuk saling memaafkan diantara para alumni untuk lebih mengakrabkan dalam persaudaraan serta kebersamaan," katanya. Salah satu alumni IPS 1, Paijo Notopawiro yang berprofesi sebagai Jurnalis senior, menuturkan dengan menyatukan kembali teman, saudara yang terpisah diharapkan bisa terjalin lagi silaturahmi menjadi lebih kuat, lebih erat dan lebih semangat. Disamping itu, silaturahmi menjadi momentum untuk evaluasi diri kita masing-masing.
   "Melalui tahapan siklus manusia, dari awal ketika masih anak-anak kita lemah, tumbuh dan berkembang menjadi muda, kita kuat dan sekarang sesudah melalui usia 60 tahun kita pada posisi yang kembali lemah. Untuk itu kita harus mampu menjaga jiwa dan raga kita untuk tetap kuat dengan banyak-banyak bersyukur dan sabar serta tetap menjaga kesehatan," ungkapnya.
   Kedepan forum silaturahmi perlu diagendakan baik jangka pendek dan jangka panjang dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya menunggu momen Hari Raya Idul Fitri. Kita juga mengharapkan bagi teman-teman Angkatan 1983 yang merasa belum bergabung dengan forum Silaturahmi Angakat 1983 agar segera merapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah berjalan.
   Diforum silaturahmi 1983 tidak ada istilah pangkat dan jabatan, maupun harta kekayaan, yang ada kebersamaan dan persaudaraan, mengenang masa susah pada saat sekolah dulu dan mengevaluasi sisa hidup kita. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, ST, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan normalisasi oleh tim Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang di sungai Afvour Mekikis, Di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dalam rangka mencegah dan mengantisipasi bencana banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
 Ditambahkan, kegiatan normalisasi ini bertujuan untuk menormalkan kembali alur sungai Afvour Mekikis, yang mengalami pendangkalan karena sedimentasi sehingga hal ini menyebabkan kapasitas sungai menjadi berkurang, yang menyebabkan jika curah hujan tinggi terjadi di daerah hulu maka air sungai sering meluap dan menyebabkan banjir di desa Brangkal dan sekitarnya.
 "Dengan dilakukan kegiatan normalisasi diharapkan mampu mengembalikan kapasitas sungai ke kondisi semula agar banjir yang selama ini terjadi di sungai Afvour Mekikis dapat dicegah dan dikurangi," kata Sultoni, ST,. kepada suaraharianpagi.com beberapa hari yang lalu.    
   Masih kata Sultoni, " dengan kegiatan tersebut kami harapkan dapat membantu penyelesaian masalah banjir di desa Brangkal dan sekitarnya yang sering terjadi setiap tahunnya, disamping itu kondisi sungai memang sudah banyak mengalami sedimentasi sehingga kebutuhan normalisasi sungai ini memang sudah sangat mendesak, kami harapkan masyarakat desa Brangkal dan sekitarnya bisa mendukung penuh pelaksanaan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di kemudian hari," pungkas Sultoni, ST. *ryan.




Jombang - suaraharianpagi.com
 Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2022, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1443, untuk itu di Kabupaten Jombang baru dapat dilaksanakan pada Jumat (13/5) pagi, bertempat dilapangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
    Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab selaku Inspektur upacara dalam sambutannya mengatakan bahwa Peringatan hari Pendidikan Nasional yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1443 Hijriyah hendaknya dapat dijadikan momentum terus memupuk semangat menjadi pemimpin masa pemulihan pandemi dan menjadi penggerak untuk merdeka belajar serta memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa - siswi di Kabupaten Jombang.
   “Atas nama pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama kepada Ibu dan Bapak Pendidik dan Tenaga Kependidikan di semua jenjang, para pegiat Paud, pegiat literasi, para tokoh agama, wartawan dan kontributor pendidik lainnya, yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   "Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2022. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan Pendidikan dan memajukan Kebudayaan Indonesia", tandas Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
   Menurut Bupati, dalam semangat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 yang mengusung tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar” di seluruh Indonesia, patut di syukuri dan menjadi kebanggaan bersama. “Momen tahun ini dengan berbagai tantangan situasi dan kondisi covid 19, serta bencana sosial lainnya, kita semua tetap berkomitmen untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional dalam berbagai agenda kegiatan yang tengah dijalankan di wilayah/ sekolah masing- masing. Aneka agenda yang dijalankan adalah suatu bentuk pemulihan serta langkah maju untuk mensuksekan merdeka belajar yang diikuti berbagai dimensi profil pelajar Pancasila”, ungkap Bupati Mundjidah Wahab.
   Tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini menginspirasi berbagai komponen untuk kembali melakukan pemulihan dan restorasi secara khusus dalam bidang pendidikan. “Maka dari itu mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momen kita merefleksikan diri untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan bergerak bersama untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia”, tandas Bupati.
   Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2022 ini, Bupati didampingi wakil Bupati, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemenang Lomba Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Kabupaten Jombang yang berhasil meraih Juara 1. Diantaranya Guru PAUD/PNF, Fitalia SPd dari TK Negeri Pembina Jombang; KS Paud/PNF Sih Maryati, S.Pd dari SPS Nur Amin Ridwan Perak; Sri Ani Setiowati, S.Pd Guru SDN Sukorejo 5 Perak; Sujono, S.Pd Kepala Sekolah SDN Rejoagung Ploso; Yosefin Margareta, S.Pd dari SMPN 1 Jombang; Heni Wahyudi S.Pd., M.Pd SMPN 1 Wonosalam; Pengawas TK Emiyati, SPd wilker Perak; Pengawas SD Ali Murtadlo, M.Pd wilker Bareng; Pengawas SMP Ahmad Taufik, M.Pd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang; Penilik Muzan Dahluil Nikmah, S.Pd Wilker Jombang; Pamong Belajar Yuan Dara Megasari, SPd dari SKB Gudo.
   Upacara dihadiri Wakil Bupati serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jombang; Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang, dan Kepala OPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ketua Organisasi Wanita, Kepala Sekolah dan Guru se-Kabupaten Jombang; siswa-siswi SMA dan Madrasah Aliyah.
   Selaku Perwira Upacara Moch. Agus Djauhari, S.Sos, MSi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Jombang. Pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945/Faizal Ariawan, S.STP Sekretaris Kecamatan Gudo. Pengibar Bendera, M.Eryk Arif, S.STP, MM Sekretaris Kecamatan Peterongan, M. Satria Agung SIP, MKP Sekretaris Kecamatan Bareng, Doni Ardiansyah, S.STP, MM Sekretaris Kecamatan Ngoro, pembaca do'a dari pejabat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jombang, yang mengiringi jalannya upacara satu unit korps music Pemkab Jombang. Dan seluruh rangkaian upacara tersebut dibawah satu komando dengan komandan upacara Anjik Eko Saputro, SH, MSi, Camat Kabuh. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com 
   Penandatanganan Perjanjian Kerja (PK) dan Penyerahan SK PPPK Guru Tahap II telah dilaksanakan di ruang Bung Tomo Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada Selasa (10/5)
   Penyerahan SK dan Penandatanganan Perjanjian Kerja yang dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab tersebut juga disaksikan oleh Wakil Bupati Jombang; Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.
   Masih dalam suasana Syawal, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab atas nama pemerintah Kabupaten Jombang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.
   "Seiring dengan momen meraih kemenangan Idul Fitri, Bapak / Ibu juga telah meraih kemenangan dalam kompetisi seleksi pengadaan ASN khususnya kategori P3K guru. Sudah selayaknya saudara bersyukur atas keberhasilan yang akhirnya pada hari ini selain menerima SK pengangkatan sebagai P3K guru lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang juga menandatangani perjanjian kerja,"tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Bupati berharap para Guru PPPK lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya, sehingga anak didik tetap mendapatkan ilmu tanpa terkendala pandemi.
   "Patuhilah peraturan perundang-undangan, tunjukkan dedikasi dan integritas yang tinggi. Milikilah rasa kebanggaan dalam mengemban tanggung jawab, tumbuhkanlah sikap disiplin, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan, karena saya tidak segan-segan untuk menjatuhi hukuman kepada para ASN yang tidak disiplin, menentang aturan dan bekerja tidak sesuai ketentuan perundang-undangan", tandas Bupati Mundjidah Wahab.
   Dengan adanya proses regenerasi tenaga pendidik di Kabupaten Jombang, Bupati Mundjidah Wahab yakin kemajuan SDM terpelajar yang mendorong terwujudnya Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing.
   "Karena dengan ilmu kita berjalan menuju kemuliaan, barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dia berilmu", tambahnya.
   "Sekali lagi saya ucapkan selamat bergabung dalam Korps ASN Kabupaten Jombang. Selamat bekerja, dan jadikan perubahan status menjadi ASN sebagai pemantik semangat untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya", pungkas Bupati Jombang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di kantor Koperasi Kopi Wonosalam, didesa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur (Jatim), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, melepas ekspor perdana Kopi Wonosalam pada Selasa (10/5) siang.
   Secara simbolis ekspor perdana kopi Wonosalam ke Malaysia ditandai dengan penandatanganan kontrak pengiriman Kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia antara Direktur Rubath Kopi Jombang Bapak Wignyo Susandi dengan Direktur PT. Indo Samudra Ekspor Yohanes Putra Kusuma yang disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur serta Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang dilanjutkan dengan prosesi pecah kendi sebelum memberangkatkan Kopi yang akan diekspor.
   Ekspor Kopi Exselsa Wonosalam ini merupakan keberhasilan Asosiasi Petani Kopi Wonosalam dalam mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian khususnya di Jawa Timur. Pada tahun 2022 ini dilepas untuk kebutuhan ekspor beberapa komoditas perkebunan salah satunya kopi excelsa Wonosalam sebanyak 12 ton.
   Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan supportnya juga semangat yang luarbiasa dari pegiat kopi yang telah berhasil menembus pasar ekspor.
   "Kami berharap semoga ekspor perdana kopi Wonosalam ini akan terus berlanjut dimasa mendatang, sehingga nantinya dapat memberikan dampak positif pada nilai jual dan nilai tambah kopi Wonosalam, dan juga meningkatkan kesejahteraan secara langsung maupun tidak langsung bagi petani kopi Wonosalam, yang kedepannya dapat memberi dampak positif bagi pembangunan serta perekonomian Kabupaten Jombang", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi semangat anak muda pegiat kopi di Wonosalam Kabupaten Jombang. "Ada doa kita untuk panjenengan semua dari desa untuk dunia dari desa dengan profit kota dan profit dunia ini, satu obsesi cita-cita yang luar biasa kita semua hadir mendoakan semoga lancar sukses, untuk seluruh petani kopi yang ada di sini", doa Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengawali sambutannya.
   Disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa jikalau kopi yang sukses menembus pasar adalah excelsa Wonosalam, agregator kopi di sini bisa membangun koneksitas dengan yang sekarang sedang dibudidayakan lebih luas lagi yang ada di Madiun. Tempatnya masuk karena di lereng Wilis juga Ijen. Kalau marketnya dapat kemudian jejaring produsen juga dapat, saya rasa akan lebih cepat lagi untuk menembus ke negara-negara tujuan karena memang jumlah excelsa seluruh dunia hanya 7% artinya ini market yang menurut saya sangat besar sekali jikalau kita punya potensi yang besar pula," tandas Khofifah Indar Parawansa.
   Hadir mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada acara tersebut Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, Asisten, Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang, Direktur Rubath Kopi Jombang, Camat Wonosalam dan jajaran Forkopimcam Kecamatan Wonosalam. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (28/04) pagi, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab Disertai Wakil Bupati, Sumrambah, Sekretaris Daerah, Agus Purnomo, Asisten dan Staf Ahli serta Kepala OPD terkait Pemkab Jombang menggelar Konferensi Pers. Kepada Insan Pers / para Wartawan Jombang, baik media cetak maupun media online Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 dan 3 Mei 2022 sebagai hari libur nasional Idul Fitri 1443 Hijriyah.
   Cuti bersama dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah yang jatuh pada 29 April dan 4-6 Mei 2022, hal itu berdasarkan pada keputusan Presiden tentang cuti bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara tahun 2022.
   Bupati berharap cuti bersama dapat digunakan untuk bersilaturahmi dengan orang tua, dengan keluarga dan handai taulan di kampung halaman. "Namun perlu tetap saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai. Kita semua harus selalu waspada dengan cara tetap menjalankan Protokol Kesehatan", tuturnya.
   Sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi bahwa pada Idul Fitri tahun 2022 ini masyarakat Indonesia diperbolehkan untuk mudik, dengan syarat sudah dua kali vaksin dan satu kali vaksin booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang tepat.
   Karena itu, bagi masyarakat Jombang yang belum mendapatkan vaksin booster, bersegeralah melengkapi dengan vaksin booster, tambah Bupati Mundjidah Wahab. Disampaikan juga oleh Bupati Mundjidah Wahab data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, terkait capaian vaksinasi di Jombang sampai dengan tanggal 27 April 2022 pukul 18.00, adalah sebagai berikut : Dosis pertama sebanyak 93,91 persen (957,778 orang), dosis kedua sebanyak 77,67 persen (792.205 orang), dosis ketiga sebanyak 14,27 persen (145.578 orang).
   Pemerintah juga membolehkan kegiatan halal bihalal atau silaturahmi pada acara Idul Fitri tahun ini. Kegiatan halal bihalal disesuaikan dengan tingkat daerah Kabupaten/Kota yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3, level 2, dan level 1 corona virus disease 2019.
   "Alhamdulillah, berdasarkan Inmendagri nomor 22 tahun 2022 tentang pemberlakuan penerapan kegiatan masyarakat level 3, level 2, dan level 1 corona virus disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, yang mulai tanggal 19 April sampai dengan tanggal 9 Mei 2022, disebutkan bahwa Kabupaten Jombang masuk dalam PPKM level 2", ungkap Bupati Mundjidah Wahab.
   Pemerintah telah menerbitkan aturan kegiatan halal bihalal yang disesuaikan dengan tingkat pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) suatu daerah. Pelaksanaan halal bihalal pada perayaan Idul Fitri tahun 1443 Hijriah/2022. Yang telah ditetapkan oleh Mendagri pada 22 April 2022.
   Berikut ketentuan halal bihalal menurut tingkat PPKM Daerah:
Level 3 : Maksimal jumlah tamu hadir 50 persen
Level 2 : Maksimal jumlah tamu hadir 75 persen
level 1 : Tamu hadir boleh 100 persen untuk kegiatan halal bihalal dengan jumlah tamu di atas 100 orang, tidak diperbolehkan makanan/minuman disajikan di tempat atau prasmanan. Makanan/minuman harus disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang. Acara makan-makan ramai yang menyebabkan para tamu membuka masker juga harus dihindari karena rawan menularkan virus.
   "Namun demikian, karena masih dalam situasi pandemi covid-19, masyarakat yang mengikuti kegiatan halal bihalal diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena perlu kita ingat ada masa transisi yang harus disikapi dengan hati-hati sebelum covid-19 dinyatakan sebagai endemi," terang Bupati Mundjidah Wahab.
   "Akhirnya saya mengucapkan selamat selamat mudik bagi yang akan melaksanakan mudik, hati-hati dan selalu patuhi peraturan lalu lintas selama perjalanan, serta disiplin protokol kesehatan. Serta Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah kepada semua masyarakat Jombang, Minal 'aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin", pungkas Bupati Mundjidah Wahab. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Meskipun kurang beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 H, pembangunan beberapa insfrastuktur terutama akses jalan utama yang ada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipercepat. Hal tersebut dilakukan untuk meberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, yang pulang kekampung halaman, ataupun yang hanya melintasi kawasan Kabupaten Jombang.
   Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalalui Kabid Sarana dan Prasarana jalan Agung, mengatakan “Pemkab telah mengambil kebijakan percepatan penyelesaian infrastruktur menjelang Lebaran ini, dan beberapa proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan langsung menjadi prioritas penyelesaian.”
   "Jalan-jalan yang banyak dilewati publik, seperti jalan penghubung antar Kabupaten, jalan poros antar Kecamatan dan jalan Desa yang dikerjakan Dinas PUPR Jombang diprioritaskan untuk segera diselesaikan. Termasuk jalan akses ke tempat wisata religius" kata Agung, kepada suaraharianpagi.com. (27/4).
   Selain itu akses menuju lokasi wisata relegius menjadi perhatian Agung karena pihaknya mengantisipasi membanjir-nya wisatawan yang akan berlibur ke Kabupaten Jombang, karena libur Lebaran tahun 2022 ini cukup panjang.” tegas Agung.
   Masih kata Agung, “Dinas PUPR Kabupaten Jombang, selain mempercepat beberapa proyek jalan, ruas jalan Cukir – Mojowarno adalah salah satu ruas jalan yang digunakan sebagai jalur alternatif mudik, yaitu jalur dari Mojoagung ke Kediri, Pare dan Malang. Untuk menyikapi hal tersebut Dinas PUPR Kabupaten Jombang melakukan percepatan pemeliharaan Jalan di ruas jalan tersebut dengan material aspal hotmix.
   “Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan menutup lubang yang ada pada permukaan jalan agar meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, "Ruas ruas jalan ini jadi perhatian utama karena yang paling sering dilewati pengendara baik roda dua atau roda empat ke beberapa daerah seperti ke Pare, Kediri dan Malang,” pungkas Agung. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur. Sebagaimana Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/146/KPTS/013/2022 Tentang Pemenang Penghargaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Jombang menerima Penghargaan kategori “Kabupaten dengan Perencanaan dan Pencapaian Terbaik III” se Jawa Timur.
   Penghargaan diterima langsung oleh Sumrambah, Wakil Bupati Jombang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Deputi Pemantauan, Evaluasi dan pengendalian Pembangunan Bappenas RI, Dr. Ir. Taufik Hanafi, M. UP pada agenda Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2023, yang diselenggarakan pada Selasa, (19/4/2022), di Hotel Shangri-La, Surabaya.
   Penghargaan ini sebagai upaya mendorong Pemerintah Daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan. Selain itu juga untuk mendorong integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara perencanaan pusat dan daerah. Mendorong Pemerintah Daerah untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien serta berinovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
   Wakil Bupati Jombang Sumrambah, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian prestasi hasil kinerja kolektif seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang, seluruh elemen masyarakat dan Pemerintahan Desa.
   “Alhamdulillah, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas capaian penghargaan ini, semoga apresiasi ini semakin memotivasi kita semua, seluruh aparatur Pemerintah Daerah, baik eksekutif legislative, seluruh elemen masyarakat dan Pemerintahan Desa agar semakin fokus dalam proses perencanaan pembangunan. Kedepan,perencanaan harus berorientasi kepada hasil yaitu pencapaian target target pembangunan yang menjadi prioritas daerah”, tutur Wabup Sumrambah.
   Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Jombang Danang Praptoko juga menambahkan, kedepan Prioritas Daerah diharapkan dapat digambarkan dalam bentuk Indikator Kinerja Daerah. “Artinya semua program dan kegiatan OPD harus mendukung tercapainya Indikator Kinerja Daerah”, pungkas Danang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Dinas Perumahan dan Pemukiman (PERKIM) mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), berdasarkan surat pemberitahuan dari Kementrian PUPR terkait hasil seleksi akhir tenaga pendamping dari Kementrian PUPR Dirjen Perumahan, Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Jawa IV.
   Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Perumahan Setiawan menjelaskan, bahwa pelaksanaan pembekalan awal kepada Tenaga Fasilitator Lapangan BSPS Provinsi Jawa Timur TA. 2022, dilakukan pada hari Senin, 14 Maret 2022 di Ruang Aula Dinas Perkim.
   Ditambahkan, Pembekalan dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan BSPS yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang di Tahun Anggaran 2022. Pemerintah Kabupaten Jombang mendapatkan alokasi bantuan dari kementrian untuk tahap 1 sebanyak 30 unit rumah, sementara tahap 3 mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 1083 unit rumah yang akan dilaksanakan perbaikan atau peningkatan kwalitasnya yang tersebar di 13 Kecamatan dan 53 Desa di Kabupaten Jombang.
   Setelah dilakukan pembekalan, diharapkan Tim Pendamping bisa segera melaksanakan pekerjaan tahap awal yaitu verifikasi lapangan ke calon penerima bantuan (CPB) di masing-masing desa yang mendapatkan bantuan BSPS. Ditahap 3 ini Tim Pendamping yang ditugasi oleh kementrian sebanyak 1 orang Koordinator Kabupaten, 2 orang Asisten Koordinator Kabupaten dan 27 orang Tim Fasilitator Lapangan.
   “Target pelaksanaan perbaikan/peningkatan kwalitas rumah tidak layak huni dari kementrian PUPR selama 4 bulan. Untuk anggaran selama pelaksanaan kegiatan ada dikementrian PUPR, Kabupaten Jombang hanya memfasiltasi kegiatan tersebut," pungkas Setiawan, panggilan sehari-hari Kabid Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Jombang. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com 
   Bukan hal baru, minimnya informasi keterbukaan publik yang dilakukan oleh oknum kontraktor terkait pengerjaan proyek yang didanai oleh negara dapat memicu terjadinya kerugian Negara. Ini terbukti dengan banyaknya proyek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidak memasang papan nama proyek.
   Padahal sesuai aturan, papan nama proyek wajib dipasang oleh kontraktor yang mengerjakan, karena penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat, baik nilai kontrak maupun volume pekerjaan.
   Diantara proyek yang saat ini banyak menuai sorotan dari masyarakat karena tidak memasang papan nama tersebut yaitu proyek rehabilitasi irigasi yang ada di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, milik SDA Kediri.
   Proyek yang berada di sebelah Gudang Tembakau ini, tahap pengerjaannya sudah berjalan sekitar 50%. Akan tetapi sampai saat ini pihak kontraktor yang mengerjakan belum juga memasang papan nama proyek. Sehingga proyek rehabilitasi irigasi dari Dinas Pengairan SDA Kabupaten Kediri, tidak jelas nilai kontrak dan volume proyek yang dikerjakan, karena tidak adanya papan nama proyek yang menjelaskan terkait proyek tersebut.
   Yang lebih parah lagi proyek yang berlokasi di sebelah Gudang Tembakau, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dikerjakan asal jadi, karena untuk penyaduran semennya dilakukan secara manual, tidak memakai mesin penyadur seperti Molen, disamping itu juga tidak jelas komposisi campuran adonan semen dengan pasirnya. Bisa saja satu sak semen disadur dengan pasir satu kol L300. Yang kualitas sadurannya sangat rendah sekali. Sehingga bangunan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama dan akan cepat rusak.
   Hasil konfirmasi yang dilakukan oleh suaraharianpagi.com kepada salah satu pekerjanya yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut milik Dinas Pengairan SDA Kediri, di kerjakan oleh Kontraktor Pak Atim atau Pak Joko, ada dua titik atau lokasi, sebelah Timur dan sebelah Barat Gudang Tembakau. Nilainya tidak tau apalagi volume pekerjaan saya hanya seorang pekerja biasa.” Tegas pekerja kepada suaraharianpagi.com.
   Sementara hasil pantauan dilapangan oleh suaraharianpagi.com, menunjukkan proyek rehabilitasi irigasi milik SDA Kediri, sudah berjalan sekitar 50%, sampai berita ini ditayangkan belum ada papan Nama Proyek yang menunjukan berapa besar anggarannya dan berapa banyak volume pekerjaannya, ada dugaan bahwa proyek tersebut proyek fiktip.
   Warga yang tingal disekitar pekerjaan tersebut mengaharapkan pihak APH (Aparat Penegak Hukum) segera mengusut pekerjaan yang berada di desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang diduga proyek fiktip, yang tidak memasang papan nama proyek yang menunjukkan besaran anggaran dan volume pekerjaan, disamping itu sudah dua kali ini proyek Irigasi dari SDA Kediri, di desa Sembung selalu tidak memasang papan nama proyek tahun 2021 juga tidak memasang papan nama proyek sekarang juga sama, yang tahun 2021 lokasinya juga tidak jauh dengan lokasi pekerjaan sekarang.” Tegas warga sembung yang tinggal tidak jauh dari lokasi pekerjaan. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Proyek Pembangunan Pasar Perak yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 6 miliar, diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis. Hal ini dikatakan oleh salah satu anggota LSM Gajah Mada, Mojokerto, Yanto kepada suaraharianpagi.com.
    Dalam pengerjaan Pembangunan Pasar Perak, diduga banyak yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan rencana anggaran yang sudah tertuang dalam perencanaan awal pembangunan.
  “Pembangunan baru seumur Jagung, pasangan dindingnya sudah banyak yang retak disana sini, contohnya dinding depan atas sudah retak tembus dua bulan yang lalu setelah pembangunan dinyatakan masa pengerjaan selesai," katanya.
   Masih kata Yanto, “yang lebih parah lagi, pekerjaan pagar belakang sebelah Utara, diduga dikerjakan diatas pondasi lama, sehingga setiap kali masyarakat yang melintas dijalan belakang pasar Perak selalu mencibir, bangunan model apa ini, curi pekerjaan kok didepan kasat mata. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut dan sangat keterlaluan seperti ini, masak pondasi baru yang memakai batu kali di tumpangkan pondasi lama sehingga terkesan bahwa pekerjaan tersebut di kerjakan asal-asalan dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,” tegas Yanto.
   Ditambahkan, perencanaan pembangunan mestinya matang dan jelas, masak dengan anggaran Rp. 6 miliar lebih. baru 3 bulan dindingnya sudah banyak yang retak, pagarnya diduga dikerjakan diatas pondasi lama, jangan-jangan untuk pasangan yang lain, seperti pembesian, kerangka baja atas dan komponen yang lainya menjadi tanda tanya besar masyarakat, terkesan ada indikasi persekongkolan jahat antara Pengelola Anggaran, Pengawas Pembangunan dan Rekanan pemenang pekerjaan.
   Bahkan lanjut Yanto, mengatakan “Pembangunan Pasar Perak, yang berlokasi di Desa Perak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Jombang, bukan perencanaanya yang kurang bagus tetapi karena ada dugaan persekongkolan jahat dan korupsi.” pungkas Yanto.
   Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Jombang, Hari Utomo, ketika dikonfirmasi suaraharianpagi.com beberapa hari yang lalu di kantornya, yang didampingi PPK Pembangunan Pasar Perak, Nursila Cahyaningrum, mengatakan, “kita tanyakan dulu ke konsultan pengawasnya, sesuai gambar apa tidak, kalau bisa tolong jangan diberitakan dulu, kayak gak kenal saya saja.” pintanya kepada suaraharianpagi.com, tapi sampai berita ini diturunkan Hari Utomo, ketika dihubungi via ponselnya untuk mendapatkan jawaban kepastian gambarnya selalu menghidar dan tidak diangkat ponselnya meskipun tanda berdering.
    Seperti diketahui Pembangunan Pasar Perak, anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab Jombang sebesar Rp. 7,1 miliar. Dilelang, di menangkan oleh PT. Inneco Wira Sakti Hutama, yang beralamat di Jln. Sutorejo Selatan II/1-3 Kota Surabaya. Jawa Timur, dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp. 6.029.189.241,56. *ryan







Jombang - suaraharianpagi.com
   Proses pendistribusian minyak goreng curah untuk pedagang di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Jumat pagi, dipantau langsung oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
   Tampak mendampingi Bupati Jombang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wignyo Handoko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jombang Hari Oetomo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Aminatur Rokhiyah.
   Disampaikan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, bahwa pendistribusian minyak goreng curah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang di pasar Cukir adalah menjalankan program dari Kementerian Perdagangan yang bekerjasama dengan supplier RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) yang merupakan pasar pantau siskaperbapo (sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok) Jawa Timur.
   Berkenaan dengan kebutuhan komoditi masyarakat khususnya minyak goreng, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan aturan yaitu Permendag Nomor 11 Tahun 2022 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah dengan harga Rp. 14.000,- per liter atau Rp. 15.500,- per kg",
   "Untuk wilayah Kabupaten Jombang pendistribusian dilaksanakan di 3 (tiga) pasar yaitu Pasar Pon, Pasar Ploso, dan Pasar Cukir. Masing-masing disediakan sebanyak 6000 kg minyak goreng diperuntukkan bagi pedagang pasar", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Kegiatan kali ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pedagang minyak goreng yang ada di Pasar Cukir dengan harapan para pedagang dapat menjual kembali kepada konsumen dengan harga sesuai harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah, tambah Bupati Mundjidah Wahab.
   Bupati Jombang sangat mengapresiasi dan mendukung dilaksanakannya pantau pasar murah ini, terlebih dengan tetap selalu mengingatkan pengunjung pasar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena saat ini kita masih dalam pandemi covid-19.
   "Harapan kami dengan adanya pasar murah ini, selanjutnya dapat menjaga stabilitas harga minyak goreng curah, sehingga masyarakat kabupaten jombang mendapatkan minyak goreng curah dengan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah", pungkasnya.
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab pada kesempatan tersebut juga blusukan kedalam pasar berdialog dengan pedagang memantau harga-harga bahan pokok dan komoditi lainnya jelang Ramadhan. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com
   Letkol Inf Muhammad Hanafi, Dandim 0814 Jombang menggelar acara Ngopi Bareng bersama insan Pers se-Kabupaten Jombang di Aula Kodim 0814 Jombang, Selasa (29/03) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, jajaran Kodim 0814 Jombang serta beberapa perwakilan wartawan di Kabupaten Jombang.
   Letkol Inf Muhammad Hanafi, dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers, yang selama ini berperan membantu dalam tugas pokok Kodim, maupun tugas dalam mensukseskan program pemerintah daerah. “Kegiatan ini kami adakan dalam rangka menjalin silahturahmi sekaligus memperkenalkan diri saya selaku Dandim yang baru menjabat di Kabupaten Jombang, selama 4 bulan ini,” katanya.
   Pihaknya menyebut, peran media di era globalisasi, sangatlah penting. Baik dari segi edukasi maupun penerangan. Salah satunya, menangkal berita hoax yang saat ini sering terjadi di Indonesia.
   “Saya harap rekan-rekan media bisa menjadi filter. Jangan sampai berita-berita hoax menjadi polemik, sehingga menjadikan situasi tidak kondusif. Perlu jalin kerjasama yang bagus dengan insan media dalam segi pemberitaan,” pintanya.
   Kodim 0814 Jombang juga berupaya, dengan menciptakan Kampung Pancasila di Kabupaten Jombang, untuk lebih memupuk tali persaudaraan, meningkatkan rasa kebangsaan, rasa nasionalisme serta rasa persatuan dan kesatuan guna mewujudkan NKRI yang lebih tangguh. “Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan, saya atas nama pribadi maupun Kodim mengucapkan mohon maaf lahir dan batin serta selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan bagi yang melaksanakannya. Harapan saya kedepannya kerjasama yang sudah bagus dapat di tingkatkan, baik di lapangan, formal dan informal,” pungkasnya. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Evaluasi maupun penilaian dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah kegiatan yang mesti dilakukan guna melihat perkembangan peserta didik selama proses pembelajaran.
   Penilaian yang dimaksud tidak hanya dari sisi Afektif, Kognitif dan Psikomotor, tapi semua kegiatan yang terjadi dalam pembelajaran tersebut. Guru selaku pengajar tidak hanya bertugas sebatas pemberi materi pada peserta didik, tapi juga sebagai pendidik selama proses itu berlangsung. Disini lah peran penting seorang Pendidik di dalam meningkatkan tata krama dan akhlak murid penerima materi yang akan diterima.
   Hari ini (28/3) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengadakan Bimtek Penilaian Hasil Belajar jenjang Sekolah Dasar Tahun 2022 di enam tempat berbeda.
   Jumlah peserta keseluruhan sebanyak 252 guru terbagi menjadi enam tempat berbeda karena kondisi tempat yang tidak mencukupi dengan system penerapan protokol keseharan maka dibagi pada setiap tempatnya ada 42 peserta.
   Pada saat pembukaan kegiatan Bimtek Penilaian Hasil Belajar Lokasi utama ada di SDN BALONGBESUK, dan diikuti secara virtual dari SDN DUKUHKLOPO, SDN PLOSO, SDN PERAK 2, SDN BANJARAGUNG 2 dan SDN TEJO 1.
   Bimtek dibuka langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Hendro Wahyudi.
   “Kita berharap bapak ibu guru yang mengikuti Bimtek ini bisa mendapat pengetahuan baru dan bisa menyampaikan kepada rekan guru lain di sekolah masing-masing, untuk itu mari kita ikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh,”kata Hendro.
  Dalam sambutannya Hendro juga menyinggung terkait dengan PPDB tahun 2022, bahwa siswa memiliki kesempatan yang sama jika ingin naik ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu SMP, khususnya melalui jalur prestasi akan ada pola penilaian baru pada jalur ini. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Aliyah (MA) Se Jawa Timur tahun 2022.
   Opening Ceremony Porseni MA 2022 yang diikuti 38 kontingen Kabupaten/Kota di Jawa Timur ini dilaksanakan di GOR Merdeka Jombang, pada beberapa hari yang lalu.
   Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan kontingen peserta Porseni Madrasah Aliyah tingkat Provinsi Jawa Timur di kabupaten Jombang", tutur Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengawali sambutannya.
   Selaku pemerintah Kabupaten Jombang, Bupati Mundjidah Wahab sangat menyambut baik dan positif kegiatan Porseni MA tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai langkah awal dan strategis mendorong peningkatan pengembangan olah raga dan seni di Provinsi Jawa Timur khususnya.
   Tentunya ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas dipilihnya Kabupaten Jombang sebagai tempat penyelenggaraan Porseni Madrasah Aliyah tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2022 ini.
   Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara karena dalam situasi covid 19 yang telah berupaya dan bekerja keras untuk mensukseskan kegiatan porseni yang merupakan agenda 2 tahunan ini", tambahnya.
   Bupati Mundjidah Wahab berharap para peserta yang terpilih mewakili kontingen Kabupaten/Kota bisa mengharumkan nama kabupaten/kota masing-masing di tingkat Provinsi. "Jaga nama baik Madrasah dan Kabupaten atau Kota kalian, diantaranya dengan menjunjung sportivitas dan prestasi, menjaga kekompakan, sportifitas dan solidaritas selama bertanding. Yang terpenting adalah usaha dan doa. Semua orang akan melihat apa yang mampu kalian lakukan, baik itu di bidang olahraga maupun seni, dengan olahraga hidup akan menjadi sehat, dengan seni hidup akan lebih indah, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita bisa menguasai dunia, dan dengan ilmu agama dan karakter hidup akan terarah dan berkarakter. Tunjukkan madrasah yang hebat bermartabat di bidang olahraga dan seni, gali potensi, tunjukkan bakat masing-masing yang sesuai keahlian dan tetap jaga prokes", pungkas Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
   Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Bpk. Dr. H. Husnul Maram, MHI yang membuka acara tersebut dengan bacaan Al-fatihah, juga Basmalah, selanjutnya Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang melakukan pemukulan Bedug disaksikan oleh jajaran Forkompimda Kabupaten Jombang, serta seluruh kontingen.
   Kakanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram mengatakan, kegiatan rutin dilakukan setiap dua tahun sekali ini untuk meningkatkan kualitas anak didik supaya sesuai dengan slogan, Madrasah Yang Mandiri dan Berprestasi. Prestasi ini salah satunya adalah prestasi olahraga dan seni.
   "Porseni MA di Jombang ini ada 7 cabang olahraga dan 9 cabang seni. Pertandingan sudah dimulai sejak kemarin," terangnya.
   Kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara Kanwil Kemenag Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Jombang.
 "Kegiatan ini sangat diharapkan oleh masyarakat Jatim. Sebab sempat tertunda karena Pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan semangat secara bersama-sama ini, bisa betul betul menjadi Madrasah yang mandiri dan berprestasi," tandas Maram.
   Pelaksanaan perlombaan yang dilaksanakan mulai 25-27 Maret 2022 ini dilakukan di beberapa tempat di Kabupaten Jombang. Selain di GOR, pertandingan juga digelar di Stadion, Indoor tennis, Islamic Center Jombang, Masjid Agung Baitul Mukminin, STKIP, juga di MAN 1, MAN 3 dan MAN 4.
   Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrahman mengucapkan terimakasih pada Bupati Jombang, yang telah memfasilitasi kegiatan Porseni MA ini. Dia berharap kegiatan bisa menginspirasi para pelajar di Madrasah se Jawa Timur. "Mudah-mudahan Kabupaten Jombang mendapat inspirasi dan prestasi terbaik," ungkapnya. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
  Perihal adanya dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang diduga dilakukan oleh warganya sendiri untuk keperluan persyaratan pernikahan memantik reaksi keras praktisi hukum.
   Menurut Sadak, SH, MH,. Seorang praktisi hukum asal Mojokerto mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan tersebut melanggar hukum. Ini tentang Pemalsuan sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 263 KHUP," jelas Sadak kepada suaraharianpagi.com Sabtu (26/3).
   Selain pemalsuan tanda tangan, didapati informasi bahwa berkas administrasi pernikahan ada yang kurang, namun KUA Kecamatan Megaluh tetap menerbitkan akta nikah. Menurut Sadak, dalam persoalan ini semuanya harus diperiksa, karena janggal apabila Kantor KUA Kecamatan Megaluh bisa menerbitkan akta nikah padahal ada syarat yang kurang dipenuhi.
   Selain itu, Sadak juga menyarankan kepada Kepala Desa Ngogri untuk dilanjutkan ke ranah hukum, sebagai pelajaran agar kasus serupa tidak terulang. Apabila Bu Lis selaku Kepala Desa Ngogri merasa telah dipalsukan tanda tangannya, maka hendaknya Kepala Desa Ngogri segera melaporkan perkara ini kepada Pihak Kepolisan tentang dugaan Pemalsuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KHUP, karena dugaan pemalsuan tersebut telah dipergunakan untuk mendapatkan Akta Nikah, oleh karena itu menurut saya pribadi perbuatan tersebut tergolong kejahatan yang luar biasa” tegas Sadak kepada suaraharianpagi.com.
   Sadak juga mengatakan, Kinerja KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa Timur, patut dikoreksi dan diplototi. Pasalnya, KUA Kecamatan Megaluh dianggap telah menerbitkan Akta Nikah sedangkan pemohonnya tidak terlebih dahulu melengkapi persayaratan. Hal tersebut secara hukum KUA Kecamatan Megaluh bisa disangkakan telah mengabaikan terhadap Putusan Dirjen bimbingan masyarakat Islam No. 713 tahun 2018 tentang penetapan formulir dan Laporan pencatatan Perkawainan.
   Akta nikah telah terbit, sedangkan syarat belum dipenuhi, ya ini telah mengabaikan Putusan Dirjen bimbingan masyarakat Islam No. 713 tahun 2018 tentang penetapan formulir dan Laporan Pencatatan Perkawinan," kata Sadak, SH, MH,. Praktisi Hukum kepada media suaraharianpagi.com.
   Praktisi Hukum asal Mojokerto ini juga menilai, apabila KUA Kecamatan Megaluh melakukan pembatalan akta nikah dalam kasus ini, maka membuktikan bahwa perbuatan hukum yg dilakukan oleh Kepala KUA pada waktu menerbitkan Akta Nikah tersebut dilakukan secara sadar.
   Bahwa terhadap permohonan pembatalan Akta Nikah yg dimohonkan oleh Kepala KUA Kecamatan Megaluh ke Pengadilan Agama Jombang, hal tersebut semakin membuktikan bahwa perbuatan hukum yg dilakukan oleh Kepala KUA pada waktu menerbitkan Akta Nikah tersebut dilakukan secara sadar," tambah Sadak.
   Praktisi Hukum yang juga merupakan kuasa hukum organisasi media ini mengharapkan agar Kementerian Agama Kabupaten Jombang segera mengambil tindakan tegas, kendati demikian hal serupa agar tidak terulang di Kota Santri ini. Oleh karena itu hendaknya Kementrian Agama Jombang segera mengambil sikap atas kejadian tersebut," pintanya.
  Namun sangat disayangkan, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang saat dikonfirmasi perihal persoalan ini oleh suaraharianpagi.com nampak menghindar dan terkesan menutupi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Ngogri, Agus Lishartitik, geram dan marah besar lantaran tanda tangannya diduga dipalsukan oleh warganya yang bernama EL yang beralamat di dusun Ngogri RT 03, RW 01 Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh. *ryan



Jombang – suaraharianpagi.com
   Bertempat di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah dilaksanakan Panen Raya Program Kemitraan Hulu Hilir Perlindungan Petani antara Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dengan PT. Sinar Makmur Komoditas (SMK) - PT. Asuransi Jasindo telah mendapat apresiasi positif dari Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab.
   Bupati Mundjidah Wahab yang hadir bersama Wakil Bupati Jombang Sumrambah didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Drs Wignyo Handoko MSi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Much Roni MM, Hendratan - Pimpinan Sinar Makmur Komoditas (SMK) Produsen Beras Merk Sumo yang juga Ketua Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Jawa Timur; Supraptono Ketua Asosiasi Komoditas; PT. Asuransi Jasa Indonesia, Ika Agustin, meninjau lahan panen, menyaksikan proses panen padi dengan mesin combine, hingga pewadahan, penimbangan gabah, pengangkutan sampai transaksi jual beli gabah dari petani kepada Asosiasi Komoditas.
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya, bahwa apa yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bersama Poktan Gapoktan ini merupakan inovasi yang luar biasa. Panen dengan menggunakan teknologi tepat guna. Inovasi teknologi pertanian merupakan suatu keharusan untuk memacu peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya.
   "Selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Jombang, saya menyambut baik dan turut bergembira serta bersyukur kepada Allah SWT adanya panen raya ini. Semoga usaha yang dilakukan oleh kelompok tani terus meningkat dari tahun ke tahun untuk mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Jombang", tutur Bupati Mundjidah.
   Untuk itu saya mengajak kepada petani di Kabupaten Jombang khususnya kelompok tani Kepuhkajang untuk senantiasa mengembangkan ilmu yang telah dimiliki serta menerapkan teknologi tepat guna melalui bimbingan para penyuluh pertanian. Harapannya kedepan setiap desa punya alat panen mesin combine ini. Sehingga proses panen waktunya cepat. Sehingga anak anak muda juga tertarik untuk menekuni dunia pertanian seiring teknologi yang terus berkembang.
   Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much Roni, MM; menyampaikan bahwa panen padi kegiatan kemitraan perlindungan petani padi, adalah kegiatan kemitraan pembelian gabah oleh Asosiasi Komoditas Padi Kabupaten Jombang dengan Perusahaan Penggilingan Padi, PT. Sinar Makmur Komoditas (SMK). Padi yang dipanen adalah padi varietas Inpari 32.
   Dipanen menggunakan mesin panen/combine harvester, dengan keistimewaan waktu panen padi lebih cepat, gabah langsung diperontok dan langsung masuk ke dalam karung. Hasil Panen petani padi langsung ditimbang, dibeli secara cash oleh Asosiasi Komoditas (Askom) dan kemudian dikirim ke PT. SMK yang sudah menjalin MoU dalam kegiatan perlindungan petani padi Jombang.
   Harga Beli Gabah oleh Askom lebih tinggi daripada harga beli oleh Tengkulak pada umumnya sehingga petani akan diuntungkan dan kestabilan harga jual gabah yang profitable juga terjaga.
   Petani juga dapat mengetahui hasil Riil Jumlah produksi padi yang telah ditanamnya. Selain pembelian gabah, kegiatan kemitraan ini juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk memberikan asuransi jaminan usaha tani padi. Jadi jika sampai ada kemungkinan terburuk gagal panen maka penggantian biaya usaha tani dari PT. Jasindo dengan ketentuan dan syarat berlaku.
   Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much Roni, MM; juga menyampaikan bahwa PT. Sinar Makmur Komoditas (SMK) menjalin perjanjian kerjasama dengan Dinas Pertanian dan PT. Asuransi Jasa Indonesia dalam hal dukungan fasilitasi pembayaran asuransi pertanian bagi petani di Jombang (8 Kecamatan).
   Selanjutnya dari panen gabah hasil budidaya padi yang dilakukan petani tersebut dapat dijual ke Asosiasi Komoditas Padi (lembaga binaan Dinas Pertanian) untuk kemudian di kirim ke PT. SMK. Di PT SMK ini, gabah Kering Sawah di proses langsung menjadi Gabah Kering Giling dan selanjutnya di jadikan beras premium (minim butiran beras yang pecah/ butiran berasnya utuh).
   Usai menyaksikan proses panen di Desa Kepuhkajang Kecamatan Perak, Bupati dan Wakil Bupati Jombang melanjutkan melakukan kunjungan ke PT. SMK di Jl. Gatot Subroto Jombang dibagian packing. Menyaksikan proses penggilingan gabah menjadi beras premium. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Kepala Desa Ngogri, Agus Lishartitik, geram dan marah besar lantaran tanda tangannya diduga dipalsukan oleh warganya yang bernama EL yang beralamat di dusun Ngogri RT 03, RW 01 Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk keperluan nikah.
   Pengakuan Kades, pihaknya baru mengetahui hal itu setelah mendapatkan informasi bahwa ada warga yang melangsungkan pernikahan tidak didukung oleh kelengkapan administrasi yang sah dan valid.
   Berbekal informasi tersebut akhirnya Kades Perempuan ini, memanggil Kesra Khisbul Andoni untuk mengecek kebenaranya, setelah dicek, Kesra akhirnya menceritakan, awal mula kejadian nikah yang tidak didukung oleh administrasi yang sah dan valid.
   Kades Ngogri juga mengatakan bahwa “kalau ada isu saya tidak mau membuatkan surat pengantar untuk nikah warga saya, itu tidak benar dan bohong besar. Saya tidak pernah mempersulit warga saya untuk mengurus surat apapun yang penting dokumennya jelas, datanya asli, tidak fotocopy dan prosedural, hari itu juga akan saya buatkan,” kata Agus Lishartitik kepada suaraharianpagi.com.
   Masih kata Kades Ngogri Agus Lishartitik, tanggal 5 Maret 2022, datanglah dua sejoli menghadap Kesra, Desa Ngogri, dengan maksud tanya persyaratan pernikahan. Setelah diberitahu dan dicatatkan syarat-syaratnya, dan ditunggu-tunggu dia tidak kunjung datang. Ada informasi bahwa dua sejoli yang sudah di mabuk cinta tersebut langsung daftar nikah ke KUA Megaluh, tanpa meminta surat pengantar dari kantor Desa Ngogri.
   Selang beberapa hari, tepatnya tanggal 15 Maret 2022, EL datang ke Kasi pelayanan Desa Ngogri minta surat pengantar Nikah, karena data-datanya masih berstatus kawin, kemudian petugas menyarankan untuk memperbarui.
   Setelah diperbarui dua sejoli tersebut menghadap Kepala Desa Ngogri dan menyodorkan berkas fotocopy Numpang Nikah dari Kecamatan Perak, sementara Bu Kades Ngogri meminta aslinya, tidak pikir panjang dua sejoli pun langsung mengambil berkas aslinya ke KUA Megaluh, dan disodorkan ke Kepala Desa Ngogri, setelah diteliti oleh Kades Ngogri ternyata surat-surat EL masih bersetatus Belum Pernah Nikah, padahal EL yang benar adalah sudah berstatus Janda cerai hidup.
   Selang satu hari tanggal 16 Maret 2022, dua sejoli datang lagi kekantor Balai Desa Ngogri, menghadap Kesra, meminta pengecekan data surat pengantar numpang nikah dari Dusun Plumpung, Desa Perak, Kecamatan Perak. Setelah diperiksa Kesra Ngogri, data tersebut masih ada kekurangan N 1, dan Surat Pernyataan belum pernah nikah. Sementara data EL sudah ada di Kantor KUA Megaluh, singkat cerita Kesra memerintahkan EL untuk mengambil datanya di kantor KUA agar pihak Kesra atau Desa Ngogri punya dasar untuk membuatkan surat pengantar pernikahan di KUA, tetapi hal tersebut diabaikan oleh saudara EL.
   Masih hari dan tanggal yang sama di Balai Desa Ngogri kedatangan tamu dari Keluarga Laki-laki dari Desa Perak, meminta Desa Ngogri untuk memediasi atau musyawarah terkait pernikahan dua sejoli tersebut, dikarenakan dari pihak laki-laki tidak merestui anaknya menikah dengan saudari EL.
   Setelah dipertemukan di Balai Desa Ngogri, akhirnya disepakati kedua belah pihak menikahkan anaknya setelah Desember tahun 2022. Dengan ditandatangani berita acara penyelesaian perkara bermaterai yang disaksikan oleh Kepala KUA Megaluh bapak Zubaidi dan diketahui Kepala Desa Ngogri Agus Lishartitik.
   Dua hari kemudian tepatnya tanggal 18 Maret 2022 Kepala Desa Ngogri mendapatkan informasi dari salah satu keluarga EL, bahwa saudari EL sudah melaksanakan Pernikahan yang sah di KUA Megaluh. Berdasarkan keterangan tersebut Kepala Desa Megaluh langsung memerintahkan Kesra untuk menelusuri kebenaran dan kepastiannya. Pergilah Kersa menemui Kepala KUA Megaluh bapak Zubaidi menanyakan kepastian berita pernikahan EL. Dengan tegas Zubaidi membenarkan bahwa saudara EL dan MZ sudah menikah sah pada hari Senin Tanggal 14 Maret 2022. Tanpa surat pengantar dari desa Ngogri diantaranya N1, N2, N4 dan surat keterangan Wali yang ditandatangani olek Kepala Desa Ngogri.
   Sementara Kepala KUA Megaluh Zubaidi, mengatakan bahwa saudari EL hanya mengumpulkan berkas berupa KK dan KTP berstatus Belum Kawin / Perawan. Hal ini yang membuat Kepalah Desa Ngogri murka dan marah besar karena merasa tandatanganya diduga dipalsukan.
   Menyikapi perbuatan ini Saya sudah menyampaikan surat ke pak Camat Megaluh, bila perlu ke Bupati Jombang, agar kami tidak disalahkan dibelakang hari.
   Ditanya soal tindakan selanjutnya yang bakal diambil,” Kemungkinan sampai ke pihak Penegak Hukum atau Kepolisian bisa saja terjadi bila yang bersangkutan tidak mau bertanggung jawab atau mengelak untuk menyelesaikannya. Bukti sudah cukup kita pegang, antara lain terdapat surat di KUA sementara arsip di Kelurahan tidak ada, siapa oknumnya nanti juga akan terkuak," tegas Kades Ngogri Agus Lishartitik.
   Kepala KUA Megaluh Zubaidi ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, mengatakan hanya rapak, kenapa kalau hanya rapak bapak mengajukan surat permohonan ke Pengadilan Agama? akhirnya Zubaidi membenarkan bahwa EL dan MZ sudah menikah sah di KUA Megaluh tanggal 14 Maret 2022, dengan data KK/KTP belum pernah nikah," kata Zubaidi kepada suaraharianpagi.com. 
   Zubaidi juga merasa dikelabuhi oleh mempelai perempuan, maka dari itu saya mengajukan surat permohonan ke Pengadilan Agama (PA) Jombang, tertanggal 18 Maret 2022 agar Ketua Pengadilan Agama Jombang cq. Majelis Hakim segera memeriksa dan mengadili pekara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi. 1. Mengabulkan permohonan pemohon. 2. Membatalkan pernikahan antara pemohon I. (Muzaki bin Samsuri) dengan pemohon II. (Elisa fitri Ariyanto binti Yudi Priyanto) yang dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Megaluh pada tanggal 14 Maret 2022. 3. Menyatakan Akta Nikah dan Kutipan Akta Nikah Nomor. 059/20/111/2022 Tanggal 14 Maret 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Megaluh tidak berkekuatan hukum/batal demi hukum. 4. Membebankan biaya perkara kepada pemohon.
   Perlu diketahui bahwa pernikahan antara termohon I dan termohon II telah melanggar ketentuan PPRI No. 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan Psl. 6 (2) terkait penelitian berkas pengajuan nikah yang terdiri dari Akta Lahir, KTP/KK dan atau memalsukan indentitas diri dengan mengaku berstatus perawan (Belum Menikah). Bahwa atas sikap dan perbuatan termohon II tersebut Pemohon sebagai Pencatat Nikah merasa tidak rela (Dikelabuhi).
   Sementara EL ketika dikonfirmasi suaraharianpagi.com di Balai desa Ngogri tanggal 16 Maret 2022, mengatakan bahwa datanya akan diperbarui, ketika ditanya data status apa yang dipakai menikah di KUA Megaluh tanggal 14 Maret 2022, janda atau perawan, ia hanya bisa menunduk dan diam seribu bahasa sampai pertemuan selesai. *ryan

Jombang – suarahariapagi.com
   Program Sekolah Penggerak sebagai upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
   Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.
   Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa di seluruh Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, dalam beberapa tahun ke depan Kemendikbud akan mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak yang mampu mendemonstrasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terutama dari kepala sekolah beserta guru di dalamnya. Sekolah- sekolah ini akan menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
   Sehubungan dengan program Sekolah Penggerak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi Program Sekolah Penggerak angkatan 2 jenjang sekolah menengah pertama ( SMP ) tahun 2022.
   Sosialasasi ini dilaksanakan di Aula 2 Disdikbud Jombang pada senin siang beberapa waktu yang lalu, yang dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Jombang, Agus Suryo Handoko. Dalam sosialisasi Program sekolah Penggerak SMP kali ini mendatangkan naras umber Ahmad Taufik dari pengawas SMP.
   Taufik menerangkan bahwa Program Sekolah Penggerak adalah program untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mengakselerasi sekolah bergerak 1-2 tahap terlebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran. *ryan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget