Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Blitar"



Ketahuan Edarkan Uang Palsu, Motor Ditinggal Lari
Blitar kabupaten - suaraharianpagi.com


   Sepeda motor dengan Nopol AG6253 diduga milik pengedar uang palsu (upal) tertinggal di Pasar Gambar, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Senin (28/7). Diduga, pelaku kabur setelah aksinya mengedarkan upal ketahuan pedagang di pasar tersebut.
   Dari keterangan warga yang ada di pasar Gambar kedua pelaku mengendarai Honda Beat warna putih biru dengan Nopol AG 6253 HG. Sepeda motor itu yang ditinggal begitu saja oleh pelaku di Pasar Gambar.
   Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono menjelaskan sepeda motornya sudah diamankan petugas Polsek Wonodadi. Kami masih mengejar kedua pelaku yang diduga pasangan suami istri.
   Dibawah jok sepeda motor pelaku polisi menemukan menemukan pecahan uang palsu Rp 100.000 sebanyak sembilan lembar di dalam jok sepeda motor. Uang palsu itu disimpan di dalam dompet warna cokelat yang ditaruh di bawah jok sepeda motor.
   Di bawah jok sepeda motor juga ditemukan STNK atas nama Sukoroni warga Desa Katang, Kabupaten Kediri. Selain itu, polisi juga menemukan kartu berobat atas nama Murani di klinik Surya Melati, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Sedangkan pemilik kartu beroabat beralamatkan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
   “Kami masih cek kebenarannya,” kata Heri singkat. Informasi soal pengedar upal di Pasar Gambar sempat ramai dibahas di grup facebook Info Cegatan Blitar (ICB).
  Akun facebook atas nama Dista F Romansyah mengunggah tiga foto sepeda motor pelaku yang tertinggal di Pasar Gambar ke grup facebook ICB. *atk

Kwarcab Kab Blitar Juara 1 Gudep Unggulan
Blitar Kabupaten - SHP 
  Kabupaten Blitar kembali menda-patkan prestasi dari Gerakan Pramuka. Keluarga Besar Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Blitar kembali menorehkan prestasi. Kali ini SDN Babadan 1 Wlingi menjadi juara 1 dalam lomba Gugus Depan Unggulan Kwarda Jawa Timur Tahun 2017. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Jawa Timur menyerahkan piagam, tropi dan uang pembinaan kepada Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Blitar, Drs. Totok Subihandono di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (14/8) pada kegiatan Peringatan Hari Pramuka ke-56 Tahun 2017.
   Dalam peringatan Hari Pramuka tersebut, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) menyampaikan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Dalam sambutan tersebut antara lain ditegaskan bahwa, seluruh Pramuka agar menerapkan nilai Pramuka saat beraktivitas di media sosial. Setiap Pramuka adalah kantor berita. Pramuka harus hafal 10 tugas Pramuka dan share ke media sosial. Pesan persatuan, kebinekaan, jiwa muda, kreatif, inovatif, berkarakter harus muncul dalam posting di media social. Ini perlu dilakukan karena generasi Pramuka saat ini merupakan generasi milenial. Generasi yang suka membagikan aktivitas melalui media sosial.
   Dalam sambutan tersebut diingatkan pula tentang pesan Presiden RI Joko Widodo, yakni generasi pramuka saat ini kebanyakan diisi oleh adik-adik generasi milenial atau generasi Y, yang cara berpikirannya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi adaptif dengan kemajuan teknologi, generasi yang sangat kreatif dan inovatif. Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan agar gerakan pramuka harus melakukan terobosan, jangan berpikir linear, jangan terjebak rutinitas dan monoton. Diantaranya harus memandu adik-adik pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif.
   Sementara itu, usai menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Blitar, Drs. Totok Subihandono yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar menyampaikan, bahwa penilaian dari 38 kabupaten/kota, SDN Babadan 1 Wlingi masuk 10 besar Tingkat Provinsi Jawa Timur. Setelah melalui penilaian lapangan, SDN Babadan 1 Wlingi meraih juara 1. Ada 7 kriteria penilaian, antara lain; kegiatan, proses latihan, prestasi, kemitraan, SDM, manajemen administrasi, dana dan sarana prasarana. Untuk itu, prestasi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan prestasi ini, SDN Babadan 1 Wlingi mewakili Provinsi Jawa Timur maju ketingkat nasional yang akan diselenggarakan pada bulan September sampai Oktober 2017. Seperti diketahui, prestasi serupa bukan kali pertama diiraih Kwarcab Kabupaten Blitar. Sebelumnya, SDN Kademangan 1 juga meraih juara 1 Gudep Unggulan Kwarda Jawa Timur. Ini berkat dukungan semua pihak termasuk Ka Kwarcab Kabupaten Blitar, Drs. H.Rijanto, MM. Selama ini Kwarcab Kabupaten Blitar memprioritaskan SDM anggotanya. *atk




Bumdes sehat Masyarakat Sejahtera
Blitar Kabupaten - SHP 
    Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Blitar bersama Bank BNI 46 cabang Blitar menggelar Gathering Bumdesa dengan tema Bumdesa sehat Masyarakat Sejahtera bertempat di Wisata Edukasi Kampoeng Coklat Blitar, Kamis, 10/8.
   Hadir dalam acara ini Bupati Blitar Rijanto, CO Bank BNI 46 Cabang Malang, Pimpinan BNI 46 cabang Blitar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengurus Bumdes se-Kabupaten Blitar Camat dan kepala des a serta tamu undangan.
   Drs. Mujianto kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Blitar menyampaikan tujuan fari kegiatan gathering ini Membangun kemitraan bumdes dengan BNI 46 guna peningkatan peran bumdesa dalam peningkatan ekonomi dan guna pengembangan bumdes lebih lanjut. Juga Terjalinnya kerjasama Pemerintah Kabupaten Blitar dengan BNI 46.
   Untuk kegiatan gathering bumdesa pagi itu dibiayai oleh BNI 46. Dengan terjalinnya kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dengan BNI 46 ini diharapkan akan mendorong ekonomi kerakyatan yang makin mandiri.
   Berdasarkan hasil pemetaan 2016 dari 220 bumdes kategori sehat 60 bumdes, cukup 98, tdk sehat 38 bumdes, tdk aktif 19. Dari 65 bumdesa yang sehat di Kabupaten Blitar ada yang menorehkan prestasi. bumdes sukamulya Desa Minggirsari juara 1 tk propinsi 2015 dan bumdesa Maju makmur sebagai juara nasional dan menjadi bumdesa percontohan.
   Sementara itu Bupati Blitar Rijanto dalam kata-kata sambutannya menjelaskan dengan adanya bumdesa di masing-masing desa akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat terutama dalam meningkatkan usaha. Dalam hal permodalan dan pendampingan.
   Selain itu, masih menurut Bupati Rijanto Kabupaten Blitar memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika bisa dikembangkan, apalagi sekarang ada bumdesa seharusnya ada geliat ekonomi yang semakin maju. Selain itu masyarakat yang terbiasa hidup mandiri akan mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan.
   Menurut dia ada harapan besar dengan adanya bumdesa ini masyarakat semakin maju ekonominya dan mampu mandiri. Desa yang mandiri tentu akan berpengaruh baik pada warganya dalam mengatur dan mengelola ekonominya.
   Dengan bumbesa ini diharapkan potensi desa akan semakin ditingkatkan dan apalagi perhatian pemerontah pusat saat ini sangat bagus. Sehingga ada harapan besar bumdesa ini menjadi motor penggerak berjalannya roda ekonomi di masuarakat. *atk

Sutradara Hollywood Promosikan Kabupaten Blitar
Blitar Kabupaten - SHP
   Kemarin bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro Bupati Rijanto menerima kunjungan sutradara Hollywood asal Blitar Livi Zheng. Hadir dalam acara tersebut Bupati Rijanto bersama Kepala OPD Rabu, 02 Agustus 2017 
   Bupati Blitar Rijanto menjelaskan, di dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Blitar Ke – 693 dan HUT RI Ke – 72, Pemerintah Kabupaten Blitar kedatangan seorang Sutradara Hollywood bernama Livi Zheng perempuan asli Blitar yang akan ikut andil mempromosikan Blitar melalui film.
   Rijanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi dengan dibuatnya film di Blitar yang disutradarai langsung oleh Livi Zheng ini sangat baik untuk mempromosikan Blitar di kancah Internasioanal. Yang jelas ia berharap, bertepatan momen peringatan Hari Jadi Blitar ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
   Sementara itu Livi Zheng mengatakan, ia berada di Blitar mulai kemarin hingga tanggal 5 Agustus 2017 mendatang. Di Blitar, ia bakal melakukan proses syuting pembuatan film yang bertemakan mengangkat wisata Blitar di beberapa lokasi wisata seperti pantai, candi, perkebunan kopi, dan beberapa tempat lainnya seperti di kawasan peternakan, Makam Bung Karno, dan lain sebagainya.
   Livi mengaku, ada beberapa konsep yang akan digarapnya dalam pembuatan film di Blitar kali ini yaitu film yang akan ditayangkan di kalangan turis Amerika dan film yang di tayangkan untuk turis lokal Indonesia serta film yang ditayangkan untuk para investor. Livi berharap, kedepanya Blitar lebih dikenal di kancah Internasional melalui film dan banyak wisatawan yang berkunjung ke Blitar. *atk


Menjamurnya Usaha Optik Tak Memiliki Rekomendasi
Blitar Kabupaten – SHP
   Di wilayah Kabupaten Blitar banyak bermunculan usaha optic dan beroperasi sudah lama namun hal ini masih belum memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Padahal mereka berjual an alat kesehatan mata.
   Untuk menertibkan kegiatan usaha optic ini pemerintah perlu menertibkan aturan terkait hal tersebut. Sehingga kegiatannya bisa terpantau dengan mudah baaik pemerintah maupun dinas terkait.
   Sementara itu menanggapi hal ini Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Cristine Indrawati pada menjelaskan, sesuai pemantauan di lapangan ia mencatat ada ratusan usaha optik yang sudah cukup lama beroperasi namun mereka belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
   Dr.Cristine mengatakan, hal ini dikarenakan belum ada aturan resmi dari Kemenkes soal perijinan usaha optik, hanya ada ketentuan pemilik usaha optik harus menyertakan surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan karena usaha ini menyangkut medis.
   Menurut nya, saat ini mereka yang memiliki usaha optik hanya melakukan perijinan usaha pendirian optik di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Blitar, tanpa meminta surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

   dr. Cristine menambahkan, selama ini pihaknya merasa kesulitan untuk memantau aktivitas usaha optik, sehingga kedepanya ia berharap segera ada aturan resmi soal optik. *atk

Ikuti Penilaian Lomba Kinerja Kecamatan
Blitar Kota - SHP
   Bersama delapan camat yang berhasil meraih juara dalam lomba sinergitas kinerja kecamatan, Camat Sukorejo Kota Blitar mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk mengikuti pembahasan draft indikator penilaian lomba kinerja kecamatan 2017. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Biro Administrasi Pemerintahan Dan Otoda Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/07).
   Suhartono Camat Sukorejo Kota Blitar pada Selasa (11/07), mengatakan bahwa dalam pembahasan draf penilaian sinergitas kinerja kecamatan ini ada delapan camat yang di undang. Mereka para juara tahun 2014, 2015 dan 2016.
   Termasuk tiga camat yang berhasil meraih juara di tahun 2015. Waktu itu, Camat Sukorejo Kota Blitar meraih juara II tingkat Provinsi Jawa Timur, dan sebagai juara I Camat Gunung Anyar Kota Surabaya. Sedangkan juara III, Camat Ngadirojo Kabupaten Pacitan.
   Suhartono menambahkan, fokus pembahasan yang dilakukan, merumuskan indicator-indikator penilaian. Seperti yang pernah di berlakukan tahun sebelumnya, ada tujuh indikator. Diantaranya, indikator bidang Pendidikan, bidang Kesehatan, Pemberdayaan Koperasi dan Ekonomi Mikro, bidang Perencanaan dan Pembangunan, Aturan Perundang Undangan, Penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan dan tugas-tugas umum pemerintahan. Indikator yang sudah ada dibahas, apa perlu ada evaluasi, tetap atau pengurangan. *atk

  

Zonasi Penerimaan Siswa Baru Tidak Berlaku SMK
Blitar Kabupaten – SHP

   Penerimaan siswa tahun ajaran baru 2017-2018 mendatang untuk lembaga sekolah setingkat SMA terjadi sistem yang berbeda. Untuk sistem Pendaftaran penerimaan siswa baru lembaga SMA yang menggunakan sistem zonasi tidak berlaku pada sistem penerimaan lembaga sekolah SMK.
   Suhartono Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar Blitar pada Kamis (22/06), mengatakan bahwa adanya program keahlian di jenjang sekolah menengah kejuruan membuat sistem zonasi dan token atau PIN tidak dapat diterapkan.
  Menurut Suhartono, lembaga sekolah SMK memiliki syarat tertentu untuk ujian masuk sesuai dengan jurusan yang diambil. Syarat tertentu yang dimakasud seperti tinggi badan, berat badan maupun tes buta warna, apalagi jumah SMK negeri di Kota Blitar ada 3 lembaga.
   Suhartono mengaku, meski tidak melakukan sistem zonasi setiap sekolah memiliki pagu penerimaan, agar penerimaan siswa baru tetap merata di masing-masing sekolah dan jurusan. Dengan system yang dijalankan ini diharapkan tidak terjadi kebingungan bagi calon siswa baru.
Suahrtono menambahkan, meski tidak diberlakukan sistem zonasi PPDB di SMK juga tetap melalui proses secara online agar tetap terpantau oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sistem online yang diterapkan ini masih relevan dan memudahkan pemantauannya. *atk


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget