Kurang Pengawasan, Diduga Bangunan Pasar Dikerjakan Asal Jadi

Jombang – suaraharianpagi.com
   Dalam rangka meningkatkan ekonomi rakyat, Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelontorkan dana milliaran rupiah untuk pengembangan sarana prasarana perdagangan di Kabupaten Jombang. Salah satu pasar yang sedang dibangun yaitu Pasar Tunggorono dan Pasar Pon. Kedua Pasar tersebut berlokasi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
   Masing - masing proyek baik Pasar Tunggorono dan Pasar Pon, tersebut menelan anggaran yang sangat fantastis milyaran rupiah, tapi sayang seribu sayang, meskipun proyek sudah berjalan, selembar kertas papan nama proyek yang menunjukan sumber anggaran nilai proyek, volume pekerjaan dan masa pengerjaan tidak dipasang. Padahal dalam aturan papan nama proyek hukumnya wajib, agar masyarakat bisa mengetahui dan ikut mengawasi jalannya pembangunan.
   Namun sangat disayangkan, pembangunan ini tidak sesuai harapan masyarakat, dimulai dari kurangnya pengawasan dari pihak Dinas, sehingga pekerjaan diduga asal jadi, dari pantauan media saat turun ke lokasi proyek yang diduga tidak sesuai juknis dan asal-asalan ini, meskipun baru mengerjakan tempat relokasi pedagang yang akan mendapat dampak dari induk pembangunan pasar, telihat bahwa rekanan yang memenangkan proyek tersebut mengabaikan RAB maupun gambar.
   Sebagai contah untuk Pasar Tunggorono, rekanan pada saat mengerjakan lantai kios yang punya ukuran 2,5meter dan berjumlah 84 kios tersebut tidak memakai molen, sebagai penyadur beton, disamping itu perbandingan antara pasir dan semen tidak jelas, karena di sadur di lantai yang sudah diuruk tanah uruk sehingga sulit untuk membedakan mana yang pasir dan mana yang tanah uruk karena sudah tersadur jadi satu, ada kesan bahwa satu sak semen berbanding satu kol L300 Pasir.
   Sementara pekerjaan di Pasar Pon pun tak jauh berbeda, selain tidak memasang papan nama proyek, saat membuatkan kios sementara untuk relokasi pedagang yang akan terdapak pembangunan pasar induknya, juga lebih ngawur lagi, kayu yang dipakai untuk membuat kios sementara diduga kayu kebon, yang tidak mempunyai kekuatan, disamping itu lantai kios memakai lantai paping lama.
Sementara Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Haris, Ketika dikonfirmasi di kantornya mengatakan “dari awal pemenang tender sudah saya perintahkan ketika sudah mulai bekerja, agar rambu-rambu dan papan nama proyek dipasang. Terimakasih informasinya nanti akan saya tegur.”
   Masih kata Kepala Bidang Haris, untuk Pasar Tunggorono di menangkan oleh CV. Karsa Muda Mandiri, dengan nilai kontrak Rp3,7 Miliyar, termasuk bangunan relokasi kios pedagang terdapak pembangunan.
   Untuk Pasar Pon, pemenangnya dari Trenggalek, progresnya sudah ada tapi saya tidak bisa membaca karena laporanya berupa grafik. Untuk pelaksaanan kegiatan nanti harus pakai molen, untuk menjaga mutu dari kegiatan tersebut. Jangan sampai mutu betonnya berkualitas rendah karena ada kenakalan tukang campuran banyak air.
   “Manakala tidak sesuai RAB nya akan saya lakukakn peneguran satu, dua, tiga, dan putus kontrak.” tegas Haris kepada suaraharianpagi.com 4/8. *ryan
Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget