Warga Harap Tindak Tegas Dugaan Jalan Rabat Beton Bertulang Tidak Sesuai RAB

Jombang - suaraharianpagi.com
   Miris melihat kondisi Proyek Jalan Rabat Beton bertulang didusun Puton, Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022 sebesar Rp.181.955.000; diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Balanja (RAB) dan spesifikasi Teknik.
   Dari hasi investigasi suaraharianpagi.com dilapangan, jalan rabat beton di Dusun Puton, Desa Puton tersebut tidak memakai besi bertulang dan tidak melapisi plastik sebagai alas dasar pengecoran, disamping itu campuran betonnya juga diduga tidak sesuai RAB. Awak media mendokumentasikan lewat rekaman camera video, bahwa campuran betonya 1.4.10. (satu sak semen, dibanding empat tong koral dan sepuluh tong pasir), sudah bisa dipastikan bahwa pekerjaan rabat beton bertulang tersebut diduga tidak sesuai RAB dan tidak akan bertahan lama, akan hancur.
   Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton bertulang, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama, minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.
   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dikeluhkan dan meresahkan warga setempat.
   Salah satu warga Puton yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com, mengatakan “Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggarannya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton tersebut akan bertahan lama, karena banyak material bangunan yang diduga dikorupsi oleh TPK-nya. Seperti pembesiannya tidak dipasang, plastik untuk alas dasar pengecoran juga tidak digelar, serta campuran betonnya juga tidak lazim.” Kata warga dengan nada serius.
   Masih kata warga Dusun Puton, “kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, bisa jadi campuran beton tidak sesuai spek atau bermutu rendah, Hal itu terlihat jelas dari permukaan jalan yang baru digelar, kelihatan putih pucat kurang semen.”
   “Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan tidak mengikuti RABnya. Dipapan Proyek menyebutkan Pembangunan Jalan Rabat Beton Bertulang, namun pada saat pengecoran tidak ada pembesiannya, juga tidak digelar plastik sebagai alas dasar pengecoron, justru samping kiri kanan jalan yang dipasang besi itupun jaraknya diduga tidak sesuai speknya, biasanya jarak 15 cm, ini 20 sampai 30 cm.” tegas warga.
   Kepala Desa Puton saat dikonfirmasi di Kantornya tidak ada ditempat, salah satu staf-nya mengatakan pak Kades barusan pulang.
   Sementara Ketua TPK desa Puton yang ditemui dilokasi pekerjaan mengatakan, bahwa pekerjaan rabat beton bertulang tidak memakai plastik. Kalau memakai plastik pekerjaannya tidak kering-kering dan khawatir rontok.
   Bahkan ketua TPK mengatakan “panjang pekerjaan 270 m, namun dipapan nama proyek panjangnya 248,8 m. Untuk canpuran betonnya menurut Ketua TPK, Pasir 6 tong, koral 3 tong, dan semen satu sak. Pekerjaan tesebut sudah berjalan satu setengah bulan,” pungkas TPK desa Puton.
   Perlu diketahui bahwa jalan rabat beton bertulang Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut, berdasarkan dukumen rekaman awak media bahwa campuran betonnya, 10 tong pasir berbading 6 tong koral dan satu sak semen.
   Ada selisih antara keterangan ketua TPK dan hasil dokumentasi rekaman awak media, yang sekarang dipertanyakan warga Desa Puton. "jangan-jangan selisih tersebut dan tidak dipasangnya besi bertulang serta tidak memasang plastik anggarannya di duga dibuat bancaan Kepala Desa dan TPKnya," ujar warga desa Puton kepada suaraharianpagi.com. 12/7, di lokasi pekerjaan.
   Dugaan pembangunan jalan rabat beton bertulang di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Jawa Timur ini menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang yang dikerjakan asal-asalan dan menyimpang dari RAB nya. Maka dari itu warga Desa Puton meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penyimpangan yang dilakukan Kepala Desa Puton dan Ketua TPK kegiatan. *ryan

Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget