Wali Kota Buka Sosialisasi OSS RBA, Permudah Izin Pelaku Usaha

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Kota Mojokerto melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyelenggarakan sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis resiko tahun 2022 di gedung Saba Mandala Madya. Rabu (27/7).
   Acara ini di buka langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari S, E. yang di dampingi oleh kepala DPMPTSP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono beserta Nara Sumber dari DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Samsul Arifin, S SOS, M. M bersama Praktisi OSS Karni Issetiyawati dan dihadiri oleh pelaku usaha Kota Mojokerto.
   Di sampaikan oleh Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto, maksud dan tujuan kegiatan ini agar para pelaku usaha dengan pemerintah menyamakan persepsi terkait regulasi terbaru. Masih banyak pelaku usaha yang blm mengerti dengan OSS RBA, ada dua pokok yang pertama memang belum mendaftarkan ijinnya dan ada yang belum migrasi dari OSS sebelumnya yaitu 1.1
   Lebih lanjut Dodik menyampaikan selain sosialisasi ini DPMPTSP Kota Mojokerto juga membuka Klinik OSS di Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada. Pada kesempatan ini, para pelaku usaha akan dibimbing secara langsung oleh Narasumber terutama bagi yang belum mendaftarkan perijinannya melalui OSS RBA ataupun yang belum migrasi ke OSS RBA.

   Kegiatan ini merupakan media konsultasi dan bimbingan untuk membantu para pelaku usaha memenuhi kewajiban sesuai standart cara pengisian yang di tetapkan. Mengetahui hambatan yang di alami oleh DPMPTSP yang dapat menghambat laju pertumbuhan investasi di provinsi Jawa Timur terutama di Kota Mojokerto,"jelas Dodik.
   Dalam sambutannya, Ning Ita panggilan akrab Wali Kota Mojokerto menyampaikan, bahwa kegiatan implementasi Perijinan Berusaha Berbasis Resiko ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP kota Mojokerto dalam memberikan fasilitasi pelayanan penanaman modal yang ada dikota Mojokerto. Dan yang kedua, memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai implementasi perizinan berusaha berbasis resiko.
   ” Perizinan berusaha berbasis resiko ini adalah hal baru yang belum dikenal dimasyarakat, melalui DPMPTSP Kota Mojokerto bisa mendampingi masyarakat beralih keperizinan tersebut,” terang Ning Ita.
   Didalam Perda kota Mojokerto No 6 Tahun 2018 tentang penanaman modal, Pemkot Mojokerto memiliki sebuah komitmen untuk menciptakan iklim penanaman modal yang kondusif serta mempermudah dan memberikan kepastian hukum bagi penanam modal yang berinvestasi di kota Mojokerto,” tambah Ning Ita.
   Masih kata Ning Ita, mengingat kota Mojokerto adalah sebagai kota penyangga dan saat ini sudah banyak berkembang pelaku usaha UMKM, baik kuliner maupun kerajinan, maka Pemkot Mojokerto selalu memberikan kemudahan para pelaku usaha dalam mengurus perizinan,” Tegasnya.
   Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yang mana pada hari ini 27 Juli sosialisasi implementasi berberbasis resiko dan tanggal 28 juli bimbingan teknis implementasi pengawasan dan bimbingan RBA berbasis resiko. Kegiatan ini dihadiri oleh 85 orang pelaku usaha yang ada di Kota Mojokerto dengan berbagai macam pelaku usaha. *adv/ds
Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget