PPK PTS3R Dinas Lingkungan Hidup Tolak Konfirmasi Diruang Kerja

Jombang – suaraharianpagi.com
   Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) TPS3R, M. Amin Kurniawan Kabid Pengelolaan Sampah Dan Ruang Terbuka Dinas Lingkungan Hidup, saat dikonfirmasi diruang kerjanya tentang pelaksanaan TPS3R Didesa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menolak memberikan keterangan secara teknis yang sesuai dengan RAB dan Gambarnya.
   "Untuk kejelasannya Monggo besok atau entah kapan kita klarifikasi dan koordinasi dilapangan, kalaupun ketua KSMnya tidak bisa hadir, nanti saya (Amin.Red) dengan konsultan tehniknya, apakah benar KSMnya orang Mojongapit sendiri atau bukan".
  Dia juga berkilah bahwa yang harus dikonfirmasi bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup namun juga KSMnya, karena dirinya menganggap bahwa tidak punya kepentingan dalam pembangunan tersebut, kilahnya. "Yang dikonfirmasi saya dan juga KSMnya, biar tidak sepihak, karena saya tidak punya kepentingan dalam pembangunan".
   Lanjut Amin, “akan membuka RAB Dilokasi pekerjaan, dengan tujuan agar kita bisa menunjukkan pekerjaan mana yang tidak benar,” ujarnya.
   "Kita akan membuka RAB, serta beritahu kami jika ada yang tidak benar dalam pengerjaannya, dan jika kami salah, kami berterima kasih telah diingatkan".
   Dirinya juga menerangkan bahwa didalam pelaksanaan kegiatan pembangunan TPS3R tersebut tanggung jawab KSM, terangnya. "Kegiatan tersebut tanggung jawab penuh KSM, Kembali lagi jika dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan RAB maka yang bertanggung jawab pelaksana kegiatan" tegas Amin selaku PPK TPS3R.
   Pembangunan Gedung TPS3R, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur senilai Rp. 595.822.000; ( Lima Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Rupiah ) diduga banyak praktek penyimpangan.
   Pembangunan Gedung TPS3R Desa Mojongapit, yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus Bidang Sanitasi, tahun angaran 2022 sedang dalam proses pengerjaan. Pembangunan Gedung TPS3R tersebut di kerjakan oleh KSM Mojongapit Berseri, Dengan No. Kontrak 600/925/DAKSAN.TPS3R/415.34/2022. Tanggal Kontrak, 14 April 2022. Dengan waktu pelaksanaan 230 Hari ( Dua Ratus Tiga Puluh Hari).
   Dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB). Yang mencolok adalah pada pekerjaan pembesian kolom utama yang akan menyangga kontruksi baja WV,
   Satu kolom ada delapan biji besi dengan ukuran 12, tapi dari delapan biji besi tersebut ada dua jenis besi, antara lain besi Ulir dan Besi Polos. Bahkan ada kolom semuanya pakai besi ulir, ada kolom yang lain memakai besi polos dan kolom berikutnya pakai besi campur antara ulir dan polos, ya seperti gado-gado kebon rojo.
   Dari hasil pantauan suaraharianpagi.com, dilapangan ternyata bangunan tersebut menggunakan batu batako bukan batu bata merah, untuk pasangan dindingnya. Disamping itu diduga bukan dikerjakan KSM Mojongapit Berseri sendiri, tapi dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan. Karena pada saat awak media investigasi dilapangan tidak satupun awak media menemui pengurus atau pelaksana kegiatan dari KSM Mojongapit Beseri, justru awak media di temui dari salah satu pekerja yang bernama Widodo yang mengaku dari Kecamatan Gudo.
   Dari keterangan Widodo menyebutkan bahwa yang bekerja di TPS3R di Desa Mojongapit berjumlah 12 orang, tapi hari ini yang masuk cuman 11 orang, yang satu lagi ijin sakit. Dari 12 orang tersebut 4 orang dari Kecamatan Gudo sebagai tukangnya, 8 orang dari desa setempat sebagai pembantu
   Masih kata Widodo, ia menceritakan bahwa untuk Ketua KSM Mojongapit Berseri adalah Pak Fauji, “untuk Pelaksananya Pak Puji dan untuk Bendaharanya Pak Eko. Sementara orang–orang yang disebut Widodo ini tidak satupun ada dilokasi kegiatan, padahal ketiga orang inilah yang punya peranan penting baik tidaknya pembangunan atau sesuai RaB dan tidaknya kegiatan.”
   Karena tidak adanya pengurus KSM Mojongapit Berseri di lapangan, patut diduga bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan pihak ketiga atau rekanan. Ketika ditanya apa sudah sesuai RAB pasangannya memakai batu batako, ia katakan “jangan tanya saya, tanya saja ke Pak Fauji sebagai Ketua KSM nya, saya hanya mengerjakan.” Tegas Widodo kepasa suaraharianpagi.com. 19/7.
   Pembangunan Gedung TPS3R adalah fasilitas umum, menyangkut keselamatan banyak orang, Jadi kalau memang dugaan kami benar bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan pihak ketiga. harus ada tindakan khusus dari Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ). Karena dianggap tidak sesuai standar teknis.
   Bukan hanya itu saja, pembangunan Gedung TPS3R tersebut lemah dari sisi pengawasan, pasalnya Pendamping dan monitoring dari Dinas Terkait jarang sekali melakukan pengawasan.
   KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ulum, ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, terkait pekerjaan TPS3R Desa Mojongapit, mengatakan, “saya masih menghadap Ibu Bupati di Pendopo.” *ryan.

Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget