Anggaran Ratusan Juta, Proyek TPS3R Mangkrak

Jombang – suaraharianpagi.com
   Mangkrak lagi mangkrak lagi, Proyek Tempat Pengolahan Sampah Reduce – Reuse – Recycle (TPS3R) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, mangkrak.
   Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut, dikerjakan tahun 2021, namun hingga sekarang tidak berfungsi alias mangkrak.
   Mangkraknya proyek tersebut terlihat dilokasi tidak ada kegiatan pengelolaan sampah hingga alat produksi tidak nampak. Bahkan Gedung hangar pengelolahan sampah pun terlihat kumuh dan belum selesai seratus persen. Seperti kamar toilet masih kelihatan desain kotak kubus kosong tanpa dinding dan paralon tempat untuk memasang kloset, padahal di luar bangunan sudah terpasang dua bes penampung limbah.
   Menurut warga sekitar, sejak proyek selesai dikerjakan tahun 2021, belum ada sama sekali kegiatan yang dikerjakan di lokasi TPS3R. Bahkan alat produksipun tidak ada dilokasi. Dari dulu ya tidak ada kegiatan sama sekali, kelompoknya saja banyak yang tidak tau kok, apalagi mesin produksi warga tidak tahu sama sekali.
   “Seandainya ada alat produksi, bentuknya apa, penggunaanya bagaimana, warga sama sekali tidak tahu,” terang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
   Akibat mangkraknya program PTS3R Dari Dinas Lingkungan Hidup, di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, diduga Negara dirugikan ratusan juta rupiah.
   Program tersebut di anggarankan tahun 2021, seharusnya tahun 2022 sudah berjalan, namun pada kenyataannya tidak ada kegiatan sama sekali, mesin produksi mestinya sudah ada dalam Gedung hangar pengelolaan sampah, tapi tidak kelihatan.
   Dengan tidak berfungsinya Gedung PTS3R dan mesin produksi di Desa Sumobito ada dugaan negara dirugikan, warga berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera memanggil dan memeriksa KSM dan Dinas yang terkait.
   Terpisah, Kepala Desa Sumobito, Bakhery, Ketika di konfirmasi via ponselnya, beralasan bahwa belum adanya kegiatan pemilahan sampah karena belum ada pelatihan dari dinas yang terkait.
   Kalau didalam bangunan TPS3R tidak ada alat produksi yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, karena alat tersebut ada di rumah salah satu pengurus KSM. Karena kawatir hilang kalau ditaruh di bangunan TPS3R.
   Namun Ketika ditanya belum adanya sarana pendukung seperti toilet dirinya mengatakan bangunan itu program DLH, untuk RAB nya juga ada di Dinas, Desa hanya menerima program serta mempersiapkan lahan serta pengelolaanya.
   Masih kata Kepala Desa Sumobito, “bahwa saat ini masih mendapatkan kendaraan roda tiga dengan CC 300 sudah sesuai RAB-nya. Terkait ada dan tidaknya toilet dalam RABnya saya tidak tahu, dibangunkan saja sudah senang sekali,” pungkas Kepala desa Sumobito Bakhery 27/7.
   Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ulum, saat dikonfirmasi di tempat peletakan batu pertama pembangunan sentra IKM SLAG ALUMINIUM Desa Kendalsari mengatakan, “ke Pak Amin saja, saya lupa nanti salah,” sambil menuju kedalam mobil.
   Sementara PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) Dinas Lingkungan Hidup yang menangani bank sampah, ketika dikonfirmasi lewat ponselnya tidak diangkat, tidak begitu lama kirim whatsaapp, “saya lagi rapat.” *ryan
Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget