Diduga Palsukan Tanda Tangan, Warga Terancam Dipolisikan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Kepala Desa Ngogri, Agus Lishartitik, geram dan marah besar lantaran tanda tangannya diduga dipalsukan oleh warganya yang bernama EL yang beralamat di dusun Ngogri RT 03, RW 01 Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk keperluan nikah.
   Pengakuan Kades, pihaknya baru mengetahui hal itu setelah mendapatkan informasi bahwa ada warga yang melangsungkan pernikahan tidak didukung oleh kelengkapan administrasi yang sah dan valid.
   Berbekal informasi tersebut akhirnya Kades Perempuan ini, memanggil Kesra Khisbul Andoni untuk mengecek kebenaranya, setelah dicek, Kesra akhirnya menceritakan, awal mula kejadian nikah yang tidak didukung oleh administrasi yang sah dan valid.
   Kades Ngogri juga mengatakan bahwa “kalau ada isu saya tidak mau membuatkan surat pengantar untuk nikah warga saya, itu tidak benar dan bohong besar. Saya tidak pernah mempersulit warga saya untuk mengurus surat apapun yang penting dokumennya jelas, datanya asli, tidak fotocopy dan prosedural, hari itu juga akan saya buatkan,” kata Agus Lishartitik kepada suaraharianpagi.com.
   Masih kata Kades Ngogri Agus Lishartitik, tanggal 5 Maret 2022, datanglah dua sejoli menghadap Kesra, Desa Ngogri, dengan maksud tanya persyaratan pernikahan. Setelah diberitahu dan dicatatkan syarat-syaratnya, dan ditunggu-tunggu dia tidak kunjung datang. Ada informasi bahwa dua sejoli yang sudah di mabuk cinta tersebut langsung daftar nikah ke KUA Megaluh, tanpa meminta surat pengantar dari kantor Desa Ngogri.
   Selang beberapa hari, tepatnya tanggal 15 Maret 2022, EL datang ke Kasi pelayanan Desa Ngogri minta surat pengantar Nikah, karena data-datanya masih berstatus kawin, kemudian petugas menyarankan untuk memperbarui.
   Setelah diperbarui dua sejoli tersebut menghadap Kepala Desa Ngogri dan menyodorkan berkas fotocopy Numpang Nikah dari Kecamatan Perak, sementara Bu Kades Ngogri meminta aslinya, tidak pikir panjang dua sejoli pun langsung mengambil berkas aslinya ke KUA Megaluh, dan disodorkan ke Kepala Desa Ngogri, setelah diteliti oleh Kades Ngogri ternyata surat-surat EL masih bersetatus Belum Pernah Nikah, padahal EL yang benar adalah sudah berstatus Janda cerai hidup.
   Selang satu hari tanggal 16 Maret 2022, dua sejoli datang lagi kekantor Balai Desa Ngogri, menghadap Kesra, meminta pengecekan data surat pengantar numpang nikah dari Dusun Plumpung, Desa Perak, Kecamatan Perak. Setelah diperiksa Kesra Ngogri, data tersebut masih ada kekurangan N 1, dan Surat Pernyataan belum pernah nikah. Sementara data EL sudah ada di Kantor KUA Megaluh, singkat cerita Kesra memerintahkan EL untuk mengambil datanya di kantor KUA agar pihak Kesra atau Desa Ngogri punya dasar untuk membuatkan surat pengantar pernikahan di KUA, tetapi hal tersebut diabaikan oleh saudara EL.
   Masih hari dan tanggal yang sama di Balai Desa Ngogri kedatangan tamu dari Keluarga Laki-laki dari Desa Perak, meminta Desa Ngogri untuk memediasi atau musyawarah terkait pernikahan dua sejoli tersebut, dikarenakan dari pihak laki-laki tidak merestui anaknya menikah dengan saudari EL.
   Setelah dipertemukan di Balai Desa Ngogri, akhirnya disepakati kedua belah pihak menikahkan anaknya setelah Desember tahun 2022. Dengan ditandatangani berita acara penyelesaian perkara bermaterai yang disaksikan oleh Kepala KUA Megaluh bapak Zubaidi dan diketahui Kepala Desa Ngogri Agus Lishartitik.
   Dua hari kemudian tepatnya tanggal 18 Maret 2022 Kepala Desa Ngogri mendapatkan informasi dari salah satu keluarga EL, bahwa saudari EL sudah melaksanakan Pernikahan yang sah di KUA Megaluh. Berdasarkan keterangan tersebut Kepala Desa Megaluh langsung memerintahkan Kesra untuk menelusuri kebenaran dan kepastiannya. Pergilah Kersa menemui Kepala KUA Megaluh bapak Zubaidi menanyakan kepastian berita pernikahan EL. Dengan tegas Zubaidi membenarkan bahwa saudara EL dan MZ sudah menikah sah pada hari Senin Tanggal 14 Maret 2022. Tanpa surat pengantar dari desa Ngogri diantaranya N1, N2, N4 dan surat keterangan Wali yang ditandatangani olek Kepala Desa Ngogri.
   Sementara Kepala KUA Megaluh Zubaidi, mengatakan bahwa saudari EL hanya mengumpulkan berkas berupa KK dan KTP berstatus Belum Kawin / Perawan. Hal ini yang membuat Kepalah Desa Ngogri murka dan marah besar karena merasa tandatanganya diduga dipalsukan.
   Menyikapi perbuatan ini Saya sudah menyampaikan surat ke pak Camat Megaluh, bila perlu ke Bupati Jombang, agar kami tidak disalahkan dibelakang hari.
   Ditanya soal tindakan selanjutnya yang bakal diambil,” Kemungkinan sampai ke pihak Penegak Hukum atau Kepolisian bisa saja terjadi bila yang bersangkutan tidak mau bertanggung jawab atau mengelak untuk menyelesaikannya. Bukti sudah cukup kita pegang, antara lain terdapat surat di KUA sementara arsip di Kelurahan tidak ada, siapa oknumnya nanti juga akan terkuak," tegas Kades Ngogri Agus Lishartitik.
   Kepala KUA Megaluh Zubaidi ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, mengatakan hanya rapak, kenapa kalau hanya rapak bapak mengajukan surat permohonan ke Pengadilan Agama? akhirnya Zubaidi membenarkan bahwa EL dan MZ sudah menikah sah di KUA Megaluh tanggal 14 Maret 2022, dengan data KK/KTP belum pernah nikah," kata Zubaidi kepada suaraharianpagi.com. 
   Zubaidi juga merasa dikelabuhi oleh mempelai perempuan, maka dari itu saya mengajukan surat permohonan ke Pengadilan Agama (PA) Jombang, tertanggal 18 Maret 2022 agar Ketua Pengadilan Agama Jombang cq. Majelis Hakim segera memeriksa dan mengadili pekara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi. 1. Mengabulkan permohonan pemohon. 2. Membatalkan pernikahan antara pemohon I. (Muzaki bin Samsuri) dengan pemohon II. (Elisa fitri Ariyanto binti Yudi Priyanto) yang dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Megaluh pada tanggal 14 Maret 2022. 3. Menyatakan Akta Nikah dan Kutipan Akta Nikah Nomor. 059/20/111/2022 Tanggal 14 Maret 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Megaluh tidak berkekuatan hukum/batal demi hukum. 4. Membebankan biaya perkara kepada pemohon.
   Perlu diketahui bahwa pernikahan antara termohon I dan termohon II telah melanggar ketentuan PPRI No. 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan Psl. 6 (2) terkait penelitian berkas pengajuan nikah yang terdiri dari Akta Lahir, KTP/KK dan atau memalsukan indentitas diri dengan mengaku berstatus perawan (Belum Menikah). Bahwa atas sikap dan perbuatan termohon II tersebut Pemohon sebagai Pencatat Nikah merasa tidak rela (Dikelabuhi).
   Sementara EL ketika dikonfirmasi suaraharianpagi.com di Balai desa Ngogri tanggal 16 Maret 2022, mengatakan bahwa datanya akan diperbarui, ketika ditanya data status apa yang dipakai menikah di KUA Megaluh tanggal 14 Maret 2022, janda atau perawan, ia hanya bisa menunduk dan diam seribu bahasa sampai pertemuan selesai. *ryan

Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget