Aparat Penegak Hukum Harus Bertindak Tegas Periksa Kades Ngrimbi dan TPK

Jombang – suaraharianpagi.com
   Proyek Pemeliharaan Jalan Lingkungan Aspal Lapen yang dibiayai dari dana Bantuan Keuangan ( BK ) Tahun 2021, di Dusun Dadirejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang diduga bermasalah karena di borongkan pihak ketiga dan ada dugaan tidak sesuai spesifikasi teknis, meminta agar aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa timur bertindak tegas.
   Proyek tersebut adalah Rehab Jalan Aspal Lapen di Dusun Dadirejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, dengan Panjang 532 meter x Lebar 3 meter menelan anggaran Rp.150.000.000; dari Dana Bantuan Keuangan (BK) Tahun 2021.
   Dari beberapa Tokoh Masyarakat Desa Ngrimbi yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan “aparat penegak hukum (Polisi atau Kejaksaan) harus bertindak tegas, segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Ngrimbi, Samsul Hadi dan TPK nya, selaku pelaksana kegiatan.”
   “Mereka jangan cuman dipanggil dan diperiksa bila perlu mereka segera ditahan. Karena sudah jelas-jelas kegiatan proyek Rehab Jalan Aspal Lapen di Dusun Dadirejo, Desa Ngrimbi bermasalah. Karena proyek tersebut diduga diborongkan pihak ketiga dan Kepala Desa Ngrimbi Samsul Hadi diindikasikan menerima fee 20% dari total nilai proyek, tidak hanya itu saja proyek Aspal Lapen diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Saya juga berharap Pemkab Jombang, lewat Inspektorat juga mengambil tindakan tegas, melakukan audit kegiatan” ujar Tokoh masyarakat yang tidak mau disebut namanya.
   Masih kata warga Desa Ngrimbi, “Jangan sampai Kabupaten Jombang, dijadikan objek proyek Dana Bantuan Keuangan (BK), oleh Kepala Desa Ngrimbi, karena yang rugi selain Pemkab juga masyarakat, apabila sebuah proyek tidak memenuhi spek dan cepat rusak, maka untuk beberapa tahun tentunya tidak dapat bantuan pembangunan yang sama karena mengacu pada aturan mainnya” ungkapnya.
   “Untuk itu, kami mendesak aparat penegak hukum, jeli dan segera bertindak tegas. Jangan menunggu laporan resmi dari masyarakat. Panggil dan periksa dulu Kepala Desa Ngrimbi, dan pihak terkait lainya, nanti akan ketahuan ada pelangaran hukum atau tidak. Kalau mereka tidak pernah dipanggil dan diperiksa mungkin penegak hukum tidak akan tahu ada pelangaran hukum atau tidak.” Tegas warga kepada suaraharianpagi.com.
 Ditambahkan “Setiap perencanaan pembangunan Aspal Lapen pasti dibuat sebaik mungkin agar masa pemakaian (penggunaan) bisa bertahan lama, minimal 5 - 6 tahun, bahkan lebih. Namun pekerjaan aspal lapen di desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, diperkirakan tidak akan tahan lama karena diduga ada komponen dasar, seperti aspal perekat diduga tidak sesuai bestek.
   Selain itu agregat batu krikil pecah mesin taburannya juga diduga tidak sesuai bestek karena mereka menggunakan material berukuran 3/5,2/3,0/5 dan pasir untuk taburan atasnya.
   Tidak hanya saja sumber suaraharianpagi.com yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “bahwa untuk pekerjaan pembersihan juga tidak maksimal saat akan menabur aspal cair selain tipis juga tidak merata. Yang lebih parah lagi hanya dua lapis,” tegas warga Ngrimbi.
   Menurut warga Desa Ngrimbi, ini semua bisa terjadi karena lemahnya pengawasan baik dari Kecamatan dan dari Dinas Teknis setempat. Bahkan kami menduga mereka memang bersekongkol untuk mengerjakan proyek tersebut dengan cara diborongkan sehingga padat karya tunai bisa dibuat bancaan bersama.
   “Kalau pihak Kecamatan dan Dinas Teknis melakukan pengawasan dengan benar, tidak mungkin ini semua akan terjadi. Oleh karena mereka harus diseret keranah hukum. Dan kami berharap penegak hukum segera memanggil dan memeriksa mereka, bila perlu segera ditahan.” Tegas narasumber dengan nada emosi.
   Sementara Kepala Desa Ngrimbi, Samsul Hadi, ketika akan dikonfirmasi di kantornya Tidak ada ditempat, TPK Desa Ngrimbi selaku pelaksana kegiatan juga tidak ada dilokasi pekerjaan.
   Dari pantauan dilapangan, pembangunan, menunjukan lebih banyak anggarannya dari pekerjaan yang dikerjakan, diduga tidak ada pengembangan kegiatan kalau dilihat dari anggaran yang segede itu. Proyek dikerjakan sekitar beberapa hari yang lalu, namun kondisinya sangat memprihatinkan sudah pada mengelupas taburan pasirnya. *ryan
Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget