November 2021

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto dan Wakil Ketua DPRD menandatangani kesepatakan penandatanganan keputusan DPRD dan berita acara persetujuan bersama atas Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto yang berlangsung pada (29/11) di Ruang rapat DPRD Kota Mojokerto.
   Sebelum dilakukan penandatanganan keputusan DPRD berita acara bersama terlebih dahulu Jubir Badan Anggaran DPRD Kota Mojokerto Budiarto, menyampaikan laporannya terkait hasil pembahasan antara Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang berlangsung pada 24-28 November 2022.
   Dalam laporannya ia menyampaikan bahwa pada dasarnya semua anggota DPRD Kota Mojokerto menyetujui Raperda tentang APBD TA 2022 yang diajukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Dengan beberapa catatan diantaranya: penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022 semangat APBD untuk rakyat yang seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan pendidikan dan pemulihan serta peningkatan ekonomi. Disamping itu ia juga menyampaikan agar pemerintah Kota Mojokerto selain memgutamakan pembangunan fisik infrastruktur juga memperhatikan pembangunan non fisik yang meliputi bidang keagamaan kesenian kepemudaan dan olahraga.
   Dalam pendapat akhirnya atas penandatangan keputusan DPRD dan persetujuan bersama Ning Ita menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada anggota DPRD Kota Mojokerto khususnya Badan Anggaran yang telah bersinergi bersama TAPD Kota Mojokerto dalam rangka menuju kebaikan khususnya bagi kepentingan seluruh warga Kota Mojokerto sesuai dengan tema RKPD Tahun 2022 yang telah disepakati bersama yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi pelayanan dasar yang didukung penguatan SDM dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. * hms/ds

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemahaman tentang literasi digital bagi generasi muda terus diupayakan oleh Pemerintah Mojokerto, yang dilakukan dalam bentuk Dialog Walikota bersama anggota Karang Taruna Kecamatan Prajurit Kulon pada Minggu (28/11) di Pendopo Sabha Kridatama, Rumah Rakyat.
   Sebagaimana dialog bersama Walikota Mojokerto yang akrab di sapa Ning ita pada sesi sebelumnya. Forum ini juga menghadirkan pegiat sosial media Ulin Yusron sebagai narasumber.
   Ning Ita mengatakan bahwa selama tiga tahun masa kepemimpinannya telah dilakukan berbagai pembangunan infrastruktur di Kota Mojokerto yang bisa dinikmati dan dilanjutkan oleh para generasi muda.
   Oleh karena itu, Ning Ita berpesan agar para generasi muda harus muda menjaga apa yang sudah dibangun demi kemajuan Kota Mojokerto. Jangan sampai terpengaruh oleh kelompok tertentu yang berusaha membelokkan fakta positif pembangunan di Kota Mojokerto.
   Ning Ita juga mengapresiasi kehadiran pafa anggota karang taruna yang hadir. Hal ini menunjukkan kesiapan para generasi muda Kota Mojokertountuk menerima ilmu baru, guna menangkak hoax dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. *adv

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo Pantjoro Agoeng, melasanakan sidak peredaran rokok ilegal di kios-kios pedagang Pasar Tradisional Mojosari, Rabu (24/11) pagi. Selain sidak, bupati juga menyosialisasikan ciri-ciri rokok ilegal kepada para pedagang. Kegiatan tersebut merupakan usaha Pemerintah Kabupaten Mojokerto, di bidang penegakan hukum cukai.
   Dari hasil sidak, tidak ditemukan satupun pelanggaran ciri-ciri rokok ilegal. Seperti rokok polos tanpa pita cukai pada kemasan, pita cukainya palsu (pita cukai asli cetakannya tajam, pita cukai asli kertasnya tidak berpendar jika disinari UV, hologram terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut berbeda), rokok dengan pita cukai bekas (ada lipatan, sobekan, atau bekas lem tambahan), dan rokok dengan pita cukai berbeda/salah personalisasi/salah peruntukan (bandingkan nama produsen rokok di bagian bawah atau samping kemasan rokok, dengan kepemilikan pita cukai yang dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai).
    Peredaran rokok ilegal merupakan salah satu hal yang harus dihentikan karena berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Apabila ditinjau dari segi perekonomian, rokok ilegal merugikan penerimaan pendapatan Negara karena berusaha mengakali untuk menghindari pungutan cukai resmi.
   Rokok ilegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan peringatan kesehatan bergambar, sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat. Jika peredaran rokok ilegal dapat dicegah, pendapatan Negara melalui cukai dapat meningkat. Sehingga, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif untuk mengatasi dampak akibat merokok. Pesan-pesan tersebut juga disampaikan kembali oleh bupati, kepada para pedagang rokok yang disidak.
   “Rokok ilegal jelas merugikan Negara dari sisi penerimaan pendapatan, tentunya juga dari sisi kesehatan jika melihat faktor risikonya. Menggempur rokok ilegal adalah tugas kita bersama. Harus ada kerjasama yang baik antara masyarakat, Pemerintah juga penegak hukum,” pesan bupati. *adv


Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Untuk meningkatkan implementasi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, Bagian Organisasi Setda Kota Mojokerto menggelar Bimtek Budaya Kerja Pemerintah Kota Mojokerto Tahun 2021 pada Senin (22/11) di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemerintah Kota Mojokerto.
   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam pengarahannya menyampaikan bahwa budaya kerja adalah sebagai nilai-nilai, sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang bisa dijadikan satu perilaku atau budaya di dalam satu kelompok khususnya dalam hal ini adalah kelompok yang ada di masing-masing perangkat daerah yang ada di Pemerintah Kota Mojokerto. Dan untuk mewujudkan nilai-nilai ini menjadi satu sifat maka tentu harus terlihat dari perilaku, pandangan serta tindakan dalam bekerja dalam menjalankan tugas.
   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa melalui budaya kinerja yang solid akan terukur sejauh mana keberhasilan setiap OPD dalam mewujudkan misi capaian dari program dan juga visi dari kepala daerah yang diampu oleh masing-masing perangkat daerah yang menjadi satuan integral di dalam Pemkot Mojokerto.
   Pada kesempatan ini Ning Ita juga menegaskan agar core value ASN berakhlak yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo benar-benar dipahami dan dicermati oleh setiap ASN di Kota Mojokerto dalam menjalankan tugas-tugasnya. Core value Berakhlak merupakan akronim dari berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmoni, loyal, adaptif dan kolaboratif.
   Bimtek ini menghadirkan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, dan Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Nana Fadjar Prijantoro sebagai narasumber yang hadir secara virtual. Dan juga, Akhmad Miftakhul Khoiri dari Bidang Riset dan Kerjasama, Universitas Brawijaya Malang yang menyampaikan materi secara langsung kepada para peserta Bimtek yang terdiri dari kepala atau sekretaris perangkat daerah serta Kasubag Umum dan Kepegawaian. *hms/ds

Jombang - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan studi tiru ke Kabupaten Sumedang. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab dan didampingi Staf Ahli, Asisten dan para Kepala OPD terkait diterima langsung oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir ST, MM, bertempat di Kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin, (15/11).
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya ke Sumedang, selain dalam rangka bersilaturahmi, juga ingin belajar tentang Aplikasi E-Office dan E-Sakip Desa yang telah diterapkan di Kabupaten Sumedang. "Semoga kunjungan silaturahmi sekaligus untuk menimba ilmu ini memberikan manfaat bagi masyarakat", tuturnya.
   Bupati perempuan pertama dari Kabupaten Jombang Jawa Timur ini, juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah melakukan banyak inovasi sehingga mendapatkan penghargaan tingkat Nasional, salah satunya Kabupaten Sumedang menjadi Kabupaten percontohan untuk aplikasi E-Office untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakatnya.
   Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir ST, MM dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. "Semoga kunjungan kerja ini bisa terus menguatkan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemerintah Kabupaten Jombang", tuturnya.
 Bupati Donny Ahmad Munir juga menyampaikan ucapan terima kasih, karena Kabupaten Sumedang telah dijadikan tempat kunjungan untuk melakukan sharing dan saling berbagi ilmu, baik yang ada di Kabupaten Jombang juga Sumedang. Bupati Sumedang pada pertemuan tersebut memaparkan langsung tentang E-Office dan E-SAKIP Desa. Dipaparkan bagaimana Performance dan Digital Transformation Framework.
   Pada kesempatan tersebut juga dilakukan MoU antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemerintah Kabupaten Jombang terkait Hibah Aplikasi E -Office dan E-Office Desa. *ryan

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan Plt. Kadisperta Nurul Istiqomah, menyerahkan bantuan hibah secara simbolis kepada kelompok tani/ternak kegiatan Dana Insentif Daerah (DID) pada Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/11) pagi di gedung XOW. Pada arahannya, bupati memuji bahwa sektor pertanian dan peternakan sebagai sektor ekonomi yang stabil dalam masa pandemi Covid-19. Untuk itu, bupati mendorong agar para poktan dan peternak terus meningkatan produktifitas dengan jeli melihat berbagai peluang.
   Adapun ragam bantuan yang diberikan secara simbolis antara lain 105 pasang sepatu boots untuk 23 poktan, 155 pot obat cacing untuk 24 poktan, 20.000 kg pakan konsentrat itik untuk 12 poktan, 57 buah spuit otomatis untuk 21 poktan, 248 botol disinfektan dan 60 buah handsprayer untuk 16 poktan, 126 ekor kambing betina dan 12 ekor kambing jantan beserta sarana prasarana untuk 6 poktan, 6 ekor sapi perah bunting beserta sarana prasarana untuk 2 poktan, 22 unit pompa air untuk 22 poktan, 12 unit alsin kopi dan kakao untuk 5 poktan, 2.500 batang bibit kakao, cengkeh 3.000 batang, kopi arabika 8.200 batang serta bibit kopi robusta 3.000 batang untuk 6 poktan, 99 dus racun tikus untuk kebutuhan 18 kecamatan, serta 20 unit alat pengukur kadar air hasil pertanian untuk kebutuhan 18 kecamatan.
   “Pertanian dan peternakan, adalah sektor pemberi kontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Mojokerto dalam masa pandemi Covid-19. Dua bidang ini hampir tidak terdampak efek pandemi dan cenderung stabil. DID ini diberikan bagi daerah yang berprestasi, termasuk Kabupaten Mojokerto dalam hal penanganan pandemi. Dana ini tidak boleh dipakai selain untuk keperluan pemulihan ekonomi. Sehingga Pemerintah Kabupaten Mojokerto memanfaatkan dana ini untuk dikelola para poktan dan peternak. Maka dari itu, saya mendorong agar produktifitas pertanian dan peternakan lebih ditingkatkan, dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, sehingga perekonomian juga meningkat,” pesan bupati.
   Selain pertanian konvensional, bupati menekankan pentingnya sentuhan digitalisasi untuk meningkatkan dua sektor tersebut. Mulai dari digital marketing, hingga visi ke depan yakni memakai teknologi berbasis IT untuk alat-alat bertani.
   “Kabupaten Mojokerto punya komoditas kopi yang diminati. Kebutuhan pasarnya mencapai 950 ton, namun kita baru bisa memenuhi sekitar 150 ton. Ayo dorong lagi, tingkatkan lagi. Ajak putra putri panjenengan yang milenial, untuk membantu pemasaran dengan digitalisasi. Bahkan bukan tidak mungkin, untuk membasmi hama tikus di lahan pertanian, tidak lagi butuh racun kimia. Melainkan memasang suara dengan frekuensi tertentu yang sensitif bagi tikus. Hal ini sangat mungkin terjadi di masa depan dengan kemajuan teknologi digital,” terang bupati.
   Plt. Kadisperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, di awal acara juga menyebut bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan bidang strategis yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
   “Petani dan peternak adalah pahlawan pangan bagi kita di Kabupaten Mojokerto. Saat pekerja sektor lain terpaksa work from home (wfh) karena pandemi Covid-19, petani dan peternak tetap bekerja di lahan mereka untuk memproduksi bahan pangan. Kita patut bersyukur karena sektor ini minim terdampak pandemi,” kata Nurul. *adv/ds


Jombang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di Banyuwangi, Jumat (29/10) Pemerintah Kabupaten Jombang kembali memperoleh penghargaan dari Menteri Keuangan RI yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena mampu mempertahankan capaian WTP berturut-turut tanpa terputus selama 5 tahun.
   Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras demi tercapainya capaian tertinggi dalam penyusunan laporan keuangan daerah. Menurutnya, persatuan dan kemakmuran harus benar-benar menjadi sesuatu yang diikhtiarkan bersama untuk kesejahteraan rakyat.
   Sementara itu, Senen, S.Sos, MSi, Pj. Sekdakab Jombang yang hadir mewakili Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kerja keras dan kerjasama semua lini yang telah mampu membawa Kabupaten Jombang berhasil memperoleh penghargaan capaian WTP 5 kali berturut-turut, bahkan tahun 2021 ini adalah WTP kali ke 8 kali berturut turut yang diterima Kabupaten Jombang.
   “Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak termasuk ASN, perangkat daerah, dan mitra kerja pembangunan di DPRD, atas kerja keras, kerjasama, dan sinerginya untuk Kabupaten Jombang yang siap mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing,” ungkap Senen.
   Kedepan Kabupaten Jombang akan terus berupaya mempertahankan capaian-capaian yang telah diperoleh dengan konsisten bersinergi untuk menjadi lebih baik. “Tentu kita tidak boleh berhenti dan puas sampai disini. Akan tetapi apresiasi ini harus menjadi motivasi bagi kami dan OPD untuk bekerja lebih keras lagi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Jombang,” tandasnya.
   Pj. Sekdakab Jombang Senen menambahkan, prestasi WTP kali ke 8 ini sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Keuangan RI pada Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah pada 14 September 2021 di Jakarta yang diikuti Pemerintah Kabupaten Jombang secara virtual, di ruang Jombang Command Center. "Adapun kegiatan yang dilaksanakan di Banyuwangi ini, merupakan penyerahan secara langsung atas penghargaan tersebut, dari Gubernur Jawa Timur kepada Kepala Daerah”, pungkas Senen mewakili Bupati Mundjidah Wahab pada penerimaan penghargaan tersebut dengan didampingi Eka Suprasetyo AP Inspektur Kabupaten Jombang dan M. Nasrullah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jombang. *ryan

Sampang - suaraharianpagi.com
   Sidang Paripurana DPRD dalam rangka penyampaian nota penjelasan bupati sampang terhadap raperda APBD TA 2022 dan rancangan akhir perubahan RPJMD tahun 2019-2024. Dimana sebelumnya sudah dilakukan pembahasan ditingkat badan musyawarah (Banmus). Sehingga hal ini diharapkan dapat memacu kerja para wakil rakyat untuk menuntaskan tugasnya secara tepat waktu.
   Ketua DPRD Sampang Fadol saat memimpin rapat tersebut menyampaikan pada intinya Rapat hari ini merupakan Rapat Paripurna ke 13 masa persidangan III tahun 2021 nota penjelasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Sampang anggaran 2022 oleh Bupati Sampang.
   Dirinya berharap, setelah paripurna tersebut, anggota pansus langsung segera tancap gas untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. “Segera tancap gas bekerja untuk sampang lebih baik. Karena fraksi itu kepanjangan tangan partai yang mana ini akan semakin mempercepat kinerja dewan,” terangnya.
   Menurutnya juga, dalam pemerintahan yang sudah dilaksanakan oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi masih belum maksimal. Pihaknya mengharapkan banyak peningkatan yang harus segera dilakukan di tahun anggaran mendatang. “Termasuk dalam pendapatan asli daerah yang disetor dari berbagai OPD yang ada. Salah satunya perihal pelayanan publik,” tegasnya.
   Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional yang dipengaruhi oleh adanya pandemi covid 19 dan fluktuasi perekonomian dunia, telah membawa dampak bagi perekonomian Kabupaten Sampang secara khususnya. Dengan masih adanya pandemi covid 19 pada tahun 2021 ini berpengaruh terhadap penerimaan negara terutama dari sumber-sumber penerimaan dalam negeri (sektor pajak dan nonpajak) yang berakibat adanya penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
   “Hal ini berdampak negatif pada penerimaan daerah secara umum terutama di bagi hasil. Namun demikian dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) masih terdapat optimisme untuk dapat ditingkatkan lagi sesuai dengan estimasi potensi daerah yang ada baik dari pajak daerah maupun retribusi daerah,” ungkapnya. *rn

Jombang - suaraharianpagi.com
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab didampingi Pj. Sekdakab Jombang Senen, S.Sos, MSi, Asisten Pemerintah dan Kesra Drs. Purwanto, MKP memberikan doa restu dan melepas keberangkatan 70 Kafilah Kabupaten Jombang pada MTQ XXIX (29) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2021 dari Pendopo Pemkab Jombang, Selasa (2/11) pagi.
   Para Kafilah yang terdiri dari 50 orang peserta, 13 orang pembina, dan 7 orang official ini akan berjuang di kompetisi prestisius tingkat Provinsi Jawa Timur, yakni, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX di Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada 2-11 November 2021.
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya kepada para official, pelatih, pembina yang sungguh-sungguh telah mempersiapkan para Kafilah MTQ dengan baik guna mewujudkan atmosfer Qurani bagi seluruh masyarakat Jombang dan Jawa Timur khususnya guna membangun kehidupan, perilaku, pikiran, hingga hati masyarakat yang berlandaskan Alquran.
   "Terimakasih juga saya sampaikan kepada para Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jombang yang telah mengkonsentrasikan semua sumberdaya dan tenaga, guna suksesnya kafilah kita sehingga tahun ini kita harapkan mampu memboyong piala sebanyak-banyaknya dari semua cabang dan golongan. Target kita tahun ini bisa menjadi Juara Umum, Allohuma Aamiin", tandas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang yang juga putri Pahlawan Nasional KH. Wahab Chasbullah.
   "Semoga niat mulia dan harapan kita bersama untuk memberikan prestasi yang terbaik bagi kafilah MTQ Kabupaten Jombang senantiasa mendapatkan Ridho dari Allah SWT agar rombongan kafilah seluruhnya, termasuk official, dan pembina senantiasa mendapatkan bimbingan dan hidayahnya dari mulai pemberangkatan ini, pelaksanaan lomba nantinya maupun kembali dengan selamat dan lancar. Mohon doa dari semuanya, semoga bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Jombang dan membawa harum nama Kota Santri", tambahnya.
   Bupati juga berpesan kepada peserta untuk menjaga kesehatan, memelihara kondisi fisik dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bupati juga meminta ada tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan yang ikut mendampingi Kafilah MTQ Kabupaten Jombang untuk memastikan kesehatan Kafilah Kabupaten Jombang.
   Cabang lomba yang akan diikuti ada 8 (delapan) cabang yaitu : 1. Cabang Tartil, 2. Cabang Tilawah Al-Qur`an, 3. Cabang Musabaqoh Hifdzil Qur`an, 4. Cabang Tafsir Qur`an, 5. Cabang MFQ (Musabaqoh Fahmil Qur`an), 6. Cabang MSQ (Musabaqoh Syahril Qur`an), 7. Cabang MKQ (Musabaqoh Khottil Qur'an), 8. Cabang MMQ (Musabaqoh Makalah Qur'an). *ryan









MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget