Oktober 2021

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menerima Sertifikat dan Plakat Anugerah Penghargaan Pemerintah kepada Pemerintah Daerah atas capaian WTP lima kali berturut-turut tanpa terputus sejak tahun 2016-2020. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kokoon Hotel, Jalan Raya Jember KM.7 Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi, Jum'at (29/10).
   WTP yang telah diterima Walikota pada 7 Mei 2021 lalu merupakan perolehan WTP keenam kalinya secara berturut-turut yang diperoleh Pemerintah Kota Mojokerto.
   Walikota Ning Ita perolehan WTP merupakan suatu prestasi yang harus di pertahankan, karena opini WTP ini bukan hanya sekedar prestasi tapi sebenarnya adalah kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah dalam hal pengelolaan keuangannya.
   Ning Ita menambahkan bahwa perolehan WTP ini menunjukkan bahwa didalam penganggaran, pengelolaan sekaligus pelaporan keuangan atau APBD setiap tahun sudah sesuai dengan kaidah-kaidah yang dipersyaratkan. Dan jnj kedepan tentu wajib untuk terus diupayakan agar tetap mendapan opini tersebut.
   Dan untuk mempertahankan predikat WTP pada masa yang akan datang. Ning Ita menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto setiap tahun ada pendampingan baik dari BPKP dan pengawasan yang dilakukan secara berkala minimal setahun dua kali dari BPBPK.
   Turut hadir mendampingi Ning Ita pada acara ini adalah Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo dan Inspektur Kota Mojokerto Muh. Sugeng. *adv


Jombang - suaraharianpagi.com
   Puncak Tasyakuran Peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang Ke 111 Tahun 2021 sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang Ke 111 digelar di Pendopo Pemkab Jombang, Kamis (28/10) malam.
   Acara yang diawali dengan santunan anak yatim, dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid19 ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jombang, Wakil Bupati Jombang, Pj Sekretaris Daerah beserta para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD Lingkup Pemkab Jombang, para Camat, Pimpinan Bank Jombang, Bank Jatim, BRI BNI, Bank Syariah Indonesia di Ploso, Direktur Perusda, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua MUI, para Pimpinan Pondok Pesantren, para Ketua Organisasi Keagamaan, Aisyiyah, Muslimat, Fatayat.
   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya mengaku bersyukur atas capaian keberhasilan dan penghargaan yang telah diraih pemerintah Kabupaten Jombang baik di bidang fisik maupun non fisik. "Kami sangat bangga dan mengapresiasi kinerja seluruh perangkat daerah dan juga stakeholder atas kerjasama dan berpartisipasi dalam mengawal serta memberikan dukungan serta, saran dalam mencapai keberhasilan tersebut", tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   "Kedepan tantangan semakin berat, masih terdapat pekerjaan besar yang harus tetap kita kawal dan wujudkan bersama-sama, tetapi saya yakin kita semua akan tetap kuat dan kompak serta semangat dalam mengemban amanah tersebut tentu saja dengan memohon kekuatan dan Ridho dari Alloh SWT, terutama capaian vaksinasi lansia masih harus kita tingkatkan hingga 60 persen. Bersama Forkopimda saya juga sudah mengkomunikasikan akan kembali membuka ziarah makam Gus Dur pada 1 November. Dengan ketentuan pengunjung tetap Prokes, terbatas dan harus vaksin 2 kali", tambahnya.
   Menurut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini bahwa setiap capaian atau prestasi yang sudah diraih Kabupaten Jombang tentunya merupakan kerja keras semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Jombang, mulai dari jajaran birokrasi pemerintahan daerah, TNI/Polri, Forkopimda dan instansi vertikal, para pelaku ekonomi hingga seluruh elemen masyarakat Jombang.
   "Saya mengajak seluruh masyarakat Jombang, agar saling menguatkan di masa pandemi covid-19. Ini, masa-masa berat seperti ini pernah dilewati nenek moyang dengan segala keterbatasannya, namun tidak menyerah dan gigih menolak kalah dari wabah. Semua bergerak dan berusaha, berikhtiar. Malam ini tepat 28 Oktober 2021 menjadi momentum Malam Puncak Hari Jadi Ke 111 Pemerintah Kabupaten Jombang yang dihibur dengan gelak tawa Kirun CS", tandas Bupati putri dari Pahlawan Nasional KH. Abd. Wahab Chasbullah.
   Di usia Ke-111 tahun ini, Bupati berharap menjadi momentum tepat untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan kemampuan untuk mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing. Untuk setiap masyarakat di Kabupaten Jombang harus mempersiapkan diri, pikiran, jiwa dan raga untuk memasuki era baru.
   Bupati Mundjidah Wahab juga menyinggung kesiapan masyarakat Kabupaten Jombang untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur akan memasuki musim penghujan pada bulan November 2021 dan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022, bahkan untuk musim hujan saat ini dimungkinkan mengalami peningkatan intensitas curah hujan. Untuk itu perlu perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana.
   "Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel TNI Polri, BPBD, Nakes, seluruh stakeholder lainnya beserta masyarakat Jombang yang bersama-sama telah mendedikasikan seluruh waktu, tenaga serta pikiran dalam rangka penanganan covid 19 di wilayah Kabupaten Jombang sehingga saat ini kita sudah bisa melewati masa-masa kritis pandemi covid 19 dan masuk level 1. Namun demikian saya berharap seluruh komponen masyarakat Jombang tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan pencegahan serta meningkatkan kegiatan vaksinasi secara masif," pungkasnya.
   Memeriahkan malam puncak Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang Ke 111 yang diselenggarakan secara terbatas dan virtual, dari Pendopo Pemkab Jombang, Dinas Kominfo Kabupaten Jombang telah menyiarkan melalui streaming YouTube channel YouTube Channel Jombangkab TV dan mendengarkan Radio Suara Jombang di 104.1 FM. Antara lain dimeriahkan penampilan campursari Kridho Utomo dari Diwek Pimpinan Gus Edo, Tari Kidung Santri, Lagu Bumi Santri oleh Dewan Kesenian Jombang dan Komunitas Jawa Dwipa, tampilan ludruk dalam rangka nguri uri budaya, yakni menampilkan Kirun bersama Jo Klitik dan Jo Klitik. Panitia juga menyiapkan undian berhadiah/doorprize bagi undangan yang hadir. Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang juga menyerahkan uang pembinaan secara simbolis untuk Diah Ekowati atlit dan Eko Wahyudi pelatih yang berprestasi di Pekan Paralimpyc.
   Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Kesenian Jombang dan Komunitas Jawa Dwipa yang telah yang menciptakan tarian untuk menyambut tamu,Tari Kidung Santri, juga Lagu Bumi Santri, ini sesuai dengan logo Jombang Santri. Bupati Mundjidah Wahab juga menyampaikan akan membangun gedung kesenian tahun 2022 lokasinya di dekat Indoor tennis. "Dengan adanya Gedung Kesenian akan mewadahi kreasi, inovasi dan aksi anak muda Kabupaten Jombang yang sangat kreatif" pungkasnya.
   Asisten Pemerintahan, Drs. Purwanto, MKP selaku Panitia Penyelenggara Hari Jadi Ke 111 Pemerintah Kabupaten Jombang dalam sambutannya menyebutkan satu persatu rangkaian kegiatan yang telah terlaksana dengan baik, hingga tasyakuran malam puncak Hari Jadi Ke 111 Pemerintahan Kabupaten Jombang. Diantaranya Jawa Timur Bersholawat, pada Selasa 12 Oktober, Istighosah dan Tahlil Kubro, pada Rabu 20 Oktober, Upacara dilapangan Pemkab Jombang, yang dirangkai dengan melaunching Logo Jombang Santri yang artinya "Santun Tertib Religius Inovatif". Kemudian menyalurkan 4000 bansos untuk Disabilitas, memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Polres Jombang juga kepada Kelurahan/Desa terbaik. Selanjutnya seluruh Forkopimda dan Kepala OPD juga melaksanakan ziarah ke makam pahlawan Kamis 21 Oktober 2021. Bahkan dihari yang sama Jombang juga melaunching Pasar Oleh Oleh Khas Jombang, hingga Tingkeban Massal Virtual yang berhasil meraih rekor dunia dari MURI.
   Perlu diketahui Hari jadi Pemerintah Kabupaten Jombang sudah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Jombang Nomor 63 Tahun 2019. *ryan

Jombang - suaraharianpagi.com
   Pada momentum peringatan hari Sumpah Pemuda Ke 93 Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Perlindungan Politik (Bakesbangpol) menyelenggarakan Pembinaan Organisasi Pemuda Dan Partai Politik pada, Kamis (28/10) di Gedung KPRI Sejahtera, Kabupaten Jombang
   Dalam acara “Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Kaum Muda/ Remaja Milenial Kabupaten Jombang” itu, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, hadir memberikan motivasi dan pengarahan kepada kaum muda milenial yang hadir dari organisasi masyarakat dan organisasi politik yang ada di Kabupaten Jombang.
   Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara yang melibatkan peran pemuda potensial guna meningkatkan pengetahuan, wawasan dan dapat menghasilkan kesamaan pemahaman bagi organisasi kepemudaan di Kabupaten Jombang sebagai wadah pengembangan potensi kepemudaan yang akan mewujudkan pemuda yang kreatif, inovatif dan berakhlak serta mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan daerah.
 “Pembinaan organisasi kepemudaan merupakan upaya pemerintah daerah mengoptimalkan peran organisasi agar kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Peran pemerintah dalam pengembangan organisasi kepemudaan mutlak diperlukan. Semoga dari kegiatan ini bermanfaat”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.
   Pesan Bupati yang juga putri dari Pahlawan Nasional KH. Abd. Wahab Chasbullah ini, Pemuda tidak boleh apatis terhadap pembangunan bangsa. Sebagai penerus bangsa, pemuda harus lebih peduli terhadap masa depan maupun masa kini mengenai bangsa dan negara. Dalam proses pembangunan Kabupaten Jombang, peran organisasi pemuda dapat berfungsi sebagai pengawal proses pembangunan yang sedang dan akan dilakukan pemerintah, tambahnya.
   “Sungguh ditangan pemudalah urusan umat ini, dan dibawah kaki merekalah hidup dan matinya umat ini”, tandas Bupati Mundjidah Wahab.
   Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, diperlukan pemuda yang berakhlaqul karimah, sehat, tangguh, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri dan profesional. Karena itu organisasi pemuda memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi organisasi kepemudaan perlu diberikan pembinaan untuk menumbuhkan patriotisme, dinamika, budaya prestasi dan semangat profesionalitas, serta meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam membangun dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Terlebih lagi dimasa pendemi Covid 19.
   Diharapkan kegiatan pembinaan organisasi kepemudaan, dapat menjadi pemicu dan pemacu para generasi muda, serta wadah perkumpulannya, untuk menata dan mengembangkan diri, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki, agar dapat berkiprah dan berperan aktif dalam pembangunan.
   Bupati Jombang juga berharap organisasi pemuda dan partai politik, bentuk serikat serta perkumpulan lainnya merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bersama yang tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat. "Berbeda parpol berbeda organisasi, tidak harus menjadikan perpecahan, akan tetapi harus tetap bergandengan tangan, bersinergi dalam rangka untuk membangun bangsa dan negara kita tercinta Indonesia. Untuk itu berkaryalah, berbagilah, bergerak di segala bidang untuk NKRI", pungkasnya.
   Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas'ud Zuremi, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim Kabid Budaya Politik Johan Fitriyadi, SSTP. MSi, Serta Rita Dharmawati dari KPUD Kabupaten Jombang Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM. *ryan



Jombang - suaraharianpagi.com
   Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus Kepada Pemerintah Desa tahun Anggaran 2021 yang di ikuti oleh 191 Desa Se-Kabupaten Jombang, di Ruang Bung Tomo Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang dan dibuka langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, Jumat (22/10).
   Bupati Mundjidah Wahab dalam sambutanya mengatakan, berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh Desa, yaitu Kewenangan berdasarkan asal usul dan Kewenangan local berskala Desa, Desa berperan dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, termasuk pembangunan wilayah terpencil ditingkat desa, hal ini merupakan bagian dalam upaya mewujudkan cita-cita Kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
   Masih kata orang nomer satu di Kabupaten Jombang, Melalui pembangunan desa yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan peningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sehingga terwujudnya ketahanan Ekonomi, Sosial dan Ketahanan Lingkungan.
   Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan di Tingkat desa ini menjadi landasan yang kuat dalam upaya mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing yang merupakan tema Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Jombang.
   Pemberian Bantuan Keuangan Khusus Bidang Sarana Kepada Desa, menjadi salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan pembangunan di tingkat Pedesaan dengan didasarkan pada aspirasi yang diperoleh dari masyarakat untuk pembangunan di desa dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pembangunan di tingkat desa.
   Bantuan ini bersifat khusus, dalam arti peruntukan, lokasi dan besarnya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, yang diberikan desa untuk membangun insfrastruktur tingkat pedesaan sesuai kewenangan desa. Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa dibidang sarana prasarana ini dimaksudkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan pedesaan dalam rangka menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui peningkatan insfrastruktur pedesaan.
   Bantuan Keuangan Khusus kepada desa ini juga bertujuan untuk mendorong pemerataan dan perkembangan wilayah dengan membuka akses hasil produksi dan penyedia sarana dan prasarana insfrastruktur pedesaan. Meningkatkan Pemberdayaan dan Menumbuhkan Perekonomian masyarakat pedesaan, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
   Sesuai dengan SK Bupati Jombang No:188.4.45/350/415.10.1.3/2021 tanggal 13 Oktober 2021 tentang daftar penerima dan besaran bantuan keuangan khusus bidang sarana dan prasarana kepala desa yang telah dievaluasi oleh DPMD Tahun Anggaran 2021. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Desa tahun 2021 ini bersumber dari P-APBD Kabupaten Jombang dengan total anggaran sebesar Rp. 23.880.473.800; ( Dua Pulu Tiga Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Delapan Ratus Rupiah ) yang akan diberikan kepada 191 Desa, dan akan digunakan untuk 108 kegiatan penguat insfrastruktur jalan, jembatan, dan banguan air, serta 145 kegiatan untuk belanja bidang sarana dan prasarana desa.
   Dengan adanya sosialisasi penerima BKK ini, diharapkan kepada semua desa, perangkat desa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam penerima bantuan keuangan khusus benar-benar paham dan mengerti dengan anggaran BKK Desa yang sangat besar. Sehingga dapat dikelola dengan baik dan hati-hati sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar terhindar dari penyelewengan.
   “Jangan sampai karena ketidaktahuan dan ketidak pahaman kita, memunculkan permasalahan dikemudian hari.” Tegas Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab didepan peserta BKK. *ryan



Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam pada musim hujan tahun ini, Pemerintah Kota Mojokerto telah melakukan berbagai persiapan. Dimulai dengan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan yang digelar pada Senin (25/10) di depan Kantor Walikota Mojokerto Jl Gajah Mada 145, Kota Mojokerto.
   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari yang didampingi oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan dan Dandim 0815/Mojokerto @kodim0815mjk yang diwakili Kasdim Mayor Inf. A. Djailani menyampaikan bahwa pelaksanaan apel ini merupakan momentum yang tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi. Karena, bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun, bisa dilakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana tersebut.
   Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan pelaksanaan apel ini juga menjadi bukti komitmen bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Serta, memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dan, telah disesuaikan dengan protokol kesehatan sehingga diharapkan penanganan bencana alam tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran Covid-19.
   Apel diikuti pasukan dari Kodim 0815, Denpom V/2 Mojokerto, Subgarnisun, Polresta Mojokerto, Satpol PP, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Perhubungan @dishubkotamojokerto Kota Mojokerto.
   Selain dilakukan pengecekan terhadap peralatan juga dilakukan peragaan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari RS Gatoel @rsgatoel sebagai upaya pertama untuk mengurangi resiko kematian.
   Turut hadir dalam apel pagi ini adalah Kasubgar 0815/Mojokerto, Mayor Inf Nanang Yudi Sukmono Hadi, Wadandenpom Mayor Cpm I Nengah Sindu, Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto Ali Prakosa serta jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. *hms/ds

Jombang – suarahariapagi.com
   RSUD Jombang kembali menoreh prestasi tingkat nasional. Kali ini, meraih penghargaan BPJS Kesehatan Awards 2021 dengan kategori Rumah Sakit Paling Berkomitmen Tingkat pelayanan JKN Terbaik Kategori Rumah Sakit Kelas B tingkat Nasional.
   Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung tercapainya penghargaan bergengsi ini. Apalagi di ajang yang sama, prestasi membanggakan ini pernah juga diraih tahun 2020 lalu, sebagai RS terbaik tingkat Jawa Timur.
   ”Pertama tentu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi karunia ini. Kedua, berterimakasih kepada Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati yang memberi kepercayaan mengelola RSUD Jombang,’’ ujar dia.
   Tak lupa, Pudji mengapresiasi seluruh tim RSUD Jombang yang sudah bekerja dengan optimal dan profesional di masa pandemi Covid-19. Bekerja optimal itu merespon jalinan sinergi yang luar biasa dengan BPJS Cabang Mojokerto. ”Karena memang sulit meraih prestasi ini. Sebab menyangkut komitmen. Bukan sekadar gugur kewajiban, namun kewajiban yang benar-benar bermutu,’’ jelasnya.
   Menurut Pudji, penghargaan diraih karena inovasi percepatan pelayanan kepada pasien. Disamping kenyamanan dan keamanan pasien yang tetap menjadi pelayanan prioritas utama. ”Ini bentuk inovasi layanan kita. Sebagai contoh, sekarang sudah kita sediakan antrean secara online, baik untuk layanan maupun operasi pasien yang terintegrasi dengan mobile JKN,’’ katanya.
   Masih Kata orang nomer satu di RSUD Jombang, kedepan saya mengharapkan kekompakan dan sinergitas antara dokter, karyawan dan instansi yang ada kaitannya dengan RSUD terus bekerja dengan baik dan meningkatan kualitas kerjasamanya, pungkas dr. Pudji dengan nada serius. *ryan

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Agenda Jumat barokah secara tidak langsung menjadi media komunikasi antara warga dan pemerintah dalam menyelesaikan masalah. Baik itu persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan. Seperti halnya yang dikunjungi Walikota Mojokerto pada jumat, (15/10). Bertempat di Bancang Gg.III/8 tepatnya di gang kecil Lingkungan Bancang Kelurahan wates terdapat selokan yang rusak, dan sekitar 25 tutup got juga rusak.
   Untuk ini Ning Ita demikian panggilan akrab Walikota melihat langsung bersama suami Supriyadi Karima Syaiful dengan didampingi Mashudi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan permukiman (PUPRPRKP) kota Mojokerto, Mujari Camat magersari, Widi Lurah wates, Choirul Anwar Kepala Dinsos P3A, dr.Farida Mariana Sekretaris Dinas Kesehatan P2KB.
   Menurut Ning Ita, Jalan ini merupakan penghubung gang 3 dan gang 4 dimana lokasi e-warung berada di gang 4, sementara KPM yang menjadi anggota e-wrung berada di gang 3 dan 4, sehingga membutuhkan akses bobolan (jalan tembus) bagi para lansia.
   “Bagaimana saluran ini berfungsi secara maksimal, karena kondisi saluran ditempat ini putus ditengah jalan tidak sampai ke aliran sungai yang lebih besar atau ke sungai skundernya.
   Oleh karena itu kedepan akan dibuatkan perencanan sesuai dengan kajian komprehensif dari primer sampai tersier yang ada pada Dinas PU kemudian kita buatkan perencanaanya sesuai solusi terkait air dan banjir dapat kita selesaikan.
   Ning Ita juga berharap agar masalah jalan ini segera dituntaskan karena menjadi akses jalur cepat bagi warga terutama lansia dalam mengambil bantuan di e-Warung.
  “Ini jalan digunakan oleh warga saat mengambil bantuan di e-warung di gang sebelah. Kalau jalan ini tidak ada jalan ini maka warga harus muter lebih jauh dan kasihan karena rata-rata sudah sepuh” tutur Maksum Hadi Ketua RW. Setempat.
   Sementera itu Tumini warga sekitar, mengaku senang karena jalan yang rusak dan tutup yang berlubang kini sudah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kota, dan ditinjau langsung oleh Walikota Mojokerto, Ning Ita.
   “Saya senang, akhirnya sudah ditindak lanjuti perbaikan tutup selokannya, biar jalannya seperti jalan pada gang-gang yang lain.” tuturnya. *adv/ds

Jombang – suaraharianpagi.com
   Proyek pekerjaan drainase di dusun Jajar RT. 05/RW. 05 Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga dikerjakan asal jadi dan sarat korupsi. Pasalnya, proyek drainase yang bersumber dari dana desa (DD) tanpa papan nama proyek itu dikerjakan oleh TPK Desa Kepuhkembeng, disinyalir kuat sangat cacat kondisi mutu dan fisiknya.
   Pantauan suarahariapagi.com dilapangan, kondisi proyek drainase yang baru dua minggu selesai dikerjakan tersebut disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), selain itu juga tidak adanya Transparansi anggaran, karena tidak ada papan nama proyek.
   Kondisi cor antara sebelah kiri dan kanan tidak sama, sebelah kiri yang menahan bahu jalan mempunyai ketebalan 10 cm, sementara yang sebelah kanan yang menahan diding pagar warga mempunyai ketebalan variasi, antara 10cm sampai 30cm, tidak sama dan berkelok–kelok. Begitu juga dengan adonan semennya diduga kebanyakan pasir dari pada semennya.
   Melihat kondisi proyek yang dikerjakan oleh kepercayaan Kepala Desa tersebut, atau TPK, diduga asal jadi dan disinyalir di korupsi. Disangsikan proyek drainase tersebut tidak akan bertahan lama.
   Terpisah salah satu waga dusun Jajar, RT 05/RW 05, Nur, membenarkan kalau proyek drainase baru dua minggu selesai dikerjakan, untuk anggarannya saya tidak tahu, tapi yang mengerjakan warga Kepuhkembeng sebelah Utara jalan raya.
   Masih kata Nur, ia menyayangkan bahwa bangunan yang baru ini kedalamannya sangat dalam dibandingkan dengan bangunan yang lama, ia khawatir bila musim hujan air akan mengumpul jadi satu di bangunan baru dan mengedap, sehingga menjadi sarang nyamuk malaria,’’ tegas Nur kepada suaraharianpagi.com (11/10) dilokasi pekerjaan.
   Terpisah kepala Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Suprapto, ketika dikonfirmasi dikantornya tidak ada di tempat, kondisi Kantor Balai Desa Kepuhkembeng, jam 12.50 sudah tidak ada satupun perangkat yang ada dikantor, Kantor sudah terkunci rapat–rapat. Sementara suaraharianpagi.com, berusaha menghubungi Sulung, bagian perencanaan, lewat ponselnya juga tidak diangkat, ada dugaan bahwa proyek drainase di dusun Jajar RT 05/RW 05 menjadi ajang bancaan korupsi oleh Kepala Desa Kepuhkembeng, Suprapto dan kroninya. *ryan

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Pemerintah Kota Mojokerto kembali menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021 dengan Kategori Madya (pengembang). Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) ini, diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Minggu (10/10).
   Penghargaan APE ini, diraih oleh Kota Mojokerto karena telah berkomitmen penuh dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan serta memenuhi kebutuhan anak. Sekaligus, berkomitmen dan mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG).
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto telah berkomitmen penuh dalam melaksanakan percepatan pengarusutamaan gender, sesuai Amanat Presiden No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
   "Ini (penghargaan) merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam strategi pengarusutamaan gender (PUG). Kami, sangat mengapresiasi Kementerian PPPA dalam menginisiasi diselenggarakannya Anugerah Parahita Ekapraya 2021," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
   Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini pun, tak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Bumi Majapahit. Sehingga, mampu menciptakan pembangunan yang responsif gender. Serta mampu menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan.
   "Kesetaraan gender, bukanlah persaingan antara dua lawan jenis. Laki-laki dan perempuan. Namun, keduanya dapat memiliki aksesibilitas yang sama terhadap sumber daya, serta mampu berpartisipasi sekaligus terlibat penuh dalam proses pembangunan tanpa pembatasan. Sehingga, kesetaraan gender di masyarakat menjadi lebih baik dan terhindar dari bentuk kekerasan apapun," tegas Ning Ita. *hms/ds

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut bahagia atas bangkitnya Persatuan Sepak Bola Mojokerto (Persem Mojokerto) kembali berlaga di liga tiga. Hal tersebut disampaikan Ning Ita sapaan akrab Wali Kota usai audiensi dengan pengurus Persem di Balai Kota Mojokerto. Kamis (7/10).
   "Tentu kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi karena Persem yang sempat menjadi kebanggaan Kota Mojokerto ini sekarang bisa memiliki semangat untuk bertanding kembali di liga tiga" ungkap Ning Ita.
   Ning Ita berjanji akan mecukupi kebutuhan sarana prasarana untuk berlatih, mess, transportasi, hingga dukungan sponsor untuk Persem kembali berlaga di liga tiga.
   "Kami akan cukupi semuanya, termasuk dukungan untuk sponsor kami akan mensupport agar Persem bisa kembali berkibar seperti dulu dan bahkan melebihi prestasi dulu yang sudah sempat diraih" katanya. Lebih lanjut ia berharap Persem dibawah pembinaan Askot yang baru akan mampu membawa nama Kota Mojokerto dengan prestasi pada bidang olahraga,
   "Ini tentu sangat mendukung upaya pembangunan Pemerintah Kota Mojokerto dibidang Sumberdaya Manusia khususnya dibidang olahraga" tandasnya.
   Diketahui, klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Mojokerto yang berjuluk laskar damar wulan ini sebelumnya sempat vakum selama dua tahun tidak merumput. *adv/ds

Sampang - suaraharianpagi.com
   Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Plqabean C wilayah Madura menggelar sosialisasi cukai tembakau dan stop peredaran rokok ilegal kepada sejumlah wartawan di wilayah kerja Sampang.
   Plt Kepala Diskominfo Sampang Amrin Hidayat menyatakan, bersama KPPBC wilayah Madura, pihaknya mengaku ingin menyampaikan informasi melalui para jurnalis tentang ketentuan cukai tembakau serta ciri-ciri rokok ilegal. Menurutnya dia, dengan menggandeng para jurnalis, diharapkan sosialisasi stop rokok ilegal dapat tersampaikn kepada masyarakat di bawah.
   "Kami undang para jurnalis, supaya sosialisasi tentang cukai rokok dan soal rokok ilegal serta bahayanya bisa diketahui masyarakat luas. Peran jurnalis ini diharapkan membantu menyampaikan informasi itu,", Jumat (24/9).
   Sementara Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madura, Trisilo Asih Setyawan menjelaskan, salah satu pendapatan negara yaitu melalui sektor pajak cukai. Berdasarkan undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai pada pasal 4 ayat 1, barang kena cukai (BKC) dia antaranya seperti etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau.
   "Pemasukan pajak melalui cukai ini merupakan salah satu penerimaan negara terhadap APBN. Yang nantinya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur maupun berupa bantuan," paparnya.
   Selain itu Trisilo sapaan karibnya memaparkan, sosialisasi yang disampaikan kepada para jurnalis diharapkan masyarakat bisa memahami seputar cukai dan cara mengenali rokok ilegal melalui penggunaan pita cukai seperti di antaranya rokok tanpa pita cukai, rokok yang menggunakan pita cukai palsu atau bekas, serta rokok dengan pita cukai yang bukan peruntukannya.
   "Di sinilah peran para jurnalis memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya produk dengan penggunaan pita cukai," terangnya.
   "Selain itu, para jurnalis memberikan informasi dampak bahaya peredaran rokok ilegal termasuk sanski kepada para pelaku," tandas Trisilo. *rn

Sampang - suaraharianpagi.com
   Diungkapkan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Wilayah Madura, Trisilo Asih Setyawan didampingi Kasi Humas Bea Cukai Wilayah Madura, Parulian Simanjuntak di aula kantor Dinas Komunikasi & Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sampang, Kamis (23/09) Bea dan Cukai wilayah Madura mengancam para pelaku produk Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang diperjualbelikan, dengan ancaman 1 sampai 5 tahun penjara..
   Menurutnya, dalam pasal 54 UU No. 39 tahun 2007 tentang pidana penjualan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk di jual BKC yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 1, dipidana dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara, dan atau denda 2 sampai 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.
   Untuk itu, Setyawan berharap kesadaran masyarakat, khususnya pelaku penjual maupun pembeli BKC Ilegal, agar segera menghindari hal tersebut.
   Dalam hal ini, diharapkan masyarakat tidak mengkonsumsi rokok ilegal, tidak terlibat peredaran rokok ilegal, paham ciri-ciri rokok ilegal, paham sangsi pidana cukai dan paham manfaat DBHCHT.
   Sementara terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Setyawan menjelaskan adalah bagian dari manfaat BKC Legal. Dimana di salurkan ke tiga (3) prioritas, yaitu sebesar 50 persen untuk Bidang Kesejahteraan Masyarakat, dan 25 persen untuk Bidang Penegakan Hukum, serta 25 persen untuk Bidang Kesehatan.
   Sementara Plt Kepala Diskominfo Sampang, Amrin Hidayat mengatakan, dengan masyarakat paham pentingnya mengkonsumsi BKC Legal, tentunya juga membantu 3 sektor prioritas di atas melalui DBHCHT.
   Perlu diketahui, Sosialisasi tersebut dilakukan mulai dari mengenalkan ciri-ciri rokok ilegal sampai dengan modus yang biasa ditemukan serta tindak pidana yang mengikat.
   "Dengan mengkampanyekan stop rokok ilegal ke seluruh lapisan masyarakat di Wilayah Kabupten Sampang dan Madura Umumnya, Insyaallah masyarakat pula yang akan merasakan manfaatnya" pungkas Amrin. *rn

(Kiri) Ning ita, (tengah) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, (kanan) SISKS  Pakoe Boewono XIII
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasati mendapat gelar kebangsawanan dari Keraton Solo. Gelar yang diterima Ning Ita yakni Kanjeng Mas Ayu Tumenggung.
   Gelar tersebut diserahkan langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII saat rangkaian kegiatan Hajad Dalem Garebeg Mulud Alip 1955/2021 Masehi, Sabtu (2/10).
   Ning Ita tak menyangka menerima gelar kehormatan tersebut. Pasalnya, Ia tercatat sebagai satu-satunya Wali Kota Mojokerto yang disahkan menjadi kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dan kini namanya menjadi Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Hj. ika Puspitasari Arimingtyas SE.
   Usai penobatan, Ning Ita mengaku kaget dan tidak menyangka akan mendapat gelar tersebut. Sebab, ia merasa masih memiliki banyak kekurangan dalam mengemban tugas sebagai Kepala Daerah.
   “Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget saya diberikan gelar dari Keraton Surakarta, meskipun itu tidak pernah ada dalam bayangan saya,” katanya.
   Kendati demikian, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyampaikan rasa terima kasih karena sudah dipercaya mengemban amanah dari Keraton Surakarta.
   “Matur nuwun (terima kasih) diberikan kepercayaan ini, mudah-mudahan ini bisa membuat saya selalu menyampaikan apa yang saya lakukan ini memberikan kebanggan untuk warga kota saya,” tuturnya.
   Menurutnya, penganugerahan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung dari Keraton Surakarta ini pastinya bukan tanpa alasan. Karena itu, ia pun mengaku takjub dan merasa bangga mendapat kehormatan tersebut. “Pasti bukan tanpa alasan saya dipercaya untuk mendapatkan ini tapi saya sungguh sangat kaget dan saya sangat takjub luar biasa,” ungkapnya.
   Gelar ini diberikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta atas keberhasilan Ning Ita sebagai Wali kota yang berhasil membangun Kota Mojokerto lebih maju, dengan tetap melestarikan budaya leluhur Majapahit, serta segudang prestasi lainya.
   Lebih lanjut, ia juga berharap bahwa gelar yang diterimanya bisa memberikan kebanggan untuk warga Kota Mojokerto.
   "Semoga dengan gelar ini, bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Warga Kota Mojokerto, dan akan menggali terus potensi-potensi budaya dan sejarah yang ditinggalkan leluhur kita, yakni Kerajaan Majapahit" tandasnya.
   Perlu diketahui, dalam setiap rangkaian kegiatan Hajad Dalem Garebeg Mulud Alip, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan upacara, Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat selalu memberikan "Gelar Kehormatan" kepada berbagai pihak yang dianggap pantas untuk menerimanya.
   Selain itu, bertepatan dengan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober, Keraton Solo juga mengadakan pameran batik hasil karya dari Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwono XIII. Pameran ini mengusung tema "Batik Karya Adiluhung". Diantaranya, Batik Parang Noto Bhirowo, Parang Loro Ati, Parang Gunung Sari, Parang Puspito Rinonce serta Batik Sekar Jagat.
   Dikesempatan berbeda Kanjeng Pangeran Aryo Eko Yudi Prastowo Adi Nagoro selaku Pangeran Sentono dan Pangarso Wilayah Jawa Timur,, dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengatakan, bahwasanya Ning Ita tersambung nasab darah keatas dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan yang kedua berdasarkan prestasi kinerja, Ning Ita memiliki segudang prestasi. Sehingga Sinuwun dalam pemberian gelar mengambil keputusannya dari berbagai aspek.
   Kalau dalam bahasa jawa masih trah kusuma rembesing madu maka (keturunan orang-orang terpilih) akan kembali keasalnya yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat. “Jadi Ning Ita adalah Sentono Dalem yaitu keluarga Raja. Berbeda dengan abdi dalem yaitu pegawai kerajaan,” jelasnya.
   Dengan demikian maksud dan tujuan Sinuwun Pakoe Boewono XIII menganugerahkan gelar ini adalah kalau sudah trah kusumo rembesing madu maka masih tetap mengemban amanah dengan menguri2 budaya luhur dengan tidak meninggalkan adat istiadat sebagai orang jawa apalagi kita adalah kerabat keraton kasunanan Hadiningrat. Yang kedua dalam mengemban amanah sebagai pemimpin harus memegang teguh filsafat dan falsafah budaya jawa yg luhur.
   “Contoh dengan menerapkan Hasta brata sehingga berimplikasi kepada kemakmuran daerah yg dipimpinnya,” cetusnya.
   Harapan saya selaku Pangeran Sentono Keraton Kaunanan Surakarta Hadiningrat semoga ini menjadi suri tauladan dan penyemangat bagi Ning Ita Kanjeng Mas Ayu Tumenggung agar berkiprah lebih baik dan hebat lagi dalam mengemban amanah pemerintaham dan dari Sinuwun Pakoe Boewono XIII sebagai Sentono Dalem. *adv/ds

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget