[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Diduga Kepala Desa Terima Fee Dari Pemborong

Jombang – suaraharianpagi.com

   Dugaan Proyek di lingkungan Kabupaten Jombang yang dibiayai dari Dana Desa (DD) banyak bermasalah. Salah satunya proyek pembangunan aspal lapen di Dusun Sambirejo, RT 05/RW 01 Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pasalnya pekerjaan jalan aspal lapen tersebut ada dugaan menyalahi ketentuan dan ada indikasi suap.

   Proyek jalan aspal lapen di Desa Sambirejo tersebut dibiayai dari DD (Dana Desa) tahun anggaran 2021, diborongkan oleh pihak ketiga atau Pemborong, padahal menurut ketentuan proyek Dana Desa seharusnya dikerjakan secara swakelola dan 30% Dana Desa harus dipakai untuk upah pekerja warga setempat, dengan tujuan agar perekonomian masyarakat bergerak, lebih-lebih masa pandemi covid-19. Yang lebih parah lagi beredar kabar, bahwa Kades Sambirejo, Zainal Arifin diduga menerima uang fee dari pihak ketiga (pemborong) yang besarnya mencapai kisaran 15% - 20% dari nilai proyek.

   Menurut salah satu warga setempat yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa Kepala Desa Sambirejo, diduga menerima uang fee dari pemborong sebesar 15% - 20% dari total nilai proyek. “Saya dengar dari salah satu tokoh masyarakat Desa Sambirejo, bahwa pemborong jalan aspal lapen di Desa Sambirejo diduga telah memberikan uang fee kepada Kades sebesar 15% - 20% dari total nilai proyek” ujarnya.

    Jalan di Desa Sambirejo yang dibangun aspal lapen tersebut adalah jalan aspal yang kondisinya masih relatif bagus, selanjutnya tahun 2021 ini oleh pemerintah desa Sambirejo diatasnya dibangun jalan aspal lapen, jadi pekerjaan B-nolnya adalah jalan aspal yang sebagian besar relatif masih bagus.

   Proyek jalan aspal lapen ini rawan sekali dipermainkan oleh pemborong, karena sebelumnya sudah ada jalan aspal, pemborong tinggal memoles sedikit aspal lapen, dan tidak semua item batu yang seharusnya digelar dikerjakan. Jadi, diduga pemborong bisa meraup keuntungan yang besar. Tapi warga yang gigit jari karena hasil pekerjaan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

   Informasi yang dihimpun dari warga setempat, jalan tersebut baru hari Rabu tanggal 14/7 dikerjakan, tenaga kerjanya dari luar warga desa Sambirejo, dari 7 pekerja semuanya orang dari Kecamatan Ngoro. Tidak ada satupun warga Desa Sambirejo yang dipekerjakan di pekerjaan tersebut.  

   Seperti apa yang dituturkan oleh warga desa Sambirejo kepada suaraharianpagi.com 14/7, ”yang kerja semuanya dari Ngoro mas, semuanya ada 7 orang, tidak ada warga Sambirejo yang diajak bekerja, lagi pula warga sini pekerjaannya buruh tani, bukan buat jalan, hanya kami yang tinggal dekat jalan yang dibangun diminta oleh perangkat membantu memberi minuman, dan makanan ringan”, papar warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media.  

   Jadi pengerjaan jalan lapen tersebut, diduga tidak mengacu kepada program padat karya tunai (Cash for work), proyek diduga diborongkan atau dikerjakan oleh kontraktor. Terkait hal tersebut Kepala Desa Sambirejo Zainal Arifin, saat dikonfirmasi via ponselnya terkait pekerjaan aspal lapen di Dusun Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, yang tanpa papan nama proyek atau diduga proyek siluman tidak mau mengangkat.

   Menurut Yanto, dari LSM Gadjah Mada yang berkantor di jalan Gajah Mada Mojokerto, mengatakan “di Kabupaten Jombang banyak proyek infrastruktur desa yang dibiayai dari Dana Desa yang menyalahi ketentuan tidak pernah ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum, ini yang membuat Kepala Desa semaunya mengerjakan proyek yang dibiayai dari Dana Desa”.

   “Kejadian ini yang membuat masyarakat jadi enggan untuk melaporkan penyimpangan Dana Desa kepada pihak Inspektorat maupun ke Aparat Penegak Hukum, di Pemkab Jombang. Karena dianggap membuang-buang waktu dalam menulis laporan. Kami berharap dengan adanya kejadian ini kepala Inspektorat maupun Aparat Penegak Hukum Pemkab Jombang, bertindak tegas kepada Kepala Desa yang tidak melaksanakan ketentuan pelaksanaan Dana Desa, terutama Desa Sambirejo” *ryan

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget