[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkot Aktifkan Gedung Diklat

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dalam dua minggu terakhir jumlah warga Kota Mojokerto yang terpapar covid semakin meningkat, Peningkatan ini terjadi mulai dari kluster Sidomulyo, Sekarputih dan Pekayon. Pemerintah Kota Mojokerto akan menambah tempat isolasi untuk merawat pasien. Langkah ini di ambil Ning Ita karena melihat penuhnya Rumah Sakit Rujukan di Kota Mojokerto. Adapun dua Rumah sakit Rujukan tersebut yang diutamakan untuk pasien bergejala berat yaitu RSUD total TT isolalasi 105,  TT ICU 7 Dan RS Gatoel TT isolalasi 67, TT ICU 12. Serta 4 Rumah Sakit non rujukan dengan kapasitas 71 TT isolasi dan 1 TT ICU.

   Tempat Tidur (TT) di seluruh Rumah Sakit Kota Mojokerto per 29 Juni 2021 sudah terisi 86,6% untuk TT isolasi dan  95% untuk TT ICU. Dengan 40% pasien warga Kota Mojokerto dan selebihnya pasien dari luar Kota Mojokerto,’’jelas Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto (30/6)

   Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan rumah karantina di rusunawa untuk pasien covid bergejala sedang dengan total kapasitas 67 TT akan tetapi sudah terisi penuh dan akan menambah rumah karantina baru di balai diklat Kota Mojokerto dengan kapasitas 25 TT,’’imbuh Ning Ita.

   Melihat kondisi saat ini satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan beberapa rapat koordinasi analisa dan evaluasi. Hasil dari rakor analisa dan evaluasi yang diperoleh yaitu terjadi penularan yang lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru covid-19. Untuk itu satu-satunya upaya pencegahan yang paling ampuh adalah displin dalam Protokol Kesehatan dan menerapkan 5M karena itu walikota mengingatkan untuk terus Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizier, Menghindari kerumunan dan Membatasi bepergian atau mobilisasi

   Ning Ita menghimbau Kepada masyarakat yang sakit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi lebih parah Karna Vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan covid akan tetapi untuk menurunkan resiko keparahan akibat terinfeksi covid. Ning Ita berharap supaya mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan covid di masing-masing lingkungan

   Satgas telah menerbitkan SE tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan SE ini berlaku mulai 23 Juni 2021- 5 Juli 2021. Untuk mengetahui Kondisi terkini terkait penyebaran Covid-19 di wliayah Kota Mojokerto bisa diakses melalui  website covid19.mojokertokota.go.id yang menyampaikan informasi terupdate zonasi pada tiap RT sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021. 

   Ekonomi harus tetap bergerak. Kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD pengampu secara masiv agar tidak sampai skor kita masuk di zona merah,’’jelas Ning Ita.

   Agar nantinya pemerintah tidak melarang kegiatan dalam rangka perputaran ekonomi, di sisi yang lain semua pihak harus taat protokol kesehatan. Peninjauan terus kami lakukan agar masyarakat taat protokol kesehatan setiap kali berkegiatan. Saling menjaga, saling mengingatkan dan saling melindungi,’’harap Ning Ita. *adv

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget