[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Gubernur Himbau untuk Sholat di Lingkungan Tempat Tinggal

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Al Fattah, Jln. KH. Hasyim Ashari No.1 Kota Mojokerto pada Sabtu (12/5). Sebagaimana SE Gubernur Jawa Timur tentang penyelenggaraan sholat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di Saat Masa Pandemi Covid-19 di Jawa Timur, bahwa pada tahun ini di Masjid Al Fattah akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

   Gubernur yang hadir bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo serta Plh. Sekdaprov Heru Tjahjono menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan sholat Idul Fitri. Selain penerapan protokol kesehatan, yang perlu menjadi perhatian adalah jumlah jamaah, kemudian proses jamaah masuk ke masjid, termasuk tempat untuk menyimpan sandal atau sepatu.  “Titik-titik yang potensial kemungkinan terjadinya kerumunan itu memang  harus betul-betul diantisipasi,” ujar Khofifah

   Lebih lanjut Khofifah menyampaikan agar warga melaksanakan sholat Ied di masjid atau lapangan dekat rumah. “Kami mohon calon jamaah sholat Idul Fitri carilah masjid dan lapangan terdekat dari rumah tinggal, itu menjadi penting. Ada kekahawatiran misalnya berangkatnya pas-pasan, ternyata kena sekat dimana-mana dan malah tidak bisa sholat,” imbaunya. Gubernur perempuan ini juga menghimbau agar warga berkomunikasi dengan penyelenggara PPKM Mikro, satgas covid di lini paling bawah baik itu RT, RW, Kepala Desa atau Lurah serta Babinsa dan  Bhabinkamtibmas terkait tempat penyelenggaraan sholat Ied.  

   Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini di Jawa Timur tidak ada zona merah. Untuk itu kepada seluruh masyarakat ia meminta untuk bisa sabar dan ikhlas untuk mengikuti format ini. Serta, harus melakukan kewaspadaan berlapis termasuk pasca sholat Ied, dengan tidak melalukan silaturahim unjung-unjung. “Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Insyaallah, tidak akan mengurangi makna silaturahim dari kita,” pungkasnya. 

   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga  menjelaskan kondisi terkini PPKM Mikro di Kota Mojokerto. Dimana sinergitas antara Satuan Gugus Tugas Covid-19 serta warga Kota Mojokerto mampu menurunkan angka Covid-19 di Kota Mojokerto. 

   Menambahkan pesan dari Gubernur, Ning Ita meminta kepada warga Kota Mojokerto untuk tidak memaksakan diri untuk sholat Idul Fitri di tempat-tempat tertentu, seperti di Masjid Agung. “Saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun, alhamdulillah dibanding tahun lalu pada tahun ini kita sudah bisa melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan. Untuk itu kami mohon kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta aturan-aturan yang telah ditetapkan,” tutur Ning Ita. 

   Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam peninjauan di Masjid Agung Al Fattah, Wakil Wali kota Achmad Rizal Zakaria, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi serta jajaran Kepala OPD Pemerintah Kota Mojokerto. *adv

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget