Mei 2021

Jombang - suaraharianpagi.com

   H. Dhuka, SAH ditetapkan secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Jombang periode 2020-2025. Surat Keputusan tersebut telah diambil dari Jakarta, dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) telah memutuskan H. Dhuka sebagai Ketuanya.

   Terpilihnya H. Dhuka menjadi Ketua DPD PAN Jombang, diharapkan membawa perubahan yang mendasar, disamping itu juga tidak seperti biasanya, kali ini dengan terpilihnya H. Dhuka  sebagai Pimpinan PAN Jombang, Kantor DPD PAN Jombang yang beralamat di Jl. WR Supratman 11 Tugu Kepatian Jombang, telah dibanjiri ucapan selamat dan sukses dari berbagai Anggota Dewan dan Pengusaha.

   Salah satunya ucapan selamat dari Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas’ud Zuremi. Dalam ucapannya Mas’ud mengharapkan DPD PAN Jombang, dibawah pimpinan H. Dhuka bisa membawa perubahan yang mendasar dan lebih Amanah, serta semakin jaya.

   Sementara itu, Ketua Harian DPD PAN Jombang, Masdin Nasarudin didepan awak media menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) diambil sendiri oleh H. Dhuka dan rombonganya ke Jakarta, Alhamdulillah apa yang diharapkan kader PAN Jombang telah di kabulkan Allah SWT. DPP PAN Jakarta telah memutuskan H. Dhuka sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Jombang periode 2020-2025.

“ Surat Keputusan itu kemaren kita jemput ke Jakarta, Siapapun Ketuanya yang penting untuk PAN, mari kita dukung sepenuhnya program-program Ketua PAN yang baru agar PAN di Kabupaten Jombang ke depan lebih sukses, lebih amanah dan paling tidak bisa membantu menyukseskan Jawa Timur menjadi basis PAN. Syukur-syukur pemilu akan datang PAN di Kabupaten Jombang kursi keanggotaan di Dewan Perwakilan Rakyat bisa bertambah banyak.”

   Ia juga menjelaskan dalam SK DPP tersebut sekaligus sudah tersusun kepengurusan DPD PAN Jombang, sesuai usulan yang telah dikirim ke DPW PAN Jawa Timur. Jadi usulan kepengurusan kita usulkan ke Dewan Pimpinan Wilayah, DPW yang membuat pengantar ke DPP masa periode 2020 – 2025 di hitung dari masa konggres itu.” Tegas Nasarudin.

   Adapun susunan pengurus DPD PAN Jombang periode 2020-2025, antara lainya. Ketua H. Dhuka, Sekertaris Asoba, Bendahara Nenti dan Ketua Harian Masdin Nasarudin serta jajaran Kabid lainnya.

   “Kami selaku Ketua Harian DPD PAN Jombang, atas nama Ketua mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pengirim rangkaian bunga, ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya H. Dhuka sebagai Ketua DPD PAN Jombang yang baru periode 2020-2025.”

   Perlu diketahui karir politik H. Dhuka tergolong melejit, sebelum ditetapkan menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Jombang, dia sudah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang tiga periode, Pertama tahun 2009-2014, yang kedua tahun 2014 -2019 dan yang ketiga tahun 2019-2024. Ditengah perjalananya sebagai perwakilan rakyat tahun 2021 dia mendapat amanah dari DPP PAN Jakarta untuk menakodai DPD PAN Kabupaten Jombang. *ryan         

 

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri kegiatan sosialisasi Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, yang di selenggarakan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Mojokerto, di Pendopo Rumah Rakyat Hayam Wuruk, Kamis (27/5).

   Pemerintah Kota Mojokerto, tahun ini telah menargetkan pemasangan Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga sebanyak 5.699. Jumlah ini, jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, tahun pertama pemasangan jaringan sebanyak 752 (2003 & 2016)

   Sedangkan di tahun 2017, jumlah tersebut meningkat menjadi 5.000 jaringan. Sedangkan penyaluran pemanfaatan gas bumi tahun 2021ini, merupakan kelanjutan program pemasangan jaringan tahun 2019 yang sempat tertunda pada tahun 2020, lantaran pandemi Covid-19

   Pada sosialisasi ini, turut hadir sebagai nara sumber dari Perusahaan Gas Negara Analyst Citygas Sales Sidoarjo & sekitarnya, Endang Sri Rahayu. Selain itu, jumlah Peserta dari Kelurahan Kedundung yang hadir pada kesempatan ini sangat dibatasi lantaran penerapan protocol kesehatan Covid-19 secara ketat.

   Walikota Ning Ita berharap, dengan adanya sosialisasi jaringan gas bumi ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta yang hadir. Sehingga mampu memberikan kemanfaatan serta keuntungan pada masyarakat Kota Mojokerto. Terutama dalam pemanfaatan jaringan yang terjangkau lebih murahdibandingkan dengan yang lainnya, serta ramah lingkungan. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Walikota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli wariskorban meninggal dunia akibat Covid-19 di Pendopo Rumah Rakyat, Senin (24/5)

   Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan bahwa pertemuan pada sore ini sebagai sosialisasi bantuan untuk 90 orang ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Kota Mojokerto. Adapun penerimaan bantuan tersebut adalah korban yang meninggal dunia akibat Covid-19 sejak bulan Maret hingga Desember 2020 dan telah mengajukan permohonan bantuan ke Kementerian Sosial RI serta telah terverifikasi.

   Ditambahkan oleh Ning Ita itu bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jatim adalah sebesar 5 Juta Rupiah dan ditransfer secara langsung ke rekening masing-masing penerima sejak 4 Mei 2021 lalu. Hingga saat ini berdasarkan laporan masih ada 16 ahli waris yang belum menerima bantuan tersebut. Untuk itu Ning Ita meminta mengecek kembali rekening masing-masing dan juka memang belum mendapat bantuan bisa segera melaporkan ke Dinsos P3A Kota Mojokerto.

   Dalam kesempatan ini, Ning ita secara pribadi dan atas nama pemerintah Kota Mojokerto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban Covid-19. Selain itu Ning ita Juga berpesan agar para ahli waris memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin terutama bagi ahli waris yang masih harus melanjutkan sekolah, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan.

   Terkait bantuan untuk para korban meninggal akibar Covid-19 di masa yang akan datang Ning Ita menyampaikan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur Jawa Timur. *adv

Jombang – suaraharianpagi.com

   Keresahan dialami oleh warga Dusun Sugehwaras, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pasalnya aliran irigasi yang melewati daerah tempat tinggal mereka semenjak berdirinya  Pabrik Sosis PT Phaulosari Unggul Jaya (PUJ) dan SV. Wahana  Sejatera,  airnya berubah berwarna cokelat keruh dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat setiap harinya. ”Keadaan ini sejak ada berdirinya pabrik 10 tahun yang lalu, kami sudah melaporkannya ke pihak perusahaan” kata Ag (35) warga setempat yang ditemui di sekitar aliran irigasi, beberapa hari yang lalu.

   Perubahan warna dan beraroma busuk yang menyengat itu, diklaim warga akibat aktivitas pabrik  PT Phaulosari Jaya dan SV Wahana Sejatera,  Mereka menduga limbah hasil produksi pabrik dibuang ke aliran irigasi tersebut. ”Sebelum ada aktivitas produksi, air irigasi berwarna jernih dan tidak mengeluarkan bau busuk, ” ujarnya. Kondisi itu, kata Ag juga berimbas pada sektor pertanian warga. Karena sebelumnya warga menggunakan air sungai ini untuk pengairan sawahnya. Namun sekarang airnya berwarna cokelat keruh dan berbau busuk menyengat serta gatal-gatal bila menyentuh kulit, membuat warga berpikir ulang untuk memanfaatkannya. ”Harapannya sih segera ada penyelesaian, takutnya kalau dibiarkan akan menimbulkan bibit penyakit,” katanya.

   Hal senada juga dikatakan Wagimin ( bukan nama sebenarnya ), air yang ada disaluran irigasi disamping tempat tinggalnya  berwarna cokelat keruh dan berbau busuk menyengat, karena diduga tercemar limbah kotoran ayam, bekas darah, dan bekas pemotongan ayam untuk bahan sosis dan pengolahan ayam potong. Masih kata Wagimin,air yang berwarnah Cokelat keruh dan berbau busuk menyengat tersebut, juga gatal-gatal dibadan, jadi tak bisa buat mengairi sawah, bisa- sihbisa tapi petaninya yang tak tahan menahan gatal-gatalnya. Hal ini sangat merugikan petani.

   Wagimin juga mengaku, dirinya enggan protes dan tidak berani melapor ke APH (Aparat Penegak Hukum) karena takut malah kita yang dijerat hukum, karena yang punya pabrik berduwit dan punya pengaruh besar di Kabupaten Jombang. Memang selama ini pabrik bilang ke beberapa awak media bahwa mereka sudah memiliki izin lengkap, dan sudah mengelolah limbah dengan baik sesuai aturan, tidak mencemari lingkungan, tapi kenyataanya bohong besar, suruh dia cuci tangan di saluran irigasi belakang pabrik atau  tidur satu malam dirumah saya biar bisa merasakan betapa susahnya untuk bernapas baru ngomong ke awak media yang sebenarnya.

   Kami orang kecil sebenarnya menjerit karena limbah pabrik Sosis ini. Kalau penegak Hukum ingin bukti, atau Bupati Jombang ingin bukti silakan dicek ke lapangan nanti akan tahu sendiri kebenaranya tegas Wagimin dengan nada marah.    

   Sementara itu, hasil pantauan suaraharianpagi.com, dilapangan membuktikan apa yang dikatakan warga dusun Sugehwaras, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, mendekati kebenaran. Saluran irigari di belakang pabrik sosis PT PUJ dan SV WS, airnya berwarna cokelat keruh dan berbau busuk menyengat, selain itu warga yang tinggal di sepanjang aliran irigasi tersebut dipastikan setiap  harinya menghirup udara yang tidak layak untuk dihirup, kalau hal ini dibiarkan berlarut – larut akan menimbulkan beberapa penyakit pernapasan. *ryan

Jombang – suaraharianpagi.com

   Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Wakil Bupati Jombang Sumrambah didampingi Sekdakab Jombang Akh. Jazuli secara simbolis menyerahkan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta Program Jaminan Kematian (JKM). Program ini sesuai dengan Permenaker nomor 5 tahun 2021 tentang tata cara penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja jaminan kematian dan jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi tanggung jawab bagi BPJS ketenagakerjaan Pusat maupun Daerah untuk melaksanakan instruksi tersebut. Diharapkan kerjasama antara BPJS dengan Pemkab Jombang ini bisa ditingkatkan lagi.

   Dwi Endah Aprilistiani, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto yang juga didampingi Kepala Kantor Cabang Jombang Wahidin Rizal menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas sinergitas dan kepedulian kesejahteraan kepada pekerja. "Semoga beasiswa pendidikan ini dapat bermanfaat bagi ahli waris yang masih sekolah, agar anak- tetep bisa sekolah", tuturnya.

   Di Kabupaten Jombang sendiri hingga bulan Mei 2021 telah diserahkan beasiswa kepada anak pekerja yang masih sekolah sebanyak 53 siswa dari berbagai jenjang. Atas nama pemerintah Kabupaten Jombang, Hj Mundjidah Wahab Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas terlaksananya program beasiswa ahli waris ini. Bupati berharap program ini memberikan manfaat bagi peserta BPJS. Sehingga anak anak ahli waris ini tidak putus sekolah.

   "Ini membuktikan perhatian pemerintah sangat luar biasa kepada para pekerja. Semoga ini terus berlangsung sampai kapanpun dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan untuk mengikutsertakan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena ini sangat bermanfaat bagi ahli waris," tutur Hj. Mundjidah Wahab Bupati Jombang. "Semoga anak anak yang mendapat beasiswa ini kelak menjadi anak anak yang Sholeh Sholehah, bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa", pungkas Bupati Jombang. *ryan

Mojokerto – suaraharianpagi.com 

   Pemerintah Kota Mojokerto kembali memberikan kemudahan bagi pelaku usaha baru. Kali ini, melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) memfasilitasi pengajuan bantuan modal senilai Rp 7 juta bagi wirausaha, Kamis (20/5).

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan bahwa, bantuan modal usaha ini dikucurkan oleh Kementrian Koperasi dan  UKM bagi Wirausahawan yang belum pernah menerima bantuan apapun. Upaya untuk meningkatkan perkembangan UMKM selain dengan fasilitasi pengajuan modal juga dengan pendampingan teknik maupun manajemen secara intensif melalui MomMi ECCis, sebutan klinik pembinaan UMKM.

   "Kami membuka klinik UMKM untuk pendampingan dan konsultasi. Namun, para wirausaha baru ini harus benar-benar komitmen dengan pengembangan UMKMnya. Karena, kami akan memonitoring dan mengevaluasi sekaligus mewajibkan mereka untuk membuat laporan progres sesuai dengan prosedur yang ada," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

   Bantuan ini, lanjut Ning Ita, berbeda dengan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro ( BPUM). Dimana, bantuan yang diberikan oleh presiden sebesar Rp 1,2 juta sedangkan bantuan dana bagi wirausaha terdampak dan difabel ini senilai Rp 7 juta. Adapun bantuan ini, berlandaskan pada Surat Edaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Bantuan Dana Bagi Wirausaha.

   Bantuan modal yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto memiliki beberapa syarat. Yakni, memiliki usaha produktif yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, mempunyai e-KTP, berusia maksimal 45 tahun, memiliki saldo tabungan diatas saldo minimal, pendidikan minimal SLTP, belum pernah mendapat bantuan wirausaha dan bantuan lainnya dari Kemenkop UKM dan membuat proposal pengajuan. Serta memiliki sertifikat pelatihan yang sesuai dengan bidangnya atau pelatihan  kewirausahaan.

   Sedangkan prosedurnya adalah pelaku usaha yang berminat membuat proposal ditujukan ke Diskopukmperindag Kota Mojokerto dengan melengkapi persyaratan. Kemudian, Diskouperindag melakukan verifikasi kelengkapan persyaratan proposal dan administrasi calon penerima program bantuan dana bagi wirausaha. Selanjutnya Diskouperindag memberikan rekomendasi nama-nama calon penerima program bantuan dana bagi wirausaha sekaligus mengajukan surat permohonan pengantar ke Dinas Koperasi dan UKM Pemprov dengan tembusan kepada Kementrian Koperasi & UKM yang ditujukan kepada Deputi Kewirausahaan.

   Adapun pendaftaran bantuan bagi wirausaha ini dibuka mulai tanggal 20-31 Mei 2021 mulai pukul 09.00-14.00 wib. Jika para pendaftar telah melengkapi berkas proposal pengajuan, maka bisa diserahkan langsung ke kantor Diskopukmperindag di Jalan Raya Meri No.07. Untuk informasi bantuan wirusaha ini bisa mengakses link di https://bit.ly/3hyqAQl. *adv

 

Sampang – suaraharianpagi.com

   Masih dalam suasana pendemi covid 19  pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Sholat  idul fitrih di lapangan wijaya kusuma, hal ini sudah menjadi tradisi tahun bagi pemerintah kabupatan dan masyrakat sekitar,  sholat idul fitrih menjadi momemtum Bupati dan wabup berinteraksi dengan masyarakt sekitar pendopo bupati. kamis (13/5),dengan  menerapkan prokes yang ketat pada setiap orang yang akan ikut melaksanakan sholat idul fitrih di lapangan.

   Hadir dalam sholat idul fitrih  bupati beserta keluarga, wakil bupati beserta keluarga,  Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, S.I.K, Dandim 0828/Sampang Letkol ARM Mulya Yaser Kalsum SE MS.i, Kejari Sampang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta masyarakat Sampang..

   Dalam khutbahnya Kh. Buhori Maksum selaku Khotib dan imam  menyampaikan.” di hari yang fitrah ini kita seperti terlahir kembali putih bersih tanpa ada noda sedikitpun jadi mari kita saling maaf dan memaafkan antar sesama untuk menyempurnakan puasa kita ”, ungkapnya.

   Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan, “Momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah merupakan bentuk kemenangan setelah selama 1 bulan penuh menjalankan ibadah puasa, mari kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadhan, di hari Fitri ini semoga menjadi momentum kita melawan Covid-19, karena sudah dua tahun kita dihadapkan dalam situasi seperti ini”, ungkapnya.

   Dalam kesempatan tersebut, pihaknya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 Hijriyah. Minal Aidzin Wal Faidzhin, mohon maaf lahir dan batin. *rn


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Insomnia merupakan gangguan tidur paling sering dikeluhkan. Secara kronis diderita oleh 10-15 % populasi. Merupakan masalah kesehatan utama yang berkaitan dengan tingginya angka absensi, dan dapat memicu munculnya berbagai penyakit fisik maupun mental. Sebelum memicu timbulnya penyakit lain, jangan ragu-ragu datang ke poli jiwa. Pengunjung poli jiwa tidak perlu merasa lebih rendah dari orang lain. Jangan sampai insomnia atau masalah kejiwaan lainnya tidak dikelola dengan baik, sehingga menjadi satu  kelemahan yang menghalangi kita meraih cita-cita". Demikian dr Antina Nevi Hidayati, Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa) pada dialog Humas RSUD Jombang menyapa, Kamis (29/4/2021). Dia menyampaikan hal tersebut berkaitan fenomena banyaknya orang mengalami gangguan tidur, atau lebih populer dengan sebutan insomnia.

   Insomnia adalah kondisi kurang tidur yang terjadi terus menerus. Menurut dokter poli jiwa yang akrab dipanggil dokter Nevi, waktu tidur kurang dari 6 jam dapat menyebabkan gangguan kognitif, perubahan mood, dan abnormalitas kadar hormon dalam tubuh. Apabila mengalami insomnia tiga hari berturut-turut harus diwaspadai. Karena dapat menimbulkan kecemasan, bahkan sampai bisa depresi. Kecemasan tentang tidur, justru menyebabkan keterjagaan, pikiran yang terus-menerus, dan timbul ketegangan otot yang justru memperburuk lingkaran setan kecemasan dan insomnia. Insomnia dengan peningkatan keterjagaan juga kerap menyertai gangguan jiwa lain, misalnya depresi, atau mania, ungkap dokter spesialis kedokteran jiwa alumni Unair Surabaya 2015 lalu ini. Disampaikan pula, beberapa faktor yang menyebabkan insomnia berlangsung terus menerus adalah: 1) kebiasaan tidur yang buruk yang dibiarkan terus, 2) kekhawatiran yang berlebihan tentang tidur, 3) menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencoba tidur.

   Dokter kelahiran Jombang 46 tahun lalu ini juga mengutarakan, waspadai insomnia primer, gangguan tidur tanpa sebab, yang dianggap bentuk gangguan cemas dengan fokus kekhawatiran akan kebutuhan tidur yang tidak tercukupi. Insomnia dalam bentuk tidur yang terputus-putus, sering ditemukan pada penderita demensia atau gangguan otak lain yang menggambarkan penurunan fungsi area otak yang mengatur siklus tidur-terjaga, misalnya bila ada lesi di daerah suprakiasma atau hipotalamus. Beberapa hal dapat memicu munculnya insomnia jangka pendek, diantaranya stres psikologis, dukacita, cemas, kebisingan. Masalah fisik, nyeri, kehamilan, penyakit jantung dan paru, penyakit saluran kemih. Gangguan psikiatri, depresi atau cemas. Selain itu, penggunaan obat atau zat pemicu insomnia, misalnya obat beta bloker, obat anti depresi, obat penahan nafsu makan, alkohol, kopi, rokok,” kata dokter yang setiap hari tugas di Poli Jiwa RSUD Jombang ini.

   Menurutnya, keluhan insomnia meliputi, jumlah tidur yang terlalu sedikit, perlu waktu lama untuk memulai tidur, tidur yang tidak menyegarkan disertai adanya penurunan fungsi pada siang hari misalnya muncul kelelahan, kurangnya konsentrasi, turunnya daya ingat, dan emosi yang memburuk. Untuk mengatasi hal serupa itu, dokter alumnus FK Unair 2001 ini, menyarankan, agar penderita insomnia membiasakan tidur yang baik (hygiene tidur/sleep hygiene). Misalnya,  melatih  keteraturan jadwal tidur, tidur dan bangun pada waktu yang hampir sama setiap hari. Mengurangi paparan cahaya, karena pada suasana cahaya yang terang, tubuh dan otak cenderung lebih aktif. Tidurlah pada saat mengantuk, tidak masuk kamar sebelum mengantuk, ini merupakan solusi, tuturnya.

   Hindari konsumsi alkohol, rokok, kopi, dan zat pembangkit lain yang meningkatkan keterjagaan, utamanya setelah sore hari. Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan aktifitas sangat privat, hindari suasana yang dapat mengganggu tidur, tambahnya. Kadangkala obat diperlukan, katanya, tidak saja untuk mengatasi insomnia, namun juga beberapa gangguan jiwa yang menjadi pemicu munculnya insomnia. Obat anti insomnia pada umumnya merupakan obat keras yang harus diresepkan oleh dokter, penggunaannya dibatasi, dan rawan disalahgunakan. Karena itu penggunaan obat pada insomnia memerlukan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien. Sebab itu, datang konsultasi ke Poli Jiwa untuk mendapatkan solusi terbaik, akan lebih bermanfaat, sebelum gangguan tidur berlanjut menimbulkan penyakit penyerta lainnya,” pungkas dokter yang telah memiliki dua putra ini. *ryan

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Al Fattah, Jln. KH. Hasyim Ashari No.1 Kota Mojokerto pada Sabtu (12/5). Sebagaimana SE Gubernur Jawa Timur tentang penyelenggaraan sholat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di Saat Masa Pandemi Covid-19 di Jawa Timur, bahwa pada tahun ini di Masjid Al Fattah akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

   Gubernur yang hadir bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo serta Plh. Sekdaprov Heru Tjahjono menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan sholat Idul Fitri. Selain penerapan protokol kesehatan, yang perlu menjadi perhatian adalah jumlah jamaah, kemudian proses jamaah masuk ke masjid, termasuk tempat untuk menyimpan sandal atau sepatu.  “Titik-titik yang potensial kemungkinan terjadinya kerumunan itu memang  harus betul-betul diantisipasi,” ujar Khofifah

   Lebih lanjut Khofifah menyampaikan agar warga melaksanakan sholat Ied di masjid atau lapangan dekat rumah. “Kami mohon calon jamaah sholat Idul Fitri carilah masjid dan lapangan terdekat dari rumah tinggal, itu menjadi penting. Ada kekahawatiran misalnya berangkatnya pas-pasan, ternyata kena sekat dimana-mana dan malah tidak bisa sholat,” imbaunya. Gubernur perempuan ini juga menghimbau agar warga berkomunikasi dengan penyelenggara PPKM Mikro, satgas covid di lini paling bawah baik itu RT, RW, Kepala Desa atau Lurah serta Babinsa dan  Bhabinkamtibmas terkait tempat penyelenggaraan sholat Ied.  

   Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini di Jawa Timur tidak ada zona merah. Untuk itu kepada seluruh masyarakat ia meminta untuk bisa sabar dan ikhlas untuk mengikuti format ini. Serta, harus melakukan kewaspadaan berlapis termasuk pasca sholat Ied, dengan tidak melalukan silaturahim unjung-unjung. “Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Insyaallah, tidak akan mengurangi makna silaturahim dari kita,” pungkasnya. 

   Dalam kesempatan ini Ning Ita juga  menjelaskan kondisi terkini PPKM Mikro di Kota Mojokerto. Dimana sinergitas antara Satuan Gugus Tugas Covid-19 serta warga Kota Mojokerto mampu menurunkan angka Covid-19 di Kota Mojokerto. 

   Menambahkan pesan dari Gubernur, Ning Ita meminta kepada warga Kota Mojokerto untuk tidak memaksakan diri untuk sholat Idul Fitri di tempat-tempat tertentu, seperti di Masjid Agung. “Saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun, alhamdulillah dibanding tahun lalu pada tahun ini kita sudah bisa melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan. Untuk itu kami mohon kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta aturan-aturan yang telah ditetapkan,” tutur Ning Ita. 

   Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam peninjauan di Masjid Agung Al Fattah, Wakil Wali kota Achmad Rizal Zakaria, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi serta jajaran Kepala OPD Pemerintah Kota Mojokerto. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Hari Raya Idul Fitri tentu terasa kurang lengkap tanpa penyelenggaraan sholat ied berjamaah. Dan ditengah pandemi covid-19, pada tahun ini pemerintah telah mengizinkan penyelenggaraan sholat ied meski harus dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat dan hanya boleh dilaksanakan di daerah yang berzona aman berdasarkan PPKM Mikro. 

   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari usai sosialisasi pelaksananaan sholat ied 1442 H pada Selasa (11/5) menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto per 10  Mei 2021 dari 681 RT hanya ada 12 RT yang berada pada zona kuning. Hal ini berarti bahwa di Kota Mojokerto boleh dilaksanakan sholat idul fitri selama dalam pelaksanaannya tetap mematuhi protokol Kesehatan. 

   Merujuk pada SE Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10180/012.1/2021 tentang penyelenggaraan sholat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di Saat Masa Pandemi Covid-19 di Jawa Timur, Ning Ita menjelaskan beberapa aturan yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan sholat idul fitri 1442 H. “Bagi wilayah dengan zona merah sholat idul fitri dilaksankan di rumah masing-masing, untuk daerah berzona orange jamaah sholat tidak boleh lebih dari 15% kapasitas tempat ibadah dan untuk  daerah berzona kuning dan hijau kapasitas jamaah adalah 50% dari kapasitas tempat ibadah,”jelas Ning Ita.

   Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau perjalanan, disarankan tidak menghadiri Sholat Idul Fitri di masjid dan lapangan. “Bagi para jamaah selain wajib memakai masker juga disarankan untuk membawa sajadah sendiri serta membawa tempat untuk menyimpan alas kaki.”tegasnya. 

   “Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah paling lama 10 menit dan surat yang dibaca hendaknya hanya surat-surat pendek. Setelah selesai salat jamaah juga harus kembali ke rumah masing-masing dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara langsung.”tambah Ning Ita. 

   Kepada panitia penyelenggara sholat Ied Ning Ita menegaskan sebelum menggelar Sholat Idul Fitri di masjid dan lapangan wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Penaganan COVID-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan dijalankan dengan baik, aman dan terkendali. Selain tentang penerapan protokol Kesehatan yang ketat dalam sholat Ied, Ning Ita juga melarang adanya takbir keliling, guna mengantisipasi terjadinya keramaian.  

   Terkait pelaksanaan open house wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menjelaskan bahwa tidak akan ada open house di rumah rakyat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu ia juga menghimbau agar halal bihalal  juga tidak diadakan di lingkungan kantor maupun komunitas. *hms/ds

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Aksi puluhan pendekar Persaudaraan Setia Hati (PSH) rayon Desa Blajo d Jalan Poros Kecamatan Turi - Kecamatan Kalitengah tepatnya di atas Jembatan Pasar Kiringan Bengawan Njero sore tadi cukup menyita perhatian bagi pengguna jalan yang melintas, Selasa (11/5). Kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi sosial dan kepedulian sesama di bulan Ramadhan 1442 H. dengan cara membagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan Poros Kecamatan Kalitengah -  Kecamatan Turi. Menurut Achmad Syaiful Arif,  salah satu peserta aksi, bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud pengamalan ajaran PSH tentang budi luhur dan tolong menolong sesama. Kegiatan tersebut pendanaanya bersumber dari swadaya antar pendekar PSH di Desa Blajo kecamatan Kalitengah kabupaten Lamongan.

   “Sebanyak 250 bungkus takjil kami bagikan pada pengguna jalan yang melintas di Jembatan Pasar Kiringan. Kami kumpulkan dana dari sumbangan warga atau pendekar PSH di desa kami, itupun seikhlasnya tanpa paksaan” ujar Achmad Syaiful Arif yang akrab dipanggil Bang ipul pada awak media. Ditambahkan lagi bahwa kegiatan ini dilakukan rutin oleh para pendekar PSH rayon Blajo setiap bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Disampaikan pula bahwa, tujuanya adalah mengangkat citra perguruan silat bahwa di dalam ilmu Silat ada sebuah nilai luhur yang bertujuan mengayomi kepada sesama.

   “Dengan kegiatan sosial bagi takjil ini, kami berharap bahwa di dalam ilmu beladiri Pencak Silat itu terdapat nilai budi pekerti luhur, dimana kami sebagai seorang pendekar harus mampu mengayomi dan menolong sesama, bukan sebaliknya” imbuhnya. Kegiatan bagi takjil yang diikuti kurang lebih 70 anggota PSH Rayon Desa Blajo ini, dilanjutkan dengan buka bersama dan peresmian Tugu PSH rayon Blajo sebagai bentuk wujud mempererat tali persaudaraan dan sebagai bentuk rasa syukur antar sesama pendekar atas limpahan nikmat Allah SWT karena masih diberikan nikmat hingga menjelang akhir Ramadhan 1442 H. “Acara dilanjutkan dengan buka bersama di lokasi Peresmian Tugu PSH dan diikuti oleh seluruh warga dan siswa yang ada di rayon Blajo,”pungkasnya. * Ind

Mojokerto – suaraharianpagi.com 

   Pemerintah Kota Mojokerto, kembali berhasil mempertahankan perolehan predikat laporan hasil keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketujuh kalinya pada tahun ini. Penyerahan hasil laporan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2020 tersebut, diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/5).

   Dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, penyerahan laporan hasil pemeriksaan ini, turut disaksikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto Sunarto, Sekretaris Daerah Kota Harlistyati, Inspektur Muhamad Sugeng dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Etty Novia Sitorus.

   Sementara itu, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyampaikan terima kasihnya serta apresiasi  kepada perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur atas kerja keras dan ketelitiannya dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan Pemerintah Kota Mojokerto. Meski bekerja dalam suasana dan mekanisme kerja yang berbeda karena harus menyesuaikan dengan kondisi Covid-19, namun semuanya dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

   "Pemberian opini merupakan apresiasi dari BPK atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. Kami mengucapkan terimakasih kepada auditor yang telah menjalankan tugas dalam pemerikasaan laporan keuangan pemerintah daerah secara independen, objektif, profesional berdasarkan standar pemeriksaan. Untuk menilai kebenaran, kecermatan, akuntabilitas serta keandalan informasi dalam pengelolaan keuangan," kata Ning Ita.

   Laporan keuangan yang disusun oleh pemerintah dan lembaga merupakan media akuntabilitas yang disajikan sesuai standar akuntasi pemerintah (SAP). Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari hasil laporan pemeriksaan dan rekomendasi atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2020 dari BPK, maka Pemerintah Kota Mojokerto akan mempelajari dan mencermati dengan penuh tanggungjawab. Sehingga dapat terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel yang mampu mensejahterakan masyarakat. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto Harlistyati menyerahkan zakat fitrah dan infaq kepada para mustahik secara simbolis di Pendopo Kantor Walikota Mojokerto, Kamis (6/5).

   Disampaikan oleh ketua panitia pengumpulan zakat fitrah Moh. Zaeni bahwa pada tahun ini Korpri Kota Mojokerto telah menghimpun zakat fitrah dan infaq sebesar Rp. 160.801.000,- “Zakat fitrah berupa uang sebesar Rp. 99.218.000,- dari anggota 2.611 orang anggota Korpri di 60 unit/sub unit Korpri Kota Mojokerto, dan infaq dari anggota Korpri sebesar Rp. 61.583.000,-“jelasnya. Zaeni menambahkan bahwa zakat yang terkumpul akan di tasyarufkan kepada 4.034 orang penerima, yang masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp. 50.000,- dan 2 fitrah zakat (5,2 kg beras) melalui Baznas Kota Mojokerto

   Zaini menambahkan bahwa infaq yang terkumpul akan dibagikan kepada 1.050 orang penerima yang terdiri dari penjaga kantor, petugas kebersihan, tenaga honorer unit/sub unit Korpri se Kota Mojokerto berupa bingkisan sembako.

   Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan bahwa agenda ini merupkan agenda rutin Pemkot yang bersinergi dengan Korpri dan bersinergi dengan Baznas adalah dalam rangka menumbuhkan rasa empati dan kegotong royongan diantara seluruh umat muslim yang bada di Kota Mojokerto. “Zakat yang merupakan kewajiban  bagi seluruh umat muslim dimana tujuan pengeluaran zakat adalah untuk mensucikan diri terkait zakat fitrah dan untuk mensucikan harta terkait zakat mal.” kata Ning Ita.

   “Didalamsebagian harta kita terdapat hak-hak orang lain, maka sangat tepat apabila Korpri Kota Mojokerto sebagai bagian keluarga besar Pemerintah Kota Mojokerto bekerjasama dengan Baznas karena memang memiliki tugas dan fungsi dalam rangka mentasyarufkan, memanage terkait zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) bagi seluruh masyarakat.” tuturnya.

   Ning ita juga menyampaikan harapannya agar pada tahun-tahun yang akan datang jumlah penerima zakat infaq dan shodaqoh di Kota Mojokerto semakin menurun. “Bukan berarti semakin sedikit yang diberi itu semakin pelit, artinya jika semakin sedikit orang yang menerima maka itu artinya tingkat kesejahteraan warga Kota Mojokerto itu meningkat. Dan ZIS yang diamanahkan Korpri maupun warga Kota Mojokerto melalui Baznas bisa dialokasikan untuk mensupport kegiatan yang sifatnya  pemberdayaan atau  peningkatan kapasitas agar ekonomi masyarakat bisa meningkat,”jelasnya.

   “Harapan kami kedepan uangnya masuk ke Baznas tapi pentasyarufannya akan berbeda, warga Kota Mojokerto ini tidak lagi masuk kategori yang berhak mendapatkan zakat tapi dibantu menjadi masyarakat yang ekonominya meningkat.”ujar Wali kota perempuan pertama ini. Ia juga berharap sinergi dengan Baznas bisa terus menguat dan menjadi salah satu upaya untuk menuju warga Kota Mojokerto yang berdaya saing dan mandiri. *adv

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bergerak cepat melihat penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19 di beberapa tempat perbelanjaan diabaikan oleh penanggungjawab toko. Ini diketahui saat pemerintah daerah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaksanakan inspeksi mendadak di sejumlah pusat perbelanjaan, Kamis (6/5).

   Inspeksi di pusat perbelanjaan ini, dilakukan oleh seluruh Forkompinda dan Satgas Penanganan Covid-19 menjelang perayaan Idul Fitri untuk mencegah terjadinya kerumunan. Mengingat, kondisi pandemi belum berakhir masyarakat diminta untuk tetep menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Baik di rumah, kantor maupun pusat perbelanjaan.

   "Kami hari ini melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pusat perbelanjaan. Biasnaya, menjelang Lebaran masyarakat berbondong-bondong belanja untuk merayakan di rumah. Saat kami meninjau beberapa lokasi, terdapat satu outlet di mall yang mengabaikan prokes. Ini yang harus diwaspadai, terlebih kondisi saat ini masih pandemi," terang Ning Ita.

   Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini pun, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat jika menemukan outlet-outlet di pusat perbelanjaan tidak menerapkan protokol kesehatan, diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan secara mandiri. Sebab, saat ini kekebalan imunitas secara komunal melalui vaksinasi belum terbentuk secara sempurna. Sehingga, kewaspadaan masyarakat masih diperlukan.

   Tidak hanya protokol kesehatan yang menjadi fokus utama dalam inspeksi mendadak kali ini. Melainkan, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan komoditas di pasar tradisional maupun modern dapat terpenuhi. Selain itu, stabilitas harga dipastikan oleh Ning Ita dalam kondisi aman hingga Lebaran.

   "Sebelum ke pusat perbelanjaan dan pasar modern, kami meninjau beberapa pedagang di pasar tradisional untuk memastikan harga komoditas. Apakah ada kenaikan atau penurunan. Ternyata, banyak komoditas yang mengalami penurunan. Sedangkan yang naik, hanya satu dua jenis saja. Dan kami memastikan, ketersediaan barang-barang komoditas masih aman sampai lebaran," jelas Ning Ita.

   Tidak hanya mengecek ketersediaan komoditas, Ning Ita beserta jajaran juga memastikan produk-produk yang dijual memiliki tanggal kadaluarsa dengan jelas. Serta produk-produk berlabel halal dan non-halal memiliki tempat yang terpisah. Sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan aman, nyaman tanpa ada rasa khawatir. "Kami pastikan, produk yang masa kadaluarsa tidak ada, kami minta untuk tarik dari etalase," pungkasnya.

   Selain pengecekan masa kadaluarsa produk, Ning Ita juga menguji beberapa makanan dan minuman. Hal ini, untuk memastikan kualitas produk makanan atau minuman tidak tercampur bahan-bahan kimia berbahaya. Misalnya seperti formalin dan boraks. Uji sample makanan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, di pasar tradisional, pasar modern dan mini swalayan. Hasilnya, produk-produk yang dijual aman untuk dikonsumsi serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya. *adv

Jombang – suaraharianpagi.com

   Tidak terasa tahun ajaran baru sebentar lagi akan datang. Seperti biasa, ketika tahun ajaran baru calon peserta didik, wali murid, hingga sekolah sibuk mempersiapkan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022.

   Mengacu pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomer. 1 tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 dilaksanakan melalui empat jalur pendaftaran yaitu, jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan jalur prestasi.

   Sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang akan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Untuk mewujudkannya Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang bekerja sama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, yaitu PT. Telkom Indonesia.

   Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, pendaftaran PPDB dengan menggunakan system online tersebut sangat membantu kerja Dinas Pendidikan, karena begitu data tidak valid, maka system tersebut yang akan menolak dengan sendirinya.

   “seperti peserta didik baru harus terdaftar di Kartu Keluarga minimal satu tahun sebelum mengikuti pendaftaran. Seandainya belum satu tahun usianya terdaftar di Kartu Keluarga tersebut, lalu dibuat mengikuti PPDB 2021/2022 pasti pendaftarannya ditolak oleh system online tersebut” terangnya kepada awak media.

   Agus menambahkan, pemanfaatan media internet dalam pelaksanaan PPDB ini diharapkan akan meningkatkan mutu dan kualitas pelaksanaan pendaftaran. Hal ini karena pelaksanaan pendaftaran secara online akan mendorong pelayanan PPDB di Kabupaten jombang untuk lebih cepat, lebih mudah, transparan, efektif, dan efisien.

   Untuk pelaksanaannya, Kabupaten Jombang membagi (PPDB) online ke dalam beberapa jalur masuk, diantaranya PPDB Online SMP jalur umum, jalur keluarga miskin dan jalur prestasi. Selain itu terdapat PPDB Online SMA/SMK jalur umum, jalur keluarga miskin dan jalur prestasi.

   Kemudian untuk alur pendaftaran dan ketentuan PPDB Online di Kabupaten Jombang, diantaranya setiap calon peserta didik baru wajib mengikuti TPA/UKD dengan cara melakukan pendaftaran untuk tes TPA/UKD, mengikuti pelaksanaan tes TPA/UKD serta mengambil hasil dari tes TPA/UKD.

   Bagi calon peserta didik baru yang ingin mendaftar ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) wajib untuk mengikuti tes bakat dan minat di sekolah yang dituju.

Kemudian setiap calon peserta didik baru akan mendapatakan PIN dari sekolah tempat dilaksanakannya TPA/UKD.

   Setiap calon peserta didik baru dapat mendaftar secara mandiri pada laman resmi https://jombang.siap-ppdb.com dengan memilih salah satu jalur di bawah ini:

-          Jalur Umum: Setiap calon peserta didik dapat langsung melakukan proses pendaftaran secara mandiri dengan mengisi formulir digital yang telah tersedia.

-          Jalur Keluarga Miskin: Setiap calon peserta didik baru diwajibkan untuk melakukan verifikasi surat keterangan tidak mampu ke sekolah yang menjadi tujuan. Setelah itu calon peserta didik baru dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dengan mengisi formulir digital yang telah tersedia.

-          Jalur Prestasi: Setiap calon peserta didik baru diwajibkan untuk melakukan proses verifikasi piagam/sertifikat kejuaraan ke sekolah yang menjadi tujuan. Setelah itu calon peserta didik baru dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dengan mengisi formulir digital yang telah tersedia.

   Setelah melakukan pendaftaran, setiap calon peserta didik baru diharapkan untuk mencetak dan menyimpan bukti hasil pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Jombang yang telah dilakukan.

   Setiap calon peserta didik baru dapat melihat perkembangan hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Jombang secara online di laman https://jombang.siap-ppdb.com. Kemudian calon peserta didik baru diizinkan untuk melakukan pembatalan pendaftaran sebanyak 3 kali, dan diperkenankan untuk mendaftar lagi.

   Setelah pengumuman hasil akhir, setiap calon peserta didik baru diwajibkan untuk melakukan daftar ulang ke sekolah tujuan tempat diterima. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. * ryan

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Presiden Jokowi hari ini kunker ke TPI Brondong Lamongan. Jokowi meninjau kondisi para nelayan di masa pandemi COVID-19. Jokowi juga mendengarkan sejumlah curhatan nelayan."Pagi hari ini saya dengan pak menteri juga ada gubernur, Bupati Lamongan datang ke TPI Brondong Kabupaten Lamongan. Intinya saya ingin melihat secara langsung keadaan dan situasi nelayan selama pandemi. Tadi disampaikan oleh beliau Pak Agus bahwa kondisi nelayan di sini tidak ada masalah dan bisa melaut seperti biasanya, normal, hasilnya juga normal," kata Jokowi Kamis (6/5). 

   Setelah berbincang - bincang dengan sejumlah nelayan, Jokowi mengaku kondisinya di masa pandemi masih normal. Untuk tangkapan ikan nelayan juga normal. Namun, ada sedikit keluhan dari nelayan."Tetapi tadi ada keluhan mengenai pendangkalan di pelabuhan di dua lokasi yang dimintakan untuk dikeruk," imbuhnya. Presiden Jokowi berjanji pihaknya akan melakukan pengerukan hingga meninggikan lampu haluan. Jokowi berharap hal ini bisa meningkat kesejahteraan nelayan.

   "Tadi sudah saya sampaikan selama 2 atau 3 bulan akan dilakukan pengurukan termasuk juga lampu haluan termasuk ditinggikan diperbaiki juga sudah saya sanggupi dan kita harapkan beberapa perbaikan tadi bisa meningkatkan perbaikan kesejahteraan nelayan yang berlabuh," pungkas Pak jokowi. Perlu kita ketahui bahwa kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Pada tahun 2020 lalu misalnya, sektor perikanan budidaya setempat mampu menghasilkan sebesar 59.728,16 ton.

   Sementara dari sektor perikanan tangkap, pada tahun 2020 lalu kabupaten tersebut mencatatkan produksi sebesar 76.692,96 ton. Setelah dari PPN Brondong, Presiden RI Jokowi melanjutkan peninjauan ke pabrik pengolahan produk makanan laut, PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan. PT BMI Lamongan sendiri diketahui sebelumnya telah turut serta dalam pelepasan ekspor ke pasar global di tahun 2020. BMI merupakan eksportir produk perikanan yang produk-produknya telah merambah pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Australia. *Ind

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kota Mojokerto bergerak cepat dalam memberikan bantuan kepada warga Kauman yang mengalami musibah kebakaran rumah pada Sabtu (1/5/2021) lalu. Pagi ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendatangi rumah korban kebakaran di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon.

   Kolaborasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) dengan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemerintah Kota Mojokerto memberikan bantuan kepada Suhermin, warga yang tertimpa musibah, Selasa (3/5).

   Beberapa bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto berupa etalase, kursi, tabung elpiji, terpal, kulkas, perlengkapan makan serta modal usaha senilai Rp 4 juta. Melalui bantuan ini, Ning Ita berharap agar korban tidak putus asa dan kembali bangkit dengan berjualan kembali. Tidak hanya itu, ia juga memerintahkan Baznas Kota Mojokerto agar bergerak cepat dalam memberikan dukungan.

   "Hari ini, kami memberikan sedikit bantuan kepada Ibu Suhermin, pengusaha kuliner yang mengalami musibah kebakaran rumah. Kami prioritaskan untuk pemberian bantuan modal usaha, peralatan-peralatan agar bisa kembali membuka usaha kulinernya, sembari nanti kami masih melakukan penghitungan untuk bantuan pembangunan kembali rumahnya, bersinergi dengan Baznas Kota Mojokerto,” kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

   Musibah yang kebetulan terjadi seperti ini, kata Ning Ita lebih jauh, tentu menyisakan sebuah duka yang mendalam, karena disaat Idul Fitri biasanya kita ada silaturahmi saling berkunjung antar keluarga handai taulan , namun ternyata Allah berkehendak memberikan musibah sedemikian rupa.

   Ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian kami kepada warga yang terkena musibah. Semoga musibah ini dapat menjadi pelajaran kita semua untuk lebih berhati-hati saat di luar rumah maupun sedang berada dirumah. Semoga Ibu Suhermin sekeluarga diberikan kekuatan lahir bathin untuk tetap bisa kuat sembari menunggu bantuan-bantuan dari yang lain,” harap wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini.

   Kedua mata Ibu Suhermin nampak berkaca-kaca meneteskan air mata ketika berbincang dengan Ning Ita. “Saya sangat berterima kasih dengan perhatian dan bantuan Bu Wali Kota dan semua instansi,” ucap Ibu Suhermin. Kerukunan dan keguyuban warga, ujar Ibu Suhermin, menjadi penyemangat dirinya untuk bangkit memulai usahanya kembali. “Insya Allah hari lebaran kedua saya akan jualan lagi,” ujarnya. Saat ini, ia dan keluarganya menumpang di kediaman adiknya yang bersebelahan dengan rumahnya.

   Seperti diketahui, kebakaran rumah warga terjadi pada Sabtu (1/5/2021) malam di Jalan Brawijaya. Enam unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan untuk menjinakkan api yang melalap seisi rumah. Pada saat kejadian, Wali Kota Ning Ita sempat meninjau lokasi tempat kejadian. Beruntung, tidak memakan korban jiwa. *hms/ds

 

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget