Hari Kartini Ditengah Pandemi

Lamongan - suaraharianpagi.com

Di tengah pandemi virus Corona, anak-anak Usia Dini di Kota Lamongan memiliki cara unik dalam memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, mulai dari memperagakan fashion show berbusana kebaya, memasak bersama ibu, membantu orangtua bersih bersih rumah hingga menyanyikan Lagu Kartini dan bercerita mengenai sosok R.A. Kartini. Aksi polos dan lugu mereka diabadikan secara virtual oleh para orangtuanya untuk mengisi Peringatan Hari Kartini saat Belajar Dari Rumah kondisi tersebut ditahun lalu. Tapi untuk tahun 2021, ada yang berbeda saat suasana pagi di depan halamanPaud (Tk, KB)Tunas Harapan Desa KendalKemlagi kecamatan Karanggeneng Lamongan. Halaman Sekolah yang biasanya sepi, kali ini sekelompok anak-anak, Paud (TK, KB) dengan berpakaian baju daerah berdiri rapi, bergandengan tangan laki-laki dan perempuan, berbaris rapi dihalaman sekolah.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pengurus dan dewan Guru Paud Tunas Harapan di Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan kali ini berinisiatif untuk mengajak anak-anak PAUD, (TK,KB) untuk memperingati Hari Kartini dengan menggelar kegiatan dengan bebrapa permainan yang bersifat mendidik, Rabu (21/04). Tak jauh dari Peserta didik, turut mengiringi para orang tua serta para DewanGuru, serta pengurus yang ada di Desa KendalKemlagi yang memandu anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan tersebut agar tertib dan lancar. "Saat ini kegiatan untuk memperingati hari Kartini tidak hanya sebatas menggunakan pakaian adat saja, namun juga digelar berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak, seperti menggambar, menari, Mewarnaibersama ibu- ibu mereka dan yang lainnya. Namanya juga anak-anak, mereka mungkin menikmati berbagai kegiatan tanpa mengerti apa makna hari Kartini tersebut," jelas Heni Rahmawati, salah satu Guru Paud Tunas Harapan.

   Lebih lanjut Heni Rahmawati yang akrab di panggil Bunda Heni, menyampaikan kepada anak-anak didiknya, bahwa setiap tanggal 21 April kita peringati sebagai hari Kartini untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Karena pada masa itu wanita pribumi berada pada status sosial yang rendah dan memiki peran terbatas mengurus anak dan rumah tangga saja. "Raden Ajeng Kartini memperjuangkan kesetaraan laki-laki dan perempuan dengan mengenalkan pentingnya pendidikan bagi kaum wanita, dengan mendirikan sekolah-sekolah. Wanita berhak menuntut ilmu setinggi-tingginya tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang ibu untuk anak-anaknya," pungkasnya.

   Saat ini para pendidik PAUD sudah semakin kreatif menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak didiknya. Aksi polos dan tingkah lucu menggemaskan para pelajar PAUD yang direkam orangtuanya untuk penilaian pengembangan diri ini juga bisa memunculkan aspek aspek nilai dalam diri anak. "Mulai dari nilai keberanian untuk unjuk diri tampil di depan kamera, melatih keberanian menampilkan sesuatu, lebih menghormati dan sayang ibunya, sosok perempuan yang memiliki peran penting di keluarganya. Semua kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai emansipasi wanita yang telah diajarkan melalui perjuangan RA Kartini agar peran wanita pada saat itu setara dan seimbang dengan kaum laki-laki serta tidak boleh tertindas," * Ind

Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget