[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Proyek Pokmas Sampang Diduga ada Korupsi

Sampang – suaraharianpagi.com

   Sekretaris LSM LSAKP (Lingkar Studi dan Advokasi Kebijakan Publik), Sahidi, menengarai salah satu proyek POKMAS (Kelompok Masyarakat) yang di danai APBD Jawa Timur 2020 yang diduga ada penyelewengan.

   “Kami sudah melakukan sampling ke beberapa proyek di Pokmas Jawa Timur. Salah satunya adalah yang ada di desa Taman Sarèh kecamatan Omben Kabupaten Sampang”, tutur aktivis kelahiran Lar-lar Sampang ini kepada Suara Harian Pagi (15/2).

   Menurut aktivis LSM yang punya ruang lingkup kerja Jawa Timur yang ini, proyek Pokmas di desa Taman Sarèh ini, secara kasat mata saja terlihat tidak wajar. Saat tim kami melakukan perhitungan proyek ini, selain volume jauh di bawah kewajaran, pengerjaannya pun terkesan asal-asalan. Misalnya, penggunaan batu pada dinding plengsengan yang index abrasinya melebihi batas maksimal yang ditetapkan  SNI.

   Diduga RAB (Rencana Anggaran Belanja) tidak di pakai. Seharusnya bahan matrial mulai dari campuran semen seharusnya 3 banding 1 akan tetapi temuan dilapangan menggunakan campuran satu mobil pikup pasir dan satu sak semen. Galian seharunya 40cm ketingian 60cm, sedangkan yang di gali 20cm. Amparan di dalam galian sebelum batu di pasang seharusnya ada pasir dan adukan semen. Itu tidak ada. Bahan matrial batu tidak dimasukan di karenakan yang di pakai batu sirtu, yang jelas semuanya tidak sesuai dengan RAB.

   Lebih jauh aktivis LSAKP yang dibesarkan di Camplong ini menjelaskan bahwa proyek yang total anggarannya mencapai Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta) ini, menduga ada kickback terhadap oknum pejabat penyelenggara negara. Apalagi hal ini sudah menjadi rahasia umum.

   Karena itu, pihaknya saat ini sedang menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan kasus dugaan korupsi kepada Aparat Penegak Hukum.

   “Kami bertekad Kasus dugaan korupsi pada proyek Pokmas ini harus diproses hukum. Sampang ini terlalu parah, jika dibiarkan akan terjadi pembusukan terhadap penyelenggaraan negara”,  tutur aktivis.

   Menurut aktivis kelahiran camplong berusia 45 tahun ini, jika tidak diproses hukum, maka Sampang akan terus terpuruk dari sisi infrastruktur. Karena itu pihaknya bertekad untuk menuntaskan kasus ini. Dan ia meminta agar aparat tidak main-main dalam soal ini.

   LSM LSAKP yang berkantor di Surabaya sangat yakin bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi pada proyek Pokmas di sejumlah desa khususnya di desa Taman Sareh kecamatan Omben ini akan menjadi pintu terungkapnya mafia proyek yang mengangkangi pemerintah provinsi Jawa Timur. *TIMshp

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget