[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Pemkab Sampang Peringatan Isra’ Mikraj Tahun 2021

Sampang – suaraharianpagi.com

   Pemkab Sampang, menggelar  Isro’ Mi’raj di pendopo bupati, Rabu (17/3) . Acara tahunan ini digelar sebagai wujud rasa syukur serta mengenang  peristiwa isra’ mikraj nabi muhammad SAW. Isro' Mi'raj bukti betapa pentingnya  sholat 5 waktu,  peristiwa ini menjadi penegas dan perintah utama. Dalam kondisi pandemi Covid 19, Pemkab tetap menekankan prokes terhadap para undangan dengan jumlah yang dibatasi. sementara bagi OPD yang tidak di undang hadir langsung ke Pendopo Bupati Sampang harus tetap mengikuti acara dengan telkonferensi.

   Hadir dalam Acara tersebut, wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, serta anggota Forkompinda, dan seluruh 14 Camat Se-Kabupaten Sampang, serta Seluruh Kepala SKPD Pemkab Sampang. Acara Isra' Mi'raj di buka dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dan santunan anak yatim . Pembicara dalam acara inti Isrok Mikraj adalah salah satu Kiai ternama Di Jawa Timur, Prof. Dr. Moh. Ali Azis, M.Ag, dalam Tausiyahnya beliau menegaskan harus di jadikan momentum merubah diri lebih baik, khususnya perintah menjalankan perintah Allah SWT, tentang sholat wajib 5 waktu.

   Menurutnya, perjalanan rosulullah ke Sidratul Muntaha atau yang dikenal dalam Islam dengan peristiwa Isra’ Miraj sungguh suatu hal yang luar biasa dan menakjubkan. Sehingga, hingga kini peristiwa tersebut terus diperingati oleh seluruh umat Islam dengan mengadakan wirid, pengajian dan sebagainya.

   Di tambahkan, peristiwa Isra’ mi’raj tersebut setidaknya mengandung tiga aspek yang menjadi hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Ketiganya itu adalah; nilai spiritual, nilai ritual, dan nilai sosial. “Peristiwa Isra Miraj ini tidak gampang dipahami orang. Karena perjalanan Rasulullah merupakan perjalanan fisik dan jiwanya. Tidak seperti yang difahami sebahagian orang yang mengatakan perjalanan jiwanya saja,” jelasnya.

   Dijelaskan pula, peristiwa Isra Mi’raj tidak bisa dijadikan pembuktian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sepulangnya Rasulullah dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj-nya, beliau mengumumkan tentang apa yang telah dialaminya semalam kepada kaumnya. Dan sebagaimana yang diceritakan oleh Rasulullah bahwa perjalanan Isra Mi’raj tersebut sebuah perjalanan yang dilakukannya dengan jiwa dan ruhnya. “Jadi, perjalanan Isra’ Miraj berkaitan langsung dengan keimanan seseorang. Ketika mendapatkan kabar yang diluar jangkauan logika, tentu hanya imanlah yang bisa mempercayainya,” jelasnya kembali.

   Sementara itu, wakil Bupati Sampang, H. Abdullah Hidayat lebih mengutamakan pada aspek kedua adalah aspek ritual. Hal ini berkaitan dengan isi dan maksud dari Isra’ Miraj itu sendiri yaitu untuk menjemput perintah shalat. “Coba kita bayangkan, pertama diwajibkannya shalat itu sebanyak 50 kali sehari semalam. Namun Rasulullah meminta dikurangi sampai sembilan kali. Sehingga yang tersisa cuma lima kali saja. Itupun masih banyak umat Islam yang tidak melaksanakannya,” jelasnya dalam sambutannya.

   Dirinya berpesan pada segenap jajaran PNS pemkab Sampang untuk terus memupuk tali silaturahmi dan tetap memegang teguh perintah sholat 5 waktu ini. “Shalat itu kan Cuma 4-5 menit saja ya. Tak seberapa banyaknya dengan waktu 24 jam yang diberikan Allah. Namun untuk memberikan waktu sebentar untuk shalat itupun orang-orang masih enggan,” tambahnya. *rn

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget