[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Pemkab Sampang Percayakan Pengelolaan TPP ke Bank BPRS

 

Sampang suaraharianpagi.com

   BPRS Bhakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang adalah salah satu BUMD milik Kabupaten Sampang,BUMD ini  diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upayanya adalah dengan menggerakkan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk menjadi nasabahnya. Hal tersebut menjadi dasar ditandatanganinya kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Sampang dengan BPRS BAS tentang Pengelolaan Dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sampang oleh BPRS BAS.

   Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Bank Permata Syariah Herwin Bustaman dengan Dirut BPRS BAS Syaifullah Asik disaksikan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi serta Wabup dan pimpinan OPD, Rabu (3/2), di hadapan para tamu undangan.

   Pengelolaan TPP oleh Bank BPRS BAS akan dilaksanakan secara bertahap untuk seluruh OPD. Dengan demikian, seluruh PNS atau ASN di lingkungan Pemkab Sampang otomatis menjadi nasabah Bank BPRS BAS karena pengambilan TPP dilakukan melalui rekening bank tersebut.

   Dirut BPRS BAS Syaifullah Asik mengatakan, sebelumnya telah dibuat Surat Edaran kepada para Kepala SKPD mengenai MoU pengelolaan TPP PNS di masing-masing OPD oleh Bank BPRS BAS. Dikatakan pula olehnya, tidak ada kewajiban TPP tersebut disimpan di Bank BPRS BAS. "Silakan mau ditabung semua atau diambil semua. Tidak ada keharusan untuk menabung. Namun alangkah baiknya jika ada yang disimpan untuk kebutuhan di kemudian hari," ujarnya.

   Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan bahwa kerja sama tersebut adalah bentuk dorongan dari Pemkab Sampang agar kinerja Bank BPRS BAS semakin meningkat. "Dengan ini kita harapkan Bank BPRS BAS lebih kuat, lebih sehat dan bisa turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui fasilitas kreditnya," ujarnya.

   Pihaknya yakin jika Bank BPRS BAS bisa memanfaatkan fasilitasi dari Pemda, maka bisa semaju bank-bank lain. "Kalau difasilitasi, Bank BPRS BAS bisa maju dan bahkan sejajar dengan bank lainnya," harapnya.

   Dikatakan pula, BPRS Harus bisa mandiri yang sehat. Sehingga hal ini akan berdampak pada investor agar tidak perlu ragu. "Tidak ada intervensi dari siapa saja. Kita perlukan dukungan IT yang ada di BPRS BAS. Memang banyak potensi yang perlu kita kembangkan yang ada di kabupaten Sampang," pungkasnya. *rn

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget