Februari 2021


Lamongan - suaraharianpagi.com

   Bupati Terpilih Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA dan Wakil Bupati Terpilih Drs. KH. Abdul Rouf, M.Ag. dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya bersama 16 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih hasil Pilkada serentak Tahun 2020 di Propinsi Jawa Timur, Jum'at (16/2). 

   Acara yang bertajuk Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2020 tersebut terbagi menjadi tiga sesi. Kabupaten Lamongan ada pada sesi ketiga yakni pada pukul 16.00 bersama dengan Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, dan Kota Surabaya. Khofifah Indarparawansa dalam sambutannya menjelaskan mengapa acara ini dilaksanakan dalam tiga sesi. “Jadi proses pelantikan ini dimonitor langsung oleh Tim Kemendagri untuk memastikan betul-betul mengikiuti protokol kesehatan yang ketat,” Ungkap Khofifah Indarparawansa.

   Beliau mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait atas kelancaran proses pilkada serentak tahun 2020. “Alhamdulillah proses pilkada serentak sudah dilalui dengan berbagai ikhtiar yang luar biasa. Dari yang seharusnya dilaksanakan Bulan September mundur menjadi 9 Desember. Banyak kekhawatiran, kehati-hatian dan kewaspadaan agar tidak menjadi kluster penularan Covid 19. Terimakasih atas kerja keras seluruh jajaran KPU, Bawaslu, relawan, KPPS dan juga TNI/Polri sehingga proses ini berjalan lancar. kondusif dan aman,” terang Khofifah.

   Lanjut Dia mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat pada pilkada serentak di masa pandemi tersebut cukup tinggi yakni 67,68% melebihi pilkada serentak sebelumnya tahun 2018 yang tidak di masa pandemi yang hanya 66,92%. Sehingga menurutnya itu mengartikan begitu kuatnya dukungan masyarakat memberikan amanah dan kepercayaannya kepada Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.

   Khofifah Indarparawansa juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah nantinya bekerja secara cepat dan detail serta melakukan gas dan rem. Hari ini kita masih ada pada posisi PPKM Mikro, kecepatan kerja harus dilakukan dengan baik tetapi masih harus memperhatikan penyebaran Covid 19. Penularannya sudah melandai namun masih belum berakhir jadi harus tahu kapan melakukan gas dan kapan menggunakan rem,” Ungkapnya.

   Lebih lanjut, Dia juga mengungkapkan bahwa April diharapkan sudah take off ekonomi kita karena sebelumnya terkontraksi sehingga Maret diharapkan melakukan percepatan-percepatan salahsatunya terealisasinya Dana Desa. Diharapkan sampai Maret Dana Desa sudah masuk rekening sebesar 40%, sedangkan untuk Desa Mandiri sudah masuk 60%. Hal ini penting karena PDRB di Jawa Timur 62% terdiri dari konsumsi rumah tangga.

   Jadi jika distribusinya naik maka akan meningkatkan daya beli masyarakat yang pada akhirnya memberikan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi,” Tambahnya. Dia juga mengingatkan terkait pembuatan RPJMD kabupaten/kota segera disahkan dan harus seiring dengan RPJMN dan RPJMD Propinsi Jawa Timur. Yang nantinya RPJMD tersebut akan dibreakdown menjadi RKP, RKPD JPropinsi dan RKPD Kabupaten. “Jadi jika ada revisi-revisi harap disesuaikan agar program-program pemerintah daerah sinergi dengan program pusat dan propinsi,” pungkasnya. * ind

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Bagi pengguna Jalan Nasional Lamongan - Gresik sebaiknya mulai mencari jalur alternatif, karena jalur utama tersebut akan mengalami perbaikan, Sabtu (27/2). Adapun perbaikan dimulai Km 39 - 41 Desa Rejosari Kecamatan Deket Lamongan. Pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu selama sekitar 2 bulan.Menyikapi kondisi tersebut, Satlantas Polres Lamongan memberikan informasi jalur alternatif yang dapat digunakan agar pengguna jalan tidak terjebak kemacetan. Untuk menghindari kamacetan, kita ada arahan tentang jalan alternatif yang bisa dipilih para pengguna jalan,” tutur Kasat Lantas, AKP Fybrien Indah Senja Lestari didampingi Kanit Patroli, Ipda Fifin Yuli S, Jumat (26/2).

   Lanjut Fybrien menjelaskan, untuk menghindari kamacetan arus Lalin akibat perbaikan jalan, maka kendaraan besar dari Tuban - Bojonegoro bisa melalui jalur alternatif simpang 3 Mira Babat, menuju Manunggal Tuban dan berlanjut ke jalan raya Daendels Paciran. Sedangkan dari arah Surabaya - Gresik, bisa melalui Bunder ke arah jalan raya Daendels. Kemudian untuk kendaraan kecil yang dari arah Tuban-Bojonegoro, bisa melalui simpang tiga Pucuk atau simpang 3 Sukodadi untuk seterusnya menuju arah jalan raya Daendels Paciran. Sedangkan yang dari arah Surabaya-Gresik, melalu alternatif Bunder arah jalan raya Daendels Paciran.

   Pengalihan dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas. Lebih lanjut Fybrien berharap pengguna jalan bersedia mengikuti arahan petugas Satlantas Polres Lamongan untuk menggunakan jalur alternatif agar terhindar dari macet.Pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan Jalan Poros Nasional Gresik-Lamongan ini situasional. Jika perbaikan jalan lebih cepat selesai dari jadwal, maka tidak lagi perlu jalur alternatif. "Pengguna jalan kami minta berhati-hati saat berkendara karena jalan agak licin akibat masih musim hujan dan adanya titik rawan laka lantas,"pungkas Fybrien. * ind

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Ikfina Fahmawati dan Muhammad Albarraa resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto hasil pilkada serentak 2020, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (25/2) siang Gedung Negara Grahadi Surabaya.

   Dari pelantikan ini, maka Ikfina Fahmawati resmi tercatat sebagai bupati wanita pertama dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selain Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, pada kesempatan tersebut turut dilantik Shofiya Hanak Albarraa sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Mojokerto. Shofiya dilantik oleh Arumi Emil Elestianto Dardak selaku Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jawa Timur.

   Pada sambutan arahan, Gubernur Khofifah menyampaikan banyak pesan penting. Baik kepada para kepala daerah terlantik, hingga gambaran kondisi dan program-program pembangunan di Jawa Timur. Khofifah juga menyampaikan apresiasinya, karena pilkada serentak 2020 berlangsung lancar dengan partisipasi masyarakat sangat tinggi.

   "Meski dalam pandemi Covid-19, partisipasi masyarakat tercatat sangat tinggi mencapai 68 persen, melebihi tahun 2019 yang berkisar 66,92 persen. Saya juga mengingatkan, dari beberapa kepala daerah yang dilantik di sesi ini, mungkin ada yang belum menjalankan Perbub Dana Desa, mohon untuk secepatnya menindaklanjuti," kata Khofifah.

   Selain itu, Khofifah juga menyebut semangat Jawa Timur Bangkit dapat diimplementasikan melalui Bangga Buatan Indonesia dan Wisata Indonesia. Hal ini kemudian dapat direalisasikan dengan pemaksimalan UMKM yang ada, dengan dukungan penuh Pemerintah. Tak lupa, Khofifah memperingatkan ancaman bencana alam yang masih berpotensi terjadi seperti tanah longsor dan banjir.

   "Jack Ma selaku founder Alibaba, memprediksi tahun 2030 adalah surganya UMKM. Kita melihat itu sebagai hal yang baik, tentu dengan didukung Pemerintah beserta pola digitalisasinya. Saya juga ingin mengingatkan kewaspadaan pada potensi bencana alam. Indeks risiko bencana bahkan bisa mencapai 80 persen, yang berdampak pada kemisikinan masyarakat. Sungai banyak yang mengalami sedimentasi contohnya. Saya mohon agar kita semua lebih peduli lingkungan," tandas Khofifah.

   Seterusnya usai melantik Ketua TP PKK dan Dekranasda masing-masing daerah, Arumi Emil Elestianto Dardak pada sambutan arahan menitipkan beberapa harapan. Diantaranya agar Ketua TP PKK dan Dekranasda terlantik, dapat mengemban tugasnya dengan menegedepankan visi misi.

   "Saya harap Ketua TP PKK dan Dekranasda terlantik, dapat lebih tanggap menjalankan visi misi dan rencana induk. Semua harus selaras, bersinergi dan efektif, terlebih pada masa pandemi yang sangat berat ini.  Dekranasda juga harus membantu industri kecil, agar bisa masuk pasar digital dan mengembangkan SDM. Produk-produk lokal harus ditingkatkan juga," pesan Arumi.

Terpisah saat menyapa awak media di luar gedung, Bupati Ikfina Fahmawati menyampaikan bahwa dirinya dan Gus Barra akan menjalankan amanah sebaik-baiknya.

   "Banyak PR yang harus kita kerjakan, apalagi dalam pandemi Covid-19. Pesan Gubernur tadi, kita harus waspada bencana alam. Akan kami lakukan pemetaan agar tidak terjadi hal tidak diinginkan. Semua dilaksanakan sesuai APBD yang disetujui. Untuk menurunkan angka kemiskian, itu juga akan kita petakan nanti. Saat kampanye lalu, selalu ditekankan Mojokerto Adil Makmur, itu akan kita mulai dari desa. Dari 299 desa dan 5 kelurahan di wilayah kita, potensinya beda-beda. Namun semua akan kita lakukan secara terpadu. Nanti di awal (hari Senin), kami melaksanakan rapat staff, dan minta laporan untuk menentukan apa yang akan dilaksanakan," tegas Ikfina.

   Sebagai informasi, beberapa kepala daerah terpilih juga dilantik berbarengan dengan Kabupaten Mojokerto pada kesempatan ini. Antara lain Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang serta Kabupaten Blitar. *hms/ds

 

Sampang suaraharianpagi.com

   DPRD Kabupaten Sampang menggelar sidang peripurna  penetapan  Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah,  raperda yang ditetapkan menjadi perda yakni Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Kabupaten Sampang, kamis (25/02)

   Ketua DPRD Sampang Kabupaten Sampang Fadol, dalam pembukaaan sidang dirinya mengatakan DPRD bersama eksekutif (Pemkab Sampang) menetapkan persetujuan bersama terhadap 1 (satu) raperda menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Sampang. "Mudah-mudahan setelah di tetapkan raperda ini menjadi perda ini akan membawa manfaat dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Sampang, khususnya untuk para petani yang ada di Kabupaten Sampang,mengingat petani adalah penyokong dan pondasi ekonomi kelas bawah " ungkapnya.

   Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat mewakili Bupati Sampang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama kepada seluruh fraksi DPRD Kabupaten Sampang yang telah memberikan tanggapan, pandangan, saran, koreksi, serta masukan atas raperda inisiatif yang kami sampaikan, sehingga pada hari ini sudah sampai tahap persetujuan.

   Menurut dia raperda ini mencerminkan adanya komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Sampang dalam mengoptimalkan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta potensi dibeberapa aspek pembangunan di wilayah Kabupaten Sampang.

   "Kita patut bersyukur karena atas kerja keras yang dilakukan oleh pihak legislatif bersama jajaran eksekutif pada akhirnya mencapai hasil seperti yang kita harapkan bersama, khususnya bagi kaum petani dibawah, semoga perda ini mempermudah para petani untuk mendaptkan fasiltas dari pemerintah kabupaten sampang, ini bukti nyata bahwa pemerintah peduli kepada petani " ungkapnya singkat. *rn

 

 

Jombang - suaraharianpagi.com

   Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab melaunching penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di 2 desa di Kabupaten Jombang yakni, Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang dan Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Kamis (25/02).

   Dalam sambutannya Bupati Mundjidah Wahab mengatakan, perlu diketahui bahwa pada tanggal 20 Januari 2021 yang lalu telah dilaksanakan sosialisasi Peraturan Bupati Jombang Nomor 90 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Dan Penetapan Dana Desa Bagi Desa Di Kabupaten Jombang Tahun 2021, Peraturan Bupati Jombang Nomor 91 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Dan Penetapan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Jombang Tahun 2021, dan Peraturan Bupati Jombang Nomor 92 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Dan Penetapan Bagian Dari Hasil Pajak Dan Restribusi Daerah Kepada Desa Tahun 2021, guna mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan berintegrasi. Pada tahun 2021 ini, Dana Desa (DD) mengalami kenaikan cukup banyak, yakni sebesar Rp 440.601.000,00 dari Dana Desa tahun sebelumnya Rp 280.150.133.000,00 menjadi Rp 280.590.734.000,00,” kata Bupati Jombang.

   Prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk program dan atau kegiatan percepatan pencapaian SDGS desa melalui:

a. Pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, berupa Jaring Pengaman Sosial, padat karya tunai, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sektor usaha pertanian, dan pengembangan potensi desa melalui BumDesa.

b. Program prioritas nasional sesuai dengan kewenangan desa, berupa pengembangan desa digital, desa wisata, usaha budidaya pertanian, peternakan, perikanan, ketahanan pangan dan hewani dan perbaikan fasilitas kesehatan.

c. Adaptasi kebiasaan baru desa, berupa upaya untuk mewujudkan desa aman Covid-19 dan desa tanpa kemiskinan melalui BLT Desa.

   Jaring Pengaman Sosial berupa BLT Desa menjadi prioritas utama dalam penggunaan Dana Desa,” ujar Bupati Jombang. BLT Desa diberikan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang paling sedikit memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan.

b. Tidak termasuk penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Bantuan Sosial Tunai, dan Program Bantuan Sosial Pemerintah lainnya. 

   Penerima BLT Desa di Desa Mayangan ini adalah sebanyak 100 KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” jelas Bupati Jombang. Besaran BLT Desa ditetapkan sebesar Rp 300.000,00 (Tiga Ratus Ribu Rupiah), pembayaran BLT Desa dilaksanakan selama 12 bulan mulai Bulan Januari. Dengan adanya Perbup Jombang Nomor 90 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Dan Penetapan Dana Desa Bagi Desa Di Kabupaten Jombang Tahun 2021 ini, diharapkan kepada pemangku kebijakan pelaksanaan Dana Desa bisa memahami teknis pengelolaan Dana Desa.

   Selain itu, pengelolaan Dana Desa harus menggunakan prinsip-prinsip transparan serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran, yang salah satunya dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang sudah mulai diterapkan tahun 2018 lalu untuk membantu desa dalam melaksanakan tata kelola keuangan desa secara efektif dan efisien. Saya mohon kepada Camat beserta jajarannya untuk ikut berperan juga memfasilitasi, mengawasi dan mengevaluasinya agar bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Bupati Jombang.

   Kebijakan-kebijakan tersebut tidak lain merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam membina pemerintah desa agar tidak bermasalah dengan hukum di kemudian hari terkait penyimpangan yang terjadi dalam penggunaan Dana Desa. Adalah tugas kita semua baik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Inspektorat, Camat, DPRD untuk mengawasi penggunaan Dana Desa dan itu semua sudah dilakukan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing,” beber Bupati Jombang.

   Yang tidak kalah penting sambung Bupati yakni, peran masyarakat untuk ikut mengawasi di tataran implementasi penggunaan Dana Desa khususnya terhadap pelaksanaan pembangunan di setiap desa. “Dengan harapan agar tujuan dari Dana Desa di antaranya untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan di desa bisa betul-betul terwujud,” tandas Bupati Jombang. *ryan

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Lamongan dimulai hari ini, dengan sasaran petugas pelayanan publik dan pedagang pasar. Adapun Vaksinasi untuk pedagang pasar dipusatkan di tiga titik, yaitu kantor Perusahaan Umum Daerah, Pasar Lamongan dan di Pasar Agro Babat dan Pasar Babat. Berjumlah 252 orang yang di vaksin di Perumda pasar ini baik pengelola maupun pedangang, terang Suhartono, Direktur Perumda Pasar Lamongan, Kamis (25/2).

Lanjut Suhartono, pelaksanaan vaksinasi di Kantor Perumda Pasar meliputi pedagang dan pengelola Pasar Baru atau biasa disebut Pasar Tingkat, Pasar Sidoharjo, Pasar Ikan dan Pasar Rakyat. Alhamdulillah,"Antusias pedagang yang ingin divaksin di Lamongan sangat baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, karena dengan cepat pengelola pasar dan pedagang mendapatkan vaksin di hari ini,"Ujarnya.

Proses vaksinasi untuk pedagang dan pengelola pasar juga akan dilaksanakan di Pasar Brondong dan Pasar Blimbing. "Untuk Pasar Blimbing dan Pasar Brondong gilirannya besok. Kalau untuk yang belum terdaftar, nanti kita usulkan lagi ke Dinas Kesehatan agar mendapatkan vaksin, karena masih banyak pedagang kita,”Terang Hartono.

Sementara untuk petugas pelayanan publik yang menjalani vaksinasi hari ini meliputi Dinas Sosial 235 sasaran, Sekretariat Dewan 231 sasaran, Sabadiaksa 206 sasaran, Dinas TPHP 212 sasaran, Kejaksaan 315 sasaran, Sekretariat Daerah 254 sasaran serta Dinas Pariwisata 204 sasaran. Sementara itu, dr Taufik Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, mengatakan selain petugas pelayanan publik dan pedagang pasar, pada vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini juga terdapat Tenaga Kesehatan yang sebelumnya. Ada tambahan 1937 tenaga kesehatan  yang sebelumnya belum divaksin, diikutkan kegiatan sekarang,” Pungkas Taufik. * ind

Lamongann - suaraharianpagi.com

Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan bersama Kementerian Pertanian RI mengembangkan tanaman buah mangga varietas baru Agri Gardina (mangga pisang) yang bisa berbuah terus-menerus dan cocok ditanam di iklim tropis. Kita melakukan penanaman komoditas mangga varietas Agri Gardina yang bisa berbuah terus menerus tanpa mengenal musim. Populernya pisang ini mangga pisang karena cara makannya bisa dikupas seperti pisang tidak pakai pisau,” terang Sujarwo, Plt Kepala Dinas TPHP Lamongan, Sujarwo, Rabu (24/02).

Lanjut Sujarwo, Selain bisa dikupas seperti pisang, ada yang lebih menarik untuk dikembangkan buah yang memiliki rasa manis, baunya harum, warnanya merah yakni bisa langsung dimakan beserta kulitnya.“Varietas unggulan dari Kementerian Pertanian ini bisa langsung dimakan karena kulitnya tidak kelat (sepet) dan tidak membuat tenggorokan gatal (serik),” Ungkapnya. Tambah Sujarwo, yang lebih menguntungkan bagi petani jika menanam buah mangga jenis Agri Gardina adalah harganya sangat kompetitif karena tidak mengenal musim petik buah mangga. “Mangga jenis lain Rp 3-5 ribu perkilo. Kalau mangga pisang tetap bisa bertahan di harga Rp 30.000 sampai dengan Rp 40.000 per kilo di musim petik buah. Karena memang pangsa pasar ekspornya cukup luas.

Selain itu sebenarnya mangga ini untuk konsumsi masyarakat menengah ke atas. Mangga hasil persilangan mangga arum manis dan mangga dari luar negeri ini, penanaman perdananya secara simbolis di Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong dihadiri beberapa pihak dari Kementerian Pertanian RI. “Di antaranya Kepala Balitbu (Balai Penelitian Tanaman Buah) Tropika, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang diwakili IP2TP (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Cukurgondang) serta didampingi Bupati Lamongan terpilih Yuhronur Effendi.

Sujarwo meyakini, tanaman buah yang bisa ditanam pada iklim tropis dengan ketinggian 1-500 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan terus-menerus berbuah di usia 2 tahun tersebut bisa dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan. Pada Perdana  ini kita tanam 5.000 bibit mangga Agri Gardina atau mangga pisang dari Kementan RI. Karena sangat menjanjikan akan kita coba kembangkan di seluruh desa se-Kabupaten Lamongan. *Ind

Lamongan - suaraharianpagi.com

Tingginya Curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat kawasan Bengawan Njero, Kabupaten Lamongan kembali dikepung banjir akibat luapan sungai. Padahal banjir di kawasan tersebut baru saja berangsur dalam hitungan Beberapa hari surut. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Lamongan menyebutkan, banjir saat ini menggenangi 62 Desa di 5 kecamatan di Lamongan. Untuk saat ini, banjir terjadi di 62 desa di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah dan Turi," Terang, Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamonganpada awak media, Rabu (24/2).

Adapun  sebanyak 3592 rumah warga yang dihuni 3712 Kepala Keluargaterendam banjir. Selain itu banjir juga merendam jalan poros Desa, dengan ketinggian air mulai dari 20 senti meter hingga 80 senti meter. "Rumah terendam terbanyak ada di Kecamatan Turi yaitu 1632 rumah, Kecamatan Deket 649 rumah, Kecamatan Kalitengah 519 rumah, Kecamatan Karangbinangun 449 rumah dan Kecamatan Glagah 343 rumah," katanya.

Lanjut Muslimin mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan pompa air untuk memompa air dari Bengawan Njero menuju Bengawan Solo, agar banjir segera surut. "Banjir di kawasan Bengawan Njero Lamongan ini akibat curah hujan beberapa hari terakhir yang cukup merata sehingga membuat waduk dan rawa debit airnya penuh, seperti Waduk Gondang yang limpasannya sudah setinggi 28 cm,"Pungkas Muslimin. *Ind

Muhammad Kamil 

 Lamongan – suaraharianpagi.com

54 ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Lamongan harus menerima kenyataan bahwa santunan dari Kementerian Sosial RI yang mereka nantikan, ternyata tidak lagi dapat dicairkan. Dikarenakan Kemensos telah menghentikan pemberian santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia.Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19.

Menurut, Muhammad Kamil, Kepala Dinas Sosial Lamongan, mengatakan, 54 ahli waris di Lamongan tersebut tercatat telah mengajukan santunan sejak September 2020 lalu. Dan ke-54 ahli waris tersebut juga telah melengkapi berkas yang disyaratkan untuk mendapatkan santunan, namun hingga kini belum ada yang cair,” terang Kamil, Rabu (24/2).

Lanjut kamil, Selain 54 ahli waris pasien Covid-19 meninggal yang sudah diproses, Tambah kamil, menyebut bahwa pada awal bulan ini juga ada ahli waris yang mengajukan ke Dinsos Lamongan, tapi belum diproses. "Sampai awal bulan ini masih ada (yang mengajukan santunan) tapi belum kita prosesterkait santunan dari Kemensos RI bagi ahli waris pasien meninggal Covid-19, pungkas kamil. *Ind

                                     
Jombang – suaraharianpagi.com

   Demikian dr Rastita Widyasari, Sp. PD (dokter spesialis penyakit dalam) RSUD Jombang  saat berdialog dalam agenda Humas RSUD Jombang Menyapa, Kamis (18/2). Dialog itu memberikan pencerahan tentang apa itu virus corona, bagaimana menyikapi dan upaya apa yang harus dilakukan ketika terkonfirmasi positif Covid-19.

   Pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk itu kita harus tetap waspada dengan kondisi sekeliling dan jangan sampai tertular. Apabila sampai terpapar  Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, tidak perlu panik, dan jangan malu mengungkapkan. Covid bukan aib, covid bisa diobati, dan jangan stres.  

   Lapor dan datanglah ke pusat layanan pengobatan, Puskesmas atau ke RSUD Jombang. Ungkapkan kepada petugas medis atas gejala yang dirasakan. Bila  sudah mempunyai hasil rapid antibody atau antigen atau  PCR (polymerase chain reaction), segera tunjukkan pada petugas medis. Sehingga penanganan akan lebih terarah dan cepat, katanya.

   Covid-2019 merupakan kepanjangan dari Corona Virus Disease tahun 2019. Infeksi coronavirus ini menimbulkan manifestasi pada berbagai sistem organ dengan berbagai spektrum derajat klinis. Pada kondisi kritis, penyakit ini dapat mengakibatkan gejala kekurangan oksigen yang berat hingga berujung kematian. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, anak-anak,  bayi termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

   Virus ini bisa menular secara langsung maupun tidak langsung melalui percikan dahak dan bersin (droplet) dari penderitanya ke orang lain. Tingkat penularan akan semakin tinggi bila berada di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik, dalam jangka waktu lama, populasi yang padat, atau jarak yang dekat dengan penderitanya.

   Gejala awal infeksi Covid-19 dapat menyerupai gejala flu dan gangguan pencernaan, antara lain demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala  badan lemah, mual muntah, maupun diare. Gejala dapat memberat dengan manifestasi demam tinggi, batuk, sesak napas, hingga penurunan kesadaran.

   Dokter Spesialis Penyakit Dalam alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini lebih lanjut menyampaikan ada 4 definisi operasional kasus covid-19 yang patut dikenali: 1) Suspek, 2) Probable, 3) Konfirmasi, 4) Kontak Erat.

   Kasus Suspek ini ditandai dengan adanya salah satu gejala sebagai berikut: demam akut dengan panas ± 38oC, ada batuk, rasa kelelahan, sakit kepala, nyeri tenggorokan, pilek, hidung tersumbat, sesak nafas, mual/muntah, diare, penurunan kesadaran ditambah dengan terpenuhinya kriteria epidemiologis setidaknya 14 hari sebelum timbul gejala yang bersangkutan telah melakukan aktifitas pada lingkungan berisiko tinggi, atau tempat yang sudah dinyatakan transmisi lokal, atau seseorang yang menunjukkan hasil swab antigen positif” ungkapnya.

   Kasus Probable yaitu pada pasien suspek yang menunjukkan gambaran radiologis yang mengarah ke Covid-19 termasuk pada kasus suspek yang menunjukkan gejala yang berat/kritis.

“Pada kasus probable ini, kadang memberi kesan pasien dicovidkan. Pasien datang dengan kondisi kritis, hasil pemeriksaan fisik, laboratoris, radiologis sangat sugestif ke covid-19, namun hasil pemeriksaan swab pcr belum jadi. Pada kondisi ini, dilakukan prosedur pemulasaraan jenazah sebagai pasien probable covid”, ungkap dokter yang aktif hadir di Poli Penyakit Dalam RSUD Jombang ini.

   Kasus ini, lanjut dia, sering terjadi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau pasien lanjut usia. Kasus terkonfirmasi sudah jelas, yakni orang sudah dengan status Covid-19 berdasarkan hasil PCR.

   Kasus Kontak Erat, inilah yang sering muncul dalam klaster keluarga. Pada kasus kontak erat dilakukan tindakan karantina mandiri selama 14 hari (karena masa inkubasi covid19 antara 2-14 hari) dan bila muncul gejala selama masa karantina mandiri disarankan dilakukan pcr swab.

   Tindakan yang harus dilakukan apabila seseorang terkonfirmasi covid 19 tanpa gejala ataupun gejala ringan adalah harus dilakukan isolasi mandiri di rumah selama 10 hari + 3 hari bebas gejala, sejak pengambilan spesimen swab PCR.

   Pada saat isolasi atau karantina mandiri di rumah, upaya yang bisa dilakukan antara lain: hindari kontak langsung dengan orang yang sakit. Kenakan masker medis didalam rumah, berbicara tidak berhadapan, jaga jarak minimal satu meter,sering-sering desinfeksi peralatan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

   “Sendirikan peralatan makan minum. Hindari tidur satu kamar dengan penderita, jikalau tidak mungkin, karena kamar hanya satu maka tidurlah pada tempat (kasur) terpisah atau setidaknya berjarak 1 m ” saran dokter spesialis alumnus Fakultas Kedokteran Unair tahun 2018 lalu ini.

   Selain itu, hal yang biasanya diabaikan adalah penanganan sampah penderita. Untuk itu, harus dibersihkan secara teratur, dikemas dengan wadah plastik rangkap, semprot desinfektan, buang atau bakar pada tempat tertentu yang aman. Begitu pula pakaian penderita, harus dicuci tersendiri, rendam dengan air panas 60-90 derajat, kemudian dicuci dengan deterjen.

   “Orang yang membantu merawat harus menggunakan sarung tangan dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer sebelum dan sesudah mengenakan sarung tangan” tandas dr Rastita Widyasari Sp.PD

   Selain lingkungan harus bersih, ventilasi udara di rumah harus memungkinkan terjadinya pertukaran udara yg lancar. Penderita juga harus mengkonsumsi makanan bergizi yang cukup, terutama asupan vitamin C. Penderita, diajak berjemur sekitar 15 menit dibawah jam 9 pagi sambil olahraga ringan.

   “Oiya, jikalau kamar mandi hanya satu, maka penderita dikasih giliran paling akhir, untuk memperkecil penularan pada orang lain, jangan lupa desinfeksi sebelum dan sesuah pemakaian bersama di area yang sering disentuh” tuturnya.

   Menurut dr Rastita, terdapat 5 derajat klinis penyakit: tanpa gejala, ringan, sedang, berat/Pneumonia berat, dan kritis (pasien dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syok sepsis).

   Untuk memastikan derajat klinis, penderita dipersilahkan datang ke RSUD Jombang, tidak usah khawatir terinfeksi karena tata laksana layanan sudah dipilah-pilah  antara jalur  covid dan non covid, baik yang rawat jalan maupun rawat inap, melalui UGD maupun Poli umum.

   “Penderita penyakit ini bisa disembuhkan. Mengutip data Covid-19, 16 Februari 2021 pukul 13.00 WIB, secara Nasional: total penderita 1.233.959, sembuh 1.039.674 (84,25%). Di Kabupaten Jombang: 4.160 (sembuh 3.565/85,7% dan 178 pasien sedang dirawat ) . Berdasarkan data ini, tingkat kesembuhan relatif tinggi, mencapai 85%. Sebab itu jangan panik, jangan stres, ayoo semangat untuk berobat, dengan tetap memperhatikan langkah-langkah pencegahan penularannya,” pungkasnya.*ryan

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Tahapan Pemilukada Lamongan hampir berakhir. Komisi Pemilihan Umum Lamongan melaksanakan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Lamongan dalam pemilihan serentak lanjutan tahun 2020, di ruang Media Center KPU, Jum’at (19/2).

   Menurut, Ketua KPU Mahrus Ali, S.Pd dalam rapat, bahwa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini merupakan pemilihan dengan tahapan waktu terpanjang, dimana tahapan diawali mulai September 2019 dan sempat cut-off awal tahun 2020 kaena pandemi covid. Ia juga menyatakan bahwa antusiasme dan partisipasi masyarakat Lamongan sangat luar biasa, peserta pemilihan mampu melebihi target yang ditetapkan nasional.

   “Kami jajaran KPU Lamongan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan yang telah mendukung penuh dalam setiap tahapan pemilihan 2020. TNI-Polri beserta jajaran yang telah memberikan back-up penuh terkait pengamanan mulai tahapan awal sampai berakhirnya tahapan ini,”terang Mahrus Ali.Pemerintah Kabupaten Lamongan secara penuh mendukung pelaksanaan tahapan Pemilukada hingga tuntas.

   Bersama jajaran TNI Polri, Pemkab Lamongan kawal dan lakukan pengamanan pelaksanaan pemilukada Lamongan 2020.Dalam rapat pleno terbuka ini, KPU Lamongan menetapkan pasangan calon nomor urut 2 atas nama Dr. H. Yuhronur Efendi dan Drs. KH. Abdul Rouf sebagai sebagai paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Lamongan dalam pemilihan serentak lanjutan tahun 2020. Paslon nomor urut 2 ini memperoleh suara sebanyak 336.154 suara atau 41,78 persen dari total suara sah. Acsra tersebut dihadiri oleh Plh Bupati Aris Mukiyono bersama jajaran Forkopimda Lamongan, serta paslon terpilih bersama tim sukses paslon, rapat pleno ini berjalan dengan aman dan lancar.

   Berhalangan hadir, paslon nomor urut 1 (Suhandoyo-Astiti) dan paslon nomor urut 3 (Kartika-Sa’im) melalui perwakilannya menyampaikan permohonan maaf jika selama tahapan pemilukada terdapat kesalahan dan kekurangan, serta mengucapkan selamat kepada Bupati terpilih.Calon Bupati terpilih, Yuhronur Effendi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pilkada secara tertib, aman, baik, dan lancar. “Terima kasih Penyelenggara (KPU), Forkopimda, dan seluruh masyarakat Lamongan yang telah berpartisipasi mensukseskan acara. Kemenangan yang kita raih adalah kemenangan masyarakat. Amanat yang disampaikan masyarakat tidak akan kami sia-siakan, sebisa mungkin akan kami implementasikan. Mari bergandengan dan bekerjasama untuk kemajuan dan kesejahteraan Lamongan,” pungkasnya.

   Secara maraton Rapat Paripurna dalam rangka Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Terpilih juga digelar di hari yang sama. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Arif Bakhtiar.“Mendagri sudah berkirim surat perihal pelantikan Bupati / Wakil Bupati. walikota/wakil walikota. Bahwa untuk daerah yang masa jabatannya habis pada Februari, dan Mahkamah Konstitusi sudah menetapkan untuk tidak dilanjutkan perkaranya, pelantikannya akan dilakukan oleh Gubernur pada Minggu IV Februari,” tutur Arif Bakhtiar.

   Lanjut Arif Bakhtiar, Pemkab Lamongan, bersama KPU dan DPRD berkomitmen untuk memenuhi ketetapan Mendagri tersebut. Sehingga Bupati dan Wakil Bupati terpilih Lamongan bisa dilantik serentak pada Minggu IV Februari.“Karena itu dalam hanya dalam sehari ini, mulai pleno di KPU jam 9 pagi kemudian langsung dilanjutkan paripurna di DPRD, kami secara maraton melakukan percepatan proses pengusulan pengesahan pengangkatan bupati dan wakil bupati terpilih,” Pungkas Arif. * Ind


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Peta digital tentang persebaran covid-19 di Kota Mojokerto mendapatkan apresiasi dari Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur, hal ini disampaikan oleh Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan saat rapat evaluasi PPKM yang digelar secara daring pada Kamis (18/2).

   Agus menyebutkan bahwa di Kota Mojokerto sudah ada peningkatan upaya untuk  menurunkan angka confirm covid-19 yang ditandai dengan sedikitnya zona kuning tanpa ada zona orange, ia juga meminta agar satgas penanganan covid-19 Kota Mojokerto terus berusaha menurunkan status zona menjadi zona hijau.

   Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari yang didampingi oleh Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi dan Kasdim 0815 Mayor Inf. M.J Arifin menyampaikan pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Mojokerto sudah menggunakan peta digital tersebut dan telah terintegrasi dengan aplikasi Gayatri. Dari peta digital ini dapat diketahui angka terpapar covid-19 pada tiap-tiap RT/RW. Peta digital ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat menggunakan smartphone  melalui link covid19.mojokertokota.go.id.

   Dengan adanya update data yang mudah diakses oleh semua orang, Ning Ita berharap seluruh komponen RT/RW, lurah, tokoh agama, anggota TNI, Polri dapat ikut siaga membantu mengendalikan angka confirm covid-19 di Kota Mojokerto. Web ini diupdate setiap hari senin sehingga bisa dipantau secara langsung apakah masing-masing RT/RW mempunyai perubahan zona atau tetap, sehingga masyarakat ikut waspada bagaimana memantau di masing-masing lingkungan terkecilnya sehingga dapat menurunkan status zona atau juga mempertahankan status zona hijau sesuai harapan bersama. *hms/ds

                                                
Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2021. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, dengan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara daring dari Istana Negara, Selasa (9/2).

   Walikota yang akrab disapa, Ning Ita ini, merupakan salah satu dari sepuluh walikota/bupati se-Indonesia yang menerima penganugerahan atas dedikasinya dalam melestarikan kebudayaan daerah. Sepuluh pimpinan daerah tersebut adalah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mei dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Banggai Herwin Yatim, Bupati Majalengka Karna Sobahi dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

   Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021, merupakan bagian dari upaya pers Indonesia dalam memotivasi seluruh kepala daerah di Tanah Air agar peduli dengan kebudayaan. Dan secara khusus mengapresiasi para bupati/walikota yang menonjol dalam mengembangkan kebudayaan lokalnya dengan melibatkan media atau pers. "Khusus tahun ini, ditambah dengan aspek penanganan pandemi secara protokol kesehatan maupun kearifan lokal. Hal ini, sebagai bentuk konkret dalam memajukan kebudayaan nasional yang disebut UNESCO sebagi negara super power kebudayaan," kata Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari.

   Sementara itu, Walikota Ning Ita bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh PWI Pusat dalam memberikan dukungan bagi kepala daerah melalui ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021. Melalui penghargaan ini, ia berharap kedepannya seluruh masyarakat Kota Mojokerto dapat bersama-sama dalam memajukan sekaligus melestarikan kebudayaan lokal yang dimiliki. Terutama melalui Spirit of Majapahit, dapat membangkitkan kejayaan Majaphit di masa kini.

   "Penghargaan ini, merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kepercayaan yang telah diberikan oleh insan pers. Melalui penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021 ini, kami akan terus berbenah dalam mengembangkan kebudayaan-kebudayaan lokal yang dimiliki Kota Mojokerto. Pencapaian ini, tentunya tidak lepas dari dukungan dan sinergitas seluruh masyarakat Mojokerto dalam melestarikan kearifan lokal daerah," kata walikota perempuan pertama di Mojokerto ini.

   Seperti diketahui, di bawah kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Kota Mojokerto terus berkembang. Termasuk salah satunya adalah pada seni dan budaya lokal daerah. Berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit, rekam jejak kehidupan Sang Proklamator Soekarno Kecil, menjadikan Kota Mojokerto memiliki daya tarik tersendiri. Untuk itu, keduanya pun bertekad terus melestarikan kebudayaan masa lampau yang dikemas melalui Wisata Bahari Majapahit dan Galery Soekarno. Dengan harapan, generasi milenial tidak melupakan sejarah kebudayaan. *hms/ds

 

Sampang suaraharianpagi.com

   BPRS Bhakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang adalah salah satu BUMD milik Kabupaten Sampang,BUMD ini  diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upayanya adalah dengan menggerakkan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk menjadi nasabahnya. Hal tersebut menjadi dasar ditandatanganinya kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Sampang dengan BPRS BAS tentang Pengelolaan Dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sampang oleh BPRS BAS.

   Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Bank Permata Syariah Herwin Bustaman dengan Dirut BPRS BAS Syaifullah Asik disaksikan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi serta Wabup dan pimpinan OPD, Rabu (3/2), di hadapan para tamu undangan.

   Pengelolaan TPP oleh Bank BPRS BAS akan dilaksanakan secara bertahap untuk seluruh OPD. Dengan demikian, seluruh PNS atau ASN di lingkungan Pemkab Sampang otomatis menjadi nasabah Bank BPRS BAS karena pengambilan TPP dilakukan melalui rekening bank tersebut.

   Dirut BPRS BAS Syaifullah Asik mengatakan, sebelumnya telah dibuat Surat Edaran kepada para Kepala SKPD mengenai MoU pengelolaan TPP PNS di masing-masing OPD oleh Bank BPRS BAS. Dikatakan pula olehnya, tidak ada kewajiban TPP tersebut disimpan di Bank BPRS BAS. "Silakan mau ditabung semua atau diambil semua. Tidak ada keharusan untuk menabung. Namun alangkah baiknya jika ada yang disimpan untuk kebutuhan di kemudian hari," ujarnya.

   Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan bahwa kerja sama tersebut adalah bentuk dorongan dari Pemkab Sampang agar kinerja Bank BPRS BAS semakin meningkat. "Dengan ini kita harapkan Bank BPRS BAS lebih kuat, lebih sehat dan bisa turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui fasilitas kreditnya," ujarnya.

   Pihaknya yakin jika Bank BPRS BAS bisa memanfaatkan fasilitasi dari Pemda, maka bisa semaju bank-bank lain. "Kalau difasilitasi, Bank BPRS BAS bisa maju dan bahkan sejajar dengan bank lainnya," harapnya.

   Dikatakan pula, BPRS Harus bisa mandiri yang sehat. Sehingga hal ini akan berdampak pada investor agar tidak perlu ragu. "Tidak ada intervensi dari siapa saja. Kita perlukan dukungan IT yang ada di BPRS BAS. Memang banyak potensi yang perlu kita kembangkan yang ada di kabupaten Sampang," pungkasnya. *rn

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget