[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Inspektorat Akan Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Lapak Sementara


Jombang – suaraharianpagi.com

   Mencuatnya dugaan adanya korupsi Pembangunan Lapak sementara Pasar Perak yang di lakukan oleh CV. MOARA PRABANGKARA, mematik reaksi Inspektorat Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

   Terbukti tidak lama lagi pihak Inspektorat Kabupaten Jombang, Jawa Timur, segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, termasuk sanksi yang akan dijatuhkan, apakah lewat jalur hukum atau sekedar sanksi administrasi.

   Kepala Inspektorat Kabupaten Jombang, Eka Suprasetya, ketika dihubungi Suaraharianpagi.com. Lewat ponselnya, menegaskan pihaknya akan segera memerintahkan teman-teman turun ke lapangan mengumpulkan keterangan termasuk penyelidikan atas dugaan korupsi Pembangunan Lapak sementara Pasar Perak yang dilakukan oleh CV. MOARA PRABANGKARA.

   “Saya masih cuti mas, tapi saya akan memerintahkan teman-teman agar segera turun kelapangan untuk mengumpulkan data-data dan keterangan dari semua pihak” ujar Eka Suprasetya, hari Selasa tanggal (19/1/).

   Ditanya kapan akan melakukan penyelidikan? Eka menegaskan dalam waktu dekat, tolong sabar dikit mas,” ujar Eka Prasetya.

   Eka juga menambahkan, untuk saat ini pihaknya belum bisa memutuskan hal tersebut salah atau tidak, sebelum melakukan penyelidikan. Saya tidak bisa menjustice, saya hurus menunggu hasil investigasi teman-teman dari lapangan.” Tegas Eka Prasetya.

   Perlu diketahui pada pelaksanaan proyek Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dibiayai APBD Tahun 2020, sebesar Rp. 376.449.736,35; diduga syarat penyimpangan.

   Proyek milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Jombang, tersebut dikerjakan oleh CV. MOARA PRABANGKARA, yang beralamat di Perum Griya Kencana Mulya Blok D. 19. RT.003/RW.013/ Desa Candimulyo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, dengan No. Kontrak 644/PPKI/193/415.32/2020. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggara Belanja (RAB) dan asal-asalan. Pasalnya proyek Lapak Sementara Pasar Perak tersebut kontruksinya yang seharusnya memakai kayu Tahun, tapi oleh CV. MOARA PRABANGKARA di sulap atau diganti memakai kayu Batang Kelapa (glugu).

   Bukan hanya itu saja, lantai rabat betonya juga dipertanyakan Kualitasnya, karena diduga campuran adonan semennya juga tidak sesuai dengan RAB nya. Banyak lantai yang sudah mengupas dan retak ujungnya disana sini.

   Hal ini jelas mengurangi kualitas dan kekuatan bangunan. Jangan heran jika Proyek Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, diduga menjadi lahan korupsi oleh CV. MOARA PRABANGKARA. Seperti apa yang dikatakan oleh salah satu Pedagang Pasar Perak yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com (3/1). Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak tersebut selain kontruksinya dari Kayu Tahun diganti kayu batang kelapa (glugu), juga lantainya kualitasnya sangat buruk sekali, belum dipakai saja sudah banyak yang aus dan retak ujungnya disana sini, ini jelas-jelas ada indikasi penyimpangan yang sangat kuat.” Tegas pedagang pasar Perak yang sedikitnya tahu kontruksi bangunan.

   Terpisah salah satu pengurus LSM Gadjah Mada yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Mojokerto, Yanto, mengatakan, “Pekerjaan Proyek Lapak Sementara Pasar Perak, dijadikan ajang cari duwit oleh Kontraktor nakal yang bekerja sama dengan konsultan pengawas.

   Adanya item yang diduga diganti tentu saja menyalahi aturan yang ada, Seharusnya dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta APH (Aparat Penegak Hukum) bisa menyikapi masalah ini sebagai produk hukum,” kata Yanto.

   Ditambahkan, perlu diketahui dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, diduga tidak ada control dari konsultan pengawas, sehingga para pekerja dan Kontraktor dari CV. MOARA PRABANGKARA, pekerjaanya ngawur dan patut dicurigai Korupsi volume bahan bangunan.” Tegas Yanto, kepada suaraharianpagi.com (3/1).

   Sementara PPK Pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Nursaila, ketika dikonfirmasi dikantornya mengatakan,“bahwa yang mengetahui jenis kayu yang seharusnya dipakai di pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak adalah PPTK, karena yang membawa RAB nya PPTK, saya gak hapal, tolong tunggu sebentar tak panggilkan. Tak lama kemudian munculah nama Mahmudi yang menemui awak media, selaku PPTK pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak. Ketika di tanya awak media jenis kayu apa yang seharusnya di pakai di pembangunan Lapak Sementara Pasar Perak, ia katakan dengan kalimat yang jelas dan satu kata saja, jenis kayu tahun,” tahu kalau jawabannya di rekam oleh awak media Mahmudi sudah tidak mau menjawab pertanyaan awak media, hanya titip pesan kalau bisa jangan diberitakan, kalau diberitakan akan saya cari kerumah, maksudnya akan dicari rumah wartawanya. *ryan 

 

 

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget