[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Warga Berharap Penegak Hukum Bertindak Tegas

 Jombang - suaraharianpagi.com

   Miris melihat kondisi Proyek jalan rabat beton didusun Kedunglumpang. RT. 01, 02, 03. RW 02, 03. Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2020 sebesar Rp. 230.899.000,- baru beberapa Minggu selesai dikerjakan, sudah rusak parah.

   Dari pantauan dilapangan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang tersebut, sudah banyak mengalami keretakan disepajang jalan. Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.

   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, hanya hitungan Minggu, jalan sudah rusak, retak - retak disana sini.

Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan Minggu sudah retak retak Kata beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com (18/11).

   Masih kata warga dusun Kedunglumpang, menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, bisa jadi campuran beton tidak bagus, Hal itu terlihat jelas permukaan jalan baru hitungan Minggu sudah  banyak yang retak.

Jalan rabat beton yang baru 1 minggu sudah banyak tambalan

   Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat menggantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar. Tegas warga dengan nada emosi.

   Perlu diketahui bahwa jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang kondisinya sudah banyak yang retak-retak tersebut anggaranya dari silpa Dana Desa (DD) tahun 2019. Di kerjakan tahun 2020, karena pada tahun 2019 ada Pemilihan Kepala Desa oleh mantan Kepala desa yang lama Asan Basron, jalan tersebut dengan Panjang 340 meter, Lebar 3.40 meter, Tebal 20 cm, dianggarkan sebesar Rp. 300.000.000; berdasarkan RAB tahun 2019.

   Sementara oleh Kepala Desa yang baru, Juprianto, anggaran silpa tahun 2019 dimasukan ke pendapatan Desa Kedunglumpang dan dibuatkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) tahun 2020, dengan volume pekerjaan. Panjang 340 meter, Lebar. 3,40 meter, dan Tebal 15 cm, dengan anggaran sebesar Rp. 230.899.000;. Ada perbedaan ketebalan dan selisih anggaran. RAB tahun 2019 dengan Tebal 0,20 m, anggaranya Rp. 300.000.000; sementara RAB tahun 2020. Tebal 0,15 m, anggaranya Rp. 230.899.000;

   Ada selisih anggaran kurang lebih Rp. 70.000.000,- yang sekarang dipertanyakan warga Desa Kedunglumpang. jangan jangan selisih anggaran tersebut di duga dibuat bancaan Kepala Desa yang baru“ ujar warga Kedunglumpang kepada suaraharianpagi.com. 18/11, di lokasi pekerjaan.

   Ia juga mengatakan bahwa saat perubahan RAB, Kepala Desa Juprianto tidak penah mengadakan musyawarah desa, lembaga yang ada di desa Kedunglumpang ditilap, tahu- tahu RAB sudah jadi dan dikerjakan bulan ini,” tegas salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

      Menurut tokoh warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang, baru dibangun sekitar tanggal 9 November 2020 sudah rusak dan retak- retak.

   “Saya heran kok hasil pekerjaanya seperti ini, baru sekitar dua Minggu yang lalu dikerjakan sudah banyak retak-retak. Kok beda dengan jalan rabat beton yang ada di desa lain. Di desa lain bagus-bagus, kok di Desa Kedunglumpang baru beberapa Minggu sudah retak - retak katanya, saat ditemui di lokasi proyek jalan rabat beton, kebetulan dia tinggal disekitar jalan rabat beton.

   Kepala Desa Kedunglumpang, Juprianto, saat dimintai konfirmasi dikantornya mengatakan “bahwa pekerjaan rabat beton tersebut sudah sesuai RAB nya, untuk K saya beli Jayamix K 250 karena jalan kampung, anggaran tahun 2020. Ia juga membenarkan bahwa anggaranya bersumber dari silpa tahun 2019 tapi sudah masuk pendapatan desa tahun 2020. Untuk pembuatan RAB Tahun 2020 saya juga sudah melakukan musyawarah desa yang dihadiri tokoh masyarakat dan lembaga yang ada didesa. Saya juga sudah pesan ke TPK agar mengerjakan pekerjaan sesuai dengan RAB nya. Ia juga membenarkan kalau betonya pesan dari pabrik.” Tegas Juprianto kepada suaraharianpagi.com. 18/11.

Kerusakan jalan di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung ini, menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tidak diproses hukum, oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Jombang. Meski banyak proyek Dana Desa yang menyimpang dari RAB nya maupun dikerjakan asal-asalan, maka dari itu warga Kedunglumpang meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penyimpangan yang dilakukan Kepala Desa Kedunglumpang saat mengerjakan rabat beton tahun 2020. *ryan


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget