[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Serah Terima Aset BPM Program KOTAKU di Kabupaten Jombang

 Jombang – suaraharianpagi.com

   Bertempat di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengajak warga masyarakat yang telah mendapat realisasi pembangunan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2020 untuk Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung dan Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang untuk benar-benar merawat dengan baik, penuh rasa tanggung jawab demi kemaslahatan bersama.

   “Khususnya melalui Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) bisa menjaga, merawat dan meningkatkan kualitasnya, agar tidak cepat rusak. Karena untuk tahun depan tidak akan mendapatkan lagi, program ini akan dipindahkan ke desa lainnya,” ucap Bupati saat menyampaikan sambutan dalam rangka serah terima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) berupa Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Jombang.

   Program KOTAKU di Desa Dukuhmojo terletak di Kampung Sawo, Dusun Wonoayu berupa pembangunan drainase di lingkungan RT 19, jalan paving, jalan aspal serta ruang terbuka hijau atau taman di sudut Dusun Wonoayu. Di Dusun ini Bupati menyaksikan potensi pohon sawo. “Saya melihat kampung ini mempunyai potensi yang cukup besar, banyak pohon sawo. Ini kalau di kelola dengan baik saya yakin sawo asal dusun Wonoayu ini nanti bisa meningkakatkan ekonomi masyarakat. Tahun depan saya berharap ada pembagian bibit sawo gratis bagi Dusun Wonoayu,” kata Bupati. Ditambahkan “Saya juga berharap tahun depan Kabupaten Jombang kembali  mendapat program KOTAKU, semoga anggota komisi V DPR-RI Bu Estu bisa memperjuangkan untuk desa-desa lainnya,” tegas  Bupati.

   Hj. Sadarestuwati,SP.MMA, Anggota Komisi V DPR-RI dalam sambutannya mengatakan bahwa program KOTAKU dinilai telah berjalan dengan baik dan hasilnya nantinya bisa dirawat dengan maksimal.

   “Pembangunan ini dibangun dari uang hasil pajak dari rakyat, jadi masyarakat harus bisa menjaga bangunan yang dibangun dari uang rakyat tersebut, pemahaman inilah yang harus dipahami bersama agar setiap masyarakat mempunyai rasa ikut memiliki” ujar Sadarestuwati.

Dikatakan, tahun 2021 di Kabupaten Jombang, yang bakal mendapatkan program KOTAKU ada 3 desa yakni Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Desa  Mojokerep, Kecamatan  Mojowarno dan Desa Katemas, Kecamatan Kudu.

   Program KOTAKU ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di perkotaan dan mendukung “Gerakan 100 – 0 - 100, yaitu 100 persen  akses air minum layak, 0 (nol) persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.”

   Program KOTAKU dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota / kabupaten, masyarakat dan stakeholder lainnya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah Kabupaten / kota sebagai pelaku utama (nahkoda).

   Di Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, program ini digunakan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru dalam rangka mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

   Sementara Rekyan Puruhita, ST. M. Sc mewakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim menyampaikan, pembangunan infrastuktur ini semoga bermanfaat buat warga dan nantinya warga juga bisa menjaga dengan baik.

   “Semoga pembangunan KOTAKU di Dusun Wonoayu ini bisa membawa manfaat yang besar bagi warga sekitar dan harapan saya program  KOTAKU kedepannya kembali bisa hadir di Kabupaten Jombang karena jika kita lihat manfaatnya cukup besar,” tegas Rekyan Puruhita.*ryan.

 

 


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget