[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Pembangunan Gedung Diduga Tidak Sesuai RAB

 

Ket Foto : Panah merah, mestinya ada penggapit penyanggah kuda-kuda, oleh rekanan tidak dipasang. Panah biru, mestinya besaran kayunya sama dengan balok yang lain, tapi dengan rekanan dipasang kayu usuk yang besarannya lebih kecil dari kayu balok yang lain (kayu bekas lagi)

Jombang - suaraharianpagi.com

   Pengadaan Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senilai Rp. 146.424.000; ditengarai banyak praktek penyimpangan.

   Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, yang dibiayai dari dana P.APBD tahun angaran 2020, sedang dalam proses pengerjaan. Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, tersebut di kerjakan oleh CV. EMKA CIPTA ENGINEERING, yang beralamat di Jl. Patimura Gang. III No.07 Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Dengan No. Kontrak. 027/30/415.38/2020.  Dengan waktu pelaksanaan 45 ( Empat Puluh Lima ) hari Kalender, mulai tanggal 28 Oktober 2020.

   Dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB). Yang mencolok adalah pada pekerjaan pembuatan Kuda-Kuda bangunan tersebut.   

   Dari hasil pantauan Suaraharianpagi.com, dilapangan ternyata bangunan tersebut menggunakan kayu bekas, disamping itu kayu penggapit dan penyanggah kuda- kudanya diduga dicuri oleh Kontraktor Pelaksana Cv. Emka Cipta Engineering, karena tidak dipasang atau tidak sesuai spesifikasi teknis, yang sudah ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB) nya.

Disamping itu kalau kita membaca papan nama proyek sangat aneh sekali. Di papan nama proyek tertulis Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya. Mestinya pekerjaan mulai dari nol, dari pondasi, dinding, terakhir atap bangunan.

   Tapi pekerjaan Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, hanya rehab ringan, hanya meninggikan bangunan lama sekitar 50 – 70 cm, sama mengganti atap yang kayunya sudah rusak, itupun kayu tidak diganti dengan kayu baru, tapi diganti kayu bekas juga. Sementara anggaranya selangit sebesar Rp. 146.424.000; ada dugaan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mark up anggaran, pekerjaan sedikit biaya besar.

   Hal tersebut terungkap pada saat Suaraharianpagi.com, melakukan pengambilan foto dilapangan, bahwa terdapat kuda – kuda yang sudah dipasang diatas tanpa mengunakan kayu penggapit penyanggah dan kayu penggapit ditengahnya pakai kayu usuk, yang ukuranya lebih kecil dari kayu balok yang lainya, bahkan ada kesan pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya di kerjakan  asal-asalan. Hal ini yang menjadi kecurigaan kami bahwa ada dugaan CV. EMKA CIPTA ENGINEERING, melakukan kecurangan dalam pelaksaan pengerjaan.

   Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya adalah fasilitas umum, menyangkut keselamatan banyak orang pekerja, Jadi kalau memang dugaan kami benar bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan mengurangi volume pekerjaan, harus ada tindakan khusus dari Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ). Karena dianggap tidak sesuai standar teknis, bila perlu dilakukan pembongkaran.

   Bukan hanya itu saja, pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, tersebut lemah dari sisi pengawasan, pasalnya konsultan pengawas atau suvervisi dari CV. MEDIA PRIMA KUNSULTAN, jarang sekali melakukan pengawasan, tiga kali Suaraharianpagi.com kelokasi pekerjaan tidak pernah ada ditempat.

   Berkali–kali kami investigasi ke proyek tersebut, tapi kami tidak pernah ketemu dengan pengawas proyek. Jadi selama ini konsultan pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik, disamping itu ada informasi bahwa CV. Media Prima Konsultan datangnya tidak bisa dipastikan.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya, ia katakan bahwa “konsultan datangnya tidak tentu, bisa dua hari sekali, bisa seminggu sekali, setiap hari sabtu. Ia juga membenarkan bahwa proses pembangunan tersebut tidak memakai molen alat menyadur semen, tapi pakai manual, tenaga manusia, yang komposisi campuran semennya tidak jelas,” ujar pekerja dengan nada menyakinkan   

   Terkait pekerjaan tersebut, KPA ( Kuasa Pengguna Anggaran ) Plt. Camat Perak, Nurdin, ketika dikonfirmasi dikantornya, mengatakan, “saya sudah bilang sama Kontraktornya, saya tidak mencari keuntungan, karena pembangunan ini menyangkut reputasi saya, nama baik saya, tolong dikerjakan sesuai gambar, apa adanya, jangan main – main dengan pekerjaan ini,” kata Plt Camat Perak kepada suaraharianpagi.com, Ketika disodori gambar kuda – kuda yang diduga tidak sesuai RAB nya. Nurdin, hanya bisa diam, dan berkata dengan nada pelan, “ya nanti tak panggilnya Kontraktornya tak suruh membetulkan sesuai dengan Gambarnya,” kata Nurdin kepada suaraharianpagi.com, dengan nada pelan tidak semangat. *ryan


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget