November 2020

 

Ket Foto : Panah merah, mestinya ada penggapit penyanggah kuda-kuda, oleh rekanan tidak dipasang. Panah biru, mestinya besaran kayunya sama dengan balok yang lain, tapi dengan rekanan dipasang kayu usuk yang besarannya lebih kecil dari kayu balok yang lain (kayu bekas lagi)

Jombang - suaraharianpagi.com

   Pengadaan Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senilai Rp. 146.424.000; ditengarai banyak praktek penyimpangan.

   Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, yang dibiayai dari dana P.APBD tahun angaran 2020, sedang dalam proses pengerjaan. Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, tersebut di kerjakan oleh CV. EMKA CIPTA ENGINEERING, yang beralamat di Jl. Patimura Gang. III No.07 Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Dengan No. Kontrak. 027/30/415.38/2020.  Dengan waktu pelaksanaan 45 ( Empat Puluh Lima ) hari Kalender, mulai tanggal 28 Oktober 2020.

   Dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB). Yang mencolok adalah pada pekerjaan pembuatan Kuda-Kuda bangunan tersebut.   

   Dari hasil pantauan Suaraharianpagi.com, dilapangan ternyata bangunan tersebut menggunakan kayu bekas, disamping itu kayu penggapit dan penyanggah kuda- kudanya diduga dicuri oleh Kontraktor Pelaksana Cv. Emka Cipta Engineering, karena tidak dipasang atau tidak sesuai spesifikasi teknis, yang sudah ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB) nya.

Disamping itu kalau kita membaca papan nama proyek sangat aneh sekali. Di papan nama proyek tertulis Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya. Mestinya pekerjaan mulai dari nol, dari pondasi, dinding, terakhir atap bangunan.

   Tapi pekerjaan Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, hanya rehab ringan, hanya meninggikan bangunan lama sekitar 50 – 70 cm, sama mengganti atap yang kayunya sudah rusak, itupun kayu tidak diganti dengan kayu baru, tapi diganti kayu bekas juga. Sementara anggaranya selangit sebesar Rp. 146.424.000; ada dugaan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mark up anggaran, pekerjaan sedikit biaya besar.

   Hal tersebut terungkap pada saat Suaraharianpagi.com, melakukan pengambilan foto dilapangan, bahwa terdapat kuda – kuda yang sudah dipasang diatas tanpa mengunakan kayu penggapit penyanggah dan kayu penggapit ditengahnya pakai kayu usuk, yang ukuranya lebih kecil dari kayu balok yang lainya, bahkan ada kesan pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya di kerjakan  asal-asalan. Hal ini yang menjadi kecurigaan kami bahwa ada dugaan CV. EMKA CIPTA ENGINEERING, melakukan kecurangan dalam pelaksaan pengerjaan.

   Pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya adalah fasilitas umum, menyangkut keselamatan banyak orang pekerja, Jadi kalau memang dugaan kami benar bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan mengurangi volume pekerjaan, harus ada tindakan khusus dari Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ). Karena dianggap tidak sesuai standar teknis, bila perlu dilakukan pembongkaran.

   Bukan hanya itu saja, pembangunan Gedung Tempat Pekerja Lainya, tersebut lemah dari sisi pengawasan, pasalnya konsultan pengawas atau suvervisi dari CV. MEDIA PRIMA KUNSULTAN, jarang sekali melakukan pengawasan, tiga kali Suaraharianpagi.com kelokasi pekerjaan tidak pernah ada ditempat.

   Berkali–kali kami investigasi ke proyek tersebut, tapi kami tidak pernah ketemu dengan pengawas proyek. Jadi selama ini konsultan pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik, disamping itu ada informasi bahwa CV. Media Prima Konsultan datangnya tidak bisa dipastikan.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya, ia katakan bahwa “konsultan datangnya tidak tentu, bisa dua hari sekali, bisa seminggu sekali, setiap hari sabtu. Ia juga membenarkan bahwa proses pembangunan tersebut tidak memakai molen alat menyadur semen, tapi pakai manual, tenaga manusia, yang komposisi campuran semennya tidak jelas,” ujar pekerja dengan nada menyakinkan   

   Terkait pekerjaan tersebut, KPA ( Kuasa Pengguna Anggaran ) Plt. Camat Perak, Nurdin, ketika dikonfirmasi dikantornya, mengatakan, “saya sudah bilang sama Kontraktornya, saya tidak mencari keuntungan, karena pembangunan ini menyangkut reputasi saya, nama baik saya, tolong dikerjakan sesuai gambar, apa adanya, jangan main – main dengan pekerjaan ini,” kata Plt Camat Perak kepada suaraharianpagi.com, Ketika disodori gambar kuda – kuda yang diduga tidak sesuai RAB nya. Nurdin, hanya bisa diam, dan berkata dengan nada pelan, “ya nanti tak panggilnya Kontraktornya tak suruh membetulkan sesuai dengan Gambarnya,” kata Nurdin kepada suaraharianpagi.com, dengan nada pelan tidak semangat. *ryan


 

Sampang – suaraharianpagi.com

   Bertempat di gedung Graha Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menggelar rapat paripurna pengumuman Propemperda tahun 2021, pengesahan Raperda APBD Sampang tahun 2021 serta pendapat akhir Bupati Sampang, kamis (26/11), rapat paripurna  dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sampang Fadol, turut hadir wakil pimpinan dan puluhan anggota DPRD Sampang, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Jajaran Forkompinda, para kepala OPD dan Camat serta tamu undangan lainnya.

   Ketua DPRD Sampang Fadol menyampaikan, persetujuan tersebut diputuskan setelah sebelumnya draf RAPBD dibahas secara mendalam pada rapat komisi, rapat badan anggaran bersama TAPD, rapat-rapat komisi bersama OPD terkait dan rapat konsultasi pimpinan DPRD bersama unsur pimpinan dan alat-alat kelengkapan DPRD. Meski telah disetujui, raperda tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu oleh gubernur. "Evaluasi dimaksudkan untuk menghasilkan keserasian antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional, keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauh mana APBD tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan lebih tinggi dan atau peraturan daerah," ungkapnya.

   Sementara Bupati Sampang Slamet Junaidi menambahkan, alokasi anggaran pada APBD 2021 memiliki keberpihakan kepada kepentingan publik. Utamanya mendukung program-program sebagaimana visi misi pemerintahannya, serta mendasarkan pada hasil musrenbang. "Tujuan akhirnya hanya untuk kesejahteraan masyarakat Sampang,  atas nama pemkab sampang saya  mengucapkan terima kasih dan penghargaan setingginya kepada Anggota DPRD Sampang yang sudah bekerja keras dalam membahas RAPBD tahun anggaran 2021 hingga sampai ditetapkan. “Catatan-catatan strategis akan menjadi pertimbangan pemkab sesuai dengan keuangan daerah,”tegasnya. *rn

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lamongan, terdapat 76 Desa rawan terjadi banjir, seiring dengan meningkatnya intensitas hujan. Desa tersebut tersebar di 9 kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Menurut, Mugito Kepala BPBD kabupaten Lamongan mengatakan, bahwa yang paling rawan banjir adalah wilayah yang dilalui sungai Bengawan Solo di kiri kanannya, sama yang berposisi pada kawasan Bengawan Jero. Kalau total Desanya kurang lebih 76 Desa di 9 Kecamatan. Mulai dari Babat sampai Kecamatan Glagah,"usai menggelar apel kesiapsiagaan bencana, di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Rabu (25/11).

 Lanjut Mugito, Selain banjirbencana lain yang rawan terjadi ketika musim penghujan di Lamongan adalah tanah longsor dan angin puting beliung, yang merupakan dampak dari fenomena La Nina. Adapun bencana tanah longsor baik di sepanjang sungai Bengawan Solo maupun daerah perbukitan seperti di Lamongan bagian utara dan selatan. Sedangkan untuk angin puting beliung ini bisa terjadi di wilayah dataran tinggi,"terangnya.

Untuk itu Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri serta instansi terkait melakukan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana."Selain simulasi ini, BPBD dan dinas terkait juga sudah bergerak, seperti Dinas Pengairan melakukan normalisasi sungai, pembersihan saluran irigasi dan sebagainya, termasuk teman-teman dari Dinas Perkim, terutama di kawasan kota. Agar nanti sewaktu waktu prediksi BMKG benar terjadi, air bisa bergerak dengan sangat lancar,"kata Mugito.

Sementara itu, Bupati Fadeli berharap berbagai persiapan yang dilakukan tersebut dapat meminimalisir dampak bencana alam, mulai dari banjir luapan sungai Bengawan Solo, tanah longsor hingga puting beliung. "Semoga semuanya bisa tertangani dengan baik. * abi

 


Lamongan - suaraharianpagi.com

   Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Sosok guru tidak pernah lelah memberikan ilmu dan mengajarkan anak didiknya. Pengorbanan waktu dan tenaga yang guru curahkan demi mencerdaskan anak bangsa tak mungkin bisa terganti hanya dengan materi. Mereka hanya berharap generasi penerus bangsa bisa menjadi manusia  yang cerdas dapat membangun negeri ini menjadi lebih baik dan mempunyai peran dalam membentuk generasiyang memiliki akhlak mulia.

   Hari ini tepat tanggal 25 November 2020 kita semua merayakan Hari Guru Nasional. Berbeda dari perayaan Hari Guru tahun sebelumnya yang begitu meriah dengan berbagai perayaan untuk menyambut Hari Guru di seluruh pelosok negeri ini, kali ini kita semua merayakan Hari Guru hanya dengan memanjatkan doa di tengah pandemi Covid19 yang sedang melanda negeri. Seakan gedung sekolah mati suri tanpa canda tawa anak-anak. Kerinduan pun tak kalah menguncang tatkala banyak anak didik yang merengek ingin dapat belajar kembali di sekolah, mereka rindu teman - teman, mereka rindu bapak/ibu guru mereka di sekolah. Meskipun begitu semangat guru di tengah pandemi covid - 19 tak boleh luntur sedikit pun.

   Dengan semangat kreativitas dan dedikasi seorang guru, guru menolak menyerah karena Covid I9.  Tidak ada kata menyerah dalam mencerdaskan anak bangsa, keterbatasan sebagian guru akan IT tidak menjadi penghalang untuk dapat mentransfer ilmu mereka kepada anak didik di tengah pandemi, di tengah aktivitas belajar dari rumahdengan berbagai keterbatasan akses internet ataupun perangkat. Menurut Heni Rahmawati, Guru TK (PAUD,KB) Tunas Harapan Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Karanggeneng kabupaten Lamongan mengatakan, bahwa di Hari Guru Nasional ini banyak harapan yang tercurah.

   Harapan semoga negeri ini cepat kembali pulih terbebas dari pandemi covid-19, sehingga dunia pendidikan dapat kembali bangkit dan kehidupan dapat kembali normal, Rabu(25/11). Lanjut Heni, dia berharap agar setiap anak mendapat hak belajar yang sama dan merata. Dan setiap guru di seluruh pelosok negeri mendapatkan kesejahteraan yang sama dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap profesi guru. Semangat Guru Indonesia, Semangat mencerdaskan anak Bangsa, Semangat hadapi pandemi covid - 19 dengan Berkreatif, Berinovasi dan mempunyai dedikasi dalam dunia pendidikan Menuju indonesia maju. Menjadi guru adalah pilihan hati yang harus dikatakan dengan niat dalam bentuk pengabdian.

   Bentuk pengabdian harus terus bersama guru dalam menjalankan profesinya secara profesional. Mengukur profesionalitas guru bukanlah perkara mudah, apalagi jika sudah berkaitan dengan pengembangan karier keguruan. Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi tentang sertifikasi pendidik, namun sampai sekarang parameter guru yang berkualitas sepertinya juga masih sebatas harapan. Tersertifikasi pendidik ataupun belum saat ini hampir tidak ada bukti empiris yang bisa membedakan, hanya faktor kesejahteraan sajalah yang tampak. Guru yang sudah tersertifikasi akan tampak sibuk untuk menyiapkan dan menunggu perihal pencairan tunjangan sertifikasi pendidik, namun guru yang belum tersertifikasi hanya bisa menyaksikan sambil berdoa serta berharap agar segera dapat berpredikat guru bersertifikat pendidik.

    Hal tersebut merupakan gambaran nyata, lalu apa sebenarnya yang membuat sulitnya memperoleh sertifikat pendidik bagi guru? Bukankah guru sudah mencurahkan segenap kemampuan untuk memberikan layanan pembelajaran secara maksimal? Ada yang bilang jadi guru itu harus ikhlas, legawa, karena menerima predikat pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi, disaat ini masihkah ada guru yang benar - benar masih menyimpan idealisme tersebut?. Karena Idealisme guru adalah ruh bagi profesi mulia ini. Jangan nodai hanya sekedar mendapatkan tunjangan profesi lalu mengorbankan segala macam cara, bahkan menghalalkan segala macam cara. Percayalah dan yakinlah bahwa berbagai pihak pasti serius dalam mengakomodir hak guru, termasuk pemerintah. Semoga ditengah pandemi covid 19 para guru tetap berada pada ruh idealisme guru tanpa tendensi kecuali hanya pengabdian. Selamat Hari Guru Nasional 2020.* abi


Mojokerto  - suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Mojokerto, mendapat apresiasi dari Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan pembinaan pada perusahaan yang telah mendapat penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tahun 2020. Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dalam hal ini diwakili Himawan Estu Bagijo selaku Kepala Disnakertrans Jawa Timur, kepada Kepala Dinas Nugroho Budi Sulistyo Kadisnaker Kabupaten Mojokerto mewakili Pjs Bupati Mojokerto, Selasa (24/11) pagi di Grand Barunawati Surabaya.

   Membacakan sambutan arahan Gubernur Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo yang saat ini juga menjabat sebagai Pjs Bupati Mojokerto mengatakan, Anugerah Siddhakarya merupakan penghargaan produktivitas tingkat daerah provinsi yang diberikan kepada perusahaan yang terus berupaya meningkatkan produktivitas dan berhasil mempertahankan tingkat produktivitas yang dicapai selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.

   Anugerah Siddhakarya yang diberikan gubernur pada setiap tahun genap merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah dalam memotivasi dunia usaha agar terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, efisien, kualitas dan ramah lingkungan dalam melakukan usaha sehingga tetap produktif dan semakin meningkat produktivitasnya alat, teknik, dan metodologi peningkatan produktivitas semakin masif digunakan oleh perusahaan-perusahaan berskala kecil atau mikro, menengah dan besar.

   Hal ini mengindikasikan bahwa menjadi produktif memang merupakan tuntutan dan suatu keharusan. Melalui penilaian secara berjenjang ini, diharapkan dapat mengantarkan perusahaan sebagai nominator untuk mendapatkan penghargaan produktivitas tertinggi tingkat nasional dalam Anugerah Paramakarya, yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia pada setiap tahun ganjil.

   “Dalam era globalisasi, semua negara dan para pelaku dunia usaha harus terlibat dalam persaingan ketat baik antarnegara maupun perusahaan. Persaingan bukan untuk merebut peluang dari globalisasi, tapi juga untuk mempertahankan eksistensi bisnis dan pemerintahan. Maka, setiap perusahaan dan lembaga pada tingkat mikro, maupun pemerintahan pada tingkat regional dan nasional harus secara terus menerus berupaya meningkatkan produktivitas  sebagai faktor utama kemajuan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa yang mampu meningkatkan produktivitas tinggi, mengalami pertumbuhan ekonomi yang juga tinggi. Serta, mampu memperluas kesempatan kerja, mengatasi permasalahan pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jabar Himawan Estu Bagijo.

Oleh sebab itu juga, perlu dilakukan gerakan nasional secara serentak untuk meningkatkan produktivitas di semua bidang, sektor, dan tingkatan. Gerakan produktivitas ini dapat dilakukan melalui 3 (tiga) tahap yaitu.

   Pertama, meningkatkan kesadaran produktivitas (productivity awareness), melalui informasi di media, seminar, lokakarya, diskusi, pemberian penghargaan produktivitas dan lainnya. Kedua, peningkatan produktivitas (productivity improvement) melalui penerapan metodologi peningkatan produktivitas seperti management by objective (MBO), total quality management (TQM), Manajemen 5R/5S dll. Ketiga, pemeliharaan produktivitas (productivity imaintenance), melalui monitor terhadap perkembangan produktivias di setiap unit, departemen, instansi, perusahaan, menetapkan standar-standar produktivitas, melakukan pengukuran produkltivitas dll.

   “Pemberian penghargaan Siddhakarya ini adalah dalam rangka peningkatan kesadaran akan pentingnya produktivitas, terhadap usaha kecil, menengah (UKM) dan besar, karena penghargaan Siddhakarya merupakan penghargaan tertinggi tingkat provinsi di bidang produktivitas kepada perusahaan yang dinilai mampu menerapkan konsep dan metode produktivitas secara baik,” tambah Himawan Estu Bagijo. *adv

 

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto, menggelar Sosialisasi dan Pemantapan Komitmen Kepala OPD dalam Implementasi Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Mojokerto tahun 2020.

   Sosialisasi dibuka oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo didampingi Kepala Diskominfo Ardi Sepdianto, Selasa (24/11) pagi di Hotel Arayanna Trawas.

   Kegiatan diawali laporan acara oleh Kepala Diskominfo, terkait definisi SPBE beserta fungsinya. SPBE juga diharapkan berjalan dengan komitmen bersama.

   "Pengguna SPBE itu mulai kita di pemerintahan, masyarakat maupun  pemilik bisnis. Apalagi kita ini hidup di era digital. Untuk mengukur kualitas SPBE, diukurnya dari index. Dari evaluasi tahun lalu, index kita masih rendah yakni 1,55 dari skala tertinggi 0-5. Maka, kunci sukses pelaksanaan SPBE adalah komitmen OPD. Harapannya, setelah kita berkomitmen hari ini, index kita bisa naik bahkan kalau bisa 4,0," papar Kepala Diskominfo.

   Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo, pada sambutan pengantar mengupas makna SPBE dilihat dari sarana kelengkapan maupun instrumen-instrumen pendukung.

   "Saat ini kepemerintahan (governance) sudah disyaratkan menjalankan e-government. Sekarang kita semua pegang IT. Sebagai unsur penyelanggara negara, kita dituntut untuk melaksanakan IT. SPBE sudah tidak bisa ditawar-tawar. Itu bagian sukses kita mendorong pembangunan," kata Pjs Bupati.

   Pjs Bupati juga menekankan agar SPBE berjalan sesuai instruksi dengan memperhatikan komponen-komponennya. Pjs Bupati juga menyimpulkan jika tujuan SPBE adalah pemerintahan yang dituntut terbuka dalam informasi, menyampaikannya secara real time dengan feedback satu sama lain.

   "Roadmap seperti apa, harus diikuti action plan. Problem juga harus diketahui. Instrumen harus lengkap. Ada 'Man Behind The Gun' juga. Ada ndak operatornya, ada ndak SDM-nya. Lalu, harus ada juga konektivitasnya dengan rumah besar informasi yang tersambung dengan Kominfo, hingga terciptalah big data," tambah Pjs Bupati. *hms/ds

 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Sistem Keuangan Desa ( Siskeudes ) tahun 2020.

Kegiatan Bimtek Siskeudes dilaksanakan selama empat hari, yaitu mulai hari Senin tanggal 23 November sampai dengan hari Kamis tanggal 26 November 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua (2) lokasi yaitu di Aula Kantor DPMD dan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

   Peserta Kegiatan Bimtek Siskeudes diikuti oleh 646 (Enam Ratus Empat Puluh Enam) orang dari seluruh Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Jombang. Pesrta kegiatan akan dibagi menjadi 2 kelas yang terdiri. 1. 42 orang Satgas Kecamatan dan 2. 604 orang Pelaksana Pengelolaan Keuangan di Desa.

   Bimtek ini terselenggara atas kerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang diwakili oleh Sekretaris DPMD Agus Prasetyo.

   Dalam keterangannya ia mengatakan “Bimtek Siskeudes merupakan aplikasi resmi pemerintah tentang pengelolaan keuangan desa berbasis sistem informasi,” katanya.

   Yang bertujuan untuk memudahkan Pemerintah Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban Keuangan serta pembuatan APBDes desa. Disamping Kemampuan Tim Pembina di Tingkat Kecamatan dalam pembinaan pengelolaan Keuangan di Desa.

   “Ikuti acara ini dengan sungguh-sungguh, cermati dan implementasikan di wilayah kerja masing-masing. Jika ada kesulitan, koordinasikan dengan dinas terkait,” pungkas Agus Prasetyo. *ryan

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, menyebut lingkungan alam yang hijau sebagai salah satu kebutuhan manusia yang wajib dicukupi. Untuk mewujudkannya, diperlukan rasa peka dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan alam tetap hijau. Salah satunya dengan gerakan menanam pohon.

   Hal ini dituturkan Pjs Bupati Mojokerto saat memimpin apel penanaman pohon dalam rangka Polri Peduli Penghijauan, dengan tema "Penanaman Sejuta Pohon Demi Mojokerto yang Sehat, Hijau dan Bersahabat", Minggu (22/11) pagi di Wisata Alam Sari & Perum Perhutani, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet.

   "Keseimbangan alam itu penting. Laut tidak pernah kekurangan ikan, padahal kita tidak pernah menabur bibitnya. Pohon yang tumbuh juga tidak menuntut kita untuk menyiram. Dia mampu hidup sendiri dengan kemurahan alam. Tapi manusia kadang menyalahgunakan. Padahal, udara bersih disuplai dari situ dan akan terus berlanjut," tutur Pjs Bupati Mojokerto.

   Senada dengan itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander pada pesan-pesan arahannya menyatakan jika lingkungan alam yang terjaga kehijauannya adalah harta berharga bagi jalannya kehidupan seimbang mahluk hidup.

   "Tanggal 21 November kemarin adalah Hari Pohon Sedunia. Jadi hari ini kita juga melaksanakan penanaman sejuta pohon. Kegiatan ini penting, untuk menjaga ekosistem lingkungan sebagai harta berharga kita. Dengan menanam mulai sekarang, manfaatnya bakal kita rasakan dua-tiga tahun lagi bahkan lebih," kata Kapolres Mojokerto. *hms/ds

 


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Jombang yang tergabung dalam Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) hari ini menghadiri pengukuhkan Pengurus PAPDESI Kabupaten Jombang masa bakti 2020-2025 yang dikukuhkan oleh DPD PAPDESI Jawa Timur dan disaksikan secara langsung oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, di Pendopo Pemkab Jombang.

   Ucapan selamat disampaikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab atas terbentuknya dan dikukuhkannya pengurus DPC PAPDESI Kabupaten Jombang, yang dinahkodai oleh Drs. H. Fathur Rohman Kepala Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro.

   “Dengan dikukuhkannya pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPDESI ini nantinya diharapkan dapat melaksanakan tugas yang sudah diamanatkan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ungkap Bupati Mundjidah Wahab.

   PAPDESI ini merupakan wadah bagi seluruh aparatur pemerintahan desa utamanya kepala desa dalam upaya penyamaan persepsi dan penyelarasan langkah untuk pembangunan desa.

   "PAPDESI adalah penyambung komunikasi antara desa, daerah, provinsi hingga pusat tentu saja untuk kepentingan desa, juga masyarakat Kabupaten Jombang", tutur Hj.Mundjidah Wahab.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala Desa se-Kabupaten Jombang yang sangat kompak penuh kebersamaan untuk ikut mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

   Bupati Jombang juga berharap jalinan komunikasi antara PAPDESI dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Jombang dapat terjalin dengan baik, saling bersinergi  agar suasana desa menjadi aman, tentram, sehingga pembangunan desa dapat berjalan dengan baik, masyarakat sejahtera.

   "Apalagi disituasi pandemi Covid-19 ini mari kita bergerak bersama melawan Corona bersama-sama dengan masyarakat, sehingga seluruh desa di Kabupaten Jombang menjadi desa yang tangguh, masyarakatnya juga tangguh, semuanya  bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku", tandas Mundjidah Wahab yang didampingi Sekdakab Jombang Dr. Akh. Jazuli.

   Disinggung juga oleh Bupati Jombang terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan segera dilakukan validasi verifikasi. Untuk itu Bupati Jombang mengajak Kepala Desa untuk bersinergi bekerja bersama sama.

   Mengakhiri sambutannya Bupati Jombang meminta kepada para Kepala Desa se-Kabupaten Jombang Makin Solid, Guyub Rukun, Bersinergi Untuk Negeri,” pungkasnya.

   Sementara Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Jombang Fathur Rohman menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak dan terlaksananya Pengukuhan PAPDESI Kabupaten Jombang.

   Dirinya berharap semoga didalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Jombang ini  bersama  sama dengan seluruh pengurus dapat mewujudkan Kebersamaan dan Kemandirian Kepala Desa diseluruh Kabupaten Jombang dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang guna Mewujudkan Masyarakat Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

   Fathur Rohman mengaku bahwa oleh DPD PAPDESI Jawa Timur pada tanggal 11 September 2020, dirinya diberikan kesempatan membentuk kepengurusan. "Dan Alhamdulillah tepat pada tanggal 10/10/2020 lahirlah PAPDESI Kabupaten Jombang", tandasnya

   Ketua DPP PAPDESI Hj. Wargiyati SE, yang hadir bersama jajaran pengurus menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan DPC PAPDESI Kabupaten Jombang. "Semoga DPC PAPDESI Kabupaten Jombang mampu mewujudkan desanya menjadi desa yang makmur, mandiri, sejahtera dan bermartabat.

   Diingatkannya pula bahwa tujuan Organisasi ini adalah untuk mempermudah Komunikasi para Kepala Desa dengan Kepala Daerah baik ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

   Dalam prosesi pengukuhan yang disaksikan oleh Bupati Jombang tersebut juga dilakukan Pengucapan Janji Bakti Pengurus PAPDESI Kabupaten Jombang. Penyerahan Pataka Panji Kebesaran PAPDESI dari Ketua Umum DPP PAPDESI kepada Ketua DPC PAPDESI Jombang dilanjutkan dengan penyematan Pin PAPDESI, *ryan

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Roda perekonomian di Kota Sorong yang menunjukkan peningkatan pertumbuhan pada masa pandemi Covid-19, menjadi salah satu contoh daerah di Indonesia yang mampu bertahan di tengah situasi wabah. Sebagai pusat perdagangan di Provinsi Papua Barat, Kota Sorong cukup ketat dalam melakukan pembatasan pengunjung. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Sorong Pahimah Iskandar saat menerima kedatangan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, dalam kunjungan kerja, Kamis (19/11).

   "Ekonomi Kota Sorong, selama ini tidak terkontraksi Covid-19. Karena, Kota Sorong tidak pernah menutup akses masuk dan keluar dari pelabuhan dan airport. Yang mana dua akses tersebut, merupakan jalur utama dalam pendistribusian perdagangan. Hanya saja, kami sangat ketat dalam membatasi orang saat masuk, baik dari jalur pelabuhan dan airport. Semua yang datang wajib menjalani rapid test dan swab," kata Wakil Wali Kota Sorong Pahimah Iskandar.

   Kota Sorong, telah ditetapkan dalam tata ruang wilayah nasional oleh pemerintah pusat sebagai Kawasan Strategis Nasional. Dimana, letak Kota Sorong yang sangat strategis, baik dari laut maupun udara, menjadikan kawasan ini sebagai gerbang utama saat masuk ke Tanah Papua. Oleh karena itu, pendistribusian barang maupun kedatangan wisatawan, semuanya akan singgah terlebih dahulu melalui Kota Sorong.

   "Kota Sorong ini, memiliki Bandara Domine Eduard Osok (DEO), yang merupakan bandara termegah di Tanah Papua. Selain itu, pelabuhan tol laut yang terus dikembangkan, menjadi pelabuhan yang strategis untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Kendati Kota Sorong merupakan pusat perdagangan bagi beberapa daerah dan sempat mengalami perlambatan, namun tiga bulan ini justru mengalami deflasi. Tapi pertumbuhan ekonominya masih bagus," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

   Sedikit berbeda dengan Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita sapaan akrab walikota, Mojokerto merupakan daerah penyangga dari Ibu Kota Provinsi Jatim, pada sektor perdagangan. Namun pada saat kondisi pandemi berlangsung, Kota Mojokerto sempat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang secara tidak langsung berdampak pada penurunan ekonomi di masyarakat.

   "Kota Sorong dengan Kota Mojokerto, memiliki kemiripan pada sektor perdagangan. Yakni, sama-sama menjadi pusat perdagangan bagi daerah lainnya. Namun, ada aturan yang dimiliki Pemerintah Kota Sorong dalam masa pandemi berlangsung, sehingga roda perekonomian mereka masih tetap stabil. Untuk itu, kami ingin menambah informasi bagaimana Kota Sorong dapat bertahan, bahkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya di situasi Covid-19," jelas walikota perempuan pertama di Mojokerto ini.

   Seperti yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada rapat terbatas secara daring dengan para pimpinan daerah beberapa waktu lalu, bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Sorong telah mencapai 9,6 persen jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo berencana menjadikan Kota Sorong sebagai pusat pertumbuhan perekonomian di Indonesia Timur. *adv

 

 Lamongan - suaraharianpagi.com

Komisi Pemilihan Umum kabupaten Lamongan tengah menyiapkan skema agar pasien Covid-19 tetap bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilbup Lamongan yang berlangsung 9 Desember mendatang.

 Menurut, Mahrus Ali, S.Pd, Ketua KPU Lamongan, skema yang sedang dipersiapkan adalah dengan menerjunkan petugas untuk mendatangi penderita Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Adapun rencananya, petugas yang akan mendatangi satu per satu pasien Covid-19 adalah petugas TPS yang lokasinya dekat dengan rumah sakit tempat pasien dirawat. "Tapi kami masih menunggu teknis yang dipersiapkan tim gugus tugas, kalau misalnya petugas kami diperbolehkan masuk, maka tiga petugas TPS di sekitar rumah sakit kita suruh datang sambil membawa kertas suara dan bilik suara dan mendatangi mereka satu per satu,"terang Mahrus, (19/11).

Lanjut, Mahrus, petugas TPS yang mendatangi pasien Covid-19 akan menerapkan protokol kesehatan dan didampingi petugas dari Satgas Covid-19. Biar tidak terjadi penularan, maka yang pasti kita minta petugas TPS kami ada yang mendampingi dari tim Satgas Covid-19, mereka sebelum masuk pasti mendapatkan pengarahan dulu,"katanya.

Pada Pilbup Lamongan 2020, KPU Lamongan tidak mendirikan TPS khusus bagi pasien Covid-19 karena berbagai pertimbangan, diantaranya faktor biaya dan minimnya jumlah pasien yang dirawat. "Percuma kita dirikan, misalnya 10 hari sebelum hari H ada 200 pasien yang dirawat, kemudian mereka dinyatakan sembuh kan sia-sia. Kecuali di Lapas Lamongan, masa tahanan para narapidana yang bertahun-tahun,” pungkasnya. * abi

 Jombang - suaraharianpagi.com

   Miris melihat kondisi Proyek jalan rabat beton didusun Kedunglumpang. RT. 01, 02, 03. RW 02, 03. Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2020 sebesar Rp. 230.899.000,- baru beberapa Minggu selesai dikerjakan, sudah rusak parah.

   Dari pantauan dilapangan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang tersebut, sudah banyak mengalami keretakan disepajang jalan. Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.

   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, hanya hitungan Minggu, jalan sudah rusak, retak - retak disana sini.

Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan Minggu sudah retak retak Kata beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaraharianpagi.com (18/11).

   Masih kata warga dusun Kedunglumpang, menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, bisa jadi campuran beton tidak bagus, Hal itu terlihat jelas permukaan jalan baru hitungan Minggu sudah  banyak yang retak.

Jalan rabat beton yang baru 1 minggu sudah banyak tambalan

   Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat menggantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar. Tegas warga dengan nada emosi.

   Perlu diketahui bahwa jalan rabat beton di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang kondisinya sudah banyak yang retak-retak tersebut anggaranya dari silpa Dana Desa (DD) tahun 2019. Di kerjakan tahun 2020, karena pada tahun 2019 ada Pemilihan Kepala Desa oleh mantan Kepala desa yang lama Asan Basron, jalan tersebut dengan Panjang 340 meter, Lebar 3.40 meter, Tebal 20 cm, dianggarkan sebesar Rp. 300.000.000; berdasarkan RAB tahun 2019.

   Sementara oleh Kepala Desa yang baru, Juprianto, anggaran silpa tahun 2019 dimasukan ke pendapatan Desa Kedunglumpang dan dibuatkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) tahun 2020, dengan volume pekerjaan. Panjang 340 meter, Lebar. 3,40 meter, dan Tebal 15 cm, dengan anggaran sebesar Rp. 230.899.000;. Ada perbedaan ketebalan dan selisih anggaran. RAB tahun 2019 dengan Tebal 0,20 m, anggaranya Rp. 300.000.000; sementara RAB tahun 2020. Tebal 0,15 m, anggaranya Rp. 230.899.000;

   Ada selisih anggaran kurang lebih Rp. 70.000.000,- yang sekarang dipertanyakan warga Desa Kedunglumpang. jangan jangan selisih anggaran tersebut di duga dibuat bancaan Kepala Desa yang baru“ ujar warga Kedunglumpang kepada suaraharianpagi.com. 18/11, di lokasi pekerjaan.

   Ia juga mengatakan bahwa saat perubahan RAB, Kepala Desa Juprianto tidak penah mengadakan musyawarah desa, lembaga yang ada di desa Kedunglumpang ditilap, tahu- tahu RAB sudah jadi dan dikerjakan bulan ini,” tegas salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

      Menurut tokoh warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabat beton di dusun Kedunglumpang, baru dibangun sekitar tanggal 9 November 2020 sudah rusak dan retak- retak.

   “Saya heran kok hasil pekerjaanya seperti ini, baru sekitar dua Minggu yang lalu dikerjakan sudah banyak retak-retak. Kok beda dengan jalan rabat beton yang ada di desa lain. Di desa lain bagus-bagus, kok di Desa Kedunglumpang baru beberapa Minggu sudah retak - retak katanya, saat ditemui di lokasi proyek jalan rabat beton, kebetulan dia tinggal disekitar jalan rabat beton.

   Kepala Desa Kedunglumpang, Juprianto, saat dimintai konfirmasi dikantornya mengatakan “bahwa pekerjaan rabat beton tersebut sudah sesuai RAB nya, untuk K saya beli Jayamix K 250 karena jalan kampung, anggaran tahun 2020. Ia juga membenarkan bahwa anggaranya bersumber dari silpa tahun 2019 tapi sudah masuk pendapatan desa tahun 2020. Untuk pembuatan RAB Tahun 2020 saya juga sudah melakukan musyawarah desa yang dihadiri tokoh masyarakat dan lembaga yang ada didesa. Saya juga sudah pesan ke TPK agar mengerjakan pekerjaan sesuai dengan RAB nya. Ia juga membenarkan kalau betonya pesan dari pabrik.” Tegas Juprianto kepada suaraharianpagi.com. 18/11.

Kerusakan jalan di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung ini, menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tidak diproses hukum, oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Jombang. Meski banyak proyek Dana Desa yang menyimpang dari RAB nya maupun dikerjakan asal-asalan, maka dari itu warga Kedunglumpang meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penyimpangan yang dilakukan Kepala Desa Kedunglumpang saat mengerjakan rabat beton tahun 2020. *ryan


 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Bertempat di Gedung Grahadi Surabaya, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menerima Piagam Penghargaan hasil capaian kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri RI.

   Dari 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur, Kabupaten Jombang berada di peringkat 5 dengan nilai 3.4617 dengan status Kinerja Sangat Tinggi  untuk hasil LPPD  Tahun 2018 yang merupakan EKPPD tahun 2019 .

   Piagam Penghargaan LPPD diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Prestasi ini menjadi kado bagi Pemerintah Kabupaten Jombang jelang HUT ke-110 tahun pada 21 Oktober mendatang. Adapun skor yang diraih yakni sebesar 3.4617 sehingga Jombang berhak atas predikat sebagai Kabupaten dengan status kinerja Sangat Tinggi.

   Adapun penilaian dilakukan dengan menggunakan Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk setiap pengukuran, baik dalam hal tataran pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan serta pelaksanaan urusan pemerintahan yang nantinya menghasilkan peringkat kinerja daerah secara nasional.

   "Alhamdulillah, apresiasi dan penghargaan ini menunjukkan kinerja Pemerintah Kabupaten Jombang bersama jajarannya selama ini telah berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab", tutur Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

   “Penghargaan ini bukti apresiasi dari hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang. Terimakasih kepada seluruh ASN serta dukungan seluruh elemen masyarakat yang berhasil mempertahankan kinerja terbaiknya dalam melayani masyarakat dengan semangat prima,” ungkap Hj. Mundjidah Wahab. Bupati Jombang berharap kinerja yang baik ini terus dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan dalam rangka mewujudkan Jombang "Yang Berkarakter dan Berdaya Saing ".

   "Perkuat sinergitas untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, kompeten, profesional, partisipatoris dan berorientasi pada pelayanan prima. Saya ingin Jombang Kota Santri ini bisa menjadi role model penyelenggaraan pemerintahan yang cepat, transparan, akuntable, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada publik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku” imbuhnya.

   Sementara itu, kabupaten/kota di Jatim juga turut meraih diantaranya peringkat I diraih oleh Kabupaten Banyuwangi yang juga meraih predikat I tingkat nasional. Sedangkan peringkat II diraih Kab. Sidoarjo, peringkat III diraih Kab. Pasuruan, Peringkat IV Kabupaten Trenggalek dan peringkat V - Kabupaten Jombang, *ryan.

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget