[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Di Tengah Pandemi Covid 19, Pangdam V/Brawijaya Optimistis Ketahanan Pangan Jatim Stabil

 

Lamongan - suaraharianpagi.com

   Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah menyebut bahwa pandemi Covid-19 tidak akan berpengaruh akan ketahanan pangan di Jawa Timur. Pernyataan Widodo tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 seperti ini, para petani khususnya di Jatim masih tetap bisa eksis.

   Salah satu contoh di Kabupaten Lamongan, dengan hasil panen yang masih rata-rata bisa mencapai 8 ton, itu berarti cikal bakal ke depan untuk bisa mempertahankan ketahanan pangan," terang Widodo, saat panen raya padi di Desa Karangtinggil, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Kamis (6/8). Lanjut, Widodo juga mengungkapkan bahwa evaluasi seluruh Jawa Timur masih tergolong cukup baik, meskipun ada beberapa tempat yang sampai sekarang belum turun hujan.

"Tapi kondisi itu bisa diatasi, yakni mulai sekarang ditanami tanaman yang tidak membutuhkan banyak air seperti kedelai dan tanaman lain yang serupa," Katanya. Lebih lanjut, Widodo mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi serta melakukan MoU dengan kehutanan agar sebagian lahan hutan yang ada di Jawa Timur dapat dimanfaatkan petani dengan pola tumpang sari. Diantaranya Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, tumpang sari dengan jagung juga sudah dilakukan. Tapi ada beberapa daerah yang tidak sama dengan Lamongan atau Bojonegoro.

   Masih ada wilayah yang punya spesifikasi, seperti Madiun dan Ponorogo. Mungkin di Lamongan air hujannya cukup, sementara Madiun dan Ponorogo beda," Tutur Widodo. Lanjut Widodo mengatakan, meski setiap daerah mempunyai spesifikasi yang berbeda, namun Ia yakin ketahanan pangan di Jawa Timur cukup terjaga.

   Salah satu faktornya adalah dukungan dari hasil panen di Lamongan. "Dua kali ke Lamongan selalu diajak untuk panen raya. Kalau di Lamongan, ayo nang sawah," katanya. Widodo pun menyebut bahwa kesuksesan bidang pertanian di Lamongan tak lepas dari campur tangan Bupati Fadeli, yang menurutnya begitu inovatif dalam mendorong kemajuan pertanian."Ini bukan bupati kaleng-kaleng, tapi bupati sawah, "kata Widodo. Widodo berharap produktivitas pertanian Lamongan dapat dipertahankan serta berharap petani dapat mempertahankan agar sawahnya."Yang punya sawah dipelihara, pertahankan. Kita harus mempertahankan, jangan sampai dijual ke pabrik.

   Hasil panen di Lamongan harus benar disyukuri, karena bisa panen 1 sampai 3 kali dalam setahun," ucapnya. Lebih jauh Pangdam V/Brawijaya menambahkan, hasil panen dari Jawa Timur seperti jagung dan padi dapat diandalkan untuk ketahanan pangan Indonesia. Dia juga berpesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. "Tidak boleh menganggp remeh, karena belum ditemukan vaksinnya. Tidak ada yang bisa memastikan kapan Covid-19 akan selesai. Memakai masker memang risih, tapi harus dibiasakan," pungkasnya. *abi

 

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget