[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Warga Perumahan KD ASRI Tolak Pembangunan TPS


Jombang - Suaraharianpagi. com
Dua puluh warga (20) yang menempati rumah blok G dan F perumahan KD ASRI, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menolak pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di wilayah padat penduduk, tepatnya disamping rumah Blok G No.1 dan didepan rumah Blok F. No.28.
   Surat pernyataan penolakan tersebut di alamatkan kepada pengembang perumahan KD. ASRI PT. PUTRI AIDAH BAROKAH, di Dusun Sembung RT.003/RW.001, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, dengan alasan warga didua blok tersebut tidak mau lingkunganya tercemari dan setiap harinya akan menghirup bau tak sedap.
   Salah satu warga Blok G, yang tak mau disebut namanya mengatakan, “pihak pengembang tidak etis atas rencana penempatan TPS yang berada di tengah-tengah perumahan padat penduduk. Keberadaan TPS itu telah mengganggu kenyamanan warga blok G dan blok F. jelas bau tak sedap dan menyengat akan terjadi bila sudah jadi dan digunakan. Apalagi jika truk yang mengangkut sampah basah tesebut lambat mengambilnya”. Ujar warga kepada suaraharianpagi.com. dengan nada kesal.
   Ditambahkan, warga blok G dan F menyampaikan kekecewaanya atas rencana Pengembang yang dianggap hanya melaksanakan kebijakan sepihak, tanpa melihat dampak yang akan dirasakan oleh warga. Intinya kita menolak rencana penempatan TPS di lingkungan kami,” cetusnya.
   Hal senada juga diungkapkan warga blok F. Sumiati bukan nama sebenarnya, Dia mengaku keberatan atas rencana penempatan TPS di lingkungannya. “Sangat tidak etis membangun TPS di lingkungan padat penduduk, ada anak yang sedang belajar, orang mau ibadah kebayang bau,” ungkapnya.
   Sumiati menyebut selama ini pengembang PT. PUTRI AIDAH BAROKAH kurang dalam sosialisasi kepada warga blok G dan F, atas penempatan TPS di lingkungan padat penduduk. Banyak warga yang tidak tahu menahu akan sosialisi tersebut. “ selama ini yang diajak pertemuan bukan warga Blok G dan F tapi blok lain yang tidak ikut terdapak ” tegas Sumiati.
   Untuk penolakan pembangunan TPS tersebut, warga Blok G dan F akan melakukan protes rame – rame kekantor pengembang dan melaporkan ke dinas yang memberi rekomendasi pembangunan TPS tersebut.” Ancamanya.
   Sementara dari pihak Pengembangan PT. PUTRI AIDAH BAROKAH. Lailatul Musyarofah selaku Direktur, bertempat di tempat ibadah Perumahan KD Asri mengatakan, “untuk menyediakan pasum sudah menjadi kewajiban pengembang meskipun sifatnya formalitas, tapi kewajiban untuk membuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Tunggorono, sifatnya wajib, ini sudah dilakukan pengembang selama dua tahun, pakai tenaga sendiri, armada sendiri.
   Bahkan kita menyarankan kepada warga monggo kalau setiap hari akan memakai armada kami kita sediakan. Malah dari ibu-ibu kepinginya ada semacam bank sampah tapi kita tidak ada tempat.
   Kadang kita juga sempat ditegur oleh pak Kades karena warga ada yang membuang sapah di bawah jalan tol, mangkanya kita mengambil langka membuang sendiri. Tidak cukup itu kita adakan rapat dengan pak Kades dan ibu- ibu warga perumahan agar jam 3 membuang sampah yang sudah ditentukan, jam 4 kita buang ke TPA,” tegas Derektur PT. Putri Aidah Barokah Lailatul Musyarofah. *ryan.


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget