Februari 2020


Jombang (Jatim) - suaraharianpagi.com
   Semenjak pindahnya Kantor Kecamatan Tembelang, yang lama yang ber-alamat di jalan Jombang  Ploso, Desa Pesantren, ke Desa Sentul, dua bulan yang lalu, Kantor Kecamatan Tembelang terlihat tidak pernah mengibarkan Bendera Pusaka Merah Putih. Sehingga mengundang berbagai Pertanyaan dari warga sekitarnya. Disamping itu terkesan melupakan bahkan mengabaikan Pusaka Indonesia, Merah Putih.
   Padahal Kantor Kecamatan Tembelang yang baru tersebut keberadaanya ditepi jalan raya dan ditengah – tengah perkampungan. Sehingga ada kesan bahwa
   Kecamatan Tembelang yang baru ini tidak memberi contoh yang baik untuk desa –desa di Kecamatan Tembelang dan sekitarnya, malah sebaliknya mendapat cibiran nyinyir dari masyarakat.
Salah Satu warga desa Tembelang, yang namanya dirahasiakan mengatakan ke suarahariangpagi.com. (27/2), ”semenjak pindah ke Desa Sentul, Kantor Kecamatan Tembelang, tidak pernah mengibarkan Benderah Pusaka Merah Putih, saya sendiri juga heran, ada unsur kesengajaan atau untuk membeli sehelai Bendera Merah Putih tidak ada anggaran, padahal itu Kantor Kecamatan lo mas, melayani masyarakat se Kecamatan Tembelang. bukan gudang penyimpanan barang, saya warga Tembelang malu melihat kondisi seperti ini,” tegas warga Tembelang dengan nada serius.
   Meskipun sudah diatur di dalam Undang – Undang Tentang mengibarkan Bendera Merah Putih yang sudah Kusam, Robek dan Rusak dengan sengaja. Dapat di ancam Pidana sesuai dalam Undang – Undang RI Nomor 24 tahun 2009. Bendera Adalah Lambang Negara Pasal 24 huruf C yang isinya mengibarkan bendera negara yang Rusak. Robek, Luntur, Kusut Atau Kusam dengan ketentuan Pidana Pasal 67 Huruf B isinya apabila dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara Yang rusak robek, luntur, kusut atau kusam sebagai mana di maksud dalam Pasal 24 Huruf C Maka dapat di Pidana Paling Lama satu tahun atau denda paling banyak Seratus Juta Rupiah.
Namun Undang-Undang tersebut diduga tidak membuat gentar Oknum Camat Tembelang Mukhtar, untuk tidak mematuhi Undang – Undang tersebut, bahkan hampir dua bulan lebih tidak mengibarkan Benderah Pusaka Merah Putih dihalaman Kantornya, dan diduga telah melawan hukum sesuai peraturan dan perundang – undang yang berlaku.
   Diharapkan kepada aparat hukum terkait, agar kira nya menindak lanjuti oknum camat Tembelang agar tidak terjadi lagi pada kantor yang lainnya. Sementara Camat Tembelang, Mukhtar, yang dihubungi wartawan suaraharianpagi.com, 27/2, terkait tidak dikibarnya Bendera Pusaka Merah Putih di Halaman Kantor Kecamatan Tembelang via ponselnya, tidan diangkat. *ryan



GRESIK (JATIM) - suaraharianpagi.com
   Berbagai kasus kekerasan yang melibatkan pelajar kerap viral beredar di media sosial (medsos). Termasuk video selama ini trending di beberapa akun media sosial sehingga Sat Binmas Polres Gresik pun turun untuk melakukan sosialisasi di SMP Yimi Gresik, Kamis (27/2).
   Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., melalui Kasat Binmas AKP Zunaedi saat memberikan sosialisasi kepada para pelajar SMP Yimi mengungkapkan, para pelajar rentan menjadi pelaku atau korban bullying hingga penganiayaan.
   “Kami berharap, jangan menjadikan teman untuk di bullying yang nantinya akan berakhir dengan kekerasan sehingga berujung keranah hukum, Ini butuh peran orang tua dan guru, terutama guru di lingkungan sekolah”, katanya.
   Di wilayah lain, banyak kita lihat ada yang sudah membuat laporan kasus yang melibatkan anak sekolah. Baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. “Lingkungan anak sangat berpengaruh, terutama media sosial”, katanya lagi.
   Sebelum berakhir Kasat Binmas "Menghimbau anak-anak agar rajin belajar dan memperbaiki Ibadah, jangan mencari musuh tapi perbanyaklah teman. Apabila terjadi masalah tidak pakai emosi, semua permasalahan ada jalan keluarnya. Perlakuan tidak baik akan menjadi catatan Kepolisian. Jangan merusak masa depan kalian karena kelak kalian sebagai penerus bangsa ini”. himbaunya.  *mrt



GRESIK (Jatim) - suaraharianpagi.com
   Unit Reskrim Polsek Cerme Polres Gresik berhasil melakukan ungkap kasus tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan yang terjadi di Perum Alam Singgasana Blok A No.2 Desa Betiting Kecamatan Cerme, Gresik. Tiga orang pelaku bersama barang bukti berhasil diamankan.
   Kapolsek Cerme AKP Nur Amin melalui Kanit Reskrim Bripka Mahrizal menjelaskan, pencurian yang dilakukan tiga pelaku terjadi pada Jumat (17/1) sekitar pukul 10.30 Wib.
   Ketiganya adalah S  (41), warga Desa Sukomulyo; dan NHS (39), warga Desa Banyutami, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik; serta MF (37), warga Kelurahan Tlogopojok, Kabupaten Gresik.
   Tiga tersangka mencuri sebanyak 45 drakbar berukuran 8 mm yang berada di halaman rumah korban yang tertutup pagar. Setelah berhasil mengambil, barang curian dijual kepada seorang pengepul besi tua di Pasar Loak Surabaya.
   Dalam melancarkan aksinya, pelaku menyewa mobil pick up Mitsubishi L 300 Nopol W 8816 G. Dengan mobil sewaan itu pelaku mendatangi rumah korban di Perum Alam Singgasana Blok A, Desa Betiting, Kecamatan Cerme.
   Atas kejadian itu, petugas mendapat laporan dari korban bernama Imam Sa'adah (41), warga Kelurahan Karang Poh, Kecamatan Tandes, Surabaya. "Berkat laporan itu anggota langsung melakukan penyelidikan," terang Kanit Reskrim Polsek Cerme, Selasa (26/2/2020).
   Upaya penyelidikan yang dilakukan anggota membuahkan hasil. Berdasar petunjuk dari Closed Circuit Television (CCTV) jejak kejahatan tiga orang itu terekam. Satu orang pelaku bernama Slamet ditangkap pada (23/2/2020) lalu. "Ternyata mobil yang digunakan pelaku hasil sewaan," kata Bripka Mahrizal.
   Tidak berhenti disitu. S (41) akhirnya mencatut dua pelaku lain yang turut terlibat. Yakni, NHS (39) dan MF (37). Semuanya berhasil diamankan. "Ketiganya sudah kami amankan di Mapolsek Cerme Polres Gresik," ujarnya.
   Para tersangka mengaku barang curian itu dijual seharga Rp 4,6 juta. Uang tersebut dibagi rata masing-masing tersangka. "Sementara untuk penadahnya masih kami cari," imbuhnya.
   Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Selain mengamankan tiga tersangka, mobil pick up, uang tunia Rp 750 ribu dan satu handphone serta satu flash disk hasil rekaman CCTV. *mrt




Tulang Bawang (Lampung) – suaraharianpagi.com
   Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengungkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis mobil pick up.
    Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK mengatakan, tindak pidana curat tersebut terjadi hari Selasa (25/02/2020), sekira pukul 03.30 WIB, di rumah korban.
    "Adapun identitas korban yaitu Rohmanto (31), berprofesi wiraswasta, warga Tulung Boho, Kampung Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang," ujar AKP Sandy, Rabu (26/02).
   Mulanya korban bersama dengan 9 keluarganya mengintai dua orang pelaku yang hendak mencuri mobil miliknya berupa pick up grand max, BE 8587 SJ, karena seminggu sebelumnya mobil milik kakak kandung korban juga hendak di curi tetapi berhasil digagalkan.
   Saat itu para pelaku sudah berhasil membuka pintu mobil dengan menggunakan kunci letter T dan sedang berusaha menghidupkan mesin mobil, tetapi keburu diketahui oleh korban dan keluarganya sehingga para pelaku langsung melarikan diri ke arah Kampung Bujung Tenuk.
   "Petugas kami yang sedang melaksanakan patroli hunting pencegahan curas, curat dan curanmor (C3) mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut, langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Akhirnya salah satu pelaku berhasil ditangkap saat sedang bersembunyi di dalam semak-semak yang berada di pinggir sungai, Kampung Bujung Tenuk, Kecamatan Menggala," ungkap AKP Sandy.
   Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial YS (22), berprofesi wiraswasta, warga Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan rekan pelaku berinisial A berhasil kabur dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
   Dalam perkara ini, petugas kami menyita barang bukti (BB) berupa mobil pick up grand max, BE 8587 SJ, milik korban dan dua kunci letter T serta tang yang merupakan alat para pelaku dalam melakukan aksinya.
   Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHPidana tentan pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.(*)



   Intensitas curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Gresik menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir. Kapolres Gresik langsung meninjau lokasi yang terkena dampak banjir di Desa Pucung  Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, Rabu (26/2/2020).
   Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH didampingi Waka Polres Grfesik Kompol Dhyno Indra Setyadi dan Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus melakukan pengecekan dan pendataan wilayah tergenang banjir. “Banjir akibat hujan yang mengguyur sejak kemarin. Air sungai Kali Lamong meluber merendam beberapa desa di Kecamatan Balongpanggang" terangnya.
   Banjir yang menerjang kecamatan itu adalah, Desa Wotansari, Desa Sekarputih, Desa Karangsemanding, Desa Banjaragung dan Desa Pucung.
   Kapolres menyebutkan ketinggian air di Desa Pucung menggenangi jalan setinggi 30 cm, Polres juga mendata banjir di 5 Desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik ketinggian air lebih kurang 30 cm, saat ini pihaknya terus melakukan monitoring dan melaporkan setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan daerah-daerah rawan banjir.
   “Kami menghimbau kepada warga yang rumahnya terendam banjir bersedia meninggalkan tempat tinggalnya, untuk dievakuasi ke posko banjir yang telah disiapkan" pungkasnya. *mrt



   Polres Gresik menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri dalam rangka Penelitian dan Supervisi tentang standarisasi dan evaluasi kualitas mutu bahan pakaian dinas harian (PDH), Kegiatan Tim Puslitbang ini dilaksanakan di Aula Parama Satwika 98 Polres Gresik.Selasa (25/02/2020).
   Tim Puslitbang Polri tersebut di pimpin ketua tim Brigjen Pol Drs. Guntur Setyanto MSi bersama Ketua Tim Peneliti Kombes Pol Drs. Syamsudin Djanieb, MM beserta pendamping Kabag Stragement Rorena Polda Jatim AKBP Dra. Yulia dan Kasubag Stragement Rorena Polda Jatim Kompol Rony Edy Yusuf, SH.
   Kedatangan Tim Puslitbang Polri di pimpin ketua tim Brigjen Pol Drs. Guntur Setyanto MSi beserta rombongan disambut langsung KapolresGresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., bersama Pejabat  Utama Polres Gresik.
   Dalam sambutannya Kapolres Gresik  mengucapkan selamat datang serta ucapan apresiasi atas kedatangan Tim Puslitbang Polri di Polres Gresik.
   “Selamat datang kepada Tim penelitian dan supervisi di Polres Gresik, untuk kegiatan penelitian dan supervisi tentang standarisasi dan evaluasi kualitas mutu bahan pakaian dinas harian (PDH) pada hari ini. Kunjungan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami di Polres Gresik,” ujar Kapolres.
   Sementara itu Ketua Tim Brigjen Pol Drs. Guntur Setyanto MSi, menyampaikan bahwa kegiatan penelitian ini laksanakan sebagai pendataan guna bahan analisa dan evaluasi serta kajian terkait kualitas permasalahan pakaian dinas harian dan faktor- faktor yang mempengaruhinya.
   "Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahan baku pakaian dinas harian Polri yang sesuai dengan tingkat keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesehatan,keandalan dan ketahanan," ungkap Brigjen Pol Drs. Guntur Setyanto MSi.
   Dalam kegiatan ini dilaksanakan pengisian kuesioner online dan tanya jawab untuk mengevaluasi tentang kualitas mutu bahan pakaian dinas harian (PDH) Polri guna mendukung tugas pokok Polri. *mrt



Jombang (jatim) - suaraharianpagi.com
   Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) yang lama, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Puji diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PUAP yang bersumber dari dana APBN Tahun 2014, sebesar Rp100 juta.
   Terbongkarnya kasus ini berawal dari pengakuan sejumlah pengurus kelompok tani yang ada di kampung tersebut, menurut pengakuan, mereka tidak pernah menerima dana bantuan dan tidak pernah diajak musyawarah saat pencairan dana PUAP oleh Ketua Gapoktan, Puji, tersebut.
   Menurut keterangan yang disampaikan sejumlah narasumber mengatakan, bahwa modus yang dilakukan oleh Puji, yaitu dengan cara diam-diam saat menerima bantuan, hanya beberapa anggota yang diberitahu, itupun orang yang dekat dengan dia yang lain wassalam, artinya tidak diberitahu dan tidak mendapat pinjaman dari program PUAP tersebut.
   Ditambahakan, semenjak Gapoktan Dukuhmojo dipimpin oleh Puji, jarang sekali mengadakan rapat pertengahan tahun maupun setiap tahunya dengan anggota, bahkan bisa dikatakan mati suri (hidup segan mati tak mau). Akhirnya Kades yang lama mengambil kebijakan mengganti kepengurusan yang lama diganti dengan pengurus yang baru sekitar 3 tahun yang lalu, pengurus yang baru dipercayakan kepada Kaur Kesra, Agus Amrulloh.
   Semenjak kepengurusan yang baru inilah Gapoktan Dukuhmojo, mulai ada perkembangan pesat, banyak bantuan terus mengalir dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Cuman sayang pengurus yang baru ini tidak diakui oleh Ketua yang lama Puji, dengan bukti aset Gapoktan Dukuhmojo, yang berupa Rekening Gapoktan, Buku Tabungan yang didalamnya ada uang program PUAP Rp. 100.000.000; tidak diserahkan ke pengurus yang baru sampai hari ini. Puji masih mengklim bahwa dia masih menjadi Ketua Gapoktan Dukuhmojo sampai sekarang.
   Dengan tidak maunya Puji menyerahkan Rekening dan buku tabungan, kami anggota menduga bahwa uang program PUAP tesebut sudah raib dibuat bancaan Ketua yang lama Puji dengan kroninya.” Tegas narasumber yang tidak mau disebut namanya.
Terpisah, pengakuan pengurus Gapoktan Dukuhmojo, bahwa mereka selama ini tidak pernah mengetahui adanya bantuan dana PUAP. Bahkan mereka juga mengatakan selama ini tidak pernah diajak
musyawarah oleh ketua gapoktan yang lama terkait bantuan tersebut. “Kami tidak pernah dikasihtau dan tidak pernah menerima bantuan dana PUAP oleh ketua Gapoktan,”ujar pengurus yang enggan disebutkan namanya kepada suaraharianpagi,com (25/2) kemarin.
   Ketua Gapoktan Dukuh Mojo, yang lama Puji, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa sampai saat ini belum menyerahkan aset Gapoktan Dukuh Mojo, karena belum ada serah terima jabatan, jadi saya anggap saya masih menjabat sebagai Ketua Gapoktan Dukuh Mojo, tegas Puji kepada suarahaianpagi.com. Selasa 25/2 dirumahnya.
   Sementara pengurus baru Gapoktan Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Agus Amrulloh yang sudah depinitif 4 Desember 2019 yang lalu mengatakan bahwa aset Gapoktan Dukuhmojo yang berupa rekening gapoktan dan buku tabungan didalamnya ada program PUAP Rp. 100.000.000; belum diserahkan sampai hari ini. Kelihatanya ketua yang lama tidak legowo, masih ingin menguasai gapoktan Dukuhmojo. Ketika disinggung jangan-jangan dugaan uang program PUAP sudah raib dibuat bancaan Ketua yang lama dengan kroninya, dia jawab Allohualam. *ryan




Tulangbawang Lampunsuaraharianpagi.com
   Polsek Menggala berhasil mengungkap dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Golongan I yang terjadi di wilayah hukumnya.
   Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK mengatakan, para pelaku tersebut ditangkap hari Senin (24/02/2020), sekira pukul 16.00 WIB, di Kampung Tua, Blok A, Kecamatan Menggala.
   "Adapun identitas para pelaku berinisial JS (31) dan MI (20), mereka sama-sama berprofesi wiraswasta dan merupakan warga Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Iptu Zulkifli, Selasa (25/02/2020).
   Penangkapan terhadap para pelaku ini, berdasarkan informasi dari warga yang mengatakan bahwa ada tiga orang laki-laki yang tidak di kenal sedang melakukan pesta narkotika di Kampung Tua, Blok A.
   Berbekal informasi tersebut, Kanit Reskrim bersama anggota langsung berangkat menuju ke TKP (tempat kejadian perkara) seperti yang disampaikan oleh warga. Disana petugas kami melihat ada tiga orang yang sedang asyik berpesta narkotika jenis sabu dan salah satu pelaku langsung melarikan diri saat melihat kedatangan petugas.
   "Selain berhasil menangkap dua orang pelaku, petugas kami juga berhasil menyita BB (barang bukti) berupa alat hisang sabu (bong) yang terbuat dari botol air mineral merk aqua, korek api gas, pirex yang di dalamnya masih terdapat sabu, plastik klip kecil yang berisi sabu dan HP (handphone) Mito warna putih," ungkap Iptu Zulkifli.
   Saat ini para pelaku sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
   Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.
*kabiro



Surabaya - suaraharianpagi.com
   Komandan Kodim (Dandim) 0831/Surabaya Timur, Letkol Inf Agus Faridianto  memimpin upacara pelepasan purna tugas anggota Kodim Tipe A 0831 ,   bertempat di Markas Kodim 0831/Surabaya Timur, Jl Mulyorejo Indah 1 no 4, Surabaya, Senin (24/02/2020).
   Pada acara tersebut, Dandim Tipe A 0831 memimpin acara pelepasan tiga bintara  yang saat ini memasuki masa purna tugas atau masa persiapan pensiun (MPP), diantaranya , Serma Nurudin, Serka Tri Sumarno dan Sertu Paidi.
   Letkol Inf Agus Faridianto  menyampaikan, acara tersebut untuk memberikan penghargaan kepada prajurit yang telah selesai melaksanakan tugas pengabdiannya dan akan memasuki masa pensiun.
   “Dengan penuh dedikasi dan prestasi selama ini, hendaknya dapat menjadi contoh bagi prajurit lainnya, khususnya personel Kodim Tipe A Surabaya Timur guna memantapkan pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada Negara dan bangsa,” ujarnya
   “Diharapkan, walaupun sudah purna tugas, jalinan silaturahmi tetap terjalin dengan baik dan terima kasih atas pengabdiannya yang telah diberikan kepada TNI AD. Selamat bergabung dengan warga masyarakat serta tetap pegang teguh nama baik TNI AD jangan hilangkan aura positif TNI dimanapun berada”, tegasnya.
   Dandim juga berpesan kepada seluruh anggotanya, agar menerapkan 5 kemampuan  teritorial di tengah tengah masyarakat, tetapkan sikap teritorial kepada masyarakat saat pembinaan teritorial.
   "Saat ini musim hujan, masing masing personel Kodim waspada banjir. Yang tak kalah pentingnya lengkapi surat surat dan taat hukum  kendaraan saat  keluar satuan serta tingkatkan keimanan sesuai keyakinan masing masing",pinta Dandim kepada anggotanya. *mrt



 Tulangbawang Lampungsuaraharianpagi.com
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH, kian mematangkan persiapan dalam menghadapi banjir tahunan akibat luapan Sungai Way Tulangbawang dampak dari tingginya curah hujan dan dibukanya Bendungan Way Rarem, Senin (24/02/2020).
   Adapun lokasi yang dikunjungi Bupati Winarti kali ini ialah Lingkungan Kampung Bugis Kelurahan Menggala Kota Kecamatan Menggala, dimana titik ini merupakan wilayah yang jumlah masyarakatnya cukup banyak dan hampir setiap tahunnya selalu dilanda banjir.
   "Kita tidak ingin terjadi kelalaian seperti tahun lalu, ada anak-anak yang jadi korban karena bermain dan akhirnya terseret air, maka yang pertama kita pencegahan dini, mengingat rumah-rumah kita di Bugis ini adalah tempat kebanggaan keluarga, maka kita nggak mungkin mau pindahkan, tapi bagaimana Pemerintah dan masyarakat bergotong royong dalam mengantisipasi dan mencegah hal-hal buruk terjadi," tutur Bupati Winarti dalam wawancara kepada awak media.
   Antisipasi awal, orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini, telah menginstruksikan kepada jajarannya agar dapat memasang plang larangan dititik-titik berarus dan terdalam, sebagai himbauan bagi anak-anak dilarang bermain karena air sudah mulai semakin deras dan meninggi.
   "Lalu kita juga sudah membuka posko, kita buka tenda ditempat yang lebih tinggi datarannya, kalo untuk posko kesehatan kita sudah siapkan beberapa titik, karena yang kita tau airnya sudah membuat gatal, sehingga ini juga mempengaruhi anak-anak”, terangnya.
   Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang, Bupati Winarti meminta kerjasamanya kepada seluruh elemen, agar dapat bergotong royong dalam melewati kondisi ini sampai bisa terlewati.
   "Karena ini agak sedikit sering, saya minta mulai dari RT hingga Dinas dan saya sendiri, semuanya memantau agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa terlewatilah, mudah-mudahan”, harapnya.
   Jika melihat dari kondisi luapan akibat kiriman Bendungan Way Rarem dari Tahun yang sebelumnya hingga menyebabkan banjir besar di Menggala ini, biasanya juga akan berdampak di Kecamatan Gedung Meneng, Rawapitu dan Dente Teladas.
   "Tapi tadi saya sudah ke Dente Teladas, saya melihat semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, mudah-mudahan ini semuanya tidak sampai banjir besar, kita berharap Bendungan Way Rarem bisa dikondisikan lagi sehingga tidak sampai meluap, tapi kita lihat deh ya, kita minta kerjasamanya temen-temen semua, dan segala hal antisipasi sampai dengan perahu karet sudah kita siapkan semua”, jelasnya.
   Diakui Bupati Winarti, dirinya dan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi juga sudah berkoordinasi melalui telepon, agar tetap antisipasi hal-hal yang menyangkut tentang bencana, karena ini komitmen bersama, dan terkait langkah apa yang akan diambil oleh Pemerintah dalam meminimalisir banjir ini, Bupati Winarti dengan sigap menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin.
   "Tadi barusan saya juga sudah berkoordinasi langsung saya minta sama Pak Puncak selaku Kepala Dinas PU Tulangbawang, nanti cek ke lokasi bekerjasama dengan Balai Besar karena itu Jalan Negara dan juga Provinsi, untuk bagaimana mana air ini biar tidak mengendap akibat sebab gorong-gorong yang skalanya terlalu kecil, sehingga tidak lancar airnya mengalir”, papar beliau.
   "Nah semoga ini bisa dibantu cepat, karena apapun alasannya ini sungai besar, ya maaf ngomong dari dulu seperti itu, dan masyarakat sudah cinta tempat ini, nah bagaimana kita solusinya, dan tadi dari Bu RT sama Bu RW ngasih masukan Pak Camat Oke, maka nanti saya kordinasikan juga dengan Balai Besar untuk bisa ngebantu pembuatan gorong-gorong karena itu Jalan Nasional," imbuh Bupati Winart, optimisnya.  ADV *kabiro



Surabaya - suaraharianpagi.com
Mapolsek Benowo dipimpin langsung oleh Kapolsek Bonowo AKP M.SI., di dampingi Kanit Reskrim Ipda Jemeno Warsito S.H. Pada hari senin febuari 2020.
   Sudah lama tersangka incaran petugas karena dirinya sudah enam kali masuk penjara kali ini dia tidak bisa berkutik lagi saat ditangkap Unit Reskrim Polsek Benowo.
Faisol Alias Arifin bin Hori (36 tahun) warga Jalan Gubernur Suryo Telogo Pojok Gresik,  ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Benowo di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya.
   Tersangka ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Benowo lantaran telah melakukan tindak pidana pencuri dengan kekerasan dengan cara mengambil secara paksa handphone milik korban Mardiani wanita 28 tahun warga Gresik saat disimpan di dasbord sepeda motornya.
   Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno Warsito, SH., mengatakan, tersangka ditangkap setelah terjatuh saat dikejar oleh korban.
   "Adapun kronologisnya yakni, ketika korban berkendara berboncengan dengan temannya bernama Nur Fitria, tiba-tiba dipepet oleh tersangka dan langsung mengambil handphone korban yang disimpan didasbor kendaraan lalu kabur," kata Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno Warsito S.H.
   Masih kata Jumeno, saat itu Korban yang kanget handphone nya  diambil tersangka, langsung mengejarnya dan tidak jauh dari lokasi korban langsung memotong, sehingga tersangka menabrak ban depan kendaraan korban lalu keduanya terjatuh.
   "Dari kejadian tersebut, korban terluka parah, sedangkan temannya Nur Fitria meninggal dunia ditempat, sehingga kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka langsung diserahkan ke Polsek Benowo Surabaya," jelasnya.
Lanjut Jumeno, saat diintrogasi petugas, tersangka mengaku pernah dihukum sebanyak 6 kali diantaranya, 3 kali kasus pencurian, kasu perjudian sebanyak 2 kali dan 1 kali kasus narkoba.
   Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil diamankan petugas, diantaranya, 1 Uni Kendaraan roda dua (R2) merk Yamaha Mio sebagai sarana dalam keadaan hangus di bakar massa  dan 1 buah handphone merk Samsung Type A-50 warna hitam.
   Pelaku saat di jebloskan di penjara merasa menyesal karena perbuatanya, wajah dirinya lemas dan lesu dia akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP. *mrt



   Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) akibat pelanggaran oleh pengguna jalan di wilayah hukum Polres Gresik, mendapat tanggapan serius jajaran Satlantas Polres Gresik. Hari Minggu kemarin (23/02/2020) anggota Satlantas di jajaran Polres Gresik gencar menggelar operasi kendaraan di Jalan Raya Manyar, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
   Kasat Lantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra melalui Kanit Patroli Ipda Darwoyo menjelaskan, operasi kendaraan digelar secara rutin. Semua kendaraan yang terjaring akan diperiksa. Mulai dari pemakaian helm yang tidak standar SNI dan truk yang muatannya melebihi ketentuan.
   Polisi dengan satu balok di pundak itu mengakui jika banyak pengendara yang tidak berani melintas saat operasi digelar. Hal itu menunjukkan jika masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai kelengkapan surat berkendara di jalan raya.
   "Akhirnya kami arahkan anggota untuk membubarkan pengendara yang berhenti di pinggir jalan," ungkap mantan Kanit Dikyasa tersebut, Senin (24/02/2020).
   Pihaknya menambahkan, para pengendara yang sempat berhenti di bahu jalan banyak yang tidak mempunyai surat izin mengemudi (SIM) dan surat-suratnya mati. Ada juga yang tidak mengenakan helm SNI.
   "Totalnya ada 207 pengendara yang kami sanksi tilang. Tujuh diantaranya kendaraan besar yang over dimensi dan over load," pungkasnya. *mrt

suaraharianpagi.com
   Sebagai daerah terkecil di Indonesia, Kota Mojokerto terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Dibawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, percepatan pembangunan tak henti - hentinya dimodernisasi oleh keduanya. Hal ini, tidak lepas dari program prioritas utama mereka dalam mensejahterakan masyarakatnya. Ada tiga program khusus yang saat ini tengah difokuskan dalam mendukung Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.
   Yang pertama, penanganan banjir di sejumlah wilayah. Sebagai daerah yang memiliki topografi cekungan, Kota Mojokerto sering kali dilanda banjir dibeberapa titik ketika hujan deras. Tak heran, permasalahan banjir tersebut, memiliki perhatian khusus bagi wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. Sejak tahun pertama menjabat, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, terus berbenah dengan meninjau secara langsung kondisi di lapangan. Seperti, perbaikan sistem drainase secara terpadu (biopori, sumur resapan, busem).


   Tak hanya perbaikan sistem drainase, Pemerintah Kota juga melakukan normalisasi saluran primer sepanjang 24,248km, sekunder (91,158km), dan tersier (248,542km). Serta pengadaan sekaligus peningkatan sarana dan prasarana (pompa, rumah pompa dan pompa portable, excavator dan truk). Dan mengoptimalkan program kali bersih (Prokasih) di tingkat lingkungan, dengan harapan mampu mengurangi volume sampah. Sehingga potensi luberan air yang masuk ke pemukiman warga dapat ditanggulangi sejak dini.
   "Sebagai kota yang dikelilingi dengan berbagai aliran sungai, tentunya sampah - sampah tersebut tidak datang secara regional saja ya. Yang artinya, Kota Mojokerto ini kan berada di tengah - tengah sehingga sering kali mendapatkan kiriman sampah dari hulu ke hilir. Sedangkan untuk warga kota, kami telah memberikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuang sampah di sungai dan memanfaatkan TPA atau TPST sebagai tempat pembuangan sampah," jelas Ning Ita, saat Ngopi Bareng Ning Ita, Senin (24/2/2020).
   Di tahun - tahun sebelumnya, peristiwa banjir yang kerap melanda Kota Mojokerto hingga berhari - hari, belum dapat ditanggulangi secara maksimal. Hingga pergantian kepemimpinan baru di tahun 2019, Pemerintah Kota Mojokerto fokus dalam menanggulangi banjir dengan melakukan pengkajian drainase primer. Hasilnya, potensi - potensi banjir dapat ditangani secara tepat sasaran. Salah satunya, mengoptimalkan fungsi rumah pompa yang tersebar sebanyak 17 unit. Sedangkan di tahun 2020, akan ada pemasangan cctv untuk pemantauan debit air dan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.
   Selain program pengendalian banjir, program khusus kedua adalah menumbuhkan pusat - pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif. Dimana, mulai tahun 2019 Ning Ita gencar melakukan pemberdayaan masyarakat melalui ibu - ibu PKK dan karang taruna wanita dalam meningkatkan taraf perekonomian keluarga. Misalnya, memberikan pendampingan penuh kepada para IKM/UMKM agar produk - produk yang dihasilkan dari tangan - tangan pengrajin, mampu menembus pasar nasional dan internasional. "Hasil dari para pengrajin atau produsen ini nanti akan kami suguhkan di rumah rakyat dan outlet oleh - oleh milik Pemerintah Kota (Rest Area Gunung Gedangan)," imbuhnya.
   Sedangkan program khusus terakhir dalam mendukung percepatan pembangunan Kota Mojokerto adalah, mengembangkan potensi wisata dan kepariwisataan. Dimana, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan grand desain Wisata Bahari Majapahit, yang bakal menjadi jujukan baru bagi para wisatawan. Pengembangan kepariwisataan ini nantinya akan berada di wilayah timur Kota Mojokerto atau bersebelahan dengan Jambatan Rejoto. Di atas lahan seluas delapan hektar, Ning Ita telah menyiapkan pembangunan Taman Budaya yang dilengkapi dengan Ampy Teater.
   "Selain taman budaya, di dalam Wisata Bahari Majapahit sendiri, akan ada Monumen dan Taman Kaltaparu, Monumen Gajah Mada, Kapal Bahari, camping ground, wisata perahu lengkap dengan dermaganya dan selter - selter Majapahitan. Sedangkan untuk bantaran Kali Ngotok, kami bekerjasama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dalam pemanfaatannya. Seperti penanaman Pohon Tabebuya, Pohon Mojo dan mengembangkan agrowisata kota yang modern. Sedangkan tahun ini, pengerjaan Monumen Tri Buana Tungga Dewi dan Pemandian Sekarsari, masih dalam progress," terang Ning Ita.
   Melalui perwajahan baru Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, Ning Ita berharap nantinya mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di Bumi Majapahit. Terlebih, berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan - Kawasan Bromo - Tengger - Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan. *Ds/Hms


Jombang - suaraharianpagi.com
   Miris kalau melihat Proyek jalan rabad beton di Jln. Impres Rt.03, Rw.05 sepanjang 130meter, Lebar 3meter, dengan menelan anggaran Rp. 71.676.000; dan dijalan. Margo Utama RT.4,RT.9.RW.05 ,dengan Panjang.110 meter,Lebar 3 meter. biaya Rp.60.611.200; serta Jalan.rabat beton di RT.02.RW.10. Panjang 66 meter, lebar 3 meter yang menghabiskan biaya Rp.30.152.400; semua keberadaanya di Desa Catakgayam, Kecamatan Wojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2019, baru enam bulan selesai dikerjakan, sudah rusak parah.
   Dari pantauan dilapangan jalan rabad beton di tiga titik tersebut, Kondisinya hampir semua permukaan jalan sudah mengalami aus dan terkelupas, bukan hanya itu saja, jalan juga sudah banyak mengalami keretakan. Padahal perencanaan pembangunan jalan termasuk jalan rabad beton di Desa Catakgayam, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau panjang minimal 4 tahun hingga 5 tahun, bahkan kalau bisa lebih dari ketentuan umur bangunan. Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabad beton di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, hanya hitungan bulan jalan sudah rusak parah.
   Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabad beton, tersebut baru hitungan bulan sudah rusak. Kata Yanto, dari Lsm Gajah Mada, yang bermarkas di Jalan Gajah Mada Mojokerto.
   Yanto menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, campuran beton tidak bagus, sehingga permukaan jalan mudah aus dan terkelupas. Hal itu terlihat jelas dilapangan, permukaan jalan sudah terjadi aus dan mengelupas, dan permukaan jalan banyak yang retak-retak.
   “Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat menggantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar”. Kata Yanto dengan nada yang serius.
   Menurut Hartono (38) warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabad beton yang baru selesai dibangun Agustus 2019 didesanya, sudah pretel atau rusak. Bahkan ia mengatakan mestinya dengan dibangunya jalan tersebut jalan makin mulus tidak jeglong jeglong dan enak dilihat oleh warga setempat, ini malah sebaliknya seakan jalan tidak dirawat oleh Kepala Desa.
   Ditambahkan baru selesai dikerjakan Agustus 2019. kok hasil pekerjaanya seperti ini, semenya pretel (terkelupas), dan tinggal kelihatan batu koralnya serta retak retak disepanjang jalan. Kata Hartono saat ditemui dilapangan, (29/1).
   Kepala desa Catakgayam, Sugeng, saat dimintai konfirmasi, di Kantornya (29/1), membenarkan kalau di tiga titik jalan rabat beton kondisinya rusak, setiap dua bulan sekali TPK saya suruh membenahi, ia juga mengaku, dari awal kurang setuju kalau pelaksanaan pekerjaan di kerjakan secara manual karena tenaga manusia kekuatanya maksimal sampai jam 10, jam sepuluh keatas sudah berkurang, akhirnya ya beginilah jadinya. Tapi saya saat memberi usulan ke TPK selalu dijawab, harus pakai tenaga manusia, tenaga mesin tidak diperbolekan, untuk yang sebelah barat yang memakai mesin di ganco pun tidak akan mempan. Ketika ditanya apakah pada saat awal proses pengecoran dasarnya dilapisi plastik? Di jawab dengan tegas tidak.
   Sementara TPK (Tim Pengelolah Kegiatan) Imam Safi’i saat mendampingi Kepala Desa Catakgayam, hanya bisa duduk diam dan sesekali menganggukan kepala, serta menunjukan biaya dan volume pekerjaan. Ketika ditanya berapa komposisi campuran bahan pengecoran? Dijawab dengan nada ragu-ragu, satu sak semen, satu setengah, kotak batu koral dan dua setengah kotak pasir.
   Kerusakan jalan rabat beton di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno ini, menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang, yang diduga di buat bancaan oleh Kepala desa. Tapi sayangnya belum ada satupun, yang ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum. *ryan


GRESIK - suaraharianpagi.com
   Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos., mengikuti kegiatan Penanaman Rumput Vetiver Penahan Longsor dan Penahan Banjir Bersama Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto, SE., di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong Desa Morowudi Kec. Cerme dan Desa Boboh Kec. Menganti Kab. Gresik, Sabtu (23/02) pukul 08.00 WIB.
   Kegiatan penanaman rumput Akar Wangi/Vetiver tersebut dihadiri oleh Bupati Gresik DR. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST., Wakapolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si., Para  Pasi Stafterrem 084/BJ, Jajaran Kepala Dinas Pemkab. Gresik, Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, Jajaran Kapolsek Gresik, Forkompimka Cerme dan Menganti, Kepala Desa Boboh dan Kepala Desa Morowudi berserta perangkat Desanya, Anggota jajaran Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Tim Tanggap Darurat dari BPBD Gresik, Pol PP Gresik, Anggota Pramuka dan warga masyarakat sekitarnya yang hadir kurang lebih 1.000 orang.
   Danrem 084/BJ Kolonel Inf. Sudaryanto, SE, mengatakan, penanaman rumput Vetiver/Akar Wangi di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong Desa Morowudi Kec. Cerme dan Desa Boboh Kec. Menganti ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah digelar di Ranu Pani Lumajang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya di Lahan Dodik Bela Negara serta sebagai tindak lanjut dari Perintah Presiden RI Bapak Joko Widodo beberapa Bulan yang lalu.
   “Tanaman Rumput Vetiver/Akar Wangi ini diharapkan mampu mencegah bencana alam seperti tanah longsor, erosi tanah dan banjir terutama di Lahan Sepanjang Bantaran Kali Lamong ini, karena akar rumput ini sangat kuat dan baik untuk menjaga kestabilan serta kontruksi lapisan tanah“, ujarnya.
   "Kegiatan penanaman rumput Vetiver ini sebagai wujud sinergitas Kodam V/Brawijaya dengan Pemprov Jatim maupun dengan segenap komponen bangsa yang ada di daerah, serta menindaklanjuti perintah presiden agar penanaman rumput vetiver ini terus digalakkan, mulai dari tingkat Kodam, Korem, dan Kodim," tambahnya.
   Perlu diketahui, rumput Vetiver ini memiliki akar yang bisa menembus hingga kedalaman 6 meter. Tentunya tidak hanya rumput vetiver saja yang ditanam, pohon-pohon yang memiliki akar kuat harus ditanam juga sebagai penguatan daya dukung tanah,” jelas Danrem.
   Bupati Gresik DR. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST menambahkan, kami pihak Pemerintah Gresik terus menerus mendukung Program penanaman rumput Vetiver ini yang digalakkan oleh Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodim 0817/Gresik yang ditanam di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong.
   "Pemda Gresik juga terus berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemda Jatim dalam  mensterilkan dan pembebasan lahan bantaran sungai Kali Lamong ini yang juga masih banyak punya warga masyarakat sekitar -+ 57 KM ini", tambahnya.  *mrt


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget