[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Komplotan Curanmor Spesialis Pelajar dan Emak-emak Dibekuk


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Satuan Reskrim Polres Lamongan berhasil menghentikan aksi komplotan curanmor yang memiliki seribu cara dalam menjalankan aksi kejahatannya. Komplotan yang beranggotakan empat orang, yaitu Farid Wahyudi (27) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan, Yost Sanjaya (28) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket, Mas Hendrik Kusanto (28) warga Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket dan Imam (32) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, terbilang cukup produktif. Dalam kurun waktu Oktober 2019 - Januari 2020, komplotan tersebut sukses melancarkan aksinya di 20 TKP di berbagai kota di Jawa Timur dan Bali.
   "Dari 20 TKP ini diantaranya Lamongan sebanyak 9 TKP, Gresik 7 TKP, Malang 2 TKP, Jombang 1 TKP dan Bali 1 TKP," terang AKBP Harun Kapolres Lamongan pada wartawan saat press release di Mapolres Lamongan, Senin (27/1). Lanjut Kapolres Harun menjelaskan, ketika melancarkan aksinya, komplotan curanmor itu menggunakan cara yang berbeda-beda.
   Mulai dari mengaku sebagai anggota polisi dan memerkan senjata api palsu, hingga memacari calon korban untuk mempermudah melancarkan aksi curanmornya. "Keempat orang ini memiliki peran masing-masing, ada yang mengaku sebagai anggota polisi, ada yang bertugas mengambil motor dan ada juga yang bertugas menjual motor hasil kejahatan. Wahyudi ini yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi," katanya. Tak cukup sampai di situ, biasanya komplotan tersebut juga mengincar motor yang parkir dalam keadaan kunci kontak masih menempel di motor dan ditinggalkan pemiliknya, seperti yang dialami oleh seorang ibu di Kecamatan Glagah. Selain berhasil mengamankan keempat pelaku, terang Harun, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 4 Handphone, 3 dompet, 1 jaket jeans warna biru, 1 replika senjata api mainan, 1 jam tangan, 1 kaos warna hitam, 1 Helm warna merah dan 1 sandal yang semuanya adalah hasil kejahatan. Polisi juga mengamankan 2 motor yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, seluruh kendaraan hasil curian dijual secara online dan dilakukan secara terputus”, terangnya. Kini keempat anggota komplotan curanmor tersebut mendekam di ruang tahanan Polres Lamongan.
   "Mereka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan atau penipuan atau penggelapan atau turut serta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan atau 372 atau 378 KUHP atau 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," Pungkas Kapolres Lamongan. *abi


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget