2020

Sampang – suaraharianpagi.com

   Puncak malam Hari Jadi kota Sampang Ke-397, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang  bekerjasama dengan komunitas Anak Kabupaten (AK) peringati Maulid Nabi Muhammad dan Hari jadi Sampang  bertajuk Sampang Bersholawat, Bertempat di Pendopo Trunojoyo Sampang, acara yang digelar sejak pukul 18:30 itu dihadiri Bupati Sampang H.Slamet Junaidi, Wakil Bupati H.Abdullah Hidayat, Jajaran Forkopimda, OPD, Ulama’ dan ratusan tamu undangan lainnya, Selasa (22/12).

   Mewakili Sambutan Bupati Sampang, Kh. Fathur Rosi menyampaikan, pentingnya menerapkan semangat maulid dalam mengisi hari jadi Sampang dengan mentauladani cara Nabi dalam memimpin umat dengan senantiasa menerapkan ahlakul karimah. “Hadirnya Nabi ditengah umat merupakan sosok yang mampu mereformasi ahlak yang sebelumnya saling menjatuhkan, memfitnah, ghibah dan saling membunuh bahkan merasa paling benar,” Ucapnya.

   Selanjutnya ia menambahkan, sebagai manusia tentunya jangan pernah melupakan asal usul manusia yang dilahirkan dengan penuh kekurangan sehingga tidak benar jika kita merasa jumawa dengan apa yang saat ini kita miliki."Syukuri apa yang sudah dijadikan milik kita tanpa harus iri dengan orang lain, sehingga hati ini selalu damai dan ikut merasakan kebahagiaan dengan keberhasilan orang lain,” imbuhnya

   Memasuki acara inti ceramah agama yang disampaikan oleh Kh. Dr. Imam Mawardi dari Kabupaten Sumenep, yang mengajak untuk bersama-sama bersabar dalam menghadapi cobaan, karena semua musibah yang diturunkan pasti ada hikmahnya.“Bersabarlah dalam menghadapi cobaan, termasuk juga virus Corona karena semua musibah pasti ada hikmahnya, tidak semua hal yang tidak enak itu akan berakhir tidak enak, justru seringkali suatu musibah akan berakhir bahagia,” Ujarnya.

   Dalam berkendara saja seringkali kita tidur, ucapnya mencontohkan. Namun kenapa kita merasa tenang, hal itu karena kita tau sopirnya sudah berpengalaman sehingga kita merasa aman dan percaya kalau kita akan selamat sampai tujuan.

   “Kalau terhadap manusia saja kita bisa percaya dan yakin, kenapa kepada Allah yang menciptakan semesta alam kita masih ragu,” Katanya meyakinkan.

“Marilah dalam menjalani hidup kita syukuri nikmat yang diberikan Tuhan "Allah SWT" dan tetaplah bersabar dalam menjalani ujian,” Tutupnya. *rn

Sampang suaraharianpagi.com

   Satu tahun lebih  masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sampang periode 2019-2023, Pemkab Sampang telah mendapatkan banyak penghargaan di berbagai bidang baik pada tingkat nasional maupun tingkat provinsi, terima kasih atas dukungan, partisipasi dan do'a masyarakat, ungkap Bupati Sampang H Slamet Junaidi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke- 397 dan 1 tahun kepemimpinan Bupati. Penghargaan yang di raih Kabupaten Sampang selama 2 tahun berturut-turut Pemkab Sampang mendapatkan penghargaan opini WTP dari BPK RI dan penghargaan meraih predikat nilai "B" atas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

   Bupati mengatakan bahwa hari ini telah memberikan cerminan dan gambaran bahwa Kabupaten Sampang telah meningkat jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dan hal itu diraih berkat semangat kerja buat kita semua dibidang masing-masing. “Hari ini telah membuktikan bahwa Kabupaten Sampang adalah daerah yang meraih segudang prestasi baik ditingkat nasional, tingkat Jatim. Semua itu memberikan cerminan bahwa daerah yang kita cintai bersama jauh peningkatannya," ujarnya.

   Dilanjutkan, spirit itulah yang menjadi alasan kuat sehingga Pemkab Sampang menjadikan tema pada peringatan Hari Jadi ke- 397 Kab. Sampang tahun 2020 bertemakan "Kita tingkatkan apresiasi nilai sejarah dan kearifan budaya lokal menuju Sampang hebat bermartabat. "Tema tersebut hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama bersinergi untuk mengukir dan memaknai keberhasilan serta prestasi yang telah dicapai dalam rangka meraih kemandirian, kemajuan, kesejahteraan dan berdaya saing serta menjadi tekad untuk bisa bertindak dan beraksi nyata agar tanggap pada tantangan dan perkembangan zaman, berdaya saing tinggi di tengah tingginya tingkat persaingan serta mampu mengembangkan inovasi untuk kemajuan pembangunan, dengan tidak lupa nilai sejarah dari kearifan lokal yang ada," papar dia.

   Selain itu, orang nomor satu di partai Nasdem Madura ini menyampaikan, pekerjaan rumah masih sangat banyak dan perlu waktu panjang untuk menyelesaikannya. Namun hal ini akan mudah diatasi jika semua OPD, masyarakat dan stakeholders bekerja bahu membahu saling mendukung untuk mewujudkannya. Orang nomor satu di Kabupaten Sampang ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi turut membangun Kabupaten Sampang. Harapannya, Sampang hebat bermartabat bukan saja menjadi ikon yang dikemas, namun benar-benar menjadi kenyataan. Dan  juga karena Kabupaten Blitar berpotensi dari berbagai sisi.

   Kendati masih setahun masa kepemimpinannya, Kabupaten Sampang sudah mendapat beberapa penghargaan baik ditingkat provinsi maupun nasional. Ini bukti, bahwa prestasi kabupaten dengan julukan kota santri ini terus mengisi deretan koleksi prestasi yang telah diraih tahun-tahun sebelumnya. “Harapannya, kedepan, prestasi Kabupaten Sampang terus bertambah,” ucapnya. *rn

 

 

Sampang suaraharianpagi.com

   DPRD Kabupaten Sampang menggelar sidang Paripurna Hari Jadi sampang Ke 397 dan Pengesahan Tiga Rapeda Usulan, ada yang unik di sidang hari jadi sampang dan pengesah tiga perda usulan kali ini , sidang kali ini  di kemas dalam bahasa madura menjadi Papanggiyen  Paripurna DPRD Kabupaten Sampang Areh Deddih Kabupaten Sampang Sareng Pengesahan Tellok Raperda Usulan   suasana sidang peripurna berubah yang bisanya mnegunakan setelan jas di hari jadi sampang yang ke 397 paripurna di wajibkan menggunakan baju khas madura yaitu sakera bagi pria dan marlena bagi wanita serta penggunaan bahasa madura dalam sidang .

   Sidang di pimpin ketua DPRD Faddol di dampingi wakil ketua satu, dua, dan tiga, Bupati sampang H Selamet Junadi  wakil Bupati sampang H Abdullah Hidayat , Sekretaris Daerah, Forko Pimda, Kepala OPD dan Camat Sekabupaten Sampang..

   Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Fadol mengatakan rapat paripurna pengesahan tiga raperda usulan yakni raperda tentang kearsipan, penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan, serta tentang pemberdayaan koperasi dan usaha mikro dapat disosialisasikan dan diimplementasikan oleh OPD terkait. “Dari tiga raperda tesebut kami berharap dapat diimplementasikan sehingga raperda tersebut berjalan lurus dengan maksud dan tujuannya,”Jelasnya. Rabu, 23 januari 2020.

   Ia menambahkan, pengesahan tiga raperda itu menjadi kado spesial bagi pemerintah kabupaten sampang karena waktunya bertepatan dengan hari jadi kota sampang yang ke 397. “Karena hari ini bertepatan dengan hari jadi kota sampang maka selama sidang kita juga menggunakan bahasa madura,”Imbuhnya.

   Ditempat yang sama Bupati Sampang, Slamet Junaidi dengan singkat menyampaikan apresiasi pada DPRD sampang yang telah menyetujui dan mengesahkan tiga raperda tersebut. “Dengan pengesahan tiga raperda ini kami harap dapat membawa dampak positif bagi pemerintah kabupaten sampang untuk menjadi lebih baik dan lebih baik, kerena jabatan hanyalah titipan dan kiata hanya melaksanakan dan kita niatkan ibadah semoga kita semua mendapat rido allah swt.”ungkapnya. *rn

 

 

Jombang – suaraharianpagi.com

   Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Jombang tahun 2020 digelar di 9 desa dari 8 kecamatan, dengan menerapkan protokol kesehatan, Rabu (16/12) pagi. Dari Sembilan desa yang melakukan pemilihan kepala desa tersebut antara lain: Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Desa Sokoiber, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Desa Madyopuro, Kecamatan Sumobito, Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang. Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh. Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno dan Desa Saketi, Kecamatan Mojoagung.

   Kita bersyukur, pilkades berjalan lancar, tertib aman dan kondusif. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan. Ini semua sebagai tindak lanjut Permendagri Nomor 72 tahun 2020, terkait protokol kesehatan, per-TPS hanya untuk 500 pemilih. Hal ini guna mencegah terjadinya kerumunan,” tutur Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, saat memantau jalannya pilkades secara virtual bersama Forkopimda setempat, yang juga didampingi Kabag Humas dan Protokol, Agus Djauhari.

   Ditambahkan, persiapan ini, tentu tidak lepas dari sinergitas semua pihak dalam  pelaksanaan pilkades serentak, baik panitia penyelenggara, TNI/Polri, Forkopimcam, tim kesehatan dan semuanya saja yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, dalam kurun waktu yang singkat semuanya sudah siap, tentu tetap mengedepankan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,”paparnya.

   Mundjidah Wahab, juga berpesan kepada semua panitia dan aparat keamanan, pasca pemilihan kepala desa, terutama saat penghitungan suara dan usai tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun.

   Disamping itu jangan ada arak-arakan begitu sudah ada pemenangnya. Tetaplah pegang disiplin protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Semua Cakades harus siap kalah siap menang, terimalah hasilnya karena ini adalah takdir Allah SWT, kemenangan kalian adalah kemenangan rakyat. Pesan saya tetaplah ikhtiar untuk memajukan desanya, agar masyarakatnya sejahtera. Yang kalah juga harus legowo, tetap jaga kerukunan, ciptakan suasana yang adem, ayem, gotong royong penuh kebersamaan,” pesan Bupati Jombang Hj. Mindjidah Wahab.

   Bupati juga berterima kasih untuk seluruh masyarakat dan aparat keamanan, panitia dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkades serentak yang telah bekerja luar biasa.

   Sementara hasil pantauan di  Desa Wangkalkepuh, Desa Sokoiber, Kecamatan Gudo dan Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, pelaksanaan pemungutan di mulai jam 08.00 sampai jam 13.00 WIB. Selanjutnya pada pukul 13.00 – selesai dilakukan penghitungan dan rekapitulasi.

   Berikut nama – nama yang terpilih dalam pilkades serentak di Kabupaten Jombang. Kecamatan Jombang, Desa Banjardowo. No. Urut 1. Syamsudin Arif. (Terpilih). Kecamatan Kabuh. Desa Marmoyo. No. Urut 1. Sudarwati (Terpilih). Kecamatan Bareng. Desa Ngrimbi. No. Urut. 2. Samsul Hadi. (Terpilih). Kecamatan Mojoagung. Desa Saketi. No. Urut. 1. Aris Kuswantoro (Terpilih) Kecamatan Mojowarno. Desa Mojoduwur. No. Urut 3. Imam Baihaki (Terpilih). Kecamatan Tembelang. Desa Pulogedang. No. Urut 2. Eko Ariyanto. (Terpilih). Kecamatan Suwobito. Desa Madiopuro. No. Urut. 2. Sulistiawan (Terpilih). Kecamatan Gudo. Desa.Sokoiber. No. Urut. 2. Isnadi. 9 Terpilih. Desa Wangkalkepuh, No. Urut. 4. Sugiyono (Terpilih). *ryan

Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Bupati Mojokerto Pungkasiadi, membuka kegiatan peningkatan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator Pemkab Mojokerto tahun 2020, Senin (14/12) malam di Hotel Harris Malang. Salah satu pesan penting yang diwejangkan bupati pada kegiatan ini yakni, kecakapan ASN menghadapi era terkini yakni Era Society 5.0.

   Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan dunia. Demikian juga ASN yang dituntut beralih dari Era Revolusi Industri 4.0 menuju Era Society 5.0. Era di mana internet menjadi roda kehidupan dan teknologi yang menyatu dengan manusia itu sendiri. Semua harus bisa beradaptasi,” tutur bupati.

   Perubahan yang cepat, situasi yang kompleks serta ketidakpastian tersebut, tambah bupati, menuntut pemerintah segera mengimplementasikan perubahan dalam tatanan. Yakni birokrasi lebih bersih, adaptif, inovatif, dan responsif atau birokrasi agile.

   Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS, juga mengamanatkan profesionalitas dan adaptasi hal-hal baru menuju demokrasi kelas dunia 2024.

   Melalui pengembangan potensi diri, seorang pemimpin akan membawa pengaruh positif di lingkungan kerja masing-masing. Saya harap kegiatan ini dapat mengubah cara pikir, perilaku dan tindakan dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, tandas bupati.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso, pada laporan sambutan menjelaskan latar belakang kegiatan yakni sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN, untuk mengembangkan potensi diri menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, inovatif, solutif dan menjadi motor penggerak perubahan pada perangkat kerja masing-masing. Susantoso juga menginformasikan jadwal kegiatan dan jumlah peserta.

   Peserta kegiatan kali ini adalah 78 orang PNS terdiri dari 1 pejabat eselon II/a, 27 pejabat eselon II/b, 38 pejabat eselon III/a, serta 2 pejabat BUMD Kabupaten Mojokerto. Kegiatan kita dilaksanakan mulai hari Selasa-Rabu tanggal 14-15 Desember 2020 di Hotel Harris Malang, papar Susantoso.

   Kegiatan hari pertama diisi dengan motivasi diri oleh narasumber Himawan Estu Bagijo. Dilanjutkan jadwal hari selanjutnya tanggal 15 Desember, oleh Agus Mustofa dengan tema Membangkitkan Success Power Bagi Pemimpin dan Kenali Potensi Melalui Tehnologi Aura, dilanjutkan dengan Motivation, Teamworking dan Potential Games oleh Judi Suharsono, serta Pengembangan Karakter dan Imunitas Tubuh” oleh Agus Ali Fauzi. Sebagai informasi, kegiatan hari terakhir juga ditutup oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi. *adv

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Wawali Achmad Rizal dan jajaran Forkopimda Kota Mojokerto kembali melakukan panen jagung. Kali ini panen jagung dilakukan di lahan aset Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon seluas 0,85 ha, sabtu (12/12) pagi. 

   Selain panen jagung, pada kesempatan ini Walikota Mojokerto Ning Ita juga menyalurkan bantuan benih holtikultura dari Dirjen Holtikultura Kemenpan RI. Bantuan benih ini diserahkan secara simbolis oleh Ning ita kepada 1900 orang, yang terbagi dalam 41 Kelompok Wanita Tani (KWT), 8 Kube dan 52 Kelompok Masyarakat.

   Paket benih yang diberikan berupa benih cabe rawit, cabe keriting, cabe besar, bayam, buncis, kangkung, kacang panjang, mentimun, gambas, paria, sawi, terong dan tomat. Kepada kelompok tani juga akan diberikan 50 kg benih jagung manis melalui DKPP.

   Harapan Ning Ita, melalui bantuan stimulan ini masyarakat dapat menguatkan ketahanan pangan dan mengembangkan kegiatan ini secara mandiri, bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

   Turut hadir dalam acara ini Sekdakot Harlistyati, Danramil Pralon Kapten Mujiono yang hadir mewakili Dandim 0815 Mojokerto, Kabagops Polresta Mojokerto Kompol Gani mewakili Kapolresta serta segenap Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. * ds


 Jombang - suaraharianpagi.com

   Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengaku pemerintahan desa tempatnya tinggal diduga telah melakukan pengambilan bantuan miliknya secara sepihak.

   Bibit (52), warga Dusun Doro RT 003, RW 01, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengaku uang bantuan dari Kementerian Sosial RI, diguga telah diambil oleh oknum perangkat desa selama tiga kali pengambilan.

   Bibit seharusnya menerima bantuan senilai Rp 2,7 juta untuk 6 bulan. Namun ia hanya menerima tiga kali yang sebulanya Rp. 600 ribu, jadi sekitar Rp 1,8 juta, yang diterima selama tiga bulan, untuk tiga bulan berikutnya Bibit sudah tidak lagi menerima bantuan sama sekali, tapi undangan untuk pengambilan Bantuan dari Kemensos RI, yang dikeluarkan Kepala Desa maupun Pemberitahuan dari Kantor Pos, terus keluar tapi ditangan orang lain.

   Terakhir undangan yang distempel dan ditandatangani Kepala Desa Karangdagangan, Tambit, tanggal 30/11/2020, dan Pemberitahuan dari Kantor Pos, dengan Nomor Danom 61400/3517010011/19. Atas nama Bibit Rameli, Dusun Doro, RT 003 RW 01 KL. Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dengan NIK: 3517181001067491 serta BST 35171810010674919. Terus keluar tapi dipegang orang lain.

Ditemui di kediamannya, Bibit mengaku bantuan dari Menteri Sosial RI tahap pertama dan kedua lancar tidak ada kendala sama sekali, masuk tahap ketiga setelah saya mengambil dari Kantor Pos di Balai Desa Karangdagangan, saya didatangi oleh Pak RT, atas suruhan oknum perangkat desa untuk meminta uang Rp. 100.000, ketika saya ajukan beberapa pertanyaan untuk keperluanya pak RT tidak bisa menjawab dan kembali pulang, setelah kejadian itulah saya sampai hari ini tidak menerima Bantuan dari Kementerian Sosial RI.

   Terakhir Undangan dari Kepala Desa Karangdagangan dan Pemberitahuan dari Kantor Pos tersebut saya peroleh dari suami Bu Wiwik yang selama ini mengambil hak saya. Menurut pengakuan Bu Wiwik selama ini dia yang mengambil bantuan dari Kemensos RI atas nama Bibit Rameli, karena disuruh oleh oknum perangkat desa Karangdagangan.

   Ditambahkan, tidak saya saja yang diperlakukan oleh oknum perangkat desa Karangdagangan mengambil hak seseorang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, ada sekitar 11 orang penerima Bantuan Sosial Tunai ( BST ) dari Kementerian Sosial RI, di desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombng, Jawa Timur, yang punya nasib sama. Dari sebelas orang yang punya nasib sama dengan saya, 1.Fatona. 2.Sucip. 3. Kasmina. 4.Suliati. 5.Suroto. 6.Said. 7.Parni. 8.Huda. 9.Samuji. 10.Surati, dan 11.Saya sendiri Bibit Rameli.

   Bibit juga mengatakan bahwa modus yang dipakai oleh oknum perangkat desa mengambil hak Bantuan Sosial Tunai (BST) warganya dari Kemensos adalah sebagai berikut. Oknum Perangkat tersebut menyuruh kroninya untuk mencarikan orang yang mau mengambil Bansos di Kantor Pos, ketika orangnya dan sudah diambil uangnya, yang ngambil dapat imbalan Rp. 50.000, dan kroninya mendapat imbalan Rp. 50.000, sisanya diduga dibuat bancaan oknum Perangkat Desa Karangdagangan,” papar Bibit Rameli kepada suaraharianpagi.com hari Kamis (10/12).

   Camat Bandar Kedungmulyo, Mahmudi, ketika dikonfirmasi di kantornya terkait hal tersebut tidak ada di tempat, dihubungi via ponselnya ia katakan saya ada rapat di Kabupaten, tanpa menyebut rapat apa, di wakili Sekcamnya Wahib, tolong saya diberi catatan kecil atau fotocopy apa saja nanti bisa saya laporkan ke pak Camat, yang jelas akan dilakukan pemanggilan Kepala Desa dan operator yang ada di desa tersebut.” Tegas Wahib.

   Sementara Kepala Kantor Pos Bandar Kedungmulyo, H. Rejo Nuryanto, saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan, dasar pengambilan Bansos Kementrian Sosial RI, adalah KTP dan KSK yang disamakan dengan undangan atau pemberitahuan dari Kantor Pos. Ketika ditanya bila ada KSK dan KTP yang tidak sesuai dengan undangan di katakan, saya tidak akan bayarkan, tapi sekarang yang mengambil KTP dan KSK pihak Desa, bila ada kasus seperti ini ya Harus desa yang bertanggung jawab. Karena yang membagikan undangan itu desa, undangan dikasih siapapun saya juga tidak tahu, yang penting pada saat pengambilan membawah Undangan, KTP, KSK, ya saya bayarkan, gak mungkin undangan diberikan kepada orang lain, Kalau sadah terjadi seperti ini pak lurahnya harus bertanggung jawab.

   Kalau di Kantor Pos ada buktiknya, ada penerimaan, ada fotonya siapa yang mengambil, itu nanti pasti ketahuan, ya nanti kita cek kepusat. Dengan kejadian seperti ini saya akan segera kroscek kedesa, dikasihkan ke-siapa, karena saya yang membayarkan,” tegas H. Rejo Nuryanto kepada suaraharianpagi.com (10/12).

   Kepala Desa Karangdagangan, Tambit, ketika di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, Saya tidak tahu persis aturan main data dari Kemensos, ketika ada data masuk ke Desa Karangdagangan, pemangku wilayah Kepala Dusun, saya panggil, saya suruh membagikan undangan tersebut lewat RT atau RW masing-masing. Setelah itu saya mendapat laporan bahwa ternyata ada yang namanya dobel yaitu atas nama Bibit Rameli. Ya sudah kita tata saja, suruh memilih antara BPNT atau Bantuan dari Kementerian Sosial RI. Akhirnya dia memilih menerima BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ), yang dari Kementerian Sosial kita coret.

   Ketika ditanya kenapa kalau memang data atas nama Bibit Rameli sudak dicoret dari data Kenterian Sosial RI, udanganya masih beredar dan ditangan orang lain? Saya sebagai Kepala Desa, diedarkan atau tidak itu yang tahu Kesra, tapi saya sudah menyampaikan bahwa undanyan tersebut tolong dikasihkan sesuai dengan nama yang tertera dalam undangan.

   Saya baru tahu kalau undangan atas nama Bibit Rameli masih beredar setelah saya dapat laporan dari Pak Bibit sendiri, masalah yang mengambil Bantuanya orang lain atas suruhan oknum perangkat desa, saya belum tahu siapa orangnya dan okmun perangkat desa yang mana.

   Tambit juga mengatakan apapun yang dilakukan perangkat desanya, saya bertanggung jawab, tapi saya sudah beberapa kali mengingatkan atau menghimbau agar hati-hati dalam menangani bansos baik dari Kementerian RI maupun dari lainnya. Ketika ditanya apa benar selain nama Bibit Rameli, juga ada sekitar 11 nama lain yang undangannya keluar tapi tidak menikmati bantuanya? Diakatakan langsung saja ke pak wo, artinya disuruh menghadap Kepala Dusun,” tegas Kepala Desa Karangdagangan Tambit, kepada suaraharianpagi.com (11/12). *ryan

 

 

 

Sampang – suaraharianpagi.com

   Setelah sukses menggelar sosialisasi Perbup 53 Tahun 2020 tentang Covid-19 di 14 Kecamatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Menutup Sosialisasi di Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang.

   Sosialisasi tersebut sebagai upaya untuk terus tingkatkan kepatuhan masyarakat dan memaksimalkan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan (prokes) di wilayah Kabupaten Sampang.

   Dengan Waktu singkat jelang akhir tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang gencarkan sosialisasi ke berbagai kecamatan secara bergiliran, sebanyak 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.

   Aktivitas itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbub) Sampang Nomor 53 Tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

   Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 di Sampang, pada Rabu (23/9) silam, sosialisasi Perbup tersebut dilaksanakan di 14 Kecamatan, yang di awali Kecamatan Camplong, Sreseh dan Tambelangan.

   Dari Perbup teesebut, dilanjutkan dengan aturan pelaksanaannya yang dibuat Dinkes Sampang, yakni Surat Edaran (SE) Nomor 188.45/13/REK/IX/2020. SE itu dikirim ke semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ,Camat, pelaku usaha, pengasuh pondok pesantren, direktur bank dan segala Elemen masyarakat Sampang.

   Pelaksa tugas (Plt) Kepada Dinkes Sampang Agus Mulyadi menuturkan, sosialisasi perbup itu dilaksanakan secara bergiliran di semua kecamatan di wilayah Sampang. Adapun tujuannya, agar masyarakat, khususnya di wilayah Sampang, dapat mengetahui, mematuhi dan melaksanakan perbup tersebut.

   Dengan harapan, Pandemi Covid-19 segera berlalu di Wilayah Kabupaten Sampang, harap Agus.

   "Kami terus gencarkan sosialisasi Perbup 53/2020 ini melalui kecamatan-kecamatan, kebetulan hari ini di awali di Kecamatan Camplong, Tambelangan dan Sreseh," tutur Agus Mulyadi kepada awak Media.

   Dalam perbup tersebut, mengatur kewajiban perkantoran dan pelaku usaha dan fasilitas umum menyiapkan sarana dan prasarana 4M, yakni memakai masker di kantor maupun di tempat umum, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

   Manakala tidak mematuhi perbup tersebut, untuk perorangan dan pelaku usaha dapat dikenakan sanksi ringan, teguran secara tertulis dan surat pernyataan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan, kerja sosial. Bahkan, khusus pelaku usaha, dapat dihentikan sementara operasional dan pencabutan izin usaha.

   "Sanksi denda administrasi untuk perorangan maksimal Rp. 100 ribu dan pelaku usaha maksimal Rp 10 juta. Maka kami harap masyarakat dapat mematuhi dan melaksanakan prokes ini sesuai perbup yang ada, karena ini semua demi kebaikan bersama," harapnya.

   Sementara itu, Camat Tambelangan Kiyatno berharap dengan adanya sosialisasi yang dilakukan Dinkes Sampang masyarakat akan lebih faham tujuan dari pemerintah untuk mematuhi peraturan dalam melakukan aktivitas setiap hari.

   "Marilah kita bersama selalu mematuhi anjuran pemerintah dalam memerangi penyebaran covid-19 sehingga pandemi ini cepat berlalu dan kita kembali menjalani kehidupan secara normal," Singkatnya.

   Terpisah, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat sambutan di Acara Sosialisasi Perbup 53 Tahun 2020 di Pendopo Tronojoyo, berharap Masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan tersebut, sehingga Pandemi Covid-19 cepat selesai dan bisa kembali beraktivitas normal seperti sebelum-sebelumnya. *Rn

 

Mojokerto – suaraharianpagi.com 

   Usai menuntaskan masa cuti kampanye pilkada 2020, Bupati Mojokerto Pungkasiadi kembali bertugas di Pemerintah Kabupaten Mojokerto.  Pada hari pertama kembali bekerja, Bupati Pungkasiadi menekankan agar ASN lebih menggenjot kualitas kerja untuk melayani masyarakat. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel rutin bersama, Senin (7/12) pagi di halaman kantor Pemkab Mojokerto.

   “Selama cuti kemarin, saya banyak belajar dan mendengar apa yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, saya minta panjenangan semua para ASN, untuk bareng-bareng meningkatkan kinerja.  Di luar sana, masyarakat menunggu hasil kerja kita. Apalagi dalam pandemi covid-19, kita harus kerja lebih ķeras lagi,” tegas Abah Ipung.

   Demi  menunjang kinerja ASN, Bupati Pungkasiadi juga menyampaikan bahwa saat ini, tahapan kenaikan TPP tinggal menunggu langkah akhir untuk segera terealisasi. “Untuk TPP ASN, tinggal satu tahapan yakni menunggu persetujuan Kemendagri,” tandas bupati. *hms/ds

Jombang - suaraharianpagi.com

   Bertempat di Kampus STIE PGRI Dewantara Jombang, Jawa Timur,  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menghadiri Kuliah Umum Sekolah Badan Usaha Milik Desa. Kuliah umum peningkatan kapasitas pengurus BUMDes itu merupakan program Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara Kabupaten Jombang.

   Dalam keterangannya Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, “kuliah ini merupakan bagian dari proses pelaksanaan Sekolah BUMDes yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan motivasi dalam mengelola dan mengembangkan BUMDes sehingga para pengelolanya bisa menjadi lebih professional,” ujarnya saat memberi sambutan di Hall Budi Utomo STIE PGRI Dewantara, Sabtu (05/12) siang.

   Dikatakan, BUMDes kedepan akan setara dengan PT, Yayasan, BUMN, BUMD, Lembaga keuangan yang memiliki payung hukum masing-masing dan berbeda-beda. Demikianpun dengan BUMDes, juga akan memiliki payung hukum yaitu PP. Saat ini RPP BUMDes sudah hampir selesai, tengah dalam proses dan didiskusikan pada lintas Kementerian, bulan Desember ini akan disahkan,” tegas Menteri Desa  PDTT, Abdul Halim Iskandar.

   Masih Kata Alim “PP ini, implikasinya akan sangat luar biasa bagi pergerakan BUMDes sebagai Badan Hukum untuk meningkatkan berbagai usaha di desa. BUMDes akan menjadi ujung tombak utama didalam perekonomian desa. Yang terpenting BumDes keberadaannya tidak boleh merugikan masyarakat, tidak boleh double mengelola usaha yang sama dengan yang ada di masyarakat.

   “Pada tahap pertama pelaksanaan kuliah ini dilaksanakan selama 6 bulan, dengan 80% kurikulumnya adalah pendampingan langsung di setiap BUMDes. Sedangkan 20% adalah pembinaan di dalam kelas. Adapun kurikulum pembelajaran yang diberikan adalah, Pengelolaan manajemen, Keuangan dan akuntasi, Pengembangan dan inovasi produk serta Dampak kepada masyarakat”, tegas Halim.

   Sementara, Wakil Bupati Jombang Sumrambah bahwa, Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung dalam menumbuh kembangkan BUMDes untuk mengelola potensi desa menjadi sumber ekonomi yang nantinya menjadi Sumber Pendapatan Asli Desa. Terbukti dengan adanya Peraturan Bupati Kabupaten Jombang nomor 3 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengelolaan BUMDes. Sejak tahun 2015 Kabupaten Jombang telah memiliki 302 BUMDes di 302 Desa,” tegas Sumranbah.

   Semua ini dalam rangka perwujudan dukungan STIE PGRI Dewantara, kepada Pemerintah Republik Indonesia dengan berfokus pada 7 CSR yang berkesinambungan di bidang Kewirausahaan. Salah satu programnya adalah OVOP ( One Village One Product ) dimana Pelatihan dan Pendampingan kewirausahaan dengan memaksimalkan potensi desa, sudah ada sekitar 40% desa di Kabupaten Jombang yang sudah mendapatkan pendampingan. *ryan


 Mojokerto – suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Mojokerto, mengapresiasi enam kecamatan yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam penanggulangan pandemi Covid-19 tahun 2020. Apresiasi diberikan dalam bentuk stimulan dan insentif, dan diserahkan oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, Jumat (4/12) malam di Pendapa Graha Majatama. Acara ini sekaligus dalam rangka malam perpisahan Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, yang telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai Pjs Bupati Mojokerto.

   Secara lengkap, enam kecamatan terbaik penerima stimulan antara lain Trowulan sebagai juara pertama dengan hadiah insentif uang Rp 35 juta, disusul Kecamatan Dawarblandong di peringkat dua Rp 30 juta, Kecamatan Gedeg sebagai juara ketiga Rp 25 juta, Kecamatan Dlanggu Rp 20 juta, Kecamatan Kemlagi Rp 15 juta dan Kecamatan Ngoro di peringkat keenam dengan hadiah Rp 10 juta. Penentuan dan penilaian sesuai Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/459/HK/416-012/2020 dan berlaku pada tanggal 13 November 2020.

   Plt Assiten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, pada laporan sambutan menjelaskan teknis dan dasar pertimbangan pemberian reward. "Sebenarnya awal kita melaksanakan ini namanya itu Lomba Kecamatan Hijau (risiko terkendali Covid-19). Lalu, kita create lagi namanya jadi 'stimulan dan insentif'," terang Didik. Didik juga menambahkan bahwa ada  empat parameter penilaian yang harus dipenuhi. Yakni bidang kesehatan 40 persen, pemulihan ekonomi 20 persen, jaring pengaman sosial (JPS) 20 persen, serta keamanan dan ketertiban 20 persen. Empat parameter ini kemudian disampaikan ke kecamatan-kecamatan, untuk ditarget dua minggu pelaksanaan harus bisa terpenuhi dalam rangka menekan Covid-19. "Secara keseluruhan, sebenarnya semua kecamatan mendapat insentif Rp 5 juta, walau tidak masuk kategori. Ada dua kecamatan yang tidak kasih laporan ke kita (Pacet dan Sooko). Tapi kita akan terus dorong agar semuanya bisa melaksanakan dengan baik ke depan," tambah Didik.

   Selanjutnya Pjs Bupati Mojokerto didampingi istri Sintarini Himawan Estu Bagijo, pada arahannya mengucapkan terima kasih atas segala sinergitas dan amanat yang diberikan. "Tidak terasa saya sudah selesai melaksanakan mandat ini. Tugas saya paling utama selama menjabat Pjs Bupati adalah memaksimalkan penanggulangan Covid-19, menyelesaikan APBD dan RAPBD 2021, serta memastikan jalannya pemerintahan dengan baik. Administrasi adalah darah pemerintahan. Kalau tidak dijalankan pasti macet. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Jajaran samping juga sangat penting. Jika ada yang kurang selama saya memimpin, saya mohon maaf sebesar-besarnya," kata Pjs Bupati Mojokerto.

   Sebagai informasi, Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo juga menyempatkan diri untuk berpamitan di hari terakhir memimpin Kabupaten Mojokerto. Dimulai sejak pagi pada kegiatan senam bersama karyawan karyawati Pemkab Mojokerto, serta para awak media dalam kegiatan jumpa pers. *adv

 

 


Mojokerto – suaraharianpagi.com

  Setiap manusia terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, demikian halnya bagi para penyandang disabilitas. Mereka adalah masyarakat yang berhak mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat. Penyandang disabilitas juga tidak selamanya menjadi benalu bagi keluarga maupun masyarakat.

   Bertepatan dengan peringatan hari disabilitas tahun ini, Kamis (3/12) Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari ditengah kepadatan aktifitasnya meluangkan waktu untuk menyapa beberapa warga penyandang disabilitas di Kota Mojokerto. Hal ini dilakukan oleh Ning Ita untuk memberi semangat bagi para penyandang disabilitas dan keluarganya.

   Salah satu warga yang dikunjungi oleh Ning Ita adalah Siti Nur Fadhilah, warga kelurahan Wates yang menderita hidrosepalus, yaitu terjadinya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Meski demikian Nur Fadhilah tidak kehilangan keceriaanya. Saat dikunjungi oleh Ning Ita meski dengan tubuh yang terbaring, dia tetap menebar senyum ketika sang ibu bercerita tentang kebiasaannya yang suka mendengarkan musik. Masih dengan penuh kecerian Nur Fadhilah mengucapkan terimakasih ketika menerima bingkisan dari Ning Ita.

   Selepas mengunjungi  Nur Fadhilah, pada sore hari dalam rintiknya hujan Ning Ita menyapa sepasang anak kembar yang tinggal di Lingkungan Tropodo. Yaitu Ananda Putra Ramadhani dan Ananda Putra Ramadhana. Kedua putra pasangan Yudi dan Suwarti ini menderita disabilitas fisik sensorik. Dengan kunjungan Ning Ita pada sore ini mereka menyampaikan terima kasihnya atas perhatian Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto.

   Masih dalam hari yang sama, Ning Ita juga berkunjung lingkungan Pekuncen, Kelurahan Surodinawan.Tepatnya ke rumah Aditya Kusuma yang menyandang disabilitas sensorik. Sebagaimana Nur Fadhilah, Ananda Putra Ramadhani dan Ananda Putra Ramadhana, Aditya juga mendapakan bingkisan dari Ning Ita.

   Kepada para orang tua anak penyandang disabilitas ini Ning Ita berpesan agar senantiasa ikhlas dan sabar “Diparingi anak ingkang disabilitas niku dalane tiyang sepah dateng suwargo mboten angsal grundel,mboten angsal ngersulo, kulo namung saged dungaken mugi-mugi manahe njengenan tetap longgar, diparingi sabar.”kata Ning Ita.  

   Terkait kesejahteraan bagi para penyandang disabilitas, melalui Dinas Sosial Ning Ita menginstruksikan agar keluarga penyandang disabilitas diberikan bantuan sebagaimana ketentuan yang berlaku, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta mengikutsertakan dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE). *hms/ds

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget