[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Ngopi Pagi Haryono Center: Sampang Sudah Mulai Nampak Perubahannya


Sampang - Suaraharianpagi.com
   Menatap Sampang Hebat Bermartabat merupakan Visi dan Misi Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi beserta Wakilnya H. Abdullah Hidayat dalam membawa perubahan di Kabupaten Sampang Kedepan. Meski baru dilantik pada 30 januari 2019 lalu dengan cepat masa kepemimpinan pasangan dengan nama Jihad masa jabatan periode 2019-2024 tersebut telah membuat perubahan secara signifikan.
   Dalam acara silaturrahmi "ngopi pagi" yang dilakukan oleh Haryono Abdul Bari di Toko Karisma Jalan Wijaya Kusuma bersama rabu, 14 November 2019 bersama beberapa aktifis dan pemuda di Kabupaten Sampang, Haryono menilai perubahan Kabupaten Sampang sudah sangat nampak, meskipun keduanya yakni H. Slamet Djunaidi dan H. Abdullah Hidayat baru menjabat beberapa bulan banyak hal yang sudah nyata perubahannya menuju lebih baik.
Lebih lanjut haryono mengatakan, ditahun 2019 mata anggaran milik pemerintahan kali ini masih baru akan berjalan di tahun depan. "Start seutuhnya baru akan dimulai tahun 2020, makanya sekarang banyak Plt nya," Ujar Haryono mantan anggota DPR Provinsi Jawa Timur tersebut.
Lebih lanjut yang kerap di sapa ba yono ini mengatakan, konsep perencanaan pembangunan kali ini harus benar-benar matang, sehingga Bupati Sampang hingga saat ini tidak berhenti untuk terus memantapkan dalam penyusunannya. Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (Apbd) belum di sahkan.
   "Ada beberapa perubahan yang sudah mulai nampak, diantaranya adalah tata kota yang sudah mulai bersih dan terang, kemudian birokrasi juga sudah mulai ada perubahan pola pikir,  yang dulu orientasi "matre" sekarang sudah minggir atau sudah tidak ada lagi," Terang Haryono
  Tapi insentif sepertihalnya Tunjangan Kinerja (Tukin) harus diperhatikan oleh Pemkab Sampang,  tata dulu personalnya, baru tukin tersebut diberlakukan. Selain itu layanan publik yang belum berubah, dan ini harus lebih di prioritaskan. "Sebab layanan publik adalah rutinitas sehingga pelaksananya harus lillaahitaalaa (karena Allah)," imbuh Haryono menegaskan.
Sementara itu, salah satu aktifis pemuda di Kabupaten Sampang Ahmad Mahrus Alie menambahkan, dari sisi potensi pembangunan Sumber Daya Alam (SDA) seperti migas selama ini keberadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) belum nampak apa yang sudah di berikan kepada Kabupaten Sampang dan itu memang perlu penanganan dari ahli tentang tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), migas yang selama ini kita temui carut marut BUMDnya menimbulkan kasus hukum yang belum jelas status hukumnya sampai saat ini. 
   Masih menurut Mahrus, selain BUMD dalam pengelolaan migas yang perlu diperhatikan juga adalah Galian C  mengingat regulasi yang hampir tidak di indahkan oleh para penambang dan hal ini sangat merugikan pihak pemerintah dan masyarakat sampang pada umumnya.
"Jika ini di kelola dengan baik bukan tidak mungkin pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan mengalir ke Kas Daerah Kabupaten Sampang,"Tandasnya. *rif


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget