[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Kopkar PT.Perkebunan Nusantara XII Diduga Selewengkan Dana Simpanan Nasabah


Malang – suaraharianpagi.com
   Istilah "sudah jatuh ketimpa tangga" ini yg terjadi di keluarga (Alm) Bp.Sri Hartono warga dusun gebug Utara kec.Singosari yg juga sebagai karyawan dan Pengurus Koperasi Karyawan PT.Perkebunan Nusantara XII WONOSARI Singosari kabupaten Malang.
    Betapa tidak, Pak Sri (panggilan akrabnya) sudah Meninggal Th.2014 yg waktu itu masih menjabat  sebagai Ketua Kopkar PT.Perkebunan Nusantara XII WONOSARI Singosari itu masih juga dikatakan korupsi dana Kopkar PTPN XII WONOSARI Oleh beberapa Pengurus lama dan ironinya , sampai sekarang pun Ahli waris keluarga (Alm) masih harus menanggung beban hutang Kepada Kopkar PTPN XII WONOSARI tsb.
   Hal ini sempat dikatakan oleh Putri tunggal Ahli waris (Alm) Sri Hartono mengatakan bahwa " Kami sebenarnya sanggup membayar hutang (Alm) Bapak,namun pihak Koperasi diduga selewengkan dana simpanan yg kami setorkan, terbukti kami diberi kwitansi tanda terima Palsu dan tidak diberikan buku tabungan dan ternyata kwitansi palsu tsb tidak ada Materainya" ungkap Vivin (Vincentia Gita Kumalasari) sambil menunjukkan kwitansi Palsu sebesar 180 juta yaitu penerima dana tsb adalah bendahara PTPN XII WONOSARI Yuyun Hanafi
   Hal itu diketahui ahli waris beberapa tahun terakhir, saat melakukan pengecekan data data keuangan yang jadi sumber permasalahan selama ini didapati bahwa ada beberapa tanda terima Kwitansi lain yang juga cacat hukum .karena menurut nara sumber dari kantor Pusat PTPN XII di surabaya, adalah Tidak Sah, seharusnya Kwitansi tanda terima resmi yang dikeluarkan oleh Koperasi berbentuk kwitansi harus dibubuhi dengan Materai 6000,-.
   Dan menurut Yuyun Hanafi selaku bendahara penerima dana tsb juga membenarkan kalau dirinya telah menerima uang dari Drs.Sri Hartono (alm ) selaku ketua koperasi waktu itu dan Yuyun Hanafi mengakui kalau hal itu adalah kesalahan dan merupakan kecerobohan.
   Melalui telpon seluler (22/11) Yuyun Hanafi menyangkal kalau ada masalah  tentang buku tabungan alm Sri Hartono dan mengatakan bahwa buku tabungan sudah dikasihkan ahli waris saat pertemuan terahir,padahal menurut Vivin selaku ahli waris belum menerima buku tabungan dana simpanan.
   Hermawan selaku Ketua koperasi Karyawan PTPN XII WONOSARI (22/11) saat dihubungi wartawan via telepon seluler mengatakan bahwa " buku tabungan dan  rekening  koran sudah dikirim kemarin pada ahli waris, koperasi ini tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan"  tegasnya.
   Sampai berita ini diturunkan Vincentia Gita Kumalasari (Vivin) selaku ahli waris telah  diberikan buku tabungan diduga buku tabungan tsb milik anggota Kopkar yg lain,sebab nama di tabungan tsb dihapus (Tape ex) diganti nama Sri Hartono.
Sampai kini banyak anggota Kopkar PT.Perkebunan Nusantara XII WONOSARI yg menanyakan tentang perputaran keuangan yg penuh rekayasa tersebut. *ddk


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget