[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

JJS dan Senam Gunakan Pakian Adat Madura


Sampang – suaraharianpagi.com
   Bertempat di halaman lapangan Tenis Indor,Jumat (8/11/2019) pagi.Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396, Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) menggelar kegiatan Jalan Jalan Sehat (JJS) dengan mengenakan pakaian adat Madura,
   Peserta JJS diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sampang dan unsur pelajar. Sebelum diberangkatkan peserta JJS terlebih dahulu melaksanakan senam di Halaman Gor Wijaya Kusuma dengan diiringi lagu lagu asli Madura yaitu Kembhang Malate Pote dan Wa’ronjengan, yang sudah diaransemen layaknya musik senam airobik
   Dengan menggunakan baju Sakera dan kebaya Marlena tidak menjadiikanya halangan bagi para peserta JJS dalam meengikuti gerakan instruktur senam dan JJS, sebab rute yang digunakan merupakan jarak ringan, yakni kurang lebih hanya menempuh jarak5 km. sementara dalam senam yang dilakukan saat di sela-sela kegiatan JJS, gerakannya merupakan gerakan ringan.
   Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan mengatakan, bahwa kegiatan ini dalam rangka merayakan hari jadi kota Sampang yang ke 396
   Plt. Kepala Disporabudpar Sampang Imam Sanusi melalui Kasi Olahraga Rekreasi Disporabudpar Sampang, Dina Andriana mengatakan, momen kegiatan JJS tersebut berkenaan dengan hari jadi Kabupaten Sampang yang ke-396.
   “Jadi kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396, dengan melibatkan seluruh OPD di Sampang, kemudian peserta JJS diwajibkan mengenakan pakaian sakera untuk laki-laki dan pakaian marlena untuk perempuan,” katanya
   Dina menambahkan bahwa pelaksanaan JJS dengan menggunakan pakaian adat merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan dan kemungkinan akan dilaksanakan setiap tahun. Tujuan dari penggunaan pakaian adat Madura dalam kegiatan JJS tersebut, melalui ibu Dina mengatakan bahwa dalam berolahraga juga tidak meninggalkan seni dan budaya.
   “Jadi meskipun berkebaya juga bisa melakukan olahraga. Ini olahraga rekreasi, jadi olahraga yang gembira,” ucapnya. *rn


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget